Hahaha halo lagi aku kembali dengan saya Author yang eksistensinya tak di ketahui dan samar-samar (berarti hantu dong) hahah yah lupakan saja saya lagi fokus dan sekarang saya mau melamar ke sebuah pekerjaan yah doain saja semoga masuk dan aminnn! Yah jika updatenya tak seperti dulu maaf yah.
Yah aku mah gak terlalu mikiran soal itu hhmmm! Aku sih pernsh ngeliat anime yah lupa lagi si cowok dan si cewek udah bersama dari kecil tapi, pas gede si cewek nikah ama orang lain dan aku tau si cowoknya pemalu yah gak konsisten padahal si cewek dah ngasih kode banyak yh intinya cowoknya gak percaya diri (anime apakah itu? Ada yang tau?) jika ada yang tau tolong kasih tau Author anime apa itu soalnya dah lama sih di tontonnya.
Hahahaha aku enggak tau harus ngomong apa yah waktu itu tapi, yah semoga sehat selalu aja deh aku orang yang gak bisa banyak bicara dan panjang lebar kalau ngomong semaunya ajah dan langsung saja ke fic kita yang satu ini
Chapter 12 : Hargeon
.
...
.
- Hargeon X785
"Permisi tuan? Apakah anda baik-baik saja?"
Seorang kondektur kereta bertanya dia melihat kondisi tubuh Natsu yang sempoyongan di dalam kereta berkeringat hanya duduk dan matanya berputar-putar seperti gangsing
"Ini sudah biasa terjadi" balas Happy mengangkat tangannya.
"Aku kapok naik kereta lagi" Natsu menatap luar jendela wajahnya langsung berubah pucat dan menutup mulut "hughhhh!"
"Jika berita itu benar berarti Salamander harusnya ada di kota ini" Happy berjalan keluar tak mempedulikan keadaan Natsu.
"Beri waktu aku istirahat" Natsu menghela nafas nampaknya dia sudah mengeluarkan sesuatu dari mulutnya "harusnya aku ajak Irene untuk menghilangkan rasa mual ini" keluhnya biasanya jika dengan wanita itu dia tak mabuk karena, Irene memiliki sihir yang bisa menghilangkan rasa mual khususnya untuk seorang dragonSlayer.
"Okay" Happy menoleh kebelakang dan melihat Natsu yang masih di dalam dengan di perparaha kereta sudah mulai jalan membuat wajah DragonSlayer api ini shock "tampaknya aku terlambat"
.
.
.
.
Tak jauh dari sana lebih tepatnya di sebuah toko penjual alat sihir ada seorang gadis muda berambut pirang kuncir belakang, mata bulat coklat, mengenakan baju putih tanpa lengan, dan celana hitam ketat, dan beberapa kunci emas di samping pinggangnya dan orang itu sudah tak asing lagi bernama Lucy Heartfilia.
"Bukankah hanya di sini saja toko sihir yang ada?" Lucy memasang wajah bingung karena, yang dia cari tak ketemu
"Yah kebanyakan orang di sini hanya Nelayan dan jarang juga penyihir kemari" balas pedagang itu.
"Tch, aku hanya menyia-nyiakan waktuku saja" Lucy menghela nafas kecewa.
"Oh ayolah jangan begitu!" pedagang memasang ekspresi genitnya terhadap Lucy "di sini banyak sekali barang yang berguna kau pasti menyukainya?"
"Sebenarnya aku sedang mencari sebuah kunci" balas Lucy melihat-melihat.
"Mungkin maksudmu yang ini?" pedagang itu menunjuk sebuah kunci berwarna perak "ahh tapi, keliatannya ini tidak kuat sama sekali"
"Whoa!" Lucy Matanya berbinar senang "kira-kira ini kunci harganya berapa?"
"20000 jewel" jawab pedagang.
"Aku tidak mendengarmu?" Lucy pura-pura mengucek telinganya "kubilang berapa harganya?".
"20000 jewel"
"Kubilang berapa harganya?" Lucy dengan wajah genit dia melipat tangannya sambil menekankan payudaranya ke atas agar terlihat menonjol "tuan yang tampan?!"
.
.
Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
"Tch dia hanya memberiku diskon 1000 jewel" Lucy mendecik kesal sambil menarik kopernya "jadi, daya tarikku hanya di hadiahi 1000?!" saking kesalnya dia menendang tong sampah yang ada di depannya tapi, dia sedikit mendengar suara teriakan yang kebanyakan oleh perempuan "ada apa di sana yah? Ramai sekali"
"Pentiyihir terbaik di kota ini datang!"
"Itu Salamander-sama!"
"Salamander?!" Lucy menepuk tangannya sambil memasang wajah senang "penyhir api yang terkenal itu? Wahh! Ternyata dia ada di kota ini!?" dia langsung berlari menghampiri keremunan itu "semoga orangnya keren dan tampan"
.
.
"Guh! Aku harap itu untuk terakhir kalinya aku naik itu" Natsu berjalan sempoyongan efek dari mabuknya masih kerasa sampai saat ini dan juga terdengar suara perutnya yang keroncongan "dan parahnya aku lapar sekarang!"
"Dan kau selalu seperti ini jika naik kendaraan" Happy Sweatdrop "dan parahnya kita gak punya uang untuk beli sesuatu"
"Mungkihkah yang di sebut salamander itu Igneel kan?" Natsu memasang raut wajah bosan "semoga berita itu benar adanya"
"Menurut rumor yang beredar sih mereka menyebut 'Naga api' dan sepertinya itu benar" balas Happy.
"Lihat sepertinya itu di sana" Natsu menunjuk keramaian dengan wajah senang dan langsung berlari kearah mereka
Ternyata itu bukan Igneel yang Natsu cari melainkan seorang laki-laki berambut biru, dengan tatto di bagian dahi kanan, mengenakan jubah biru dan celana panjang jingga, kemeja putih.
'Huh?! Kenapa hatiku bergetar sangat kencang!?' Lucy hanya blushing seperti melihat idola 'apakah karena, dia penyihir terkenal?' dia memegang dadanya yang tak berhenti berdetak 'apa mungkin aku sedang jatuh cinta?'
"Igneel!" teriak Natsu yang muncul dari keramaian tapi, yang dia lihat bukan Naga yang ia kenal melainkan orang lain "huh siapa kau?!".
" ehh!?" Lucy shock dan sadar tapi, dia melihat pemuda berambut pink dengan bekas luka mata di bagian kiri
"Seperti yang kau lihat aku ini Salamander!" jawabnya dengan ekspresi keren tapi, Natsu masa bodo dan langsung pergi membuat lelaki itu jawdrop 'ngeluyur begitu saja!'
Duaghh!
"Kau tidak sopan!"
"Minta maaf! Padanya!".
" arghh! Dasar kurang sopan!".
Yang terjadi sepersekian detik kemudian Natsu langsung di kerumuni wanita yang marah ini membuat Natsu bingung yang tak bisa di jelaskan.
"Ternyata bukan dia yah?!" balas Happy melihat wajah cuek Natsu.
"Aku sangat menghargai penyambutan kalian tapi, maaf ada harus pekerjaan yang kuselesaikan di pelabuhan" 'Salamander' ini menjetakan jarinya membuat api yang berbentuk Karpet entah kenapa, Ekspresi wajah Lucy kini berubah kesal ke orang tadi "aku permisi dulu dan juga aku mengundang kalian untuk pesta makan malam di pelabuhan"
Wushh!
"Lain kali kalau ketemu lagi akan kutendang dia" Natsu memasang wajah jutek "tapi, siapa dia?!"
"Orang itu menjijikan!" celetuk Lucy dan membuat dua orang tadi menoleh ke arahnya "tapi, terima kasih atas pertolongannya aku akan mentraktir kalian sebagian imbalannya telah menyelamatkanku" dan gadis pirang itu memasang wajah senyum di wajahnya
"Huh?"
.
.
Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
- Restaurant
"Kwahhh yworahng dwang ncaikk! (Kau orang yang baik) " Natsu bicara sambil mulutnya penuh makanan kalau ada Erza mungkin kelakuannya ini sudah kena bogem dan Happy tak bicara hanya mengemut ikan
"Yah aku tau kalian Natsu dan Happy kan? Haha" Lucy tertawa aneh melihat tingkah orang labil di depannya "aku tau kalian lapar setidaknya pelan-pelan donk!" tapi, entah kenapa nama itu sangat tak asing di telinganya.
