"Kau yakin dengan keputusanmu itu?"
Sudah berulang kali kudengar pertanyaan itu hingga telinga ini rasanya sakit. Haruskah semua orang mempertanyakan keputusan yang sudah lama kubuat?
"Apa tidak boleh?"
Aku tau semua orang khawatir akan ini. Tapi aku juga mempertaruhkan segalanya disini. Aku tidak ingin semuanya berakhir sia-sia. Semua harus berakhir bahagia. Ia pun tidak salah. Dan bukannya mau melakukan itu semua, bukan? Tidak ada yang salah disini. Semua harus setara. Bukankah begitu?
"Kalau kau sudah bersikeras seperti itu, aku angkat tangan, deh. Mau dibilangin berapa kali harus tetap sesuai rencana, kan?"
Kuanggukkan kepalaku tanda setuju, "Aku yakin Yuki-nee akan mengerti saat melihatnya."
Kakakku mendengus pasrah. Sudah alamiah baginya untuk mengalah padaku yang keras kepala. Oke, persiapan sudah selesai. Waktunya berangkat!
Proudly Present
Our Love Story ©Illicia Eitherwise
Aldnoah Zero always belongs to
Gen Urobochi, A-1 Pictures
Warning! Sho-ai, Boys Love, Slice of Life, Random
◊Happy Reading◊
.
「迎いに来た1」
.
"Aku datang menjemputmu."
Ia mendengus, memalingkan wajahnya dariku.
Aku membuka sel dingin itu, duduk di sampingnya, "Kau tidak ingin keluar dari tempat ini?"
Ia menatapku sebelum memutar kembali matanya dan memandang kearah lain. "Aku tidak pernah mengatakan itu," ujarnya keluar dari sel terlebih dahulu dariku. Ia berjalan cepat di depanku, membuat jarak yang cukup jauh, "Bukan berarti aku setuju pergi denganmu," lanjutnya melihatku keluar dari bangunan yang cukup besar yang memenjarakannya selama ini.
Dalam perjalanan, aku hanya memfokuskan diri pada jalan. Sesekali kulirik seseorang yang duduk di samping kursiku yang tak melepas pandangannya dari kaca jendela. Matanya yang berkilat oleh cahaya matahari, seakan membawanya kembali hidup dari kematian.
Segera kuubah alur perjalanan saat melihat arakan gelombang pantai yang tak asing dalam beberapa tahun belakangan ini. Segera kuparkirkan mobil hijau itu di jalanan.
"Bukankah langitnya cerah hari ini?" tanyaku keluar mobil dan menyandarkan diri di kaca jendelanya. Kaca mobil yang terbuka sepenuhnya menampakkan wajah sendunya terpapar sinar matahari.
Ia termenung, enggan keluar karena cahaya yang terasa panas di kulitnya, "Pemandangan ini mengingatkanku pada masa lalu," bisiknya.
Ya, itu juga mengingatkanku pada perang yang sudah terjadi selama beberapa tahun lalu. Perang antar planet tiada akhir.
"Aku ingin bebas, Orenji."
.
.
To Be Continue
1 Menjemputmu
N/A!
Hallo, hai semuanya! Lama nggak jumpa~
Ili sekali lagi mau ngebawain fanfic buat kalian semua (slap)~~
Untuk timelinenya sendiri sesudah AZ season 2 berakhir. Untuk kali ini Ili bikin yang fluffy aja. Suka yang manis-manis kan ya? Manis kayak Ili (serahserah #bakarauthor)
Oh iya karena cerita ini bisa random, kalau ada yang mau memberi masukan tentang cerita kehidupan cinta mereka #ea atau mau cerita cintanya masuk disini #uhuk silahkan PM Ili atau tulis di komen ya~ Karena ini basicnya random banget. Dan kalau misalnya pendek, maafkan ketidakmampuan Ili menulis cerita yang panjang hiks..
Okay, segitu aja kali ya dari Ili. Stay safe semuanya!
.
Then, Mind to Review?
.
Salam Wibu,
Illicia Eitherwise (15 September 2020)
