Hah! I'm come back Honey! Apa kabar semuanya? Mungkin saat ini keliatannya kalian baik-baik saja untuk jasmani entahlah kalo rohaninya mungkin lagi absurd karena suatu hal Tanggal tua, dan duit habis dengan waktu Gajian yang masih lama ahhh itu mungkin kalian saya mah tidak :v

Oke yang saya sesalkan anime atau kartun yang ada di indonesia perlahan menghilang mungkin saya salut ama Global TV yang masih eksis dengan animenya contohnya Captain Tsubasa dan Naruto kartun yah spongebob dan juga RCTI selain itu sepertinya sudah tak ada anime yang eksis di channel tv lain

Abaikan space toon yang memang itu channel khusus anime biasanya kalau lagi SD di Antv di mana waktu pulang sekolah selalu ada tapi, sekarang kegerus ama Mahabrata :v (Demi dewa) dan Indosiar yang biasanya hari minggu penuh tapi, sekarang cerita niru kayak india kan amsyong :v

Bicara soal anime yah anime olahraga kembali lagi yah si Tsubasa Ozora bukan Tsubasa Amami yah :v wtf! Tontonan jaman dulu terakhir kali lihat udah lama banget waktu SD kira-kira sepuluh tahun yang lalu.

Sayang yah Bleach gak ada lagi tuh anime padahal dari segi cerita dan pakaiannya gak terlalu vulgar gak kayak FT atau One piece yang yah kalian tau lah gak usah di bahas

Oke abaikan saja aye sirr!

Chapter 5 : I'm Member Fairy Taill & Happy The Blue Cat

.

...

.

Sekarang Natsu yang kini melanjutkan perjalanan ke sebuah Guild namun pada saat di perjalanan dia tak sengaja menabrak seseorang.

"Ah maaf aku tak sengaja"

"Tidak aku yang salah karena kurang memperhatikan"

"Kau baik-baik saja Natsu?" tanya Irene.

"Yah aku baik-baik saja" Natsu kembali berdiri.

Natsu melihat orang yang dia tabrak seorang kakek tua dengan kemeja normal, dan topi anehnya, tubuhnya kecil dan pendek.

Dan untuk Kakek tua ini dia melihat bocah berambut pink, dengan Topi Jerami, dan sebuah Syal yang melingkar di leher, dan dua pedang yang di balut perban berada di punggung, Kakek itu merasakan hawa kuat dari Natsu.

"Hei kakek tua kau melihat ayahku?" tanya Natsu seenaknya.

"Maaf nak aku tak melihat apapun" jawabnya.

"Ah kuso! Ternyata tak semudah di bayangkan" Umpat Natsu.

"Memang seperti apa ayahmu?"

"Di besar dan berwarna merah dia Raja naga api Igneel" jawab Natsu.

"Kau bicara seolah kau bisa sihir DragonSlayer?" tanyanya Natsu mengangguk.

"Aku Makarov bagaimana kau bergabung ke Guildku?" tawarnya.

"Guild?" Natsu memiringkan kepalanya "aku Natsu tapi, bisakah tempat itu mencari ayahku?"

"Yah tentu saja bisa jika kau melakukan misi mungkin kau bisa menemukannya" jawab Makarov "tapi, di Guild bukan hanya itu saja yaitu di mana kau bisa menemukan teman dan membuat ikatan keluarga satu sama lain"

"Guild yah memang kita saat ini sedang mencari Guild!" balas Natsu.

"Ah, beruntung sekali aku ini Masternya kau bisa ikut aku" Makarov tersenyum senang "tunggu apa maksudmu kita?"

"Oh ya ini teman-temanku ini Sorano dan dia Eileen kita juga masuk ke sebuah Guild" Natsu menunujuk dua orang itu.

Makarov menoleh ke arah yang di tunjuk melihat Gadis berambut perak dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Irene dia mirip seseorang di Guildnya yang memiliki rambut sama.

"Halo!" Sorano melambaikan tangannya.

"Halo Makarov namaku Irene Belserion salam kenal" Irene tersenyum.

