Halo semua kembali kepadaku yang penuh absurd ini yang setiap hari baca majalah hentai (oke abaikan yang tadi) yah entah hoax atau enggak aku pernah denger situs sih yh situs ini bukan situs sembarangan yang bisa di lacak Google yh ada cara khusus untuk masuk ke dalam situs itu maksudku hanya orang dengan IT tinggi yang bisa yah semacam Hacker gitu lah.
Pernah dengar Red Room? Atau Death Girls? Jika pernah mungkin kalian sudah tau situs ini tapi, aku juga belum kesana bukan gak bisa tapi, takut tau sendiri itu situs bahaya banget apalagi buat orang awam jika, kalian tak tau apa situs ini jangan pernah mencobanya kesana apalagi sampai melihatnya
Selain itu ada alasan lain kenapa situs itu gak bisa di jangkau yah gak Free dan maksudnya juga gak semudah login Facebook yah berbayar tapi, aku gak nyaranin kontennya gak usah di tanya yah aku pernah minta foto ama videonya dari temen di FB katanya dari situs itu ahhh jika aku ceritain gak bisalah gak kuat akunya.
Yah itu intinya aku gak mau terlalu nyelam kesana yah kalo di kategoriin sih situs Ilegal yang gak sah yah wajar saja isi kontentnya bukan tentang edukasi anak :v melainkan sesuatu gangguan mental aku saranin jangan tapi, itu hak kalian jika ingin kunjungi itu terjadi sesuatu buruk resiko kalian tanggung sendiri.
Oke cukup seramnya kita langsung saja.
Chapter 12 : Welcome Fairy Taill & Macao Day Break
.
...
.
- Fairy Taill ( Pintu Masuk )
Sekarang terlihat lelaki berambut pink yang tertutup topi jerami, dan di sampingnya gadis berambut pirang, dan kucing biru berterbangan mengelilingi mereka.
"Yah selamat datang!" Natsu menunjuk Gedung atau Guild "inilah Fairy Taill!"
"Whoa!" Lucy memasang wajah kagum melihat bangunan di depannya "jadi, ini bangunannya? Sungguh besar!"
"Baiklah" Natsu pergi masuk "kau tetap di belakangku biar aku urus ini"
(Dalam Guild)
Kondisinya di dalamnya sangat ramai banyak yang mengobrol dan bahkan sambil minum kondisinya masih cukup tenang tampak belum ada keributan atau barang-barang berterbangan di udara.
"Lisanna-chan! Tiga birnya"
"Oke" Lisanna membawa nampan berisi bir dia mengenakan celana biru pendek, dan kaus merah muda.
"Lisanna-chan!" panggil Wakaba genit dia menghembuskan asap dan berbentuk sebuah Hati "Mira-chan sedang tak mau berkencan bagaimana kalau kau jalan denganku?" mengundang protes dari member lain.
Lisanna hanya tertawa namun Mirajane di belakangnya mendecak kesal dan tubuhnya berasap dan merubah wujudnya menjadi Istri Wakaba.
"Bukankah kau sudah punya istri?"
"Gah! Jangan begitu donk!" teriak Wakaba ketakutan mengalihkan pandangannya beberapa orang hanya menertawakannya.
"Dengar yah!" Mirajane kembali ke wujud normal "Lisanna sudah memiliki orang yang dia suka dan jika kau tanya aku yah sama seperti Lisanna aku memiliki orang yang kusuka juga" dia berlalu sambil memberi kedipan beberapa member lainnya shock berlebihan dengan mulut menganga mendengar ini dan berfikir lelaki mana yang telah mengambil Hati gadis model ini.
"Ya ampun Mira-nee!" Lisanna hanya memegang pipinya yang bersemu pink dia tau yang orang di maksud kakaknya 'selain itu kau juga sama Mira-nee tapi, aku pura-pura tak tau saja'
Brakkk!
"AKU PULANG!" Natsu berteriak sambil membuka pintu Guild dengan kelakuannya yang tak patut di tiru ini sementara Lucy di sampingnya masih dengan wajah Kagum.
