Halo kebagian jatah lagi saya dan kembali lagi padaku yang penuh kemaksiatan dan bejat yang tiada tara, hmmm bicara soal manga FT apakah akan tamat atau satu chapter yang tersisa mungkin, menurutku ini yang terakhir tapi, jika kemungkinan kalau ada satu Chapter lagi mungkin hanya berisi orang yang nikah atau kejadian sesudah perang yah, mengikuti cerita pendahulunya.

Ahh maaf padahal Natsu sudah punya kekuatan fullpower tapi, kenapa terluka hmm yah aku sedikit agak kesan Atau efek biar agak seru karena, bukan God yang gak pernah kalah maupun terluka yah biar greget gimana gitu? Nyiirrr...

Ahhh soal Logia jika di pikir memang benar tehknik itu tak bisa di serang atau di sentuh jika, kalau tak pake Haki tapi, aku nemu lebih tepatnya baca di SBS ini bukan Hoax kalau Logia bisa di sentuh jika si pengguna lagi dalam keadaan nonaktif maksudnya yah sedang tidak fokus kukasih contoh di manganya : mungkin kalian ingat kasus di arabasta waktu Luffy secara tak sengaja beradu badan dengan Smoker padahal waktu itu Luffy tak tau Haki.

Hmmm! Jawabannya benar keadaan si pengguna tak siap atau lupa hmmm mungkin ini juga berlaku pada Natsu karena, dia agak belum terbiasa menggunakannya jadi, hal wajar jika terluka yah intinya belum pro memakainya karena, kesannya jika udah pro malah enggak banget.

Untuk Mata? Hmmk pada lupa mata itu akan aktif jika ada sebuah katalis atau sebuah gerakan tertentu saat itu Kaguya hanya menanamkannya bukan mengajari cara penggunaanya jadi, cukup sabar jika nunggu Natsu tampil keren dan fullpower oke cukup penjelasan.

Chapter 11: Final & Peace

.

...

.

"Payah!"

Hanya itu yang bisa di ucapkan Natsu waktu dia terjebak entah karena, kebodohannya atau dia yang kurang peka pada suatu daerah sehingga mereka berdua terjebak di dalam cermin buatan dalam jumlah banyak yang telah di buat Haku.

"HYOTON : KORI KAGAMI SEKAI!"

"Setelah kalian terjebak tak ada yang bisa mengalahkanku" Haku masuk ke salah satu cermin tapi, ada sedikit perbedaan "ini adalah akhir dari kalian"

"Aku tak yakin" Natsu memasang wajah tenang tapi, yang ia khawatirkan adalah orang yang berdiri di samoingnya.

"Payah! Kita tak tau bagian cermin mana yang ada wujud aslinya" umpat Shizuka kesal dia mencoba berlari keluar namun sesuatu yang cepat menendang wajahnya "uhhh tadi itu apa cepat sekali!" dia langsung menyeka mulutnya.

'Begitu rupanya, semua ini hanya bayangan tapi, ada tubuh aslinya di setiap cermin' batin Natsu waspada'aku harus cepat dan menendang dia keluar dari sini'

Slashhh!

Bayangan cermin Haku langsung menembakan jarumnya dengan begitu cepat bagi Natsu dia hanya diam dan Jarum itu hanya melewati tubuhnya saja tapi, yang dia khawatirkan Shizuka dan memang benar.

"Hei kau tak apa-apa?" tanya Natsu melihat beberapa tubuh Shizuka di penuhi jarum

"Yah tak usah khawatirkan aku fokus saja pada musuhnya" balas Shizuka memaksa senyumnya "ini hanya luka kecil dan sebaiknya kita pikirkan cara untuk keluar dari sini"

"Kalian keluar percuma saja" Haku dengan tenang tapi, dia khawatir ke Natsu karena, serangannya tak mempan 'tapi, aku bingung apakah itu mengenainya tapi, aku yakin pasti mengenainya tch! Tampaknya aku harus menganalisanya lebih lama'

'Dia terkejut dengan tehkniku ini' Natsu menyeringai dia jadi teringat perkataan Rayleigh tempo itu 'aku tau, tubuhku ini Logia yang tak bisa di pukul tanpa Haki, aku sekarang menyadarinya kenapa aku baru ingat padahal Rayleight sudah memberitauku sebelumnya dasar payah!'

"Sudah kubilang kau ini orangnya kurang peka, Labil, bodoh, dan pelupa semua hal aneh menempel padamu" Komentar Kurama Natsu sedikit protes namun di abaikannya saja.

