Disclaimer : Ichiei Ishibumi.

Warning: Typo, Non-Cannon, Bahasa rumit Dan lain-lain.

Saya hanya memiliki karakter OC.


Vigilante.

-Kouh.

Tempat yang begitu ramai di tinggali oleh manusia dan mendominasi di sana, para manusia melakukan aktivitas mereka seperti biasa tanpa sepengetahuan mereka tentang ada nya alam supernatural.

Kota yang memiliki cukup banyak gedung-gedung kecil, tempat wisata dan perumahan dimana para penduduk tinggal. Manusia terus maju dalam perkembangan zaman mereka tanpa ada yang bisa menghentikan nya, dari budaya, teknologi atau pun kepercayaan mereka dalam menghadapi dunia ini.

Mereka bersuka cita tanpa menyadari kalau mereka sudah kehilangan sesuatu di kehidupan mereka, para mortal itu terlalu sibuk dengan kesibukan mereka masing-masing.

Manusia itu makhluk yang di ciptakan dengan pemikiran yang maju dan bisa hidup ber-individu, mereka semua berpikir kalau kehidupan ini adalah kebetulan dan bisa terjadi kapan saja.

-(Malam).

Malam menjelang menggelapkan seisi kota, para penduduk menghidupkan cahaya buatan mereka di rumah masing-masing hingga ke jalan-jalan. Malam tidak terlalu gelap berkat penemuan mereka itu.

Namun mereka tidak menyadari akan ada nya eksistensi lain yang mulai bergerak di malam hari, makhluk yang sudah mereka sebut dongeng dan tidak nyata sama sekali akibat perkembangan zaman.

Seorang wanita manusia sedang berjalan di malam hari itu, pakaian nya adalah pakaian sekolah di kota ini yaitu Akedemi impian. Akedemi yang sudah begitu terkenal di seluruh kota yaitu Akedemi Kouh, sekolah itu dulunya adalah sekolah untuk para wanita namun berubah menjadi sekolah campuran. Para wanita tentu saja terkejut dengan perubahan sekolah mereka, namun apa yang bisa mereka bisa lakukan kecuali menerima nya, tidak mungkin ada seseorang yang begitu sulit masuk sekolah elit keluar begitu saja.

Jalan yang di lalui wanita itu tidak disinari oleh lampu jalan karena sebuah alasan, membuat jalan itu begitu menakutkan hati. Wanita polos itu terus berjalan dengan perlahan berharap tidak terjadi apa-apa dengan nya.

Di depan dia melihat ada jalan raya dan perumahan yang begitu terang, dia terlihat senang karena bisa pergi dari kegelepan yang mencengkam ini.

''Oh ada manusia?''

Badan wanita itu berhenti dan terbeku mendengar ada suara di belakangnya, dia berkeringat dengan deras mengingat rumor. Rumor tentang beberapa wanita yang hilang setelah pulang tengah malam.

Dia berbalik dengan dramatis melihat apa yang ada di belakangnya, terlihat tidak ada seorangpun di belakangnya membuat dirinya bertanya-tanya apakah dia salah dengar?

''Kau cocok jadi santapan malamku hari ini.''

Wanita itu mendengar suara lagi di atasnya, dia langsung melihat ke atas untuk melihat dengan jelas. Tampak makhluk seperti kadal dengan besar di atas logika manusia, kadal raksasa itu memiliki mata merah, kulit hitam dan lidah yang terlihat mengeluarkan air liuarnya.

Wanita malang itu menarik nafasnya tersenggal-senggal tidak kuat menahan mentalnya yang ketakutan.

''Kyaaaaa!'' teriakan pun tak tertahankan

Wanita itu berjongkok dan memegang matanya dengan ketakutan sedangkan kadal itu secara perlahan-lahan menuju ke arah nya. Mental nya pun roboh hingga dia jatuh pingsan, sungguh wanita yang malang.

Kadal itu malah terlihat senang membuat air liurnya semakin banyak dan berjatuhan, dia menjilati tubuh wanita itu hingga membuat pakaian wanita itu basah(bayangkan aja adegan ecchi). Makhluk berdarah dingin itu membuka mulutnya lebar-lebar siap mengisi perutnya.

Whusss!

