Chapter ini udah terakhir arc latihan dengan kata lain sudah saatnya keluar kandang jangan ngerem ajah kayak kambing malah nantinya keliat bodoh kayak orang tua bilang : carilah pengalaman di luar rumah.
Intinya bergeraklah tubuhmu keluar rumah jika, ingin mencari sesuatu yang tak ada jawabnya di rumah maka di sarankan keluar rumah dan mencari tau sendiri karena, gak akan nemu jawabnya jika hanya diam saja.
Yosh! Seperti biasanya sepi, nan garing dan saya bingung ada yang bisa jelasin kenapa Follow di sebuah fic lebih banyak dari Favorite soalnya, alasan saya bertanya begitu karena melihat beberapa fic.
Dan hahahay sepuluh Chapter lagi manga FT akan tamat mungkin kalo diitung dua bulan setengah lagi dan sekarang menyisakan One piece yang masih setengah perjalanan tapi, itu cukup seru lah.
One piece baru berjalan 60% itu udah di konfirmasi ama Oda sendiri jadi, jika tamatnya mungkin sepuluh atau dua belas tahun lagi, wow itu cukup lama yah! Mengingat ini manga cukup bagus dari segi cerita dan battlenya yang logis dan dan karakternya unik. (You know lah jika, baca manganya)
Yoshh ini chapter dapet kekuatan sembilan bijuu dan Sharinggan dan Rinnegan gila dah kayak dewa tapi, bodo amat ini fic saya dan tenang musuh di Naruto juga bakal saya masukin.
Chapter 1 : Good Bye Mother & travelling with Queen Scarlet
.
...
.
Hari ini adalah di mana hari terakhir di mana Natsu menjalani latihannya dan juga dia sudah memiliki banyak pengalaman dan sebuah kejadian tertentu yang membuatnya mengerti.
Kini dia hanya berlatih yang sudah diajarkan padanya dan hanya meningkatkan kekuatannya saja di lain sisi Hagoromo hanya memperhatikannya saja memang dia sudah banyak mengajarkan banyak hal dari dasar sampai tingkat tinggi tapi, dia mengingat pembicaraan diskusi dengan ibunya
[Flashback]
Ketiga orang ini atau bisa di bilang satu keluarga mereka tampaknya berdiskusi sesuatu yang tampak serius itu terlihat dari wajah mereka yang tegang.
"Ibu serius? Ingin melakukan hal seperti itu?" tanya Hamura "bukannya aku ragu tapi, apa ibu sudah memikirkannya lagi?"
"Aku juga hanya saja, pasti ibu punya alasan tersendiri bukan?" sambung Hagoromo.
"Kalian sedikit menolak itu wajar " Kaguya menghela nafas "tapi, ibu punya gambaran di masa depan nanti tentang Natsu"
"Ingat bu! Para Bijuu bukan senjata, meskipun mereka seperti monster tapi, mereka memiliki hati dan mereka tampaknya trauma dengan pemilik Jinjucriki sebelumnya karena menggunakan seperti senjata!" Hamura membentak ibunya tapi, dia segera minta maaf karena kelakuannya.
"Ibu tau bahkan ibu sudah menanyai mereka dan tampaknya mereka tertarik dan setuju" jawab Kaguya
"Dan mata itu ibu ingin memberikannya juga?" tanya Hamura dan Kaguya mengangguk
"Ibu bukankah Mata Sharinggan itu sebuah mata kegelapan di mana dia akan memakan tubuhnya sendiri jika, tak terkontrol" sambung Hagoromo.
"Maka dari itu, ibu memberinya Rinnegan juga tapi, akan ibu pendam dengan kata lain ada sebuah katalis untuk membukanya" Kaguya menjawabnya tersenyum.
"Maksud ibu, Natsu akan di suruh belajar dan mencari tau sendiri cara membukanya?" Hamura mengangkat alisnya dan Kaguya mengangguk.
