Aku melihatnya dan tahu apa artinya kekalutan dalam diriku;

Dialah satu-satunya,milikku selamanya.

Summary

Taeyong adalah seorang pencinta alam,seorang pria manis yang tak mampu memahami mengapa ia terpuruk begitu jauh memikirkan Jaehyun

Jaehyun berbahanya,tampan dan seorang manusia serigala.

.

.

Warning : It's YAOI! DLDR ! TYPO(s) ! NO BASHING!WOLF!AU!

Cast : Lee Taeyong,Jung Jaehyun, NCT member.

Rated : T+ /nyerempet M/

Disclaimer :

Fanfiction ini merupakan remake dari sebuah novel yang berjudul sama seperti judul fanfiction ini 'A Dark Guardian' yang ditulis oleh Rachel Hawthorne.

Ini bukan fanfiction buatan author melainkan hanya sebuah remake dari novel tersebut, author hanya mengubah nama dan beberapa kalimat agar mudah dipahami pembaca.

Ini juga udah pernah di remake sama author jadi FF KaiHun

diharapkan untuk tidak memberikan bashing untuk fanfic ini.

Hope you like this REMAKE story!

OohSehoonie present….

"A DARK GUARDIAN"

.

.

.

.

Perlu diingatkan disini cerita ditulis dengan Taeyong side. Jadi cerita ini berfokus pada apa yang dirasakan oleh Taeyong.

SATU

Taeyong side

Aku berhasil menyusul Jaehyun beberapa menit kemudian. Aku tidak memperlihatkan hadiah dari Chanyeol padanya, dan sebagian diriku berharap Jaehyun tidak akan menyadarinya. Entahlah, tapi kurasa dia tak akan senang.

"Chanyeol keluar hutan semalam" aku memberitahu Jaehyun. "Kurasa dia yang kudengar"

"Aku tau dia ada di hutan. Aku mencium baunya"

"Eh?"

"Sabun yang dipakainya –baunya tajam. Kurasa dia bukan yang mengawasi kita"

"Tapi dia bilang padaku dia melihat kita"

"Ya, mungkin itu memang dia"

Aku merasakan penolakan saat mendengar jawabannya. "Kau seperti tak yakin"

"Kita hanya harus tetap waspada"

Aku mengangguk.

"Ayo berangkat" dia memanggil kelompok kami

Saat Jaehyun bilang kami akan memimpin, ternyata maksudnya dia yang akan memimpin dan aku berada tepat di belakangnya. Aku meyakinkan diriku sendiri bahwa kami tidak punya pilhan selain bergerak beriringan karena kondisi jalannya sempit. Hari ini kami mengikuti jalan setapak yang sudah cukup sering di lalui, sehingga cukup terbuka dan semak belukarnya tidak mengganggu, tapi aku tau bahwa pada titik tertentu kami akan menyimpang ke daerah yang belum pernah dijelajahi siapa pun.

Itulah bagian yang paling kusukai dari perjalanan ke hutan. Selalu ada petualangan, dengan kejutan di setiap belokannya. Dan sekarang, kejutan yang paling besar bagiku adalah Jaehyun dan aku sangat senang memperhatikan gerakannya. Dia penuh dengan percaya diri dan melangkah dengan pasti.

Aku tau dia kuliah di sebuah universitas di suatu tempat dan baru saja kembali untuk bekerja di musim panas ini, tapi hanya itu. Apa yang kuketahui tentang Jaehyun tak cukup membuatku mengenalnya.

Aku tau dia sedang dalam kondisi luar biasa. Napasnya biasa saja sementara aku sudah terengah-engah. Jalan setapak itu semakin menanjak dan hutan ini terdiri atas bukit-bukit. Berjalan melintasinya butuh latihan. Tadinya kupikir aku sanggup.

"Sedikit lagi" kata Jaehyun pada akhirnya.

Aku malu karena dia bukan hanya mendengarku kelelahan tapi juga merasa wajib membuat aku tau bahwa dia melihatku sedang berjuang.