Sebuah lemparan cahaya terang entah dari mana mengenai lidah monster itu hingga putus, makhluk itu menggeliat merasakan sakit di dalam mulutnya, darahnya dari lidahnya berceceran di jalan raya.

Dia mencoba melihat siapa yang telah mengganggu acara makan malam nya, dengan pupil matanya berbentuk vertikal dia melihat ada makhluk humanoid di depan nya. Orang itu memakai pakaian jaket lengan panjang lumayan panjang dengan ada kerah menutupi kepalanya, celana jeans pendek, sepatu olahraga dan dia memakai masker membuat nya tidak di ketahui.

''Siapa kau?!'' teriak sang monster.

Orang itu terdiam tidak menjawab sang kadal, dia mengeluarkan sesuatu bercahaya lagi dari tangan nya dan menembakan nya ke arah iblis yang sedang kelaparan di depan nya. Cahaya itu mengenai kedua kaki depan hingga putus, kadal itu kesakitan tak tertahan di antara kaki depan nya yang sudah menghilang.

''Sialan kau!'' dengan suara yang tebal karena marah, kadal itu meloncat dengan cepat dan mencoba untuk mengigit orang itu.

Orang asing itu mengarahkan tangan nya ke bawah dan secara tiba-tiba dia terbang ke atas, membuat makhluk yang ingin memakan nya kaget.

Di udara dia melompat sebuah cahaya lagi dan melemparnya ke arah sang kadal, namun bisa di hindari oleh makhluk itu. Sang Iblis mencoba menyerangnya di udara dengan ekornya namun terlihat kalau masih bisa dihindari oleh orang itu.

''Bagaimana dia menghindar saat masih di udara? Apakah dia memiliki sayap?'' pikir Iblis kaget.

Karena tidak tahu apa dan siapa yang dia lawan, monster itu memutuskan untuk melarikan diri. Diar berlari dengan cepat ke sebuah gang yang gelap. Orang itu menyadari kadal itu melarikan diri.

''Eh kampret, dia malah melarikan diri. Aku harus mengejarnya, Aduh tapi bagaimana dengan wanita ini?'' kata orang itu yang akhirnya bersuara, dari suaranya dia adalah laki-laki.

Dia mendekati wanita malang yang habis di serang itu, pria itu memegang wanita itu melihat kalau sudah basah akibat air liur makhluk tadi.

''Sebaiknya aku tinggal dulu disini, aku harus mengalahkan kadal itu agar tidak terjadi korban yang lebih banyak.'' dia menaruh wanita itu di sebuah gang sempit lalu dikelilingi tong sampah agar tidak dilihat orang lain.

Setelah selesai dia pun mulai pengejaran nya mengejar Iblis yang gagal kenyang itu.

-Gudang

Sebuah gudang tiba-tiba saja di dobrak dari luar, tampak sang pria itu sampai di tempat yang sepertinya adalah sarang monster yang dia kejar.

Dia melihat-lihat dengan teliti di setiap sudut gudang mencari mangsanya yang sepertinya bersembunyi

''Wah kau benar-benar berani.''

Makhluk itu kembali memperlihatkan dirinya, kedua kaki depan nya terlihat seperti akan tumbuh. Pria itu cukup kaget melihat makhluk ini bisa bergenerasi dengan kecepatan di atas rata-rata.

''Kau bisa bergenerasi?!''

''Ya benar sekali, sekarang kau yang akan menjadi makan malamku menggantikan wanita tadi.''

Makhluk itu tersenyum dengan moncongnya yang di penuhi taring itu, dia meluncur ke depan memulai pertarungan kedua mereka. Serangan kedua kali nya tidak akan mengenai pria itu tapi monster itu sudah tahu lalu berbalik dan menembakkan bola api yang membara.

Orang itu kaget dan panik, ''T-Tunggu, aku tidak tahu kau akan melakukan itu!'' kata orang itu panik di udara.

Kadal itu tersenyum senang tidak sabar orang itu terbakar hingga menjadi hitam, namun saat bola api itu mengenainya...

Orang itu malah memegang bola api itu.

''Jangan sok pintar dariku, kadal!''

Ajaibnya dia bisa memegang bola api itu mengagetkan sang Iblis, monster itu membelalakan matanya, bola api yang seharusnya menghanguskan orang itu malah bisa di pegang olehnya.

