Oh halo lagi buat kalian di sana saya kembali lagi yah bagaimana kabar kalian kurasa cukup baik- baik saja ahhh begitu saya akan membalas sebuah review.

Guest : hahahaha! Maaf saya juga ngecek ternyata salah dan kurang teliti mungkin efek puasa (ahh alesan ajah kau) yah maklum manusia juga masih bisa salah tapi, terima kasih

N : fandom sepi? Tak masalah memang sejak awal tujuanku bukan nyari ketenaran tapi, kenikmatan menulis Jadi aku tak peduli jika sepi dan kamu nanya umur berapa? Kalau kamu bacanya dari awal di situ udah ada penjelasannya kenapa Natsu masih anak-anak padahal latihan yang di alami pasti lama, soal ceweknya namanya juga pair harem jadi, itu hal wajar walaupun ada juga yang bukan seperti itu kalau cuman single itu baru enggak wajar, saya masih tahap karena gak mudah buat harem Romance kebanyakan ketemu langsung ranjang :v fic Naruto? Yah walau ini Xover tapi, aku buat chara utama Natsu karena, ingin beda dan aku orangnya gak mau sama dengan yang lain kebanyakan alasan di fic cewek suka sama heronya : abis di tolongin, teman masa kecil, sifatnya yang menyentuh, abis bertarung dengan cewek antagonis dan si cewek tertarik dengan kekuatannya, orangnya misterius dan menarik, dan akhir palingan tampan dan keren yah biasanya aku nemu fic lain gitu dari semua alasan di atas dan ini masih tahap suka bukan cinta karena, di fic ini juga aku tambahin bumbu romancenya juga.

Rudinixel007 : yah tenang konflik pastinya jelas ada tapi, bertahap dulu lah jangan terlalu terburu-buru Hiatus? Saat ini masih senggang dan terlebih aku gak WB

Oke aku kasih jawaban aku punya alasan kenapa fic ini harem dan juga nanti aku akan buat cerita baru lagi karena Fic ini dan yang satunya masih memiliki kesinambungan cerita yang terikat

Oke biar jika di lain waktu gak ada nanya lagi.

Natsu (10 tahun)

Erza (12 tahun)

Mirajane (12 tahun)

Lisanna (10 tahun)

Sorano (11 tahun)

Irene (25 tahun )

Elfman (11 tahun)

Gray (10 tahun)

Laxus (13 tahun)

Dan sekarang cerita ini belum berganti tahun jadi, dengan kata lain tahun 777 dan ini hanya berganti bulan

Dan satu hal saya gak bakal nanggepin yang menyuruh dan mengubah isi dan alur cerita seperti : Thor pairnya bla bla bla atau Thor buat Natsu bla bla bla, Thor buat lemon dengan bla bla nanti besoknya dia bla blas

Saya tetap fokus pada cerita yang saya buat dengan ide masih dari saya tapi, masih bisa nerima kritikan tentang tulisan, atau gaya penulisan jika ada yang salah

Chapter 6 : The Ace Fairy Taill

.

...

.

Hari yang cerah di magnolia dan berada di dalam sebuah Guild kebiasaan yang seperti biasa canda tawa, dan kekerasan di mana-mana kalau istilah kekerasan saling pukul dan tendang itu hal yang lumrah di sini, dan ada pula yang saling lomba minum, dan ada juga yang hanya berdiri di depan papan permintaan misi setiap hari dan tak mengambilnya.

Sang tokoh utama kita ini hanya duduk di bangku bar dengan menempelkan kepalanya dengan ekspresi hanya menghela nafas dan tak bergerak sedikitpun.

"Ada apa nak? Tak biasa kau seperti ini?" tanya Master Makarov dia tau bahwa Natsu akan memulai keributan dengan Gray.

"Ahh aku malas melakukan apapun" Natsu mengerang.

"Kenapa kau tak ambil misi kau bisa saja ajak Erza atau Mirajane?" usul Makarov.

"Tidak sudi! Aku misi dengan mereka!" protes Natsu "dan sekarang aku tak ada minat untuk misi hah!"

Alasan kenapa Natsu tak ngambil misi lagi karena, uangnya masih ada berkat ia kumpulkan dalam misi setiap hari dan terlebih lagi dia sudah membuat sebuah rumah di dalam hutan.

"Mau ikan Natsu mungkin, itu akan lebih baik" tawar Happy di mulutnya penuh ikan.