"Aku baik-baik saja"

Dia berbalik tanpa memperlambat langkahnya "Tapi professor dan mahasiswanya menderita"

Aku memikirkan rasa tak suka Jaehyun pada Chanyeol atau sebaliknya. "Apa kau sedang berusahan membuktikan sesuatu pada mereka?"

"Kalau iya, aku tidak akan berhenti"

Yeah, mungkin dia bisa terus berjalan sepanjang hari tanpa istirahat. Aku merasakan perasaan aneh antara kagum dan iri. Aku tak tau kenapa aku peduli, tetapi aku ingin sekali sejajar dengannya, ingin dia terkesan oleh staminaku. Ingin dia terkesan olehku.

Jalan setapak sedikit melebar, Jaehyun memperlambat langkahnya sampai kami berjalan berdampingan.

"Jadi sudah berapa lama kau menjadi Sherpa?" tanyaku

Dia mengalihkan tatapan tajamnya padaku, "Empat tahun"

"Apakah itu alasan mereka memasukan aku dalam kelompokmu? Karena kau sangat berpengalaman?"

"Aku yang meminta kau masuk ke dalam kelompok ini,Taeyong"

Mulutku terbuka lebar saat mendengar perkataannya, untungnya Jaehyun tidak menyadarinya karena pada saat yang bersamaan aku tersandung kakiku sendiri. Jaehyun bergerak dengan kecepatan yang luar biasa sebelum aku terjatuh karena beban ranselku. Tangan besarnya yang hangat memegangi lenganku.

Seharusnya aku malu atas kecerobohanku, tapi aku tak tertarik untuk memikirkannya. Aku lebih tertarik dengan apa yang Jaehyun katakan sebelumnya

"Kenapa? Kenapa kau meminta aku?"

"Karena aku merasa tidak seorang pun bisa melindungimu sebaik aku"

"Jadi kau ini apa? Supersherpa? Dan kau pikir aku tak bisa menjaga diriku sendiri?"

"Perlu kuingatkan, aku bukan yang baru saja tersandung Taeyong"

Aku diam saja. Akan terdengar bodoh kalau kuberitahu dia aku tersandung karena kesalahannya.

"Apa kita berhenti disini?" tanya Ten, waktu dia mendekat dan memandangku dengan tatapan aneh.

"Ya" kata Jaehyun. Dia melepaskan pegangannya padaku lalu melangkah pergi

"Kita istirahat lima belas menit" ujar Jaehyun saat semua telah menyusul kami "Aku akan memeriksa medan di depan"

Sebelum ada yang menjawab, dia sudah menghilang di balik pepohonan.

"Apa orang itu tidak mengenal kata lelah?" gerutu Chanyeol sambil menjatuhkan diri diatas tanah setelah melepaskan ranselnya

"Mereka bilang dialah yang terbaik" kata Dr. Youngmin. Rambutnya gelap dan sedikit beruban. Bahkan dalam pakaian hikingnya dia tetap tampak berbeda, seolah setiap saat dia akan memulai mata kuliah yang membosankan. Dia melangkah kearah dua mahasiswanya, Sehun dan Jongin. Mereka sedang mengangkat sebuah peti kayu besar sambil bermandikan keringat. Dia membantu mereka menurunkan peti itu dengan hati-hati.

"Isinya apa professor?" tanya Johnny

"Hanya beberapa peralatan yang kami gunakan untuk mengumpulkan contoh kalau kita sudah lebih jauh ke dalam hutan"

"Anda pasti berencana untuk mengumpulkan banyak contoh"

Dr. Youngmin tersenyum dan senyumnya itu mengingatkanku pada terapisku ketika dia memberitahuku sesuatu yang tak kuingat lagi dalam otak lemahku ini.