"Baiklah, jika ibu begitu kita takkan bertanya" Hagoromo tersenyum "dan lagipula Natsu anak yang baik"
[END]
Hagoromo mengingat kembali percakapan tadi yah, memang benar tak lama lagi Natsu takkan tinggal di sini dan akan menjalani kehidupan sesungguhnya di bumi tapi, ia juga bahkan sudah menganggapnya sebagai adik.
Dia tau ini bukanlah tempat yang tepat untuk Natsu tinggal dan selain itu Natsu juga harus mencari ayahnya.
"Hey, Natsu kemarilah" panggil Hagoromo
"Ada apa yah?" Natsu menghampiri lelaki itu.
"Ayo ikut denganku" Hagoromo mengajak anak itu ke suatu tempat
.
.
Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
Kini sekarang Natsu berada di luar rumah dia berdiri di sebuah segel tanda berbentuk lingkaran di sekelilingnya terdapat ke semua monster berekor yang memutarinya dan menatap terhadapnya.
Natsu bingung kenapa pula dia harus di sini, apakah akan melawan sembilan mahluk ini atau menjadikannya partner tapi, sebelum Natsu bertanya ucapannya sudah di potong oleh Kaguya.
"Jangan bertanya Natsu nanti, kakakmu akan menjawabnya sendiri" Kaguya menyela ke anak angkatnya ini.
"Dengar Natsu" Hagoromo muncul di depannya "nanti mereka akan masuk ke dalam tubuhmu"
"Tunggu dulu!" Natsu tampak panik "kau berfikir aku akan memakan mereka begitu? Yang benar saja!"
"Hahaha tentu saja itu tak mungkin bukan" Hagoromo tertawa "ada jutsu khusus untuk memasukannya tanpa, memakan mereka"
"Ahh, baguslah" Natsu menghela nafas lega.
"Kau tau Natsu, nama mereka?" tanya Hagoromo
Natsu mengangguk "Sukaku, Matatabi, Isobu, Son goku, Kokuo, Salken, Chomei, Hachibi, dan Kurama"
Tapi, si monster gurita ini tampaknya tak senang karena, ketika Natsu menyebut namanya sendiri tampaknya ada sesuatu yang aneh.
"Aku salah?" Natsu bertanya ke gurita itu.
"Tentu~saja salah yo!~ Hachibi itu nama ekorku~ nama asliku yaitu Gyuki, oh yeah!" Monster Gurita ini berbicara dengan suara aneh Natsu hanya Sweatdrop melihatnya.
"Jangan terlalu di pikirkan, dia memang seperti itu nanti kau juga akan terbiasa" Kurama memasang wajah pokerface
"Lalu apa yang ku lakukan dengan mereka" tanya Natsu bingung
"Mereka akan jadi, partnermu, kawanmu dan kekuatanmu jika, kau kesulitan maka kau bisa bertanya pada mereka" jawab Hagoromo "dan ulurkan kedua tanganmu"
Natsu melakukan apa yang di katakan lelaki itu Hagoromo memegang kedua telapak tangan Natsu tampak aura jingga di sekitar kedua orang itu dan para bijuu ini juga perlahan terlihat memudar.
Dan tak lama para bijuu tadi menghilang dan kini hanya menjadi bola kecil berwarna tubuh mereka masing-masing dan mereka masuk ke dalam tubuh Natsu di perut Natsu tampak sebuah tanda lingkaran segel.
"Bagaimana rasanya?" tanya Hagoromo.
"Ini, aku merasa kuat" balas Natsu memegang perutnya.
"Aku menggunakan segel di perutmu karena, lebih mudah memasukannya lewat sana" jawab Hagoromo "dan sekarang kau mudah berkomunikasi dengan mereka"
"Hmm! Halo?" Natsu mencoba mengetesnya
"Yo!"
"Oww yeah!"
"Halo!"
"Yosh!"
"Hm!"
"Ahh berhasil" balas Natsu.
