Summary:

Obito dan Kakashi. Kedua pria tersebut memutuskan untuk pergi ke pemandian air panas bersama untuk pertama kalinya setelah perang berakhir. Apakah rencana terselubung Kakashi berjalan lancar? Spin-off dari fanfic "Masa Depan!" (Warning: BL/Yaoi! KakaObi)

Author's Note :

Tenang saja, kalian tidak perlu membaca fic "Masa Depan!" untuk memahami alur cerita fic ini. Berikut ringkasan singkatnya:

Kakashi masih memiliki sharingan Obito karena tidak direbut Madara (Edo-Tensei) di waktu perang. Obito juga selamat dari PDS 4 dan -sebenarnya- tidak mengerjar-ngejar Rin seperti di canon.

Oh! Anggap saja Obito dapat menonaktifkan rinnegan-nya di fic ini, hehe.


.-~[•••••]~-.

"Onsen"

(Spin-off & Alternate Ending dari fanfic "Masa Depan!")

Story by ShapeShifter365

Disclaimer: Naruto belongs to Masashi Kishimoto

Rating: M

Genre: friendship, romance

Warning: Yaoi/BL

(18+)

Don't Like, Don't Read

Enjoy,


Uchiha Obito.

Ya. Pria itu memutuskan untuk kembali ke 'sisi terang' di akhir perang beberapa pekan lalu dengan alasan -yang akan menjadi anime dengan ratusan episode- jika ingin dijelaskan.

Andai diringkas menjadi satu kata, alasannya adalah "ObitodimanfaatkanMadarayangternyatajugadimanfaatkanZetsuuntukmembangkitkanKaguyademimembuatpasukanuntukmelawanparaOootsutsukilainyanginginmenginvasibumi"

Well, menarik bukan? (ditampar readers)

Lupakan.

Sang Uchiha berambut putih itu kini telah kembali ke kampung halamannya; Konoha. Meski tidak sedikit penduduk -shinobi- yang menentang, mereka tetap tidak dapat melawan jika sang Hokage sendiri yang menjamin si pria Uchiha tersebut.

Walaupun aliansi shinobi masih memikirkan hukuman apa yang cocok bagi sang Uchiha, seorang Hatake -dengan tingkat kemesuman yang hanya dapat ditandingi oleh sang Sannin katak- malah penasaran dengan apa yang tersembunyi di balik pakaian -mantan- rekan satu timnya itu.

Karena itulah mengapa Kakashi, sang Rokudaime Hokage sendiri akhirnya mengajak -memaksa- Obito untuk pergi ke onsen demi mengobati rasa penasarannya. Meski niatan tersembunyi tersebut tentu tidak akan pernah diakui secara terang-terangan oleh sang Hatake.

•••

Seorang pria berambut putih tampak berdiri di dekat pintu masuk sebuah pemandian air panas. Orang itu terlihat memakai kaos hitam lengan panjang (tanpa rompi hijau) standar Jounin Konoha dengan lambang pusaran air di bagian punggungnya. Well, terima kasih kepada seorang Hatake yang berbaik hati memberikan beberapa pakaian miliknya.

Ia tampak sedang menunggu seseorang sebelum masuk ke tempat tersebut.

"Yo!" sapa seorang rambut perak yang tiba-tiba muncul dari ketiadaan dengan tangan kanan terangkat beberapa saat kemudian.

"Kau terlambat 30 menit," ucap datar Obito sembari memberi tatapan tajam pada sosok di depannya.

"Gomen, gomen. Tadi aku baru membantu nenek-nenek menyeberang jalan, kemudian memutar arah karena melihat kucing hitam, lalu terjebak di jalan bernama kehidupan," bela Kakashi yang langsung dihadiahi pukulan oleh sang Uchiha.

"Bletak!"

"Ouch,"

Tidak ingin membuang waktu, mereka berdua akhirnya memutuskan untuk masuk ke tempat tersebut.

"Konnichiwa~" sapa seorang wanita sembari tersenyum ramah dari balik counter di hadapan mereka.

"Tolong reservasi untuk Hatake," ucap Kakashi yang membuat mata sang Uchiha melebar.

"Untuk apa itu?" bisik sang Uchiha dengan kedua alis terangkat yang hanya dibalas tatapan penuh arti dari sang rambut perak.

Setelah melakukan pembayaran, Kakashi dan Obito dituntun seorang pelayan ke tempat tujuan mereka.

•••

"Kau berlebihan," ungkap Obito dengan kedua mata terbelalak saat melihat pemandangan di depannya.

