Wohohohoho! Buat reader yang nunggu lama fic yang author buat updatenya mohon maaf saja saya ada kesibukan kalian boleh ngebully jika tak Update sebulan jika tanpa pemberitahuan Hiatus atau tidaknya yah, maksudnya PHP lah.

So, misalnya jika kalian berfikir bahwa cerita saya ada bagian yang di Skip jadi Firasat kalian benar saya di skip bagian latihannya dan mencari ke inti pentingnya saja(di manga juga sama gitu :v)

Oke yang nanya karakter utama di sini siapa? Sudah jelas Natsu bukan Naruto yahh! :v tapi, untuk elemen dan kekuatan saya ambil dari Naruto dan intinya Natsu Fullpower

Jadi, jika kalian suka Follow atau Favorite atau setidaknya tinggalin Review jangan jadi silent Reader oke. Saya hargain apapun itu

Nah saya minta maaf jika ada kesalahan tolong koreksi yah :3 so

Kita kembali ke ktp.

.

...

.

Hari yang biasa di alami Natsu dia dia ajari oleh kakaknya Hagoromo tentang cakra dan tekhnik menggunakan segel tangan untuk, Hagoromo pertama kali mengajar Natsu dia agak kesulitan mengingat otaknya Natsu sedikit bebal.

Tapi, Hagoromo tak kehabisan akal dia mengajari Natsu dengan cara yang simple dan mudah di fahami Natsu, secara bertahap Natsu faham dan akhirnya mengerti yang di ajarkan dan perlahan bisa.

Secara mengejutkan Hagoromo Natsu yang keliatan biasa saja secara cepat dia bisa menguasai jenis dasar cakra bahkan bisa menguasai lima Element secara cepat dan Natsu yang punya tehknik api, tak perlu susah payah mengajarinya hanya tinggal meningkatkannya menjadi lebih baik.

"Oke Natsu perlihatkan semua yang kau bisa!" perintah Hagoromo

"FIRE BALL!"

Natsu membuat segel tangan menyemburkan bola api besar dari mulutnya.

"SLASH WIND CUTTER!"

Natsu membuat kepalan angin dan melemparkannya membentuk sebuah sayatan hijau.

"Cukup Natsu!" Hagoromo menghentikannnya

"Oke, apalagi yang ingin diajarkan lagi?" Natsu tampak antusias

"Sebelum itu ada yang ingin kau tanyakan?" tanya Hagoromo

Natsu sedikit berfikir dia memang ada sedikit pertanyaan yang ada di benaknya soal mata ibunya dan kakaknya yang sedikit berbeda.

"Umm! Mata apa itu?" tanya Natsu menunjuk mata tengah Hagoromo.

"Sudah kuduga kau akan bertanya tapi, bukan aku yang menjawabnya" Hagoromo terlihat tenang "di dunia ini ada tiga jutsu yang bisa kau gunakan pertama Ninjutsu, Genjutsu dan Taijutsu"

Tapi, Natsu memasang wajah dongkol seolah memang tak mengerti.

"Begini yang ku ajarkan padamu adalah dasar jenis perubahan cakra yaitu Api, Angin, Tanah, petir, Air tapi, ada yang pernah bilang bahwa setiap orang hanya di bekali satu jenis perubahan cakra misalnya Api tapi, itu bohong semua orang bisa menggunakannya tergantung semangat dan kegigihan orang itu" jawab Hagoromo

"Intinya?" Natsu bingung.

"Lupakan saja tadi Tapi, selain itu ada kelebihan dan kekurang pada Lima dasar perubahan Jenis cakra" ucap Hagoromo

"Sekarang apa lagi! Masih banyak rupanya!" Natsu tampak kesal karena ucapan yang Hagoromo berikan tak masuk ke kepalanya

"Iyah, yang kau kuasai hanya dasarnya saja" Hagoromo tertawa "ada beberapa kelemahan setiap dasar jenis cakra contohnya api akan lemah kepada air"

"Lalu air lemah terhadap apa?" tanya Natsu

Hagoromo mengambil sebuah gulungan dan tampaknya menggambar sesuatu dan Natsu melihat itu tampak yang tidak tahu.