''Counter!''

Pria itu melempar balik bola api itu ke arah sang kadal dengan kecepatan yang lebih cepat dari tembakan kadal tadi, makhluk itu menghindari serangan balik itu dan kemudian menembakkan lebih banyak bola api.

Saat sudah di darat, orang itu lebih leluasa menghindari semua bola itu. Dia menembakkan juga tenaga sihirnya lebih banyak juga. Terjadi antar tembak dari mereka berdua namun kali ini sang Pria lebih unggul dalam ini.

Kadal itu terlihat terkena sebuah serangan sihir dari orang itu, ada benda terbuat dari sihir yang seperti pisau. Semua pisau sihir itu tertancap di setiap kulit kadal itu, dia tentu saja merasakan kesakitan.

''Siapa kau sebenarnya?'' tanya Iblis itu dengan marah.

''Aku hanya seorang Vigilante dan manusia,'' jawab pria itu.

Makhluk itu geram mendengar perkataan orang itu tadi, dia melihat kalau kedua kakinya sudah tumbuh. Monster itu tersenyum senang dan kemudian menggeram dan mengeluarkan sesuatu dari tubuhnya, keluar benda seperti tulang yang tajam di sekujur tubuh makhluk itu.

Pria itu tentu saja kaget melihat itu, di tambah kadal itu akan menyerang dengan tiba-tiba menuju ke arahnya.

Serangan monster itu terlihat menggelinding mencoba menanam sang Vigilante ke tahan, namun syukurnya kalau dia masih bisa menghindari.

''Apa-apaan itu? Dia seperti landak dan trenggiling secara bersamaan.''

Sang monster juga menembakan banyak sekali bola api membuat pria itu kesusahan, dia menahan semua bola api yang menyerangnya.

''Bagaimana dengan yang ini manusia!''

Duri-duri di sekujur tubuh kadal itu meluncur kedepan menyerang Vigilante yang masih kaget, dia mencoba menghindari serangan itu akan tetapi ada beberapa duri yang mengenai dirinya. Dia merasakan sakit yang terlalu, darah keluar dari bekas tusukan duri-duri itu.

''Hughhh! Sial! Aku terkena serangan nya,'' kata Vigilante.

Sekali lagi kadal itu tidak berhenti-henti menembakan bola api dari dalam mulutnya, mencoba membuat manusia itu benar-benar hangus terbakar. Vigilante itu berlindung di salah satu batu di dalam gudang itu.

Dia masih terlihat belum merasa kalah dari wajahnya.

''Baiklah akan aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang menarik!''

Salah satu tembakan bola api itu mencoba mengenai pria itu, namun kemudian di tahan dengan kanan tangan nya.

''Absorb.''

Bola api yang dia pegang tiba-tiba saja terhisap kedalam tangan pria itu, membuat sang monster kaget dengan apa yang terjadi. Dia kemudian menepuk satu sama lain tangan nya, kedua tangan Vigilante itu tiba-tiba saja berubah warna menjadi warna merah.

''Baiklah, sekarang giliranku!''

Vigilante itu memajukan salah satu tangan nya.

''Fire Blast!''

Sebuah ledakan api keluar dari tangan nya dan langsung menuju ke arah monster itu, makhluk itu bisa menghindari ledakan api itu namun sang Vigilante masih belum selesai dengan serangan nya.

''Streak Fire Blast!''

Sekarang begitu banyak sekali ledakan api keluar dari tangan pria itu, ledakan yang bahkan menghancurkan semua barang-barang di bangunan oleh api.

''Bagaimana dia bisa menggunakan elemen api ku?'' tanya-tanya sang monster merasakan sedikit terbakar kulitnya.

Pertarungan terus berlanjut dengan si kadal mencoba mencakar pria itu namun untung masih bisa di hindari lalu di balas dengan serangan api miliknya, tak lupa sang Iblis juga menembakkan banyak sekali duri-duri di tubuhnya dan terkadang mengenai sang Vigilante.

Vigilante itu mundur ke belakang dan kemudian memiliki ide, dia mengeluarkan asap api dari tangan nya membuat penglihatan mereka berdua tidak jelas. Monster itu mencari-cari sang Vigilante yang sepertinya sedang merencanakan sesuatu.