"Aku berniat membuat uang yang kukeluarkan sebanding dengan perjalanan ini. Dan aku hanya membawa mahasiswa dengan rasa keingintahuan yang besar, jadi aku yakin ada banyak yang ingin mereka pelajari disini"

Jadi Chanyeol bukan satu-satunya yang punya masalah. Aku tidak tau berapa banyak biaya yang dikenakan kebun raya atas panduan Sherpa, tapi yang kutahu aku dibayar dengan bayaran paling rendah . Namun, tak jadi masalah karena bukan bayaran yang kami pikirkan melainkan bisa menghabiskan musim panas di alam bebas. Kami tidak akan berada di sini kalau kami tidak mencintai apa yang sedang kami kerjakan.

Mahasiswa yang lain –Minho, Suho dan Doyoung duduk bersama, sementara para Sherpa berbaur dengan yang lain. Minho dan Suho kelihatan agak terlihat tua sebagai mahasiswa sedangkan Doyoung manis dan anggun, badannya ramping dengan kulit mulus.

Mengingat sikap Dr. Youngmin yang ingin pengeluarannya tidak sia-sia, kurasa sebaiknya kami tidak memisahkan diri dalam tenda yang berbeda, Sherpa vs Mahasiswa. aku mengambil botol minumku dan duduk disamping Chanyeol yang sedang mencabuti rumput di sekitarnya

"Kau harus minum"

"Oh, kau benar" Chanyeol tersadar dan mengambil sebuah botol dari ransel dan meminum isinya. Lalu memandangku tajam.

"Apa yang kau tau tentang orang itu?"

"Orang yang mana?"

"Itu,yang merasa dirinya bertanggung jawab"

"Kalau yang kau maksud itu Jaehyun, dia memang penanggung jawabnya. Dia punya surat-surat dan dokumen lain yang membuktikan itu" aku tidak mengerti kenapa aku membela sikap Jaehyun yang angkuh.

"Apapun itu terserah. Dia berasal dari sekitar sini kan?"

"Ya. Dia masuk perguruan tinggi di tempat lain, tapi dia besar disini"

"Lalu, kalau kau sendiri?" tanya Chanyeol lagi "Aku pernah mendengar kau berasal dari Dallas. Tempat ini jelas jauh dari rumahmu, kenapa kau bisa kerja jauh dari rumahmu?"

Tadinya, aku ingin menjawab asal-asalan, tapi kunci keberhasilan terapi ini adalah menghadapi masa laluku dan tidak bersembunyi darinya. Selain itu rasa takut dari mimpi buruk semalam masih tertinggal, mungkin aku perlu membaginya dan kelihatannya Chanyeol adalah orang yang tepat.

"Psikiaterku yang menganjurkannya"

"Kau punya psikiater?"

Entah apakah dia terkesan atau kaget. Teman-teman sekolahku cenderung berpikir jika seseorang pergi ke psikiater, pastilah orang itu sudah berada pada tahap ingin membunuh, itulah sebabnya aku tak pernah membicarakannya pada siapa pun.

"Ya"

"Kenapa? Kamu berkepribadian ganda, begitu?"

Nah, ini adalah pandangan negatif orang-orang ketika tau aku mempunyai seorang psikiater. "Anggap saja aku punya masalah" aku melanjutkan dengan ragu "orangtuaku meninggal di hutan ini. Terapisku bilang sebaiknya aku lebih mengenal hutan ini agar bisa menerima kenyataan bahwa mereka meninggal di sini"

"Itu pasti berat untukmu"

Sepertinya Chanyeol mengalami kesulitan untuk membahas emosi. Menyesal kenapa aku menceritakan ini padanya. "Lupakan saja, biasanya aku tak akan menceritakan hal ini pada orang lain, entah kenapa aku bisa bercerita padamu"

"Tidak, hei, aku salah. Aku belum pernah berteman dengan seseorang yang orangtuanya meninggal. Maksudku, aku tidak mengharapkan itu. Kenapa mereka bisa meninggal? Binatang buas?"

Aku menggeleng "Maaf, aku sedang tak ingin membicarakannya"

"Tidak masalah. Tapi, perlu kuingatkan kalau kau butuh berbagi, aku siap mendengarkanmu Tae"

"Terima kasih" aku tersenyum tipis.

