Unreaveled Secret
Iam Trapped
©Blue Exorcist Kazue kato
©Story here mine
Genre: angst, Romance, mystery.
Warning: typo, fem!Rin, no copas or plagiat and no bashing.
Summary:
Okumura Yukio, adalah seorang pengusaha muda yang sukses, tampan berwajah tampan tak jarang dia di gilai semua gadis namun di balik itu ada misteri mengerikan yang tak ada seorangpun yang tahu. siapakah dia sebenarnya.
Rin Pov
Paling tidak nasibmu tak seburuk mereka. Karena aku sudah menanadaimu sebagai milikku.
Sesaat sebelum semuanya gelap kalimat itu yang kudengar darinya dan entah bagaimana selanjutnya yang kutahu aku seperti terbangun dari mimpi, namun ketika aku membuka mata aku di sebuah kamar yang besar, pakaian yang kugunakan semalam kini berganti gaun tidur berwarna pink dan aku melihat gaun pengantin tergeletak di lantai pikiran kumelayang dengan kejadian sebelumnya seingatku aku berada di jamuan makan malam Yukio bersama Hendrick Niisan tapi setelah pembantaian, Hendrick menghilang dan aku mencoba kabur aku tak ingat apa-apa lagi. Tiba-tiba pintu kamar terbuka aku melihat Yukio masuk aku langsung menutup tubuhku dengan selimut hingga kedada padahal aku tak telanjang, aku khawatir kalau pria ini melakukan sesuatu padaku.
"Apa yang terjadi? Apa yang kau lakukan, kenapa aku disini". Aku berteriak.
"Oh kenapa kau itu istriku apa yang salah". Katanya santai.
"Sejak kapan aku istrimu". kataku sengit.
"Sejak semalam". Jawabnya santai, lagi pula gaun yang tergeletak itu apa.
"Tidak mungkin aku tidak pernah menikah denganmu". Kataku merasa kesal.
"Itu menurutmu tapi apa yang telah terjadi tak terbantahkan".
Aku mencoba kabur saat itu juga tapi baru aku bangun dari tempat tidur seperti ada dorongan yang tak terlihat aku terbaring lagi tak bisa bangun lagi dan saat itu Yukio bejalan mendekat hingga tiba-tiba dia berada diatasku aku takut sekali dengan apa yang dia lakukan apa dia, Okumura Yukio yang melihatku hanya tersenyum dan membelai rambut dan wajahku hingga menghentikan tangannya di pipiku.
"Sangat cantik dan manis seperti dulu". Katanya berbisik ditelingaku aku merinding.
"Kau mandilah kita sarapan butlerku sudah menyiapkan makanan". Katanya membelaiku lagi dan tanpa terasa aku menangis.
"Tolonglah aku ingin pulang dan bertemu Hendrick aku berjanji tak akan mengganggumu lagi". Kataku memohon.
"Tapi, dimana Hendrick". Tanyaku.
"Nanti kita bicarakan itu". Katanya.
"Kutunggu di ruang makan ya sayang". Jawabnya malah mengalihkan pembicaraan dan pergi begitusaja.
Tadi aku sempat merasa kaku sekarang bisa bergerak lagi dan kuputuskan menurutinya dengan cepat aku kekamar mandi dan membuka pakaianku untuk memastikan bahwa dia tak melakukan apa-apa padaku mengingat pakaianku yang berganti. Dengan seksama aku melihat seluruh tubuhku dan untunglah tidak ada jejak apapun semuanya masih mulus juga tidak ada rasa yang ganjil atau rasa sakit terutama di area privatku.
"Untunglah dia tidak melakukan apapun aku harus segera menemukan Hendrick aku yakin dia masih dirumah ini". gimanku.
dengan was-was aku segera membersihkan diriku dan mencari pakaianku semalam.
"Dimana pakaianku dan kenapa malah ada gaun pengantin ini". Gumanku.
Aku terpaksa memakai pakaian dilemari kamar ini dan aku menemuinya di ruang makan dengan terpaksa bahkan saat aku sudah berada dihadapannya aku hanya mengaduk makanan di depanku kalau bukan karena Hendrick hilang aku ingin segera kabur.
"Kenapa kau tidak suka makanannya atau tidak enak". Tanyanya melihatku tetap diam.
"Yukio dimana Hendrick". Tanyaku tak tahan.
"Iya memang kenapa dia pulang tidak membawamu karena kau sudah menikah sekarang kau tanggung jawabku". Kata Yukio tersenyum wajahnya terlihat sangat tampan namun menyeramkan sekali untukku.
"Kalau dia pulang aku akan pulang untuk membuktikannya". Kataku.
"kau sudah dirumah memang pulang kemana". Kata Yukio senyumnya menjadi dingin.
"Ini bukan rumahku". Kataku semakin menangis.
"Sekarang kau ini istriku dimanapun aku tinggal di situlah rumahmu". Katanya nada bicaranya menaik senyumnya mulai hilang.
"Tapi aku bukan istrimu aku tak ingat menikah denganmu bahkan aku tidak pernah ingin menikah denganmu".
"Dan Hendrick itu bukan kakakmu bukan dia pernah menciummu". Dia semakin marah.
"Jika iya memang kenapa dia adalah calon suamiku yang sebenarnya". Kataku mengatakan hal yang sebenarnya.
"Oh calon suamimu". Katanya terdiam sesaat.
