Aku melihatnya dan tahu apa artinya kekalutan dalam diriku;
Dialah satu-satunya,milikku selamanya.
Summary
Taeyong adalah seorang pencinta alam,seorang pria manis yang tak mampu memahami mengapa ia terpuruk begitu jauh memikirkan Jaehyun
Jaehyun berbahanya,tampan dan seorang manusia serigala.
.
.
Warning : It's YAOI! DLDR ! TYPO(s) ! NO BASHING!WOLF!AU!
Cast : Lee Taeyong,Jung Jaehyun, NCT member.
Rated : T+ /nyerempet M/
Disclaimer :
Fanfiction ini merupakan remake dari sebuah novel yang berjudul sama seperti judul fanfiction ini 'A Dark Guardian' yang ditulis oleh Rachel Hawthorne.
Ini bukan fanfiction buatan author melainkan hanya sebuah remake dari novel tersebut, author hanya mengubah nama dan beberapa kalimat agar mudah dipahami pembaca.
Ini juga udah pernah di remake sama author jadi FF KaiHun
diharapkan untuk tidak memberikan bashing untuk fanfic ini.
Hope you like this REMAKE story!
OohSehoonie present….
"A DARK GUARDIAN"
.
.
.
.
Perlu diingatkan disini cerita ditulis dengan Taeyong side. Jadi cerita ini berfokus pada apa yang dirasakan oleh Taeyong.
SATU
Taeyong side
"Manusia serigala? Anda percaya manusia serigala itu benar-benar ada?" Hampir saja aku tertawa saat menanyakan ini.
Walaupun aku tau dalam berdagang pelanggan selalu benar, tapi aku tidak tau hukum ini berlaku bagi para perserta camping dan pemandu seperti kami. Dalam kasus ini, mereka pasti salah dan aku tak bisa membiarkannya
Beberapa dari kami sedang duduk mengelilingi api unggun bersama Dr. Youngmin. Sepanjang hari ini kami hanya terus berjalan sampai di tempat terbuka yang luas ini dan Jaehyun mengumumkan bahwa kami akan berkemah di sini. Waktu itu hari sudah senja dan sekarang malam telah tiba dan kami membakar marshmallow. Biasa, tapi ini sangat enak.
Dr. Youngmin menceritakan kami kisah-kisah kuno tentang manusia serigala,sangat menarik, lalu dia mulai berbicara tentang serigala yang terlihat di hutan sekitar sini. Serigala yang ia percaya sebagai manusia serigala. Dia percaya hutan lindung ini merupakan tanah perburuan mereka, tempat mereka bersembunyi dari dunia nyata.
"Kenapa sangat sulit dipercaya?" Dr. Youngmin bertanya, sebagai jawaban atas pertanyaanku. Dia duduk di sebuah kursi lipat, terlihat seperti guru.
"Semua kebudayaan punya legenda tentang manusia yang bisa berubah menjadi binatang. Legenda itu berakar dari keyataan"
"Aku di pihak Taeyong kali ini" kata Ten yang duduk di samping Johnny. "Manusia serigala hanya ada dalam fiksi. Lihatlah Big Foot dan monster Loch Ness. Mereka semua sudah hilang dari prasangka"
"Entahlah, mungkin Dr. Youngmin sedang mengejar sesuatu disini. Ada seseorang di asramaku yang mungkin bisa dibilang manusia serigala. Dia tidak pernah bercukur, memotong rambut, atau mandi. Sulit dibilang dia itu manusia" ujar Johnny
Aku tertawa. Ternyata tidak seorang pun yang menanggapi teorinya dengan serius.
"Tapi bagaimana kalau benar? Kalau ternyata manusia serigala itu mendiami hutan ini?" tanya Chanyeol. Dia duduk di batang kayu di sampingku, sedang membakar marshmallow
"Lalu kita semua akan mati" kataku sambil menirukan gaya seram dalam film horror.
Johnny dan Ten menertawakan aku, mereka terlihat kompak. Bahkan beberapa murid professor pun ikut tertawa.