"Jadi, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Natsu memegang daging besar di tangannya.
"Aku seorang penyihir dan kebetulan aku ingin masuk ke sebuah Guild" Lucy menjawab agak ragu takut Natsu tak percaya namun, orang itu hanya meng oh kan saja "dan kebetulan aku berada di kota ini dan Si Salamander itu menggunakan sihir pemikat untuk menarik perhatian dan jika saja kalian tak muncul mungkin, aku sudah terkena sihirnya dan itu sangat menjengkelkan! Dan ngomong-ngomong bukankan kalian mencari seseorang di sini?"
"Ahh iya" Natsu mengangguk wajahnya berubah kusut "tapi, yang kita temui bukanlah orang yang kita cari"
"Memang orang seperti apa Igneel itu?" tanya Lucy penasaran
"Dia itu Naga bukan manusia" jawab Natsu membuat Lucy hening sesaat.
"Ehhhhh!" Lucy meloncat kaget "yang benar saja! Mana ada Naga di kota ini tau!"
"Kau tak tau karena, belum pernah melihatnya" Natsu pokerface entah Happy berbicara tentang keanehan Lucy.
"Sepertinya aku harus pergi ada sebuah urusan yang harus kuselesaikan" Lucy menaruh beberapa embar uang di meja "dan lakukanlah urusanmu semoga harimu menyenangkan!"
"Terima kasih!" Natsu dan Happy bersujud membuat gadis itu berteriak malu.
"JANGAN SEPERTI ITU!"
.
.
Lucy sekarang duduk di bangku taman dengan membaca majalah Soccerre yaitu majalah mingguan khusus penyihir
"Huh, Fairy Taill buat masalah lagi?" Lucy membuka halaman satu persatu "menghancurkan menara jam?, merusak rumah keluarga Devlon, dan membakar 7 rumah? Bwahahahaha! Ini sudah sering terjadi!" dia tertawa lepas sambil tiduran "tapi, mereka adalah Guild yang terbaik!"
'Tapi, nama Natsu tak terasa asing bagiku' batin Lucy dia melihat penampilan Natsu terasa familiar di waktu kecil sambil melamunkan wajah lelaki itu 'gahh! Tapi, rambut pink, syal di leher, dan topi jerami? Bukankah itu kau Natsu yang pertama kali bertemu danbermain denganku di waktu kecil? Meski hanya sebentar Tapi, jika benar apakah dia lupa padaku? Tidak, aku tau dia hanya tak ingat karena kondisiku sudah berbeda tapi, aku tetaplah aku setidaknya dia tak berubah masih kekanakan hihihi!"
"Aku dengar kau ingin bergabung dengan Fairy Taill yah?" 'Salamander' muncul dari dalam semak dan berjalan ke arahnya membuat Lucy kaget "oh nona sudah lama aku menantikanmu kami sangat menantikan gadis cantik sepertimu ke kapal kita"
"Huh?" Lucy raut wajahnya berubah kesal saat melihat orang itu "dengar yah, kuberitau satu hal, aku takkan terpengaruh lagi kedua kalinya atas sihir yang menjijikan itu"
"Aku sudah tau itu ketika melihat matamu" 'Salamander' ini mengedipkan matanya dengan ekspresi genit "bagaimana kau ikut denganku mungkin, kau akan jadi selebritas di sana".
" aku ingin jadi penyihir bukan selebriti" Lucy berbalik badan dengan wajah bosan "ahh kau ini buang waktuku saja"
"Tunggu... Bukankah kau igin bergabung dengan Fairy Taill ?" tanya 'Salamander' membuat Lucy menghentikan langkahnya tampak seringai di wajah lelaki itu "apa kau pernah dengan Salamander dari Fairy Taill?"
"Ya pernah" Lucy berkeringat tapi, wajahnya berubah menjadi kegirangan "be-berarti ka-kau salah satu penyihir Fairy Taill?"
"Tentu" 'Salamander' mengangguk tersenyum "nanti kutanyakan master dulu tapi, kau datang yah ke kapalku akan kukenalkan pada teman-temanku nanti" lelaki itu langsung berlalu meninggalkannya
"Wohooo! Aku bisa bergabung dengan Fairy Taill!" Lucy berteriak kegirangan tapi, dia tak tau bahaya yang mengintai kepada dirinya.