"Tidak, aku tak minat saat ini" tolak Natsu halus.

"Hmm! Kenapa kau tak mau misi dengan mereka bukankah bagus jika misi kau mendapat jewel yang lebih banyak?" tanya Makarov menengguk minumannya.

"Alasanku mereka berdua selalu memaksaku melakukan apapun yang tak kusuka" Natsu dengan ekspresi horror jika, mengingatnya kembali "dan jika aku bertiga misi, bukankah kau kesal karena, kerusakan yang kita buat setiap misi"

Makarov mengangguk omongan Natsu memang ada benarnya karena, setiap misi yang mereka lakukan tak pernah sempurna maksudnya di sini pasti ada saja kerusakan yang harus membuat Makarov merugi karena, memperbaiki kerusakan yang mereka bertiga buat.

"Kau benar juga" Makarov setuju dan tak berbicara lagi.

"Jadi, FlameBrain saat ini tengah jadi pecundang" ejek Gray yang seperti biasa memulai perkelahian.

"Peduli amat kau Stripper!" Natsu mendengus saat ini dia tak minat untuk melakukan adu jotos "dan pakai bajumu hentai!".

" gah! Oke siapa mengambil pakaianku!" Gray kembali berlari ke belakang mencari pakaiannya.

"Gray aneh Natsu!" Celetuk Happy dengan suara monoton.

Brakkkk!

Pintu terbuka seorang lelaki berambut pirang dengan mata sipit datang dengan wajah yang penuh keringat dan sesak nafas sehabis berlari.

"Oh Max ada apa denganmu?" tanya Cana di pojok bar.

"Master! Bersiaplah Gildarts kembali!" jawab Max

"Ya, ampun dia cepat sekali kembali" Makarov geleng-geleng.

"Siapa itu Gildarts?" Natsu memiringkan kepalanya.

"Dia salah satu senior di sini bisa di katakan orang yang paling kuat di antara semua di Guild ini" jawab Elfman "selain dia sungguh laki sekali!"

"Baiklah jika begitu aku akan bertarungan dengannya setelah ini!" Natsu membetulkan topinya "dan mengalahkannya"

"Oi! Oi! Oi! Kau tidak serius bukan" Elfman bertingkah panik "kekuatan dia bukan main-main bisa menghancurkan apapun"

"Peduli amat dengan itu! Akan kuhajar dia!" balas Natsu tak peduli apapun.

"Tenanglah Elf-nii chan kau tau Natsu itu keras kepala jadi, jangan melawannya" Lisanna mencegah kakaknya protes lagi.

Brakk!

Pintu Guild kembali terbuka paksa lagi tampak lelaki paruh baya, dengan rambut merahnya, mengenakan baju hitam, sarung tangan, dan tubuhnya di selimuti jubah hitam dan dia adalah Gildarts Clive.

"Aku pulang!" teriaknya.

"Ho, selamat datang Bagaimana misimu?" tanya Makarov.

"Seperti biasanya sukses" Gildarts menghampiri kakek tua itu "ada sesuatu yang baru di sini? Aku melihat ada wajah baru?"

"Yah, begitulah" Makarov mengangguk.

"Oi! Pak tua ayo bertarung denganku" Natsu tiba-tiba muncul di depannya.

"Dia orang baru?" Gildarts menunjuk Natsu "aku merasakan sesuatu yang kuat di tubuh anak itu"

"Yah seperti yang kau lihat" Makarov menghela nafas dia tau situasi ini akan terjadi.

"Oke Nak, siapa namamu" tanya Gildarts menghampirinya.

"Aku Natsu anak dari Raja api Igneel" jawabnya.

"Jadi dia DragonSlayer api Kakek tua?" tanya Gildarts ke Makarov.

"Hmm begitulah"

"Jadi, apa yang kauinginkan dari Kakek tua sepertiku?" Gildarts menatap Natsu.

"Kudengar kau Kuat maka, dari itu ayo berkelahi denganku" Natsu mengangkat tinjunya

"Hmm ayo dan aku sudah lama tak bertarung dengan anggota Guild di sini" Gildarts mengangguk.

"Dan siapa juga yang mau bertarung dengan orang sinting Sepertimu!" Cana Sweatdrop

"Oi! Oi! Oi! Oi! Jangan di sini dan di luar saja" Makarov membayangkan buruk terjadi jika, mereka bertarung di Guild bisa-bisa rata tuh Guild dengan tanah

"Kau akan mati FlameBrain!" celetuk Gray yang kembali kehilangan pakaiannya.