"Atau kita semua akan berubah menjadi manusia serigala" kata Jaehyun terdengar tidak menyenangkan. Dia tidak duduk dalam lingkaran seperti kami, melainkan bersandar pada sebatang pohon. "Bukankah begitu seharusnya, Profesor? Kalau manusia serigala sampai menggigit kita, kita akan menjadi manusia serigala juga?"
"Itu salah satu kemungkinan. Kemungkinan lain adalah keturunan. Manusia serigala terlahir dengan semacam mutasi genetika-"
"Apa? Seperti dalam X-Men?" sela Jaehyun sambil menyeringai
"Bahkan fiksi pun memiliki unsur kebenaran di dalamnya," Dr. Youngmin tetap keras kepala.
"Tapi kenapa manusia serigala yang bermutasi?" Jaehyun menjeda kalimatnya sebentar "Bagaimana kalau semua orang adalah mutasi sebenarnya? Mungkin kita semua berawal sebagai manusia serigala"
"Teori yang menarik, tapi jika kasusnya seperti itu, mereka akan menjadi jenis yang dominan, tidakkah kau berpikir begitu? Mereka yang akan memburu kita, bukan kita yang memburu mereka"
"Kita sedang memburu mereka?" Yuta masuk kedalam percakapan
"Kurasa aku menimbulkan kesan yang salah." Kata Dr. Youngmin "Sebenarnya yang kumaksud adalah menemukan mereka"
"Kalau mereka tidak ingin ditemukan, mungkin mereka akan mendatangi kita" kata Hansol "Bagaimana kalau begitu?"
"Kurasa kita tidak perlu khawatir," kata Jaehyun menatap langit "Malam ini sedang tidak purnama"
"Itu kalau perubahannya dikendalikan oleh bulan" kata Dr. Youngmin "Bagaimana kalau mereka berubah sesuai keinginannya?"
"Kalau begitu kita dalam kesulitan besar" Jaehyun mengucapkannya dengan wajah serius, aku tak tau dia serius atau tidak.
"Kau tidak terpengaruh dengan ini semua kan?" tanyaku. Jaehyun adalah orang terakhir yang menurutku akan termakan oleh cerita konyol tentang manusia serigala ini.
Dia mengedipkan sebelah matanya padaku, "Entahlah, kurasa aku tidak akan keluar tenda malam ini"
"Tenda tidak bisa mencegah serangan manusia serigala" kata Chanyeol lalu meniup marshmallownya.
"Belum pernah ada catatan yang menyatakan tentang seekor serigala sehat menyerang manusia" Jaehyun menantangnya.
"Kita bukan berbicara tentang serigala" sahut Chanyeol menatap tajam Jaehyun "Kita sedang berbicara tentang manusia serigala. Seseorang yang berubah menjadi binatang buas. Mereka diluar sana, dan kami akan membuktikannya"
"Apa itu tujuan perjalanan ini?" tanya Jaehyun dengan suara tenang namun cukup membuatku merinding.
"Chanyeol hanya terlalu bersemangat" kata Dr. Youngmin "Kami berharap melihat beberapa ekor serigala dan mempelajari mereka. Kuakui bahwa aku sedang tertarik dengan gagasan lycanthropy namun aku tak percaya dengan kehadiran mereka. Hanya memikirkan adanya kemungkinan"
"Serigala sudah punah di daerah ini sampai kira-kira dua puluh tahun lalu, ketika beberapa dilepas untuk mendiami daerah ini. Serigala aslinya sudah mati semua, tapi keturunannya sudah berkembang biak. Mereka dilidungi"
"Kami tidak akan menyakiti mereka" Dr. Youngmin meyakinkan Jaehyun
"Kalau begitu, mungkin anda akan beruntung dan melihatnya" Jaehyun beranjak dari pohonnya "Kita akan melanjutkan perjalanan pagi-pagi besok. Aku mau tidur, Yuta pastikan semuanya aman malam ini"
"Siap" kata Yuta sebelum memasukkan marshmallow ke dalam mulutnya.
Setelah Jaehyun menghilang ke tendanya, ketegangan di sekitar api unggun mereda. Aku merasa aku bukanlah satu-satunya yang berpikiran bahwa Jaehyun dan Chanyeol sedang terlibat pertengkaran.