Bayangan Haku mulai melemparkan jarumnya lagi, Shizuka berlari keluar sambil menangkisnya dan Natsu seperti biasa hanya melewatinya saja tapi, dia juga mencermati setiap keadaan namun, pada saat Shizuka hampir keluar sebuah cahaya cepat langsung mementalkan wanita itu kembali.

"Kejadian tadi, sial aku tak bisa keluar" Shizuka memegang bahunya "tak bisakah kau hancurkan itu cermin karena, kita tak tau tubuh aslinya mana" dia menoleh ke arah Natsu.

"Tidak, meskipun itu di hancurkan maka akan ada muncul cermin yang baru" balas Natsu tapi, sesaat tadi dia sudah dapat membaca pergerakan tadi 'begitu rupanya wujud aslinya akan keluar kalau salah satu dari kita mencoba keluar dari sini karena, pada dasarnya semua serangannya hanya bersifat pada kecepatan dan tehknik bukan pada tenaga, aku hanya menunggu momen yang pas jika dia muncul akan kutendang sekerasnya'

"Hei Shizuka" panggil Natsu membuat wanita itu menoleh " bisakah aku meminta sesuatu padamu ini penting"

"Begitukah?" Shizuka mengangkat sebelah alisnya "tampaknya kau ada rencana untuk keluar dari sini?" Natsu hanya mengangguk.

"Bisakah kau lakukan yang tadi" balas Natsu dia tampaknya agak khawatir meminta hal ini "aku tau jika kau tak mau tak apa aku takkan memaksamu"

"Lupakan itu" Shizuka tersenyum "jika ini rencanamu maka aku tak perlu khawatir untuk tak mempercayainya"

Shizuka langsung kembali bergerak kembali keluar namun Haku terus menendangnya dia mencoba berkali-kali namun hasilnya sama Natsu sedikit Khawatir ingin membantunya namun gadis mencegahnya dan meyakinkan bahwa ini baik.

"Apa kau sudah menemukan kelemahannya hah! Hah!" Shizuka nafasnya tersenggal tubuhnya juga penuh luka "karena, tenagaku sudah pada batasnya maaf jika ini membuatmu susah"

"Tak apa, aku sudah mengetahuinya" Natsu menghentakan kakinya "kau lakukan sekali lagi ada kesempatan aku akan menendangnya jauh dari sini"

'Mereka tampaknya punya rencana untuk keluar dari sini aku harus lebih waspada lagi' batin Haku dia siap menyerang sedari tadi dia hanya menyerang Shizuka karena, kalau menyerang Natsu itu malah tak melukainya sama sekali

Shizuka mengangguk di segera berlari ke depan Haku langsung keluar dari sarangnya, Natsu sudah menyadarinya pada saat Haku sudah berada di depan Shizuka, Natsu sudah dulu lebih cepat darinya dan berada di depan Haku dan mengayunkan kakinya berwarna kuning dengan lapis Haki.

Duaghhh!

Jduarrr!

Serangan tendang telak dan mengenai wajah Haku membuatnya terhempas dan terlempar jauh dari tempatnya tadi namun, Natsu tak diam tubuhnya langsung di lapisi Aura petir dan langsung mengejar orang itu.

"Hehe rupanya berhasil" Shizuka tersenyum dan lalu ambruk.

Natsu melihat Haku berdiri tampaknya serangan tadi cukup kuat itu terbukti topeng yang di kenakan Haku rusak pada saat Natsu ingin meninjunya namun segera di hentikan.

"Kenapa kau berhenti?" Haku tampak tenang darah muncul dari mulutnya "cepat bunuh aku, dan aku telah gagal menjalani misi yang tuan Zabuza berikan padaku"

"Tapi, kenapa kau bekerja sama dengannya" Natsu menahan emosinya "aku tau kau baik tapi, kenapa alasanmu bekerja sama dengannya tak adakah pekerjaan yang lain yang kau lakukan yaitu melakukan sesuatu yang berguna bagi yang lain"

"Tuan Zabuza adalah hidupku bagiku misi ini sukses itu berarti aku sudah menjadi orang yang berguna" balas Haku tersenyum "aku sedari kecil sudah memiliki kekuatan ini, orang-orang di desaku menganggapku monster karena kekuatan ini bahkan ayahku sendiri mencoba membunuhku dia berhasil membunuh ibuku tapi, padaku setelah aku membunuh ayahku aku hidup sendirian, sebatang kara di jalan tak ada yang peduli padaku bahkan mereka selalu mengusirku namun, akhirnya di sana aku bertemu Tuan Zabuza dia merawatku dan melatihku bahkan membuatku bisa mengendalikan kekuatan ini jika, kau fikir aku jahat apakah kau mengerti sekarang?"