"Ayo!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

Sementara di luar lebih tepatnya di sebuah hutan buatan tempat itu di buatkan khusus oleh Makarov sebagai arena duel atau sparring setiap anggota Fairy Taill yang memiliki kekuatan penghancur yang tak normal contohnya dua orang yang akan bertarung saat ini.

Saat ini dua orang saling berhadapan dan para penonton hampir semuanya dari anggota guild yang sama mereka berfikir Natsu adalah bodoh karena, melakukan sesuatu yang di luar kemampuannya tapi, mereka tak tau kenyataan sesungguhnya tentang Natsu.

"Natsu sungguh Jantan! Menantang dia berkelahi!" Elfman mengangkat tinjunya "Lisanna di mana Mira-nee-chan?"

"Beberapa jam yang lalu dia ambil misi" jawab Lisanna "ayo! Natsu berjuanglah!"

"Ya ampun Flamebrain akan habis jika melawannya dia tak tau Gildarts sesungguhnya" Gray melipat tangannya seperti biasa sudah kehilangan pakaiannya.

"Entahlah Gray pasti Natsu menantangnya mungkin sudah tau bahwa kekiatan pak tua itu" Cana di sampingnya memasang Stand Taruhan "dan kau cari pakaianmu"

"Oke peraturan sederhana boleh menggunakan seluruh kekuatan kalian dan yang masih berdiri dia yang menang" ucap Makarov mengenakan kostum wasit.

"Kau siap!"

"Yosh!"

Wushh!

Jduagg!

Natsu sudah menghilang begitu cepat dan tepat di depan Gildarts dan menendang wajahnya dan membuat pak tua itu mundur, Gildarts menyeka mulutnya dia mengepalkan tinjunya Natsu mengepalkan juga dan menghitamkannya dan mereka saling adu tinju dan membuat guncangan besar.

Duarrrrr!

"KATON : KETSURYUU HOUKA!"

Wushhh!

Natsu menyemburkan bola api raksasa dari mulutnya dan semua yang menonton terkejut dengan kekuatan Natsu, Gildarts meninju api itu dengan tangan kirinya dan membuat api itu hancur.

"Ya, ampun apa yang kau pikirkan bertarung melawannya aku tau kau kuat tapi, apa alasanmu hingga ingin bertarung dengannya?" Kurama hanya mendesah tak jelas

"Alasannya untuk mengetes sebarapa kuat aku makanya aku melawan orang yang kuat" jawab Natsu dan tak ada jawaban lagi dari musang itu.

"Kau kuat juga bocah!" Gildarts membetulkan bajunya.

"Hah, aku belum selesai pak tua" Natsu seluruh tubuhnya di selimuti petir biru.

Natsu menghilang dia di belakang Gildarts pak tua itu cukup terkejut karena sedikit sulit menginbangi kekuatan Natsu, Gildarts menendangnya namun, Natsu sudah menghilang dan berada di atasnya.

"SUITON : SUIRHORRYAN NO JUTSU!"

Bussshhh!

Natsu menyeburkan bola air dan dia meniup air itu dengan hawa dingin dan membekukan bola tadi dan Gildarts menghancurkannya dengan mudah.

Natsu di samping pak tua itu Gildarts mengetahui dia langsung melayangkan tinjunya Natsu langsung mengeraskan dan menghitam tubuhnya meskipun begitu, tinju Gildarts sangat kuat dan menghempaskannya.

"Aduhh! Aku sudah lama dengannya tapi, baru kali ini aku melihatnya serius bertarung" Irene tampaknya tertarik dengan pertarungannya.

"Memang seperti apa Nona Irene?" tanya Levy di sampingnya.

"Yah setiap musuh yang kita temui dia dengan mudah membereskannya" jawab Irene.

"Sudah kubilang Gildarts itu kuat" Gray tampak tak minat yang dia minati hanya sesuatu yang buruk terjadi pada Natsu.

"Tapi, Natsu sungguh jantan bisa mengimbangi Gildarts" Elfman mengangkat tangannya dan Lisanna mengangguk.

"Natsu berjuanglah!" Happy mendukungnya.

Dalam asap itu Natsu menembakan cairan Magma berbentuk kepalan tangan dalam Jumlah banyak Gildarts yang melihat itu cukup reflek dia berlarian namun, ada juga serangan Natsu yang mengenai tubuhnya.