"Kau percaya semua itu?" tanyaku pada Chanyeol
Dia tertawa dan menggeleng "Tidak, tapi itu terdengar keren"
"Dalam film yang diputar, itu terlihat berlebihan" aku mengingatkannya.
"Aku pernah digigit serigala satu kali" dia memberi tahuku
Dia menunduk dan menggulung celananya. Di betisnya terdapat bekas luka jahitan "Digigit dagingnya"
"Sejak saat itu Chanyeol rajin mempelajari serigala" kata Dr. Youngmin. Entah kenapa suaranya terdengar bangga.
"Tapi kata Jaehyun tidak ada catatan yang membuktikan serangan serigala"
"Kurasa dia tak tau segalanya" kata Chanyeol pelan
"Lalu apakah kau berubah jadi manusia serigala ketika purnama?" tanya Ten
Chanyeol menghela napasnya "Jujur saja, aku harap begitu"
"Aku selalu berpihak pada manusa serigala" kata Ten. " Mereka mendapat peranan buruk dalam film. Iblis dari neraka. Kupikir mereka hanyalah perumpamaan seberapa buruknya kita memperlakukan orang yang berbeda"
"Itu hanya fiksi, Ten" kata Johnny "Tidak ada pesan mulia atau kenyataan hebat yang terungkap. Dan bagaimana pun perempuan tidak akan menjerit dan meringkuk padamu kalau kita menonton film yang manusia serigalanya manis dan penuh pengertian"
"Tetapi selalu ada akibat untuk mereka. Mereka selalu menjadi pihak yang jahat. Aku ingin sekali saja melihat manusia serigala berperan sebagai pahlawan"
"Kau benar-benar serius memikirkannya" kata Chanyeol mulai membakar marshmallow berikutnya.
"Apa yang harus kukatakan? Aku suka anjing"
"Vampir juga medapatkan peran yang buruk" kata Hansol "Kau juga memihak mereka?"
"Banyak vampir yang digambarkan sedang berusaha menahan kebutuhan mereka terhadap darah. Akan menyenangkan kalau melihat manusia serigala menjadi baik di film"
"Mereka selalu kehilangan rasa kemanusiaan ketika berubah" kata Chanyeol tenang "Setidaknya begitulah di film"
Setelah itu kami bergegas masuk ke dalam tenda, Hansol meregangkan tubuh dan langsung terlelap begitu saja.
Kami masuk ke dalam kantong tidur masing-masing, Ten mematikan lentera dan menyalakan sebuah lampu pena kcil, benda itu memancarkan cahaya suram.
"Jadi ada apa antara kau dan Chanyeol?"
"Entahlah, sepertinya aku mulai menyukainya"
"Taeyong, kau harus hati-hati. Banyak yang memacari Sherpa karena berpikir kita ini gampangan"
"Sepertinya Chanyeol tidak begitu"
"Aku hanya menuruhmu hati-hati. Aku hanya tidak ingin kau terluka"
"Mungkin aku akan jalan dengannya, tapi tidak berpikir untuk menjalin hubungan dengan orang yang tidak akan kutemui lagi"
"Ya, begitulah yang selalu mereka katakan" bisik Hansol
"Kukira kau sudah tidur" kata Ten
"Bagaimana aku tidur kalau kalian ribut?"
Ten hanya cemberut dan aku berusaha menahan tawa.
"Pokoknya kau harus hati-hati Tae" kata Ten kemudian tidur
Aku memandangi langit-langit tenda, Ten menyalakan cahaya pena itu sebagai penerangan. Aku tau dia tidak suka kegelapan.
Aku tidak bisa tidur, bukan karena lampu atau suara yang dibuat Hansol ketika tertidur. Melainkan serigala, mereka tidak melolong, tapi aku merasa mereka sedang mengintai si dekat sini. Kalau yang dikatakan Jaehyun benar, mereka telah berada di hutan ini selama dua puluh tahun. Sudah cukup lama berada disini ketika aku camping bersama orang tuaku pada musim panas waktu itu. Apakah para pemburu itu melihat mereka? Apakah sekarang kami berada di tempat terbunuhnya orangtuaku meninggal?