"Halo Natsu, Happy selamat datang" sapa Lisanna tersenyum namun, matanya terfokus ke gadis pirang yang berada di sampingnya 'siapa dia? Tampaknya dia cukup mengenal Natsu'
"Hei Natsu kudengar kau menghancurkan Hargeon lagi hahaha itu yang kubaca dari kor-" Krov tertawa tapi beberapa saat sebuah bayangan mendekat kewajahnya "ran..." dan orang itu terhempas jauh dari posisinya
"BRENGSEK KAU! informasi yang kau berikan tentang Salamander salah!" Natsu langsung menendang keras wajah orang itu dengan ekspresi kesalnya.
" ya ampun Natsu jangan berlebihan kau akan merusak Guild" Lisanna tersenyum dia sudah terbiasa melihat kondisi Guild
"Memang ini sudah rusak!" Wakaba panik.
"Wah jadi ini Fairy Taill!" Lucy seperti biasa masih terkagum tak mempedulikan kericuhan yang terjadi di depannya.
"Natsu sudah pulang!? Ayo kita lanjutkan pertarungan kita yang tertunda!" lelaki berambut hitam muncul di samping Lucy mengenakan kalung dan hanya berboxer saja.
"Gray! Apa kau berjalan seperti itu?" celetuk Wanita berambut panjang coklat membuat lelaki itu Shock "kau ini tak punya tata krama seperti biasa" dia langsung meminum bir dari gentong langsung membuat Lucy melotot.
"Ada apa ini ribut-ribut?" lelaki tinggi besar, berambut putih, mengenakan jacket hitam "kalian ini seperti anak kecil saja berlagalah seperti laki-laki" dan menuju dua orang yang tengah berkelahi.
Duaghh!
"Menyingkir kau!" Gray dan Natsu langsung menghajarnya membuat lelaki itu terbang entah kemana "dan, urusi saja urusanmu!"
"Hmm!? Ribut sekali di sini?" celetuk lelaki berambut coklat mengenakan kacamata dengan gaya cool.
"Tidak mungkin!" Lucy terkejut melihat figure lelaki itu "dia Loki dari peringkat atas majalah mingguan penyihir dia, sangat?! Keren yang di bicarakan"
"Kalian tunggu di sini aku akan ikut bertarung" Loki memasang wajah konyol di gandeng dua wanita.
"Semoga beruntung!"
"Bersenang-senanglah!"
"Tampangnya doank menipu!" Lucy mendesah menempelkan kepalanya ke lantai "adakah orang yang normal di sini"
"Oh kau orang yang di bawa Natsu?"
Lucy melihat gadis berambut pendek berwarna putih berjongkok di hadapannya sambil memasang wajah tersenyum.
"Wow! Orang normal akhirnya!" Lucy terkagum melihat wujud gadis manis di depannya "kau manis tapi, entah kenapa wajahmu terasa familiar?"
"Hmmm terima kasih fufufu mungkin maksudmu Mirajane? Yah dia kakakku" jawab Lisanna dia memasang wajah tertawa
"Wow! Tapi, aku tak menyangkan Mirajane punya adik pantas saja kau manis" puji Lucy dan orang yang di maksud muncul di belakang Lisanna mengenakan Gaun merah.
"Halo!" Mirajane tersenyum lembut.
"Kyah! Mirajane! Orang yang asli! Kau begitu cantik!" Lucy dengan mata berbinar dan gaya Fangirl tapi, dia menoleh ke arah keributan "kenapa tak kalian hentikan? Bukankah itu akan menghancurkan perlatan yang ada?"
"Tenang saja ini sudah biasa terjadi kok... Dan" Lisanna tersenyum dia menunduk menghindari sebuah botol yang melayang ke arahnya tapi, botol itu mengenai kepala Mirajane dan membuat wanita itu ambruk.
"Kyah! Mirajane-san!" Lucy panik menghampiri wanita itu.
"Ini menyenangkan" Mirajane tersenyum dia tak mempedulikan sebuah darah yang mengalir dari kepalanya.
"Itu menakutkan!" Lucy melotot shock
Tapi, setelahnya Gray terhempas ke arah meja yang berada di sisi Lucy dengan kondisi bugil membuat gadis itu shock dan tersangka utamanya Natsu hanya tertawa sambil memutar boxer lelaki itu.
