Edited Saturday, October 24, 2020.

Shaberu no Jutsu. Merasa tak asing dengan jurus itu, kan?

Ya, jurus yang Naruto sendiri tak sadari memiliki jurus yang di setiap ucapannya mampu mengalahkan lawannya sebelum mereka bertarung. Sebenarnya shaberu no jutsu itu bukanlah sebuah jurus, hanya entah itu kebiasaan atau apapun itu yang selalu Naruto lakukan saat dirinya akan memulai pertarung. Sebuah kebiasaan untuk bicara sebelum bertarung, mencoba untuk membuka pemikiran lawannya untuk bisa berpikir positif dan kemungkinan dampak negatif yang akan terjadi, juga mengetuk hati lawannya untuk kembali ke jalan yang benar.

Karena itulah orang-orang yang pernah menjadi lawan atau bahkan orang-orang yang menjadi saksi kejadian itu menyebut kebiasaan Naruto dengan nama shaberu no jutsu yang artinya jurus berbicara atau lebih tepatnya memberikan ceramahnya.

Orang(?) pertama yang menyadari hal itu adalah Kurama, sang rubah ekor sembilan, Kyuubi no Kitsune. Bagaimana bisa? Tentu saja, karna tepat di ulangtahun Naruto yang ke-5, Naruto mendapatkan serangan yang lebih intens daripada serangan sebelum sebelumnya dari beberapa penduduk desa bahkan shinobi Konoha, orang orang yang harusnya melindunginya karna dirinya masih dalam usia di bawah perlindungan dari shinobi bahkan dari para penduduk Konoha. Tentu saja karna intensitas serangan yang diterimanya lebih banyak dan lebih kuat, dampak pada tubuhnya juga sangat besar bahkan hampir mati jika saja Kyuubi tak menolong Naruto.

Dan saat itu juga pertemuan pertamanya dengan Naruto dan sadar bahwa Naruto tak hanya memiliki warna ayahnya, tapi juga otaknya, tak hanya memiliki wajah ibunya yang menyebabkanya terlihat sedikit feminim, tapi juga kejahilan ibunya. Dengan itu, Naruto memiliki kombinasi luar biasa dari ayah dan ibunya, otak cerdas yang mampu bersaing dengan klan yang memiliki otak jenius, Nara. Kapasitas chakra besar dan banyak ditambah dengan chakra Kyuubi membuatnya bisa melakukan banyak hal terutama menggunakan jurus level tinggi tanpa perlu khawatir dengan efek samping seperti kehabisan banyak chakra.

Setelah bertahun tahun mengenal Naruto, Kyuubi tau bahwa Naruto semakin mirip dengan ayahnya, tapi ada kalanya akan terlihat seperti ibunya. Kyuubi menceritakan semua yang diketahuinya juga menceritakan semua tentang bijuu dan Rikudou-sennin, dan Kyuubi sadar bahwa Naruto tumbuh dan berkembang bagaikan kombinasi sempurna sosok Yondaime Hokage, Konoha no Kiiroi Senkou dan ibunya, Chi Shi o no Habanero.

Let's give this story a try

3 tahun setelah penyerangan yang hampir merenggut nyawa kecilnya, Naruto kini tumbuh menjadi anak yang bagaikan pinang dibelah dua dengan Yondaime Hokage mereka. Meski banyak yang tak menyadari kemiripan Naruto secara fisik, atau lebih tepatnya warnanya, tak sedikit pula yang menyadari kemiripan Naruto dengan Yondaime Hokage dan Istrinya. Dengan wajah dan kulit putih sehat ibunya, rambut dan mata yang sama seperti Ayahnya, dengan tambahan 3 garis tipis dimasing masing pipi chubbynya, Naruto benar benar terlihat seperti duplikat ayahnya dalam versi mini dan lebih feminim.

Naruto mewarisi kecerdasan ayahnya, keahlian dalam mengurus rumah yang diwarisi dari ibunya, kekuatan dari kombinasi keduanya, tentu saja membuatnya sempurna. Setelah mengetahui semuanya dari Kurama, Naruto mulai mencoba untuk bisa memperbaiki kekacauan yang telah terjadi, mencoba untuk merubah semua kerusakan yang ada, membuka hati dan pikiran orang orang yang begitu sempit dan egois, dan Naruto harus memulainya dari akarnya, klan Uchiha.

