Disclaimer Masashi Kishimoto
"SERENDIPITY"
Story by 'Ms. Hatake Yamanaka'
Pairing : Yamanaka Ino X Uchiha Sasuke
Genre : Romance, Drama, Friendship
Rate : M
Summary : Sebuah pertemuan yang tidak disengaja di antara mereka. Ternyata menuntun mereka pada pertemuan-pertemuan tanpa kesengajaan yang selanjutnya. Akankah itu menjadi sebuah 'kebetulan' yang menyenangkan dan berakhir bahagia? Ataukah takdir menuntun mereka pada sebuah kenyataan yang menyakitkan?
Chapter 8
Enjoy My Story!
.
.
.
Perkataan Sasuke yang ambigu sungguh membuat Ino speechless, okay dia sudah tidak tahan lagi dengan pria ini. "Baiklah aku tidak akan menahannya lagi." Jawaban Ino yang tidak terduga membuat Sasuke tercengang, sekarang dialah yang tidak bisa berkutik.
Melihat Sasuke yang tiba-tiba terdiam, Ino segera mengambil kesempatan untuk mendorong pria itu membuat tubuh Sasuke terhuyung ke belakang. Gadis itu menyeringai, Sasuke segera memperbaiki posisi berdirinya. Pria itu berdeham canggung sambil memperbaiki kerah kemejanya. "Jangan berpikiran macam-macam dulu. Maksudku itu aku tidak akan menahannya lagi untuk bersikap tidak sopan padamu Uchiha-san!"
"Siapa yang berpikiran macam-macam? Bukankah anda sendiri ya yang mengartikan pertanyaan saya dengan hal lain?" Sasuke bersedekap dan mengangkat alisnya.
"Sudahlah hentikan! Bisa tidak kita tidak usah bersikap formal lagi. Kau tahu, ini benar-benar merepotkan bagiku." Ino menghela nafas dan berkacak pinggang sambil menatap tajam Sasuke. Ia sudah muak dengan sikap Sasuke yang seenaknya.
Melihat mood Ino yang berubah membuat Sasuke cukup terkejut. Ya mungkin dia sudah keterlaluan tadi sampai membuat Ino marah. "Baiklah kalau begitu. Ino, boleh aku memanggilmu seperti itu?"
"Kalau begitu aku juga akan memanggilmu Sasuke-san saja, bagaimana?"
"Itu masih terdengar formal bagiku, kau juga sudah sering memanggilku seperti itu. Jadi, cukup Sasuke saja."
"Sasuke. Puas?"
"Aku menyukainya saat kau menyebut namaku seperti itu Ino." Sasuke menyeringai yang dibalas dengusan Ino. "Jadi kau mau mandi dulu atau langsung memasak?" Tanya Sasuke lagi yang masih dengan seringaian menggoda itu membuat Ino memutar matanya sebal.
Gadis itu segera menggulung lengan kemejanya. "Mana ada orang sepulang kerja yang akan mandi dulu sebelum memasak. Itu hanya akan buang waktu saja dan kembali mengotori tubuhnya dengan bau masakan." Ucapan Ino membuat Sasuke tertawa.
"Ya siapa tahu seorang dokter akan selalu mensterilkan segalanya kan setelah dia pulang dari rumah sakit." Sasuke juga ikut menggulung lengan kemejanya, Ino hanya tersenyum mendengar ucapan pria itu.
"Faktanya seorang dokter yang kelelahan sepulang dari rumah sakit akan lebih memilih membeli makanan daripada repot-repot memasak. Waktu istirahat itu sangat penting untuk kami."
"Bukan hanya dokter saja yang membutuhkan waktu istirahat, profesi yang lain juga sama melelahkannya."
"Nah itu kau tahu, lalu kenapa masih menyuruhku untuk memasak makanan untukmu Uchiha-san?" Tanya Ino sambil berkacak pinggang. Alisnya naik mencoba mengintimidasi sang lawan. Sasuke menyeringai, tangannya bersedekap mencoba untuk bersikap defensif.