Ada sebuah tembakan api dari kirinya namun masih bisa di tahan dengan cakarnya.

''Di atas sini kadal!" pria itu ada di atasnya sedang terbang turun.

''Spear Of Fire.''

Pria itu membuat tombak api dari kedua tangan nya, dan langsung menusuk punggung monster itu hingga tembus. Monster itu merasakan panas yang membakar daging di punggungnya, dia menggeliat mencoba mengusir Vigilante itu dari punggungnya, Pria asing itu terjatuh dari punggung monster itu.

Dia terlihat sedikit menggila karena panas yang tidak tertahankan sambil terlihat kesal, namun tubuhnya terlihat mulai sembuh sedikit demi sedikit karena tingkat penyembuhan makhluk itu di atas rata-rata.

''Sial, aku harus segera mengakhiri ini!" seru Vigilante.

Dia kemudian menciptakan dua tombak api lagi dan kemudian berlari ke depan untuk segera mengalahkan kadal itu yang sudah mulai sembuh. Dia kemudian menusuk kedua tombak nya ke punggung kadal itu sekali lagi.

Dia terlihat masih memegang kedua tombaknya walaupun kesulitan karena monster yang dia naiki memberontak, kedua tombak itu terlihat mulai berwarna lebih cerah dan terlihat mulai tambah panas dari sebelum nya.

''Hahaha sekarang kau tidak akan bisa bergenerasi!''

Monster itu terlihat terus memberontak marah namun terlihat tidak bisa melepas tusukan tombak api itu. Dia mulai terbakar di sekujur tubuhnya oleh elemen api milik nya sendiri itu, duri-duri di sekujur tubuhnya tidak terkendali hingga menusuk tembus kedua kaki sang Vigilante itu.

''Aku harus pergi dari sini,'' katanya yang kemudian lompat ke tanah.

Kedua kakinya mengeluarkan darah begitu banyak akibat tusukan tembus duri tadi.

''Akan aku akhiri.''

Orang itu kemudian mengarahkan kedua tangan nya ke depan.

''Big Fire Blast!''

Sebuah ledakan yang lebih besar kemudian mengarah ke arah monster itu dan kemudian langsung di lahap oleh lebatnya api itu, bagian gedung belakang terlihat hancur berkeping-keping namun syukurlah tidak ada tempat tinggal penduduk di sekitar gudang.

Ledakan berakhir dengan sang Iblis kelaparan tadi tidak berbentuk lagi karena terbakar, sedangkan sang Vigilante mencoba menarik nafasnya dengan teratur walaupun kesulitan. Dia duduk ke tanah mencoba untuk santai di saat-saat keadaan terbakar seperti ini.

''Sial, ini tidak seperti aku pikirkan. Hampir kalah dari Iblis kelas rendah,'' katanya dengan masih bernafas dengan teratur.

Dia kembali berdiri setelah duduk beberapa menit melihat mayat kadal itu yang tidak bisa menyembuhkan dan menumbuhkan anggota tubuhnya jika sudah tidak berbentuk lagi.

''Sekarang saatnya pergi.''

Dia kemudian kembali berdiri untuk segera pergi, luka di telapak kaki nya benar-benar cukup parah kalau terus di biarkan.

''Tunggu!''

Vigilante itu berhenti tiba-tiba setelah mendengar ada suara yang menghentikan nya, dia berbalik melihat siapa yang memanggilnya. Terlihat ada beberapa orang keluar dari sisi gelap gudang. Mereka berjumlah empat orang, tiga wanita dan satu pria yang sedang memegang sarung pedangnya bersiap-siap, mereka semua terlihat memakai mode ingin bertarung.

''Siapa kalian?'' tanya Vigilante.

''Aku adalah Rias Gremory, aku mendengar kalau ada Iblis yang sedang memburu para wanita di kota saat tengah malam, dan aku melihat kalau kau sudah membunuh Iblis itu,'' kata si rambut merah dengan tatapan curiga.

''Apa mau kalian?'' tanya sang Vigilante.

''Siapa kau ini?'' tanya wanita lain di sebelah wanita berambut merah tadi.

''Aku? Hanya seorang Vigiliante yang mengurus Iblis yang mengganggu manusia,'' jawabnya.

