Drabble 5: DaiSuga

Keringat Daichi bercucuran. Makin gugup ia, makin ditambahinya es batu ke dalam peti mati Koshi, di mana orang yang paling ia kasihi tertidur tenang tanpa tahu bahwa ada yang tak rela ditinggalkannya. Giginya bergemeretukkan, mata Daichi sudah bengkak sedari kemarin. Perang Pasifik membuat Jepang menderita, membiarkan banyak sipil berguguran di tanahnya dengan perut yang mengosong pun dipenuhi belatung.

Tubuh Koshi luar biasa kurus. Wajahnya tirus bukan kepalang dan Daichi tak berani menduga bahwa di sana mungkin saja tak ada lagi daging yang tersisa. Mayat Koshi dibawanya lari dari rumah keluarga Sugawara sebelum sempat dikremasi. Daichi masih tak percaya bahwa Koshinya telah tiada.

Pikiran sarjana mesin itu mulai kacau. Berbagai ide gila menghantuinya, membawa terbang Koshi ke luar Jepang, membunuh dirinya sendiri, hidup bersama mayat kekasihnya, bermacam-macam.

Hingga ia teringat cerita seorang kawannya ketika dulu ia belajar mesin di Jerman. Bahwa selama ini praktik terhadap tubuh manusia dilakukan oleh nazi dan ada beberapa percobaan yang cukup berhasil.

Dan Daichi teringat salah satu dokter ternama Jerman yang bekerja di kamp konsentrasi di Polandia.

Victor Frankenstein.