"Aku hanya sedang menagih janjimu, apa itu salah? Bukankah lebih cepat lebih baik? Dan kau juga sudah berjanji untuk tidak bersikap formal lagi padaku, jadi tolong Ino panggil aku Sasuke saja. Itu lebih nyaman di dengar."
"Apa kau tidak tahu yang namanya sarkasme? Haaah sudahlah, jadi mau dimasakkan apa Sasuke?" Ino menghela nafas merasa lelah berdebat dengan pria itu. Selalu tidak ada habisnya. Sedangkan Sasuke tidak bisa menyembunyikan senyuman mendengar gadis itu memanggil namanya.
"Kalau begitu buatkan aku makanan rumahan."
"Eh? Makanan rumahan? Serius?" Ino membulatkan matanya kaget.
"Kenapa memangnya? Ada yang salah? Atau jangan-jangan kau tidak bisa memasak makanan rumahan ya?" Goda Sasuke lagi membuat Ino menutup kedua matanya mencoba menahan kesal.
Sabar Ino, tenang, kau hanya perlu bersabar untuk satu minggu kedepan.
"Ha ha, itu mudah sekali. Aku cuma berpikir karena kau sudah tinggal lama di Amerika jadi hanya menyukai makanan western saja."
"Wow ternyata kau tahu banyak tentangku ya, aku tersanjung. Jangan-jangan kau mencari tahu tentangku di internet ya?" Goda Sasuke lagi membuat Ino kembali mendengus dan memberikan tatapan membunuh pada pria itu.
Apa dia punya kepribadian ganda? Kenapa sikapnya jadi menyebalkan seperti ini sih!
"Aku cuma mengingat perkataan paman Fugaku saja, jadi jangan terlalu percaya diri."
"Wah ingatan seorang dokter memang luar biasa ya. Baiklah, kau sudah memutuskan akan memasak apa untukku?" Mendengar pertanyaan Sasuke membuat gadis itu berpikir keras. Beberapa detik kemudian gadis itu menyeringai. Dia sudah memutuskan.
"Sudah, akan kubuatkan makanan rumahan yang cocok untukmu. Jadi, kau cukup duduk manis saja disini dan jangan menggangguku okay?" Ino segera mendorong punggung Sasuke menuju meja makan dan segera menyuruh pria itu duduk. Sasuke curiga melihat seringai licik gadis cantik itu.
"Ingat Ino jangan membuat makanan yang aneh-aneh, bukankah kau mau membuktikan padaku kalau kau pandai memasak? Yang sudah menjadi hobimu sejak sekolah menengah itu." Ino terdiam mendengar perkataan pria itu.
Ah benar juga, aku kan mau membuktikan hasil masakanku padanya. Aaaaah dasar pria menyebalkan!
"Stop! Jangan memprovokasiku!" Ucap Ino galak membuat Sasuke tertawa, gadis itu benar-benar lucu.
"Kutunggu masakannya chef Yamanaka Ino."
Ino segera memakai apron dan mulai menyiapkan bahan-bahan yang di perlukannya. Dimulai dari bumbu, sayuran, hingga daging. Gadis itu terlihat serius sekali sampai membuat Sasuke merasa terabaikan. Namun, bisa melihat sisi lain gadis ini membuat Sasuke tersenyum juga. Saat melihat Ino memotong sayuran dengan terampil, Sasuke merasa takjub. Dokter bedah dan pisau memang tidak bisa dipisahkan ternyata, baik di ruang operasi maupun di dapur.
Akhirnya beberapa menit kemudian Ino telah selesai memasak. Sasuke tidak bisa berhenti tersenyum saat gadis itu menyiapkan makanannya di atas meja. Ino pun segera bergabung di meja makan bersama Sasuke, mereka duduk saling berhadapan.