"Ini biar kupermudah angin kalah oleh api, api kalah air dan tanah akan kalah oleh petir intinya jika kau suatu hari nanti bertemu musuh yang mempunyai salah satu unsur jenis cakra maka dari itu aku mengajarimu semua dasar jenis cakra agar kau untuk berfikir dan mengingatnya" jawab Hagoromo menunjuk gambar gulungan itu.

"Lalu jika itu kekurangnya maka kelebihannya?" tanya Natsu

"Hmm! Begini meskipun angin kalah oeh api tapi, ada kelebihannya jika kau memiliki kedua jenis perubahan cakra itu yaitu api jika di gabungkan dengan angin maka akan membuat tehknik yang cukup hebat" balas Hagoromo

"Jadi, intinya jika aku punya unsur angin jika melawan orang yang punya unsur api, maka akan kalah tapi, jika aku punya kedua jenis itu maka seperti membuat sesuatu yang luar biasa?" Natsu yang mengerti.

Hagoromo tersenyum dia hanya perlu menunjukan contohnya dia menyemburkan api dan membuat pusarang angin dan menjadi angin tornado api, dan menyembur api lagi dan melemparkan tumpukan batu dan membuat seperti Lava.

"Intinya, penggabungan satu jenis ke jenis lain menciptakan kekuatan jenis dasar baru" jelas Hagoromo "yah tapi, intinya bukan sekarang tapi, aku akan mengajari cara menfokuskan satu jenis dulu"

"Jadi,ini akan lama" Keluh Natsu Hagoromo mengangguk

.

.

.

.

.

Natsu yang sekarang terus di ajari Hagoromo dan untuk Hagoromo sendiri keinginannya mengajari dari awal yaitu pada satu perubahan jenis cakra dahulu lalu akan ketingkat selanjutnya.

Dan Natsu sendiri, dia cukup kesulitan untuk mengatasinya terutama waktu perubahan jenis cakra angin dari kelima, perubahan jenis cakra itu yang menurut Natsu paling sulit adalah angin sedangkan yang lainnya mudah tapi, yang paling cepat berkembang adalah api, yah mudah saja soalnya api sudah ada di tubuh Natsu.

Natsu tubuhnya yang manusia sudah pastinya sangat kelelahan karena faktor latihannya yang cukup berat bahkan untuk orang dewasa pasti takkan sanggup tapi, Natsu malah bisa menanganinya.

Untuk tubuh yang luka di alami Natsu, Hagoromo secara cepat bisa menyembukannya tapi, Natsu tak tau bahwa orang yang mengajarinya itu bukan manusia biasa melainkan dewa.

"Baiklah Natsu, coba tunjukan padaku" Hagoromo mencengkram tangannya tampak Aura petir besar di tangan lelaki itu.

"Hmmm? Apa yang kau lakukan?" Natsu yang pasang wajah bingung

"Untuk mengetes apakah kau sudah berkembang" balas Hagoromo "ayo, yang jenis mana saja akan kau keluarkan"

"Yosh!" Natsu membuat segel tangan dan menciptakan dua kloning dirinya

Natsu sedikit merenganggkan telapak tangannya satu kloning menggosokan kedua tangannya dia atas tangan Natsu yang asli dan kloning sebelahnya menahannya dan muncul bola biru kehijauan tapi, mendadak bola itu berputar sangat cepat dan membentuk sebuah shuriken meskipun, masih terlihat berantakan

"Ini, membuatku sulit dari kelima jenis dasar cakra lainnya ketika aku menfokuskannya pada satu jenis ini sedikit sulit kalau sendirian ibarat lihat ke kiri dan ke kanan secara bersamaan tapi, jika di lakukannya dengan tiga orang ini sedikit mudah karena, bisa membagi tugas" Natsu matanya terfokus

"Jenis angin yah!" Hagoromo mengeluarkan bola petir biru "meskipun ini akan kalah tapi, tergantung penggunanya meskipun punya kekuatan besar tapi, penggunanya lemah intinya sama saja bohong"

Natsu langsung meloncat ke arah Hagoromo dan kedua kekuatan itu saling beradu dan membuat efek yang cukup besar.

