Aku melihatnya dan tahu apa artinya kekalutan dalam diriku;

Dialah satu-satunya,milikku selamanya.

Summary

Taeyong adalah seorang pencinta alam,seorang pria manis yang tak mampu memahami mengapa ia terpuruk begitu jauh memikirkan Jaehyun

Jaehyun berbahanya,tampan dan seorang manusia serigala.

.

.

Warning : It's YAOI! DLDR ! TYPO(s) ! NO BASHING!WOLF!AU!

Cast : Lee Taeyong,Jung Jaehyun, NCT member.

Rated : T+ /nyerempet M/

Disclaimer :

Fanfiction ini merupakan remake dari sebuah novel yang berjudul sama seperti judul fanfiction ini 'A Dark Guardian' yang ditulis oleh Rachel Hawthorne.

Ini bukan fanfiction buatan author melainkan hanya sebuah remake dari novel tersebut, author hanya mengubah nama dan beberapa kalimat agar mudah dipahami pembaca.

Ini juga udah pernah di remake sama author jadi FF KaiHun

diharapkan untuk tidak memberikan bashing untuk fanfic ini.

Hope you like this REMAKE story!

OohSehoonie present….

"A DARK GUARDIAN"

.

.

.

.

Perlu diingatkan disini cerita ditulis dengan Taeyong side. Jadi cerita ini berfokus pada apa yang dirasakan oleh Taeyong.

LIMA

Taeyong side

Hari ini masih sama dengan sebelumnya, kecuali medannya yang menjadi semakin berat. Semua orang berjalan dengan susah payah. Semua, kecuali para Sherpa. Beberapa kali Jaehyun menyuruh Johnny dan Yuta untuk mengangkat peti, namun Sehun dan Jongin berkata bahwa mereka akan membawanya sendiri.

"Apa yang dibawa mereka dalam peti itu? Kenapa mereka sangat menjaganya?" tanya Hansol

Setelah kami berhenti untuk makan siang, Jaehyun tidak memaksaku lagi untuk berjalan bersamanya, jadi aku mundur dan berjalan bersama Ten dan Hansol

"Mungkin aku bisa membuat mereka memberitahuku" ujar Ten yakin

"Kurasa itu mungkin kurungan" bisikku

"Kurungan? Untuk apa?" tanya Hansol

"Semalam, aku tak sengaja mendengar percakapan mereka setelah acara api unggun. Kurasa mereka benar-benar percaya manusia serigala itu ada di sekitar sini"

Ten mendengus "Mereka bukan yang pertama. Kami selalu mendapati beberapa peserta kemah yang mendengar rumor itu dan berpikir mereka bisa mendapatkan bukti. Itu sebagian kesalahan kami, setiap Halloween kami selalu menyelenggarakan acara hutan angker untuk mendapat dana. Beberapa kostum kami benar-benar bagus dan alamiah"

"Juga menakutkan" tambah Hansol

"Tapi itu hanya tipuan. Aku rasa Chanyeol dan ayahnya benar-benar serius untuk berburu manusia serigala"

"Lalu? Mereka tidak akan menemukan apa-apa sedangkan kita dapat bayaran" kata Ten bahagia

"Kita harus tetap waspada"

"Orang-orang mempercayai berbagai hal. Dan kabar burung seperti itu membawa orang-orang ke kebun raya. Itu bagus sekali"

Sepertinya yang dikatakan Ten dan Hansol masuk akal. Aku membenarkan letak ransel dan melirik ke belakang. Ada Yuta, dia berjalan paling belakang untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.

"Apakah Jaehyun ikut dalam acara itu?" Aku tidak bisa membayangkan Jaehyun menakut-nakuti orang

"Dia melakukannya sebelum masuk ke perguruan tinggi" kata Ten "Sekarang dia hanya pulang saat liburan dan musim panas. Kau tertarik padanya?"

"Tidak" aku memilih untuk berbohong pada Ten "Hanya ingin tau saja. Kita akan menghabiskan musim panas bersama, setidaknya kita harus saling kenal"

"Mungkin dalam acara api unggun malam kita bisa main truth or dare" kata Hansol

"Hei, kalian jangan sampai tertinggal" teriak Johnny dari ujung jalan dan kami langsung mempercepat langkah

Setelah itu, sampai pada saat membuat api unggun kami hanya diam. dan Chanyeol juga tak menyebut tentang manusia serigala lagi. Pada akhirnya aku dan Hansol memutuskan masuk ke dalam tenda dan bersiap untuk tidur.

Ten menyelinap masuk dengan riang "Aku baru saja mendekati Jongin dan katanya isi di dalam peti itu hanyalah bir"

"Kau bercanda? Hanya itu?" kata Hansol

"Ya, ada beberapa peralatan juga dan mereka menyelipkan bir itu di tempat-tempat kosong. Mereka memutuskan untuk meminumnya malam ini karena sudah tidak kuat untuk membawanya. Setelah tidur kita akan berpesta"

Kami menunggu sampai masuk dan tidur.