"Ahhh tidak lagi!" Gray sedikit panik melihat tubuhnya bugil tapi, menoleh ke arah Lucy dengan wajah tersenyum "permisi nona, bisakah kau ambilkan celana dalamku?"
"AMBIL SENDIRI!" Lucy menonjok wajah lelaki itu.
"Ya ampun tidak bisakah kalian sopan sedikit?" Loki dengan gaya Cool mengendong Lucy dengan gaya Brydal Style "tubuhmu bagus, apakah kau seorang model?"
"Gak waras semuanya!"
"Bisakah kalian bertarung dengan jantan!" teriak Elfman mengepalkan tangan beberapa saat kemudian wajahnya terkena tinju Natsu.
"Ahhh kalian keterlaluan tak bisa membuatku tenang" Cana mendesah dia tampaknya ikut-ikutan dalam kekacauan ini "sebaiknya kita selesaikan ini dan aku bisa minum dengan tenang"
Dan tak lama masing-masing dari mereka mengeluarkan kekuatannya Gray dengan sihir Es, Cana dengan kartunya, Elfman setengah sihir setengah Take-over, Loki sihir cahaya, dan Natsu dengan segel tangan yang siap mengeluarkan apapun.
"KUBILANG SEMUANYA CUKUP!"
"MONSTER!" Lucy terkejut melihat bayangan besar di belakangnya dan orang-orang yang tadinya ingin berkelahi semuanya terdiam.
"YAHAHAHA! KALIAN SEMUA PENCUNDANG! aku berarti yang menang!" Natsu yang tampaknya tak begitu peduli situasi yang terjadi intinya dia menang.
"Oh kau di sini Master?" tanya Mirajane membuat Lucy shock.
"Hm? Pendatang baru?"
"I-iya!"
Perlahan wujud bayangan besar itu bergetar dan menjadi wujud kakek kecil mengenakan topi aneh dan baju normal.
"Hai aku Master Fairy Taill Makarov" dia meloncat ke atas lantai dua sambil memegang sebuah kertas.
"Lagi-lagi kalian membuat kesalahan dan aku mendapat teguran dari dewan!" Makarov kesal sambil membaca sebuah surat "Gray! Kau membrantas organisasi penyelundup barang tapi, kau malah kabur dan mencuri celana dalam yang di jemur milik seseorang!"
"Bukankah lebih bagus daripada telanjang di jalan!" protes Gray.
"Alangkah lebih Bagusnya kau mencari punyamu sendiri daripada mengambil punya orang!" Elfman Sweatdrop.
"Dan Elfman! Tugasmu mengawal seseorang tapi, kau malah menghajarnya!" Makarov geleng-geleng sementara yang di tuduh hanya diam seribu bahasa sambil menggaruk pipi "Cana, kau menghabiskan 15 gentong milik pemerintah, dan Loki kau malah merayu cucu dari salah satu anggota dewan" Cana mendecik kesal Loki hanya berkeringat dingin
"Dan Natsu!" Makarov menekankan suaranya menyebut nama ini "menghancurkan rumah keluar Devlon dan 7 rumah di sampingnya, membakar sebuah Gereja, menghanguskan menara jam dan menghancurkan separuh pelabuhan Hargeon dan membuar para tentara kerajaan telanjang!"
"Sebenarnya itu ulah Lucy untuk pelabuhan" celetuk Happy Lucy sempat protes
"Tapi,... Persetan dengan itu!" Makarov membakar kertas di tangannya "kekuatan di gunakan untuk mengatasi masalah bukan mencarinya jika, masalah tak bisa di selesaikan dengan cara biasa maka gunakan kekerasan karena, kita ini penyihir dan beginilah cara kerja kita tak perlu khawatir dengan dewan itu lakukanlah yang menurut kalian benar karena, kita ini Fairy Taill!"
"Hahaha!"
"Itu benar!"
"Yeah!"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxccxxxxxxxxx
.
.
( Beberapa jam kemudian setelah kejadian tadi)
"Kudengar kau di juluki Salamander di kota yah Natsu?" tanya Lisanna dia menopangkan dagunya "yah sepertinya julukanmu itu cocok denganmu, ngomong-ngomong setelah ini bisakah kita jalan-jalan"
"Lain kali saja" tolak Natsu mulutnya masih penuh dengan makanan "oh ya di mana Irene, dan Sorano?"
