Kembali lagi kepada saya yang gajelas nan terlalu ini yah, saya seperti biasa akan membawakan fic ini yang senantiasa yang selalu update walaupun telat juga biarlah yang penting update ok? Ok sajalah hahahaha!
Oh ya dua chapter ini dan besok adalah penutup Arc latihan karena banyak yang pasti bosan termaksud saya juga dan ada yang nanya Tag di fic saya Irene karena, dia takkan jadi musuh alvarez.
Saya mengecam acno yang seenak jidatnya memperlakukan wanita seperti itu saya sebagai asosiasi komnas perlindungan wanita memberi ancaman kepada si bodoh itu (udah lah hanya curhatan saya saja)
Sudah di bilang nyesuain alur aslinya tapi, ada sedikit perubahan kata atau kejadian-kejadian yang di hilangkan dan di tambahkan jadi, gak sepenuhnya sama.
Saya pikir karakter Irene wanita yang cukup cantik dan anggun saya rasa dari karakter FT yang saya suka selain Natsu yah Irene sendiri karena, memiliki aura kedewasaan dan keanggunan yang pekat dari wanita lain jadi, kalau kata laki-laki Hot Milf (entah apa itu artinya)
Musuh? Tentu saja di sebut Crossover karena musuhnya juga di Naruto juga akan saya bawa tapi, kemunculannya masih jangka panjang atau waktunya masih belum tidak di ketahui.
Nah buat jawab Guest (mungkin pengagum rahasia) memang pernah bilang gak minat tapi, jika gak minat itu tergantung moodnya jika moddnya bagus berarti tulis jika tidak, mungkin ogah.
Mungkin minat dan suka memiliki arti yang ketertarikan tapi, jika sudah ada kata tambahan mungkin makna dan artinya akan sangat berbeda.
Contoh : -Saya gak minat buat fic crossover
Contoh : -Saya gak suka buat fic Crossover
Oke kalian coba artikan sendiri jika kalian tau.
Sekian aye sir.
.
...
.
"Selamat datang!"
Natsu melihat figure yang duduk di kursi besar itu lelaki gondrong hitam dengan tatapan matanya yang terlihat serius dan Kumis tebal mengenakan jubah hitam dan baju kemeja serba putih dan sebuah tanda Matahari di dadanya.
"Siapa dia?" tanya Natsu menunjuk orang itu.
"Yhwach, seorang Quincy" balas Hagoromo
"Kau salah, aku seorang raja Quincy dan juga raja Shinigami hahaha!" Yhwach tertawa lepas.
"Apa itu Shinigami dan Quincy?" Natsu memiringkan kepalanya.
"Kau tanya saja ke orang itu" Hagoromo menunjuk ke arah Yhwach.
"Jadi, aku akan berlatih" tanya Natsu bingung.
"Tentu saja anak kegelapanku!" Yhwach beranjak dari kursinya.
"Yah, kutinggalkan dia untukmu" Hagoromo secara cepat menghilang.
"Peganglah" Yhwach tampak memberi sesuatu.
Natsu melihat sebuah dua lencana yang berbeda satu berbentuk segi delapan berwarna kuning dengan lambang berbentuk tengkorak di tengahnya dan satunya lagi berbentuk bulat dengan tengahnya seperti matahari berwarna perak.
Natsu memegang keduanya dia merasakan sesuatu yang aneh seperti, tersetrum setelah memegang kedua benda itu tapi, dia malah terkejut karena pakaiannya berubah kecuali, topinya yang masih menempel di kepala.
Baju kemeja putih dengan celana panjang putih berbalut sebuah jaket hitam terbuka dengan corak putih dan dia mengenakan sarung tangan putih bergaris biru.
"Baju apa ini?" Natsu melihat ke arah dirinya
"Tak kusangka di terima" batin Yhwach tersenyum
"Ayo, ke ruanganku kita akan berlatih memperdalaminya" Yhwach mengajak anak itu
.
.
.
.
.
Natsu berlatih dengan cara yang berbeda dia mengenakan pedang tapi, Yhwach bilang itu di sebut Zanpakutou tapi, yang saat ini Natsu pegang ialah hanya sebuah Assauchi.
Tapi, Yhwach pernah bilang Zanpakutou itu berbeda-beda dari bentuknya bukan seperti katana biasa itu tergantung jiwa Natsu atau kekuatan jika besar maka bentuknya akan berbeda mudahnya bentuknya berbeda tergantung pemiliknya.
Yhwach tehknik dasar cara bertarung dengan Zanpakutou yaitu Ken, Zan, So, Ki tapi, dari keempat itu mereka memiliki keahlian mereka sendiri.