Tapi tentu saja sangat sulit, karna yang Naruto tau klan Uchiha telah dibantai beberapa hari lalu, dan si sulung Uchiha, Itachi yang merupakan mantan kapten ANBU sekaligus kakak dari Uchiha Sasuke, satu satunya anggota Uchiha yang selamat dari pembantaian itu dikabarkan menghilang dan dinyatakan sebagai pengkhianat, buronan. Dan Naruto harus memulai dari para tetua desa Konoha yang kolot dan egois, Homura dan Koharu serta menyingkirkan Danzo jika saja bisa dilakukan.

Naruto tau, menyingkirkan Danzo akan sangat sulit, tapi jika Naruto sudah bisa mendapatkan kepercayaan dari Homura dan Koharu agar berada dipihaknya, semuanya akan menjadi lebih mudah. Untuk Sandaime Hokage, Naruto sama sekali tak perlu memusingkannya, karna Naruto sudah tau pasti bahwa Sandaime Hokage yang sudah dianggapnya sebagai kakeknya itu akan selalu berada di pihaknya, selagi niatnya memang baik, tentu saja. Para pemimpin klan dan wakil sipil shinobi? Mereka akan dengan mudah ditangani.

Dan rencana Naruto dimulai dengan cara yang sangat ekstrim.

Malam ini adalah malam kelahirannya, dimana usianya memasuki angka 8, Naruto membiarkan dirinya kembali dihajar habis habisan oleh para penduduk dan beberapa shinobi dewasa yang tak memiliki belas kasih karna dibutakan oleh kebencian dan rasa kehilangan mereka.

'Ini saat yang tepat, Kurama.'

Pikir Naruto memberikan isyarat pada Kyuubi untuk memulai rencana mereka.

Tanda lahir dikedua pipi Naruto menebal, gigi gigi taringnya mulai menajam begitu juga dengan kuku kukunya, mata birunya berubah merah dengan pupil vertikal, rambutnya menjadi lebih liar dan udara begitu terasa mencekam dan sulit untuk bernapas.

Perubahan Naruto membuat mereka terkejut dan ketakutan, para penduduk kabur sedangkan para shinobi mengambil kuda kuda mereka, siap untuk menerima serangan dari Naruto, dan salah satu dari mereka yang cukup berani mencoba untuk menyerang Naruto, tapi beberapa ANBU bawahan Hokage dan 1 ANBU NE datang, meski ANBU NE itu hanya diam dan bersembunyi dalam jarak yang aman. ANBU dengan topeng anjing muncul di belakang Naruto dan memukul tengkuk Naruto membuat Naruto kehilangan kesadaran dan fisiknya kembali seperti semula, sedangkan ANBU yang lain sebagian mengejar para penduduk yang ikut andil dalam penyerangan Naruto, sebagian menyelesaikan para shinobi yang juga ikut andil kemudian membawa mereka kepada Morino Ibiki, shinobi dari devisi interogasi dan penyiksaan yang terkenal akan kesadisannya.

ANBU bertopeng anjing itu berkata dengan nada yang begitu dingin "Kalian segera urus mereka, bawa mereka pada Ibiki. Siksa mereka dan jika mereka masih keras kepala dengan pemikiran mereka, bunuh mereka. Aku akan bawa Naruto pada Sandaime."

ANBU lain hanya mengangguk paham, mengikuti perintah kapten mereka dan segera membawa para shinobi dan penduduk ke tempat interogasi dan penyiksaan. Sedangkan ANBU NE itu segera pergi dari sana dan melaporkan masalah ini pada Danzo, dan ANBU bertopeng anjing itu mengangkat tubuh lemas Naruto di kedua lengan kekarnya membuatnya mengernyit dibalik topengnya.

'Ringan.'

Itulah yang terlintas dipikiran ANBU bertopeng anjing, karna tubuh Naruto memang lebih kecil dari anak anak seusianya, beratnya juga bisa dibilang seperti anak 4 tahun, sangat ringan.

