Broken-Winged Angel
A Chanbaek Fanfiction
MPreg. BoysLove. YAOI. Shounen-ai.
Rate : M
Main Cast : Byun Baekhyun x Park Chanyeol
The Other Casts : OC. Go find yourself!
— — —
Menetap selama beberapa hari di rumah sakit, memberi energi bagi Baekhyun untuk terus merengek pada Chanyeol agar ia dapat segera pulang ke rumah. 2 hari pria itu mampu menahan segala rayuan si kecil, tapi keesokan harinya dia sudah tak tahan dengannya.
Chanyeol berakhir mendatangi dokter untuk meminta ijin membawa pulang Baekhyun lebih cepat. Dokter menyetujuinya setelah ia berjanji akan memastikan suaminya memiliki istirahat yang cukup. Lagipula hanya itu yang dibutuhkan lelaki hamil itu; istirahat yang berkualitas dan asupan gizi yang cukup, karena ia harus memiliki energi berlebih untuk menghadapi mual dan tubuh lemasnya saat morning sicknessnya kembali datang.
Pria tinggi itu kembali ke ruang rawat sang suami dengan membawa kabar tersebut, sehingga menghasilkan pekikan semangat dari bibir tipis yang tak lagi pucat itu. Juga bisikan nakal di telinga kanannya, "Tubuhku milikmu, Yeolie~" Tak lupa jilatan kecil dihadiahkan disana.
Hal itu membuat Chanyeol tersenyum lebar sekali seperti idiot. Namun dalam hati ia memastikan agar dapat menahan nafsunya hingga saat itu benar-benar tiba—waktu dimana ia dapat menikmati tubuh sintal itu sepuasnya. Tentu saja itu tidak dalam waktu dekat, mengingat Baekhyun yang masih mudah lelah saat ini. Tapi ia menjanjikan bahwa tubuh itu nantinya akan menggeliat hebat di bawahnya, sampai pemiliknya tak lagi dapat merasakan apa pun selain kenikmatan.
Sedangkan Baekhyun, diam-diam ia meringis mendapati seringaian mesum dari sang suami di depannya. Sepertinya ia salah memberikan imbalan karena telah diperbolehkan pulang ke rumah. Lihat saja wajah yang mengandung unsur tidak senonoh itu. Pasti otaknya tengah memikirkan hal yang iya-iya, sehinggamembuatnya bergidik saat merasakan seluruh bulu kuduknya berdiri ngeri.
Tapi kikikannya justru mengalun lembut kemudian, "Hihihi, jadi tidak sabar~" Tak lupa gumamannya yang terlampau keras membuat seseorang dihadapannya ikut terkikik dengan suara beratnya.
"Aku juga~"
Membuat Baekhyun merutuki dirinya karena terlalu bersemangat.
Oke.
Mari tinggalkan dua idiot mesum ini untuk sementara waktu.
[***]
Baekhyun masuk ke dalam rumah dengan pekikan bahagia yang menulari Chanyeol dalam senyum serupa. Lelaki berperawakan mungil itu langsung berlari dengan semangat penuh ke arah kamar mereka. Tentu saja hal itu mengundang pekikan lain yang sarat akan kekhawatiran.
"Hey, sayang, jangan berlari seperti itu!" Tak sadar nadanya ikut menaik pula karena terkejut dengan tingkah ceroboh itu.
"Hehehe, iya Chanyeolie~" Balasnya cengengesan setelah memelankan langkahnya.
Jadilah ia setelahnya melangkah pelan seperti maling, namun dengan jarak langkah yang dibuat lebar-lebar, bermaksud agar segera sampai ke dalam kamar.
Tingkah lucu itu mengundang gelengan gemas juga senyum lebar yang masih dipertahankannya sampai saat ini. Di gendongannya ada tubuh si kecil Jiwon yang tengah tertidur. Ia menjemputnya tadi di rumah Luhan. Dan sekarang ia beralih menidurkan anak itu di ranjang miliknya sendiri.
