2

Love at First Sight?

Author : Cho Minseo

Cast : Kim Doyoung – Jung Jaehyun

Other cast :

Kim Minseok (Doyoung's eomma)

Kim Jongdae (Doyoung's appa)

Jung Yunho (Jaehyun's appa)

Jung (Kim) Jaejong (Jaehyun's eomma)

Kim (Lee) Taeyong

Kim Gongmyung

Lainnya kalian temukan aja sendiri

Summary :

Bertahun-tahun melupakannya, kenapa dia harus muncul kembali? Membawa sebuah kenangan menyakitkan, mimpi buruknya. Doyoung benci kisah hidupnya. Tetapi siapa tahu kisah hidup yang Doyoung benci akan berubah karena kemunculannya kembali. (susah juga buat summary)

Genre :

Hurt, Comfort, Romance, OOC banget (gak yakin ma genrenya)

Rate : T nyrempet M

Warning :

BxB, M-Preg, GS (Minseok, Jaejong), bahasa aneh, alur membingungkan, judul tidak sesuai dengan isinya. Aku sarankan membacanya perlahan aja, soalnya alurnya campuran. Kalo ada yg gak paham ma alurnya, kalian komen aja di review, kalo aku sempet nanti aku bales di chap berikutnya..

.

.

Mei 2013

Jaehyun menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah bercat biru muda yang tampak ramai itu. Menghela nafas bosan –sengaja– sungguh Jaehyun sengaja melakukannya. Agar wanita di sampingnya tahu bahwa Jaehyun benar-benar bosan setengah mati dengan wanita itu. Apa-apaan ini! Masa Jaehyun akan diajak ke tempat keluarganya, apa coba maksudnya? Ingin mengenalkan Jaehyun ke keluarganya, sebagai pacar dia? Ck, asal dia tahu saja, Jaehyun tidak pernah niat menjadikan wanita disampingnya ini sebagai pacarnya. Kalau sudah bosan, pasti Jaehyun meninggalkannya seperti wanita-wanita yang pernah dia kencani.

Eh, wait. Menjamah tubuh bohaynya saja belum, menurut Jaehyun wanita ini sok jual mahal, sok suci. Padahal Jaehyun tergoda dengan tubuh seksi wanita itu. Mungkin untuk sementara Jaehyun harus puas dengan tubuh Seulji? Seulhye? Seulrin? Ahh, whatever. Rasanya Jaehyun tidak perlu mengingat nama wanita pemuas nafsunya.

"Oppa, ayo kita keluar," rajuk wanita ini manja.

"Ck, apa-apaan kau, Kristal. Aku kan tidak pernah memintamu mengajakku ke sini," kata Jaehyun kesal.

Pertama kali Jaehyun bertemu Kristal saat dua minggu lalu di bar milik Yuta temannya. Bar itu tempat biasa Jaehyun berkumpul dengan teman-temannya, menikmati alunan musik, minuman, dan wanita tentu saja. Dia ada di sana seolah mengumpankan dirinya pada singa lapar hanya dengan memakai gaun hitam ketat sepahanya dan belahan dada rendah. Jaehyun sudah setengah gila melihat kaki jenjangnya yang putih mulus dengan high heels yang juga berwarna hitam. Belum-belum Jaehyun sudah membayangkan kaki jenjangnya yang masih menggunakan high heels itu memeluk pinggangnya erat. Membayangkannya saja sudah membuat Jaehyun setengah keras.

Tentu saja Jaehyun mengincarnya, dan memang malam itu mereka berakhir dengan cumbuan panas di mobilnya. Memang rencana awal Jaehyun gagal untuk membawanya ke kamar hotel. Tetapi paling tidak, area dadanya sudah terjamah oleh Jaehyun. Namun yang membuat Jaehyun kesal setengah mati adalah sikapnya yang sok suci, sok tidak ingin berbuat lebih jauh dari itu. Dilihat-lihat dari liukan tubuhnya, desahan napasnya, dan erangan liar yang keluar dari mulutnya, Jaehyun yakin dia sudah terbiasa dengan sesi panas mereka di jok mobil sebelum dengannya. Aku tau kau tak selugu itu, Agassi.