"Aku Makarov Dreyar Master dari Guild Fairy Taill" jawab Makarov 'betapa beruntungnya aku menemukan mereka'

"Ayo!"

"Iyah"

"Tentu"

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

Makarov Natsu dan yang lainnya kini sudah sampai di depan sebuah Guild bangunannya cukup sederhana dengan bahan bangunan yang di buat dari Kayu dan tingginya sama seperti guild yang Kagura tempati.

"Selamat datang di Fairy Taill"

"Kenapa di sebut Fairy Taill?" tanya Irene

"Apakah ekor peri itu ada? Tentu saja itu tidak tapi, bukan itu makna sebenarnya, yaitu sebuah petualangan tak terbatas seperti seekor peri yang bebas terbang kemanapun" jawab Makarov

"Itu keren" Sorano terkagum sementara Natsu tengah mengendus sesuatu.

"Kau mencium sesuatu yang aneh?" tanya Kurama

"Di dalam tempat ini bau yang familiar bagiku" Natsu mengangguk.

"Mungkin saja orang-orang yang pernah kau temui berada di sini kau, tak tau apa yang terjadi pada mereka setelah kau pergi" balas Kurama.

"Benar juga mungkin akan kucari tau sendiri" Natsu mengangguk

"Tunggu di sini jika aku panggil maka kalian masuk" Makarov berjalan masuk ke dalam Guild

(Sementara di Dalam)

Makarov mendesah dia tau ini akan terjadi setiap hari di guildnya jadi, dia memakluminya terkadang dia hanya mendesah dalam wujud putus asa ketika Guild dia berubah menjadi sarang tempur dengan meja berterbangan di udara, kursi yang hancur, dan suara orang teriak.

"OKAY! BEDEBAH KALIAN BISAKAH KALIAN BERHENTI MERUSAK SESUATU!" terika Makarov dengan wajah kesalnya dan semuanya diam dan kembali normal.

"Hey selamat datang Master" sapa gadis kecil rambut biru.

"Oh hey Levy bisakah kau ambil Stamp ada yang bergabung dengan kita" perintah Makarov ke gadis itu.

"Oh tentu jadi, ada member baru" Levy berlalu pergi.

"Kalian masuklah!" panggil Makarov.

Brakk!

Pintu di buka paksa oleh Natsu yang seenaknya menendang pintu Guild member Fairy Taill melihat anggota baru mereka dan bersuara dan reaksi mereka berbeda-beda.

"Hey lihat ada seorang gadis"

"Kenapa rambut bocah itu pink?"

"Hey itu Salmon!"

"Wohoo! Wanita Sexy!"

"Kenapa dia mirip Erza?"

"Rambut merah yang cantik"

"Jadi, seperti ini Guild" Natsu mengangguk.

"Ramai sekali" komentar Irene mengabaikan tatapan mesum dari laki-laki guild.

"Benar sekali mereka yang ramai ini para murid lebih tepatnya keluarga" Makarov mengangguk.

"Hei, Master siapa si pinkie ini?" celetuk seorang bocah berambut hitam yang hanya mengenakan boxer.

"Oi! Itu Salmon dan sebelum itu pakai bajumu sialan!" teriak Natsu sementara Sorano hanya menutup matanya karena malu.

"Wah! Kapan terjadi lagi!" bocah itu segera kembali mencari pakaiannya.

"Maaf anak itu bernama Gray dia penyihir Es habitat dia seperti itu saat dia datang kemari" Makarov memegang kepalanya.

"Hei Master jadi mereka orang baru tersebut?" tanya Levy memegang Stamp Guild

"Benar" Makarov menoleh ke mereka bertiga "jadi, di mana Tatto Guild kalian berada?"

"Merah di lengan kanan" Natsu menunjuk lengannya

"Dada bagian kanan" Irene tampak tenang.

"Perut bagian kiri" jawab Sorano

Bang!

Bang!

Bang!

"Nah selamat kalian member di Guild ini" Makarov kembali duduk di sebuah bar bersama gadis berambut coklat "jika ada hal yang ingin kau katakan bicaralah padaku!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

Sekarang mereka bertiga anggota resmi Fairy Tail kini Natsu hanya duduk di samping Makarov, Irene yang tampak tenang di sisi Natsu, dan Sorano hanya berbicara dengan Levy.