''Hmmm tidak mungkin manusia biasa menggunakan sihir, maaf aku sama sekali tidak melihat adanya energi sihir di dalam dirimu,'' kata Rias mengatakan dengan suara tegas.

Pria itu masih terdiam sebentar seperti sedang berpikir sesuatu, situasi ini tidak menguntungkan baginya. Di sisi lain para kelompok di depan nya malah sedang bersiap-siap melakukan penyerang kepadanya.

Rias menatap pria itu dengan tanpa kehilangan fokusnya, entah apa yang membuat dirinya merasa tertarik dengan nya, mereka sudah menonton pertarungan tadi dan cukup kagum melihat dia bisa mengalahkan Iblis itu sendirian.

''Sial, aku harus bagaimana? Tidak mungkin aku melawan mereka semua dengan luka seperti ini,'' pikir sang Vigilante.

''Jadi apa jawabanmu?'' tanya Rias lagi.

''Maaf nona, aku harus segera pergi,'' jawab nya kemudian berlari pergi mencoba keluar gedung dengan langkah sedikit pincang.

''Tidak akan aku biarkan! Akeno!''

''Baik Bucho!''

Akeno langsung menembakan sengatan petir sedikit kepada pria itu tanpa memberikan peringatan lagi, petir itu mencoba mengenai nya akan tetapi tangan pria itu memukul petir Akeno dan petir itu terpental ke samping.

''Apa?!'' Rias kaget melihat petir dari Queen nya malah berbelok ke samping setelah di pukul orang itu.

''Bagaimana bisa?'' tanya Akeno juga dengan penasaran.

Kiba tidak berhenti, dia dengan cepat dan mengeluarkan pedangnya. Dia mencoba menebas orang itu namun terlihat tangan nya menahan tebasan pedang itu, Kiba kaget melihat serangan pedang nya bisa di tahan dengan mudahnya. Vigilante itu lalu melempar Kiba ke samping dan melanjutkan larinya.

''Dia melemparku dengan begitu mudahnya?!'' batin Kiba mencoba mendarat sempurna.

''Koneko! Cegah dia!'' perintah Rias lagi.

''Baik,'' ucap gadis kecil berambut putih yang langsung maju ke depan.

Koneko melompat tinggi dan mempersiapkan pukulan nya untuk memukul, dia mencoba memukul pria asing itu namun tiba-tiba pria itu berbalik dan terlihat menahan pukulan Koneko dengan tangan nya. Koneko kaget melihat kalau pukulan nya di tahan dengan mudah nya dan seperti Kiba, dia mendarat ke tanah dengan berhasil.

Vigiliante itu sudah melihat jalan keluar gudang namun tiba-tiba saja ada cahaya berwarna merah kegelapan menyerang ke arahnya, dia mencoba melakukan hal yang sama dengan membelokkan serangan itu akan tetapi...

''Kualitas sihirnya berbeda,'' batin nya kaget.

Dia terpental ke belakang dan menabrak dinding di belakangnya.

''Sial, tulang lenganku kiriku sepertinya patah, serangannya terlalu kuat,'' katanya dengan perlahan.

Rias berjalan menuju ke arahnya dengan sihir penghancur di tangan nya, dia berada di depan sang Vigilante dengan tatapan seperti tidak memiliki rasa kasihan lagi.

''Jadi bisakah kau jawab sekarang siapa kau ini?'' tanya nya dengan tatapan tajam.

''Hmmm... aku tidak bisa, karena aku memang tidak bisa. Jika aku memberitahumu pasti kehidupan privasi ku akan menjadi kacau,'' jawab pria itu yang terlihat malah santai sekarang.

''Oh begitu, itu berarti kau adalah orang dari kota ini kan.'' Rias terlihat mengetahui sesuatu dari perkataan orang itu.

''Well... shit,'' kutuk Vigilante itu yang malah memberikan sedikit identitasnya.

''Jadi kau tidak mau bicara, kalau begitu aku akan membuka jubahmu.''

''Tidak semudah itu ferguso!'' tiba-tiba saja ada ledakan dari tangan pria itu saat berada di tanah.

Sebuah ledakan api terjadi di depan Rias membuat dirinya harus mundur ke belakang, dia menutupi mata nya dari api yang menyambar-nyambar.

''Dia mengeluarkan sihir nya saat kami berbicara, aku lengah,'' kata Rias.