Bagaimana tidak? Di hadapannya kini tampak sebuah kolam air panas berukuran cukup luas. Obito pikir tempat itu bahkan mampu memuat sepuluh orang lebih, meski hanya sebagai pemandian pribadi.

Ya, kalian benar. Si pria Hatake membawanya ke pemandian air panas pribadi yang bahkan seukuran dengan -jika tidak lebih besar dari- pemandian umum standar. Damn! Kakashi bahkan telah melakukan reservasi sebelumnya.

"Apa maksudmu?" balas Kakashi pura-pura tidak mengerti maksud sang Uchiha.

Setelah berterima kasih kepada sang pelayan dan menutup pintu, Kakashi segera mengajak Obito ke ruang ganti di sebelah mereka.

"Kau tahu, Obito?"

Kakashi melepas satu persatu pakaiannya sembari memerhatikan sosok di sampingnya yang ternyata sedang memandang balik dirinya.

"Apa?" ucap ketus Obito menghentikan gerakan tangannya setelah dirinya telanjang dada.

"Semenjak perang berakhir, aku selalu memikirkan bagaimana bentuk bendamu secara setengah tubuhmu terbuat dari sel Hashirama,"

Obito mampu melihat raut penasaran Kakashi dengan jelas.

"A-apa maksudmu?" balasnya kemudian; mengetahui niatan tersembunyi sang Hatake.

"Hmm,"

Kakashi hanya bergumam sebelum melepas celana sekaligus pakaian dalam miliknya.

"Kau tahu? Benda seperti ini, di selangkanganmu," tunjuk Kakashi pada area pangkal pahanya sendiri, kemudian ke arah Obito sehingga sukses membuat sang Uchiha merona.

Sang Uchiha tampak sedikit melebarkan matanya saat melihat tubuh Kakashi yang tidak tertutupi oleh sehelai benang pun kecuali sehelai kain di wajahnya.

"Shit," batin Obito setelah secara 'tidak sengaja' menurunkan pandangannya ke bagian privat pria di hadapannya.

Tampaklah sebuah benda yang menggantung lemas di pangkal paha sang Hatake dengan rambu-rambut halus keperakan di sekitarnya.

Tidak, ini bukan pertama kalinya mereka melihat tubuh tanpa busana satu sama lain. Sayangnya, belasan -atau bahkan puluhan- tahun telah terlewat semenjak terakhir kali mereka dalam kondisi seperti itu.

Tentu saja banyak yang berubah pada masing-masing tubuh Kakashi dan Obito selama tahun-tahun tersebut, baik dari postur tubuh, otot-otot yang makin terlatih dan terutama benda mereka.

Well, jangan salahkan dirinya karena tidak pernah melihat tubuh tanpa busana orang lain selama hampir dua dekade.

"Madara dan rencana sialnya," umpat Obito dalam hati. Ia merasa bagian privatnya mulai berkedut.

"Tertarik dengan apa yang kau lihat, Obito-kun?" goda Kakashi saat melihat gundukan yang mulai membesar di area selangkangan sang Uchiha. Ia menghadap Obito dengan tangan besedekap tanpa keraguan sedikitpun.

"Setidaknya kau masih memilikinya dan tampak fungsional," lanjut sang Hatake dengan tatapan terhibur.

"Shit!" "Shit!"

"Shit!"

Obito semakin mengumpat dalam hati karena merasakan bendanya memutuskan untuk 'bangun' di saat seperti ini.

"Kami-sama!" batinnya kemudian, merasa darah mulai mengalir menuju wajahnya.

Obito merasa harga dirinya sebagai -mantan- Uchiha Madara 'wannabe' telah hancur berkeping-keping dan terbang terbawa angin.

Ereksi di depan sang Hatake. Obito ragu ada yang lebih buruk dari itu. Sang Uchiha jauh lebih memilih untuk membiarkan Madara mengambil bola matanya dibanding berada dalam kondisi seperti ini.

Memikirkannya saja membuat Obito ingin menenggelamkan diri di laut terdalam setelah membiarkan Sanbi menelan tubuhnya sehingga tidak ada lagi manusia yang dapat menemukannya.

"G-gomen," ucap Obito lirih merasa telah kehabisan kata-kata.

Ia mengalihkan pandangan menuju loker di samping mereka sembari sedikit menundukkan kepalanya.

"Hei," balas tiba-tiba Kakashi sambil meletakkan kedua tangannya di pundak Obito saat melihat raut bersalah di wajah sang Uchiha.

