Byun Baekhyun.
Siapa yang tidak mengenal lelaki ini? Seorang lelaki berusia 24 tahun yang sudah menjadi CEO di Byun Group. Lelaki dingin yang terkenal dengan kekuasaan yang dimilikinya, bahkan sejak dia masih berada di dalam kandungan sang Ibu.
Tumbuh dengan kedua sendok emas di tangannya membuat Baekhyun menjadi sosok lelaki yang sangat beruntung. Di sayangi dengan kedua orang tua yang sangat perhatian padanya, dimanjakan oleh semua orang dan selalu mendapati apa saja yang dia inginkan membuatnya tumbuh menjadi seorang yang egois dan harus mendapatkan apa yang dia inginkan, tanpa terkecuali.
Baekhyun kecil yang manja dan imut berubah menjadi lelaki menawan dengan wajah cantik yang melebihi seorang wanita. Tidak sedikit orang memuja paras yang dia miliki, dan Tuan Byun sangat bangga dengan paras sang anak.
Berada dalam dunia bisnis yang berlomba untuk meraih banyak keuntungan, membuat rekan bisnis keluarga Byun berniat menjodohkan anak mereka dengan sang anak emas Byun Group. Entah itu lelaki tampan atau pun wanita cantik mereka sodorkan kepada Baekhyun. Tetapi anak itu hanya diam dengan dingin dan menolak keinginan rekan bisnis sang Ayah. Tuan Byun sama sekali tidak mempermasalahkan keputusan anaknya, karena dia ingin anaknya bahagia dengan pilihannya sendiri. Dan pilihan Baekhyun jatuh pada menantunya sekarang yaitu, Park Chanyeol.
.
.
.
Flashback
Baekhyun terlihat sangat senang saat turun dari mobil yang mengantarnya. Anak itu tidak berhenti tertawa dan sesekali berlari, menggoda sang sahabat agar mengejarnya. Anak berusia lima belas tahun itu segaja meminta supir pribadinya untuk menurunkan dia dan Luhan sedikit agak jauh dari gedung agensi tempat Luhan menjadi traine.
Yeah, Xi Luhan. Seorang anak yang berasal dari Cina dan sekarang menetap di Korea karena urusan orang tuanya. Mereka sudah berteman sejak lama, sejak Baekhyun yang saat itu tidak sengaja merebut es krim dari Luhan saat dia berumur lima tahun dan membuat lelaki bermata rusa itu menanggis histeris. Tangisan histerisnya membuat Baekhyun kecil entah mengapa merasa bersalah dan ikut menanggis juga. Dan saat itu menjadi awal persahabatan mereka. Sedikit aneh memang, tapi itulah yang terjadi.
Mereka berdua adalah duo yang sangat cocok dalam berteman. Luhan yang pengertian walaupun sedikit cerewet sangat serasi dengan sikap Baekhyun yang ingin menang sendiri. Walaupun sangat susah menyatukan kepribadian mereka tapi itu tidak masalah bagi keduanya. Baekhyun sendiri bilang bila Luhan adalah sahabat sehidup sematinya. Dan lelaki Cina itu masuk ke dalam list orang-orang yang dia sayangi.
Si manis rusa Cina memiliki ambisi besar untuk menjadi seorang idol saat sudah besar nanti. Maka orang tuanya memasukan Luhan yang sudah berbakat ke dalam sebuah agensi yang terkenal untuk mewujudkan mimpi anaknya
Sejujurnya mereka berdua sangat bersyukur memiliki orang tua yang sangat pengertian dan sayang kepada keluarga masing-masing. Luhan dan Baekhyun tidak pernah merasa kesepian, dan mereka masih bisa bermain dengan anak lain walaupun dengan penjagaan dimana-mana. Terutama untuk pewaris tunggal Byun Group.
Baekhyun masih saja berlari dengan riang. Anak itu sesekali mengejek kemampuan kaki Luhan yang tidak bisa mengejarnya. Sesekali keluar kata ejekan pendek dari mulutnya. Tak ayal si mata rusa menjadi marah dan ikut mengejek satu sama lain.
Tubuh kecil itu terhempas kasar saat tak sengaja menabrak sesuatu. Salahkan Baekhyun yang tidak melihat jalanan dengan benar. Dia hanya terfokus dengan Luhan dan berlari tanpa melihat apa yang ada di depannya. Mata Luhan melotot horror saat melihat kejadian di depan matanya. Baekhyun dengan tubuh kecil seperti anak sd itu menabrak tubuh raksasa yang ada di depannya. Dengan tergesa Luhan berlari ke arah Baekhyun.