Booommmm!

Slashhh!

Setelah beradu mereka saling membelakangi diri masing-masing

'Ini, kekuatan yang cukup mengejutkan' Hagoromo melihat tangannya yang terluka 'apakah ini yang ibu ramalkan anak ini yang akan mengubah dunia dan membawa kedamaian?'

Hagoromo hanya melihat figure Natsu yang ibaratkan melihat dirinya selagi waktu kecil

"Yosh! Bagaimana!" Natsu mengangkat kedua tangannya

"Cukup hari ini, kau sudah menunjukan banyak perkembangan dan sebaiknya kita istirahat untuk memulihkan badan" balas Hagoromo pergi dan di susul Natsu

.

.

Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx

.

.

Seperti biasanya latihan normal yang di alami Natsu tapi, sekarang pengajarnya bukan Hagoromo lagi melainkan laki-laki berambut perak yaitu Hamura.

"Dengar Natsu, apa kau pernah dengar tentang Genjutsu?" tanya Hamura

"Rasanya pernah dengar" Natsu memegang dagu "tapi, bentuknya seperti apa?"

"Begini Natsu yang di ajarkan Hagoromo adalah jenis Ninjutsu dan yang ingin kuajarkan adalah jenis Genjutsu" jawab Hamura

"Apakah mereka sama? Kalau sama terdengar membosankan" Natsu cemberut

"Tentu saja beda meskipun membutuhkan cakra dan segel tangan tapi, efeknya sangat berbeda jika Ninjutsu sifatnya menyerang secara fisik tetapi, Genjutsu kebalikannya menyerang organ dalam melalui enam panca indramu" ucap Hagoromo

"Huh, seperti apa?" Natsu memiringkan kepalanya.

"Sudah kuduga kau akan bertanya" Hamura menghela nafas " dan tolong Natsu lihat mataku"

Natsu pada saat melihat matanya langsung terkejut karena dia sendirian dan keadaan terikat kedua tangannya oleh rantai panas dan dia berteriak kesakitan.

Dan kini berubah tempat di mana Natsu terikat dengan tersalib dan ada seorang berjubah yang secara tiba-tiba langsung menusuk perut Natsu

Cling!

Natsu membuka matanya kondisinya Normal tapi, anehnya dia merasakan sakit.

"Itu, contoh tehknik Genjutsu sebuah ilusi di mana kau seperti melihat halusinasi yang terlihat nyata dan menyebabkan rasa sakit" balas Hamura

"Benar, aku merasakan sakit tapi, anehnya tubuhku tidak terluka" Natsu memegang perutnya "yang aku lihat memang seperti nyata"

"Itulah Genjutsu tapi, berbeda dari Ninjutsu kau tak bisa main-main jika, salah penempatan maka tehknik itu takkan bekerja" Hamura memegang tangan Natsu "dan aku minta maaf atas tadi"

"Tak masalah" Natsu tertawa riang "oh iya kenapa mata ibu dan kakak berbeda?"

"Dengar Natsu," Hamura menghela nafas "ada tiga jenis mata dengan kekuatan yang luar biasa yaitu Sharinggan, Rinnegan, dan Byakugan"

"Wohh keren di antara ketiga itu mana yang terkuat" Natsu dengan mata berbinar-binar

"Hahah! Ketiganya kuat Natsu dengan kelebihan masing-masing tapi, akan kujelaskan simplenya" Hamura tertawa keras "Sharinggan bisa membuat ilusi yah contohnya yang tadi, Rinnegan bisa menyerap segala jenis Ninjutsu dan bisa melihat Limbo, dan Byakugan bisa melihat aliran jenis di dalam tubuh seseorang dan melihat jarak yang sangat jauh"

"Woahh! Bisakah aku memilikinya?" tanya Natsu

"Tidak sekarang Natsu kau harus belajar lebih banyak dulu" jawab Hamura membuat Natsu cemberut.