"Irene dia pergi kemarin tapi, entah kemana dan Sorano dia di tugaskan oleh Master pergi misi bersama Erza" jawab Lisanna dahi Natsu berkerut karena, misi yang di lakukan dua orang itu pastinya tak berjalan lancar.
"Jadi, kau ingin masuk di sini?" tanya Mirajane Lucy mengangguk "pilihlah warna yang kau suka kita di sini bebas untuk menentukan warna dan tempat Tatto"
Lucy melihat ke arah Natsu yang asik makan dan mengobrol dengan Lisanna "yah aku pilih pink di atas telapak tangan!"
"Pink?" Mirajane berfikir tapi, dia menyadari tatapan Lucy tadi mengarah ke arah DragonSlayer yang ada di sana dan dia sudah tau pandangan apa yang di maksud gadis itu tapi, dia segera menempelkan Tatto Guild "baiklah selesai!"
"Hei, Natsu lihat Tatto ini bagus kan?" Lucy menunjukan Tattonya dengan wajah berseri.
"Oh itu keren Luigi!" Natsu tampaknya tak begitu tertarik dan melanjutkan makannya.
"Itu LUCY!" Protes Gadis itu sewot.
'Ini buruk tampaknya gadis itu menyukai Natsu juga, Erza dan Lisanna sudah buruk di tambah rumor yang menyebar salah satu anggota dewan juga sama tapi, aku tak bisa membiarkan mereka begitu saja memiliki Natsu' Mirajane tersenyum hanya menatap lelaki itu 'tapi, aku tak bisa diam begitu saja memendam perasaanku ini fufufu! Tampaknya di sini bakal ada persaingan tapi, aku takkan membiarkan kalian memilikinya meski itu adikku sendiri'
"Ahhh aku akan kerja karena, uangku sudah habis" Natsu beranjak ke papan permintaan "tapi, mana yang bagus yah hmmm?... Ah 18000 Jewel membasmi pencuri kedengarannya bagus" tapi, dia mendengar suara anak kecil mengeluh dan menoleh.
"Menyerahlah Romeo ayahmu ini baik-baik saja dia ini seorang penyihir!" jawab Makarov menjawab keluhan anak salah satu anggota Guildnya.
"Katanya dia pulang tiga hari tapi, ini sudah seminggu" jawab Romeo dengan mata berair "bisakah kirim seseorang untuk melihatnya? Aku sangat khawatir dia belum kembali"
'Misi di gunung Hakobe? Waktu tiga hari tidaklah cukup' Pikir Natsu.
"Ayahmu ini seorang penyihir!" bentak Makarov "dia bisa menjaga dirinya sendiri sebaiknya kau pulang dan minum susu sana!"
"Baka!" teriak Romeo meninju wajah kakek tua itu "kalian semua benar-benar tak adil dan kelewatan!" dia berlalu pergi tapi, Natsu langsung menggengam kertas itu dan menempelkannya hingga membuat tembok rusak.
"Hei, Natsu kau jangan merusakan papannya!" komentar Nab melihat Natsu pergi "Master tampaknya Natsu akan melakukan sesuatu yang buruk"
"Hah, tak masalah" Makarov menghela nafas sambil menghisap cerutu "jika kita mencegahnya malah akan merepotkan jadi biarkan saja dia bertindak sesuka hatinya"
"Ada apa dengan Natsu?" tanya Lucy menyadari tingkah aneh sahabat kecilnya ini.
"Mungkin Natsu melihat versi dirinya seperti Romeo-kun" jawab Lisanna dengan ekspresi sedih "ayah Natsu sama seperti ayah Romeo yang tak pernah kembali sejak saat itu!".
" tunggu yang di maksud Igneel seekor Naga itu?" tanya Lucy Lisanna mengangguk"berarti yang dia bicarakan itu benar dia di asuh seekor Naga?"
"Dia sudah lama dari kecil sudah di rawat seekor Naga dia juga tak tau Orang tua aslinya namun, Natsu menganggap Igneel sudah sebagai orang tua aslinya tapi, suatu hari dia menghilang dan tak pernah kembali dan waktu pertama kali bergabung dia berteriak bahwa suatu hari dia akan menemukannya" jawab Mirajane sambil mengelap gelas dan mendekatkan wajahnya "bukankah dia manis?"