"Tampaknya mereka cepat berbaur" Hagoromo tersenyum "selamat kau jadi, memiliki mereka tapi, ini usul dari ibu kita hanya menyetujuinya saja"
"Terima kasih ibu!" Natsu mengungguk
"Tak usah berterima kasih ini ibu melakukannya dengan senang" Kagura hanya mengepalkan kedua tangannya "bisa kau memejamkan matamu sebentar?"
Natsu hanya mengikuti apa yang di katakan ibunya ini Kaguya meletakan jarinya ke kedua mata milik Natsu dan anak itu merasakan sesuatu yang aneh di kedua matanya.
"Apa, ini?" Natsu membuka kedua matanya.
"Bukan apa-apa dan jangan terlalu di pikirkan" Kaguya hanya membalas dengan tersenyum.
'Kekuatan dia bahkan sudah melampaui ketiga orang ini tapi, dia hanya belum menyadarinya dan memaksimalkannya' batin Kurama geleng-geleng.
"Apa kau ingin berbicara sesuatu Kurama" tanya Natsu dan musang itu hanya tak menjawabnya
.
.
Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
Hari latihan Natsu sekarang telah berakhir dan sudah selesai sesuai yang di ucapkannya anak itu kini di antarkan langsung oleh ketiga orang itu kembali ke bumi.
Dia sekarang kembali ke bumi dengan membawa bekal dan persiapan dan perjalanan yang cukup itu terlihat di punggungnya yang membawa tas yang berisi berbagai makanan dan apapun itu.
"Kau sudah banyak mengalami perubahan dan masa-masa di mana kau berlatih yang sulit tapi, kau tetap menerimanya dan aku cukup bangga dengan itu" Hamura tersenyum
"Begitulah, aku akan mencari Igneel lagi" Natsu mengusap hidung dengan bangga.
"Kuharap kau bisa menemukan ayahmu" ucap Hagoromo dan Natsu menoleh ke arah Kaguya
"Ibu, terkadang tak mau berpisah denganmu tapi, tempatmu berada di sini" Kaguya memeluk anaknya.
"Apa, ibu akan pergi meninggalkanku?" Natsu membalas pelukan ibunya.
"Tentu saja tidak, dan suatu hari ibu akan kembali lagi dan menemuimu lagi" Kaguya tampak tersenyum senang dengar "mulai sekarang kau bagian dari kita dan menjadi keluarga kita namamu sekarang Natsu Dragneel Otsutsuki"
"Baiklah" Natsu hanya manggut-manggut saja.
Dan pada saat Natsu pergi Kaguya menempelkan dua jarinya ke kening anak berambut pink itu.
"Jaga dirimu baik-baik"
"Oke!".
Natsu berlari menuju ke dalam hutan dan hingga tak terlihat lagi dan Kaguya langsung kembali ketempatnya meninggalkan dua orang di sana.
" kuharap, ibu melakukan sesuatu yang benar" Hamura menghela nafas.
"Ramalan ibu tak pernah salah" Hagoromo membalasnya "dan dia bisa menjadi seseorang yang hanya bisa mengalahkan mereka"
"Yah, seperti orang-orang yang telah di beri kekuatan oleh ibu terdahulu" Hamura mengangkat bahunya
Dan mereka tertawa lepas setelahnya.
.
.
Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
Kini sekarang Natsu berjalan sendiri di tengah hutan yang saat ini mencari tujuannya sendiri yaitu ayahnya tapi, seperti biasa hanya modal nekat saja itu takkan mudah menemukannya.
Tapi, sekarang dengan kekuatan yang cukup dan bekal mungkin akan sesikit memudahkan perjalanan mereka tapi, selama di perjalanan dia tak menemukan seseorang pun yang ada hanya pohon dan suara pun.
"Hadeh! Sial juga ternyata mencarinya tak begitu mudah" keluh Natsu mengelap keringatnya.
"Meskipun dia naga besar tapi, bumi ini luas tau!" celetuk Kurama.
"Tapi, setidaknya ada sebuah tanda atau apalah!" protes Natsu.
