Ahhh halo lagi hmmm ada review fic naruto Xover jika masalah pair pasti si ceweknya mudah jatuh cinta pada seorang cowok secara cepat yah, memang saya juga nemu cerita yang kayak gitu tapi, saya gak pernah peduliin hal itu karena alur dan pair itu hak author biasanya jika aku tak suka sebuah fic biasanya aku abaikan dan jika suka aku Fav/Foll/Rev
Hmmm yah memang agak sulit buat romance dengan pair harem yang gak menutup kemungkinan lebih dari lima cewek akan sangat sulit karena, belum apa-apa udah suka atau saling rebutan cowok apalagi yang berbasis Mature baru ketemu udah ranjang kan anjayy tapi, kembali ke awal pair dan alur cerita Author yang nentuin jika, tak suka silahkan pergi.
Aku coba begini karena, invirasi di LN Dxd yah, itu pairnya harem tapi, untuk mencapai tingkatan itu perlu cerita dan kemasan yang bagus makanya aku coba fic ini dengan Harem walaupun ada alasan lain buat fic harem.
Dan yah selain itu aku penggemar Naruto itupun dulu setelah Naruto tamat aku nyari baca manga lain dan meskipun aku udah lupa dengan beberapa karakternya maka dari sekarang aku search di Google tentang laki-lakinya atau kunoichinya baik yang ada di manga, Filler, dan Movie walaupun belum sepenuhnya aku juga nentuin musuh yang akan mendatang nanti dan juga teman heronya
Intinya dari Naruto bukan Xover dengan Naruto jika musuh dan karakter baiknya tak ada jadi, berasa kurang maknyoss! Yah intinya nikmatin dulu alur ceritanya jika, ada sesuatu yang bingung tolong tanyakan di review nanti, saya jawab di fic ini.
Chapter 7 : Mission Class S & Saving Friend
.
...
.
- Magnolia August X782
Hari yang normal dan biasanya di Guild Fairy Tail dengan aktifitas mereka masing-masing dengan Gray yang hanya duduk tenang dengan boxernya, sang Master yang duduk sambil minum, Macao dan Wakaba membicarakan hal-hal yang mesum, Erza dengan kue Strawberry.
"Aku datang!" Natsu teriak dengan seenak jidatnya menendang pintu Guild dan Irene datang di belakangnya.
"Diam! Kadal api! Tidak bisakah kau datang dengan tenang!" Gray lebih dulu menyambutnya dengan kasar "dan ayo bertarunglah denganku sialan!"
"Diam pengguna boxer! Aku sedang tak minat" Natsu berlalu dan menyuekinya "dan jadilah! Kuat jika kau ingin bertarung denganku"
Sebenarnya lima tahun berlalu semenjak Natsu bergabung dengan Guild Gray selalu saja menantang Natsu berduel meski begitu, dia selalu kalah hanya saja anak berambut hitam itu tak kenal menyerah dan mencobanya lagi.
"Jadi, nak! Ada sesuatu yang ingin kau lakukan?" Makarov menatap anak itu dengan nafas lega karena tak ada kerusakan untuk sementara di Guild.
"Yeah, aku mencari Lisanna, kita akan misi berdua!" balas Natsu "tapi, di mana dia?"
"Aye! Untuk mendapatkan ikan" Happy terbang dari belakang
"Tampaknya masih di rumahnya" jawab Sorano.
"Oyyy! Levy buku apa yang kau baca?" Natsu memperhatikan gadis kecil itu.
"Yah buku tentang sejarah!" Gadis itu membetulkan kacamatanya.
"Oh!".
" maaf! Kawan-kawan aku harus membantu Mira-nee dulu!" Lisanna berlari dari luar dengan berkeringat "hei Natsu, sudah lama menunggu"
"Yah tak masalah ayo pergi ke misi!?" ajak Natsu langsung menariknya.
"Maaf, aku tak bisa!" Lisanna menahannya.
"Kenapa?" Natsu memiringkan kepalanya.
"Karena dia akan misi Class S bersamaku" jawab Mirajane datang dari belakang.
Penampilannya tak berubah, dengan kaus mini yang mengekspos bagian perut, celana pendek ketat, dan sepatu boot, tubuhnya juga sudah banyak berkembang, dan payudara yang besar yang mengembang.
"Halo! Natsu maaf aku bawa Lisanna dulu!" Sapa Mirajane tersenyum.
"Huh? Boleh aku ikut akankah bagus jika ada bantuan?" tawar Natsu dengan setengah memohon.
"Tidak! Ini tugas seorang kakak laki-laki untuk menjaganya kau tak perlu ikut ini sudah kutangani" Elfman langsung menyegahnya.
