Halo aku ada lagi kembali kepadaku yang penuh dusta ama Durjana yang harus ku bohongi wkwkwkw (ngomong apa sih author-_-) oke yang nanya fic ini gak ada lemon mohon tunggu sebentar mungkin satu Chapter lagi setelah ini atau dua chapter lagi yah intinya sabar walau aku bukan tipe ahli pembuat wkwkwkwkwk.
Hmmmm seminggu lagi 17 Agustus pastinya banyak yang ikut lomba tapi, pasti ada yang bawa sepiring Nasi waktu lomba makan kerupuk mungkin, you know who is it yah jika sudah tau saya tak perlu menjawab tapi, intinya tanggal itu berkah buat orang-orang yang kantong menipis termaksud saya.
Ahhh bicara soal itu aku berniat Publish Fic Baru tapi, aku juga masih ragu untuk menuliskannya atau mangmang dan untuk UT aku lagi dalam kondisi WB benar pikiranku lagi Blank buat nerusin yah sorry ajah buat yang nunggu aku lagi gak bisa nerusinnya setidaknya ficku yang lain masih bisa terjalankan jadi, kita cukup bersyukur hihihihi
Hmmmm aku sekarang lagi posisi daftar kerja yah doakan saja aku di terima yah kalau kuliah aku belum ada biaya jadi, aku kerja ngumpulin uang yah doain semoga keterima jika enggak yah mungkin belum waktunya aku kerja tapi, jangan terlalu patah semangat hidupmah selalu optimis karena, kalau malu-malu gak akan sukses.
Chapter 13 : Mission Duke Everou
.
...
.
-Rumah Lucy yang baru di Beli
"Ahhh, senangnya aku menemukan rumah yang nyaman dan harganya tak terlalu mahal pula" ucap Lucy dia membersihkan rambutnya sehabis mandi "punya banyak kamar, Lantai kayu, dan dinding polos putih, ada perapian tua kecil, dan kompor untuk memasak lalu yang terpenting adalah!" dan saat dia masuk ruang tamu dia melihat Natsu dan Happy di ruangannya "KYAH!"
"Yo!"
"Apa yang kalian lakukan di sini!" Lucy yang kesal langsung menendang wajah lelaki itu namun, Natsu menangkap kakinya.
"Refleksmu masih kurang" komentar Natsu menyeringai "yah aku kemari karena, aku ingin mengecek rumah ini yah, kufikir pilihanku tak salah!"
"Tapi, jika kau ingin berkunjung kemari ketuklah pintu!" protes Lucy melepas kakinya 'tapi, jika bukan karena dia aku tak mungkin menemukan tempat ini, mungkin di lain waktu aku akan membalas budi"
"Kita sudah mengetuk pintu tapi, kau tak menjawab maka itu kami lewat Jendela yang terbuka" jawab Happy sambil mencakar tembok membuat Lucy melongo "temboknya cukup bagus!"
"Hmm! Apa ini?" Natsu memegang tumpukan kertas di meja tapi, dengan segera di serobot Lucy dengan cepat dan Natsu Pokerface "dan kau ini aneh dasar!"
"Cepat pulang sana!" protes Lucy dengan suara mengusir.
"Aku ini sedang bertamu tau jadi, layani tamumu dengan baik" komentar Natsu "harus kau buat teh atau makanan kek!"
"Tamu macam apa yang masuk lewat jendela!" Lucy sewot dia dengan cepat mengganti pakaiannya dan berlari ke dapur beberapa saat kemudian balik lagi.
"Jika kalian tak ada urusan cepat pergi!" keluh Lucy menopang dagunya dengan wajah cemberut.
"Santai saja aku tau setelah ini aku pergi" jawab Natsu sedikih sedih tapi, langsung kembali normal Lucy menyadari wajah itu dan merasa bersalah dengan ucapan berlebihannya "dan oh iya coba perlihatkan kunci itu padaku!"
"Tampaknya kau memang tertarik!" Lucy mengeluarkan enam kunci dari kantongnya dan menaruhnya di meja "aku memiliki enam kunci tiga kunci perak Hologrium, Crux dan Lyra dan Tiga kunci Emas Aquarius, Taurus, dan Cancer" Lucy melihat Natsu tak mendengar penjelasannya.
"Hmmm! Bagaimana kalau kita buat Tim?" usul Happy mengeluarkan selembar kertas "bagaimana kalau kita misi besok aku bawakan ini untuk misi pertama kita sebagai tim"
"Tim kedengarannya tak buruk juga!" Lucy terlihat senang dia melihat Natsu pikirannya melamun entah kemana 'apa dia masih kesal? Apa kata-kataku menyaikitinya aku baru pertama kali melihat wajah Natsu seperti ini' dia lalu membaca kertas permintaan.
"Hmmm misi menyusup ke rumah Duke Evaroo mengambil sebuah buku dengan imbalan 200.000 jewel" Lucy membaca tapi, pada saat membaca bagian akhir dia berkeringat
*Peringatan : orang ini mata keranjang, mesum, dan cabul dan sekarang dia mencari gadis pelayan berambut pirang.
"Lucy rambut pirang, dan aku rasa pekerjaan ini cocok untuknya" komentar Happy "mungkin saja kau bisa menyelinap ke rumah itu"
"Kau menjebakku!" Lucy berteriak histeris "kau ini kejam! Bisa-bisanya kalian melakukan ini padaku!"
"Aku rasa ini memang cocok denganmu" jawab Natsu kembali bicara dia berjalan ke arah pintu "dan oh ya terima kasih tehnya ayo Happy kita pulang"
"Aye!"