Setelah api itu mereda, Rias melihat kalau pria itu sudah menghilang dengan tiba-tiba saat api itu mencoba meledakkan dirinya, dia menghela nafas kecewa karena gagal menangkap orang asing itu.

Para peerage nya kemudian menghampirinya.

''Jadi apa yang akan kita lakukan, Bucho?'' tanya Kiba.

''Kita harus kembali sekarang, yang kita tahu kalau orang itu berasal dari kota ini. Kita harus memikirkan rencana lain lagi,'' kata Rias.

''Baik Bucho!'' kata mereka semua.

Rias masih menatap ke depan dengan wajah penuh penasaran.

''Aku ingin tahu siapa si pemburu Iblis itu.''

-(Pagi) Akademi Kouh.

Akedemi Kouh, sudah di jelaskan di atas kalau sekolah ini adalah sekolah elite. Sekolah yang begitu damai bagi murid-muridnya, di dominasi para wanita sedangkan pria bisa di bilang baru disini. Walaupun begitu bukan berarti sekolah ini sepi namun sebaliknya, sekolah ini begitu ramai dikarenakan pembukaan untuk para kaum laki-laki.

Aktivitas sama seperti sekolah lain nya, belajar, bersosialisasi, berolahraga, meniliti dan tentu saja membuat masa depan lebih baik.

Di dekat lapangan ada sebuah bangunan yang begitu antik bentuknya, memiliki bentuk seperti bangunan eropa abad pertengahan. Di dalam terlihat ada dua orang yang sedang bermain permainan catur.

Pertama wanita berambut merah di kenal Rias Gremory, wanita dari keluarga Iblis terkenal di Underworld, kedua wanita bernama Sona Sitri yang juga berasal dari keluarga terkenal di Underworld, pokok nya mereka berdua terkenal.

''Jadi Rias, bisakah kau menceritakan tentang kau memergoki seseorang tadi malam?'' tanya Sona sambil memajukan Pion nya.

''Ya, aku memergoki nya sedang melawan Iblis liar yang meresahkan penduduk sekitar, dia cukup handal menggunakan sihirnya walaupun aku merasa heran satu hal.'' Rias menjelaskan sambil memakai giliran main nya.

''Oh apakah itu?''

''Aku sama sekali tidak melihatnya memiliki sihir,'' jawab Rias melihat Sona memakan Kuda milik nya.

Sona berhenti sementara mendengar perkataan dari Rias tadi.

''Apa maksudmu? Bukankah tadi kau bilang dia menggunakan sihir?'' tanya Sona lagi dengan penasaran sekarang.

''Ya tapi aku hanya melihat sihir di tangan nya,'' jawab Rias.

Mereka berdua terdiam sementara tapi mengatakan apa-apa lagi, dia memikirkan maksud dari Rias tadi dengan otak nya yang jenius itu.

''Jadi dia tidak memiliki sihir namun di tangan nya memiliki sihir?''

''Ya begitulah.''

''Apakah itu Sacred Gear?'' tanya Sona dengan semakin penasaran.

''Aku tidak tahu tapi walaupun begitu, seharusnya dia harus memiliki sihir kalau dia memiliki Sacred Gear.'' Rias mengatakan dengan rasa penasaran juga.

''Ini sangat menarik,'' ucap Sona.

Mereka berdua terdiam berpikir satu sama lain.

Mereka mendengar rumor tentang seorang yang memburu para Iblis-Iblis liar saat menyerang manusia, entah siapa dia atau apakah Ras nya tapi dia sudah berhasil membuat kedua Princess ini tertarik dengan nya.

''Hmmmm jika ada kabar tentangnya, tolong kabari aku, ini sekarang begitu menarik,'' kata Sona sekarang tertarik.

''Baiklah, aku pikir kau pasti akan melakukan sesuatu kepadanya..kan? Apakah kau ingin menambah Peerage mu setelah menambahkan yang baru?'' tanya Rias.

''Ya, mungkin saja,'' kata Sona, ''bagaimana denganmu? kau tertarik juga?'' Sona bertanya balik.

''Hmmm mungkin.''

Mereka berdua melanjutkan permainan catur mereka, tidak ada orang lain pun selain mereka di ruangan itu. Ada jendela di dekat mereka untuk melihat ke lapangan yang sekarang para anak-anak perempuan bermain bola voli.

