Drabble nomor sekian: BokubucinAka
Bokuto tersenyum tipis. Ciuman terakhirnya di jemari Sugawara Koshi disusul tanyanya pada perak ayu itu, "Kau percaya pada cinta pandangan pertama?"
Sugawara mengulum senyumnya. Pipinya bersemu malu. Ia mengangguk dan jujur saja Bokuto akui Sugawara memang manis. Dia memiliki keindahannya sendiri. "Iya. Aku percaya."
Bokuto membuka pintu di belakang tubuh Sugawara dengan cepat dan menggeser tubuhnya ke luar. Katanya singkat sebelum pergi sambil memberikan cengirannya yang biasa, "Kau naif."
Akaashi di koridor dihampiri Bokuto dan dipeluknya pinggang si hitam sambil mencium bibir tipisnya sekali. "Aku berhasil mencium Sugawara, seperti tantanganmu."
"Aku tahu. Baiklah baiklah. Aku akui kau memang penggombal, Bokuto-san."
"Aku mencintaimu, Akaashi."
"Aku tahu."
"Sejuta ukuran seluruh semesta alam."
Akaashi berdehem mengiyakan. Keduanya berjalan pergi meninggalkan Sugawara Koshi yang mengamuk penuh amarah.