Banyak anggota guild yang membingungkan tentang Irene karena, wanita itu mirip sekali dengan yang bernama Erza Makarov juga tak heran sih pasalnya Irene adalah versi dewasa Erza namun tak ada yang berani menanyakannya.

"Oi! Kakek tua! Biasanya apa yang di lakukan di sini?" tanya Natsu.

"Hmm biasanya mereka mengambil pekerjaan di papan coba kau misi tapi, yang rendah mungkin saja pada saat misi secara kebetulan mungkin, kau bisa bertemu ayahmu?" jawab Makarov.

"Baiklah aku akan mencobanya" Natsu berlari ke papan misi.

"Jadi, kau berasal dari mana dan keliatannya kau mirip sekali dengan Erza?" Makarov mulai bicara ke wanita itu.

"Saat ini aku tak mau membicarakannya yang jelas aku dan Natsu kita bertemu pertama kali di hutan dan untuk seseorang yang mirip diriku aku takkan bicara sebelum melihatnya sendiri" balas Irene

"Hmm tak masalah" Makarov mengelus dagunya

"Oi! Aku sudah dapat misinya" Natsu memegang selebaran "hei Irene kau mau ikut denganku?"

"Tentu dengan senang hati" Irene tersenyum "kau mau ikut Sorano?"

"Maaf sebenarnya aku saat ini ada janji dengan Levy" balas Sorano

"Ayo!"

Irene dan Natsu kini berjalan keluar dari Guild dan bocah bernama Gray kini mendekati Makarov dan menanyakan sesuatu padanya.

"Master! Di mana si pink idiot itu?"

"Dia sudah pergi lebih dulu, jangan bilang kau ingin mencari masalah dengannya" Makarov menyipitkan mata.

"Entahlah Mungkin" Gray berlalu pergi

Makarov menghela nafas panjang ia tau hal seperti ini akan terjadi, selagi dia memikirkan sesuatu tentang perkataan Irene pintu Guild kembali terbuka dengan dua orang.

"Penyihir terkuat di Fairy Taill tiba di sini!"

Seorang gadis kecil berambut putih, dengan rambut di kuncir, mengenakan kaus ungu setengah yang hanya menutupi atasnya saja, celana pendek mini, dan sepatu boot.

Dan satunya lagi gadis berambut merah Scarlet, dengan mengenakan baju putih panjang yang di lapisi armor pelindung, mengenakan celana panjang hitam, dan sebuah pedang terselip di pinggul.

"Ohh, Mira dan Erza selamat datang bagaimana dengan misinya?" sapa Makarov

"Berjalan seperti biasa" balas Mirajane

"Master kudengar ada anggota baru?" tanya Erza

"Yah saat ini mereka sedang misi" balas Makarov

"Seperti apa mereka?" tanya Mirajane tertarik.

"Yah mereka bocah seumuran Gray dengan topi jerami dan syal, gadis kecil seumuran kalian berambut perak, dan wanita berambut merah sama seperti Erza hanya saja versi dewasanya" balas Makarov.

'Tidak! Mungkinkah Natsu?' batin Erza dia berfokus pada ciri bocah laki-laki itu.

'Mungkin Natsu kemari? Dan juga Irene?' batin Mirajane merasakan hal yang sama.

"Ada apa dengan kalian?" Makarov menatap bingung ke anak asuhnya.

"Tidak apa-apa" jawab keduanya kompak

"Bagus"

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

Sementara itu dua orang wanita ini menanti kehadiran anggota baru tersebut karena oenjelasan master mereka mirip sekali dengan bocah laki-laki yang dia kenal, dan tak lama pintu terbuka dan menampakan Natsu dan Irene.

"Nah Natsu bagaimana dengan misimu?" tanya Makarov

"Nah, kita di kasih uang selain itu aku menanyakan keberadaan Igneel mereka bilang tak melihatnya dan ada juga yang bilang Naga tak pernah ada dan mereka yang menjawab seperti itu kubakar pakaian mereka" Natsu dengan wajah tanpa bersalah, membuat Makarov menatap horror kepadanya

"Oi! Kau jangan lupakan kau membakar rambut mereka" celetuk Kurama.