"Seperti yang kubilang, setidaknya kau masih memilikinya dan tampak fungsional," lanjutnya dengan sedikit nada humor.

Tidak mendapat respon apapun, sang Hatake menarik dagu pria di depannya sehingga menghadap ke wajahnya.

Kakashi terkejut. Bukan, sangat terkejut.

Bagaimana tidak? Dirinya kini melihat bulir-bulir air mata yang mengancam untuk jatuh dari kedua bola mata pria di depannya.

"Obito?" gumam Kakashi pelan.

"Maafkan aku. Aku tahu dirimu sebagai Hokage pasti memiliki banyak kesibukan, tapi masih sempat untuk mengajakku ke tempat seperti ini. Heck! kau bahkan telah memesan ruangan pribadi untuk kita."

Mata Kakashi membulat sempurna sebelum sang Uchiha kembali melanjutkan ucapannya.

"-dan apa yang kulakukan untuk membalasnya? Aku ereksi di hadapanmu! Mantan rekan satu tim, rival, sahabatku sendiri. Kau pasti makin menganggap hina diriku yang lebih rendah dari sampah ini. Setelah dengan bodohnya membunuh Minato-sensei, mencoba menghancurkan Konoha, memburu para bijuu, memulai perang dunia ninja, kini terangsang di depan temannya sendiri. Aku.."

Kakashi segera mendekap sosok didepannya sebelum sempat melanjutkan kata-katanya.

"A-aku, sialan!" gumam Obito tak dapat menahan lagi air matanya. Ia akhirnya berhasil mencurahkan segala emosi dan beban pikirannya yang ia pendam sendiri bertahun-tahun lamanya di hadapan sang Hatake.

Isak tangis tertahan kini memenuhi ruangan sunyi tersebut.

Tidak tahu ingin berkata apa, Kakashi hanya dapat mengeratkan dekapannya dan mengusap perlahan punggung sosok di hadapannya itu. Ia bahkan dapat merasakan sebelah bahu miliknya mulai basah oleh air mata sang Uchiha.

Kakashi hanya membiarkan saat selangkangan keras Obito tidak sengaja beradu dengan miliknya yang hanya dibatasi dengan celana sang Uchiha.

"Maafkan aku," ucap Obito di sela-sela isakannya dengan bahu sedikit bergetar.

Ia bahkan tidak ingat kapan terakhir kali membiarkan penjagaan mentalnya melonggar seperti sekarang. Mungkin hanya Kakashi dan tim geninnya (tim Minato) saja yang Obito izinkan untuk melihat sisi lemah dirinya ini.

Kakashi kini mengusap-usap surai putih Obito menggunakan sebelah tangannya tanpa melepaskan dekapan dari tangan satunya, berusaha memberikan support pada sang Uchiha.

Setelah beberapa menit yang terasa seperti keabadian, akhirnya isakan Obito mulai mereda sehingga sang Hatake melonggarkan dekapannya.

Kakashi menatap Obito yang kini tampak sembab, kemudian secara lembut mengusap sisa-sisa air mata pada wajah di hadapannya.

"M-maafkan aku," ulang sang Uchiha untuk yang kesekian kalinya, merasa ereksinya makin mengeras saat merasakan kelembutan perbuatan Kakashi.

"Shh," gumam Kakashi kembali menenangkan.

"Khe! Debu sialan. Seharusnya aku tetap memakai googles untuk melindungi mataku," ucap Obito yang tampak seperti pengalihan topik sembari menutup mata dengan sedikit seringaian di bibirnya.

"Hm. Mungkin kau benar, Uchiha Obito dan mata sensitifnya. Mau mencarinya (googles) bersama?" tawar sang Hatake yang sebenarnya hanya sebagai gurauan sebelum mendapati Obito mengangguk menyetujui tawarannya.

"Okay!" sahut Kakashi sembari tersenyum untuk menutupi keterkejutannya.

•••

"Well?" ucap Kakashi pada sosok di hadapannya dengan nanda mengantung.

"..."

"Apa kita jadi berendam?" lanjutnya lagi saat melihat raut bingung sang Uchiha.

"Ano, b-bagaimana dengan ini?" gumam Obito sambil menunjuk 'situasi' pada selangkangannya.

"Tampaknya benda itu tidak akan 'tidur' dalam waktu dekat," goda sang Hatake dengan menyentuh tonjolan di hadapannya itu.

"Uhh," lenguh Obito secara tidak sadar saat merasa sentuhan Kakashi pada kejantanannya.