Duarrrr! Duarr! Duarr!

Natsu mengarahkan jarinya dan tampak cahaya kuning tapi, dia menembakan sesuatu yang terlihat seperti beam dan meledak.

Untuk Makarov dia tau Natsu cukup kuat tapi, dia tak menyangka kekuatan Natsu melebihi batas yang dia pikirkan dan dia memikirkan apa yang terjadi di masa depan mungkin, Guildnya akan populer.

Natsu melapisi tangan kanannya dengan tanah dan membentuk sebuah tinju dia berlari ke arah Gildarts pak tua itu bersiap dia mengepalkan tangannya juga siap beradu tangan.

"Ayo! Nak!"

"Kemari pak tua!"

Boooommm!

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

"Bangun nak!"

"Hmm! Sebentar lagi!"

"Hadehh! Bisakah kau buka matamu!"

"Sebentar lagi Igneel hoamzz! Aku masih ingin tidur"

*Plak!

"Ow!"

"Bedebah kau! Kupikir aku ini kadal apa! Sialan cepat bangun atau ku hajar perutmu!"

"Hehhh! Kau berlebihan dasar musang ughhh!" Natsu membuka matanya dia sekarang saat ini sudah tidak bertarung "ugghh sebenarnya apa yang terjadi"

"Yah setelah kau adu tinjunya dengannya kau tiba-tiba pingsan" jawab Kurama.

Brakkk!

Pintu terbuka dan melihat Lisanna, Happy, Cana, Master Makarov, dan Gildarts dengan wajah yang di perban berbondong masuk ke dalamnya.

"Yo! Nak sudah sadar, bagaimana kabarmu?" Gildarts masih tetap tersenyum tak mempedulikan lukanya.

"Yah baik ini di mana?" tanya Natsu melihat kedua tangannya di perban juga.

"Kau di ruang perawatan kau ini aneh tiba-tiba saja pingsan" jawab Makarov "dan kau ini jangan membuatku khawatir"

*krowwlll!

"Natsu lapar sepertinya maka dari itu dia pingsan" Happy dengan ekspresi sedang meledek.

"Ayo, Nak setelah kau baikan akan kuajak kau berkeliling sambil makan" Gildarts berlalu meninggalkan ruangan itu.

.

.

.

.

.

Setelah kesembuhan Natsu kini dua orang yang terlihat seperti ayah dan anak hanya duduk di bangku tangan menikmati sebuah es krim.

"Jadi, bagaimana? Apa kau senang di Guild" tanya Gildarts menatap anak itu.

"Yah, mereka semua baik dan juga aneh walaupun begitu aku menyukai mereka" jawab Natsu "terlebih Lisanna dia baik dan juga entah kenapa terkadang nyaman jika mengobrol"

"Hoh? Jadi begitu" Gildarts mengangguk tampak seringai di wajahnya "terus bagaimana dengan Erza atau Mira bukankah mereka juga sama?"

"Hah? Mana sudi aku! Mereka semua aneh Erza jika aku bicara sedikit dan ada salah dia memukulku dan Mira dia selalu menjahiliku!" Natsu bergidik membayangkan semua yang terjadi padanya.

"Tidak Natsu seharusnya kau tak boleh bicara seperti itu, yah memang mereka kelakuannya seperti itu tapi, dia juga masih tetaplah wanita" Gildarts tampaknya tertarik dia punya murid baru "jadi, kau hanya perlu sedikit sentuhan agar mereka lembut padamu supaya mereka tidak akan melakukan hal yang sama padamu"

"Sentuhan?" Natsu memiringkan kepalanya.

"Yah, gini kau dengarkan! Aku akan mengajarimu cara bagaimana menangani mereka tanpa harus tubuhmu terkena hajar oleh mereka" Gildarts memasang ekspresi yang sulit di jelaskan

"Oke!"

Gildarts memberikan pengarah semuanya kepada muridnya tentang wanita mulai dari berbicara dengan wanita, dan cara memperlakukannya, dan hal-hal yang tentang cara merayu seorang gadis, dan parahnya tentang Sex pun dia bahas.

Meskipun begitu Natsu tampak antusias mendengarnya walaupun ada beberapa perkataan pak tua itu yang tak mudah di fahami ia hanya diam saja sambil menyimak.