"Sshh! Diam" protes Natsu

"Tsk! Tsk! Berbuat seenaknya lagi yah, itu sifatmu sih" Kurama hanya mendesah tak jelas

Saat Natsu ingin bicara dia sudah bisa merasakan sesuatu yang tak enak, dengan cepat Natsu menangkap lengan yang ingin menghajarnya dan menoleh ke asalnya tapi, dia kenal dengan orang ini.

"Wow! Refleks yang hebat nak" puji Makarov

"Mira? Kau di sini juga?" tanya Natsu shock

"Yah, setelah kau pergi kita bertiga pergi dari kampung dan menatap di sini" Mirajane memeluk Natsu "aku senang kau baik-baik saja kupikir aku takkan pernah bertemu lagi denganmu"

"Yah, dan di mana Elfman dan Lisanna?" tanya Natsu tak melihat dua orang itu.

"Elfman sedang Flu Lisanna sedang menjaganya" jawab Mirajane "kudengar kau bergabung ke Guild ini?"

"Yah begitulah" Natsu menunjukan Tatto guildnya.

"Kenapa kau mirip denganku dan siapa kau?" tanya Erza menatap Irene.

"Aku Irene Belserion jadi, benar kau mirip denganku" Irene kembali menatap Erza tapi, dia menyadari sesuatu "Tunggu! Kau anak Stella?"

"Apa kau tau sesuatu?" tanya Erza balik

Irene menceritakan bahwa dia adalah anak Stella Napoleon yang di katakan kakaknya Irene, dia menjelaskan bahwa mereka kakak beradik namun, hidup mereka berjauhan tapi, masih bisa saling berkomunikasi.

Dan Irene juga pernah dengar bahwa Stella mengandung seorang anak tapi, ia terkejut mendengar tempat Stella tinggal di serang oleh Naga pada saat Irene mengecek tempat itu dia tak menemukan jasad Stella dan dia yakin dia sudah tewas bersama anaknya.

Setelah mendengar itu Erza menangis dia lalu memeluk Kakak iparnya di lain Sisi Makarov tersenyum dia melihat adegan reuni di depannya.

"Benar dugaanku pantas saja mereka ini masih satu keluarga" celetuk Kurama

"Bahkan wajah dan bau mereka sama" sambung Natsu.

"Jadi kau di sini Natsu, apa kabarmu tak kusangka kau berada di sini" Erza menyeka mata dan menatapnya.

"Yah,begitu jadi Matamu sudah sembuh?" tanya Natsu Karena waktu pertama bertemu mata Erza di tutup sebelah

"Ini berkat nenek Polyrusica aku bisa melihat normal" Erza memegang mata kirinya.

*Growllll!

"Aku lapar hehehe!" Natsu memegang perutnya Erza tertawa kecil.

"Baiklah kau akan makan apa akan kubuatkan?" tawar Erza.

"Apapun itu yang penting kenyang" balas Natsu

"Memangnya kau bisa masak?" celetuk Mirajane Erza memberinya DeathGlare.

"Memangnya kau pikir hanya kau saja yang bisa?" Erza menatapnya namun, Mirajane hanya cuek bebek.

Setelah beberapa saat Erza kembali membawa makanan dan Natsu dengan lahap memakannya namun, ritual makannya sedikit terganggu oleh orang yang membuatnya muak yaitu Gray.

"Hoi! Pinkie ayo berkelahi!" Gray dengan nada angkuhnya.

"Menyingkir kau dasar hentai! Kau mengganggu saja" Natsu berusaha fokus ke makanannya.

"Apa kau bilang!?"

"ICE MAKE : -"

Banggg!

Jduarr!

Sebelum Gray melancarkan tehkniknya Natsu sudah lebih dulu menendang wajahnya hingga membuat anak berambut hitam itu terhempas jauh ke luar Guild orang yang melihat adegan itu sangat shock melihat Natsu sangat kuat.

"Wow dia mengalahkan Gray hanya sekali tendang" puji member yang menghisap cerutu.

