Chap 1
Warning : Mature Content
Untuk yang masih di bawah umur atau kurang nyaman dengan content tsb, silahkan klik back.
xx
Yamanaka Ino : 27 tahun
Uchiha Sasuke : 24 tahun
Haruno Sakura : 27 tahun
ooo
(Untuk adegan 'panas' di chap ini milik SasuSaku guys. '-' Yang gak suka, boleh skip aja ya. InoSasunya chap depan ya btw, buat bocoran xD ekwk)
Ino pov
Namaku, Yamanaka Ino. Aku tinggal seorang diri di rumahku yang berada di pusat Kota Sapporo. Hal yang setiap hari kulakukan adalah mengurus cafe milikku yang berada tepat di sebelah rumahku. Bukan cafe yang besar. Hanya cafe minimalis, untuk mengisi kesibukanku. Ah! Aku pecinta kopi, itu menjadi salah satu alasanku mendirikan cafe ini. Sunshine Cafe. Aku menjalankan cafe ini bersama satu temanku. Haruno Sakura.
Cringg... Cringg...
Lonceng di atas pintu masuk cafe berdenting, menandakan ada seseorang yang datang. Hari ini hujan sejak pagi, dan kami belum memiliki pelanggan. Aku segera berdiri memasang senyum untuk menyambut calon pelangganku.
"Selamat siang." sapaku dengan ramah sembari tersenyum. Seketika mataku terpaku pada sosok pria tinggi dengan rambut biru gelap yang basah karena air hujan. Tatapannya sangat tajam. Membuatku mematung sesaat. Kenapa aku seperti masih remaja? Yang terpesona dengan lawan jenis tampan, pada pandangan pertama. Tidak, tidak. Pria ini memiliki aura yang berbeda.
Aku tersadar telah memandanginya cukup lama, setelah pria ini berdiri tepat di depanku dengan jarak beberapa langkah. Pipiku panas. Menahan malu.
"Ah maaf. Silahkan duduk. Dan ini daftar menunya." ucapku seramah mungkin sambil menyodorkan daftar menu ke pria itu.
"Ah. Maaf nona. Apa ini benar Sunshine cafe?" pria itu tersenyum. atau mungkin hanya menyeringai. Entahlah.
"Iya, benar." aku menarik kembali tanganku. Pria ini sepertinya tidak ingin membeli sesuatu.
"Namaku, Uchiha Sasuke. Aku kemari, karena melihat iklan di sosial media, bahwa cafe ini memerlukan seorang barista." jelasnya.
"Ah. Jadi kau ingin mengambil pekerjaan itu? Mari silahkan duduk." ajakku. Sakura lalu menghampiri kami.
"Seperti yang kau lihat. Cafe ini kecil. Jadi mungkin kau juga akan melakukan bersih-bersih disini. Sebelumnya, namaku Haruno Sakura, dan dia Yamanaka Ino pemilik cafe ini." ucap Sakura memberikan penjelasan.
"Tak apa. Seperti yang kau sebutkan diiklanmu, kau juga menawarkan makanan dan tempat tinggal. Aku cukup dengan itu." jawabnya santai.
"Apa aku bisa bekerja besok?" tanyanya kembali.
"Selama kau membawa berkas-berkas yang dibutuhkan dan memenuhi kriteria. Kau bisa mulai bekerja besok." jawabku.
Pria itu menyerahkan map yang berisi data diri, keterangan pendidikan dan lainnya. Aku berpikir pria ini cukup kompeten dan dapat dipercaya.
"Baiklah. Sakura, antarkan tuan Uchiha ke kamarnya."
Ino pov end.
"Baiklah. Sakura, antarkan tuan Uchiha ke kamarnya." Sakura melangkah diikuti oleh Sasuke.
"Ini kamarmu, tuan Sasuke. Dan kuharap kau tak berbuat macam-macam." terang Sakura sinis.
'Wanita ini...' Sasuke menyeringai tipis mendengar perkataan Sakura.