"Baunya enak, tampilannya juga bagus, oh sekali lagi kau membuatku kagum karena menyiapkan tomat untukku. Terima kasih kau sungguh pengertian." Puji Sasuke sambil tersenyum. Namun senyuman itu tidak mempan untuk Ino, karena gadis itu bergerak cepat mengambil satu mangkuk kecil tomat ceri yang berada di tengah meja. "Kau salah paham, tapi tomat ceri itu punyaku." Sasuke tercengang melihat Ino yang gerak cepat mengambilnya.
"Aku kira kau tidak suka tomat."
"Aku suka tomat ceri."
"Tapi saat kita membuat ramen, kau seperti tidak menyukainya saat aku menyuruhmu memasukan semua tomat itu."
"Kau kan mengambil tomat biasa bukan tomat ceri, jadi aku tidak terlalu suka."
"Padahal sama saja."
"Tentu saja berbeda!"
"Ternyata kita punya selera yang sama ya, sama-sama pecinta tomat. Menarik." Sasuke kembali menyeringai senang melihat raut kesal di wajah cantik itu.
"Terserah kau saja lah, ittadakimasu!" Saat Ino akan mengambil lauk di hadapan mereka, sumpit Sasuke menghalanginya.
"Hey kau tidak menungguku mereview masakanmu dulu?"
"Untuk apa? Aku percaya diri dengan hasil masakanku. Jadi singkirkan sumpitmu itu!" Ino segera mendorong sumpit Sasuke dengan miliknya, tapi ternyata tangan kiri pria itu lebih cepat untuk menarik sepiring besar *Nikujaga.
"Kalau kau percaya diri, biarkan aku mencicipinya terlebih dulu. Lidahku lah yang akan membuktikan hasil masakanmu nona Yamanaka."
"Tch, kalau begitu cepatlah! Kau tahu, kau sudah banyak membuang waktu istirahatku yang berharga Uchiha-san." Wajah Ino terlihat makin kusut, Sasuke pun menyadarinya.
"Baiklah aku mengerti, ittadakimasu!" Sasuke segera mengambil satu potong daging sapi dan mulai mengunyahnya. Ino mau tidak mau harus menunggu komentar pria itu. Awas saja kalau dia berkomentar yang tidak-tidak. Masakannya ini bahkan sudah diakui oleh Chouji yang memang expert dalam bidang makanan.
Sasuke tiba-tiba saja berhenti mengunyah, dia hanya memandang Ino dengan lekat membuat gadis itu mengernyit bingung.
Apa ada yang salah? Apa ini bukan seleranya?
"Kenapa malah diam? Berhenti memandangiku dengan tatapan aneh seperti itu!"
Jangan-jangan dia keracunan?!
"H-hey kau tidak apa-apa kan Sasuke?" Sasuke segera menelan makanannya dengan cepat.
"Kau benar."
"Benar?"
"Enak! Ini bahkan lebih enak dari buatan restoran langgananku. Sudah lama aku tidak makan masakan rumahan seenak ini." Sasuke tersenyum, senyumannya tulus dan Ino yang melihatnya entah kenapa merasa senang. Pipinya bersemu merah melihat senyum pria itu dan mendengar pujiannya.
"Su-sudah kubilang kan aku memang pandai memasak, jadi jangan meremehkanku lagi!"
" Hai hai Ino sensei, sekarang aku mengakuinya, kalau begitu mari kita makan bersama." Sasuke kembali mendorong sepiring nikujaga itu ke tengah meja. Akhirnya mereka mulai makan dengan tenang. Sasuke yang makan dengan lahap membuat Ino tersenyum. Sudah lama sekali sejak dia memasak untuk seseorang yang bukan keluarganya dan makan berdua seperti ini.
Kenangan itu kembali melintas dibenaknya. Seseorang yang juga menyukai masakannya dan selalu makan dengan lahap. Pria itu seperti benar-benar muncul dihadapannya lagi. Ino tertegun memandangi Sasuke.
Kenapa kamu harus mirip dengannya Sasuke?