Dan untuk dasar itu Natsu bisa di bilang menguasai walau masih kecil-kecil tapi, dia cukup memahaminya walaupun panjang pedangnya tak sama dengan tubuhnya hal ini tak masalah bagi Natsu.
"Ayo, Natsu majulah" Yhwach membuat pedang biru api.
Wusshh!
Trangg!
Natsu langsung melesat cepat melayangkan sabetan pedang, Yhwach menangkisnya dengan tenang Natsu menendangnya tapi, lelaki gondrong itu mencengkram kakinya dan meleparkannya.
"Tehknik So-mu sudah lumayan refleks dan cepat hanya saja Ken-mu masih dasar dan lemah" Yhwach mengelap bajunya.
Natsu langsung menghilang cepat dia di belakang lelaki tua itu melayangkan tendangannya tapi, Yhwach menggeserkan tubuhnya menghindar dan membuat anak itu terjungkal mencium tanah.
"Arghhh! Menyebalkan" Natsu berteriak kesal.
"Ayo sekali lagi" Yhwach membalasnya pelan
.
.
Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
Kini Natsu berlatih bukan menggunakan pedang biasa melainkan sesuatu yang berbeda yaitu sebuah busur panah besar berwarna biru muda.
"Bagaimana cara membuat itu?" tanya Natsu memiringkan kepala.
"Itu Senjata roh caranya mengumpulkan reisi di udara tapi, ada sedikit celah yaitu butuh stamina yang cukup" jawab Yhwach.
"Kau enak bisa bicara seperti itu karena sudah terbiasa" Natsu pokerface
"Coba dulu" Yhwach menjawabnya tenang.
Natsu berkonsentrasi dia tampak api biru di antara kedua tangannnya tapi gagal dia mencoba kedua kali dan hanya muncul api kecil biru dan dia mencoba ketiga kalinya dan muncul bentuk sebuah busur.
"Hah! Ini akan sulit" Natsu mengeluh tapi, dia menyadari sesuatu "tunggu jadi senjatanya berbentuk panah?"
"Tentu" Yhwach mengangguk "hei, tidak biasanya kau mengeluh"
.
.
.
.
.
Beberapa hari pelatihan Yhwach mengajari sebuah tehknik dasar baru dari kekuatannya selain membuat busur panah.
Tehknik ini ada tiga jenis Ginto, Hirenkyaku, dan Blut berbeda dari dua jenis tadi yang kekuatannya berpusat pada tubuh Ginto memerlukan sebuah alat khusus sebenarnya itu hanya sebuah tempat menyimpan Reiryokuo untuk bisa leluasa melakukan tehknik tertentu.
Dan untuk Natsu sendiri dia sudah berhasil membuat busur panah hanya ukurannya sedang tak seperti Yhwach yang bentuknya sudah sempurna dan besar.
"Ayo coba adu panahku denganmu" Yhwach membuat busur panah besar
"Yosh!" Natsu membuat yang hal serupa
Mereka berdua menembakannya secara bersamaan.
Booommm!
Keduanya saling beradu dan membuat ledakan yang membuat efek yang cukup besar.
"Bagus Reisimu sudah cukup berkembang" Yhwach mengangguk senang "dan tingkatkan lagi agar menjadi sepertiku"
"Tolong tingkatkan lagi setelah kau berhasil maka aku akan mengajarimu tehknik lain" ucap Yhwach
"Benarkah? Apa itu" Natsu terlihat bersemangat.
"Ada empat kemampuan langka Quincy di mana itu akan memudahkanmu jika dalam keadaan situasi terdesak" jawab Yhwach "sebenarnya ada tiga karena yang satunya sudah tak layak di gunakan"
"Maksudmu?" tanya Natsu balik.
"Yang satunya di sebuat Quincy : Leztz Still itu di mana kau memiliki kekuatan yang cukup besar di mana kau melepaskan sarung tangan Sanrei tetapi, resikonya setelah mengeluarkan itu kau akan kehilangan kekuatanmu" balas Yhwach.
"Sarung tangan? Maksudmu ini?" Natsu menunjuk kedua lengannya Yhwach mengangguk.
"Tentu tapi, tenang saja ada penggantinya yaitu Vollstandig tapi, sekarang kau fokuskan dulu pada yang telah aku ajarkan baru setelahnya ganti" Yhwach berlalu meninggalkan Natsu yang berfikir.
.
.
.
.
.
Latihan mereka terus di jalani sampai-sampai Natsu bisa memahaminya dasar-dasar tehknik bertarung Quincy dan Shinigami walaupun sekilas tampak jelas berbeda gayanya tapi, bagi Natsu itu tak masalah.