Setelah itu, ia segera menuju kamarnya untuk mendapati sang suami tengah bergelung ribut di bawah selimut. Entah apa yang dilakukannya. Kemudian, kepalanya menyembul keluar dari selimut dan menatapnya dengan binar bahagia terlihat berlebih.
"Aku rindu sekali dengan rumah!" Pekik sang pemilik kepala itu dengan nada tinggi.
Baekhyun menendang selimut agar terlepas dari tubuhnya. Kemudian, masih dengan berbaring, kakinya ia angkat dan menghentakkannya pada udara secara bergantian. Juga tangannya yang mengepal semangat ikut bergerak mengikuti kakinya.
"Yuhuu~"
Chanyeol yang melihatnya di tempat pun dibuat tak berkedip. Matanya menatap ke arah bayi besar itu dengan kegemasan yang menumpuk. Kemudian ia ikut berbaring di ranjang dan memeluk tubuh itu dengan erat. Kakinya ia gunakan untuk melilit tubuh Baekhyun, dan hidung mereka ia gesekkan dengan gemas.
Baekhyun tertawa mendapat perlakuan itu. Tangannya bergerak berusaha untuk melepaskan diri di bawah kungkungan suaminya yang bertubuh raksasa.
"Lepas! HAHAHA—Chanyeolie, hentikan~" Ia merengek saat Chanyeol justru mengusakkan kepalanya pada perpotongan lehernya hingga membuatnya kegelian.
"Berhentilah bersikap menggemaskan, sayang." Ujarnya dengan suaranya yang dalam.
"Eung?" Mata sipit itu mendongak dengan kilatan bingung. "Memang kenapa?" Tanyanya dengan binar mata polos.
"Karena aku tak sanggup lagi menahan diriku untuk segera memakanmu, Baek. Rawrrr~"
"Kyaaa—Jangan makan aku raksasa! Nanti telingamu jadi semakin lebar! HAHAHA!"
Mereka terus bercanda, sampai tak sadar bahwa jeritan main-main mereka membangunkan si kecil di kamar sebelah. Bocah itu masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya dengan mengucek matanya karena masih mengantuk.
"Papa?" Juga suaranya yang mengayun kecil ketika sampai di samping ranjang tanpa disadari kehadirannya.
"Oh, Jiwonie! Papa rindu sekali padamuu~" Baekhyun segera turun dari ranjang dan memeluk anaknya yang masih menatapnya dengan pandangan sayu.
"Papa sudah pulang?" Tanya anak itu ketika Baekhyun membawanya ke atas ranjang.
"Hng!" Kepala bersurai hitam itu mengangguk semangat.
"Apa Papa sudah tidak sakit lagi? Dedek bayi?" Suara kecilnya mengalun dengan kekhawatiran alami.
"Ung! Papa dan adik bayi sudah sehat! Lihatlah ini—" Baekhyun beringsut mendekati Chanyeol yang hanya menatap interaksi mereka dengan tangan mengusap telinganya, "—Papa bahkan sudah bisa menarik telinga Daddy!"
"Aduuh, Baek, cukup!" Lagi Chanyeol memekik saat tangan Baekhyun menarik telinganya ke kanan dan ke kiri.
Hal itu membuat Jiwon terkikik lucu melihat telinga daddynya yang memerah. "Hihihi, telinga Daddy semakin lebar!"
"Bukankah ini lucu, Ji?!" Baekhyun berujar dalam kalimat tanya untuk meminta persetujuan. Tangannya masih setia menarik-narik benda itu karena tak mendapat perlawanan yang berarti dari sang pemilik.
"Eung! Telinga Daddy jadi selebar punya gajah." Jiwon menyahut setuju.
"Hei, kalian jahat sekali, tahu~" Suara berat Chanyeol menimpal dengan rengekan membuat dua yang lain terkekeh tidak berdosa.
"Ngomong-ngomong soal gajah, aku jadi ingin ke kebun binatang, Chan…"
"Ayo kita kesana!" Suara kecil lainnya menambahkan dengan semangat.