Sasuke yang merasa diperhatikan akhirnya menatap Ino. "Ada apa?" Ino berdeham dan segera mengambil gelas miliknya, meneguk cairan bening itu dengan agak tergesa.
"Tidak ada apa-apa, kalau sudah selesai makan taruh saja piring kotornya di meja. Aku mandi dulu." Ino buru-buru membawa piringnya ke dapur dan segera menaruhnya di wastafel. Gadis itu segera masuk ke kamarnya mengabaikan tatapan bingung Sasuke.
"Kenapa dia seperti itu lagi? Kenapa selalu menatapku dengan tatapan sedih seperti itu Ino?"
Entah kenapa Sasuke merasa frustasi sendiri saat Ino bersikap seperti itu. Rasanya gadis itu seperti melihat orang lain bukan dirinya setiap kali menatap wajahnya dan itu membuat Sasuke kesal. Dia selalu teringat ucapan Ino yang mengatakan kalau dirinya mirip dengan seseorang, dan kemungkinan besar adalah kekasih gadis itu, atau bisa saja mantan kekasihnya kan? Apa dia harus bertanya pada Naruto, tapi rasanya itu terlalu ikut campur dan Naruto juga pasti akan curiga.
"Kuharap kau tidak menatapku seperti itu lagi Ino." Gumam Sasuke dan segera membawa piring dan gelas kotornya ke wastafel tak lupa dia juga mencuci piring kotor bekas Ino makan. Lalu Sasuke segera mengambil jas dan handphone miliknya. Mengetikkan sesuatu dan segera pergi meninggalkan apartemen gadis itu.
Ino yang terduduk di belakang pintu kamarnya mendengar notifikasi pesan dan segera mengambil handphone miliknya di tas. Pesan dari Sasuke ternyata.
'Terima kasih untuk makanannya. Enak sekali. Maaf aku pergi tanpa berpamitan padamu, ada yang harus ku kerjakan. Aku tunggu masakanmu besok Ino.'
Ino tersenyum masam, sepertinya Sasuke sadar dengan sikapnya yang seperti ini. Ia jadi merasa tidak enak pada pria itu.
"Maafkan aku Sasukeā¦"
.
.
.
-To be Continued-
*Nikujaga adalah makanan Jepang yang dibuat dari daging, kentang dan bawang bombay, direbus agar manis dengan bumbu gula, kecap asin dan mirin. Di Jepang bagian barat, daging yang digunakan adalah daging sapi dengan kentang jenis Mayqueen. ( Wikipedia)
Author Note:
Halo, apa kabar semuanya? Aku harap kalian baik-baik saja dan selalu sehat. Sekarang situasi negara kita memburuk lagi, bahkan ada salah satu temanku juga yang sempat terkena virus covid-19 ini. Rasanya hampir tiap hari aku denger suara ambulance lewat dan tiap baca berita terbaru rasanya sedih banget. Jadi aku harap kalian juga selalu berhati-hati dan selalu jaga kesehatan. Kalau tidak ada urusan penting sebaiknya di rumah aja.
Maaf jadi curhat hehe, maaf juga baru bisa nyapa kalian dan update chapter yang baru malam ini. Oh iya gak kerasa ff ini udah mau 4 tahun aja. Jadi malu aku karena masih belum bisa tamatin ini padahal aku udah janji. Gomenasai~ Seneng masih ada yang RnR ff ini dan ada yang nungguin kelanjutannya huhu arigato
Oh ya aku ganti nama nih, menurut kalian bagusan mana? Dan untuk yang nanya aku mau lanjut ff ini dimana, aku kayaknya bakal update di FFN dulu, jadi pantengin aja disini ya, oh ya bener yang di wattpad @Ms_HatakeYamanaka itu akun aku hehe
Aku juga akan berusaha untuk membuat kemajuan hubungan mereka ya, tunggu aja bakal ada seseorang yang muncul loh, who is he? Jeng jeng jeng jeng!
Nantikan terus ya ;)
Sincerely,
Ms. Yamanaka
