Characters ;
- Jung Jaehyun of NCT
- Chittaphon Leechaiyapornkul/Ten of NCT
Note ; Ini adalah fanfict NCT Boyslove alias BxB alias Yaoi.
WARNING! Kalau tidak suka, tidak perlu membaca. Kalau suka, terimakasih banyak~
Selamat membaca!
"Noona!"
Lagi-lagi Jung Jaehyun menunggunya selesai bekerja.
Ten memperbaiki coat yang ia kenakan, "Jaehyun? Ada apa?"
Jaehyun yang semula bersandar pada sedan hitam milik keluarganya berjalan menghampiri Ten,
"Good work! Apakah noona merasa lelah? Mau kubelikan sesuatu?"
Ten menggeleng cepat, "Tidak usah. Tidak perlu repot-repot."
Jaehyun tersenyum manis. Ia sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Ten, "Aku tidak pernah merasa direpotkan."
Wajah Ten memerah.
Ugh—apakah aku ini seorang masokis karena berfikir bahwa tingkahnya barusan sangat menggemaskan?
"Tidak perlu, Jaehyun." Ten memaksakan sebuah senyuman.
"Ah! Tapi maaf, noona. Sebenarnya—"
Jaehyun memasukan salah satu tangannya kedalam saku celana, lalu mengeluarkan dua buah tiket.
"Aku sudah membelikan tiket untuk menonton besok minggu. Bagaimana? Noona bisa?"
"Em, kalau itu—"
Tiba-tiba Jaehyun meraih kedua tangan Ten, menggenggamnya kuat.
"Besok noona akan kujemput!"
Ia memasang wajah berseri-seri.
Ten merasa semakin tidak enak.
Ia mengalihkan pandangannya dari wajah Jaehyun, "D, dengan sedan hitam keluargamu?" Ten bertanya dengan suara kaku.
"Ada yang salah dengan sedan hitam milik keluargaku?"
Ten melepaskan genggaman Jaehyun, "T, tentu saja tidak! Hanya saja—sedan hitammu itu t, terlalu mencolok." Ten menundukan kepala.
"Oh begitu."
Jaehyun berkacak pinggang, "Bagaimana jika menggunakan mobil yang lain? Keluargaku punya banyak mobil yang tidak berwarna hitam, kok."
Ten merasakan kepalanya seketika pusing, "Bukan begitu—"
"Lalu apa, noona?"
"Um, aku akan menyetujuinya asal—""
"Asal—?"
"Ugh, yang penting tidak usah berlebihan. Besok kita bertemu didepan stasiun kereta saja."
Ten bisa merasakan arwahnya terbang melayang jauh entah kemana.
Wajah Jaehyun seketika berubah ceria.
Ia tidak pernah melihat ekspresi ini sebelumnya.
"Baik! Didepan stasiun kereta jam sebelas, ya!"
Ia menarik Ten kedalam pelukannya sebelum ia pamit untuk pulang,
"Sampai berjumpa besok, noona!"
Ten yang tidak bisa berkata apa-apa hanya melambaikan tangan dengan lemas.
"Ah~ Kenapa aku malah menggali kuburanku sendiri semakin dalam, ya?"
.
.
Sebuah kencan.
Apakah ini sebuah kencan?
Ten memijit wajahnya yang terasa kaku.
Ia pun sesekali mengusap matanya,
"Aku kurang tidur."
Ia menatap kaca didepannya.
"Betapa berantakannya dirimu, Ten."
Ia bergumam.
"Apa yang harus kukenakan hari ini?"
Ten memperhatikan pakaian-pakaian untuk perempuan yang tergeletak diatas ranjang.
"Apakah yang ini?"
Ia meraih sebuah dress selutut dengan corak bunga berwarna merah jambu.
"Terlalu feminim?"
Matanya melirik sebuah crop tee berwarna putih polos dengan rok selutut berwarna merah jambu.
"Atau yang ini saja?"