"Shhh... sakit..." rintihnya pelan seraya mengangkat telapak tangannya yang terlihat mengeluarkan darah. Bibirnya mencebik lucu dengan mata puppy yang berkaca-kaca.
"Kau baik-baik saja?" suara itu terdengar dalam.
Baekhyun mendongakkan kepalanya untuk melihat seseorang yang berdiri menjulang tinggi di hadapnnya. Tapi sinar matahari tidak bisa membuatnya memandang orang itu dengan jelas. Tanpa Baekhyun prediksi orang itu menekuk tungkainya yang panjang dalam posisi jongkok dan mengambil tangan miliknya yang terluka.
"Ini berdarah." Terdapat getaran khawatir di suara itu.
Baekhyun awalnya sangat tidak percaya pada cinta pada padangan pertama. Menurutnya itu hanya akal-akalan teman sekelas agar memiliki kisah cinta yang romantis satu dengan lainnya. Tapi sekarang Baekhyun mengakui kalau dirinya salah. Saat mata bulat milik lelaki di depannya kini menatapnya, Baekhyun merasa ribuan kupu-kupu menyebar di perutnya dan jantung itu seperti ingin melompat keluar.
Wajah lelaki di hadapannya sangat tampan, dengan mata bulat, hidung yang mancung dan bibir tebal sebagai pelengkap. Telinganya memang sedikit aneh karena menurut Baekhyun terlalu lebar, tapi tidak apa-apa karena menurut Baekhyun itu menjadi daya tarik tersendiri. Tangan yang sedang mengenggam tangannya juga sangat besar dan hangat. Wah... Baekhyun jadi tidak menyesal jatuh menabrak lelaki tinggi cinta pertamanya ini.
"Baekhyun! kau tidak apa-apa?!" suara histeris Luhan mengalihkan atensi Baekhyun dari lelaki tinggi di hadapannya. Lelaki kecil bermata rusa itu juga ikut berjongkok di depannya. "Sudah kubilang jangan terlalu bersemangat berlari dengan kaki pendekmu! lihat ini! paman dan bibi pasti marah saat melihatmu berdarah! Dasar bodoh!" Luhan memang menghinanya tapi dengan air mata yang terus menetes. Lelaki rusa itu benar-benar sedih saat melihat Baekhyun terluka.
"Luhan~"
Entah apa yang terjadi dengan mereka. Mungkin ini sudah menjadi ikatan aneh dalam persahabatan yang sama anehnya, jika salah satu dari mereka menangis pasti yang lainnya ikut menangis. Seperti sekarang. Mereka tanpa tahu malunya menangis di jalan tanpa menghiraukan lelaki tinggi yang terlihat menjadi tokoh jahat ke dua orang anak sd tersebut.
"Kenapa kalian jadi menangis,eoh?"
"Hiks! Chan hyung! Maafkan Baekie ya. Baekie pasti tidak sengaja menabrak Chan hyung!" Luhan seperti seorang kakak mewakili Baekhyun membunguk minta maaf pada seseorang yang di panggilnya Chan hyung itu.
"Tidak apa-apa Luhan. Sepertinya temanmu ini berdarah. Kita harus mengobatinya dulu."
"Chanyeol hyung benar. Kita harus mengobati Baekie. Aku tidak mau Baekie mati." renggekan itu menjadi-jadi.
"Luhan bodoh! Kau pikir aku anak anjing yang akan mati dengan mudahnya!" jerit Baekhyun protes masih dengan air mata yang mengalir.
"Kau yang bodoh!"
Dan mereka terus bertengkar tanpa henti sampai Chanyeol membawa mereka ke dalam cafe yang menjual makanan manis dan es krim kesukaan keduanya. Chanyeol juga menyempatkan dirinya pergi membeli plester sederhana untuk mengobati luka yang dimiliki anak yang bernama Baekhyun sebelum melanjutkan perjalanannya yang tertunda.
"Lu, kau kenal dengan hyung itu?" Baekhyun menyuapkan sesendok es krim ke mulutnya.
"Tentu." Jawab anak yang sore ini terpaksa bolos latihan karena insiden jatuhnya Baekhyun. "Kenapa?"
"Memangnya dia siapa Lu?" mata puppy itu berbinar cantik.
"Namanya Park Chanyeol. Kami biasanya memanggilnya dengan Chan hyung. Chan hyung adalah anak pemilik agensi tempat aku trainee. Chan hyung itu orang yang sangat perhatian dan sangat baik"
"Kenapa kau memanggilnya Chan hyung?"
"Karena dia lebih tua dua tahun dari kita Baek. Aku harus sopan. Kau juga harus sopan dengan Chan hyung." Luhan mendelik memperingati.