"Ehh, yah begitu umm manis dan Lucu" jawab Lucy Ragu-ragu pipinya bersemu pink tipis tapi, Mirajane tertawa kecil melihat reaksinya dia tau dugaannya benar.
"Natsu.."
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
Sementara itu Natsu dan Happy melakukan perjalanan mereka untuk melihat Macao karena seminggu orang itu tak kembali tentu saja mereka menaiki sebuah kereta kuda yang paling di benci Natsu dan di temani Lucy atas saran Mirajane dan alasannya misi pertama membantu Anggota yang lain.
"Kau kasian, tak adakah cara lain untuk menolongnya?" tanya Lucy melihat Natsu yang tiduran sambil menahan mualnya.
"Kalau Erza biasanya sering memangku kepala Natsu dan mengelus rambutnya" jawab Happy dia mengingat betul kejadian itu
"Okay" Lucy menoleh ke arah Natsu "Natsu kenapa kau tak kemari dan tidurlah disini?" dia menunjuk pahanya.
"Benarkah?" tanya Natsu Lucy hanya mengangguk dan lelaki itu langsung tidur di pangkuannya sementara gadis oirang ini jari-jemarinya memainkan rambut pink itu.
"Uh terima kasih!" Natsu langsung mendengkur "ini terasa sedikit nyaman"
'Rambut yang hangat' Lucy tersenyum dia mengelus rambut lelaki itu 'benar kata Mirajane dia manis apalagi tengah tertidur seperti benar-benar lucu!'
Setelah itu tak lama mereka sampai di Gunung Hakobe tapi, tak sampai dalam karena, cuacanya ekstrim sekali bisa di katakan banyak Salju dan musim dingin sedang datang dan tujuan lainnya ingin mengalahkan monster Balkan itupun jika ada.
"Disini dingin! Brrr! Komentar Lucy menggigil dia mengenakan selimut tebal tapi, tak ada rasanya.
" jika, kau dingin kenapa pakai pakaian terbuka seperti itu?" celetuk Natsu dia tampaknya biasa-biasa saja.
"KAU SENDIRI JUGA SAMA!" Lucy langsung sewot.
"OPEN GATE : BIG BEN HOLOGRIUM!"
Lucy memanggil jam besar membuat Natsu menganga Kagum dan gafis itu langsung masuk ke dalamnya dan tak merasa kedinginan.
"Dia bilang ingin pulang" Hologrium menjawab yang di bicarakan Lucy.
"Terserah kau!" Natsu tak begitu peduli berjalan terus sambil berteriak "MACAO! MACAO! DImana kau!"
Natsu terus berteriak dan tak lama ada bayangan besar dari atas dan meloncat mulai menyerang Natsu tapi, lelaki itu menahannya dengan tangan kiri dan menghajar Balkan itu dengan tangan kanan plus Bushou dan terlempar jauh.
"Itu Balkannya!" teriak Happy.
"MANUSIA CANTIK!" Balkan itu menunjukan ekspresi mesum ke arah Lucy tak peduli dengan kondisi memar wajahnya dan membawanya kabur beserta jam itu dan gadis itu hanya berteriak minta tolong walau tak terdengar oleh Natsu.
"Yosh!" Natsu perlahan menjadi cahaya kuning tubuhnya "rupanya dia bisa bicara kita susul saja dan selamatkan teman kita sekaligus menanyakan keberadaan Macao"
"Aye!"
( Di Dalam Gua)
Sementara itu Lucy terjebak di dalam gua diantara monyet yang terus memandanginya dengan tatapan tak wajar alias mesum masih beruntung dia di dalam Jam itu tapi, tak menutup kemungkinan di dalam keadaan bahaya juga jika Natsu belum datang.
"Mana Natsu? Tampaknya aku di bawa monster ini" keluh Lucy mencari keberadaan laki-laki itu tapi, dia selalu di tatap monster Balkan ini "oke monster ini mulai menatapku yang tidak-tidak" dia memasang wajah risik.
Cling!