-Di suatu kelas.

''Syaipudin-san!''

Seorang guru sedang memukul ke salah satu meja muridnya, membuat murid tadi kaget terbangun dari tidurnya. Matanya berwarna merah dikarenakan kurang tidur, hidungnya juga terlihat mengeluarkan hingus berwarna bening.

Dia adalah pria dengan tinggi bisa di bilang pendek dari gurunya atau bahkan seluruh murid di kelas ini. Dia langsung berdiri tegak setelah melihat siapa yang membangunkannya, yang tidak lain adalah gurunya sendiri yang sekarang menatap tajam ke arahnya.

''Kenapa kau bisa tidur di jam pelajaranku?!'' tanya guru itu marah.

''Maaf bu, karena aku mengantuk,'' jawabnya dengan santai.

Guru itu tambah geram mendengar jawaban nya.

''Hanya itu?! Sebenarnya apa yang kau lakukan tadi malam?!'' tanya guru itu yang tidak berhenti meninggikan suara nya.

Sang murid terlihat bingung untuk menjawab pertanyaan itu, dia berkeringat dengan tubuh kelelahan kurang tidur. Dia terkadang menguap membuat sang guru yang menunggu jawaban nya tambah kesal.

''Sekarang kau harus berdiri di luar kelas sampai jam pelajaran selesai!'' perintah sang guru yang marah.

Pemuda itu kemudian berjalan menuju ke pintu keluar untuk melakukan hukuman nya, dia tidak sengaja menabrak samping pintu karena begitu mengantuknya, semua murid terlihat tertawa namun ada yang juga di tahan.

''Saya harap hukuman ini bisa tidak membuatmu mengantuk lagi, Irfan Syaipudin."

Dia berdiri di samping pintu masuk sambil menatap keluar jendela, matanya benar-benar mengantuk dan ingin langsung terpejam tapi sayang dia harus menahan nya.

''Menyebalkan... ,'' ucapnya kesal.

-(Beberapa saat)

Jam istirahat pun datang mempersilahkan semua murid untuk menenangkan pikiran mereka setelah menggunakan otak mereka terus-menerus, para murid kebanyakan menuju ke arah kantin untuk meminum es untuk menyegarkan pikiran mereka, ada juga yang makan karena kelaparan sebab karena tidak sarapan pagi.

Irfan berdiam diri di meja paling belakang dari mereka semua, matanya masih menunjukkan dia butuh istirahat sekarang, dia sedang meminum sebuah kopi berharap ada sedikit energi menahan rasa kantuknya.

''Hey Katase!''

Irfan melihat ke depan nya ada beberapa wanita sedang makan bersama, mereka semua berasal dari club Kendo yang habis berlatih tadi. Ada kedua wanita dari club Kendo yang lebih terkenal yaitu Katase dan Murayama, mereka juga terkenal sebagai si pembabak belur trio mesum.

''Ya ada apa?'' tanya si rambut pink pendek yaitu Katase.

''Aku dengar kau mengalami hal aneh tadi malam?'' tanya balik Murayama.

''Ya, tadi malam aku tiba-tiba berada di kamar tidurku. Padahal aku ingat aku sedang dalam perjalanan pulang, namun tiba-tiba aku bertemu dengan makhluk yang sangat aneh, makhluk seperti kadal yang begitu besar.'' kata Katase mulai menjelaskan.

''Terus apa yang terjadi?''

''Aku langsung pingsan, setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi,'' jawab Katase.

Mereka semua bingung dan penasaran dengan apa yang terjadi dengan Katase.

''Oh satu lagi, pakaianku saat itu juga terasa basah, aneh sekali. Bau pakaianku benar-benar tidak enak,'' tambah Katase.

Mereka semua terheran-heran sekarang, mereka terus berbicara satu sama lain hingga tidak menyadari kalau mereka sedang di simak oleh pria di belakang mereka. Irfan kembali menghirup teh nya dengan sikap yang aneh.

Setelah kopi nya habis, dia segera membawa gelas nya menuju ke tempat pencucian piring. Saat sedang menuju kesana, dia tidak sengaja menabrak seseorang di sampingnya, dia melihat ke sampingnya yang adalah seorang gadis kecil.

