Maybe you're not my Destiny

.

.

.

Disclaimer : Masashi Kishimoto

.

Chara : SasuSaku

.

Untuk Sementara Romance

.

.

.

Kisah ini dimulai saat aku pertama kali bekerja di Uchiha.corp yang merupakan perusahaan yang sedang berkembang pesat di bidang elektronik. Namun, bukan tentang pekerjaan yang akan ku ceritakan. Yang akan aku ceritakan adalah kisahku dengan pemimpin di Uchiha.corp.

Ah, hampir terlupakan. Namaku Sakura Haruno. Aku lulusan dari Universitas Tokyo dan mulai bekerja di Uchiha.corp ini sebagai asisten pribadi pemilik perusahaan besar ini. Pemilik Uchiha.corp ini memiliki nama Sasuke Uchiha. Dia masih terlihat muda namun jika kalian ingin tahu dia sudah kepala tiga. Dia sudah menikah dengan seorang wanita keturunan Uzumaki dan memiliki satu orang anak. Kenapa aku bisa tahu? Karena aku adalah asisten nya.

Disinilah kisahnya di mulai. Malam itu aku lembur di kantor hingga larut malam karena tumpukan tugas yang Sasuke-san berikan seenaknya padaku. Sehingga aku harus lembur dan pulang larut seperti ini.

Mana taksi yang sedari tadi kutunggu tidak kunjung datang. Aku mulai menghela nafas dengan berat. Ini di sisi jalan, akan sangat bahaya jika aku ditemukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Tidak lama, sebuah mobil hitam yang kelihatan mewah berhenti tepat di depanku. Kaca mobilnya membuka dan menampilkan pria itu. Iya, dia Sasuke-san dengan rambut seperti pantat ayam dan gaya yang sederhana. Hampir tidak terlihat bahwa ia sudah memiliki anak dan istri.

"Kau sedang apa disini, Sakura?" Tanya Sasuke-san yang melihat ke arahku.

"Aku sedang menunggu taksi. Gara-gara dirimu aku harus pulang larut malam" Ucapku setengah cemberut. Karena dia sudah marah-marah padaku secara tidak jelas tadi pagi. Ah, lupakan itu.

"Ayo, ikut denganku. Aku akan antarkan sampai rumahmu" Ucapnya dengan senyuman tipis di wajahnya.

"Aku tidak ingin merepotkan atasanku sendiri, Sasuke-san" Ucapku yang memasang senyuman. Aku menolak karena aku tidak ingin merepotkannya.

"Hei, jangan begitu. Kau tidak ingin menjadi korban pemerkosaan di daerah sini, kan?" Ucapnya yang menyeringai. Membuat ku sedikit merinding.

"Jangan menakutiku seperti itu, Sasuke-san" Ucapku yang memperkuat pegangan pada buku yang kupegang saat ini.

"Ya, kalau begitu kau harus ikut dengan ku agar kau aman sampai ke rumah" Aku lihat dia tersenyum dengan tulusnya.

"Baiklah... " Akupun menyerah dan membuka pintu mobil yang belakang.

"Mengapa kau buka pintu yang belakang?" Tanyanya dan aku menatap dengan penuh tanya.

Dia keluar dari mobilnya. Menutup pintu belakang mobil dan menarikmu untuk duduk di depan, tepat di sampingnya. Dia kembali memasuki mobil dan mulai mengendarainya. Aku sendiri hanya bisa terdiam saat itu. Sangat tidak enak untuk memulai sebuah pembicaraan.

.

.

.

Sepanjang jalan kami hanya saling terdiam. Aku dengan lamunanku dan dia fokus dalam mengendarai mobilnya. Aku masih memikirkan, bagaimana ia bisa memberiku tumpangan semudah ini? Biasanya setiap pagi ia hanya bisa memberi semprotan pedas dari mulutnya tanpa memikirkan perasaanku.

"Sakura?" Panggilnya, membuatku menolehkan kepalaku padanya.

"Ya, Sasuke-san?" Jawabku tanpa pikir panjang. Aku melihatnya dari samping. Ternyata dia cukup tampan juga. Ish, Sakura jangan berpikir seperti itu. Dia itu sudah memiliki istri.

"Hari sabtu ini apa kau ada acara?" Tanyanya yang membuat ku bingung.

"Ah, tidak ada. Memang ada apa, Sasuke-san?" Aku kembali bertanya padanya.