"Hei Natsu!" panggil Yhwach Natsu menoleh
"Aku ingin mengetes sedikit kekuatanmu" Yhwach menunjuk seseorang di sampingnya "maukah kau bertarung dengannya?"
Natsu mengangguk yang dia lihat figure di depannya cukup aneh tubuh tegap tinggi, separuh tubuhnya hitam putih, rambutnya panjang, wajahnya tertutup seperti topeng yang menyerupai monster, dan di dadanya berlubang.
"Ini, mahluk Hollowfikasi di mana jiwa Hollow dan jiwa manusia bersatu untuk kemampuannya tak bisa di remehkan, gaya bertarungnya seperti manusia lain tapi, instingnya seperti hewan" Yhwach menjawab pemikiran Natsu.
Wushhh!
Trangg!
Secara cepat mahluk itu menghilang dan berada di depan Natsu dengan refleks anak itu menahannya dan memberi pukulan di wajah hanya saja tak menimbulkan apapun
Natsu melesat cepat dan memberi sebuah ayunan tapi, mahluk itu merespon menghindarinya Natsu membuat busur panah kecil tapi, sekali lagi dia menjauh.
Mahluk itu mendekati Natsu tapi, tampaknya anak itu sudah siap menyerang
"HADOU 76 : ZANGERIN!"
Boommm!
Natsu membuat pusaran di sekelilingnya dan membuat gelombang kejut yang cukup cepat.
"Sial, refleks dia lumayan bahkan dalam serang sedekat itu masih bisa di hindari" keluh Natsu kesal.
Mahluk itu langsung melesat mendekati Natsu dan anak itu membuat busur dia menembakan beribu panah dan mahluk itu tetap saja menghindarinya akhirnya Natsu tenang dia menurunkan senjatanya dan mengulurkan tangannya dengan bermaksud membiarkannya dan.
Jlebbb!
Mahluk itu secara tiba-tiba menggigit leher anak itu tepat di bagian leher dan membuat Yhwach terperanjat shock.
"Ini bukan yang aku pikirkan" Yhwach masih shock.
"Bagus, kau mudah sekali di tipu" Natsu membuat busur panah kecil di jarinya tapi, dia juga masih sakit di leher.
Boooommmm!
Serangan frontal tepat mengenai perut mahluk itu dan melepaskan gigitannya perlahan musnahlah mahluk itu tapi, dia terkejut karena identitas mahluk itu terlihat dan menyerupai dirinya hanya saja itu berwarna putih dan versi dewasanya.
'Jadi, itu aku?' batin Natsu yang terlihat memikirkannya.
"Hei, kau tidak apa-apa?" Yhwach menghampiri anak itu.
"Ah iyah" Natsu mengangguk.
Yhwach melihat ke tubuh anak itu tapi, ada yang berbeda di bagian leher ada garis-garis biru dan di bawah kaki tampak bayangan hitam tapi, ini lebih mirip cairan kental.
'Blut-nya bekerja dan serangan di balik bayangnya ada tapi, belum terlihat maksimal' batin Yhwach menganalisa.
"Kita kemana?" Natsu membuyarkan lamunan lelaki berkumis ini.
"Ahh kita obati dulu lukamu" balas Yhwach.
.
.
Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
Saat ini latihan sedikit berakhir Yhwach menyuruh Natsu untuk beristirahat sebenarnya lelaki berkumis itu menanamkan obat tidur ke anak itu alasannya dia ingin mencari sesuatu yang terjadi di dalam tubuh Natsu setelah di gigit.
Natsu berada di sebuah kapsul besar yang diisi air dan sedari tadi Yhwach mengamati kondisi tubuh Natsu tapi, dia merasa sesuatu yang janggal.
"Seharusnya tubuhnya hancur tapi, kenapa bisa terHollowfikasi?" guman Yhwach dia mencoba menggunakan akalnya tapi, dia menyadarinya
'Ah, benar juga! Dia bukan hanya Quincy saja ini, menarik apa jadinya jika kekuatan tiga ini bertolak belakang menjadi satu?' batin Yhwach memikirkan masa depan anak ini
Setelah dia tau jawabannya dia tak perlu khawatir lagi karena Natsu sampai kapanpun akan tetap seperti ini terus tanpa terjadi apapun.
.
.
.
.
Hari latihan Natsu yang di alami sendirian sebenarnya Yhwach saat ini membuat atau memperbaharui pedang milik Natsu yang lama karena, sewaktu latihan Zanpakutou milik Natsu retak dan hampir patah.
Maka dari itu Yhwach menghukumnya dengan sehari tanpa makan karena, baginya pedang retak atau patah adalah hal memalukan bagi pemain pedang ahli.