Ten memijit dagunya,
"Bukankah aku terlalu menantikan moment ini?"
Ia menghela nafas panjang.
.
.
Dari kejauhan, Ten dapat melihat Jung Jaehyun berdiri menunggunya didepan stasiun kereta.
Sesekali ia melirik ke jam tangan yang ia kenakan.
Ten pun mempercepat langkah kakinya, "Jaehyun! Maafkan aku, aku telat—"
"Tidak apa-apa, noona. Aku juga baru saja datang." Jaehyun menoleh, lalu melemparkan senyuman sampai kedua matanya nyaris hilang.
"B, begitu?" Ten mengusap tengkuknya.
Ia melirik Jaehyun dari atas sampai bawah.
Jaehyun menggunakan sebuah kemeja hitam yang digulung sampai siku lengannya.
Ia menggunakan celana jeans biru gelap, dan sepatu kets berwarna putih.
Simple tapi tampan! Begitu pikir Ten.
Jaehyun menganga lebar ketika melihat dandanan Ten untuk 'kencan' hari ini.
Ten memutuskan untuk menggunakan dress selutut dengan corak bunga berwarna merah jambu.
Jaehyun bisa melihat kaki Ten yang panjang dengan jelas. Hal itu membuat jantung Jaehyun berdebar cepat.
Rambut—Wig—Ten seperti biasa dibiarkan tergerai tanpa aksesoris apapun.
Walaupun Jaehyun sudah sering melihat Ten dengan rambut tergerai—entah mengapa, hari ini Ten terlihat begitu cantik dimata Jaehyun.
Tahan dirimu, Jung Jaehyun! Tahan!
"M, maaf, aku aneh, ya?" Ten merasakan tatapan Jaehyun berbeda dari biasanya. Ia merasa tidak nyaman.
Jaehyun menggeleng cepat, "Tidak! Noona hari ini sangat cantik!"
Wajah Ten memanas, "O, oh—terimakasih."
Jaehyun meraih tangan Ten lalu menggandengnya, "Kalau begitu ayo kita pergi."
.
.
Jung Jaehyun memilih sebuah film dengan genre Horror untuk 'kencan' hari ini.
Alasan mengapa ia memilih film ber-genre Horror karena dirinya memiliki niat terselubung—mencari kesempatan dalam kesempitan.
Jaehyun juga memilih tempat duduk paling belakang. Dipojokan.
Sehingga orang lain tidak dapat melihat apa yang akan ia lakukan terhadap Ten.
Ketika keduanya sudah masuk kedalam teater, Jaehyun meminta Ten untuk duduk tepat disamping dinding.
Ten menyenderkan tubuhnya ke kursi teater yang empuk, "Bagian ini tidak nyaman sekali." Pikirnya.
Beberapa menit kemudian, lampu teater mulai meredup.
Jaehyun menoleh ke arah Ten, lalu membisikan sesuatu kepadanya, "Noona, filmnya sudah mau mulai."
Ten mengangguk singkat.
"Aku sudah tahu." Ia membalas dalam hati.
Teater sudah gelap, film pun akhirnya diputar.
Selama film berlangsung, Jaehyun tidak henti-hentinya terus mencuri pandangan ke arah Ten.
Sedangkan Ten hanya sibuk menatap layar dengan tatapan suntuk.
Berkali-kali ia mengumpat dalam hati karena sejujurnya, ia tidak tahan dengan film Horror ditambah posisinya tidak nyaman untuk menonton.
"Noona." Panggil Jaehyun dengan suara pelan.
Ten tetap memfokuskan pandangan pada layar, "A, apa?" Ia berbisik.
"Noona, tatap aku."
"Ada apa, Jae—"
Tiba-tiba wajah menyeramkan muncul di layar dengan backsound yang menakutkan—membuat Ten terkejut dan spontan memeluk lengan Jaehyun erat.
Ten juga menyembunyikan wajahnya di lengan Jaehyun, membuat wajah sang pemilik lengan seketika merah merona.