.
.
Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
- Malam Hari
"Huahhh! Aku kenyang!" Natsu memegang perutnya yang buncit setelah makan banyak tapi, pikiran dia langsung berubah serius ketika melihat Lucy pertama kali 'Lucy? Namanya yang tak asing dan baunya juga serasa familiar bagiku' dia berniat bertanya ke partnernya yang ada di dalam namun, saat ini partnernya sedang menghibernasikan diri.
"Aye!"
"Oh iya kudengar ada pesta yang di buat Salamander itu" Happy menunjuk ke arah kapal "dan keliatannya banyak makanan di sana"
"Kau saja yang kesana aku tak mau" Natsu menempelkan kepalanya ke tembok dengan wajah malas.
"Hei kudengar Salamander sedang buat pesta lho!"
"Salamander?".
" kau tak tau di penyihir terkenal dari Guild terkenal Fairy Taill!"
"Fairy Taill? Wah itu hebat!".
" Fairy Taill huh?" Natsu memandang ke arah kapal dengan wajah serius.
.
.
- Di Kapal 'Salamander'
Sekarang kapal yang tengah membawa banyak Wanita ini tengah berjalan mereka mengadakan pesta sementara Lucy dia berada di ruangang khusus mengenakan Gaun onepiece hitam, yang menampakan punggung dengan bagian sisi kanan yang terbuka
"Jadi, Namamu Lucy cukup indah sekali" puji 'Salamander' ia memberikan segelas Wine "untuk mengapresiasikannya silahkan minum"
"Terima kasih" Lucy menerimanya pada saat itu hampir ke mulutnya langsung dilemparkannya kembali dan wajahnya berubah serius "apa maksudmu ini? Kau memasukan obat tidur ke dalamnya"
"Bagaimana kau bisa tau?" 'Salamander' cukup terkejut.
"Dengar yah! Aku tertarik kesini karena, kau mengajakku ke Fairy Taill" balas Lucy dengan suara marah "dan aku tak tertarik jadi lelakimu atau semacamnya"
"Begitu yah seharusnya kau diam saja" 'Salamander' memberi Lucy Deathglare tampak seringai jahat di wajahnya "kau berada di kapal budak dan akan dijual setibanya di bosco"
"Apa?! Bosco!" Lucy merasa terkejut dia merasakan kedua tangannya di pegang orang-orang berbada besar "kupikir kita akan Ke Fairy Taill grrr! Kau menipuku rupanya!" dia memberi Deathglare balik.
"Salahmu sendiri kau mudah percaya sama orang yang baru kau kenal" balas 'Salamander' mengambil kunci Lucy dan membuangnya ke Laut "kalian ikat dan dia akan kita jual mahal"
'Dia penyihir terburuk! Yang pernah kutemui!' Lucy menggertakan giginya sendiri air mata perlahan mulai muncul dan tampak wajahnya terlihat ketakutan tapi, dia teringat wajah teman masa kecilnya walau sebentar 'Natsu, jika itu kau kumohon! Tolong aku dan keluarkan aku dari sini!'.
*Crash!
Langit kapal runtuh dan menampakan Natsu yang datang dari atas Lucy yang melihatnya langsung berubah wajahnya menjadi senang.
"Grrr! Bocah itu lagi" 'Salamander' terlihat kesal melihat Natsu.
"Kau?!" Natsu menoleh ke arah 'Salamander' dengan membenarkan topinya
"Lucy! Ayo keluar dari sini!" Happy langsung membawa terbang gadis itu keluar dari kapal.
"Tapi, bagaimana dengan Natsu?" protes Lucy
"Tangkap wanita itu akan jadi, masalah besar jika ketahuan!" perintah Salamander kepada anak buahnya.
"Lucy aku ingin berbicara satu hal" celetuk Happy membuat Lucy menoleh "sebenarnya sayapku ini ada batasnya" secara paksa dia menjatuhkan Lucy dan membuat gadis itu berteriak
"BAKA NEKO!"
"OPEN GATE : WATER BARRIER AQUARIUS!"
Lucy berhasil menemukan kuncinya dan memanggil wujud duyung biru, berambut biru panjang, membawa Guci emas di tangannya.
