Disclaimer : Karakter hanya milik

Masashi Kishimoto

dan Mayo hanya meminjamnya

Warning : OOC, Plotless, dan bahasa yang tidak menarik perhatian sama sekali (ow yeah. baiklah)

Rated M

Mohon maaf bila ada kemiripan cerita. Karena cerita ini asli punya Mayo sendiri.

Tiada keuntungan materi apapun yang Mayo peroleh dari sini kecuali kepuasan batin untuk menghibur para readers

HAPPY READING :D

.

Sebuah mobil sport hitam baru saja terparkir sempurna di lantai basement VIP hotel mewah memperlihatkan siluet seorang pemiliknya yang masih berada di dalam mobil.

Seorang pria bertubuh tinggi itu keluar dari mobilnya dengan kemeja putih yang lengannya sudah di gulung hingga siku memamerkan lengannya yang kekar dan celana jeans yang melekat indah dari pinggul hingga ke mata kaki.

Ia berjalan masuk ke lift yang ada di basement parkir dan menekan satu tombol ke lantai tujuannya. Pemuda itu menatap bayangannya di dinding lift bercermin sambil menyisir rambut pirangnya dengan jari tangan. Sangat mempesona.

'ting!' pintu lift terbuka setelahnya. Dengan percaya diri Ia terus melangkahkan kakinya mendekati pintu masuk yang di jaga oleh 2 orang pria bertubuh besar dan tinggi mengenakan seragam serba hitam membungkuk hormat.

Suara dentuman musik beat di ruangan itu semakin menggema di telinga juga jantungnya. Sepertinya si pemuda harus beradaptasi dengan situasi ini setelah 'hari tenang'nya selama 2 bulan bersama tugas kuliah dan ujian. Ia berjalan kearah bar dan menemukan sosok yang dikenalnya sedang memunggunginya di kursi tinggi mengenakan mini dress model tube warna biru dan rambut cokelat tembaganya yang di gulung tinggi memamerkan leher jenjangnya.

"Anda pasti sudah lama menunggu.. Mei-san?" Pria itu melingkarkan tangan kanannya ke perut rata wanita yang diketahui bernama Mei dari belakang sambil mengelus paha mulus itu dengan tangan kirinya yang bebas.

"Maafkan aku." Bisiknya tepat di telinga wanita itu dan mendaratkan bibirnya di bahu telanjang milik Mei.

Mei tahu benar siapa yang sedang menyentuhnya sekarang –dengan mata tertutup sekalipun. Seorang pria muda yang sangat Ia rindukan selama 2 bulan terakhir karena alasan pendidikan. Ia memutar kursi tingginya dan melepaskan semua belaian erotis Naruto.

Terpaku sesaat. Terkunci oleh manik safir anak manusia dihadapannya yang baru saja memeluk juga melontarkan permohonan maaf padanya. Selalu ada perasaan aneh setiap kali Ia menyelami mata itu dalam. Perasaan bersalah dan puas dalam satu waktu. Seperti peperangan antara logika dan batin.

Tidak perlu memikirkan hal yang tak pasti berujung di saat seperti ini. Dia sudah disini dan tak ada lagi yang perlu ku khawatirkan. Sekarang saatnya bersenang-senang, sayang..

Mei menarik kerah kemeja pemuda itu untuk mempersempit jarak wajah mereka. Menghirup pelepasan nafas serta aroma tubuh orang di depannya. Ia menelusuri pipi dan rahang tegas yang tersuguh di depan mata. sungguh eksotis.

"Aku takkan memaafkanmu, Naru." Menggoda setengah berbisik. Wanita itu menyeringai.

"Sepenuh hatiku untuk menerima hukumanmu, Nona." Naruto pun tak luput dari seringaiannya dan mengecup singkat bibir Mei.

"Bagaimana kalau menari sebentar?" Naruto memberikan telapak tangannya yang langsung di sambut oleh Mei menuruni kursi tinggi yang di duduki Mei.

Naruto menarik lembut tangan Mei sampai ke lantai dansa, Mei langsung bergantung di leher Naruto. Dia terlalu takut dengan lautan manusia yang terlalu banyak menenggak alkohol dan menggeliat di lantai dansa.

Terhanyut akan musik beat yang semakin kencang dan memekakkan telinga, akhirnya Mei pun tak ragu menari meliuk-liukkan tubuhnya didepan tubuh Naruto yang juga bersemangat melihat pemandangan di depannya. Mei pun tak melewatkan kesempatan untuk menyentuh dan meraba otot-otot keras Naruto yang terpahat sempurna didalam kemejanya. Itu semakin membuat Mei tidak kuat untuk menahan gairahnya sendiri.

Naruto selalu suka musik disini, membuatnya seakan hidup dan bersemangat. Walaupun kenyataannya musik disini tidak sekeren kehidupannya. Naruto harus menelan pil pahit yang lambat laun harus di nikmatinya juga sebagai pekerjaan yang tidak lazim.

Naruto ikut menari bersama Mei dengan bersemangat sampai tak sadar sepasang mata telah menelisik kegiatannya.

Malam semakin larut dan melelahkan, Naruto dan Mei akhirnya kembali ke bar karena mereka juga perlu minum. Champagne jadi pilihan Naruto malam ini dan sudah berhasil 3 kali tambah. Sedangkan Mei hanya menyesap wine fruit sambil menyisir sekeliling bar dengan ujung matanya. Mei menyadari ada yang mencurigakan di dalam tempatnya.

to be continue...

Ini chapter pertama yang udah mayo update untuk panjangin ceritanya ya, berhubung udah ada beberapa orang yang follow story ini secara gak langsung itu buat mayo ngerasa kayak dikasih yel-yel penyemangat gitu. OK baiqlah~

Hallo semuanya, selamat datang di story fiction Mayo yang pertama.. yeay!

Padahal story ini udh ngangkrak selama 3 tahun dan gak di publish (sumpah ga pede) sampai Mayo memberanikan diri untuk mempublishnya.

Mayo butuh masukan sebanyak-banyaknya untuk melanjutkan cerita ini atau malah membumi haguskannya *hah

I'am Elya : sekarang udh Mayo benerin yak. Terima Kasih masukannya dan jangan kapok *peluk