"Hantunya sudah pergi?" Tanya Ten.
"Sudah."
Mendengar jawaban Jaehyun, Ten mengangkat wajahnya.
"Benarkah—"
Jaehyun menarik dagu Ten, mencium bibir lelaki tersebut, lalu melumatnya perlahan.
"Hmph!"
Ten berusaha untuk melawan Jaehyun.
Tetapi tenaga Jaehyun lebih besar darinya sehingga perlawanannya tidak memberikan efek terhadap Jaehyun.
Salah satu tangan Jaehyun menyelip dibalik wig yang Ten kenakan, lalu meraba tengkuk Ten lembut, membuat tubuh Ten bergetar.
"Ah—J, Jaehyun." Disela-sela ciuman keduanya, Ten memanggil namanya.
Jaehyun melepas ciuman.
Wajahnya turun ke leher putih Ten, menggigitnya perlahan.
"Ngh, hentikan—kumohon."
Setelah itu ia beralih ke telinga Ten, kemudian menjilatnya, "Noona, panggil namaku lagi." Bisik Jaehyun.
Kali ini Jaehyun menangkup kedua pipi Ten dan kembali mencumbui bibir lelaki tersebut.
Ia menggigit bibir bawah Ten hingga lelaki itu mengerang dan memasukan lidahnya kedalam mulut Ten.
Lidah keduanya bertemu. Saling beradu.
Wajah Ten memerah karena ciuman panas yang Jaehyun berikan.
Tangan Jaehyun pun mulai beralih ke bagian dada Ten.
Ten yang menyadari hal itu spontan mendorong tubuh Jaehyun menjauh.
Ciuman keduanya terlepas, dan saliva mengalir dari bibir Ten maupun Jaehyun.
Ten mengusap bibirnya cepat.
Sedangkan Jaehyun hanya menatap Ten dengan tatapan bingung.
.
.
Setiap kali Ten melakukan crossdressing, ia selalu menggunakan silikon payudara dibalik bra yang ia kenakan agar crossdressing-nya semakin totalitas.
Kalau saja, Jung Jaehyun menyentuh bagian itu lalu kedoknya selama ini ketahuan—
Ia bisa membayangkan apa yang akan Jaehyun katakan kepadanya.
Setelah ciuman panas mereka, Ten sudah tidak bisa fokus kembali kepada film tersebut.
Jantungnya terus berdebar cepat.
Tetapi bukan karena ciuman yang Jaehyun berikan.
Melainkan ia takut ketahuan karena dirinya menggunakan sebuah silikon payudara.
Selain itu, adik Ten bereaksi berkat kejadian itu.
Untung saja teaternya gelap, dan ia menutupi pahanya dengan tas yang ia bawa sehingga Jaehyun tidak menyadari keadaannya yang menyedihkan.
Ten berjalan dengan lunglai saat film yang mereka tonton sudah selesai, "Jaehyun, apakah ada hal lain yang ingin kau lakukan?"
Jaehyun memijit dagunya, "Hmm, Ada—Noona masih memiliki waktu setelah ini kan?"
Ten menatap Jaehyun sesaat, "Memangnya apa yang akan kau lakukan?"
Jaehyun tersenyum kecil, "Ikut aku."
.
Tbc
.
[ Halo! ーーヽ(*'▽)ノ Terimakasih untuk para pembaca yang sudah membaca dan review cerita ini! Sebelumnya aku ingin mengucapkan selamat menjalankan ibadah bulan puasa bagi yang menjalankan! Berhubung kita sudah memasuki bulan Ramadhan, aku mempunyai pemberitahuan untuk kalian semua, karena cerita ini mengandung unsur mature aku memutuskan untuk meng-update pada malam hari, dan aku mengingatkan untuk kalian yang menjalani ibadah puasa untuk membaca cerita seperti ini ketika kalian sudah buka puasa! (づ ̄ ³ ̄)づ Terimakasih banyak! (⁼̴̀ .̫ ⁼̴́ )✧ ]