Musim panas lalu aku belum berkeinginan untuk mengunjungi tempat itu. Aku belum siap, selain itu sepertinya tak seorang pun ingat dimana kejadiannya.
Aku membuka katong tidurku dan duduk. Tiba-tiba aku merasa harus keluar dari tenda. Aku tidak ingin repot-repot mengganti baju, jadi aku hanya memakai sepatu bot dan menyelinap keluar bersama sebuah senter.
Hanya beberapa lentera yang masih menyala namun tidak ada orang. Aku menyusuri pinggiran tenda dan menuju ke tempat yang lebih rimbun. Baru beberapa langkah berjalan, aku mendengar suara pelan.
"Aku tau, Ayah. Aku sudah berapa kali minta maaf padamu?" itu suara Chanyeol
"Jangan sampai memancing kecurigaan"
"Ayah sendiri yang mulai berbicara tentang manusia serigala"
"Sebagai legenda"
"Tapi ayah tadi seperti pendeta, berkhotbah tentang manusia serigala. Itulah sebabnya Taeyong sampai bertanya pada Ayah apakah Ayah percaya tentang itu. Ayah juga melakukan kesalahan sepertiku"
"Kita harus waspada dan lebih berhati-hati dengan apa yang kita bicarakan pada mereka"
"Seperti yang kubilang, bukan aku yang memulai percakapan itu"
"Serius Chanyeol, bisa jadi salah satu pemandu kita itu manusia serigala"
Aku berusaha diam dan mendengarkan lebih lanjut.
"Aku yakin itu Jaehyun" kata Chanyeol dan aku semakin terkejut "Orang itu terlalu pendiam. Aneh juga kenapa dia bisa pendiam seperti itu. Kenapa dia selalu menghilang saat kita istirahat dan apa yang dia lakukan?"
"Kita akan mencari tau dan menemukan jawabannya. Jangan khawatir"
Aku berdiri disana dan terdiam, sementara suara mereka semakin pelan saat mereka berjalan menjauh kearah tenda mereka. Apa yang mereka bicarakan tadi? Mereka menduga para Sherpa adalah manusia serigala? Bahwa Jaehyun adalah manusia serigala?
Cerita tentang manusia bisa berubah menjadi binatang saja sudah sangat aneh, tapi ternyata masih ada juga orang yang percaya dan itu mengerikan. Aku jadi berpikir tentang apa yang mereka bawa dalam peti. Apakah mereka sedang berusaha menangkap serigala? Apakah ada kurungan dalam peti itu? Dan kalau mereka menyadari yang mereka tangkap hanya seekor serigala, lalu apa?
Akhirnya aku memilih melangkah menjauh dengan hati-hati, aku berjalan kearah pepohonan, aku tidak ingin mereka tau aku mendengar percakapan mereka. Kupikir ini gila, hanya saja jika mereka tak berniat melukai siapa pun mereka berhak menjelajahi hutan sama seperti yang lain.
Setelah cukup jauh, aku menyalakan senter. Cahayanya menenangkan tapi anehnya aku merasa lebih tenang saat dikelilingi pepohonan. Aku mendengar suara daun yang diterbangkan oleh angin seperti lagu pengantar tidur. Aku seperti mendengar ibuku memanggilku, aku tidak percaya hantu tapi aku percaya pada jiwa atau roh atau apapun yang hidup di alam baka. Jadi mungkin mempercayai keberadaan manusia serigala bukanlah sesuatu yang buruk.
"Kau mau kemana Taeyong?"
Aku mengarahkan cahaya senter kearah suara dan mendapati Jaehyun sudah berdiri di sampingku. Aku tidak mendengarnya mendekat dan kenapa dia sudah berada di sampingku? Aku menekan tanganku ke dada, karena jantungku berdetak sangat cepat. "Kau hampir membuatku jantungan"
"Apa yang kau lakukan disini" tanya Jaehyun lagi
"Tidak bisa tidur"
"Jadi kau pikir solusi terbaik adalah berjalan-jalan menjauhi perkemahan?"
