Mentari Uchiha Madara

Story: Naruto

Pair: Naruko U,. Madara U

Setelah petarungan melawan Kaguya berakhir, Uzumaki Naruko, Uchiha Sasuke, Hattake Kakashi dan juga Haruno Sakura, mereka berempat akhirnya keluar dari dimensi Kaguya dengan bantuan dari Para Hokage Edotensei dan juga Rikudo Sannin atau sang pertapa enam jalan itu sendiri.

Dan sesuatu yang tak disangka juga muncul, yaitu Madara juga keluar dari dimensi Kaguya ketika Naruko dan Sasuke berhasil menyegel Kaguya kedalam Chibaku Tensei, bukan hanya Madara tapi para Biju juga bermunculan keluar dan mengitari Naruko dan yang lain ketika mereka sudah berada di luar dimensi Kaguya atau bisa dikatakan kalau mereka berada di dunia Shinobi.

Madara terlihat masih hidup, namun sebenarnya ia sedang dalam keadaan sekarat ia membuka matanya, ia nampak begitu menyedihkan dari segi apapun orang lain melihatnya, Madara menganggap dirinya telah gagal, ia tidak menyangka kalau seluruh rencana dan kedamaian yang ia impikan adalah serangkaian kebohongan yang dibuat oleh Zetsu Hitam untuk mengelabuinya.

"Apakah selama ini tindakanku salah?"

Gumam Madara sembari menatap ke arah Naruko dan Sasuke yang menatap ke arahnya, tak lama setelahnya Hashirama datang menghampirinya.

"Yo Madara, apa kabarmu ku harap kau baik-baik saja ... ahahahahahaha!"

Madara menatap ke arah Hashirama dengan tatapan sendu, ia tidak berharap di maafkan, karena ia tau apa yang ia lakukan adalah sesuatu yang sangat salah, namun ia tidak mau kematiannya menjadi sia-sia ia ingin mewariskan sesuatu sebelum kematiannya, ia pun menatap ke arah Naruko dan berkata.

"Ku harap itu bukan kata-kata mengejek darimu Hashirama."

Hashirama pun duduk disamping Madara dan menatap sendu, sahabat sekaligus Rivalnya itu.

"Mah sebenarnya aku ingin berbicara banyak kepadamu Madara, tapi ... kelihatannya itu tidak akan pernah terjadi."

"Yah aku tau itu ... Oy! Kau Uzumaki Naruko, kemarilah ada yang ingin aku katakan padamu."

Naruko yang mendengar Madara memanggilnya, langsung berjalan ke arah Madara, jujur ia sedikit penasaran akan apa yang ingin Sesepuh Uchiha itu katakan, sejujurnya ia tau tujuan Madara itu sangat baik, hanya saja Madara tidak tau kalau cara yang ditempuhnya itu salah, maka dari itu Naruko pun mendekatinya, Naruko berpikir kalau pikiran Madara sudah kembali sehat dan tidak terobsesi dengan kekuatan lagi.

"Ada apa, Uchiha Madara-San?" Naruko bertanya dengan nada pelan ke arah Madara.

"Naruko, bolehkah aku bertanya beberapa hal kepadamu?"

Ujar Madara pada Naruko, Naruko pun mendekat ke arah Madara dan duduk disampingnya lalu menjawab.

"Tentu saja ... kau boleh menanyakan apapun yang ingin kau tanyakan padaku, jika aku bisa menjawabnya pasti akan aku jawab."

Mendengar jawaban dari Naruko, Madara pun tersenyum kecil, ia merasa senang karena gadis berambut pirang panjang itu sepertinya bisa melupakan kenangan buruk bertarung dengannya.

"Berapa banyak, shinobi yang mati karena ulahku dalam perang ini?"

Mendengar pertanyaan dari Madara membuat Naruko dan Hashirama tertegun sejenak.

"Maaf aku tidak tau jumlah pastinya, mungkin sudah mencapai ribuan orang."

Mendengar jawaban dari Naruko Madara hanya bisa murung mendengarnya.

"Tak aku sangka kalau pengorbanan hidupku untuk menciptakan perdamaian abadi melalui Mugen Tsukoyomi adalah kesalahan besar dan juga merupakan sebuah ke sia-siaan. Ini adalah pertanyaan terakhir dariku yang akan menentukan tindakan penebusanku selama ini, apa kau siap memberikan jawaban terbaikmu Naruko?"

Mendengar kata-kata Madara, Naruko jadi sedikit tertegun mendengarnya, ia mulai memikirkan apa maksud dari ucapan Madara.

"Sebaiknya cepat, karena aku tak akan bisa bertahan lama."