"Benar! Ayo pergi kesana besok!"
"Apa kau yakin sudah benar-benar sehat, hm?" Pria itu menatap dengan rasa khawatir yang sedikit tersisa pada si mungil.
"Ya! Aku merasa sudah tidak lemas lagi semenjak dari rumah sakit. Jadi bisakah besok kita ke kebun binatang?"
Tadinya Chanyeol ingin menolak, tapi bagaimana ia bisa sejahat itu jika di hadapannya ada dua orang anak kecil yang menatap padanya dengan mata yang polos dan binar penuh permohonan seperti ini?
"Baiklah."
Suara persetujuannya membuat pasangan ibu dan anak itu memekik bahagia, "Yeay!~"
Dan akhirnya mereka memutuskan untuk tidur bertiga karena Chanyeol berkata bahwa mereka harus memiliki energi untuk berlibur besok.
Jiwon meringkuk nyaman di depan dada Baekhyun. sedang Chanyeol pada sisi lainnya memeluk kedua malaikatnya dengan penuh perlindungan.
"Selamat tidur, kesayangan Daddy…"
[***]
Keesokan harinya, Baekhyun dibangunkan oleh rasa mual yang beberapa hari ini telah menurun intensitasnya. Setelah menyelesaikan urusan paginya, ia langsung memutuskan untuk mandi agar tubuhnya semakin segar. Tanpa menyisakan detik, setelah keluar dari kamar mandi, kakinya segera saja menuju dapur.
Ia akan memasak sarapan yang sederhana agar tidak terlalu menguras energinya yang sedang berlebih pagi ini. Juga tak lupa membuat beberapa makanan lain untuk dibawa di dalam wadah yang serupa dengan keranjang, sebagai bekal untuk mereka piknik.
Baekhyun membuat kimbab, telur gulung, dan makanan kecil lain dengan porsi yang tak terlalu banyak namun cukup untuk mereka bertiga. Tak lupa ia membawa sedikit kimchi yang telah dimilikinya di dalam kulkas.
Setelah menata masakan ke dalam wadah, lelaki mungil itu lanjut menata menu sarapan ke meja makan dengan rapi. Dia membutuhkan waktu 1,5 jam untuk menyelesaikan semuanya. Tapi Jiwon dan Chanyeol belum juga menunjukkan tanda-tanda akan terbangun.
Dia menoleh menatap jam dinding, dan benda berbentuk lingkaran itu menunjukkan pukul 7. Ini masih terlalu pagi untuk ukuran weekend. Tapi berhubung mereka akan pergi piknik, jadi Baekhyun terpaksa harus membangunkan keduanya.
Yang pertama adalah Chanyeol, dan pria itu dengan cepat langsung bangun dan menghadiahkan satu ciuman di bibirnya—membuatnya merengek meminta lebih.
Suaminya itu langsung mandi, sementara ia beralih ke kamar si kecil. Ketika masuk, Baekhyun mendapati kasur itu kosong. Suara gemerisik air terdengar samar dari dalam kamar mandi yang tak terkunci, hingga membuatnya mengintip kesana sebentar. Didapatinya tubuh kecil itu tengah mandi dengan suara gumaman berisi nyanyian yang berantakan, membuatnya terkekeh karena gemas.
Sepertinya tak hanya ia yang bersemangat, tapi si kecil pun demikian. Jadilah ia beralih untuk merapikan kasur yang terlihat berantakan. Ketika selesai, si kecil juga telah selesai dengan mandinya. Mata mereka bertemu dan keduanya tersenyum lebar.
"Rajinnya anak Papa~" Baekhyun segera menyongsong anak itu dan mengambil alih handuk untuk digunakannya mengeringkan tubuh si kecil.
"Hihihi, aku sudah tidak sabar sekali, Papa!" Pekikan dari yang lebih kecil terdengar penuh semangat.
"Hm, hm. Papa pun juga tidak sabar~" Angguknya setuju.
"Apa kita akan pergi sekarang juga?" Jiwon menatap Papanya dengan kerjapan mata polos.