"Aku tidak bermaksud seperti itu, hanya–" tunggu,kenapa aku harus menjelaskan padanya? Aku menyipitkan mata ke arahnya "Lalu, apa yang kau lakukan juga disini?"
"Sama sepertimu. Jadi, apa yang membuatmu tidak bisa tidur?"
Karena menyesal telah terbuka kepada Chanyeol tadi, aku memutuskan untuk tidak terlalu terbuka pada Jaehyun "Terlalu banyak pikiran"
"Orangtuamu terbunuh di hutan ini, begitu?" Suaranya penuh simpati dan pengertian
"Kau tau darimana?"
"Aku mendengar ceritanya musim panas lalu. Kami dibertahu kenapa kau berada di sini. Agar kami tidak mengatakan sesuatu yang menyakitimu, pasti sangat sulit bagimu untuk kembali kesini"
Aku mengangguk, tenggorokanku tiba-tiba kering "Ya"
"Kalau kau masih ingin jalan-jalan, akan kutemani"
"Terima kasih, tapi aku sedang ingin sendiri"
"Aku akan diam, hanya jalan. Aku akan berjaga-jaga dan memastikan kau selamat"
"Kalau kita tersesat?"
"Aku kenal hutan ini, kalau kau tumbuh di Tarrant, hutan lindung ini adalah tempat bermainmu"
"Baiklah. Kalau kau tak keberatan. Aku hanya ingin berjalan sebentar" aku mulai berjalan dan dia melangkah di sampingku. Sebenarnya aku tidak mau mengakuinya, tapi dia lebih menenangkan daripada pepohonan ataupun cahaya lampu senterku.
Ini terasa aneh, kami berjalan bersama dan aku bisa mencium aroma unik kulitnya. Aroma bumi seperti hutan di sekeliling kami. Menyenangkan, kuat dan sexy. Sulit dipercaya dia sangat pendiam. Aku mengarahkan senterku padanya lagi, dan mendapatkan dia tak memakai apapun di kakinya.
"Bukankah itu berbahaya?" tanyaku
"Kakiku cukup kuat karena sering seperti ini dari kecil"
"Kau melangkah tanpa suara"
"Harus belajar melakukannya. Johnny, Yuta dan aku biasanya bermain perang-perangan dengan anak lain. Satu-satunya cara dengan menyelinap tanpa diketahui"
"Dan kau sering menang" tebakku
"Tentu saja, tidak ada gunanya kalau main dan tujuannya kalah"
Aku bersandar pada sebatang pohon, mengarahkan senter ke atas "Kau punya kenangan buruk?"
"Semua orang pasti punya" katanya
"Itu bukan jawaban"
"Baiklah, aku punya kenangan buruk" suara Jaehyun tanpa emosi dan aku tau dia tak ingin membicarakannya. Tapi aku tau dia punya kenangan buruk saja sudah cukup.
"Aku bersama mereka saat mereka meninggal, tapi aku tak ingat apa yang terjadi. Aku hanya mengingat suara tembakan lalu orangtuaku meninggal. Sesuatu dalam diriku seolah ingin mencari kebenaran, aku tidak bisa menjelaskannya, tapi aku merasa hampir mengingat sesuatu yang sangat penting"
Jaehyun bergerak mendekat dan mengelus pipiku. Tanpa sadar ternyata aku menangis.
Aku tertawa malu " Maaf, aku tidak bermaksud merepotkanmu"
"Tidak apa-apa, pasti sangat berat bagimu kembali kesini. Kalau aku mencintai hutan ini, kau pasti sangat membencinya"
"Tidak juga, saat berada disini aku merasa dekat dengan orang tuaku"
Dia terdiam, dan aku merasa lebih baik dia tidak berbicara apapun. Karena apapun yang dikatakannya akan terasa dingin.
"Menurut terapisku, aku harus menghadapi apa yang terjadi tapi aku hanya ingin melupakannya. Aku mengalami mimpi buruk yang tak dapat kupahami"
Dia mengelus pipiku lagi, apa yang dilakukannya benar-benar menyenangkan. Dia menatapku "Kejadiannya malam atau siang?" tanyanya pelan
"Malam. Menjelang malam, di akhir senja. Masih cukup terang untuk melihat, tapi tidak dengan jelas. Namun belum terlalu gelap untuk menyalakan senter"
"Kalian bersama-sama?"