Mendengar desahan Obito dan merasakan selangkangan sang Uchiha yang berkedut saat ia sentuh, kejantanan Kakashi tampak memberi respon.

"K-kashi?" ucap Obito dengan panggilan masa muda mereka secara tidak sadar saat melihat benda Kakashi yang juga tampak mulai 'bangun'.

"Ahaha, sepertinya kau tidak mengalaminya sendirian" gurau Kakashi sembari menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tidak gatal itu saat merasakan kejantanannya telah tegak lurus menantang gravitasi.

"…"

"Obito," panggil sang Hatake saat merasa sosok di depannya tidak memberi respon.

"Aku mulai kedinginan," lanjut Kakashi sembari meletakkan kedua tanggannya pada pinggul sang Uchiha; memberi kode untuk melepas celananya agar mereka dapat segera berendam.

"O-ohh," gumam pelan Obito sebelum mulai melepas celananya.

Kakashi memerhatikan Obito saat ia melepaskan pakaian terakhirnya, membiarkan kejantanan yang sedari tadi tersembunyi untuk menampakkan dirinya.

Sesaat setelah menurunkan pakaian dalamnya, kejantanan keras Obito segera menyembul ke atas melawan gravitasi.

"Ahh," desah pelan sang Uchiha merasa bendanya akhirnya terbebas dari belenggu celananya.

Sang Hatake membulatkan mata setelah melihat benda yang membuatnya penasaran selama ini terpampang nyata tepat di hadapannya.

Ia mengamati bentuk 'daging keras' di depannya. Bagaimana pre-cum mulai keluar dari kepala penis sahabatnya yang sebagian masih tertutupi foreskin dan bagaimana ereksinya yang bahkan mampu mengalahkan milik Kakashi.

Bagaimana tidak? Miliknya hanya mengarah ke depan saat dalam kondisi keras sepenuhnya, dibanding kejantanan sang sahabat yang tampak condong ke atas seolah tak takut dengan gravitasi.

Lupakan.

"Kashi?" gumam Obito sedikit merona saat menangkap basah Kakashi sedang lekat mengamati kejantanannya.

Well.. Jika Obito perhatikan, kejantanannya tanpak lebih panjang dari benda sang rival yang tampak 'tebal'. Miliknya juga lebih condong ke atas dibanding Kakashi.

"Ugh," sang Uchiha merasa kejantanannya kembali berkedut hanya karena memikirkan hal tersebut.

"Sial!"

Tersadar dari lamunannya, Kakashi segera mengajak Obito menuju ruang bilas untuk membersihkan badan mereka sebelum dapat berendam, tidak mengindahkan 'kondisi' mereka yang sebenarnya sama sekali tidak nyaman tersebut.

"Aku hanya ingin segera berendam," bela sang Hatake dalam hati.

•••

Mereka kini duduk bersebelahan di ruang bilas, sibuk membersihkan tubuh masing-masing.

"Obito?" panggil Kakashi yang kembali tak dapat menahan rasa penasarannya.

"Hm?" balas sang Uchiha sembari mengguyurkan air untuk membilas sabun di tubuhnya.

"Mengapa bentuk bulumu seperti itu?" lanjut sang Hatake.

Obito memperhatikan arah tatapan Kakashi yang menuju area pangkal paha -yang masih keras- miliknya sebelum mengetahui apa yang dimaksud sang rival.

"Ahh, bagian tubuhku yang telah tercampur sel Hashirama entah kenapa tidak bisa menumbuhkan rambut selain di kepala," terang sang Uchiha sembari memperhatikan rambut-rambut halus yang hanya terdapat di beberapa area bagian kiri tubuhnya.

"Benarkah?" tanya Kakashi tampak terkejut bercampur rasa tidak percaya sembari memutar tubuhnya menghadap sosok di sampingnya.

Sang Uchiha hanya membiarkan perilaku aneh sang rival saat kedua lengannya diangkat.

Kakashi mulai meraba kulit sang sahabat mulai dari bagian atas tubuhnya. Ia merasakan rambut-rambut halus di sepanjang lengan kecoklatan Obito.

Kakashi kembali menjelajahi kulit di hadapannya sebelum beralih ke sisi sebelahnya yang diberi sel Hashirama.

"Well.. setidaknya kau hanya memerlukan setengah waktu untuk bercukur," ucapnya kemudian.

"…"

"Benar-benar mulus," lanjut Kakashi menatap kagum sembari tetap mengusap lengan putih di hadapannya sehingga membuat sang pemilik sedikit merona.