"Tentu saja. Tapi setelah menghabiskan sarapan, oke?"
"Oke!"
Baekhyun beralih meraih pakaian Jiwon dari dalam lemari. Ia mengambil baju dengan wana kuning yang mencolok dan memakaikannya pada anak itu. Si kecil terlihat menggemaskan setelah memakainya, membuatnya tak tahan untuk tidak mencubit pipi gembul itu.
"Bajunya lucu, Papa!" Celotehannya mengiringi langkah mereka menuju meja makan.
"Apa Jiwonie suka warna kuning?"
"Ya! Jiwonie suka kuning! Suka pisang!"
"Papa juga suka pisang! Apalagi pisangnya Daddy, hihihi~"
"Huh? Daddy punya pisang? Apa Daddy berjualan pisang, Papa? "
Baekhyun terkikik gemas mendengar pertanyaan polos itu. "Ung, ung!" Kepalanya membenarkan dengan semangat tanpa berniat membahasnya lebih lanjut.
Tak lama suara lain menyahut. "Hei, apa ada yang sedang membicarakan tentang pisang Daddy?"
Timpalan itu membuat pipi Baekhyun memerah hingga ke telinga. Salahkan saja mulutnya yang berkata asal tadi.
"Tadi Papa bilang, dia suka dengan pisang Daddy."
Ucapan itu membuat Chanyeol menoleh pada Baekhyun dengan seringaian jahil yang terpatri.
Lihat betapa menggemaskannya lelaki cantik itu ketika malu-malu dengan pipi yang memerah! Batin Chanyeol berteriak gemas.
"Apa itu benar, sayang? Apa kau mau mencicipinya sekarang juga?" Tanyanya dengan suara menggoda. Tatapannya tak sedikit pun ia alihkan dari tingkah lucu suami mungilnya itu.
Dapat dilihatnya mata itu menghindari tatapannya dengan meliarkan pandangan ke segala arah. Terlihat salah tingkah.
Karena merasa terpojokkan, Baekhyun segera menutup wajahnya yang merah dan berbalik untuk masuk ke dalam kamar.
"Papa akan ganti baju!"
BLAM
Dan pintu tertutup diiringi dengan tawa puas Chanyeol di ruang makan.
[***]
Setelah insiden memalukan itu, Baekhyun keluar dengan sweater dengan warna yang sama dengan baju milik Jiwon; kuning cerah. Chanyeol sendiri merasa silau melihat pemandangan keduanya yang berpakaian mencolok.
Tapi ia terpaksa harus mengalah ketika Baekhyun menyuruhnya untuk memakai pakaian dengan warna yang sama dengan mereka. Tentu saja awalnya pria itu menolak dengan alasan ia yang tak memiliki baju dengan warna serupa. Namun, si mungil justru tersenyum lebar hingga Chanyeol merasa kalah seketika.
"Aku sudah menyiapkannya untukmu!"
Dan jadilah ia memakai sweater dengan warna dan motif yang sama dengan suami cantiknya itu. Pria itu langsung menelan protesannya saat ia keluar dengan dihadiahi tatapan berbinar terang dari Baekhyun. Ia merasa itu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya bahagia, meski rasa malu sempat menyusup sebelumnya. Tapi mana bisa ia menolak tatapan puppy itu dan usaha dari kesayangannya yang telah membelikan mereka baju couple ini?
Begitulah akhirnya mereka berangkat menuju kebun binatang.
Sepanjang perjalanan diisi dengan nyanyian Baekhyun dan Jiwon yang bersahutan, membuat Chanyeol tersenyum lebar hingga merasa giginya kering karena tersenyum selama 1 jam lamanya. :')
Ketika mereka keluar, semua mata langsung menyorot pada keluarga kecil itu.
Baekhyun tidak terlalu memperhatikan karena tatapannya hanya terpaku pada hewan-hewan di dalam sana. Sementara Chanyeol, pria itu mengumbar senyum bangga melihat arti tatapan orang-orang kepada mereka.