"Ya, mereka seperti ingin menunjukkan sesuatu padaku, kami meninggalkan yang lain." Aku berkedip mencoba mengembalikan ingatanku "Aku lupa kalau ada orang lain waktu itu" Siapakah mereka? Keluarga? Sepertinya bukan, mereka pasti akan mengambilku. Teman? "Aku tak tau siapa mereka. Apa menurutmu itu penting?"
"Aku bukan psikiater. Apa yang ingin ditunjukkan orangtuamu?"
"Aku tak ingat. Aku takut pada sesuatu dan aku melihatnya, entahlah"
"Kalau kejadian itu penting, kau pasti akan bisa mengingatnya"
"Kupikir kau bukan psikiater"
"Memang bukan, tapi aku tau bahwa kadang berusaha terlalu keras lebih buruk daripada tidak berusaha sama sekali"
"Itu tidak masuk akal"
Jaehyun tersenyum. Dia sama sekali tidak menakutkan seperti sebelumnya. Ketika jauh dari yang lainnya.
"Jadi kenapa kau tidak bisa tidur?" tanyaku
"Semua percakapan tentang manusia serigala membuatku ketakutan"
Jawabannya membuatku tertawa "Ya, kau takut pada manusia serigala yang besar dan jahat"
Dia tertawa, entah kenapa aku beranggapan dia benar-benar sempurna.
"Mereka pikir kau manusia serigala" kataku "Menurut Dr. Youngmin dan Chanyeol"
"Benarkah?" Jaehyun tertawa
"Menurutmu itu lucu?"
"Entahlah, asalkan mereka tidak membawa peluru perak"
"Oh, kau percaya tentang semua itu ternyata"
"Tidak, tapi aku tak ingin mereka menembak seekor serigala yang mungkin kita temui"
"Kau sangat melindungi mereka"
"Aku telah menghabiskan waktu di hutan ini. Jadi aku sudah mengenal binatangnya dan aku tidak ingin mereka terluka, sama seperti aku tak ingin melihatmu terluka"
Dia sedikit merendahkan kepalanya dan aku benar-benar sadar kalau dia ingin menciumku. Aku juga ingin sekali dia melakukannya.
Suara lolongan di kejauhan tiba-tiba membuat kami terdiam, suara yang kesepian. Untuk beberapa saat kupikir binatang itu sedang meratap.
"Mungkin sebaiknya kita kembali" kata Jaehyun pelan sambil membuat jarak diantara kami.
"Ya"
"Kearah sini Taeyong" kata Jaehyun sambil menarik tanganku dan membawaku ke jalan yang benar.
"Kau yakin?"
"Sangat"
Beberapa saat setelah itu kami sudah sampai di perkemahan kami "Terima kasih sudah menemaniku"
"Kalau kau mau jalan-jalan saat malam, beritahu aku, sedang tidak aman keluar sendirian"
Sebelum aku tertidur, aku menyadari Jaehyun sendirian di luar sana. Saat itu juga aku mendengar suara lolongan serigala lain. Namun, yang ini jauh lebih dekat hingga aku merasa binatang itu ada di luar tenda kami. Seharusnya aku takut tapi entah kenapa aku malah merasa nyaman.
Seperti saat berjalan bersama Jaehyun tadi.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Ada yang tau ini sebenernya FFN lagi kenapa? Auhtor udah update ini dari beberapa hari yang lalu. Cuma author bingung kok tumben belum ada yang nge-review, eh setelah ngecek viewersnya, ternyata viewersnya gak naik-naik, dengan kata lain belum ada yang ngebaca/ngeliat update FF ini.
Author ngecek email dan ternyata belum ada pemberitahuan tentang update ff ini, jadinya author ngepost ulang chapter ini.
Yaudahlah, gitu aja.
Big Thanks to :
Makasih banyak udah review dan saran kalian /bow 360 derajat/ Berkat kalian author makin semangat untuk ngeremake novel ini.
