Kadang Sasuke lupa kalau Tsuruhime masih berumur enam belas tahun. Entah karena gadis itu selalu bersikap lebih dewasa dari umurnya, atau karena apa, dalam otak Sasuke itu umur Tsuruhime tidak pernah jauh darinya. Dia tahu, dari mereka berlima, dirinyalah yang paling tua. Tapi dia hampir selalu lupa bahwa usia gadis itu setidaknya sepuluh tahun lebih muda darinya.

.


.

Disclaimer: Ninja Sentai Kakuranger adalah milik Toei, author tidak mengambil keuntungan.

Warning: drabble, AR, Sasuke x Tsuruhime

.

.

Beda Sepuluh Tahun
Satu: PR Fisika

by Fei Mei

.


.

Hari itu Tim Kakuranger memutuskan untuk menutup toko Crepe lebih awal. Cuacanya memang cukup buruk dari sore, sesuai kata ramalan cuaca, tapi mereka tidak menyangka anginnya akan sekencang itu. Mau paksa buka toko pun, mungkin tidak akan ada yang beli dalam cuaca seperti ini. Jadi, ya sudah, setidaknya Kakuranger bisa istirahat lebih awal walau harus sambil mengungsi dalam Nekomaru.

Saizo dan Jiraiya langsung mengambil kartu dan main. Sedangkan Seikai, karena tidak ingin bahan Crepe untuk hari itu terbuang, dia membuat dan makan Crepe itu sendiri. Tapi Tsuruhime, Sasuke sempat kaget melihat gadis itu tidak ikut main kartu, malah asyik sendiri menyorat-nyoret buku.

Tidak mungkin buku harian, kan?, pikir Sasuke. Iyalah, maksudnya, mana mungkin seorang gadis menulis buku harian ketika di ruangan itu sedang ada orang lain—laki-laki pula.

Dan memang itu bukan buku harian, atau setidaknya itulah kesimpulan Ninja Merah. Ia agak menyerngit saat mendatangi Tsuruhime, dan melihat tulisan-tulisan pada buku tulis itu. Sasuke melihat seperti ada gambar gelombang, lalu ada tulisan 'amplitudo', 'periode', dan seperti ada rumus yang ia yakin tidak terlihat asing—ia yakin pernah melihat semacam itu. Seperti ... erm, buku fisika?

"Tsuruhime, kamu sedang apa?" tanya Sasuke, ketika ia sudah duduk di depan Si Gadis.

"Oh, Sasuke!" ujar Tsuruhime, mungkin ia tidak sadar bahwa tadi rekannya duduk di hadapannya. "Sandayuu memberikanku PR fisika," jawabnya kemudian sambil tersenyum.

"Hoah?" celetuk Seikai, yang kemudian menelan sesuatu dalam mulutnya. "Hah? PR? Kenapa?"

"Karena aku tidak sekolah," jawab Tsuruhime santai. "Sejak aku serius untuk menekuni ninjutsu, aku memutuskan untuk berhenti sekolah. Sandayuu jelas tidak setuju, tapi akhirnya bilang boleh ketika aku setuju dia menjadi seperti pengganti guruku. PR ini hanya satu dari sekian tugas yang dia berikan untuk minggu ini."

"T-tunggu, tunggu," kata Sasuke bingung. "Sekolah?"

"Tahun ini harusnya aku sudah kelas 2 SMA," ucap Tsuruhime, membalik halaman buku tulisnya beberapa lembar, lalu membacanya sebentar, kemudian kembali ke halaman sebelumnya untuk menulis sesuatu.

"Kelas dua—" Astaga, pikir Sasuke, lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Tsuruhime mengangkat kepalanya lagi. "Kenapa?"

"Tidak, tidak apa-apa," jawab Sasuke sambil menggeleng.

Dia lupa anak itu masih, berapa? Lima belas tahun? Enam belas? Anak umur segitu harus memimpin empat laki-laki yang lebih tua beberapa tahun, dan ketika yang lain beristirahat, dia masih harus belajar.

Sasuke tersenyum tipis. Tsuruhime yang sedang serius mengerjakan PR itu ... ia tampak begitu kecil.

.


.

Bersambung

.


.

A/N: 'Kecil' di bagian terakhir itu maksudnya seperti Tsuruhime kayak masih belia gitu ya.
Fei sangat ngeship Tsuruhime dengan Sasuke! Iya tahu jarak umurnya jauh, cuman interaksi mereka sangat bikin geregetan.
Omong-omong, fict ini isinya kumpulan drabble ya, jadi walau alurnya maju, per-chapter-nya gak begitu langsung nyambung.

Review?