.

.

Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx

.

.

Sekarang Natsu kini hari demi harinya diajari terus berlatih tehknik yang sudah ia kuasai dan mengembangkannya dan terkadang juga Hagoromo memberinya tehknik yang baru, dia terkadang membiarkan Natsu sendiri dan mengembangkan tehknik yang ia ajarkan supaya lebih mandiri

Kini Natsu di ajak Hagoromo ke sebuah tempat yang bisa di bilang seperti Neraka, dan memang tempatnya panas, berapi dan meleburkan api dari bawah dan gunung berapi yang meletus setiap saat

"Umm! Tempat apa ini?" tanya Natsu

"Ini, tempat di mana kau akan kuajari punya partner dan bersahabat dengannya meskipun ibu sudah bilang bahwa kau akan di beri spesial tapi, aku selain ini juga mengajarimu jutsu pemanggil" balas Hagoromo

"Pemaggil?" Natsu memiringkan kepalanya

"Yah, atau bisa di bilang Kuchiyose yaitu sebuah jurus pemanggil monster" jawab Hagoromo

"Tunggu! Berarti partnerku bukan manusia melainkan monster?" Natsu terlihat pucat

Boooommm!

Muncul secara refleks ledakan dan tak lama figure bayangan itu menampakan wujud aslinya Natsu shock melihatnya

Monster tinggi besar berwarna merah yang terlihat seperti Trenggiling dengan kedua tangannya seperti cakar besi berwarna merah

"Halo, Armadillo lama tak jumpa" sapa Hagoromo

"Ada keperluan apa, Rikudou Sennin kemari?" tanya Armadillo dia melihat anak kecil di belakangnya "anak kecil siapa, yang kau bawa?"

"Dia Natsu anak yang kubicarakan itu" balas Hagoromo

"Ahh, si bocah ajaib itu hmmm jika kau kemari pasti ada sesuatu yang penting?" Armdillo mengelus dagunya

"Yah, aku ingin kau menjadi partnernya nanti" jawab Hagoromo

"Kedengarannya menarik, kau tau aku tak segan-segan meskipun itu anak kecil" Armadillo mengangguk

"Yah, aku tau tapi, sifatmu seperti biasanya" Hagoromo menoleh ke arah Natsu "nak, kau harus melawannya"

"Apa! Tunggu dulu" Natsu terlihat panik "bukannya kau mengajariku jurus pemanggil?"

"Yah memang benar tapi, kau harus punya monster dulu dengan kata lain kau harus mengadakan kontrak dengannya dan lakukan apapun yang dilakukannnya kau harus nurut" Hagoromo secara cepat menghilang

"Jadi, begitu yah" Natsu menatap ke Armadillo

"Benar tapi, meskipun kau anak kecil aku tak segan-segan" Armadillo menyeringai

(Beberapa jam kemudian)

Hagoromo kembali ke tempat di mana Natsu berada tetapi, tempat itu berbeda sekali dari terakhir yang ia kunjungi suasanya kacau dan hancur

Namun dia mendengar ledakan dan menoleh ke arah kanan dan melihat bola api besar berputar ke arahnya tapi, nyatanya dia kenal ini.