"Geez! Aku tak pernah mengerti dia" Natsu geleng-geleng.
"Elfman memang aneh!" Happy dengan suara mengejek.
"Maaf Natsu aku tak bisa sekarang mungkin besok" Lisanna memasang ekspresi bersalah "nanti setelah misi ini selesai aku akan membelikan sesuatu untuk kalian oke?"
"Aku minta setumpuk ikan" Happy dengan obsesi makan ikannya.
"Tentu, akan kulakukan untuk anakku ini" Lisanna tersenyum dia segera pergi untuk misi.
Tapi, tanpa mereka sadari Natsu dengan sengaja memasukan kunai miliknya ke dalam tas Elfman meski begitu tindakannya ini di ketahui oleh Irene tapi, wanita itu hanya diam dan tak bicara apapun.
"Hei, Erza, ayo pergi misi!" ajak Natsu.
"Maaf, bukannya aku menolak tapi, hari ini aku ingin misi sendiri" balas Erza
"Heh! Baiklah mungkin lain kali" Natsu menghela nafas lesu "ayo Happy, kita memancing saja"
"Aye!".
"Apa yang kau rencanakan dengan menaruh kunai itu?" Kurama melihat kejadian tadi.
"Ahh jadi, kau melihatnya?" Natsu sedikit terkejut.
"Tentu saja, saat ini aku berada dalam tubuhmu segala sesuatu yang kau lakukan aku bisa melihatnya dengan jelas" jawab Kurama.
"Ah, sebenarnya bukan aku tak mempercayai mereka bisa menjaganya hanya saja, perasaanku tak enak dan tujuanku menaruhnya jika sesuatu buruk terjadi aku bisa dengan cepat kesana" jelas Natsu.
"Oh begitu itu terserah kau sajalah, aku hanya akan melihat saja" Kurama memejamkan matanya.
.
.
Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
-Kunugi Stasion
Tampak tiga orang bersaudara ini tengah berdiri dan menunggu kereta yang akan membawa mereka misi di suatu tempat.
"Jadi, Mira-nee misi apa yang akan kita jalani?" tanya Lisanna.
"Yah, misi kita membasmi sebuah monster besar" jawab Mirajane dan menoleh ke adiknya "dan selain itu aku ingin Elfman men Take-over monster itu yah! Sekalian belajar berubah dengan kekuatan penuh!"
"Tenang saja sebagai laki-laki akan kulakukan sebisaku!" Elfman dengan suara lantang.
.
.
.
.
.
.
Saat ini dua orang tapi, lebih tepatnya hanya satu orang karena yang satunya lagi hanyalah seekor kucing, aktifitas yang sering mereka lakukan jika tak ada misi yaitu memancing di tepi sungai.
"Hei Natsu ada apa?" tanya Happy melihat wajah Natsu sedikit buruk.
"Oh! Tidak apa-apa hanya sesuatu yang tak penting" balas Natsu membuyarkan lamunannya sendiri.
"Kau khawatir kepada mama? Tenang saja di sana ada Mira dengan kekuatan mengerikan" Happy di saat sendiri maupun keramaian selalu memanggil Lisanna dengan sebutan itu.
"Yah tapi, firasatku tak enak" Natsu memegang seember penuh ikan "hey, Happy kau pergi dan masaklah ini dan aku akan pergi sebentar dan jika ada yang menanyakanku kau bilang tak tau saja"
"Aye! Berhati-hatilah!"
.
.
Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
-Tengouku Village.
Sebuah desa yang agak jauh dari pusat kota Magnolia dengan menaiki kereta sihir dan beberapa menit saja pastinya sudah sampai.
Kondisi desa tengah kosong dan tak ada penduduknya mungkin, orang lain akan berfikir apa yang sebenarnya terjadi aslinya para penduduk asli di ungsikan ke tempat yang aman dari gangguan monster buas.
Dan monster itu sekarang di tangani tiga orang bersaudara, dan warga setempat mengatakan monster itu sering menyerang desa itu setiap swminggu sekali dengan alasan mungkin, mencari makan.
Alasan di sebut misi class S karena, itu bukanlah monster biasa dan itu malah penggabungan antara monster dan iblis dan kekuatannya tak bisa di anggap remeh.
"Lisanna! Kau cepat periksa desa pastikan tempat itu kosong tak ada orang di sana" perintah Mirajane "dan Elfman! Kau ikut aku dan bantu mengalahkannya"
"Tentu!" Lisanna segera membalikan badan dan berlari.
"Seorang laki-laki harus membantu kakaknya!" Elfman mengepalkan tinjunya.
