DUA BELAS
Utahime mebasuh wajahnya dengan kedua tangannya, ia gelisah, ia benar-benar berada dalam masalah yang rumit. Ia sedang hamil, namun tidak tahu pasti siapa ayah dari janinnya.
Saat ia keluar dari kamar mandi, ia mendapati Nanami yang sedang menunggunya duduk di tepi ranjang. Utahime lalu duduk disamping Nanami.
"Apakah itu anakku?"
"Aku tidak tahu"
"Apa itu anak Gojo?"
"Aku bilang aku tidak tahu"
Nanami lalu membaringkan Utahime dan menindih tubuh wanita itu, lalu menciumi bibirnya dengan dalam. Nanami membuka bagian atas kimono Utahime dan memberikan kissmark di dada sebelah kanan. Utahime menahan desahannya, dan menatap Nanami dengan tatapan memelas.
"Aku meloloskanmu kali ini"
Nanami lalu pergi meninggalkan Utahime dalam keadaan seperti itu.
Pagi itu pukul empat pagi Utahime menyiapkan makanan untuk sarapan di dapur, entah mengapa ia sedang ingin memasak di jam seperti itu.
"Hai, Hime", Gojo menyapa Utahime yang baru saja menyelesaikan masakannya.
"Hai", Utahime melepas celemek dan mencuci tangannya.
Saat ia melangkah untuk meninggalkan dapur, Gojo menarik tubuhnya, dan menciumi bibirnya"
"Jangan menghindari, sayang"
"Aku…", Gojo lalu menciumi bibirnya lagi.
Gojo membuka beberapa kancing baju Utahime di bagian atas, lalu melihat kissmark yang diberikan oleh Nanami, namun ia hanya tersenyum.
"Apakah semalam kalian tidur bersama lagi?"
"Tidak, kami tidak sampai seperti itu"
"Aku hanya mau sampaikan sesuatu, kalau aku sangat berharap, anak itu adalah milikku"
Gojo lalu memberikan kissmark di dada sebelah kiri Utahime.
Saat itu Utahime menyiapkan sarapan untuk kakek dan Miwa di meja makan, kali ini ini ia tak melihat Gojo dan Nanami ikut sarapan.
"Onee-san, ayo duduk sarapan juga"
"Ah, aku sedang tidak mau sarapan"
"Miwa betul, kau sedang hamil, kau tidak boleh lewatkan sarapan, duduklah"
Utahime lalu mengambil posisi duduk di bagian ujung meja makan.
Tak lama, Gojo dan Nanami dating dan mengambil posisi duduk di meja makan. Utahime segera berdiri menunda sarapannya dan menyiapkan makanan untuk kedua orang itu.
"Ah, terima kasih Hime sayang"
"Gojo, berhenti menggodanya"
"Ah Nanami, memangnya kenapa? "
"Aku tidak suka"
"Jangan bilang kau cemburu. Tapi itu tidak penting, karena aku serius dengan Hime"
"Oh, akhirnya kau serius dengan wanita"
"Akan aku pastikan Hime menjadi milikku seorang"
"Dan aku juga memastikan kalau aku serius dengannya"
Kakek memukul gelas dengan sendok berkali-kali untuk menghentikan perdebatan antara Gojo dan Nanami.
"Berhentilah kalian berdua, ini meja makan!"
Miwa lalu berdiri dan menatap kesal Gojo dan Nanami.
"Kalian berdua, kumohon, sudah cukup menyakiti Onee-san. Aku juga perempuan, dan aku tidak mau kalian menyakiti Onee-san. Ayo Onee-san, kita lanjut sarapan di kamarku saja"
Miwa meninggalkan meja makan, dan Utahime mengikutinya.