"Kenapa kau tak cari tau sendiri? Dan merasakan di sekelilingmu?" Saran Kurama
"Kau benar" Natsu memejamkan matanya dia tampaknya menggunakan kenbun "kebanyakan suara hewan dan yang lain tapi, ada sesuatu yang sedikit janggal"
"Mending kau cek saja siapa tau itu dia" usul Kurama
Natsu berlari ke tempat di mana yang ia maksud dan melihat yang membuatnya terkejut adalah seekor Naga putih besar dengan di bagian atasnya berwarna merah.
"Itu Igneel?" tanya Kurama.
"Bukan! Fisiknya juga berbeda" Natsu menggeleng "dan yang kulihat bau, dia bukan Naga walaupun fisiknya seperti itu"
"Tunggu dulu! Kau bicara seolah-olah dia itu manusia hanya saja di berubah jadi Naga begitu?" tanya Kurama dan Natsu mengangguk.
Natsu berjalan dan menghampiri Naga putih dan sang Naga menoleh karena ada seseorang yang mendekatinya seorang bocah berambut pink dengan dua pedang di punggung dan tas besarnya
"Halo" sapa Natsu.
"Siapa kau!?"
"Aku Natsu, apakah kau melihat Igneel dia ayahku tapi, dia pergi tanpa pamit?" tanya Natsu
"Maaf, aku tak melihat manusia lewat di sini" Naga itu menggeleng
"Dia, bukan manusia tapi, dia raja naga api Igneel" teriak Natsu
"Tunggu, kau seorang DragonSlayer" tanya Naga putih
Natsu mengangguk "benar dan aku kesini ada sesuatu yang aneh dan itu kau karena, alasanku bertanya yaitu kau bisa berubah menjadi Naga mungkin setidaknya kau tau sesuatu meskipun sedikit"
"Tunggu! Bagaimana kau tau aku manusia?" Naga itu terlihat shock
"Penciumanku tak bisa di bohongi" Natsu memegang hidungnya
Akhirnya Naga itu menghela nafas dan akhirnya dia menceritakan semua yang terjadi pada dirinya sebenarnya dia berasal dari sebuah Negara tapi, karena sebuah kejadian tertentu dia akhirnya di usir karena berubah menjadi monster Naga dan dia tak tau cara mengembalikan wujudnya ke normal.
"Jadi, Naga ini dulunya manusia tapi, dia tak tau cara mengembalikannya?" tanya Kurama dan Natsu mengangguk "jika kau mengembalikannya ke wujud Normal mungkin dia bisa membantumu mencari Igneel"
"Ahh, ada benar juga" Natsu terlihat setuju "tapi, bagaimana caranya?"
"Perlukah aku menghajarmu, supaya mengingatnya?" Kurama pokerface Natsu berfikir sejenak dan akhirnya dia mengingatnya.
"Ahhh aku tau!"
"GEN SUTANSU NO RITAN!"
Natsu membuat segel tangan di tangan kanannya tampak cahaya hijau selain itu di telapaknya tampak sebuah segel Natsu langsung menyerang Naga itu dengan telapak tangan kanan.
Ngggngggg!
Natsu mundur tampak ada garis di antara kedua mahluk ini dan asap perlahan mulai timbul tapi, serangan tadi tak menyakitkan terbukti Naga tadi tak berteriak.
'Dia ternyata wanita' batin Kurama mengetahuinya.
Dan tak lama asap perlahan mulai menghilang dan menampakan wujudnya wanita dewasa, berambut merah panjang lurus menjuntai ke bawah, dengan mata coklat mengenakan kaus lusuh dan rok robek.
"Aku tak tau ini permanen atau tidak tapi, terima kasih" ucap wanita itu.
"Apa maksud ucapanmu itu?" Natsu tampak bingung.
"Dulu, ada seseorang yang melakukan hal yang sama padaku tapi, tampaknya efek tehknik itu sebentar dan aku kembali menjadi naga" jawab Wanita itu.