Mereka berdua bergerak ke tempat tujuan mereka dan tampak seekor monster dengan setinggi 10 meter, dengan tanduk emas, dan pemukul gada yang besar.
"Jadi, ini monsternya" Elfman mengelap keningnya.
"Apapun itu karena, ini misi kita jadi harus di selesaikan" Mirajane berubah ke wujud Satan Soulnya.
Monster itu meraung keras, di melayangkan gada besarnya itu, kedua saudara itu menghindar ke arah lain, Mirajane menembakan bola ungu ke wajah monster itu sementara Elfman tangan kanannya berubah dan meninju kakinya dan membuat monster itu tersungkur.
Rarrrghhh!
Monster itu kesal dia menyemburkan api dari mulutnya, Mirajane langsung menembakan beam dari jarinya dan mengenai mata monster itu, dan Elfman mengambil Gada itu dan menghantamkannya ke kepalanya dan membuat monster itu diam dan tak bergerak.
"Sudah selesai" Mirajane kembali ke wujud normal "Elfman, coba kau Take-over dia aku ingin seberapa berkembang latihanmu!"
"Haii! Nee-chan!" Elfman berjalan ke monster itu dan memegangnya mencoba menyerapnya.
"Jadi, bagaimana?" tanya Mirajane.
"Tentu saja ini mudah, aku sudah-" sebelum Elfman berbicara dia hanya berhenti di tempat.
"Elfman ada apa?" Mirajane terlihat khawatir.
Tapi, lelaki itu tak menjawab, tubuhnya kini berubah menjadi monster itu tapi, ukurannya juga sedikit lebih besar, matanya merah tampaknya lelaki itu tak bisa mengendalikannya.
"Oh tidak!" Mirajane menatap horror apa yang sebenarnya terjadi.
Take-over yang di lakukan Elfman tampaknya tidak berhasil karena seharusnya dia berbicara normal namun, nyatanya tak ada jawaban sama sekali.
*Roarghhhhh!
Elfman mengamuk buas dan terkontrol dia melayangkan gadanya dia tampaknya tak bisa membedakan mana kawan atau lawan
Untuk Mirajane sebenarnya dia bisa mengatasi ini tapi, masalahnya sihirnya sekarang terbatas dan di perparah karena, dia tak mungkin menyakiti adiknya sendiri.
"Mira-nee ada apa dengan Elf-nii-chan?" Lisanna tiba dia memperhatikan kondisi kakaknya yang kurang baik.
"Setelah kita mengalahkan mahluk itu, Elfman menTake-overnya tapi, kekuatan itu terlalu besar sehingga dia kehilangan akal sehatnya!" balas Mirajane panik
"Tidak mungkin! Dia di kendalikan?!" Lisanna menutup mulutnya shock
"Elfman! Kendalikan dirimu!" teriak Mirajane namun tak ada respon dari laki-laki itu.
"Tidak!" Lisanna melihat saudaranya yang tak bereaksi apapun dan langsung mendekatinya.
"Lisanna! Kau gila! Apa yang kau pikirkan!" Mirajane shock tapi, gadis kecil itu mengabaikannya dan terus berjalan ke arah kakaknya itu.
"Elf-nii-chan ini aku Lisanna! Adik kecilmu " Lisanna merentangkan tangannya "apa kau melupakan Mira-nee?, kau pastinya tak pernah melupakan kita bukan, setelah semua yang kita lalui aku dan Mira-nee mencintaimu sangat sekarang ayo kita pulang ke rumah" setelah itu dia melepaskan senyumannya.
Tapi, mata Elfman tak berubah di hanya menatap Lisanna setelahnya tangan besarnya itu langsung melayangkan pukulannya dan Lisanna hanya menutup matanya menunggu sesuatu yang terjadi.
Duaghh!
*singgg!
"Lisanna!" teriak Mirajane menatap Horror sebuah kejadian di depannya dia tau pukulan itu pasti bisa membunuh adiknya dengan mudah, dia hanya berdiri dengan menunggu asap yang menghilang dengan hati was-was dan cemas berharap serangan itu tak membunuh adik kecilnya, matanya membelalak ketika bayang adiknya tengah di gendong oleh seseorang, dan wujud orang itu adalah pemuda berambut pink, dengan topi jerami dan syal, dan itu Natsu yang menahan pukulan itu dengan tanah yang berbentuk lengan.
"Fiuhh tepat waktu" Natsu menghela nafas lega yang menggendong Lisanna dengan gaya Bridal Stylec "apa kau stres?! Kaupikir yang kau lakukan itu lucu apah berbuat seperti itu?"