Aku sangat ketakutan aku sangat ingin lari namun saat itu entah kenapa tubuhku kembali membeku seperti saat dikamar.
"Tapi sekarang akulah suamimu coba lihat foto dinding itu, itu kau dan aku". Katanya.
Aku menoleh kearah yang dia tunjukkan aku melihat diriku sendiri dan dia dengan penampilan seperti pengatin gaun yang kupakai difoto itu sama dengan yang tergeletak dikamar.
"Itu rekayasa aku tidak ingat itu dan itu hanya tipuan". Kataku.
Kudengar dia tertawa aku baru ingat rumor dan kasus tentangnya yang berhubungan tentang kejadian-kejadian tak masuk akal yang melibatkannya.
"Ini semua nyata sayang akulah suamimu". Katanya lembut namun terkesan berbahaya.
"Ini tidak mungkin aku bahkan tidak pernah ingin menikah denganmu". Kataku.
"Tapi kau sudah lama sepakat bukan". Katanya.
Yang dikatakannya benar namun itu hanya pura-pura untuk menjebaknya tapi sekarang aku yang terjebak.
"Kau mengerti sayang tolong jangan menolak lagi". Katanya.
"Tidak aku harusnya menikah dengan Hendrick". Kataku dan dia mendekat terlihat marah.
Yukio Pov
Dia sudah berani mengatakan itu kalimat yang tidak pernah ingin kudengar, memang sudah lama aku tahu Hendrick itu adalah kekasihnya tapi sekarang dia itu milikku aku tidak suka dia menyebut nama pria itu terus aku mendekatinya dia nampak ketakutan aku membawa sebuah pisau ditanganku dia mencoba menghindar tapi aku sudah membuatnya diam di tempat, aku melihat wajahnya yang ketakutan saat aku mendekat dengan cepat aku mencengkram dagunya memberinya ciuman paksa dia terlihat meronta tapi dia tetap sulit bergerak air tak lama dia termenggap karena nafasnya tercekat karena aku tak memberinya celah saat dia membuka mulutnya aku memasukan lidahku ciuman kami menjadi semakin menuntut saat aku mengakhiri ciumanku dia terenggah-enggah dengan perlahan aku sedikit menggoreskan pisau di jenjang lehernya darah sedikit mengalir.
"Oh istriku jangan menyebut namanya lagi karena itu membuatku marah". Kataku menjilat darah yang mengalir dijenjang lehernya.
"Kau sangat manis". Kataku tersenyum
Wajahnya benar-benar basah dengan air mata bibir pinknya menjadi merah karena ciumanku.
"Setelah ini jangan membuatku marah lagi ya Rin-chan". Kataku
Sebenarnya aku tak tega melakukan ini tapi dia membuatku naik darah, tapi sekarang kulihat dia menangis aku mengusap air matanya kutatap dia dalam.
"Kau makanlah aku tidak mau kau sakit". Kataku sambil menyapinya menyuapinya.
"Tolong jangan berpikir untuk kabur ya sayang karena kau tidak bisa kemana-mana". Kataku
Dia menurutiku aku sangat senang walaupun dia nampak tak berdaya dan terpaksa setidaknya hanya saat ini saja dan suatu saat dia akan mencintaiku.
Setelah sarapan itu aku dan dia tidak banyak bicara bahkan saat aku harus pergi meninggalkan mansion dia hanya diam saja dikamarnya, mungkin jika saja dia tahu dimana Hendrick Sebenarnya dia pasti histeris aku mulai tersenyum jahat lagi saat memikirkannya.
Rin Pov
Dia telah pergi, aku ingin mencari cara untuk kabur sekaligus mencari Hendrick aku mulai mencoba keluar kamar secara diam-diam aku menyusuri mansion ini kebetulan sekali butler Yukio sedang tidak ada, selama berjam-jam aku menyusuri mansion ini karena kupikir mungkin saja Hendrick disembunyikan di mansion ini tapi nihil.
"Hendrick tidak ada dimanapun". Gumanku.
aku tak menemukannya kuputuskan keluar dari mansion jika begini aku harus mencari bantuan aku harus segera menghubungi rekan-rekanku aku masih yakin Hendrick pasti disembunyikan dan aku khawatir jika Yukio kembali.
Aku keluar dari pintu utama rumah ini dan melewati taman dan berlari ke gerbang, ada rasa aneh yang menghinggapiku seperti ada yang mengikutiku aku berlari dan terus berlari rasanya seperti berda dilabirin sampai aku tersandung dan aku jatuh terjerembab dan kesadaranku menghilang sampai aku membuka mata ternyata hari telah menjadi gelap dan yang aneh aku berada ditempat yang berbeda, ada seseorang yang berdiri tak jauh dariku dengan mata tajam yang menyala dan bayangan hitam menyelimutinya api biru disekitarnya.
Sudah kukatakan bukan kau milikku jadi kemanapun kau kari aku tetap bisa menemukanmu karena aku sudah menandaimu.
To be Continued
Author Note
Akhirnya author update fanfic saya sudah mau update tapi terhapus saya ulang lagi, Terima kasih atas dukungan kalian semua saya harap bisa membuat doujinshinya.
Saya harap fanfic Blue Exorcist bahasa indonesia semakin banyak. Silahkan jangan sungkan memberi Kritik, saran dan komentar yang membangun. Dan jika ada typo dan kalimat yang rancu. Tolong jangan plagiat dan disini dilarang Bashing jika tidak suka silahkan jangan dibaca.