"Hmmm Mana Natsu?" tanya Hagoromo Armadillo menunjuk Natsu yang berada di atas kepalanya

"Sebenarnya, aku memberi tantangan yaitu menjinakan banteng hahahaha!"Armadillo tertawa

Istilah menjinakan banteng menurut trenggiling api itu di mana Natsu harus berdiri dia atasnya selama itu dia tak boleh jatuh ketika Armadillo mengamuk gak karuan

" dia berhasil?" Hagoromo mengangkat sebelah alisnya

"Benar, ini sudah lama sekali aku tak aktif begini dan kupikir memang anak ini penuh semangat dan periang dan aku menyukainya" Armadillo menurunkan Natsu

"Apa kita selesai?" Natsu yang wajahnya terlihat lelah

"Iya nak, kau telah berhasil membuat kontrak atau punya monster sendiri" Hagoromo tersenyum

"Ulurkan tanganmu seperti ini dengan ini, kita bisa jadi teman" Armadillo mengulurkan tangannya dan Natsu membalas uluran itu dengan kepalan tangan.

*Fooppss!

Armadillo menghilang, Natsu langsung duduk kelelahan dan perutnya berbunyi lapar

"Ayo pulang" ajak Hagoromo

.

.

Xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxx

.

.

Setelah semuanya selesai Natsu di perintah Hagoromo menunjukan hasil Latihan yang Natsu alami tadi.

Natsu menggigit jempolnya dan mengeluarkan darah dan darah tadi di oleskan ke tangan kirinya dan langsung membuat segel tangan

"KUCHIYOSE NO JUTSU!"

*Fooofssss!

Muncul Armadillo

"Ada apa memanggil?" tanya Armadillo

"Tidak hanya mengetes saja" balas Natsu dan Armadillo kembali menghilang

"Kerja yang bagus Natsu" Hagoromo mengangguk

"Hmmm, apa kau bisa juga?" tanya Natsu Ragu dan Hagoromo mengangguk

"KUCHIYOSE NO JUTSU!"

*Foofffsss

Natsu terkejut melihatnya karena, cara memanggilnya berbeda dari yang ia lakukan dan Hagoromk hanya diam dan tampak di tanah aksara hitam aneh mengelilinginya

Dan muncul banyak monster yang berbeda satu Rakun berwarna pasir coklat, Kucing berwarna api biru tua dengan garis hitam, Kura-kura bermata satu, dan Monyet merah, Kambing putih, Siput putih berlendir, Kumbang biru bertanduk, Banteng bergaris, dan Musang berwarna Jingga.

Tapi, yang membuat Natsu bingung yaitu, jumlah ekor mereka berbeda-beda

"Kenalkan Natsu mereka semua para Bijuu" jawab Hagoromo "tapi, mereka punya nama Shukaku, Matatabi, Isobu, Son Goku, Kokuo, Saiken, Lucky 7 Choumei, Hachibi, dan Kurama"

"Ahhh, aku suka Kucing ini" Natsu berlari dan memeluk kaki Kurama, Kurama mendesah dan Goku hanya tertawa lebar

"Tolong Chomei, kau ajak Natsu jalan-jalan" petintah Hagoromo.

Natsu langsung Naik ke atas kumbang biru itu dan langsung terbang bersama sementara Kurama dan Hagoromo hanya menatap Natsu.

"Dia, anaknya? Kalau di pikir apa itu bisa di percaya?" tanya Kurama

"Iyah, mengingat anak itu cepat bersahabat dan aku percaya" Hagoromo hanya menghela nafas "dengar Kurama aku bicara ini bukan hanya kau saja tapi, ke yang lainnya suatu saat nanti kalian akan menemukan di mana seseorang menganggap kalian teman bukan monster dan aku menemukannya dan terlebih ia di latih oleh seekor naga juga"

"Jika, kau bicara seperti itu maka aku percaya sepenuhnya kepada anak itu" Kurama hanya menyeringai

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Yahahahaha akhirnya aku buat dua fic lagi dan oh ya monster bernama Armadillo itu aku ambil di monster Game online Ninja saga yah mungkin kalian sudah tau.

Ahh iya aku lupa jika di anime Hamura gak punya sharinggan tapi, ini fic jadi gak masalah

Dan sekarang masih chapter latihan

Pm

.

RnR