Khawatir ada luka dalam pada Naruto, ANBU bertopeng anjing itu segera menuju menara Hokage dan kedatangannya disambut wajah terkejut Hokage begitu melihat Naruto tak sadarkan diri di kedua lengan kekar kapten ANBUnya, pakaian penuh darah dan rambut kusam juga ada beberapa bercak darah di rambut pirang itu, meski Sandaime Hokage, Hiruzen tak melihat ada luka dari Naruto.

'Pasti karna Kyuubi.'

Itulah yang terpikirkan oleh Hiruzen.

Kapten ANBU itu membaringkan Naruto di sofa panjang di dekat meja kerja Hokage, dan Hiruzen segera mengirimkan ANBU untuk memanggil istrinya, Biwako untuk memeriksa Naruto. Dan selagi menunggu kedatangan istri dari Hokagenya, kapten ANBU menceritakan kronologi yang terjadi pada Naruto. Tentu saja cerita itu membuat Hiruzen murka.

Tak lama kemudian, Biwako datang dan segera memeriksa Naruto dan bertapa terkejutnya Biwako melihat Naruto menggerakan bibirnya, merangkai kata kata tanpa suara yang cukup mudah untuk dibaca untuk seseorang yang sudah tua sepertinya. Biwako menggangguk kecil yang amat sangat samar lalu menghela napas lega dalam hatinya.

Biwako mengalihkan pandangannya pada Hiruzen "Apa yang terjadi? Ini hampir sama seperti 3 tahun lalu."

Hiruzen menceritakan apa yang diceritakan kapten ANBUnya, dan itu membuat Biwako menghela napas "Desa ini benar benar kacau, benar benar hancur. Kita sudah gagal memenuhi keinginan terakhir Yondaime Hokage."

Hiruzen dan kapten ANBU itu mengangguk setuju.

Sedangkan Naruto yang sebenarnya sudah terbangun saat Biwako memeriksanya tetap berpura pura tak sadarkan diri, menunggu ruangan itu menyisakan dirinya bersama Hokagenya dan juga istri sang Hokage. Dan harapan Naruto terwujud dengan Hiruzen yang mendapatkan isyarat dari Biwako langsung memerintahkan para ANBUnya untuk meninggalkannya bersama istrinya.

Awalnya sang kapten ragu dan masih khawatir pada kondisi si bocah pirang, tapi Biwako meyakinkannya bahwa Naruto akan baik baik saja dan pada akhirnya meninggalkan sang Hokage bersama istrinya.

Hiruzen bertanya mendekati Biwako "Jadi, ada apa?"

Bukan Biwako yang menjawab, melainkan Naruto yang ternyata sudah duduk bersandar di sandaran sofa dengan mata tertutup dan kedua tangan bersilang di dada "Karna aku ingin bicara, hanya kalian berdua."

Suara Naruto memang melengking layaknya suara anak anak seusianya, tapi sedikit lebih tinggi dari suara anak laki laki itu terdengar begitu tenang, terdengar sangat dewasa.

Pasangan suami-istri itu duduk di depan Naruto yang perlahan membuka kedua mata biru langitnya, menatap penuh dengan keseriusan.

Tentu saja sikap Naruto mengejutkan Hiruzen dan Biwako, tapi dengan semua pengalaman mereka sebagai shinobi mampu mengendalikan emosi dan rasa khawatir mereka.

Hiruzen bertanya "Naruto-kun, apa yang terjadi? Akhir akhir ini kau memang berubah banyak."

Naruto menghela napas "Itu untuk lain kali. Yang ingin kubicarakan adalah apa yang dikatakan oleh Biwako-baabaa tentang Konoha dan orang orangnya. Baik itu penduduk maupun shinobinya."

Keduanya mengernyit dan Biwako bertanya "Apa yang kau maksud?"

Naruto menatap Biwako dalam "Baabaa, Konoha sekarang berada di ujung tanduk. Benar benar di ujung tanduk."

Biwako semakin mengenyit "Bisa kau jelaskan? Bahaya apa yang dihadapi Konoha saat ini?"

Naruto menggeleng kecil "Ini bukan sesuatu yang terjadi karna desa lain, ini karna desa Konoha sendiri, karna orang orang di dalamnya. Semuanya kacau sejak Uchiha Madara menginginkan posisi Hokage dan kekuatan Kyuubi, tapi masalah itu bisa menunggu. Masalah Konoha sekarang yang paling penting berada pada Danzo dan kedua tetua Konoha, Homura dan Koharu."

