Vintage

"I'm gonna handle you with care like you're antique."

Sehun • Luhan

cerisedeer, 2019

All the casts are belong to themselves.

–Vintage–

01: Love stories

Alunan post rock dengan volume tak terlalu besar mengiringi irama ketikan jemari Luhan pada keyboad laptopnya. Dia sedang mengerjakan tugas yang batas pengumpulannya pukul dua belas malam nanti. Sekarang masih pukul sepuluh, masih cukup banyak waktu.

Sesekali dia menyesap caffè latte dinginnya, lalu berguling-guling di kasurnya untuk sekedar menghilangkan bosan, kemudian fokus lagi mengerjakan tugasnya mengingat waktu yang menipis.

Luhan menghela napas lega begitu e–mail tugasnya terkirim pukul 11.32, belum terlambat tapi terlalu mepet untuk standarnya. Salahkan Baekhyun yang mengajaknya jalan-jalan akibat patah hati dan Kyungsoo serta Krystal yang beralasan sibuk karena tidak ingin mendengar cerita Baekhyun yang seperti kaset rusak.

Membaringkan tubuhnya, Luhan menatap langit-langit kamarnya, mengulang curhatan Baekhyun dalam otaknya.

"Chanyeol berselingkuh lagi, Lu, tapi aku masih mencintainya."

Luhan memutar bola matanya malas dia sudah hafal di luar kepala apa saja isi curhatan Baekhyun mengingat bukan sekali dua kali kekasih sang sahabat berselingkuh. "Lalu?" Kata Luhan tanpa minat.

"Umm, sepertinya aku akan menyerah. Aku benar-benar tidak tahan, Lu," Kata Baekhyun meskipun masih ada nada ragu di dalamnya. Luhan menatap sangsi dan tak percaya.

Kyungsoo dan Krystal pasti akan pingsan ketika mendengar ini, pikirnya.

"Syukurlah! Seharusnya kau memutuskannya sejak lama, Baek-ah. Kami sudah lebih dari cukup mendengar kisah perselingkuhan pacarmu itu. Belum lagi kau yang selalu kembali padanya seperti tidak ingat apapun," Luhan menggebu-gebu. Maaf jika perkataannya menyakiti hati Baekhyun, tapi dirinya juga tidak terima sahabatnya diperlakukan seenaknya oleh sang pacar.

Selama ini Luhan, Kyungsoo dan Krystal sudah menasihati Byun Baekhyun jika hubungannya sudah terlampau tak sehat. Namun, Baekhyun tetap saja bertahan dengan kalimat, "Kami saling mencintai. Chanyeol tau hanya akulah rumahnya, dia tau ke mana harus kembali."

Saat sang sahabat mengucapkan kalimat memuakkan itu biasanya tiga gadis yang lain akan mengejeknya, baik dalam hati, maupun terang-terangan.

Sedikit-banyak kisah Baekhyun membuat Luhan menarik diri dari laki-laki. Dia tidak mau tersakiti, apalagi terlihat bodoh karena cinta. Demi surga dan neraka, Luhan tidak mau. Oleh karena itu, dia memasang pertahanan diri tebal-tebal, berusaha terlihat biasa saja, dan berusaha tidak bergantung pada siapapun bahkan teman-temannya.

Lalu di sisi lain ada Do Kyungsoo dan sahabat sejak kecilnya, Kim Jongin. Mereka tidak berpacaran, tapi sedikit terlalu dekat dari sekadar sahabat. Ciuman di pipi ketika bertemu, intensitas menginap di tempat satu sama lain, Kyungsoo yang memasakkan Jongin bekal, dan Jongin yang mengantar jemput Kyungsoo. Luhan jadi gemas sendiri. Demi Tuhan, mereka bukan lagi anak kecil!

Pernah suatu kali Kyungsoo dan Jongin sama-sama memiliki kekasih. Belum juga menginjak dua bulan berhubungan, pacar Jongin memutuskan lelaki itu karena terlalu memprioritaskan Kyungsoo. Dua minggu kemudian Kyungsoo dan pacarnya putus karena merasa hubungan mereka terlalu hambar dan Kyungsoo yang terlalu sibuk mengurusi Jongin.

Parahnya, hal itu terjadi seperti sebuah siklus. Pacar kyungsoo meminta putus dengan si gadis karena dia terlalu khawatir dengan sahabat lelakinya, dan pacar Jongin memutuskan lelaki itu karena muak.

Luhan berani bertaruh salah satu maupun keduanya pasti sudah jatuh hati pada satu sama lain. Tidak ada yang persahabatan yang murni antara laki-laki dan perempuan, bukankah itu hal klise? Siapapun kecuali Kyungsoo dan Jongin dapat menebaknya, bahkan mantan-mantan pacar mereka berdua pun bisa.

Beralih ke Krystal Jung, gadis itu adalah rekan single Luhan –Kyungsoo tidak terhitung single karena Jongin, si teman tapi mesranya–. Berbeda dari Luhan yang menghindari lelaki, Krystal malah tergila-gila pada seorang kakak tingkat sejak masa ospek. Cintanya bertepuk sebelah tangan, tapi gadis campuran itu tak peduli.