"Ada apa ini?" Erza baru datang entah kenapa melihat kerusakan di pintu Guild

"Ya ampun kau terlalu berlebihan" Keluh Kurama

"Tidak ada, si Stripper itu menganggu makanku jadi, kutendang dia" Natsu melanjutkan makannya.

"Lain kali kau tak boleh bertarung mengerti?" Ucap Erza Natsu hanya mengangguk tak terganggu hawa menyeramkannya "oh ya kau akan tidur di mana?"

"Yah aku sudah terbiasa tidur di hutan jadi tak masalah" balas Natsu

"Nanti kau dingin jika tidur di luar" Erza memasang ekspresi khawatir

"Yah aku DragonSlayer Api jadi, aku kebal ama dingin" Natsu menunjukan api di tangannya.

"Apa yang kau pikirkan Tin Can kau tak bisa membiarkan laki-laki masuk di Fairy Hills" celetuk Mirajane berjalan ke arah mereka.

"Terus kau punya masalah itu Demon Flat?" Erza mendelik tajam 'dan selain itu kita hanya tidur berdua di kamar yang sama' wajahnya Blushing mengingat sesuatu yang nakal

"Sudah kubilang kau berhenti membaca novel itu" ucap Mirajane "dan takkan kubiarkan pikiran kotor kau mempengaruhi Natsuku!"

"Aku tak tau apa yang kau maksud" Erza bersikap tak acuh "dan apa maksudmu dengan Natsumu? Yang terakhir ku tau di bukan barangmu? Dan berhenti memerintahku seolah kau bos!"

"Memang aku bossmu!"

"Demon Flat!"

"Armor freak!"

"Oke cukup kalian berhenti!" teriak Natsu membuat kedua wanita itu diam "dengar Mira! Erza yang mengajakku lebih dulu jika, kau ingin aku tidur di rumahmu mungkin besok"

"Yes!" Erza bertingkah kesenangan sedangkan, Mirajane mendesah kesal

Makarov hanya mengelus dagunya dia melihat kejadian di mana dua wanita terkuat di paksa diam seperti anak kecil selain itu, baru saja dia bergabung sudah menjadi Magnet bagi wanita mungkin, dia akan bicarakan dengan Gildarts cara mengajari Natsu tentang wanita.

.

.

.

.

.

Sekarang kini Natsu berada di Fairy Hills lebih tepatnya berada di kamar Erza padahal peraturannya laki-laki di larang kesini namun, karena di sini Erza yang berkuasa jadi peraturan itu tak berlaku baginya.

"Kamarmu bagus" Natsu sedikit kagum

Kondisi kamar itu tak jauh berbeda dengan kamar yang lain tempat tidur, kaca, Lemari, dan dinding berwarna merah

"Yah, terima kasih" balas Erza tersenyum

"Ehhmm itu apa?" Natsu menunjukan sebuah pintu

"Ahh itu tempat di mana Armorku di simpan" balas Erza

"Armor?" Natsu memiringkan kepalanya.

"Ahh benar juga setelah aku berpisah denganmu aku bergabung dengan Fairy Taill dan aku mempelajari sihir Requip di mana aku bisa mengganti armorku dengan cepat" jawab Erza.

"Keliatannya keren" Natsu dengan mata berbinar

"Jadi kau akan tidur di mana?" tanya Erza

"Di sini saja" Natsu sudah berbaring di lantai

"Baiklah selamat tidur"

"Yah"

"Setelah ini apa yang akan kau lakukan apakah masih tetap mencari ayahmu?" tanya Kurama

"Yah, itu masih tapi, aku akan tinggal di sini selain itu Ibu pernah bilang untuk mencari teman dan keluarga mungkin, maksudnya seperti ini" jawab Natsu.

"Yah tak apa teruskan apa yang kau inginkan kita di sini hanya akan membantumu sebisa kita tapi, jika kau salah jalan maka aku akan menghajarmu hingga kau sadar" Kurama menekankan suaranya

"Yah aku tau".

