Naruto, Hinata, NaruHina (c) faihyuu

Naruto (c) Masashi Kishimoto

Rated T

Warning(s): Canon, AU, Miss Typo(s), OOC (sebisa mungkin untuk dibuat IC), dsb.

Untuk #NHMonth2021.

Penulis tidak mendapat keuntungan materiil apa pun dari cerita ini selain kepuasan batin. Repost dari akun Wattpad saya yang bernama pena sama, Faihyuu.

Soulmate—Bulan dan Matahari •

(Canon)

|•|•|•|•|

Jika Hinata adalah bulan, maka Naruto ialah matahari.

Mahkota kuning yang cerah; dengan dua safir bak langit, pun kehangatan nan selalu berada di sekitar pemuda itu.

Pemuda siang di musim panas bumi ketika cerah. Matahari bagi sekitar mereka.

(Tadinya) klandestin Hinata perhatikan dari jauh. Tak berani mendekat karena merasa terlalu rapuh. Si gadis malam dibantu rembulan kecubungnya selalu menatap pemuda cerah itu dengan kasih sayang dan cinta nan penuh.

Hinata pula, selain menikmati mentari dan cerah, gadis itu penikmat subuh.

Waktu di mana malam dan pagi bercumbu peluh.

Saat yang tak diminati oleh banyak manusia, masih terlelap dengan maupun tanpa bunga tidur.

Omong-omong, terlelap—

"Ini masih dini untuk terbangun," Pelukan makin mengerat di pinggang. Kecupan manis menyelusuri mahkota nila panjang. "Ayo, tidur lagi."

"Sebentar lagi matahari akan naik takhta," Rembulan bertemu dengan langit siang. Sebuah pelangi muncul di tubir si puan. "Lagi pula, aku pun suka dengan waktu ini. Sangat menikmati yang dunia sajikan."

Karena saat subuh; matahari akan bertemu dengan bulan sebelum berganti peran. Matahari akan bercerita banyak, bulan akan mendengarkan dengan senyum—pula diakhiri dengan sebuah kecupan.

Pula dimulailah rutinitas manusia dan segala mayoritas kehidupan.

Dahulu, bagi Hinata, Naruto adalah mentari yang takkan tergapai. Namun berbicara tentang semesta, ada banyak probabilitas; semuanya dapat terjadi.

Walaupun satu banding satu triliun, hanya sehelai benang merah yang mengikat di antara jutaan rajutan syal.

Asal memang takdir.

Pasti akan terjadi.

"Oeeeeekkkk!"

Siapa sangka, bahwa pada akhirnya si malam dan si siang akan dapat bersama?

Matahari akan mencumbu bulan; menciptakan bintang-bintang indah di angkasa. Memantapkan keduanya sebagai belahan jiwa yang tak terlepas untuk bumi-manusia.

Hinata bangkit, mendekati keranjang bayi yang berada di sebelah ranjang mereka. Menemukan bintang hati—cinta kecilnya terbangun, mengeluarkan suara menarik sang ibunda.

"Kau cantik, Hinata."

.

Ada satu rahasia yang disimpan oleh semesta. Rahasia milik sang baskara. Untuk bumi dan para manusia.

Matahari sebenarnya menyukai senja.

"Kau cantik, Hinata."

Si nila yang tengah menimang cinta kecil mereka memerah—mirip dengan langit kala waktu nan disukainya.

"E-eh?"

Karena pada senja lah, mentari yang dianggap seluruh agung memberikan segalanya untuk sang rembulan.

Tahtanya; perannya; jiwanya; hatinya.

Segalanya.

Untuk belahan jiwa si baskara, kirana dan segala malam berbintang milik mereka.