Natsu akhirnya mengerti keadaanya masa lalu orang di depannya lebih parah dan kelam darinya dia juga tau orang bernama Zabuza itu baik hanya saja cara yang mereka yang agak salah.

"Apa yang kau tunggu, cepat bunuh aku" Haku dengan nada tenangnya "aku sudah takkan bisa bertarung lagi"

"Apa! Yang benar saja aku takkan pernah melakukannya" protes Natsu.

"Baiklah" Haku membuat cermin "aku akan melakukan sesuatu di saat terakhir agar berguna" lalu dia menghilang begitu cepat dan membuat Natsu panik.

"Sialll!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

Berbeda dengan yang tadi pertarungan ini bersifat seperti petak Umpet kenapa, bisa seperti itu pasalnya Zabuza sedari tadi menghilang dan menyerang terus seperti itu hingga membuat wanita berambut Scarlet itu kesal.

"Baiklah, aku sudah kesal dengan ini" Irene menutup matanya lalu menghembuskan nafas "mulai sekarang kau tak bisa main-main lagi denganku"

Irene mengambil batu kecil dia melemparkannya ke depan dan terdengar suara erangan kesakitan dan muncratan darah Irene tau berhasil mengenai sasarannya.

Sebuah pedang terayun ke wajahnya, Wanita Scarlet ini menunduk dia membuat pedang dan mengayunkan pedangnya Zabuza menahan tangannya Irene langsung mendorong lelaki itu terseret jauh.

"Kau cukup hebat berhasil mengetahuiku" puji Zabuza memegang bahunya "hhehe ini pertama kalinya aku berhasil di lukai dalam tehknik kabutku"

"Asal kau tau, aku bisa merasakan hawa panas meskipun itu dari jauh" balas Irene tersenyum "meskipun kau berhasil bersembunyi aku tetap mengetahuinya"

"Ahh ibarat seperti Ular derik yang penglihatan buta tapi, bisa merasakan hawa panas dari kulitnya cukup mengesankan" ucap Zabuza.

"Yah, kemiripannya tak begitu jauh" balas Irene.

Zabuza langsung melemparkan kunai, Irene menangkisnya dengan tongkatnya dia menembakan laser dari Jarinya Zabuza langsung menghilang dalam kabut tapi, wanita berambut Scarlet itu langsung mengejarnya.

"Hoho! Rupanya aku sudah tak bisa sembunyi lagi" Zabuza menoleh ke belakang.

"Sudah kubilang akan aku selesaikan ini tanpa waktu yang lama" balas Irene.

"!"

Zabuza merasakan hal aneh pada saat dia ingin bergerak tapi, tak bisa pada saat menoleh ke bawah kakinya menginjak tanda sihir dan tak lama muncul tali yang mengikat kakinya.

"Aku sudah menempakan rangkaian sihir itu ketika aku melemparkan batu itu" balas Irene "saat itu aku sudah mengetahui posisimu dan menandaimu waktu kita berhadapan tadi intinya, meskipun kau bisa bersembunyi dengan lihai aku dengan mudah menemukanmu"

"Begitu yah, tampaknya ini akhirku" Zabuza yang tak terlihat takut dia malah tampaknya menikmati ini.

Irene memegang tangan kanannya dan muncul kobaran api panas dia melangkah perlahan ke arah lelaki itu dengan berniat memberi serangan langsung mati.

"Ada kata-kata yang ingin kau ucapkan?" tanya Irene tapi, tak ada jawaban dan dengan segera melayangkan tangannya.

Jlebbbb!

Cratt!

Serangan tadi memang berhasil tapi, Irene cukup terkejut karena, serangannya tadi tak mengenai Zabuza melainkan partnernya bernama Haku yang muncul tiba-tiba sontak saja serangan tadi menembus tubuhnya.

"Sial, bisa-bisanya kau!" Irene kesal ia mencoba melepaskan tangannya.

"Misiku melindunginya berhasil" Haku dengan ekspresi monoton dan darah muncul dari mulutnya lagi.

"Hehehe kerja bagus Haku" Zabuza tertawa dia dengan cepat melepaskan ikatannya.

Irene panik karena, tangannya tak bisa di lepas di saat yang sama Zabuza langsung mengayunkan pedangnya tapi, Natsu datang lebih cepat di belakang orang itu dan memberi pukulan petirnya.

Duagghhh!