"Memangnya aku seperti seorang pemuda yang akan berbuat macam-macam, eh? Nona Haruno." Sasuke mencondongkan tubuhnya ke arah Sakura. Memojokkan tubuh wanita itu dan menguncinya dengan kedua lengan disamping tubuh mungil itu. Sakura menahan nafas, gugup. Bagaimana tidak, wajah tampan dengan seringai dingin yang mematikan itu tepat beberapa senti di depan wajahnya.
"Cih. Aku sekarang dapat menebak isi kepalamu, nona. Kau ingin aku menjilat setiap inchi tubuhmu, bukan?" Sakura kaget mendengar perkataan Sasuke. Marah.
Plakk..
"Jangan macam-macam, kau pegawai rendahan!" Setelah menampar Sasuke, Sakura bergegas pergi, dan mengirimkan sebuah pesan kepada Ino.
'Sebaiknya kau berhati-hati dengan pria itu, Ino. Dia pria yang aneh.' Send
Ino membaca pesan dari Sakura. Aneh?
'Aneh? Aneh bagaimana? Haruskah aku tidak memperkerjakannya?' Send
Sakura ditarik paksa oleh Sasuke kembali ke kamar. Menghimpit tubuh wanita itu dan mengunci kedua lengannya di atas kepala.
"Jalang sepertimu merendahkanku? Apa kau pikir, dirimu lebih baik? Kau pun pegawai rendahan juga bukan di cafe milik temanmu?" bisik Sasuke rendah di telinga Sakura sembari meniupnya, memberikan sensasi aneh kepada wanita itu.
"J-jangan... m-acam-macam kau! Aku manager di cafe ini!" Sakura kepayahan dengan sensasi geli yang diberikan Sasuke di telinganya. Bisa dibilang, itu adalah titik sensitifnya.
"Oh ya? Kau yakin?" Mendengar perkataan Sasuke, Sakura mengingat perlakuan Ino selama ini. Ya, mereka bersahabat, namun Sakura selalu menjadi bawahan Ino. (ya namanya kerja, dibayar. Ino pemilik cafe, ya emang harusnya gitu, ya gak sih? *ditampar nitijen*)
"Kau memang seperti seorang budak, nona Haruno." Sasuke menggigit cuping telinga Sakura.
"Ngh" Sakura mengerang tertahan ketika Sasuke menempelkan tubuhnya kepada Sakura. Menempelkan ereksinya tepat di kewanitaan Sakura.
Bak terhipnotis, Sakura jatuh terduduk tepat di hadapan gundukan celana Sasuke. Sakura menatapnya lekat.
"Oh ayolah, apa yang kau lihat?" Sasuke membuka ikat pinggang lalu celananya. Mengekspos kejantanannya yang besar sudah berdiri tegak. Sakura merona melihatnya, berusaha memalingkan wajahnya.
Sasuke mencengkram pipi Sakura, memaksa wanita itu menatap ereksinya.
"Kau tidak berminat melihatnya? Masuk ke dalam tubuhmu, mengobrak-abrik vaginamu, merasakan penisku yang besar dan keras?" Sasuke menyeringai tatkala melihat ekspresi Sakura telah berubah. Semacam... bergairah?"
Sasuke menunjuk mulutnya sambil menganga, memberikan isyarat agar Sakura membuka mulut. Bak terhipnotis, gadis itu menuruti perintah Sasuke. Dengan cepat, Sasuke memasukkan kejantanannya ke dalam mulut Sakura. Wanita itu terbelalak. Namun sedetik kemudian, Sakura terbawa suasana dan mulai mengulum penis besar itu. Sasuke tersenyum penuh kemenangan.
oooo
Guys, aku kembali. Dengan cerita baru. Maaf untuk Lavender, masih tertunda dan malah bikin fic baru.
Untuk yang gak asing sama jalan ceritanya, sedikit info, aku terinspirasi sama cerita manga R* C* yaa :" Kupikir asik gitu kalau bikin fanfic yang alurnya agak sama dengan manga itu. Tapi gak akan ku bikin persis banget kok, guys. Buat insipirasi doang. ekek
Disini, sifatnya Sasuke antagonist gt ya, tp masih main chara kok.
Btw, makasih buat yang udh dukung aku di Lavender ya. Kuusahakan Lavender akan lanjut chap baru.
Thank you~~ {}