"Ugh. K-kakashi," gumam Obito tampak menahan kegeliannya yang hanya direspon dengan mulai menyentuh titik-titik sensitif sang sahabat yang tentu diketahui sang Hatake.

"H-hei!" gerutu sang Uchiha sembari menggigit bibir bagian dalamnya, berusaha mencegah tawa yang akan keluar jika tidak ia tahan.

"Ada apa, Obito-kun?" goda Kakashi yang tentu hanya dibalas tatapan tajam oleh sosok di depannya.

Sang Hatake makin meningkatkan gelitikannya pada pangkal lengan dan ceruk leher Obito.

"Si-sialan, Bakakashi!" Sang Uchiha tampak mulai tidak kuat menahan tawa agar tidak keluar dari bibirnya.

"Pfft!"

Dan pertahanan terakhir Obito akhirnya runtuh.

"Ha-haha!"

"S-stop! Ugh,"

"Hahaha!" sang Uchiha tak dapat menghentikan tawanya.

Tanpa mereka sadari, Obito telah dalam posisi terlentang di lantai ruangan tersebut dengan Kakashi di atasnya yang masih sibuk menggelitiki sang Uchiha.

Damn! Obito adalah mantan anggota Akatsuki yang bahkan sukses menginisiasi perang dunia ninja keempat. Dirinya tentu dapat dengan -sangat- mudah menghentikan Kakashi, namun lebih memilih untuk mengatupkan mata dan membiarkan tindakan sosok di hadapannya.

"Hmm," gumam Kakashi tampak terhibur dengan gelak tawa sang sahabat yang ia rindukan selama bertahun-tahun akhirnya dapat ia dengar kembali.

Obito membuka matanya saat merasa gerakan sosok di depannya mulai melambat, hanya untuk dikejutkan dengan air mata yang tampak mengalir di wajah sang Hatake, bahkan ada beberapa tetes yang sukses mengenai tubuh telanjangnya.

"K-kakashi?" panggil Obito sedikit panik sembari bangkit dari posisi terlentangnya menjadi duduk kembali.

"Ahh. Gomen, gomen. Sepertinya debu sialan itu ikut mengenai mataku, hehe," ucap sang Hatake setengah bergurau sambil tersenyum saat melihat raut khawatir sosok di hadapannya.

"A-apa aku melakukan kesalahan?" gumam ragu Obito sembari kembali mengalihkan tatapannya. Air mata mulai berkumpul di kelopak mata sang Uchiha.

Kakashi membulatkan matanya. Bagaimana tidak? Sosok kuat yang selama ini ia lawan saat masih di Akatsuki tampak kembali seperti Uchiha Obito yang Kakashi kenal semasa genin dengan segala tawa, kelabilan dan kecengengan yang ia sukai.

"Obito," panggil sang Hatake sembari dengan cepat mengusap air matanya sendiri, lalu kembali menatap sosok di hadapannya.

"Ti-tidak ada yang salah. Aku hanya teringat masa-masa kita sebagai genin," terangnya kemudian.

"Oh ya? Apa yang kau ingat?" tanya Obito yang tampak teralihkan dengan alasan sang Hatake.

"Banyak hal. Meski aku lebih memilih kalau kita membahasnya sembari berendam," tawar Kakashi yang kembali merasa kedinginan.

"Ahh. Te-tentu saja," balas Obito kemudian saat baru menyadari kalau kejantanan mereka berdua telah kembali 'tertidur'.

"Untungnya," batin sang Uchiha sebelum merasa tanggannya digenggam oleh Kakashi menuju kolam air panas di hadapan mereka.

Tak lama kemudian, mereka telah tiba di pinggir bak -kolam- air panas raksasa yang menanti untuk mereka masuki.

"Ugh. Panasnya," gerutu Obito meski tetap mulai merendam tubuhnya hingga sebatas bahu yang hanya dibalas sang Hatake dengan gumaan singkat sebelum menyusul sang sabahat.

"Akhirnya setelah sekian lama," ungkap Kakashi saat hampir seluruh tubuh mereka terendam air.

Kedua pria tersebut tampak menikmati air panas yang memberi sensasi menenangkan di tubuh mereka masing-masing.

•••

"Kakashi," panggil sang Uchiha sebelum melanjutkan kata-katanya.

"Apa yang kau ingat di masa-masa genin kita?" tanya Obito yang tampak sedikit penasaran.