Suami-istri itu kembali dikejutkan, dan Hiruzen bertanya "Apa maksudmu, Naruto-kun?"

Naruto masih bersadar pada sandaran sofa, tapi kedua tangannya kini bersembunyi dibalik saku celana pendeknya "Apa kalian tak pernah bertanya alasan Danzo membebat hampir seluruh tubuhnya dengan perban? Yang pada kenyataannya Danzo baik baik saja. Aku sangat yakin bahwa luka yang didapatnya dari misi misinya dulu sebelum mendirikan ANBU NE pasti tak seburuk itu sampai perlu ditutupi dengan perban."

Hiruzen dan Biwako saling tatap penuh arti lalu kembali pada Naruto yang melanjutkan "Pernahkah kalian bertanya kenapa ANBU NE masih bisa beroperasi setelah dipaksa untuk bubar setelah penyerangan Kyuubi 8 tahun lalu?"

Hiruzen bertanya dengan rasa bingung dan was was yang membuncah di hatinya "Apa maksudmu? Apa yang kau ketahui, Naruto-kun?"

Naruto menghela napas "Ini hanya antara kita ber-3. Kurama, atau mungkin sebut saja Kyuubi sudah menceritakan semuanya padaku."

Tentu saja jawaban Naruto membuat Hiruzen dan Biwako sangat terkejut.

Hiruzen bertanya "Bagaimana bisa?"

Naruto menggeleng pelan "Seperti yang kukatakan, itu untuk lain kali. Sekarang kita perlu fokus pada ketiga orang itu."

Kedua orang yang usia mereka sudah hampir 1 abad itu masih mencoba menenangkan pikiran mereka, mencoba memikirkan hal hal positif setelah mengetahui anak yang sudah dianggap cucu oleh mereka ini ternyata bertemu dengan Kyuubi dan berbicara pada Bijuu terkuat itu, meski mereka tak tau bagaimana hal itu bisa terjadi. Karna yang mereka tau, segel Kyuubi di tubuh Naruto sangat kuat dan Naruto tak akan terpengaruh oleh aura negatif Kyuubi. Dan mereka berpikir bahwa segel itu juga akan menghalangi Naruto dan Kyuubi untuk bisa berkomunikasi, tapi ternyata mereka salah.

Naruto sendiri memberi waktu pada keduanya untuk bisa berkonsentrasi lagi dengan arah pembicaraan mereka nanti dan Naruto kembali menjelaskan "Kita harus bisa membuat Homura dan Koharu berada di pihak kita. Selama ini Danzo telah mencuci otak mereka dengan ideilogi gilanya itu dan karena itu juga Danzo masih bisa mengoperasikan ANBU NEnya itu. Danzo tak akan bisa berbuat apa apa tanpa kedua tetua itu, karna pada dasarnya semua kekuatan Danzo berasal dari mereka berdua."

Hiruzen terdiam, sedangkan Biwako menatap suaminya itu dengan tatapan khawatir. Melihat reaksi itu tentu saja membuat Naruto menghela napas lelah, tau bahwa reaksi Hokagenya itu akan seperti ini.

Naruto kembali menyandarkan tubuh mungilnya "Aku tau ini sangat sulit untukmu, jiijii. Tapi mengertilah, ini untuk kebaikan Konoha, seperti yang kau lakukan padaku."

Hiruzen dan Biwako menatap Naruto tak mengerti, dan Naruto melanjutkan "Kalian membuat peraturan tentang Kyuubi yang ada di dalam tubuhku, kalian selalu mengalihkan pembicaraan saat aku bertanya tentang orangtuaku, kalian tak pernah menjelaskan apapun padaku."

Kalimat yang diucapkan begitu dengan tenang bahkan terdengar acuh tak acuh, menambah rasa bersalah di hati kedua orang tua itu. Mereka mengerti maksud Naruto, mereka sangat mengerti. Mereka telah mengorbankan masa kanak kanak Naruto dengan merahasiakan semuanya dari Naruto, merahasiakan siapa orangtuanya, merahasiakan alasan para penduduk dan shinobi membencinya, merahasiakan semua yang seharusnya menjadi haknya untuk mengetahui hal hal itu.