"Iya, tetapi kan aku ingin mengenalkanmu ke orang tuaku, Oppa. Mumpung ada acara keluarga. Ini rumah ahjummaku, semua kerabat besar sekarang sedang berkumpul di rumah ini. Katanya kau ingin serius denganku, makanya sekarang kau kuajak berkenalan dengan mereka semua. Dengan begitu kita mudah kalau seandainya kita ingin membicarakan hal-hal lain yang lebih serius. Oppa mau kan? Lagi pula, jika orang tuaku sudah merestui, kita jadi lebih leluasa melakukan kegiatan seperti kemarin." Kristal masih membujuk Jaehyun manja. Jaehyun jadi badmood melihatnya. Tetapi tunggu! Kalau sudah ada restu bisa leluasa melakukan kegiatan seperti kemarin. Kalau begitu, Jaehyun turuti saja permintaan wanita ini.

Akhirnya dengan langkah malas, Jaehyun ikuti juga Kristal memasuki halaman rumah itu. Seketika terdengar suara-suara ramai teriakan anak-anak kecil menyambut kedatangannya.

Jaehyun merasa terganggu. Tidak biasanya Jaehyun menghadapi keramaian ini. Jung Jaehyun harus berbasa-basi sopan menyapa keluarga Kristal dari ibu, ayah, paman, bibi, nenek, kakek, keponakannya, begitu? Heol, Jaehyun melakukan itu. Itu sangat sangaat mustahil kawan.

"Kristal, kata eommamu, kau tidak jadi datang, sayang?" Seorang wanita berumur sebaya dengan ibuJaehyun mungkin – atau lebih muda – tersenyum menghampiri mereka dan memeluk Kristal erat diakhiri dengan mengelus rambut panjang Kristal pelan.

"Tadinya seperti itu, karena banyak yang harus aku kerjakan di kantor. Hari sabtu memang seharusnya aku kerja lembur. Tetapi ternyata perkerjaanku sudah selesai jam segini. Jadi, kuputuskan untuk datang ke acara ini. Oh iya, Ahjumma, kenalkan ini Jaehyun Oppa pacarku."

Jaehyun menaikkan alisnya heran, dari dimensi waktu yang mana Jaehyun menjadi pacar Kristal, sembarangan saja kalau bicara. Tetapi tidak apalah, ikuti saja. Bukannya dia tadi sudah kasih kode?

"Jung Jaehyun, Ahjumma."

"Wah, Kristal kau membawa calon, kenalkan nak Jaehyun, saya Minseok ahjummanya Kristal. Kristal kau pandai sekali mencari calon. Gagah dan tampan, pasti eommamu sangat senang punya menantu seperti nak Jaehyun. Nak Jaehyun tinggal di mana?" Minseok sepertinya punya napas cukup panjang untuk mengucapkan kalimat tanpa jeda.

Jaehyun pasang senyum semanis mungkin, jujur saja, Jaehyun sudah biasa dipuji seperti itu, 'gagah, tampan, baik, kaya, keren, seksi' tetapi please, jangan pernah menyebut dia cute. Jaehyun geli mendengarnya.

"Saya tinggal di bagian utara Seoul, Ahjumma," Jaehyun berusaha sopan.

"Oh, daerah itu. Eh iya, kalian sudah makan? Kristal, kau ajak nak Jaehyun makan, di sana ada Doyoungie, Taeyongie, dan Johnny di belakang," Minseok mengelus bahu Kristal pelan.

"Sipp, Ahjumma. Eomma dimana, Ahjumma?" Tanya Kristal.

