Drabble 6: Keluarga Karasuno
Koshi mendudukkan ibunya, Ittetsu, ke bangku di samping anaknya, Shoyo. Mata si perak yang merah menjadi kebingungan sang ibu. Tangan kurus dan keriput itu mengelus pipi darah daging satu-satunya itu dengan penuh sayang. "Sayang-" katanya dengan suaranya yang bergetaran dan tak selantang dulu, "-kenapa menangis?"
Koshi tak menjawab. Shoyo yang terisak menarik tangan neneknya dan dipeluk si jingga tangan tinggal tulang itu. "Nenek, Papa meninggal."
Ittetsu tidak mengerti. Dia merasa heran melihat si bocah jingga, "Papa siapa, Nak? Papamu?"
Shoyo diam. Koshi hanya merenung menatapi peti mati Daichi di depannya.
Lima menit ketiganya diam. Ittetsu menoleh ke kanan kirinya saat orang-orang banyak berdatangan. Menyampaikan bela sungkawa kepada sang istri yang ditinggalkan. "Ini ada acara apa?"
"Kematian, Ma." Koshi menjawab pelan dan sesabar mungkin. "Menantu Mama meninggal."
"Aku punya menantu?"
Tak dihiraukan Koshi tanya sang ibu dan ia hanya meladeni tamu-tamu yang berduka kepadanya. Pelukan Shoyo di tangan Ittetsu terlepas dan si jingga mulai berhasil menghentikan tangisnya meski matanya masih basah.
"Kenapa ramai sekali?" Lima menit Ittetsu diam memperhatikan sekelilingnya. Memandangi orang-orang berbaju hitam yang berdatangan. "Ada acara apa?"
