Sudah jangan cerita lagi ….

Hoy summary macam apa ini.

Ba Dum Tss!

emirya sherman

Disclaimer:

I own nothing, Tokyo Ghoul belongs to Ishida Sui.

Warnings :

Misstypes. Out of characters. Never mean to bash anyone.

Forgive me Ishida-sensei

Chapter 1 : Curhat Om Yamori

Based on true story #kicked. Ehm.. I mean based on manga scene chapter 61 when Kaneki was torturing by Yamori

...

.Distrik 11 yang dikenal dengan daerah berbahaya akan dilakukan operasi pembersihan Ghoul yang akan dilakukan CCG, sedangkan saat ini adalah hari H nya. Bersetting di sebuah gedung markas Aogiri dipinggir laut tepatnya di bagian gedung yang terpisah dari gedung lainnya, Yamori alias Jason sedang bersenang-senang dengan mainan barunya.

Sang mainan adalah tak lain tak bukan Kaneki Ken yang disekap di ruangan tanpa ventilasi, berlantai kotak-kotak dan tak ada perabot lain kecuali kursi yang didudukinya dan peralatan bedah atau peralatan tukang? yang tidak tahu Yamori curi dari toko bangunan mana. Entah sudah kali ke berapa Yamori menyuntikkan cairan penekan sel Rc, entah kali ke berapa pula Yamori sok-sokan jadi ahli bedah memotong-motong(?) tubuh Kaneki. Muak dan lelah dengan semua ini, Kaneki hanya bisa berteriak melepaskan semua beban dan rasa sakit yang selama ini diterimanya. Entah apa yang terjadi dengan mentalnya, entah masih dalam batas kewarasan atau tidak. Meskipun Kaneki tidak menyangkal jika dirinya perlahan-lahan menjadi gila karenanya.

Kaneki benar-benar tidak sanggup lagi menerima siksaan yang diberikan Yamori, Kaneki sudah lelah mendengarkan racauan kesenangan Yamori, meskipun nyatanya focus pikirannya bukanlah mendengar ocehannya tetapi menghitung angka-angka sial yang diperintah Yamori.

' Apa lagi yang tersisa selain keputusasaan?' batinnya bertanya pilu.

Persetan .…

"Kaanekii-kun, waktunya babak baru," suara Yamori terdengar dari pintu.

'Babak baru jidatlu, elu kira lagi maen cerdas cermat?' jawab Kaneki kabur dari kenyataan.

"Menurutmu kenapa aku bisa menikmati saat menyiksa orang lain?" Tanya Yamori random.

'Hentikan'

"Kau ingin tahu? Hey? Ya, pasti kau ingin tahu," kata Yamori sambil menjambak rambut Kaneki.

'Bodo amat ah'

Tanpa tedeng aling-aling nyerocoslah Yamori, bercerita panjang lebar, entah ada yang dengar atau tidak. Ck ck ck kasian.

"Dulu sebelum aku dipanggil Jason, aku berbuat kesalahan dan dikirin ke kamp pengasingan Ghoul di Distrik 23. Aku tetap dibiarkan hidup dengan siksaan demi informasi yang aku punya. Di sana ada seorang detektif yang gila bahkan untuk manusia sekalipun."

Sembari mendengar omongan Yanori Kaneki terdiam dan bahkan berniat tidur saja, 'nih orang ngotot banget sih pingin cerita' Mungkin ini adalah sedikit waktu untuknya beristirahat sejenak dari siksaan Yamori.

"Hoy bocah … kau mendengarkanku tidak?!" hardik Yamori

"H ... ha ... siapa?" Tanya Kaneki setengah sadar.

"KAU … KAU DENGAR TIDAK!" Hell, Yamori mulai jengkel

"Maksudku, siapa yang tanya."

Krikk …, kayaknya kamu salah waktu buat ngetroll orang deh Kaneki. Dan dongeng Om Yamori pada Kaneki pun berlanjut dengan dijepitnya telinga Kaneki dengan jepitan jemuran warna pink cerah ngejreng, entah dapat dari mana.

"Seiring berlalunya kehidupan dengan siksaan itu, aku mati-matian mencari cara lepas dari penderitaanku .…"

Bla - bla – bla ….

'Aku lelah hentikan semua ini, plis pengen pulang,' batin Kanek mulai jengkel sambil menundukkan kepala.

"Dan suatu hari, karena satu kesempatan dalam .…"

"HYAHHH … BERISIK! …."

SPRITT…. DRIPP … DUAK .…

Dalam sekejap Kaneki bangkit, menendang dan mencekik Yamori dengan rantai yang melilit tangannya. Yamori pun tercekik dan jatuh terlungkup berguling-guling di lantai. Memanfaatkan momen, Kaneki menginjak injak Yamori dengan jengkel.

"Di …dialogku belum se ... le ... sai, ngikutin script aja kenapa sih! .…"

BUGG ... BUGG … BUGG .…

Kaneki tidak peduli dan tetap menginjak-injak kali ini dengan kedua kakinya, malah dikiranya sedang main trampolin kali.

"Elu kalo mau curhat sono ke jurang aja, ngeselin banget tau gak .…"

"Ack … ampun, pu … punggungku …."

Kaneki … mungkin Yamori punya encok.

Tidak peduli dengan Yamori yang menuntut untuk mengikuti script (?), Kaneki tetap menganiaya Yamori sambil mengata-ngatai psikopatlah, noraklah, freaklah, lansialah wajar lansia kan kodratnya pasti mengingat-ingat peristiwa masa muda.

Setelah puas membully Yamori, Kaneki berbalik menuju pintu untuk pulang. Kalo kayak gini sih squad bantuan dari Anteiku pun tidak perlu susah-susah ngebolang mencarinya segala. Kalau sampai rumah nanti mungkin di akan menelfon Hide dan mengajakkanya main trampoline bersama.

"Bocah … jangan lari kau ..."

Sebelum benar-benar hilang dari pandangan Kaneki berbalik, "Lain kali kalo milih warna lantai jangan kotak-kotak hitam-putih doang, elu kira mau main catur apa. Udahan ah beta lelah"

Dan Kaneki hilang dari jarak pandang … Kira-kira Hide mau jemput gak ya … mendingan deh bonceng sepedanya Hide daripada ngesot sampai rumah, capek tau.

.

Ngomong-omong soal Yamori … fix, encoknya kumat. Buktinya ketika Nico si okama masuk dia masih tengkurap layaknya kura-kura menggapai-gapai Kaneki.

Tamat

...

'Emir is typing corner' :

*Ahaha… tolong Ishida-sensei ampuni saya. Sebenarnya masih banyak yang bisa dijadikan parody, tapi yang saya tulis baru segini.

*Ba Dum Tss! Adalah soundefect yang muncul setelah lawakan dilontarkan (meskipun saya tahu fic ini sama sekali gak ngelawak). Saya terinspirasi dari Roderick 'The diary of a wimpy kid' yang kerja sambilannya mukuli drum kalau acara komedi.

Tunggu kegaringan (?) Ba Dum Tss! Selanjutnya .…