"Tadi ada di ruang tengah masih mengobrol sama halmonie, mau bertemu eomma dan appamu dulu?" Minseoktersenyum pada Jaehyun –kenapa tersenyum kearahku?

"Iya, Ahjumma. Terima kasih Ahjumma cantik, ayo Oppa." Kristal pun menyeret Jaehyun ke arah ruangan yang tadi disebut Minseok. Jaehyun berniat menolak ajakan Kristal, tetapi dia urungkan. Takut membuat keributan yang memalukannya. Mau ditaruh ke mana jika kejadian itu benar-benar terjadi.

"Eomma..! Appa..! Halmonie..!" Kristal menghampiri sekelompok orang tua yang sedang asik berbicara di sofa. Seorang wanita yang terlihat sedikit tua dari Minseok duduk di sebelah pria berkemeja putih yang mungkin suaminya tampak asik berbicara dengan seorang nenek.

"Kristal, baru datang, sayang?" Sapa yang Jaehyun tebak eommanya Kristal. Nyonya Seo memandang Jaehyun penuh penilaian. Jaehyun tidak suka cara Nyonya Seo memandangnya.

"Eomma, appa, halmonie, perkenalkan ini pacarku, Jaehyun Oppa," Kristal menyeret Jaehyun mendekat pada mereka. Dan dengan usaha sekuat mungkin Jaehyun menyalami mereka (hyunnie lebay #plaakk) sambil berusaha menunjukkan kalau Jaehyun pernah sekolah –menunjukkan kesopanan maksudnya– dan duduk di kursi di hadapan mereka.

"Jadi nak Jaehyun sudah berapa lama berpacaran dengan Kristal?" Tanya Nyonya Seo to the point.

"Sebulan, eomma," sela Kristal.

Jaehyun otomatis menoleh ke arah Kristal. Kenapa jadi dia yang jawab?

"Umur nak Jaehyun berapa?" sambung halmonie Kristal.

"Dua puluh sembilan, iya kan, Oppa?" Kristal kembali menjawab sambil menegaskan kepada Jaehyun.

"Jaehyun Oppa putra tunggal dari Jung Yunho, appa. Appa tahu kan perusahaan Sendbill crop?" Kristal tersenyum puas pada orang tuanya.

Seketika raut wajah wanita yang ternyata memang ibunya Kristal berubah total. Jaehyun nyaris memutar matanya melihat ekspresi Nyonya Seo yang seperti itu. Kegembiraannya sama sekali tidak ditutupinya. Mungkin karena dia tahu bahwa anaknya berhubungan dengan pewaris tunggal Sendbill crop.

"Jadi kapan kalian menikah?" Tuan Seo ikut bertanya.

"Kalau itu tergantung kapan Jaehyun Oppa melamar Kristal, appa."

Gila juga keluarga Kristal, mereka tidak ada basa-basinya. To the point hobinya. Jaehyun bisa ikutan gila bila berada lama disini.

Jaehyun tidak menjawab, hanya memberikan senyuman kecut yang dirasa Jaehyun benar-benar kecut. Setelah di sini Jaehyun rasa lebih baik mengakhiri hubungannya dengan Kristal. Malas sekali rasanya berhubungan dengan wanita yang kelihatan sekali kalau cuma uang yang berada dipikirannya. Ironisnya ibunya juga aliran sepaham tentang itu. Aku juga bisa mendapatkan berlusin-lusin kalau seperti ini jadinya. Sial sekali.

Setelah berkenalan dengan seluruh keluarga besar –yang benar-benar besar menurut Jaehyun– Kristal, di sinilah Jaehyun sekarang, tepatnya halaman belakang yang penuh dengan bunga-bunga kampungan –menurut Jaehyun– dan ditata lumayan rapi, Jaehyun bergabung dengan adik dan sepupu Kristal yang masih bocah. Bagaimana tidak bocah, adiknya baru lulus Senior High School dan sepupunya juga baru semester dua kuliah.