"Kenapa belum tidur juga?" gerutu Ten

"Kau mau kencan bersama Jongin? Ingat kau sudah memiliki Johnny" cibir Hansol

"Aku mendekatinya hanya untuk tau apa isi peti itu. Kau tenang saja Ji"

"Kau tidak pernah memberitahuku" tuntutku pada Ten. Aku memang beberapa kali melihat mereka bersama hanya saja aku tidak berpikiran mereka punya sesuatu yang spesial.

"Ceritanya panjang, yang penting kau tau aku bersama Johnny"

"Akhirnya! sudah masuk ke tenda. Kita keluar sebaiknya" Seru Hansol sambil memandangi pergerakan

Semua orang mengendap keluar dari perkemahan seperti sepasukan ninja. Setiap mahasiswa membawa satu pak yang berisi enam kaleng bir. Bulan di langit hanya bersinar redup jadi Johnny memimpin di depan dengan senter. Ketika sudah cukup jauh dari perkemahan, Jongin mulai membagikan kaleng birnya.

Aku terkejut mendapati Jaehyun juga bergabung dan mengambil sekaleng bir kemudian mencari pohon untuk tempatnya bersandar. Doyoung bergabung dengannya dan Jaehyun melemparkan senyum yang jarang dikeluarkannya pada Doyoung.

Jujur saja, aku cemburu, tapi berusaha tidak menunjukkannya. Kami sudah banyak berbagi semalam, tapi mungkin baginya hanya seperti seorang kakak yang mengawasi adiknya.

Ten datang dan menepuk bahuku sambil menyerahkan sekaleng bir

"Kenapa kau tidak cerita tentang Johnny padaku?" kali ini aku sedikit memaksa. Tidak adil rasanya hanya aku yang menceritakan tentang kehidupanku sedangkan dia tidak.

"Seperti yang kubilang, kami memang bersama. Kau mau kuceritakan dari awal pertemuan kami? Yang benar saja,aku dan Johnny bahkan sudah bersama sejak kecil"

"Sudahlah, aku akan bersama Johnny" begitu Ten pergi Chanyeol datang dan menyapaku

"Ada apa?"

Aku menggeleng "Aku salut dengan kalian yang membawa bir"

"Awalnya Jongin dan Sehun tidak terlalu bersemangat" Chanyeol mendongak "Kau tau apa yang paling disukai saat camping? Luasnya langit di malam hari. Mau pergi lihat bintang bersama? Ada tempat yang lumayan bagus"

Aku melirik ke arah Jaehyun dan Doyoung yang sedang asik bercerita entah tentang apa. Mungkin aku terlalu percaya diri semalam. "Ayo" kataku akhirnya "Kenapa tidak?"

Chanyeol dan aku mengambil sekaleng bir lagi. Ketika sampai di tempat yang Chanyeol maksud, aku merasa senang. Rumputnya sejuk dan agak basah oleh embun saat berbaring disana.

"Itu bintang biduk" kata Chanyeol sambil menunjuk ke atas

Aku juga menunjuk "Dan itu Cassiopeia"

Chanyeol mengerang "Kau tau rasi bintang rupanya"

"Itu hal pertama yang diajarkan ayahku ketika pertama kali mengajakku kemping"

"Padahal tadinya aku ingin membuatmu terkesan, tapi sekarang harus kuakui. Bintang biduk adalah satu-satunya rasi bintang yang kukenali"

Aku rasa, Jaehyun pasti akan lebih tau banyak tentang rasi bintang daripada aku. Pasti Jaehyun bisa mengenali hampir semua rasi bintang. Kenapa aku memikirkan Jaehyun?

"Mungkin sulit mengenali Cassie, tapi kalau kau bisa menemukan bintang biduk seharusnya kau bisa menemukan Draco the Dragon. Ekornya melengkung di antara bintang biduk"

"Tidak"

"Ikuti gerakan jariku. Tepat disana"

"Tidak bisa Tae, maaf. Aku tak pernah bisa melihat pola dalam gambar"

"Tidak penting. Bagian yang terpenting adalah bintang jatuh"

"Entahlah, aku juga selalu merindukannya"

Aku tertawa "Chanyeol, kita bisa berada disini sampai kau melihatnya"

"Itu bisa semalaman" katanya pelan

Aku menoleh kearahnya, dia sedang memperhatikanku. "Kau tak akan bisa melihatnya kalau tidak memandang langit"

"Tapi kau lebih menarik" Dia terdiam sejenak "apa yang membuatmu ingin jadi Sherpa?"

"Aku senang berada di hutan. Dengan cara ini aku dibayar untuk berada di hutan. Kesenangan yang berlipat ganda"

"Kau berasal dari Dallas, kau mungkin tak terlalu kenal dengan Sherpa lain"

Apa dia sedang berusaha menarikku ke pihaknya? Sepertinya bertentangan dengan tujuan kami untuk membawa Chanyeol dan kelompoknya dengan aman menuju daerah yang mereka kenali sebagai tempat yang ingin mereka jadikan tempat berkemah. Di lain pihak, mungkin dia meragukan pekerja kebun raya. Atau mungkin dia berusaha mencari pembicaraan.