Madara menuntut kesiapan Naruko untuk menjawab pertanyaannya, ia tidak mau menunggu terlalu lama hanya untuk mendengar jawaban aku siap atau tidak.

Naruko yang merasa kalau ia terlalu dituntut oleh Madara hanya bisa menghela nafas berat sembari mengatakan.

"Iya aku siap!"

Madara lalu mulai menanyakan sesuatu yang tak pernah terpikirkan ke arah Naruko sembari tersenyum.

"Kalau kau tiba-tiba terlempar ke masa lalu, atau lebih tepatnya masa dimana desa Konoha belum ada, apa yang akan kau lakukan? Membunuhku sebelum aku menjadi yang sekarang atau kau punya cara yang lebih baik untuk mengubah masa depan menjadi lebih baik?"

Mendengar pertanyaan dari Madara membuat Naruko bertanya-tanya tentang apa maksudnya.

"Mungkin aku akan mencari cara untuk mengubahmu, tapi kalau gagal aku akan membunuhmu."

Setelah mendengar jawaban dari Naruko, Madara pun kembali tersenyum.

"Hashirama, berikan aku chakramu, setidaknya sampai aku bisa mengaktifkan sharinggan miliku untuk diberikan pada bocah pirang ini."

Pinta Madara sembari tersenyum, Naruko sedikit terkejut mendengarnya lalu menatap Madara dengan tatapan tak percaya.

"Madara kau serius mengenai ini?"

Tanya Hashirama, sementara itu Naruko hanya diam memandang lekat kenarah Madara.

"Yah aku serius, ini semua untuk mengganti semua kerusakan yang sudah aku lakukan, dengan mata yang ku berikan, aku hanya ingin bisa melihat masa depan yang kau dan Naruko impikan, melalui mata yang ku berikan."

Jawab Madara sembari tersenyum ke arah Naruto dan Hashirama.

"Mendekatlah Naruko, nyawaku tak akan bertahan lama."

Mendengar hal itu, Naruko pun mendekat dan Hashirama memberikan sedikit chakranya, sampai Madara mengaktifkan Sharinggan miliknya lalu ia menyentuh wajah Naruko dan ia pun mengatakan.

"Semoga kau dan Sasuke bisa membawa dunia ke perdamaian yang sebenarnya."

Madara pun akhirnya mati tubuhnya menua dengan dipenuhi keriput dan rambutnya memutih, sementara itu saat Naruko membuka matanya, terliha Naruko memakai dua mata Sharinggan tiga tome milik Madara.

"Arigato Madara jii-chan akan aku pastikan kau melihat perdamaian yang aku impikan selama ini."

Ujar Naruko sembari tersenyum ke arah jasat Madara yang tersenyum di usia tua miliknya.

Namun secara tiba-tiba saat para kage edo tensei dilepaskan, Hagoromo memberikan pertanyaan pada Naruko dan Sasuke, namun saat Sasuke yang mendapatkan pertanyaan itu, dengan cepat Sasuke mengurung sembilan biju ke dalam bongkahan tanah menggunakan kekuatan mata Rinnegan miliknya.

Sasuke pun menantang Naruko untuk berduel di lembah akhir, Naruko yang mendapatkan kekuatan baru yaitu sharinggan dari Madara langsung menerima tantangan dari Sasuke.

Dan pertarungan di lembah akhir pun tak terhindari, Naruko dan Sasuke pun langsung beradu serangan dan juga kata-kata, pukulan demi pukulan Naruko layangkan, namun Sasuke dapat menangkisnya. Naruko juga belum begitu terbiasa dengan kekuatan sharinggan di matanya. Beruntung Madara tidak hanya memberikan matanya pada Naruko, melainkan inti chakra kehidupan dan pikiran milik Madara juga di transfer ke tubuh Naruko tanpa siapapun menyadarinya.

Karena chakra Kehidupan(chakra Yang) Madara, Naruko akhirnya bisa menggunakan mata sharinggan layaknya seorang Uchiha, atau chakra Naruko tidak terlalu terkuras, lalu Chakra Pikiran (Chakra Yin Madara) memiliki fungsi berupa pengetahuan mengenai semua jutsu dan mata sharinggan.

Karena Naruko juga memiliki chakra dari para biju lain, maka secara Otomatis Naruko memiliki beberapa elemen tambahan selain angin dan api salah satunya. Hal itu membuat Sasuke tidak bisa terlalu mengandalkan Katon miliknya, karena Chakra Uchiha yang mengalir di tubuh Naruko membuat Naruto dapat meniru ninjutsu Katon yang di keluarkan Sasuke.