Lisanna membuka matanya dia hafal suara ini "maafkan aku hanya ingin, Elf-nii-chan kembali lagi dengan selamat".
Natsu mendengus dia tau jawaban temannya ini memang sesuai sifatnya, dia langsung cepat menghilang dan menjauh dari tempat itu dan membawa Lisanna ke tempat aman dan Natsu menoleh ke monster Elfman itu.
" jadi, ini yang kau pikirkan seperti biasanya kau selalu tepat sasaran" puji Kurama "jadi, lelaki itu tak bisa mengendalikan kekuatannya hingga, pikirannya tak jernih"
"Kau mengetahui sesuatu cara menghentikannya?" tanya Natsu.
Kurama mengangguk "kekuatannya lemah dan kesadarannya setengah jadi, kau hanya perlu mengalahkannya dan semuanya kembali normal"
"Oke!"
"Tch! Dasar"
"Natsu!" panggil Mirajane membuat Natsu menoleh ke wanita itu dan hanya mengangkat sebelah alisnya "jangan bunuh dia!"
"Aku tau!"
Natsu menghilang cepat dia kini berada di depan Monster Elfman dan ketika monster itu melayangkan pukulannya, Natsu sudah berdiri di belakang dan menendang kaki monster itu dan tersungkur, Natsu meloncat ke atas dia mengangkat kakinya dan tampak cahaya kuning dan langsung menginjak perutnya tapi, Natsu belum selesai dia langsung menendang tubuh monster itu dan membuatnya terhempas jauh.
"Man! Sepertinya aku sedikit berlebihan" Natsu menggaruk kepalanya dan dia melihat Elfman kembali ke wujud Normal.
"Elfman!/Elf-nii-chan" Lisanna dan Mirajane berlari ke arah tubuh saudaranya.
"Oh syukurlah dia baik-baik saja!" Mirajane menghela nafas lega.
Natsu hanya tertawa melihat ketiga saudara itu saling bahagia dan tersenyum satu sama lain dan Elfman yang sudah sadar dia meminta maaf atas yang telah semua terjadi kepada adiknya, dan di lain sisi Mirajane beranjak dari tempat itu berjalan ke arah Natsu.
"Ada sesuatu yang salah?" Natsu mengangkat sebelah alisnya tapi, wanita itu segera berlari dan memeluk tubuhnya.
"Ji-jika tak kau Lisanna, dia-dia sudah mati!" Mirajane dengan suara yang sangat hancur tampaknya dia pasti akan sangat bersedih jika, saja Natsu tak datang tepat waktu.
"Aku tau, dan sekarang ini sudah berakhir tak usah di pikirkan lagi" Natsu tau saat ini bukan yang tepat untuk banyak bicara dia hanya membiarkan wanita itu dalam pelukannya
"Yah!"
"Ayo pulang"
.
..
xxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
Setelah melewati misi yang cukup menegangkan Mirajane dia tertidur di ruang kesehatan dengan Adiknya Lisanna yang tidur di sampingnya juga tampaknya mereka kelelahan sementara Elfman dia saat ini tengah di rawat di ruangan lain oleh Polyrusica dan memeriksa keadaan tubuhnya.
Makarov bertanya apa yang sebenarnya terjadi, Natsu menceritakan semuanya yang terjadi dan kakek tua itu hanya bisa bernafas lega karena, insting dan respon anak itu begitu cepat sehingga sesuatu buruk tak terjadi.
"Baiklah aku tinggalkan dia untukmu" Master Fairy Taill itu segera meninggalkan ruang perawatan
"Yah," Natsu menghela nafas mengeluarkan semua kelelahannya, dan tak lama terdengar suara erang dari gadis demon itu.
"Ugh! Ini di mana" Mirajane membuka matanya hal yang pertama ia lihat adalah laki-laki berambut pink "Natsu?"
"Yah, kau di ruang perawatan setelah misi, kau pingsan kakek tua itu mengatakan bahwa kau hanya kelelahan" jawab Natsu dia hanya berdiri di depan.
"Bagaimana dengan Lisanna dan Elfman?" tanya Mirajane dia memang tak sadar setelah itu namun, kali ini dia mengkhawatirkan adik-adiknya.
"Elfman di ruang lain, sedangkan Lisanna dia tidur di sampingmu" jawab Natsu dia menunjuk objek yang di cari dan membuat wanita itu tenang.