Zabuza terhempas jauh berkat pukulan tadi tapi, Natsu langsung mengejarnya Irene berhasil melepaskan tangannya dari tubuh Haku dan buru-buru dia berlari ke belakang.

"Hei kalian tak apa?" tanya Irene khawatir ke kedua orang itu.

"Yah ini tak masalah" balas Erza

"Seperti yang kau lihat" balas Tazuna tapi, dia teringat sesuatu "huh, tadi itu apa yang melewatiku?"

"Sial pukulan anak itu keras juga" Zabuza langsung berdiri dia merasakan nyeri di wajahnya dan melihat Natsu sudah berdiri di depannya "ho? Hebat kau aku cukup terkesan"

"Berisik!" bentak Natsu dia mengepalkan tangan kanannya dan muncul gumpalan merah berasap yang makin besar "orang yang hanya memanfaatkan orang lain tak pantas di ampuni!"

Zabuza tau serangan berikutnya akan membunuhnya bukannya menghindar atau apa dia malah diam saja menunggu serangan itu datang menghampirinya.

"DAIFUN-"

*plok *plok *plok *plok.

"Sudah cukup hentikan sandiwaranya"

.

.

Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx

.

.

Saat Natsu ingin menyerang Zabuza dia menghentikan serangannya ketika mendengar sebuah tepukan tangan dan juga suara dan menoleh ke belakang dan Zabuza melihat juga tapi, dia mengenali orang itu.

"Gato!" Zabuza memberinya DeathGlare ketika Natsu mendengar suara atau nama yang tak di suka.

'Jadi, dia orangnya?' Natsu hanya menatap Gato dengan puluhan pasukan anak buahnya di belakang 'bagus, aku ingin membunuhnya sekarang'

"Apa kedatanganmu kesini biarkan aku menyelesaikan ini" balas Zabuza dia terlihat kesal.

"Selesai? Bwahahahah! Ucapanmu lucu sekali!" Gato melihat tubuh Haku yang tergeletak dan menginjaknya "bahkan kau sudah gagal dan dia juga gagal dan sekarang biar aku urus ini sebagai pembunuh kau telah gagal dan kau tak berguna sudah sepantasnya di buang seperti sampah" Natsu kesal melihat tingkah orang itu.

"Apa! Grrr! Bajingan kau!" Zabuza sudah terlihat marah dia mengertakan giginya "kau menipuku sialan!"

"Sudah kubilang, aku tak butuh kau!" Gato memainkan tubuh Haku yang tak bergerak dengan wajah mengejek dan memerintahkan anak buahnya "anak buah! Habisi orang itu dan juga Tazuna!" Natsu dan Zabuza sudah terlihat marah.

"Hohhhhh!"

"Hoi nak!" panggil Zabuza dan Natsu menoleh "bagaimana kita genjatan senjata? Aku sekarang sudah tak minat lagi tujuanku sekarang saat ini adalah orang itu"

"Baiklah, aku takkan menganggumu" Natsu mengurungkan niat menyerangnya dan Zabuza langsung berlari cepat dengan pedang besarnya.

Trang! Trang! Trang! Trang!

Duaghh! Duaghh! Duaghh! Duaghh!

Natsu hanya menatap Zabuza yang tengah beraksi dengan skil bertarungnya menghajar semua anak buah Gato dengan sendirian bahkan yang lain melihatnya tak percaya apa yang terjadi barusan.

"Wow! Dia kuat seperti dugaanku!" Tazuna hanya melongo dengan ekspresi sulit di percaya.

Slashh!

"Ku-kumohon! Ja-jangan bunuh a-akuuu!" Gato ketakutan dengan bersujud karena, anak buahnya semua di bunuh oleh Zabuza "aku akan memberimu! Apapun tapi, tolong jangan bunuh aku!"

"Begitu yah, baiklah!" Zabuza memasang ekspresi sadis dan juga tubuhnya juga banyak terluka dan darah berkat tadi "jika, kau bilang begitu bagaimana kalau aku minta nyawamu saja"

Slashhh!

Cratt!

Dengan sekali tebasan Zabuza berhasil membunuhnya Gato tergeletak dengan tubuh banjir darah dan orang itu lalu bergerak ke arah Haku yang sudah tak bernyawa dan tidur di sampingnya bagi Natsu dia cukup terkejut karena, karakternya di luar dugaannya selama ini

"Hahaha tampaknya aku akan menyusulmu dan maafkan aku telah memanfaatkanmu" Zabuza masih saja tertawa di saat akhir dia langsung terbatuk "aku mungkin tak berguna tapi, setidaknya kau sudah melakukan sesuatu yang berguna dan jangan sedih aku tak lama lagi akan menyusul" dia menoleh ke arah Natsu dan melemparkan pedangnya.