Sepersekian detik kemudian Natsu muncul di depannya dan menendang Balkan itu hingga terhempas jauh dan beberapa saat Jam besar itu langsung menghilang.
"Syukurlah kau tepat waktu!" Lucy mengodok kantongnya dan mengeluarkan sebuah kunci emas "tapi, tampaknya monyet ini mengerti apa yang kau bicarakan"
"Yeah!" Natsu mengangguk "tadi dia juga sedikit merespon kataku hanya saja kau tau itu"
Balkan itu menunjuk apa yang di tanyakan Natsu dan mengarah ke sebuah Jurang begitu Balkan itu ingin mendorongnya Natsu refleks menghindar dan mengangkat Balkan itu melemparkannya ke belakang.
"Ya, ampun Monyet ini seperti manusia bisa menipu" keluh Natsu membetulkan topinya.
"Baiklah Giliranku!" Lucy kuncinya mulai bercahaya "OPEN GATE : THE GOLDEN BULL TAURUS!" dan tak lama muncul penggabungan Sapi dan Banteng membawa Kapak besar di punggungnya "Roh bintang yang terkuat di antara yang lain akan mengalahkanmu Monyet mesum!"
"Moo! Lucy-san dadamu terlihat lebih besar sekarang" Taurus memasang wajah sama seperti Balkan tadi Lucy menepuk dahinya dia tau hewan satu ini juga sama-sama mesumnya.
"Aku tak suka pria dan apa yang kau lakukan dengan wanitaku?"
"Wanitamu? Dengar yah a-"
Duaghhhh!
"ASTAGA! kenapa makin banyak saja monsternya!" Natsu tanpa pikir panjang langsung menghajar Taurus dengan tinju petirnya membuat sapi itu terhempas jauh dan tak berdiri lagi.
"Arghh! Dasar lemah!" umpat Lucy kesal dia menoleh ke Natsu dengan memasang wajah sama "dan kau juga! Apa-apaan kau seharusnya kau menyerang musuh bukan temanmu sendiri!" Natsu cuek dan mengabaikannya.
Balkan itu terlihat kesal dia mencabut batang Es di atas Gua dan melemparkannya Natsu diam saja sambil menyeringai membiarkan batang es itu melewati tubuhnya dan terbakar.
Dan Balkan itu kembali mengambil kapal Milik Taurus dia mengayunkan namun Natsu tak bergerak sama sekali yah serangan kapak itu hanya melewati tubuhnya saja dan tak melukainya sama sekali.
"Eh, kenapa dengannya serangan itu tak melukai Natsu sama sekali?" Lucy heran melihat kejadian di depannya
"Itu di sebut kekuatan Logia" jawab Happy tapi, Lucy tak mengerti "dalam wujud itu serangan apapun gak akan mempan terhadapa Natsu hanya sebuah tehknik khusus untuk bisa memukul atau menyentuh tubuh Natsu langsung dalam mode itu" Lucy melongo mendengar jawaba kucing ini.
Pada saat Balkan itu mengayunkan kapaknya lagi Natsu menahannya dengan satu tangan perlahan Kapak itu mulai membeku dan tak bisa bergerak.
"Hoammzz! Kau ini buang-buang waktu!, cepat katakan di mana Macao?" Natsu menguap tangan kirinya perlahan menjadi gumpalan merah berasap dan langsung menghajar Balkan itu tampak terdengar sesuatu yang berbunyi 'Csstt' dan bau gosong terbakar.
Duarrrr!
Dan setelah Balkan itu pingsan terkena tinju telak dari Natsu perlahan tubuhnya mulai mengecil dan membentuk sebuah tubuh Manusia yang rupanya itu adalah Macao.
"Ehhh, bagaimana bisa Monyet itu bisa berubah menjadi Macao-san?" tanya Lucy bingung.
"Dia di rasuki" jawab Happy "sihirnya hampir sama dengan milik Mirajane mengambil alih tubuh orang"
"Oi! Oi! Bangun bodoh!" Natsu menampar keras lelaki itu tak peduli kondisinya terluka "kau harus pulang! Anakmu khawatir tau!"
"Aku rasa pukulanmu tadi membuatnya terkena luka serius" jawab Lucy melihat Natsu yang masih terus menampar lelaki itu dan wajahnya menjadi pokerface "oi! Itu bukan membantu tau!"