"Tch dasar!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

Hari kehidupan Natsu berjalan lancar di Guild dia mendapat banyak teman dengan gadis bernama Cana dan juga Levy terkadang dia juga akrab dengan orang dewasa lainnya macam Macao dan Wakaba

Hidupnya terkadang simpang siur di mana ia secara paksa di ajak misi oleh dua monster Erza dan Mirajane jika tidak mau tentu saja dia mendapat hadiah berupa pukulan dari Erza atau senyum Iblis Mirajane.

Dia lebih senang misi dengan Lisanna atau Sorano karena tak perlu paksaan dia berteman baik keduanya minus Gray yang setiap hari menantang Natsu duel meskipun, pada akhirnya dia kalah juga karena, kekuatannya tak sebanding.

Untuk Irene dia mengubah gaya rambutnya alasannya supaya tidak di kira kembar dengan Erza karena, wajah mereka mirip sekali (A/N : Gaya rambut sama kayak di manga kemunculannya)

Sekarang Natsu kini berjalan di hutan alasannya dia akan membuat sebuah rumah bersama Irene kenapa, dia memilih di dalam hutan membuatnya karena, dia ingin tenang dan berlatih tanpa menghancurkan sesuatu milik orang lain.

"Ouchh! Sakit!" Natsu terjatuh karena kakinya tersandung.

Natsu melihat di mana ia tersandung dan melihat sebuah telur besar putih dengan bercak biru Natsu segera mengambilnya.

"Hmm sebuah telur kaupikir itu telur apa?" tanya Kurama

"Ini besar pasti telur Naga" jawab Natsu

"Kenapa kau berfikir itu telur Naga? Bisa saja itu telur burung unta?" ucap Kurama.

"Telur ini besar, dan ini ada garis corak bekas cakar Naga tentu saja, ini telur Naga" Natsu menunjukan telurnya.

"Aku baru tau ada logika seperti itu" Kurama pokerface "lalu apa yang kau lakukan dengan telur itu"

"Akan kuhangatkan tapi, aku ingin bantuan untuk mentaskannya" Natsu berlari menuju pintu Guild

.

( Di Dalam Guild )

Semua kondisi guild masih seperti biasanya hingga Natsu masuk dengan tergesa-gesa membawa telur yang ukurannya hampir sama dengan tubuhnya.

"Ara, Natsu telur apa itu?" tanya Irene

"Ini telur Naga" jawab Natsu Irene melanjutkan bacanya.

"Hahahahah kau bodoh telur Naga itu hanya lelucon" Gray mengejeknya dengan tertawa lebar namun Natsu tak menggubrisnya.

"Jika kau telur kenapa tak kau hangatkan?" usul Makarov duduk di meja bar

"Aku ikut mungkin aku bisa membantu menghangatkannya" usul Lisanna

"Yosh! Ayo" Natsu segera menarik lengan Lisanna.

"Ahh pasangan muda" guman Makarov.

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

Natsu sekarang berada di sebuah tempat di dalam hutan Lisanna memilih tempat di mana ia bisa melihat matahari terbenam, Natsu dan Lisanna membuat gubuk kecil terdiri ranting dan Jerami.

"Jadi, apakah akan segera menetas?" tanya Natsu

"Tentu saja tidak, butuh waktu lama untuk menetas kita hanya bisa menghangatkannya dengan seperti ini" Lisanna dalam wujud kucing memeluknya.

*Roarrghhh!

"Apa itu?" Natsu berlari keluar di susul Lisanna

"Vulcan!" Lisanna shock

"Apa itu Vulcan?" tanya Natsu

"Sejenis monster mutan yang awalnya manusia atau hewan" jawab Lisanna

"Apa yang dia inginkan kemari?" Natsu memasang wajah bingung.

"Tampaknya dia ingin memakan telur" jawab Lisanna

"Apa! Takkan kubiarkan" Natsu tubuhnya di selimuti petir biru langsung menyikut Vulcan itu dengan cepat.

Vulcan itu segera bangkit namun Natsu segera menendang wajahnya pada saat, Vulcan melayangkan pukulannya Natsu langsung mencengkramnya dan membekukannya total.

"Wow! Natsu kau kuat" puji Lisanna

"Yah aku tak membunuhnya hanya membekukannya" Natsu menggaruk kepalanya tak gatal.