"Jika kau tidak keberatan, aku ingin mengajakmu makan malam. Apa kau mau?" Dia kembali bertanya. Aku termenung. Dia mengajakku makan malam? Ada apa ini? Apa yang tengah merasuki pikirannya? Aku terus terus terdiam.

"Oi, Sakura?" Aku pun menoleh saat dia menegurku. Kemudian, yang aku lihat dia masih fokus pada jalanan.

"Iya, Sasuke-san?" Jawabku. Orang ini kadang mengesalkan juga. Kadang aku ingin menjambak rambut pantat ayamnya itu.

"Jadi, kau mau atau tidak?" Tanyanya lagi.

"Ah, Sasuke-san. Bukankah sangat tidak pantas jika aku makan malam bersama mu sebagai atasanku?" Ucapku.

"Ini bukan makan malam kita sendiri. Tapi, aku ada klien yang harus ditemui"

"He, klien? Kenapa kau tidak memberitahu kan nya padaku?! " Aku setengah emosi juga saat dia memberitahu sekarang.

"Justru sekarang aku memberitahu mu. Karena dia teman lamaku, jadi yang bisa dia hubungi adalah aku bukan ke asisten ku" Jelasnya yang masih tetap fokus pada jalanan.

"Ah, begitu. Baiklah, kalau begitu aku pasti ikut makan malam itu" Ucapku karena aku tetap harus menjalankan tugasku sebagai asistennya.

Dia menghentikan mobilnya saat berada di perempatan lampu merah. Lalu, ia melihat kearah ku.

"Rumahmu ke arah mana? " Tanyanya.

"Ah, rumahku tinggal lurus saja dari perempatan ini" Ucapku yang memasang senyuman.

"Berarti arah kita sama" Ucapnya yang membuatku bingung. Apakah rumahnya dekat dengan ku?

"Memang rumahmu di mana, Sasuke-san? " Tanyaku tiba-tiba saja. Karena aku penasaran apa yang ia maksud.

"Di mansion Uchiha" Ucapnya yang kembali menjalankan mobilnya.

"Eh, mansion besar itu? " Tanyaku. Karena lima rumah dari rumahku ada sebuah mansion besar dan aku sendiri tidak tahu jika itu adalah rumahnya.

"Ya, mansion yang itu. Memang rumahmu di mana? " Tanyanya karena aku baru sadar kami sudah tiba di daerah rumahku.

"Ah, rumahku yang kecil itu" Ucapku sambil menunjuk ke arah rumah sederhana dengan cat warna putih di depan.

Dia pun menghentikan mobilnya di depan rumahku. Aku membuka pintu mobil itu dan keluar dari mobilnya.Namun, ada hal yang ingin kutanyakan. Aku pun memandangnya lewat jendela mobil.

"Sasuke-san, kenapa kau tadi bisa ada disana dan mengantarku? Bukankah kau sudah pulang sedari sore?" Tanyaku yang membuatnya melihat ke arahku.

"Ah, tadi aku habis ke rumahnya Kakashi-san. Dia sakit dan aku tadi menjenguknya" Jelasnya dengan senyuman tipis di wajahnya.

"Begitu rupanya. Apa Kakashi-san sudah membaik keadaan nya? " Tanyaku. Karena yang ku tahu dia memang sedang terkena sakit minggu ini.

"Dia sudah baikan" Ucapnya yang sudah mulai menghidupkan kembali mobilnya.

"Ah, syukurlah. Oya, Terima kasih untuk tumpangannya" Ucapku dengan tersenyum.

"Baiklah. Sampai jumpa, Sakura" Ucapnya yang tersenyum tipis dan aku pun hanya menganggukkan kepala.

Dia melajukan kembali mobilnya dan dapat aku lihat mobilnya itu memasuki mansion besar yang tidak jauh dari rumahku itu. Astaga, berarti memang benar itu adalah rumahnya. Setelah melihat hal itu aku langsung memasuki rumah.

.

.

.

~to be Continue~

Hai, semuanya ~~~Balik lagi nih

Maaf buat sebelumnya, fic Anata Dake belum dilanjut...karena kesalahan teknis,membuat file nya ilang huwwaaa

Semoga buat fic kali ini bisa terus lanjut hingga akhir, meski aku sibuk dengan tugas yang menumpuk...

Maaf juga bila banyak typo dan kesalahan penempatan kata atau apalah kalian bisa nilai sendiri...mau dibilang ceritanya jelek juga tak apa hehe

Oke,terakhir... Ada yang mau lanjut fic Anata Dake?

Jika ada,akan kulanjut karena jalan cerita nya masih dapat kuingat...

See you next time