"Natsu!" panggil Mirajane membuat lelaki berambut pink itu menoleh dan menunggu gadis itu berbicara "terima kasih lagi, jika kau tak datang waktu itu mungkin aku sudah kehilangan Lisanna, saat ini aku sangat menyesal setelah yang terjadi dan aku minta maaf jika tak mengajakmu"
"Yah tak apa, dan lagipula aku tak terlalu memikirkannya tapi, setidaknya aku datang tepat waktu dan kau tak perlu khawatir lagi jika kau kesulitan maka kau boleh minta toling padaku!" Natsu memamerkan Grinnya membuat pipi Mirajane panas.
"Yah, kupikir itu cukup" Mirajane mengangguk dengan menunjukan senyum cerianya "hei, Natsu bisa kau kemari sebentar?"
Natsu yang tak curiga dan merasa ganjil mendekati wanita itu, Mirajane memegang kepala Natsu dan mendekatkan wajahnya dan tepat mencium pipi pemuda berambut pink itu.
!
"Itu hadiah terima kasihku jika, kau ingin minta yang lebih dengan senang hati aku menerimanya fufufu!" Mirajane tertawa kecil, Natsu hanya bergidik karena mendengar tawa itu yah, sisi iblis wanita itu muncul.
"Err! Yah baiklah!" Natsu menggaruk kepalanya dia terlihat gugup atau takut "tak, masalah kalau begitu segerelah istirahat dan aku pergi dulu, hiiyyyy!".
Natsu meninggalkan ruangan itu dengan perasaan takut, sementara Mirajane tertawa kecil ketika melihat tingkahnya.
"Dasar Tsundere!" celetuk Kurama.
"Diam! Aku tak mau dengar sesuatu dari mulutmu" protes Natsu kesal.
.
.
Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
Hari yang begitu-begitu saja di dalam Guild ini mereka sibuk pada aktifitas masing-masing mereka, Natsu hanya duduk malas dengan kepala di tempelkan ke meja dan partnernya Happy yang selalu menguyah ikan di setiap saat.
Setelah kejadian itu, Elfman segera meminta maaf kepada Natsu karena kecerobohannya dan juga ia juga sangat berterima kasih kepadanya karena sudah menyelamat adiknya Lisanna dan lelaki itu mulai dari sekarang akan bersikap Overprotektif terhadap adiknya dan Natsu hanya bisa pokerface melihat kelakuan berlebihan dari orang yang selalu berbicara tentang 'Kejantanan' atau 'Pria'
Dan Lisanna dia juga berterima kasih ke pada suami masa depan meskipun, dalam khayalannya saja, Lisanna bertanya bagaimana bisa Natsu cepat ke tempatnya, Natsu menjawab karena kunai yang ia berikan padanya adalah jawabannya dia bisa berpindah tempat dengan cepat.
"Uhuh!" Natsu menghela nafas untuk ke sepuluh kalinya dengan raut wajah yang tak menentu seperti arah angin.
"Jika, begitu kenapa kau tak ambil misi?" Lisanna di sampingnya dengan menyediakan kue Maffin normalnya, Natsu akan segera melahapnya tapi, sekarang dia tampak tak tertarik.
"Aku tak minat, semua misinya membosankan" balas Natsu berkeluh kesah "argghh! Aku ingin ke lantai atas dan mengambil misi Class S tapi, kakek mencegahku" dia tampaknya masih kesal karena, kejadian itu sebuah sakit yang melanda tubuhnya sehingga, dia tak bisa ikut promisi kenaikan pangkat.
"Natsu! Kau ke kantorku sekarang" Makarov ke arah yang lain "dan Irene, kau juga ke kantorku"
"Sebenarnya ada apa Natsu?" tanya Happy.
"Mana kutau" Natsu mengangkat bahunya "mungkin hal yang aneh"
"Aku tak percaya aku kalah lagi dari Flame Brain" Gray datang dari ruang perwatan tampaknya dia habis bertengkar lagi dan kalah.
"Dan aku tak percaya kau masih saja melawannya meski sudah kalah berkali-kali itu sungguh tidak jantan!" teriak Elfman di pojokan
"Si pinkie itu pasti yang membakar pakaianku" celetuk Gray yang kembali hanya berboxer.
"Gray, mereka di sini" Levy Sweatdrop menunjukan pakaian Gray yang tercecer di lantai.
Dan dua orang itu segera masuk dan melihat sang master yang duduk di kursi kesayangannya dan dua orang asing di sisi lainnya.
"Jadi, kek? Ada apa?" tanya Natsu.
"Aku ingin kau menjalani misi khusus" jawab Makarov.
"Ehhhh! Misi khusus?"
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Misi apakah itu dan apa yang sebenarnya terjadi dan siapakah wujud dua figure itu dan kenapa hanya Natsu dan Irene yang di panggil untuk misi khusus?
Jika ingin tau jawabannya tetap pantau dan stay yah.
.
Pm
.
RnR