"Dia di sini sudah cukup lama dan lukanya semakin dalam jika kita bawa ke klinik waktunya takkan sempat" sambung Happy Lucy memasang wajah sedih.
"Tak usah khawatir" Natsu di tangan kanannya membentuk gumpalan air dan langsung menekan ke tempat di mana luka di tubuh lelaki itu berada dan perlahan mulai bercahaya Lucy hanya bengong di buatnya.
"Ah! Hah! Hah!" Macao terbangun dari pingsannya "aku berhasil mengalahkan 19 monster itu tapi, yang terakhir hah! Hah! Tubuhku di rasuki oleh monster itu" Lucy hanya diam betapa kuatnya orang ini.
"Jangan bicara Nanti lukamu terbuka lagi!" Natsu sekarang telah berhenti menampar orang itu.
"Ugh! Bagaimana bisa aku kembali!" Macao memegang wajahnya dengan ekspresi kecewa "padahal aku sudah berjanji pada anakku sendiri aku tak boleh mengecewakannya"
"Jika, kau bicara lagi aku menendangmu sampai Guild!" Natsu terlihat tenang dengan nada bicaranya tapi, di dalam dia hanya sedih tapi, tak pernah di tunjukan.
"Fairy Taill benar-benar hebat"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Magnolia
Rome hanya duduk di bangku taman sedang menunggu orang yang di cemaskan memasang wajah khawatir dia teringat perkataan teman-temannya yang mengejek ayahnya.
"Penyihir itu payah mereka orang yan tak tau diri"
"Aku lebih baik jadi prajurit kerajaan daripada penyihir"
"Penyihir itu tukang minum dan mulut mereka bau!"
Beberapa saat dia melamun orang yang di khawatirkannya muncul dengan orang yang di idolakannya sambil menyapa tersenyum
"Yo!"
"Ayah!" Romeo berlari dan memeluk ayahnya dengan wajah senang "aku terlalu berlebihan meminta sesuatu tapi, aku atau ayah penyihir yang hebat"
"Maaf mengkhawatirkanmu" Macao membalas pelukan anaknya "tapi, jika mereka mengejekmu lagi katakan pada mereka bisakah ayah mereka mengalahkan 19 monster sendirian?" Romeo tersenyum mendengarnya dan menoleh ke arah kelompok yang pergi.
"Terima kasih! Kak Natsu dan Kak Lucy yang cantik"
Natsu mengacungkan jempolnya dengan tersenyum Lucy hanya melambaikan tangannya dengan tertawa atas salam perpisahan dan perkenalan sebagai member baru.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Rumah Natsu
Natsu sudah sampai di rumahnya yang berada jauh dari kota lebih tepatnya di tengah Hutan yah ini memang usul Natsu Happy saat ini mengikuti Lucy dan menginap di rumah gadis itu.
Begitu membuka pintu dia sudah mencium bunga Mawar perpaduan Strawberry yang khas tampaknya Irene sudah pulang dia sudah tau bau ini ketika dia masuk ke dapur dia melihat wanita itu mengenakan Celemek dengan rambut terurai panjang ke bawah sedang memasak
"Selamat datang Natsu? Bagaimana misimu?" sapa Irene melihat lelaki berambut pink itu.
"Yah seperti biasa sukses" Natsu mendekati wanita itu dengan air liur menetes "kau masak apa? Keliatannya Lezat"
"Yah kau tunggu saja!" Irene tertawa melihat tingkah kekanakan lelaki itu "aku akan memanggilmu jika sudah siap"
Beberapa saat kemudian Irene sudah menyelesaikan Masakannya ketika dia ke ruang tamu dia sudah melihat Natsu ketiduran di sofa tampaknya dia lelah menunggu sampai ketiduran wanita itu hanya tersenyum dan menghampiri lelaki itu mencium keningnya dan menyelimutinya
"Selamat tidur My Hero"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Yah akhirnya sudah selesai sorry yah buat pembaca yang nunggunya agak lama maklum mimin agak sedikit sibuk di duta (masa mbak?) yap yang nunggu lemon sebentar lagi ada jadi gak usah khawatir gak ada lemon (dasar hentai -_-)
Pm
.
RnR