"Tentu." Wajah itu bersemu merah.
"Kau mencurigakan! Katakan ada apa?!" desak si rusa.
"Aku. Hmmm... aku sepertinya jatuh cinta pada Chan hyung Lu." Terlihat binar bahagia di iris puppy milik Baekhyun.
"Benarkah?" teriak Luhan histeris. "Kau meninggalkanku! Tapi tidak apa, aku senang kau sudah jatuh cinta Byun Baek!" keduanya terkekeh lucu dan saling menyuapi es krim.
Hal pertama yang membuat Baekhyun bertemu Chanyeol memang tidak spesial. Hanya kisah konyol jika itu terjadi pada orang lain. Tapi tidak dengan Baekhyun. Sejak hari itu yang ada di pikirannya hanya Chanyeol Chanyeol dan Chanyeol. Baekhyun terus berusaha mengejar lelaki itu kemanapun. Masuk ke sekolah yang sama. Bahkan mengejarnya sampai universitas. Semua Baekhyun lakukan demi cinta pertamanya.
Dia terlihat sangat terobsesi pada Chanyeol. Baekhyun tidak peduli jika harus melakukan cara kotor untuk mengikat Chanyeol, termasuk saat dirinya menyingkirkan kekasih dan merusak perusahaan milik Ayah Chanyeol. Semua Baekhyun lakukan demi mendapatkan Chanyeol. Sumber kebahagiannya. Orang yang dia cintai.
End of Flashback
.
.
.
Lagi. Hari ini Baekhyun lagi-lagi terbangun sendiri di atas ranjang nyaman yang seharusnya hangat. Terlalu banyak hari yang dia lewati membuatnya lupa sudah berapa lama tidur di ranjang mewah yang dingin ini. Tidak ada ucapan selamat pagi, pelukan hangat atau ciuman manis di saat dirinya membuka mata. Semua itu hanya ada di dalam ilusi yang di bangunnya sediri. Berharap hal itu akan terjadi, walau entah kapan.
Tangan berjari lentik miliknya menggapai sebuah remote, menekan tombol yang di hapalnya di luar kepala membuat tirai di dalam kamar mewah miliknya terbuka. Sinar matahari berlomba-lomba masuk mengisi kegelapan di iris matanya. Sinar matahari pagi yang sangat Baekhyun sukai.
Sudah menjadi rutinitasnya menikmati terpaan sinar matahari pagi di atas ranjang mewah miliknya. Setidaknya, dia dapat merasakan kehangatan semu yang selama ini dia impikan. Mata kecil itu lagi-lagi terpejam menikmati hal yang membuat hatinya damai.
Setelah puas, Baekhyun keluar dari selimut yang membalut tubuhnya seperti kepompong. Tubuh polos miliknya terlihat bersinar bak poselen di terpa sinar matahari. Terlihat cantik dan menggoda secara bersamaan. Tanpa perlu mengambil pakaiannya yang terlihat tercecer di atas lantai kamar, Baekhyun melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Siap memulai harinya yang melelahkan.
.
.
.
Hal yang sangat ingin di hindari Park Chanyeol dari seorang Byun Baekhyun adalah kebiasaan bercinta mereka. Yeah, kebiasaan buruk yang menjadi tolak ukur berlangsungnya perusahaan agensi milik keluarga Park. Chanyeol sang penerus dan satu-satunya anak dari keluarga Park memiliki tanggung jawab untuk menjaga perusahaan yang telah di rintis ayahnya dari nol.
Chanyeol sebenarnya tidak memiliki ketertarikan berlebih untuk menjadi CEO dari perusahaan Entertaint milik ayahnya. Lelaki itu hanya tertarik untuk menjadi produser dari pada idol yang ada di agensinya. Tidak memikirkan bagaimana pasar dunia berkembang saat ini dan menetapkan strategi yang akan di lakukan. Tapi, demi sang Ayah Chanyeol sanggup menjalankan apa yang menjadi tanggung jawabnya, termasuk dengan mengorbankan harga dirinya untuk menuruti perintah orang yang dia benci.
Semua itu berawal saat Chanyeol sedang kuliah pada tingkat akhir. Hari itu saat dia baru saja mengantar sang kekasih pulang kerumah, Chanyeol mendapati Ibu nya menangis dengan sang Ayah yang ada di pangkuannya mendapat serangan jantung. Saat itu pulalah Chanyeol megetahui bahwa banyak pemegang saham yang menarik investasi mereka dari Park Entertaint. Entah bagaimana skandal yang melibatkan Tuan Park muncul dan membuat para pemegang saham menyelamatkan investasi mereka karena tidak mau merugi. Park Entertaint dipastikan bangkrut saat itu juga.