Kini Natsu berlatih tapi, dia melawan Assauchi hanya saja bentuknya berbeda mahluk putih tinggi botak yang hanya terlihat matanya jumlahnya begitu banyak tugas Natsu di sini hanya mengalahkan mereka.
Dan beberapa jam kemudian Yhwach kembali di mana tempat Natsu berada dan dia melihat bocah itu berdiri tegap dengan tubuh dan wajah penuh luka.
"Sempurna" Yhwach tersenyum.
"Jadi, bagaimana pedangku?" tanya Natsu menatap lelaki itu
"Sudah di perbaiki jadi, bagaimana Assauchi yang kau hadapi?" tanya Yhwach balik
"Yah, yang putih sudah kubereskan dan tak lama muncul yang lain berwarna hitam tapi, pada saat aku menyerang tiba-tiba mereka tunduk patuh padaku" jawab Natsu menggaruk kepalanya.
"Ahh baiklah" Yhwach mengangguk "ayo akan kutunjukan pedangmu"
.
.
Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
Sekarang Natsu berada di sebuah tempat yang cukup panas tapi, matanya tertuju di depan di mana pedangnya berada dan menghampirinya.
"Ini milikku?" Natsu memegangnya tapi, dia sedikit aneh karena pedangnya dua bukan satu.
"Yah, mungkin agak aneh tapi, aku sudah membuatnya jauh lebih kuat lagi dan ingat pedangmu itu tergantung dirimu sendiri" jawab Yhwach.
Yhwach membuat sebuah pedang di depannya dan Natsu melihatnya hanya terkejut karena tubuh lelaki berkumis itu perlahan menghilang atau rapuh seperti terbawa angin.
"Mungkin, kau ingin tau sebenarnya? Baiklah sebenarnya aku ini sudah mati" Yhwach tersenyum.
"Hahaha kau tau ucapanmu ini tidak lucu" Natsu tertawa lepas.
"Natsu, kau tau aku tak pernah bercanda" Yhwach hanya menghela nafas perlahan tubuhnya hilang.
"Dengar Natsu! Aku sejak awal memberimu lencana itu hanya untuk mengetes itu apalah kekuatan itu mau menerimamu atau tidak"
"Tapi, setelah ku melihatnya akhirnya aku jadi mengerti kekuatan itu menerima aku tak pernah menyangka keduanya menerimamu tapi, sekarang kenyataanya lain"
"Dan aku adalah sumber kekuatanmu sendiri kau takkan terluka ataupun sakit kau sekarang menggunakan kekuatanmu sendiri"
"Aku memilih mengajarimu semua yang kutahu karena, pada akhirnya kau itu adalah anakku darahku mengalir padamu mungkin, ini kata yang terakhir yang ingin kusampaikan"
"Jadilah kuat dan gapailah sesuatu yang ingin kuwujudkan"
"Dan kunamai pedang itu"
"TENSA ZANGETSU!"
Tubuh Yhwach sekarang benar-benar sepenuhnya hilang.
"Baiklah Arigatou"
"Ayah!"
.
.
.
.
Setelah kepergian Yhwach yang kini menyatu dengan Natsu tak lama Hagoromo muncul di belakangnya.
"Dia sudah pergi?" tanya Hagoromo
"Yah, " Natsu mengangguk "akhirnya aku mengerti sekarang"
"Ayo kita pergi" Hagoromo mengajak Natsu dan keduanya menghilang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Author Note : oh ya mungkin di chapter ini banyak istilah yang kurang mengerti atau memang kalian agak kurang faham karena gak lihat di manga oke ku kasih tau.
Assauchi : sebuah Zanpakutou yang belum memiliki nama perawakannya tubuh tinggi putih
Zan(Zanjutsu) : tehknik pertarungan dengan Zanpakutou artinya sebuah tehknik dasar
Ken(Hakuda) : tehknik bertempur tanpa pedang artinya mengunakan seluruh tubuh.
So(Hoho) : sebuah gerakan bertempur dengan kecepatan tinggi berbasis seni Sunpo
Ki(Kido) : mantra tingkat tinggi yang membutuhkan kekuatan spiritual yang kuat
Reishi : bahan utama roh yang berasal dari partikel spiritual
Reiryoko : kekuatan spiritual yang berasal dari tenaga dalam.
Ginto : Sebuah alat berbentuk Kapsul yang di gunakan untuk menyimpan Reiryoko tetapi kegunaannya untuk melakukan tehknik tertentu
Hirenkyaku : memungkinkan bergerak dalam kecepatan tinggi dengan mengendarai aliran reishi di bawah kaki pengguna
Blut : memiliki dua sifat bertahan dan menyerang