"Hmm? Banyak hal. Saat kau dengan bodohnya melukai tanganmu sendiri hingga membuat Rin terpaksa mengobatinya. Lalu saat dirimu selalu mengoceh tentang ingin menjadi Hokage seperti Naruto," terang Kakashi sembari menggali ingatannya yang lain.

Sang Uchiha tampak serius mendengarkan ocehan sosok di hadapannya yang bahkan masih berlanjut.

"Kemudian saat aku menangkap basah dirimu yang keras kepala melanjutkan berlatih kontrol chakra di atas pohon di tengah hujan lebat sehingga aku terpaksa merawatmu yang terkena demam esok harinya," lanjut sang surai perak tanpa jeda dengan senyuman yang tampak di wajahnya.

Sang Hatake tampak menarik nafasnya sebelum melanjutkan ucapannya.

"Lalu juga saat kau menatap cemburu diriku yang satu-satunya lolos promosi Jounin di tim kita sementara kalian berdua masih Chunin. Oh! Juga ketika dirimu membangkitkan sharingan dengan secara bodohnya -lagi- mencoba melindungiku saat kita diserang oleh musuh yang tidak terlihat."

Kakashi terlihat mencoba menyetabilkan nafasnya setelah selesai dengan cerita -ocehan- panjang kali lebarnya dengan menampakkan senyuman penuh nostalgia di wajahnya.

Obito mulai melebarkan matanya saat tersadar kalau ingatan yang Kakashi ceritakan semasa muda mereka selalu terlibat dengan dirinya.

"K-Kakashi, kau-"

"Hm?" gumam Kakashi sembari menoleh menghadap sosok sang Uchiha yang matanya tampak kembali berair.

"Damn, Obito. Apa debu-debu sialan itu juga mengenai matamu di tempat ini?" tanya Kakashi sembari menaikkan sebelah alisnya.

"A-ahh. Tidak, tidak. Hehe," balas singkat sang Uchiha sembari menggaruk belakang kepalanya -yang dapat dipastikan tidak gatal- tersebut.

"Apa yang kau ingat tentang Rin?" lanjutnya lagi untuk mengalihkan topik.

"Rin? Dia ninja medis yang cukup baik," gumam Kakashi sedikit sendu saat mengingat chidori-nya yang sukses menembus dada gadis tersebut, secara tidak langsung mengakibatkan segala kegilaan yang terjadi selama ini.

Obito terkejut melihat raut bersalah di wajah sahabatnya.

Tentu saja. Sebenarnya ia telah mengetahui kisah sebenarnya tentang 'insiden Rin' dari Madara (ET) yang mengaku kalau semua itu telah ia rencanakan.

Obito juga telah memaafkan Kakashi dan melupakan insiden tersebut, meski sang Hatake masih tampak bertindak sebaliknya.

"Kakashi, insiden itu bukan salahmu. Kau ingat pengakuan Madara (ET) bukan?" ucap Obito mencoba menenangkan sang sahabat.

"Hmm," gumam singkat Kakashi sembari menyandarkan kepalanya pada sebelah bahu sang Uchiha.

Menutupi keterkejutannya terhadap tindakan tiba-tiba Kakashi, Obito hanya dapat mengusap lembut surai keperakan sosok di sebelahnya sebelum mereka kembali berendam dalam diam.

TBC


A/N:

Halo minna~ Bertemu kembali dengan author -yang labil untuk update fanfiction- satu ini, wkwk.

Apa readers-tachi suka dengan cerita seperti ini?

Author berusaha membuat spin-off ini lebih menceritakan tentang perkembangan hubungan KakaObi agar tidak seperti fic PWP -UhukcaughtintheactUhuk- meski tetap rated M, hehe.

Oh ya, author memutuskan membuat fic ini menjadi twoshoot. Chapter depan akan menceritakan kegiatan KakaObi mencari googles sebelum akhirnya tamat, wkwk. (ditampar readers)

Fyi, kalian boleh loh request konsep fanfiction seperti apa yang kalian suka. Jika bisa -dan sempat- author akan berusaha membuatnya. (Ps. apalagi kalau fic bertema time travel atau slash, hehe)

The last but not least, jangan lupa beri tanggapan, kritik dan saran kalian sehingga author dapat mengkoreksi diri dan membuat fanfiction yang lebih baik di lain kesempatan.

Ingat untuk #StaySafe dengan menjaga jarak, sering-sering cuci tangan, gunakan masker dan usahakan tetap #DiRumahAja selama pandemi ini belum berakhir.

As always, arigato gozaimashita~

Author,

09 Juni 2020