"Ambillah itu, dia di namakan pedang Kubikiribocho aku berikan ini padamu dan jadilah yang berguna" Zabuza menghela nafas terakhirnya dan langsung menutup mata.

Natsu hanya melihat pedang besar itu dia tau Zabuza orang baik tapi, dia mungkin kelakuan seperti ini karena, uang dia mendekati dua jasad itu dan memberikan penghormatan terakhir.

"Hore! Berhasil!".

" kita menang!"

"Gato telah tewas!".

" kak Natsu berhasil!"

"Jembatannya akan di bangun kembali!"

"Huhuyy!".

Natsu menoleh dan melihat Tsunami menggendong anaknya Inari, Happy dan juga para pekerja bangunan yang bersorak dan bersuka ria atas ini dan Natsu hanya membalasnya dengan cengiran dan senyuman khas.

Dan setelah itu semuanya kembali menyelesaikan Jembatan itu tanpa ada gangguan dari siapapun dengan bantuan Sihir mereka dengan cepat mengerjakannya dan jasad Zabuza dan Haku di kuburkan di tempat yang layak dan setelah seminggu jembatan itu selesai di buat tanpa ada halangan.

" terima kasih atas bantuannya jika kalian tak ada mungkin jembatan ini takkan selesai" Tazuna membungkuk senang.

"Hahahaha ini sudah pekerjaan" Natsu melipat tangannya dengan tertawa riang "bagaimana kondisimu?"

"Agak baikan semenjak kemarin" balas Shizuka memegang leher "tapi, bagian sini masih terasa sakit yah sebentar lagi sembuh"

"Hey, Erza bagaimana tanganmu?" tanya Happy.

"Sudah sembuh" Erza memperlihatkan tangannya

"Jadi, kak Natsu akan pergi?" Inari memasang wajah sedih "apakah kakak ke sini lagi?"

"Yosh! Tenang saja!" Natsu mengusap kepala anak itu "aku akan kesini dan mengajarimu semburan api wuhahahah!"

"Yeay!"

"Yah mungkin kami tak bisa memberi kalian sesuatu" Tsunami memberikan kotak makanan besar membuat Natsu mengeluarkan air liur karena, lapar beruntung Erza menahannya "yah setidaknya ini membantu"

"Terima kasih" balas Irene tersenyum dan menerimanya

Sebelum mereka pergi Shizuka memberi ciuman di kening Natsu dan membuat pemuda berambut pink itu bertanya-tanya namun, yang lain hanya tertawa melihat reaksinya dan semuanya akhirnya saling melambaikan tangan masing-masing.

"Ahh selesai juga" Natsu menutup mata denga raut wajah bosan

"Tadi, itu lumayan untuk misi tim pertama kita" Erza memakan kue yang entah ia dapat dari mana.

"Ngomong-ngomong kita ke sana bagaimana?" tanya Happy

"Tentu saja kereta" balas Irene membuat Wajah Natsu berubah Hijau.

"Oh tidak! Selamatkan aku!"

"Berjuanglah Natsu"

"Tenang saja aku akan membuatmu lebih baik!"

"Aye!"

"KALIAN KETERLALUAN!".

.

.

XXXXXXXXXXXXX XXXXXXXXXXXXX

.

.

- Magnolia ( Guild Fairy Tail )

"Hmmm jadi begitu?" Makarov mengangguk dia membaca berkas laporan misi dan dia juga cukup terkejut ketika mendengar semua misi yang terjadi dari awal sampai akhir "kerja bagus kalian pulang dengan selamat dan misi pun berakhir sukses"

"Yah kami cukup terkejut juga pada misi waktu itu" balas Irene "yah waktu itu kita sempat berfikir untuk membatalkannya tapi, Natsu bilang ini sudah terlanjur jauh yah jadinya di lanjutkan saja"

"Hahahaha anak itu" Makarov tertawa lebar "anak itu keras kepala jika A tetaplah A baiklah misi selesai kalian boleh kembali".

"Hei, Natsu nanti temani aku belanja kue" tawar Erza Natsu tampak sedikit berfikir "aku akan membelikanmu daging" Erza tau Natsu harus diiming-iming sesuatu.

"Yosh! Baiklah!" Natsu mengangkat tinjunya.

"Ayo!"

"Yeahhh!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Hahaha akhirnya selesai juga tapi, tak nyangka udah tamat yah aku apresiasikan dan ucapkan terima kasih hahaha kidding-kidding

Pm

.

RnR