"Ohh begitu" Natsu mengangguk "tapi, itu tadi adalah tehknik di mana kau akan kembali ke wujudmu aslimu seperti semula"
"Terima kasih" Wanita tadi bersujud "entah bagaimana caranya aku membalasnya"
"Bisakah kau membantuku mencari Igneel?" tanya Natsu.
"Menemanimu? Kedengarannya tak begitu buruk! Sesekali aku menjelajah dunia" Wanita merah ini mengangguk setuju "dan bisakah aku tau siapa namamu?"
"Natsu Dragneel Otsutsuki!"
"Aku Irene Belserion kau boleh memanggilku Eileen!"
"Baiklah ayo, makan aku saat ini lapar" Natsu memegang perutnya.
"Fufufu baiklah!"
.
.
Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
Sekarang mereka berdua kini duduk di api unggun seperti yang di lakukan biasanya di alam dia berburu makanan dengan ikan di sungai dan rusa hutan
Dan mereka menikmati makanannya tapi, hanya Natsu saja yang menikmati daging rusa panggang dengan rakusnya dan untuk Irene dia tampaknya hanya menatap ikan tersebut dan tak menyentuhnya sedikitpun.
"Kau kenapa?" Natsu melihat gelagat aneh
"Bukan hanya saja semenjak aku jadi Naga aku tak bisa merasakan rasa makanan bahkan tidurpun aku tak bisa" balas Irene menatap lesu tampaknya dia sedikit bersedih.
"Coba saja dulu" Natsu yang cuek kembali meneruskan makannya.
Irene yang ragu kini dia mengambil secuil ikan dan memasukannya ke dalam mulut 'ini tak bercanda bukan!' Irene tampak shock dia mencoba memakannya kembali dan hasilnya sama 'setelah sekian lama aku akhirnya bisa merasakannya'
"Kau kenapa? Apa aku menyakitimu?" Natsu dengan nada khawatir.
"Tidak!" Irene mengusap matanya "aku menangis karena, aku senang!"
"Yosh!, ayo makan lagi!"
"Tentu"
.
.
.
.
.
.
Setelah makan mereka berdua berakhir. keluar dari dalam hutan setelah sekian lama mereka melewati jalan yang biasa di lalui oleh orang hanya saja itu masih daerah perhutanan.
Baru saja mereka berjalan beberapa menit tampak beberapa orang lelaki mencegat mereka dan untuk Natsu tampak bingung kenapa dengan mereka ini.
"Hei! Kau berhenti di sana"
"Ada wanita manis di sini!"
"Kita ambil dia dan bunuh bocah ini"
"Kita akan bersenang-senang setelah ini"
"Siapa mereka?" tanya Natsu memiringkan kepalanya.
"Mereka orang jahat kau diam saja, biar aku yang urus ini" Irene mencegat Natsu.
"Jadi, mereka tak baik" tanya Natsu Irene mengangguk.
Nggggngggg!
Tapi, sebelum komplotan ini menyerang Natsu langsung menatap mereka dengan aura tekanannya dan membuat para penjahat itu pingsan dengan mulut menganga.
"Ayah bilang jika, mereka tak baik maka harus di pukul!" Natsu terlihat kembali normal
'Benar-benar anak polos' batin Irene tersenyum 'tapi, bagaimana bisa anak ini menumbangkan mereka tanpa menyentuhnya'
"Hmmm aku mencium bau hangus di daerah sini" Natsu mengendus ke udara.
"Tampaknya ada sebuah desa di dekat sini" ajak Irene "ayo, kuharap kita ada yang bisa membantu kita"
"Yosh!"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Ohh ya jika tehknik Irene yang kembali seperti semula ini aku ambil dari di seri Naruto di mana waktu Naruto ngamuk di jembatan dan Yamato ngeluarin tehknik hokage 1
Dan aku ambil dari sini sih yah,soalnya oke lah dan arc latihan berakhir
Jika ada sesuatu yang bingung di ceritaku review saja nanti aku jawab.
.
Pm
.
RnR