Karena level mata milik Naruko masih sharinggan biasa Naruko tidak bisa menggunakan Susano'o dalam pertarungannya. Sasuke kemudian menarik bola-bola tanah yang berisikan 9 biju di dalamnya.

Setelah itu Sasuke menarik sembilan chakra Biju dan menggunakan Susano'o hal itu membuat monster chakra berbalut armor samurai yang melindunginya berubah bentuk.

"Kekuatan yang luar biasa."

Gumam Kurama yang ada di dalam tubuh Naruko.

"Jangan takut Naruko! Aku akan membantu dengan memberikan chakraku padamu!"

Sebuah suara misterius tiba-tiba bergema di telinga Naruko membuat Naruko kaget.

"Suara siapa itu?"

Seketika saat Naruko bertanya, mata milik Naruko berubah menjadi Eternal Manggekyo Sharinggan.

Lalu chakra berwarna biru langit menyelimuti Monster chakra Kurama dan membentuk sebuah Armor dan pedang.

"Ini ..."

"Susano'o! Bagaimana mungkin?!"

Sasuke langsung kaget melihat Naruko dalam mode Kyuubi berselimut Susano'o milik Uchiha Madara.

"Susano'o, bagaimana bisa? Kurama apa yang terjadi?"

"Aku juga tidak tau, tapi ini jauh lebih baik, ayo kita hadapi dia!"

Naruko pun tersenyum dan menatap ke arah Sasuke.

"Baiklah, Bersiaplah untuk babak belur!"

Sasuke langsung kaget ketika melihat ada Madara di dalam tubuh Naruko bahkan Madara nampak memberikan kekuatannya secara suka rela, dalam penglihatan Sasuke menggunakan Rinegannya, terlihat Madara meniru gerakan Naruko dan berdiri disampingnya bersama dengan Ashura.

"Madara tak kusangka kau sampai segininya membantu Naruko. Tapi tak masalah kekuatanku jauh lebih besar."

Gumam pelan Sasuke, lalu dengan kecepatan yang luar biasa Sasuke langsung dalam sekejap berada di hadapan Naruko lalu memukul Kurama Susano'o Madara dengan tinju Susano'o terkuat miliknya hingga membuat Kurama dan Naruko terlempar sangat jauh dan membentur dinding lembah.

"Huaarrrg!!"

"Bahkan dengan bantuan Susano'o masih belum cukup ... tak masalah, aku masih bisa bertarung, Taju kage bunshin no jutsu!"

Naruko pun membuat beberapa bunshin dengan Kurama Susano'o mode miliknya, namun Sasuke sama sekali tidak menganggap serius kekuatan dari Naruko dan menyerang Naruko berserta bunshinnya dengan membabi buta.

Setiap serangan yang Naruko layangkan terasa begitu percuma ketika berhadapan dengan Sasuke, bahkan saat mendapatkan bantuan dari Susano'o Madara tidak terlalu membantu.

Sasuke mampu menembus pertahanan Susano'o Madara dan juga Chakra Kurama, namun meski demikian Naruko tidak kehabisan akal, ada salah satu bunshinnya yang bersembunyi dalam wujud chakra Biju sedang mengumpulkan energy alam dalam jumlah banyak.

Hingga akhirnya Sasuke menembak Naruko dengan tiga anak panah petir Susano'o miliknya Madara pun mengeluarkan bantuannya lagi dari dalam tubuh Naruko, ia menggunakan Mokuton dari inti chakra yang terdapat di sel Hashirama yang ada di dalam tubuhnya untuk menjadi perisai tambahan selain dari Susano'o, akar kayu keluar dari tubuh Naruko dan menabrak serta membelokan panah petir itu, beruntung meski tidak bisa memusnahkan panah Susano'o setidaknya akar kayu itu membuat anak panah itu bsedikit berubah arahnya, hal ini membuat Naruko terhindar dari maut.

Melihat serangannya gagal Sasuke menjadi tidak terima, ia dengan cepat mengumpulkan chakra biju kedalam anak panah susano'o nya hingga membuatnya berukuran besar dan memancarkan elemen petir yang sangat kuat.

"Sedikit lagi."

Naruko nampak sedang menunggu sesuatu dan benar saja tak lama setelahnya, sekumpulan energy alam dengan jumlah yang sangat besar tiba-tiba memasuki tubuh Naruko dan memberikan Naruko kekuatan yang luar biasa, bahkan Kurama chakra modenya pun berubah, menjadi Kurama dengan tiga kepala dan enam lengan berbalut jirah Susano'o.

"Tak akan ku biarkan! Indra no Ya!"