Kristal memang pernah bercerita kalau di keluarga besarnya dari pihak ibu, dia tidak punya saudara yang seumuran dengannya. Kalau tidak berapa tahun di atasnya, ya berapa tahun di bawahnya.

Dengan malas Jaehyun ikuti percakapan tidak bermutu –menurut Jaehyun lagi– mereka, matanya sudah hampir tertutup ketika tatapannya tertuju pada seorang pemuda manis –saking manisnya terlihat cantik– yang sedang berjalan kearah mereka. Semakin dekat terlihat semakin cantik. Rambutnya orange? Atau coklat? Kayanya perpaduan dua-duanya terlihat pas dengan wajahnya. Pipi chubbynya membuat Jaehyun terpana. Senyumannya, ahh senyumnya mengirimkan pesan jutaan watt ke ehmm selangkangannya ehmm. Dia bahkan tidak memakai pakaian seksi. Tetapi gairah Jaehyun otomatis bangkit karena melihatnya.

Matanya yang bulat tampak sangat cantik di wajah lonjongnya. Hidungnya mancung, pas sekali untuk kombinasi wajahnya. Pandangan Jaehyun teralihkan pada bibirnya, bibir merah mudanya. Hanya melihat bibirnya, Jaehyun bisa membayangkan sejuta hal tentang bibir itu.

Tanpa sadar Jaehyun telah menahan napas, jantungnya berdebar kencang tidak terkendali. Ada kehangatan menjalar di tengkuknya, merayap perlahan menuruni punggung dan berdiam diri di perutnya. Aliran darah yang deras melewati nadinya dan melesat kencang mengirimkan ribuan rasa dan pertanda. Ada rasa familiar di bawah sana. Jaehyun baru tersadar. Aku sangat terangsang.

Hei, kenapa bisa seperti ini, Jaehyun kan tidak mengenalnya, dan sejak kapan Jaehyun begitu perhatian pada detail wajah seorang pemuda? Dia bahkan hanya menggunakan celana training panjang dan t-shirt putih bergambar Mickey Mouse.

"Kristal Noona, baru datang?" Pemuda manis itu menyapa Kristal dan berjalan menghampiri mereka. Hampir saja aku mengerang karena mencium aroma tubuhnya yang begitu dekat.

"Iya, Dongie, maklumlah pewagai kantoran seperti noona harus bisa menyesuaikan jadwal dari atasan," Kristal melirik Jaehyun manja. "Oppa, ini kenalin sepupuku yang lain, Doyoung. Anaknya Minseok Ahjumma, adiknya Taeyong," sambung Kristal.

"Jaehyun," Jaehyun menjabat tangannya erat. Jadi namanya Doyoung.

"Doyoung, Ahjussi."

What?!

Ahjussi? Aku dipanggil Ahjussi. Sialll… kaca mana kaca? Aku tidak setua itu, kan?

Dan ya sudah begitu saja.

Dengan santainya dia menghampiri Taeyong dan Johnny lalu duduk di antara mereka berdua sambil menyantap makanannya yang porsinya, astaga terlalu banyak. Terus terang Jaehyun belum pernah melihat orang makan dengan porsi abnormal seperti itu, kebanyakan orang yang makan di hadapannya akan merasa sungkan jika mengambil porsi terlalu banyak. Tetapi entah kenapa Jaehyun malah tidak dapat mengalihkan perhatiannya selain pada Doyoung.

Jaehyun yang semula tidak tertarik pada urusan anak-anak kecil ini mencoba menarik perhatiannya, masuk ke dalam obrolan mereka. Dan entah dari planet mana pemuda manis ini berasal, dia bahkan tidak melirik Jaehyun sama sekali. Doyoung malah asyik makan sambil memperlihatkan ponselnya pada Johnny dan mereka tertawa bersama. Sial, bahkan semua orang pun mengakui ketampanan dan pesona Jaehyun itu mencapai angka 11 untuk skor 1-10. Bagaimana mungkin pemuda ingusan ini bahkan tidak memandang Jaehyun sama sekali.