Tapi, bagai air yang menyiram tanah yang gersang, Tuan Byun muncul dan menawarkan kerja sama yang sangat menjanjikan dan menawarkan peluang yang sangat besar bagi para idol dari Park Entertaint untuk merambah pada pasaran China dan Jepang. Tanpa pikir panjang Tuan Park yang saat itu terbaring lemah karena serangan jantungnya setuju dengan tawaran menggiurkan Tuan Byun. Terlalu bersemangat dengan kerjasama yang baru, membuat Tuan Park tidak menolak permintaan Tuan Byun untuk mengikat mereka dalam satu keluarga melalui pernikahan kedua putra yang mereka miliki. Dari sinilah pernikahan bisnis itu terjadi.
"Kau pasti tidur dengan seorang jalang lagi!" sebuah suara berat mengusik lamunan Chanyeol di tengah cafe yang terlihat mulai ramai.
"Ya. Ada masalah dengan itu?" pria dengan coat hitam itu mengangkat gelas kopi di depannya.
"Ck! Tentu saja masalah. Kau itu sudah bersu-"
"Jangan sembarangan bicara Sehun! Kau tidak lupakan jika pernikahan itu rahasia?" sela Chanyeol cepat.
"Ya ya ya. Terserahmu. Aku hanya mengingatkan jika kau punya seseorang yang bisa merasa tersakiti dengan kelakuanmu Park!"
"Aku tidak peduli." Nada bicara Chanyeol terdengar dingin. "Jadi, untuk apa kau kemari? Apa artis mu tidak bekerja?"
"Ya. Minah sedang beristirahat untuk jadwal padatnya minggu mendatang. Dan aku kesini ingin mengajukan permintaan Park sajangnim."
"Apa?"
"Aku meminta cuti untuk satu tahun mendatang."
"Kau, jangan seenaknya ya Oh Sehun! Biarpun aku ini sepupumu tapi aku tetap bosmu di sini!"
"Aku punya alasan yang tepat Park sajang!" Sehun sengaja menekan kata sajang. "Luhan hamil dan aku berinisiatif untuk menjadi suami siaga untuknya. Lagi pula aku tidak bisa menjadi manager dari artis lain jika pikiranku hanya padanya."
Chanyeol hanya menghela napas mendengar penuturan sepupunya itu. Oh Sehun sebenarnya terlahir dari pasangan selebritis terkenal, dia di didik menjadi seorang artis dan ikut menjalani pelatihan di agensi milik keluarga Chanyeol. Tapi semua itu hanya menjadi omong kosong saat kedua matanya melihat Luhan yang sedang berlatih dengan keras. Entah mengapa timbul keinginan kuat untuk terus berada dekat dan melindungi si mata rusa. Maka dari itu, Oh Sehun yang seharusnya menjadi aktor terkenal sekarang malah menjadi manager abadi dari seorang Xi Luhan, dan akhirnya mereka memutuskan untuk menikah.
"Baiklah. Lakukan sesukamu manager Oh!" Chanyeol berdiri dari kursinya. "Aku punya sedikit masalah yang harus segera di selesaikan."
"Sampai kapan hyung."
Langkah kaki Chanyeol terhenti saat mendengar suara Sehun. Tubuh tinggi itu berbalik arah menghadap si lelaki pale.
"Ini sudah dua tahun hyung dan Baekhyun menikah. Apa hyung tidak bisa berdamai dengan masa lalu?"
"Jangan ikut campur urusan pernikahanku Sehun. Aku peringatkan." Desis Chanyeol di antara gigi-giginya.
"Apa ini masih ada kaitannya dengan Taemin hyung?" perkataan Sehun membuat wajah Chanyeol mengeras. "Kau tahu kan jika Taemin hyung sudah bahagia dengan pasangan hidupnya. Jadi, kau harus berdamai dengan masa lalumu hyung." Suara Sehun terdengar membujuk dengan halus.
"Kau tahu apa Sehun-ah? Ini urusanku!" tubuh menjulang milik Chanyeol berdiri berhadapan dengan Sehun yang tidak kalah tinggi.
"Dua tahun bukan waktu yang sebentar untuk berpikir hyung. Jika kau tidak menginginkan pernikahan ini, kau bisa lepaskan ikatan kalian. Atau yang lebih baik, hyung bisa membalas perasaan Baekhyun. Hyung tahu, Baekhyun hanya melihat hyung selama ini. Tidak ada orang lain."
"Kau ikut campur terlalu jauh Sehun-ah. Ini tidak bisa di selesaikan dengan begitu saja. Aku punya alasan sendiri."