"Senpou Chou Oodama Biju Susano'o Rasenshuriken!"

Secara tiba-tiba pada tangan kanan Kurama Ashura mode terdapat Rasenshuriken berwarna hitam yang di dominasi chakra biju dama Kurama, sedangkan yang ditangan kiri terdapat Rasenshuriken berwarna keemasan dengan cincin biru yang berputar cepat mengitarinya dan diperkirakan itu perpaduan chakra Naruto dan Susano'o Madara.

Sasuke dan Naruto pun menembakan jurus mereka masing-masing hingga saling beradu satu sama lain ledakan yang teramat besar tercipta akibat benturan dari kedua jutsu tingkat atas tersebut.

Tentu saja ledakan jutsu kelas atas itu membuat Sasuke dan Naruko juga terkena dampaknya, terlihat jelas mata Naruko yang awalnya Eternal Manggekyo Sharinggan, tiba-tiba kembali ke bentuk awal yaitu sharinggan normal, Madara yang ada di dalam tubuh Naruko nampak kelelahan, eksistensinya hampir menghilang, ia pun berdiam diri dan tidak mengalirkan chakranya lagi pada Naruko, hal itu dikarenakan jika ia melakukannya ia akan menghilang atau mati, jika hal itu terjadi maka Naruko tidak bisa menggunakan sharinggan.

Madara mencoba mengumpulkan kembali chakra dengan cara beristirahat di dalam tubuh Naruko, hal ini wajar karena, saat Madara memberikan kekuatannya, Madara tidak sedang dalam keadaan full powernya, sehingga Naruko hanya bisa membangkitkan sharinggan biasanya saja.

Dikarenaan tidak mendapatkan asupan chakra dari Madara lagi, perlahan tapi pasti, jumlah Tomoe di mata Naruko berkurang sedikit demi-sedikit.

Sasuke menyadari hal itu dalam pertarungan ado jotos mereka, semakin lelah Naruko maka semakin berkurang tomoe Sharinggan miliknya, Naruko juga menyadari kalau Sharinggan miliknya semakin memudar, hal itu ditandai dengan berkurangnya kemampuan prediksi gerakan dalam penglihatan matanya.

Hingga akhirnya pada saat tenaga Naruko benar-benar terkuras, mata sharinggan di matanya berubah warna menjadi biru lagi.

"Kelihatannya Madara tidak memberikan kekuatannya secara permanen Naruto."

Ujar Sasuke mempropokasi Naruko dan meninju perutnya lalu menarik chakra milik Naruko yang tersisa. Naruko pun kaget dan tak bisa berkata apa-apa ketika merasakan chakra miliknya di sedot dengan Rinnegan di mata kiri Sasuke.

Naruko tersungkur dan seperti tak bisa berdiri.

"Naruko!"

Seru Kurama dan Madara yang ada di dalam tubuh Naruko.

"Saatnya aku mengakhirimu."

Sasuke langsung menyerang Naruko dengan chidori. Akan tetapi siapa sangka kalau secara tiba-tiba Naruko bangkit dan memukul dagu Sasuke dengan sangat keras hingga ia terlempar ke udara, melihat hal itu Madara bisa bernafas lega, ia kembali mencoba mengumpulkan chakranya kembali untuk membantu Naruko, jika suatu saat Naruko membutuhkannya.

'Baguslah, sebentar lagi rencanaku akan siap.'

Gumam Madara sembari tersenyum kecil, beruntung meski ia berada di dalam tubuh Naruko, nampaknya Madara berada di alam bawah sadar terdalam Naruko, sehingga Kurama tidak menyadari adanya kehadiran Madara di tubuh Naruko.

"Hey Kyuubi."

Panggil Madara yang secara tiba-tiba berada disamping Kyuubi.

"Madara!"

Kurama langsung kaget ketika mendengar ada suara Madara dan merasakan kalau Madara berada di atas kepalanya. Madara pun diam saat merasakan kemarahan Kyuubi tersebut.

"Tenanglah, aku tidak ingin ribut disini. Aku hanya mengatakan kalau aku sudah menyiapkan satu jutsu untuk Naruko jika ia kalah dalam pertarungan kali ini."

"Apa yang kau rencanakan Madara?"

Tanya Kurama lagi pada Madara.

"Aku butuh bantuanmu kalau hal itu terjadi, aku akan membawa Naruko hidup kembali jika ia terbunuh suatu saat nanti dan untuk itu aku memerlukan chakra milikmu."