Setelah itu aku memandang sekeliling, seolah aku sedang takut ketahuan berbuat salah, aku hampir saja berteriak kaget saat melihat Jaehyun bersandar pada sebatang pohon dan memperhatikanku.

Ada apa dengan Jaehyun sebenarnya, dia terus bersembunyi di luar kelompok dan aku semakin penasaran apa yang sebenarnya sedang disembunyikan olehnya.

"Kita harus berangkat sekarang kalau ingin sampai sebelum gelap" kata Jaehyun tiba-tiba "Anak kota, kau tetap bersamaku"

Sesuai peraturan, aku ini anggota baru dan kami masih cukup dekat dengan desa jadi bisa saja Jaehyun mengirimku kembali karena melawan perintahnya.

Setelah hampir jatuh tadi, aku bahkan tak bisa membantahnya dengan mengatakan aku tidak butuh pengawasan.

Aku mengambil ranselku dan memakainya, lalu berjalan kearah Jaehyun. "Apa aku harus berjalan bersamamu terus?"

"Sekarang iya" Dia menolehkan kepala ke belakang "Atau kau mau jalan dengannya?"

Aku tau maksudnya Chanyeol. "Mungkin. Apa kau keberatan?"

"Kau akan dapat kesulitan dan kau hanya akan melihat dia lari untuk menyelamatkan dirinya sendiri"

"Begitu?"

"Aku ini bisa menilai orang Taeyong. Chanyeol hanya menyalak dan tidak mengigit"

"Dan kalau kau sepenuhnya menggigit"

Salah satu ujung bibir Jaehyun terangkat, mungkin itu sebuah senyum "Tergantung orang itu perlu digigit atau tidak"

Sebelum aku sempat menanggapi dengan jawaban yang cerdas, senyumnya menghilang "Mungkin ada bahaya yang mengancam. Tetaplah bersamaku lebih lama lagi"

Dia sedang membicarakan bahaya denganku? Apakah dia tidak tau sejarahku? Tapi kenapa juga dia harus peduli? Karena aku anak baru? Ataukah lebih dari itu? Dan kenapa aku ingin lebih? Aku ingin membantahnya, tapi semua sudah berkumpul dan sepertinya aku hanya akan menghambat perjalanan.

Aku mengangkat bahuku, berusaha menjaga ranselku dalam keadaan seimbang agar aku tak terjatuh.

"Ayo Taeyong" ucap Jaehyun padaku

.

.

.

.

.

TBC

.

.

..

Halo halo, ada yang ngerasa gak kalo ffn lagi bermasalah? atau cuma perasaan author aja?

Disini bakal banyak SM artist bertebaran yak.. jangan marah juga kalo salah satu dari mereka bakal jadi pemeran antagonis. Ini demi kepentingan fanfic guys!

Oke, sebelumnya author mau minta maaf karena minggu lalu udah sok2an nanya kalian mau updatenya kapan, dan mungkin udah member kalian harapan palsu kalo author bakal update dua hari sekali.

Maaf banget, tadinya sih pengen update dua hari sekali, tapi setelah dengar pengumuman kelulusan kemarin, tiba-tiba banyak urusan yang datang pada author, mulai dari ajakan temen-temen buat jalan-jalan sebelum pada pisah nyari kuliah sampe urusan balikin buku ke perpustakaan sekolah/curhat/

Mungkin besok author bakal update lagi buat chap 4 sebagai permintaan maaf buat para readers. Dan untuk chapter kali ini author ga bisa ngebales review kalian satu-satu. Mungkin besok baru author bales sama2 pas update chapter 4. Ditunggu ya~.

Oh iya, buat SHINeexo makasi ya udah kasi tau kesalahan di chapter sebelumnya, udah aku perbaiki kok. Lain kali kalo ada typo diinfokan lagi yah~

.

.

.

Big thanks to

Semua reader yang udah comment,favorite dan follow fanfic ini.

Untuk siders mungkin kalian memilih untuk membaca fanfic ini dalam diam, gak apa kok author juga mantan siders sih.. ngahahaha.

.

.

.