"Aku bertemu mereka musim panas tahun lalu. Aku dan Ten saling berkirim email dan sering menelpon sejak saat itu. Kami berteman. Kurasa kami punya banyak kesamaan"

"Kesamaan seperti apa?"

"Kecintaan kami pada alam. Ditambah lagi, tahun ini kami berdua jadi siswa tahun terakhir" Aku memikirkan lagi tentang Ten, kami bercerita banyak hal tapi dia tak pernah mengungkit nama Johnny. Aku sedikit sakit hati karena dia tidak pernah berbagi cerita indahnya bersama lelaki itu.

"Jadi kau bertemu semua pemandu musim panas tahun lalu?" tanya Chanyeol

"Ya" Aku mengangguk

"Kurasa kita beruntung bersama mereka" katanya "Aku tak pernah memikirkan betapa berbahayanya berada di hutan. Mengingat apa yang menimpa orangtuamu, tidakkah kau takut?"

"Tidak. Seaneh kedengarannya, aku selalu merasa aman disini. Selama kita waspada, kita akan aman. Dan para Sherpa dibayar untuk berjaga-jaga. Selain itu, aku sepenuhnya yakin pada Jaehyun" aku terkejut saat mengatakan ini.

"Benarkah?"

"Dia selalu tau segala sesuatunya"

"Dia juga sadar akan kehadiran Doyoung di sana" ucap Chanyeol

Tidak sebelum orang itu muncul di hadapannya. Aku benar-benar tak senang sekarang.

"Kau menyukai Jaehyun?"

"Aku tidak membencinya"

"Kau menyukaiku?"

Aku merasa dia mau bertanya lebih jauh lagi. Sebelum aku bisa menjawab, tiba-tiba saja aku merasa tidak nyaman. Aku langsung bangun dan duduk.

"Ada apa?" tanya Chanyeol

"Kita sedang di awasi"

Dia mencemooh "Mungkin Jaehyun. Dia itu –"

"Bukan. Bukan Jaehyun" aku tak yakin bagaimana aku tau itu bukan Jaehyun. Tapi aku rasa yang sedang mengawasi kami ini terasa mengancam.

"Mungkin sebaiknya kita pegi" aku bangkit berdiri

"Kupikir kita akan menunggu sampai ada bintang jatuh"

"Kita bahkan tidak memperhatikan langit. Dan sungguh perasaanku tidak enak. Kita harus kembali"

"Itu karena kita mulai membicarakan tentang bahaya"

Aku mulai menggosok lenganku "Bukan itu. Ayolah Chanyeol. Jaehyun akan memaksa kita lagi besok. Aku butuh tidur"

Dia berdiri dengan enggan "Baiklah"

Aku memungut kaleng-kaleng bir dan menyerahkan padanya "Mungkin memang lebih ringan, tapi kalian masih harus membawanya. Kita tidak boleh mengotori hutan"

"Ternyata membawa bir sama sekali bukan ide yang bagus" aku melihat senyumannya "kecuali memberikan waktu berduaan denganmu"

Ketika kami menuju perkemahan, aku tak mampu menepiskan perasaan ada sesuatu yang mengawasi kami, sesuatu yang berbahaya. Aku melihatnya! Menghilang dalam bayangan pepohonan yang agak jauh. Hanya mata kelabu yang terlihat. Seekor serigala. Dia hanya menampakkan kepalanya sedikit. Tapi cukup untukku melihat warnanya. Hitam pekat.

Dia sedang mengawasi kami.

Jaehyun bilang serigala tidak menyerang manusia, tapi aku tak terlalu yakin.

"Hei, aku melihat serigala seperti itu di malam aku mengikuti kalian ke pesta ulang tahunmu" kata Chanyeol

"Benarkah?

"Ya, hampir saja aku terkena serangan jantung. Binatang itu keluar dari kegelapan saat aku mau kembali ke pondok"

Apa yang kurasakan malam ini sangat mirip dengan apa yang kurasakan malam itu, kenapa serigala itu mengikutiku?

"Menurutmu dia berbahaya?" tanya Chanyeol

Ya! aku menjerit dalam hati.

"Entahlah" Aku tidak mempercayai serigala ini. Sesuatu darinya mengirimkan sinyal padaku bahwa dia sedang mencari masalah.

Mungkin begitu atau aku hanya kebanyakan minum. .

.

.

.

TBC

.

.

.

Gak banyak JaeYong moment disini. Author lagi badmood soalnya NCT life di Osaka itu si Taeyong kayak single gitu,,si Yuta bareng Winwin terus Taeil jelas sama Doyoung. Entah kenapa jadi berharap si Jaehyun juga ngikut di NCT life kali ini.

Btw, author udah memutuskan rambut Tae itu bakal pink! Iya, emang sebelumnya author nanya ke reader soal warna rambutnya Taeyong, tapi kan ga ada yang nyangka kalo rambut si Taeyong bakal di cat jadi warna pink blonde gitu… gimana menurut kalian?

Big Thanks to :

Semua pembaca, yang follow juga yang udah menjadikan ff ini favorite kalian.

Ppyong~