Kamen Rider x Arknights: PROJECT MASKED RIDER

[PROLOGUE: Grey Massive]

[AM 09.00] Kota yang tak disebutkan namanya.

Suasana berubah menjadi Chaos yang disebabkan oleh pembantaian massal yang dilakukan para Reunion.

"Reika! Dimana kau!" Kata seorang pemuda tersebut.

"Aku disini!" Kata seorang temannya yang hampir dikejar oleh pasukan Reunion.

"Kau tidak bisa lari, gadis kecil!" kata Pasukan Reunion itu.

"Oiii! Apa yang kalian lakukan!" Kata seorang pemuda tersebut sambil menghajar habis-habisan para Pasukan Reunion.

"Dasar manusia gak tau diri!" Pasukan Reunion itu mengangkat pedangnya dan mencoba untuk membunuhku.

"Tidak secepat itu!" Kata pemuda tersebut sambil menghunuskan belatinya dan membunuh pasukan Reunion tersebut, lalu mengambil MP5 di tasnya dan menembak mati pasukan Reunion satunya lagi.

"Aku takut.." Kata gadis tersebut.

"Tenanglah, kita akan mencari tempat aman, temanku" kata Pemuda tersebut.

Mereka berdua menghindari kekacauan di kota tersebut dan memutuskan untuk menyelamatkan banyak orang yang terjebak di dalam gedung. Pemuda dan gadis tersebut mencari tempat aman dan jauh untuk berlindung dari para Reunion.

Sementara itu, gadis kecil tersebut meminjamkan salah satu senjata di tasku yaitu Sniper Barrett. Ia mencoba merakit senjata tersebut dan mulai menembak mati semua pasukan Reunion yang melakukan tindak kekerasan fisik.

"Satu kena" Gadis itu terus menembak mati para Reunion.

"Luar biasa, darimana kamu tau belajar merakit senjata ini?" Kata pemuda tersebut sambil bertanya ke gadis tersebut.

"Aku belajar ini dari kedua orang tuaku yang merupakan pendiri Kontraktor Militer Pribadi Serpent Forces. Aku berlatih banyak hal dari kedua orang tuaku ini. Aku yakin suatu saat, kita akan menghabisi para Reunion sialan itu. Berjanji?" Gadis itu menjelaskan dan memberikan jari kelingkingnya sebagai janji untuk menghabisi para Reunion.

"Aku berjanji" Pemuda itu mengaitkan kelingkingnya

2 orang tersebut tetap berada di tempat gedung itu. Malam harinya, mereka berdua merancang strategi agar dapat menghabisi para Reunion hanya dalam satu malam. Mereka berdua menuju ke tempat kekacauan itu kembali dan menghabisinya tanpa ketahuan.

"Kau yakin ini berhasil?" Kata pemuda tersebut.

"Aku yakin" Gadis itu tersenyum.

2 orang itu menuju ke reruntuhan gedung itu. Aku menemukan suatu benda misterius dan menaruhnya di tasku untuk sekedar iseng hingga tiba-tiba mengeluarkan laser merah ke arah pasukan Reunion. Akan tetapi, gadis tersebut bertemu dengan seorang pria berbaju putih dan memperkenalkan dirinya.

"Namaku Mephisto, dan aku akan menculik gadis ini. Oh gadis ini lucu sekali ya? Apakah dia pacarmu?" Mephisto memperkenalkan dirinya sambil memberitahu tujuannya.

"Jangan kau culik aku!" Kata gadis itu.

"Omonganmu itu gak bisa dijaga ya? Lu mau tinggal nama? Hah!?" Kata pemuda itu dengan nada ngamuk.

"Justru elu yang tinggal nama tau gak!?" Mephisto ikut emosi.

"Beraninya lu!" Pemuda itu membabi buta Mephisto hingga mengalami lebam di muka.

"Jangan mencampuri urusan Reunion!" Mephisto menghajarnya dengan serangan balasan.

Dua orang terus bertarung. Hingga akhirnya dia berhasil membuat pemuda itu tumbang.

"Dan sekarang siapa yang tinggal nama?" Kata Mephisto.

"Dan siapa yang harus kena batunya?" Pemuda itu mengambil Device itu dan menembakkan laser tersebut.

Laser dari Device tersebut membuat Mephisto terhempas sejauh puluhan meter dari pemuda dan gadis itu.

"KAUUUU!" Mephisto berlari dan menyerang pemuda itu, namun digagalkan oleh seorang penduduk yang bersembunyi

"EH?" Gadis itu ketakutan.

"..!?" Pemuda itu terkejut.

"Jangan.. Kau sakiti… Orang ini…" Kata penduduk itu sebelum akhirnya tewas.

Pria tersebut tewas didepanku dan juga di hadapan Mephisto. Mephisto yang sudah gelap mata dan marah, lanjut menyerangku.

"ORANG-ORANG SIALAN!" Mephisto menyerang pemuda itu. Namun masih bisa menangkis serangannya.