Tentu saja sebagian berisi rasa iri dan sisanya adalah tatapan kagum akan kekompakan keluarganya.
Mengabaikan tatapan itu, ia beralih membawa Jiwon dalam gendongan agar dapat melihat hewan dengan lebih jelas. Tangannya ia tautkan erat dengan milik Baekhyun sementara mereka terus berjalan dari satu hewan ke hewan lainnya.
"Uwaahh! Lihat, lihat, gajahnya besar sekali!" Suara Baekhyun memekik penuh kegembiraan setelah bertemu hewan bertelinga lebar itu.
Jiwon beralih dari menatap gajah di depan sana menuju ke telinga yang terletak persis di samping kepalanya. "Telinga Daddy sama dengan gajah itu!" Lalu ikut memekik saat melihat kembali ke arah gajah.
"Hei, itu tidak benar!" Chanyeol menyanggah tak terima.
"Betul sekali, Ji! Tapi punya gajah itu lucu, sedangkan punya Daddymu jelek! Hihihi." Baekhyun menyahut dengan selingan hinaan untuk telinga si tinggi.
"Hei, itu lebih tidak benar!"
"Tapi aku setuju dengan Papa!"
"Kita memang sehati, sayang~"
"Kalian jahat sekali~"
Perdebatan ketiganya terhenti ketika berhasil melewati hewan besar itu dan beralih pada hewan lainnya.
Semua yang terdengar di telinga Chanyeol setelahnya adalah suara pekikan kedua anak kecil di depannya yang tengah bergandengan erat. Baekhyun dan Jiwon melangkah semangat dengan tautan pada kedua tangan mereka yang terkadang terlepas karena sibuk menunjuk-nunjuk hewan disana.
"Uwaah!"
"Lihat, lehernya panjang sekali, Ji!"
"Waah, burungnya cantik seperti Papa!"
"Jiwonie, Jiwonie! Ikannya berwarna kuning!"
"Ugh, burungnya jelek sekali, Papa. Jiwonie tidak suka!"
Chanyeol mendengar semuanya dengan kekehan gemas. Dia tak tahu kalau keduanya akan menjadi sesenang ini. Rasanya ia ingin meminta maaf karena selama ini sangat jarang mengajak keluarganya berlibur atau sekedar piknik kecil di atas taman.
Seharusnya ia tahu, bahwa family time lebih berharga dari setumpuk berkas di atas meja kerjanya.
Mengenyampingkan pikiran itu, Chanyeol menyusul anak dan suaminya yang telah berjalan beberapa meter di depannya. Mereka sedang menuju ke arah salah satu photobooth dengan burung yang cantik sebagai objek.
Chanyeol menarik keduanya kesana untuk berfoto bersama.
Tangan kirinya dihinggapi oleh burung cantik itu. Sementara tangan kanannya terangkat untuk merangkul Baekhyun, dengan Jiwon yang ada dalam gendongan lelaki mungil itu.
Mereka berpose biasa sebagai awalan, yaitu dengan memasang senyum lebar yang memancarkan kebagaiaan.
Kemudian keduanya saling menatap dengan senyuman penuh cinta di mata mereka.
Lalu, ada juga pose dimana mereka menatap ke arah hewan di lengan Chanyeol dengan penuh ketakutan yang lucu. Mata mereka melebar terkejut, juga mulut yang dibuat terbuka seolah sesuatu tengah menakuti mereka.
Sang photographer memekik gemas melihat hasil foto mereka yang sangat mencerminkan keluarga bahagia, pun dengan baju couple berwarna kuning cerah yang terlihat lucu. Ia berjanji akan menjadikan foto ketiganya sebagai sample yang nantinya dicetak dengan ukuran yang besar dan dipajang disana. Mendengar perkataan semangat sang photographer membuat Chanyeol hanya terkekeh mengiyakan.
Sementara mereka lanjut mengunjungi hewan lain dengan celotehan Baekhyun dan Jiwon yang terus berlanjut.
[The End of Chapter]
Helaw!~:*
