"BANGSAAAAAAAATTTTT!"

Bersamaan dengan kata makian itu terdengar suara tas yang dilemparkan dan mendarat tepat di depan laptopku. Aku mendongakkan kepalaku. Seorang perempuan dengan rambut pirang sebahu berdiri tepat di hadapanku, kedua manik berwarna madunya membalas tatapanku dengan garang, bibirnya mencebik, dilihat dari tampangnya yang seakan siap memakan orang itu sudah jelas ia sedang kesal. Aku menghela nafas, segera kututup laptopku, aku sudah hafal situasi ini, bukan sekali dua kali dia seperti ini, dan itu artinya aku harus menyiapkan pikiran, hati dan telingaku untuk mendengarkan curhatannya. Untungnya ruangan BEM saat ini sedang kosong, hanya ada aku disini sebelum dia seenaknya masuk ke ruangan dan duduk di seberang tempat dudukku.

"Kenapa lagi cowokmu, Cagalli?" Tanyaku padanya, tak ada gunanya berbasa-basi.

"Begitu deh, biasa." Jawabnya sekenanya. Mungkin karena dia masih emosi. Sebenarnya aku heran kenapa dia masih saja bertahan di hubungan yang tidak sehat seperti ini ketika banyak laki-laki lain yang lebih bisa memperlakukannya dengan baik, salah satunya adalah...

"Sudah dibilang mending sama aku saja."

... Aku.

Kulihat Cagalli sejenak tertegun, kemudian ia tertawa.

"HAHAHAHAHAHA… Nice joke, Athrun."

Kali ini aku yang tertegun melihat responnya, tak kusangka Cagalli malah menertawakan pernyataanku. "Cagalli, aku serius."

Cagalli kembali menatapku, tawanya sudah berhenti. "Hm? Makanya, terima kasih ya."

Aku benar-benar bingung, terima kasih untuk apa, "Terima kasih?"

"Kau pasti mau menghiburku kan, Ath? You did such a great job! Aku sampai lupa kalau aku sedang kesal tadi. Kalau saja aku tidak kenal kau, pasti aku bakal mengira kau sedang confessing."

Tiba-tiba aku merasakan sesak di dadaku, rasanya menyakitkan ketika aku blak-blakan mengatakan hal yang sejujurnya pada Cagalli tapi hanya dianggap sebagai kata-kata penghiburan.

Kupandangi wajahnya, wajah yang saat ini berada tepat di hadapanku, manik emeraldku bertemu pandang dengan kedua manik hazelnya. Memang sudah tidak ada kesal yang tampak dari ekspresinya, sekarang hanya ada senyum cantik yang menghiasi wajah ayunya, senyum itu ditujukannya kepadaku. Senyum yang selalu berhasil membuatku jatuh cinta lagi dan lagi. Lupakan ego dan rasa sakit hatiku, melihat Cagalli yang tersenyum seperti ini jelas jauh lebih baik.

Aku pun ikut tersenyum, "Hmm... You're welcome ?"

"Athrun, kau tahu, kau memang sahabat terbaikku. Aku bersyukur bisa menjadi sahabatmu."

Aku hanya tersenyum getir, tak sanggup menanggapinya. Gemuruh di hatiku semakin kencang berteriak bahwa ia tak menyukai situasi saat ini.

Aku membenci situasi ini.

Ya, benar.

Aku, Athrun Zala menyukai sahabatku sendiri, Cagalli Yula Athha.

Cagalli Yula Athha yang hanya menganggapku sebagai sahabatnya. Cagalli tidak menyadari aku memiliki perasaan lebih dari seorang sahabat kepadanya.

Entah sejak kapan perasaan ini bersarang di dalam hatiku. Kami sudah saling mengenal sejak SMA, dan di suatu waktu pada perjalanan persahabatan kami, perasaan itu telah tumbuh, perasaan yang seharusnya tidak ada dalam hubungan persahabatan, perasaan itu bernama cinta. Begitu kusadari, semua sudah terlambat. Cagalli sudah berpacaran dengan seseorang. Hingga akhirnya aku sampai di situasi ini, situasi dimana aku harus menyembunyikan perasaanku dan bermain peran sebagai sahabat yang baik untukmu.

Cagalli, apakah akan ada kesempatan untukku bisa menjadi lebih dari sekedar sahabat untukmu ?

Ataukah selamanya aku dan kamu akan terjebak di dalam…

FRIENDZONE

- PROLOG -

A Gundam SEED Fanfiction

by. JusticeRouge

Disclaimer :

Gundam SEED masih punyanya Sunrise, saya hanya pinjam karakternya

Warning : AU, Typo, OOC, bahasa kasar, bahasa non baku.


Author's note:

Now Playing : Official Hige Dandism - Pretender

Akhirnyaaaaa bisa update lagi huhuhu… Mau nangis :'(

Fic ini terinspirasi dari prompt chat yang ada di salah satu sosmed, pas liat promptnya aku langsung keingetan asucaga.

Walaupun ide ada, tapi ngerasa susah banget mau nulis, kadang ngeblank juga, jadi maafkan kalo bahasa disini aneh dan ini super short. Kalo ada unek-unek atau saran bisa nyampah langsung di review yaaa…

Untuk rate M-nya karena ada bahasa kasar, sebenernya buat jaga-jaga aja.

Thanks elc90, longlifeasucaga, Panda Nai, Guest, LaNiinaViola, dan Unlimited Lost Works untuk review di fic sebelumnya.