"Heiyaaaaaah!" Pemuda itu mematahkan serangan Mephisto.

Gadis itu memasang sebuah sabuk tersebut di pinggang pemuda itu. Akan tetapi, Ia tidak tahu harus bagaimana caranya untuk berubah.

"Ini caranya" Gadis itu meraih tangan pemuda itu dan melakukan tinju di telapak tangannya.

[READY]

Pemuda itu memasang devicenya ke belt

[FIST ON]

Tubuh dari pemuda itu ditutupi oleh Armor Putih biru dengan helm berornamen emas.

"Ini kan?" Pemuda itu kaget, Ia berubah menjadi Kamen Rider.

"Sekarang, impianmu sejak kecil terwujud!" Kata Gadis itu.

"Ah.. Barusan apa yang terjadi?" Mephisto terbangun

Secara tidak sadar, pemuda itu menjadi Kamen Rider IXA dalam Save Form. Ia mulai melanjutkan pertarungan dengan Mephisto hingga ditonton oleh pasukan Reunion yang lainnya.

"Tidak! Ini tidak mungkin!" Mephisto kesal.

"Ingat satu ini. Setiap nyawa orang tak bersalah yang kau renggut, kembalikanlah kepada Yang Maha Kuasa!" Kata pemuda itu.

"Dasar KAU ORANG TAK BERGUNA!" Mephisto mengamuk dan menyerang pemuda itu.

Pemuda itu memasang sebuah device berbentuk peluit yang dapat mengaktifkan serangan akhir

[IXA Knuckle, Rise Up]

Pemuda itu melayangkan tinjunya kearah Mephisto dan membuat Mephisto sekali lagi terhempas jauh dan bajunya robek-robek, begitu juga dengan pasukan Reunion yang terhempas seperti bowling. Mereka mencoba untuk menyerang pemuda itu, tetapi Ia berhasil membuat mereka melemah dan bisa dituntaskan. Mephisto yang sudah ketakutan memilih untuk kabur.

"Aku akan tetap meneror siapapun! DENGAR ITU, PAHLAWAN BERARMOR!" Mephisto berbicara dengan lantang di depan pemuda itu lalu pergi.

"Lu 100000000 tahun terlalu awal untuk bisa mengalahkanku! PRIA KERDIL!" Kata pemuda itu dengan nada keras dan menghina Mephisto yang pergi dan bomat alias bodo amat.

"Syukurlah" Gadis itu lega.

Tiba-tiba sesudah Pemuda itu menggunakan belt tersebut, Ia langsung tak sadarkan diri di depan gadis itu karena efek dari penggunaan Belt tersebut yang sudah mengeluarkan asap. Akan tetapi, kendaraan darurat Rhodes Island datang dan membawa pemuda itu ke dalam mobil tersebut.

"Kalian siapa?" Kata gadis itu.

"Kami dari Rumah Sakit Rhodes Island, bisa bantu kami membawa pemuda ini?" Kata gadis berambut coklat dengan telinga kelinci.

"I.. Iya" Gadis itu mau.

"Oh ya, kalau boleh tau. Siapa namamu?" Tanya gadis kelinci itu

"Namaku Reika.. Reika Rashford" Rika memperkenalkan dirinya sebagai gadis itu.

"Namaku Amiya" Amiya memperkenalkan dirinya.

Mereka lalu berangkat ke tempat yang belum diketahui untuk menolong pemuda tersebut.

Beberapa hari kemudian.. Pemuda itu terbangun di sebuah ruangan aneh dan melihat semua item Henshinnya ada di meja. Ia bertemu dengan Amiya dan menawarkannya untuk menjadi dokternya.

"Ku dengar, kau menyelamatkan gadis itu?" Kata Amiya

"Yap" Kata pemuda itu.

"Kalau begitu, apa kau bersedia menjadi Dokter disini?" Kata Amiya sekali lagi.

"Dokter? Apa yang kamu maksud itu… Pekerjaan yang menyembuhkan banyak orang?" Kata pemuda itu dengan raut muka penasaran.

"Iya, tapi kau juga dapat bekerja bersama kami. Apa anda mau bekerja sama dengan kami?" Amiya menawarkannya.

Pemuda itu berpikir dan akhirnya mau bergabung dengan Amiya.

"Aku bersedia demi menyelamatkan banyak orang" Kata pemuda itu.

"Selamat ya, anda adalah dokter kami" Amiya senang.

"Hehe… Ini mungkin akan menjadi level baru bagiku. Dimana Reika?" Kata pemuda itu sambil cekikikan.

"Reika sudah dibawa oleh Franka untuk dilatih olehnya" Kata Amiya.

"Setidaknya dia bersama orang yang benar-benar mau melindunginya. Kuharap dia baik-baik saja" Kata pemuda itu.

Sejak inilah dia memulai karir awalnya sebagai seorang dokter dan Kamen Rider. Kisahku baru saja dimulai dari sini.

[PROLOGUE END]