"Aquarius tolong gunakan kekuatamu untuk membawa kapal ke pantai" perintah Lucy namun, hanya di balas dengusan kesal dari duyung itu "jangan hanya 'TCH' saja! Bantu aku!"
"Dengar yah nona" Aquarius memberinya Deathglare tajam "jika, kau menjatuhkan kuncimu lagi aku tak segan akan menghukummu!"
"Ba-baik"
"ROARGHHHH!"
Aquarius mengangkat gucinya dia langsung membuat Tsunami besar dan membawa kapal itu masuk ke dalam lantai dan termaksud Lucy juga.
"Jangan bawa aku juga payah!" Lucy berteriak kesal
"Maaf aku berlebihan" Aquarius menepuk dahinya "jangan panggil aku dalam seminggu karena aku ingin berkencan dengan pacarku" dia mengulang kalimatnya di bagian akhir dan menghilang.
"Aku tak ingin dengar itu!" Lucy sewot
"Jadi, kau dari Fairy Taill huh? Jika benar maka tunjukkan tatto itu" Natsu menunjukan lambang guildnya "karena, aku juga dari Fairy Taill tapi, aku tak pernah melihatmu?"
"Ehhh Natsu dari Fairy Taill" Lucy sedikit terkejut
"Dia juga penyihir lho!" jawab Happy.
"Bora tanda itu sungguhan!"
"Bodoh jangan beri tau namaku seenaknya!" orang yang di ketahui bernama Bora memukul anak buahnya.
"Bora the Prominence? Bukankah dia di keluarkan secara tak terhormat dari Guildnya" jawab Happy "karena menyalah gunakan sihirnya untuk yang tidak baik"
"Jika kau bukan dari Fairy Taill berarti kau kriminal" Natsu menghirup nafas
"KATON : HIO FUUKIMASU!"
Wushhh!
Natsu membuat semburan api besar dan membakar Bora beserta anak buahnya
"Sihir Natsu tipe api tapi, selain api ada banyak yang lain" jawab Happy "dan dia juga di kenal sebagai Salamander" membuat Lucy hening
"Selesai!" Natsu menoleh kebelakang dan memberi sapaan hangat kepada gadis yang di kenal "yo! Hihihi lama tak berjumpa kau banyak berubah"
"Yah, kaupun sama" balas Lucy dengan rona merah tipis di wajahnya.
"Kau menyukainya!" ledek Happy namun Natsu tak terlalu begitu peduli.
"TAHAN DI SANA KRIMINAL!"
"ada apa ini?" tanya Lucy nendengar suara teriakan.
"Tampaknya tentara Kerajaan" Natsu menarik tangan Lucy "ayo kita pergi dari sini"
"Kemana?".
" tentu saja Fairy Taill "
"Aye!"
Sebelum Natsu pergi dia menyemburkan apinya kembali ke para tentara kerajaan itu alhasil baju Armor yang mereka kenakan menghilang dan mereka bertelanjang bulat membuat semuanya panik dan berlarian gak jelas ke sana kemari dan Lucy hanya pokerface atas tingkah berlebihan temannya ini
Dan para penduduk yang melihat ini juga terkejut atas kejadian orang berlarian tanpa busana, beberapa dari mereka menutup mata anaknya agar tak melihat sesuatu yang mengerikan macam itu.
.
.
Xxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxx
.
.
- Ruang rapat Dewan
Brakkk!
"Lagi-lagi Fairy Taill lagi mereka terlalu berlebihan menghancurkan pelabuhan!".
" bukan hanya itu saja mereka membuat malu pasukan kita dan menjadi tak becus dengan membuat mereka telanjang"
"Tapi, jika tak ada mereka Bora dan yang lainnya tak bisa di tangkap atas kejahatan mereka menjual manusia!"
"Biarkan saja mereka seperti itu" Siegrein menghela nafas melihat pertengkarang gak jelas di depannya "aku malah menyukai orang-orang seperti mereka karena, jika tak ada orang seperti mereka"
"Maka dunia akan terasa Hambar"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Hahahaha sukses juga yang gak suka dengan ide ceritaku dan pairnya juga di mohon Getout tanpa membuat sampahan Review gak jelas di fic karena, saya gak butuh ocehan gak jelas (sorry terlalu berlebihan)
See ya!
Pm
.
RnR