''Oh maaf, aku tidak melihatmu,'' kata Irfan.

Gadis itu hanya terdiam mendengarkan permintaan maaf murid kurang tidur itu.

''Apakah kau kurang tidur?'' tanya nya.

''Ya, aku begitu mengantuk,'' jawab Irfan sambil menguap.

Gadis itu masih menatap dirinya dengan tatapan datar.

Irfan yang merasa tidak enak lalu melanjutkan perjalanan nya meninggalkan gadis kecil itu, tinggi mereka tidak terlalu jauh, tinggi gadis kecil itu seleher Irfan jika berdiri tegak.

Gadis kecil itu masih menatap Irfan dari jauh.

''Koneko-chan, kita harus segera ke kelas.''

Gadis itu di panggil oleh gadis lain, gadis pirang yang terlihat bukan berasal orang sini. Gadis bernama Koneko itu mengangguk mengerti dan kemudian pergi.

-(Pulang sekolah)

Seorang pria sedang berjalan santai menuju ke rumahnya setelah satu harian belajar di kelas, jalan nya terlihat seperti orang mabuk yang tidak sadar diri lagi, tapi dengan sedikit kesadaran dia berhasil menahan keseimbangan jalan nya.

Hari menunjukkan sudah sore mengatakan kepada semua penduduk segera pulang ke rumah mereka masing-masing. Sudah berapa blok dia lewati untuk menuju ke tempat tinggalnya hingga dia pun berhenti di sebuah bangunan yang cukup tinggi dari bangunan lain di sekitarnya.

Bangunan ini terlihat seperti bangunan apertemen dari ukuran dan begitu banyak sekali pintu di setiap sisi, apartemen ini bertingkat dua lantai yang cukup panjang.

''Akhirnya s-sampai juga,'' kata Irfan yang terlihat mengantuk berat.

Dia masuk melewati gerbang dan menutupnya, dia berjalan menaiki tangga menuju ke ruangan nya, namun langkahnya di hentikan melihat ada seorang wanita dewasa yang memakai jas dokter berwarna putih.

Irfan sepertinya tahu siapa orang ini.

''Jadi kau sudah pulang,'' kata wanita itu.

''Oh tante Himiko,'' kata Irfan mengenalnya.

''Jadi bagaimana sekolahmu?'' tanya Himiko dengan santai.

''Ya kau tahulah... parah,'' jawab Irfan.

Himiko terlihat tertawa mendengar perkataan Irfan sedangkan pria muda itu hanya menatapnya dengan cemberut, wanita itu berhenti tertawa dan kembali melihat Irfan.

''Kau seharusnya tidak perlu sekolah saat kurang tidur.'' kata Himiko seperti memberikan saran.

''Aku terpaksa, jika tidak aku bisa di cap sebagai murid kurang santuy di sana,'' jawab Irfan.

Himiko tersenyum mendengarnya, dia kemudian mengeluarkan rokok di sakunya dan kemudian menghidupkan api nya. Dia merokok dengan santai sambil melihat atas langit yang sudah berwarna kuning keemasan.

''Jadi kau berhutang kepadaku, coba aku ingat. Luka di kedua telapak kaki, tulang lengan kiri patah, dan juga jaket Anti-Peluru aku berikan benar-benar hancur, kau berhutang banyak kepadaku, anak muda,'' kata wanita itu seperti menagih hutan puluhan juta.

Irfan mendesah pasrah mendengar semua perkataan wanita itu, dia tidak tahu harus mengatakan apa untuk membela dirinya sekarang.

''Aku tahu, aku juga berterima kasih kepadamu dan aku juga akan membalasnya,'' kata Irfan dengan cemberut.

Himiko tersenyum entah kenapa mendengar pengakuan anak SMA itu.

''Baiklah kalau begitu, sebaiknya kita masuk,'' ajak Himiko.

Irfan mengangguk mengerti. Mereka kemudian masuk ke dalam bangunan dan menuju ke ruangan mereka masing-masing.

Ini adalah apartemen yang dihuni dengan orang-orang tidak biasa.

-Bersambung


Ini adalah Reboot dari cerita High School DxD : Other Hero milik saya

Saya mereboot beberapa system ataupun karakter walaupun masih ada yang tersisa plotnya.

Terima kasih yang sudah baca

Salam Author