Jawab Madara lagi dengan tenang, Madara nampak tak terlalu berharap dengan kyuubi akan membantunya jika hal itu sampai terjadi, maka dari itu sebelum Kurama menjawab Madara menghilang dari tempat Kurama.

"Dasar Madara sialan, itu masih sempat-sempatnya ia berlaga sombong di depanku."

Diluar alam bawah sadar Naruko, terlihat kalau Sasuke mengeluarkan Chidori berwarna hitam ditangannya sembari menatap tajam Naruko, sementara itu Madara memprogram mata miliknya untuk menggunakan Izanagi jikalau Naruko mati lalu mengirim Naruko ke jaman sebelum Konoha terbentuk sebagai upaya untuk mengubah takdir miliknya.

Saat Sasuke melesat dengab Chidori hitam ditangannya, Naruko melesat ke udara dengan membawa bola chakra berwarna biru dan padat dan bergerak memutar ke segala arah.

Saat tangan kiri dan tangan kanan Naruko bertabrakan dengan jutsu yang ada di lengan mereka ledakan besar kembali terjadi, kali ini hasil dari serangan itu, Naruko dan Sasuke sama-sama kehilangan salah satu tangan mereka.

Naruko dan Sasuke pun akhirnya saling menatap satu sama lain, Sasuke juga melihat kenangan masa lalu Naruko begitu juga sebaliknya, mereka berdua nampak tersenyum dan tertawa, Sasuke nampak menyesali perbuatannya karena tak menyadari kasih sayang Naruko.

Setelah Sakura datang mengobatin tangan mereka berdua, Sasuke dan Naruko langsung melakukan tugas mereka yaitu membebaskan orang-orang dari pengaruh Mugen Tsukoyomi.

Namun siapa sangka saat membebaskan orang-orang dari pengaruh Mugen Tsukoyomi, para manusia sudah berubah menjadi Zetsu putih, penyebab ini karena keterlambatan Naruko dan Sasuke membebaskan orang-orang dalam pengaruh Mugen Tsukoyomi.

Naruko, Kakashi, Sakura dan Sasuke kaget melihat hal itu, mereka tak bisa berbuat apa-apa ketika melihat hal itu, karena secara jelas mereka sudah gagal menyelamatkan dunia.

Madara yang ada di dalam tubuh Naruko, yang melihat kejadian itu langsung mengaktifkan Izanagi yang barusan ia Program akan aktif dengan sendirinya ketika Naruko sudah mati, namun karena bencana terjadi sebelum kematian Naruko, Madara pun terpaksa mengaktifkannya, sembari menggunakan chakra Kyuubi dan chakranya sendiri ia mengulang waktu dan membentuk tubuh baru untuk Naruko di jaman Konoha belum terbentuk.

"Engh!"

Secara tiba-tiba seorang gadis berambut pirang mengenakan baju kaos berwarna orange, berambut pirang dan bermata biru muncul di hutan hijau yang sangat luas.

Gadis itu berjalan pelan mengitari tempat itu.

"Aku dimana? Dan dimana yang lain, Kakashi-sensei, Sakura dan Sasuke, entah kenapa aku tak bisa merasakan keberadaan mereka."

Gumam gadis itu sembari celengak celinguk seperti mencari sesuatu.

"Ini adalah masa lalu sebelum Konoha dibentuk jadi jelas kalau Kakashi dan yang lain masih belum ada."

Ujar sebuah suara yang muncul dari kepala gadis itu.

"Siapa kau? Dan dimana kau?" tanya gadis itu sembari menatap ke segala arah untuk mencari sumber suara.

"Aku ada di alam bawah sadarmu dan satu lagi, aku bukanlah rubah berekor sembilan, karena pada jaman ini ia sedang bebas."

"Lalu siapa?"

"Aku Uchiha Madara, aku menggunakan Izanagi, agar kau bisa memperbaiki masa depan. Terserah kau menggunakan cara apa, tapi aku akan membantumu jika kau memerlukan bantuan."

Jawab seseorang yang mengaku Madara tersebut.

"Kalau begitu terima kasih. Tapi ... satu yang menggangguku, Madara-san kenapa saat aku melihat ke sungai yang bening aku melihat pantulan wajah gadis berusia 12 tahun."

Mendengar pertanyaan itu Madara hanya bisa diam, namun tak lama setelahnya ia menjawab.

"Kelihatannya, karena aku menolak untuk mengorbankan mataku dalam menggunakan teknik Izanagi tingkat tinggi, kau harus terlahir kembali dalam wujud anak kecil."

Jawab Madara dengan nada Cool.

"A-apaaaaaa!!!"

Teriak tak percaya Naruko ketika mengetahui dirinya mengecil.

Bersambung