"Baiklah. Aku hanya ingin mengingatkan hyung. Baekhyun juga manusia yang punya hati dan perasaan. Walaupun dia terlalu terobsesi padamu, suatu saat titik jenuh itu pasti muncul. Dan aku harap, jika saat itu terjadi, kau belum terjebak dalam karma yang kau buat sendiri."
Sehun meniggalkan Chanyeol yang masih berdiri mematung di dalam cafe. Perkataan Sehun terus berputar di kepalanya.
"Aku tidak akan pernah jatuh cinta padanya."
Siapa yang tahu itu akan terjadi atau tidak.
.
.
.
Baekhyun memijit kepalanya pelan. Tubuh kecil itu terbalut kemeja putih yang lengan bajunya telah di gulung hingga siku. Jas miliknya tergantung di sandaran kursi yang dia tempati. Baekhyun terlah ada di kantor selama 15 jam dan dirinya masih saja berhadapan dengan setumpuk dokumen penting yang harus di periksa.
"Apa anda perlu kopi Tuan?" lelaki berkulit tan yang ada di hadapannya menawarkan cangkir kopi ketiga untuk dia konsumsi.
"Tidak perlu Kai." Baekhyun membenarkan letak kacamata yang dia pakai."Apa masih ada berkas lain yang harus aku periksa?" tangan berjari lentik itu tidak henti membolak-balik lembaran kertas.
"Ada tiga dokumen lagi yang harus anda periksa lagi Tuan Byun." Jawab Kai dengan wajah datar yang tidak berubah dari tadi.
"Sepertinya aku akan lembut lagi."
"Sebaiknya andar istirahat Tuan Byun. Kesehatan anda lebih penting dari pada pekerjaan." Saran Kai, asisten setia Byun Baekhyun.
"Aku harus menyelesaikan semuanya malam ini. Agar aku memiliki waktu dengan Chanyeol lebih banyak." Nada itu terdengar datar dan tidak bertenaga. Tapi binar bahagia tampak pada iris Baekhyun.
"Baiklah Tuan Byun. Saya akan membantu anda."
"Hanya duduk di sana dan antar aku pulang setelah pekerjaan ini selesai." Baekhyun kembali membuka dokumen lain untuk di periksa. "Kau masih saja kaku dan datar padaku. Padahal kita sudah kenal sedari bayi. Seharusnya kita bisa berteman."
"Maafkan saya Tuan Byun."
"Tak apa. Aku mengerti. Lakukan senyamanmu. Kim Kai."
Kim Kai. Lelaki tinggi yang sedari kecil di didik untuk menjadi asisten setia untuk mendampingi Baekhyun. Kai adalah tangan kanan Baekhyun. Hubungan mereka masih terlihat kaku karena Kai yang sangat menghormati Baekhyun sebagai tuannya, dan tidak bisa keluar dari hubungan formal mereka untuk menjadi teman.
"Apa yang dilakukan Chanyeol hari ini?"
"Tuan Park hari ini memiliki pertemuan bisnis dengan pengusaha asal Thailand. Dan mereka berencana untuk bekerja sama dalam audisi trainee baru untuk Park Entertaint."
"Baiklah. Terima kasih atas informasinya Kai."
Selain menjadi asisten, Kai juga ditugaskan oleh Baekhyun untuk menjadi mata-mata Park Chanyeol-suaminya. Bukan tidak percaya, tapi Baekhyun hanya menjaga Chanyeolnya agar tidak jatuh ke tangan orang lain. Terdengar posesif memang, tapi itu adalah salah satu cara Baekhyun menjaga miliknya.
Park Chanyeol, hanya akan menjadi milik Park Baekhyun untuk selamanya.-Baekhyun.
.
.
.
TBC
Maaf ya updatenya yang lamaa... saya baru saja sembuh dari flu yang parah. Dan untungnya saya ada ide yang cukup buat lanjutin storynya. Maaf kalau belum maksimal yaahh...
Buat yang revieww! Wwooowww! Saya gak nyangka hampir semua yang fav/foll ngereview story ini. senengggg bangeetttt! Dan ini adalah salah satu penyemangat buat saya ngetik! Makasih ya sekali lagiiii... nanti kalau saya sudah enakan dan banyak ide mengalir saya bakal buka request buat list oneshoot cerita saya. Okee...
Yang nungguin Byun? Mohon bersabar, ini ujian... mudah-mudahan bulan depan special chap bisa keluar. Aminn...
Typo maafin yah... lagi sakit soalnya... gak sakit aja banyak typo hehhehe
Review please?