Ketika yang lain merasa kesal karena dibentak-bentak, Krystal malah memandangi seorang panitia yang duduk diam di atas panggung bersama panitia lain dengan mata berbinarnya. Luhan yang saat itu baru mengenalnya hanya bisa menggeleng-geleng dan berharap semoga teman barunya tidak dimarahi habis-habisan.

Lalu di acara pengenalan mahasiswa baru yang penuh dengan alkohol, Luhan berbesar hati menjaga Krystal yang sudah teler dan menjauhkannya dari botol alkohol lain serta laki-laki mesum. Kakak tingkat yang sering Krystal amati mengampiri Luhan dan menawarkan bantuan untuk membawa Krystal yang mabuk berat ke salah satu kamar dan meminjamkan jas almamaternya pada Luhan. Keesokan harinya Krystal membual tentang betapa baiknya kakak tingkat itu karena sudah menggendongnya dan menyelimutinya dengan jas almamater, padahal Luhan yang menyelimutinya agar dia tidak repot-repot mencuci jas itu.

Oh, Krystal sempat menjadi pacar Jongin selama satu bulan dan memutuskan teman dekat kyungsoo itu setelahnya. Menurutnya Kyungsoo dan Jongin sama-sama bodoh. Krystal adalah orang yang membuat Jongin sadar akan perasaannya pada Kyungsoo. Setelah putus dari Jongin, Krystal kembali lagi menjadi fangirl garis keras kakak tingkatnya.

Dan di sinilah Luhan dengan album kisah cintanya yang masih polos. Well, sebenarnya cukup banyak laki-laki yang mengajaknya berpacaran atau sekadar kencan tapi gadis itu mendorong mereka semua.

Luhan hanya merasa dirinya belum butuh dan tidak tertarik. Luhan juga tidak keberatan jika suatu saat nanti dia hidup melajang. Jika kalian bertanya apakah Luhan ingin memiliki anak, jawabannya adalah tentu saja ingin! Luhan menginginkan seorang anak atau dua untuk menemani hidupnya, tapi terikat dalam suatu pernikahan? Luhan tidak yakin.

Omong–omong jika cinta monyet bisa dimasukkan dalam album kisah cintanya, maka album itu tak begitu polos. Ada seseorang yang lebih tua dua tahun dari Luhan, mereka bersekolah di taman kanak-kanak dan sekolah dasar yang sama. Oleh karena Luhan masuk sekolah satu tahun terlalu cepat, Luhan dan anak laki-laki itu hanya berbeda satu tingkat di sekolah.

Di awal tahun kelima Luhan di sekolah dasar ada seorang anak laki-laki di kelasnya terus-terusan mengganggunya dan menyatakan cinta padanya, namanya Hojoon. Puncak kekesalan Luhan adalah siang hari sepulang sekolah yang cukup sepi, Hojoon menyatakan cintanya lagi, kali ini di parkiran sepeda dan gadis kecil itu mendapati ban sepedanya kempes. Luhan meneriaki anak itu, mengatakan bahwa dia tidak menyukainya dan tidak bisa menerimanya.

Saat itulah kakak kelas itu datang mengajaknya pulang bersama dan mengatakan pada Hojoon bahwa Luhan adalah pacarnya. Luhan bingung, tapi dia menurut karena kakak kelas itu memberinya kode. Lalu mereka benar-benar berpacaran karena anak laki-laki yang ditolak Luhan tidak berhenti begitu saja. Tak banyak yang tahu tentang kisah itu.

Akhir dari kisah cinta monyetnya adalah ketika masa ujian datang untuk kakak kelasnya dan Luhan tidak ingin merepotkannya ketika dia sedang sibuk dengan berbagai ujian.

"Sunbae, fokuslah ujian. Ayo bertemu ketika kita sudah sama-sama sukses. Terima kasih sudah menolongku dari Hojoon dan anak-anak lain," kata Luhan sebagai ucapan perpisahan lalu mereka berakhir begitu saja.

Setahun kemudian setelah Luhan lulus sekolah dasar, keluarganya pindah ke Cina, kampung halaman Papanya. Gadis itu praktis kehilangan kontak teman-temannya di Korea. Hingga di tahun pertama SMA Luhan berhasil berkomunikasi dengan Baekhyun dan Kyungsoo, tetangganya sekaligus teman bermainnya dulu, melalui media sosial yang berakhir dengan dirinya memutuskan untuk berkuliah di Korea.

Luhan menghela napasnya lalu melirik jam dinding, sudah pukul dua belas lebih sedikit. Dirinya harus tidur. Dia beranjak dari tempat tidurnya untuk membereskan laptop serta alat tulisnya dan bersiap tidur.

TBC

a/n: Haii! Aku balik lagi, semoga suka ya! Tenang tenang fic lama bakal dilanjut kok

Salam sayang, Cerise.