Tunggu… tetapi sejak kapan Jaehyun tertarik pada bocah ingusan ini, kata Kristal pemuda ini bahkan baru lulus Senior High School. Gila! Apakah aku berubah jadi pedofil sekarang?

"Jadi Johnny dan Doyoung baru lulus? Rencananya ingin melanjutkan kuliah di mana?" Tanya Jaehyun mencoba berbasa-basi.

"Kalau aku rencananya ingin melanjutkan di Yonsei University, Hyung, mengambil jurusan ekonomi (?). tetapi masih menunggu pengumuman dari sekolah sih." Johnny memandang Jaehyun polos.

Aku tidak bertanya padamu, bocah. "Oh, kalau Doyoung," Jaehyun pandang wajah manis yang masih sibuk mengunyah di hadapannya. Dan ya dia hanya mengangkat bahunya acuh kawan. Astaga. Sabar Jaehyun, sabar.

Sebenarnya Jaehyun sudah terlalu marah. Marah karena rasa tertariknya yang tidak wajar. Marah karena Jaehyun kalah oleh gairah yang benar-benar butuh dipuaskan. Marah karena dia bahkan tidak tertarik padanya, tidak meliriknya, tidak menginginkannya seperti Jaehyun menginginkan dia!

Gilaa! Aku harus mendapatkannya. Apa pun resikonya. Yaa mungkin dua-duanya sekaligus? Jaehyun tersenyum sambil melirik Kristal dan Doyoung bergantian.

.

.

TBC

Hai, ketemu Minnie lagi..

Seneng deh baca review dari kalian..

Sebagai imbalannya aku update cepet, di chap ini masih flashbacknya jaehyun ketemu ma doyoung.

Aku tak tau harus berkata apa lagi, aku ngucapin terima kasih buat yang udah ngluangi waktu kalian untuk baca ff ini..

Aku cuma ngingetin lagi, ini bukan murni karya aku, aku cuma meremakenya yahh tambahan revisi disana-sini..

Q&A

rizkyamalia294: iya, dia emang Jaehyun. Makasih udah penasaran. Ini udah aku lanjut.. Makasih ya reviewnya

Nishabacon627: iya kakak, pasti aku lanjut. Karena ini projek pertama aku, tentu aku pastiin ini lanjut sampai tamat. Kakak penasaran, ini udah aku lanjut. Makasih udah penasaran.

JKSHC: iya ini emang ff pertama aku, mungkin karena cerita aslinya bahasanya non baku trus aku ubah jadi baku, jadi ada yang janggal kalimatnya. Aku juga sadar, niatnya aku benerin tapi akunya bingung harus nambah kata apa agar tak janggal. Ya udahlah, akhirnya gitu deh. Makasih udah review. Aku seneng bacanya. Nanti aku usahain update cepet lagi..

Min Milly: makasih reviewnya dan excited ma ff ini.

Lee Kyun: makasih udah beri aku semangat..

tenbreeze: kamu sampai googling? Terus ketemu gak? Aku dapet novel ini saat ada bazaar dari gramedia di kota aku. Aku belinya cuma 10rb. Makasih ya, udah review.

aiyoemi10: iya ini jaedo, aku juga gak bisa bayangin Doyoung ngukein Jaehyun. Di chap kemarin itu Hyoje tanya ma Jaehyun, apakah di depannya ini mommynya. Kan udah dituliskan jelas sebelum Hyoje menyebut kata 'mommy'

Walaupun tidak bersuara, Doyoung bisa melihat gerakan bibirnya (hyoje) bertanya pada lelaki itu.

"Mommy?"

Trus Jaehyun mengangguk, sekarang dah paham? Makasih yaa.. udah review.

Gomawo

Terakhir

Review juseyoooo…

Sign

Minnie