"Terus? Apa bedanya?" Kurama Sweatdrop Natsu hanya menyuekinya.

"Kau tau?" panggil Lisanna Natsu menoleh "ini seperti sebuah keluarga kecil di mana kau ayahnya, aku istri dan telur itu anak kita"

"Sepertinya Igneel pernah membicarakan itu walau, aku tak tau apa maksudnya" Natsu mencoba berfikir tapi, kepalanya muncul asap.

"Tak usah berlebihan" Lisanna tertawa kecil "ayo tidur aku lelah"

"Ayo!"

Keesokan paginya Natsu dan Lisanna kembali terbangun dari tidurnya tapi, ada yang aneh karena telur yang mereka jaga menghilang.

"Ahhh! Telurnya!" Lisanna berteriak panik.

"Ahhh jangan khawatir aku akan mencarinya" Natsu bergerak cepat keluar

"Aku ikut"

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

Natsu dan Lisanna mereka berlari masuk ke dalam Guild Makarov menanyakan ada sesuatu aneh yang terjadi Natsu berbicara bahwa telur hilang.

"Maaf, nak aku tak tau" balas Makarov

"Pasti ini ulah kau Stripper menyebunyikan telurnya" Natsu asal tuduh.

"Hei! Meskipun aku kesal padamu tapi, aku takkan melakukan hal konyol seperti itu" protes Gray.

"Ada apa ini?" tanya Erza

"Apa kau melihat telurku?" tanya Natsu Erza menggeleng.

"Mira-nee kau tau sesuatu?" Lisanna menatap kakaknya, Mirajane tampak tak acuh.

"Mira! Di mana telurku!" teriak Natsu

"Tak tau?" Mirajane memasang ekspresi wajah tanpa dosa "mungkin hilang di makan"

"Mira! Ini tak lucu" Natsu kesal.

"Kau manis jika panik seperti itu" Mirajane menggodanya.

"Mira! Aku serius cepat kau katakan" Teriak Natsu.

"Aku juga serius kau manis" Mirajane mengedipkan matanya.

"Hei! White Freak, coba berhenti menjahilinya dan cepat katakan" Erza mencoba menengahinya.

"Bukan urusanmu Tin Can" Mirajane memberinya Deathglare.

Dan tak lama Elfman masuk ke dalam Guild dengan membawa telur yang Natsu cari.

"Maaf, aku membawa ini awalnya aku berniat membangunkan Lisanna namun, aku kedinginan makanya aku ambil telur itu menghangatkanku" jawab Elfman membawa telur itu ke arah Natsu.

"Sialan kau Kurama kenapa aku tak di beri tau" Natsu memarahi musang itu.

"Jika, aku jadi kau mungkin aku sudah menyadarinya dari awal hanya saja, kaunya saja kurang peka" Kurama Sweatdrop Natsu hanya mendengus kesal

Crack!

"Ahh telurnya hancur" Natsu bertingkah panik.

Dan telur retak menampakan kucing berwarna biru

"Ehhh!" semuanya terkejut

"Dia lucu!" Lisanna memeluk kucing itu "dan tenang saja mama di sini"

"Aye!".

"Aww kawai!" Sorano dengan mata penasarannya Gray di sampingnya mengigil tak jelas.

"Aye!".

" kau akan beri nama dia apa?" tanya Cana berdiri di samping Natsu.

"Happy karena dia selalu tersenyum senang" jawab Natsu

"Aye!".

" tampaknya dia setuju dan menyukainya" sambung Erza.

"Aye!"

"Ayo Happy"

"Aye!"

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Awww chapter ini selesai sifat Natsu entahlah mungkin kayak di manga atau Ooc atau keduanya (oi! Yang bener donk)

Dan sekarang Natsu sudah resmi gabung dan aku cerita sesuain di manga walaupun ada bagian dan adegan yang kuhilangkan atau kutambahkan

Bagaimana dengan Oracion Seis dan Alvarez karena dua wanitanya gabung di Fairy Taill tenang ajah musuhnya dari Karakter Villain Naruto.

Oke seperti biasa

Pm

.

RnR