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

Natsu berjalan di sekitar jalan Magnolia dia segera pulang ke rumahnya karena saat ini dia telah berbicara dengan Gildarts tentang edukasi wanita dan Irene menyuruhnya pulang alasannya tidak baik berlama-lama dengan Gildarts karena, akan mempengaruhi pikiran Natsu.

*hikz *hikz *hikz *hikz

"Oi, kau dengar sesuatu?" Natsu menghentikan langkahnya.

"Tidak" Kurama geleng-geleng "mungkin insting alamimu muncul"

"Oke akan kucari tau sendiri"

Natsu berjalan ke arah sumber suara dimana dia mendengar jelas suara orang menangis walaupun begitu dia serasa tak asing atas bangunan yang berdiri di depannya dia segera memanjat ke sebuah jendela.

[Erza Pov's]

Saat ini aku Erza Scarlet tengah duduk di kasurku memegang kedua lutut dan mengeluarkan air mata saat ini diriku tengah sedih memikirkan nasib teman-teman ku yang berada di menara itu.

Aku tau Natsu telah berhasil menyelamatkan mereka tapi, aku tak menutup rasa kekhawatiranku kepada mereka jika, suatu saat nanti mereka tertangkap kembali dan di jadikan budak untuk membangun menara sialan itu.

Yah, saat itu aku masihlah seorang gadis kecil yang tak tau apa-apa bahkan aku tak punya tenaga untuk menyelamatkan yang lain jangankan menyelamatkan yang lain, diriku pada saat itu juga tengah susah.

"KETEMU KAU!"

suara cempreng dan penuh semangat menganggetkan lamunanku meski, aku tau siapa pemilik suara ini dan hanya satu-satunya ketika aku menoleh.

Yah aku melihatnya dia tengah duduk di jendela dasar! Dia berbuat seenaknya yah namanya bukan Natsu kalau tak membuat orang lain khawatir dan masalah

"Apa yang kau lakukan di sini? Dan kenapa dengan matamu?"

Dia bertanya secara langsung yah tampaknya dia melihatku sedang menangis tapi, aku membuat alasan yang lain.

"Yah mataku kemasukan debu"

"Huh? Kenapa matamu berair dan pipimu basah tak mungkin bukan karena debu kan?"

Sial! Aku tau alasanku itu begitu bodoh aku mengutuk kepalaku sendiri selain itu, hanya dia saja yang melihat kenyataan tentang diriku sebenarnya.

Aku terlalu takut untuk membicarakannya pasti dia menganggapku cengeng dan tak berguna dan lemah

"Tak apa, aku baik-baik saja kau tak perlu khawatir"

"Baiklah jika, ada sesuatu tolong bicaralah padaku!"

Aku melihat dia melompat keluar jendela dasar bodoh! Dia tampaknya khawatir padaku meski, wajahnya tak menunjukan ekspresi sesuatu tapi, dari ucapannya tampaknya dia khawatir juga.

Aku sedikit malu ketika dia berbicara seperti itu tapi, bukan Natsu namanya jika dia tak khawatir pada temannya

Dan aku segera merebahkan tubuhku dan segera memejamkan mataku

[END]

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

Hari telah berlalu di Guild dan Erza, Mirajane, dan Irene mereka mengadakan sebuah tes promosi menjadi penyihir kelas S berbarengan dengan itu orang misterius bernama Mystogan pun di promosikan juga dan Cucu master Makarov yaitu Laxus.

Dan akhirnya mereka semua berhasil melewati tes itu dan menjadi penyihir kelas S awalnya Natsu juga termaksud kandidat penyihir kelas S namun, karena sebuah kejadian tertentu dirinya tak bisa ikut tes promosi.

Alasan Natsu tak bisa ikut karena pada hari itu dia secara tiba-tiba mengalami Flu dan Deman di saat yang bersamaan jangankan jalan, bahkan berdiripun sulit hingga dia hanya berbaring di kasur dengan Sorano dan Lisanna yang setia menemaninya hingga sembuh.

Dan saat itu dia berjanji takkan sakit lagi dan setelah hari itu tiba dia bersumpah akan menjadi penyihir kelas S.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Dan maslah terpecahkan aku hanya tak peduli apa yang mereka olok-olokan dan tak suka terhadap ceritaku dan aku senang jika ada yang salah dalam gaya penulisanku.

Meskipun kasar sih tapi, aku tanggepinnya santai gak usah bawa amarah See ya!

Pm

.

RnR