Meski Naruto tak bermaksud untuk membuat mereka merasa bersalah, tapi Naruto perlu mengatakan semua itu untuk mengingatkan pada mereka bahwa mereka juga memperlakukannya dengan secara politik, memperlakukannya seperti orang asing yang hanya menitipkan namanya di keluarga besar Konoha, dan pastinya akan mudah melawan Danzo menggunakan politik. Naruto yang telah mereka anggap sebagai cucu, mereka perlakukan secara politik, kenapa jika itu Danzo mereka perlakukan layaknya orang terdekat yang perlu mereka lindungi, layaknya keluarga?

Kesan itu tertangkap dengan baik oleh keduanya, dan membuat mereka menunduk malu atas apa yang telah mereka lakukan. Mereka sadar bahwa selama ini mereka hanyalah pasangan suami-istri pecundang yang takut untuk berpihak pada sosok anak kecil yang bahkan tak tau apa apa pada apa yang telah terjadi, mereka bersembunyi di balik status mereka untuk merasa aman, merasa diperlukan, tapi justru menjauhkan mereka dari harta mereka yang tak ternilai.

Naruto duduk dengan tegap "Aku tak bermaksud untuk membuat kalian merasa bersalah, aku hanya mencoba untuk memberikan saran untuk bisa memperbaiki kekacauan ini."

Hiruzen menggeleng pelan "Tidak, kau benar Naruto-kun. Kami memang pecundang yang berlindung dibalik status kami. Tapi berkatmu, kami tau apa yang perlu kami lakukan untuk bisa memperbaiki semua kekacauan di desa ini. Saranmu benar benar sangat membantu kami yang sudah semakin tua ini."

Naruto terkejut, tentu saja, karna Naruto telah memperkirakan penolakan dari sang Hokage mengingat Hiruzen, Homura dan Koharu teman 1 tim saat masih genin dan masih sering bekerja sama setelah lulus ujian chuunin dan jounin. Sedangkan Hiruzen dan Danzo adalah sahabat yang juga merupakan rival, layaknya Shoudaime Hokage, Senju Hashirama dan Uchiha Madara, tentu saja ikatan persahabatan mereka cukup dalam.

Biwako bertanya "Jadi, apa yang perlu kita lakukan?"

Naruto tersenyum "Pertama, buat Homura dan Koharu menyukaiku, menganggapku sebagai anak kecil lugu dan menyedihkan. Buat mereka menjadi simpatik kepadaku dan dengan begitu kita bisa melangkah pada tahap berikutnya."

Hiruzen mengernyit "Dan kenapa harus begitu? Aku tau kau paling benci dikasihani."

Naruto tertawa kecil "Tentu saja, mereka menginginkan kekuasaan, kekuatan dan tak terkalahkan. Dengan adanya Kyuubi dalam tubuhku, mereka akan berlomba lomba untuk bisa mendapatkanku agar bisa mereka gunakan. Tapi bagaimana jika hal itu dibalik, dimana mereka yang akhirnya merasa kasihan padaku karna dibenci oleh penduduk tanpa kutau apa alasan mereka, seegois apapun mereka, mereka tetap lah orang tua, hati orang tua tak akan bisa berbohong dan akan langsung bersimpatik pada orang orang lemah, terutama anak anak."

Hiruzen dan Biwako tak pernah menyangka bahwa Naruto semakin mirip seperti rubah, cerdik yang menjurus pada licik. Tak ada yang salah dengan rencana Naruto, justru itu sangatlah sempurna, lebih dari rencana yang bisa mereka pikirkan, tapi kenyataan dimana Naruto memanfaatkan orang lain sebelum dirinya dimanfaatkan, itulah yang mengejutkan mereka.

'Kombinasi Konoha no Kiiroi Senkou dan Chi Shi o no Habanero memang benar benar luar biasa.'

Begitulah pemikiran sepasang suami-istri itu.

Biwako bertanya "Bagaimana caranya agar Homura dan Koharu bisa menyukaimu, sedangkan kalian belum pernah bertemu."

Senyum Naruto berubah menjadi seringai khas seorang Uzumaki, klan paling kuat, cerdik tapi sangat usil. Seringai yang membuat kedua orang tua itu merinding disko dan tak sanggup memperkirakan apa yang ada di otak kecil si bocah pirang mereka.

.

.

.

Continued