Lucy hanya menatap kepergian Natsu dia tampaknya cukup bersalah atas kata-katanya tadi mungkin saja itu menyakiti hati lelaki itu
'Dia telah melakukan banyak hal kepadaku tapi, yang kubalas malah seperti ini, tampaknya aku harus meminta maaf padanya besok'
.
.
.
.
.
- Guild Fairy Taill
"Hmmm tampaknya misi dari Duke Evaroo sudah ada yang ambil yah" komentar Levy dia melihat papan Guest "padahal baru saja aku ingin ambil tapi, tampaknya telat hah!"
"Natsu yang ambil dia bilang dia ingin misi pertama dengan Lucy" jawab Mirajane
"Tak usah khawatir Levy masih banyak misi lainnya yang bisa kau pilih" ucap Makarov menghisap cerutu "dan lagipula aku sudah bertemu dengan Client di misi itu dan cukup aneh karena Client itu menaikan misinya menjadi 2.000.000 Juta jewel" semuanya mendadak shock mendengarnya.
"Kenapa tiba-tiba begitu yah! Ini aneh" komentar Mirajane 'aku harap misimu lancar dan baik-baik saja Natsu'
"Mungkin saja buku itu penting sehingga di beri harga setinggi itu" balas Lisanna
"Tch! Kita kehilangan banyak uang!" keluh Droy.
"Sepertinya ini akan menarik" Gray duduk dengan kaki terlipat sambil menghisap rokok.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
Sekarang mereka semua menunggu kereta kuda muncul selagi menunggu tak ada yang terjadi percakapan atau obrolan yah sekedar basa-basi dari kedua orang itu Lucy menyadari sesuatu yang aneh sehingga dia yang mulai angkat bicara.
"Hei Natsu!" panggil Lucy lelaki itu menoleh dia sedikit gugup lalu bicara lagi "uhmm! Malam lalu kau kenapa? Yang aku perhatikan kau kemarin melamun dan memikirkan sesuatu?"
"Oh itu tak ada apa-apa!" balas Natsu tersenyum
"Jangan bohong!" bentak Lucy "aku tau kau tengah memikirkan sesuatu atau jangan-jangan perkataanku waktu malam jika, iya aku minta maaf karena, sedikit kasar aku tak bermaksud begitu!" tapi, Natsu menyodok dahi gadis pirang itu dengan kedua jari.
"Hah, Lucy kupikir apa haduhh!" Natsu hanya tertawa kecil "aku tak pernah ambil hati apa yang kau ucapkan hanya saja cara bicara dan kata-katamu agak mirip dengan Igneel suka membentak dan marah-marah gak jelas jadinya, aku keingat dengan itu" dia menambahkan efek Grinnya.
"Ugh! Baiklah jika kau berfikir seperti itu aku senang" Lucy menoleh ke arah lain dengan pipi bersemu pink "kupikir kau marah padaku tapi, aku bersyukur kau tak kesal yah intinya begitulah!"
"Kau menyukainya!" Happy menutup mulut dengan wajah mengejek Lucy langsung Salah Tingkah sedangkan Natsu tak begitu peduli.
Dan tak lama kereta pun muncul.
.
.
.
.
Dan tak lama mereka pun muncul di sebuah rumah atau Client bernama Kaby Melon nama yang terdengar cukup aneh dan sang Client meminta sebenarnya untuk membawanya sebuah buku yang berjudul DayBreak agar sang Client yang menghancurkannya buku itu sendiri.
Dan setelah menerima misi mereka langsung pergi ke rumah layaknya bangsawan milik Duke Evaroo sesuai perjanjian atau rencana pertama yaitu menyuruh Lucy untuk menyelinap ke dalam dan mengambil buku itu tentu saja dengan pakaian pelayannya yah untuk Gadis ini dia melakukannya setengah hati alias terpaksa.
"Hei, jangan cemberut begitu lakukan lebih bagus lagi" Natsu memberi dukungan "dan ini demi kelancaran misi juga jika, berhasil uangnya kita bisa bagi rata"
"Benar! Dan gayamu belum sepenuhnya pelayan maka dari itu panggil aku Master!" sambung Happy
"Yah, aku tau hanya saja ini memalukan tau!" keluh Lucy berjalan ke arah Gerbang "dan bagaimana bisa aku menyusup ke tempat orang yang memiliki rasa kemesuman yang tinggi!"
Ting! Tong!
Lucy memencet bel dan tak lama muncul orang yang di maksud sang pemilik rumah, orang pendek, dengan setelan jas hitam, dengan kumis panjang yang di kuncir.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Evaroo melihat gadis pelayan di depannya.
"Kudengar kau mencari pe-pelayan?" jawab Lucy agak ragu "bo-bolehkah aku bekerja di sini dan kebetulan aku rambut pi-pirang?!"
"Hmmm!" Evaroo tampak mengamati Lucy tapi, wajah dia langsung tak begitu tertarik atau tak suka "kau gagal! Tak lulus gadis jelek sepertimu tak memenuhi syarat dan lebih baik Pirang gendut daripada kau!" dia membanting pintu membuat Lucy membeku di tempat dan balik lagi dengan ekspresi kecewa.
"Hah, tampaknya rencana awal sudah gagal" komentar Natsu melihat wajah lesu Lucy
"Si brengsek! Itu!" Lucy marah mengepalkan tinjunya "dia bilang tubuhku jelek dan kurang syarat dan lebih parah aku jelek daripada pelayan berbadan gendut" saking kesalnya aura Api sudah memenuhi tubuhnya.
"Yah, kita lakukan rencana kedua" sambung Happy "kita akan lakukan cara ninja untuk menyusup ke dalam rumah"
"Oke, soal menyusup serahkan padaku" Natsu menyeringai dan membawa Lucy dengan Brydal-Style gadis itu berteriak terkejut "kita balas dia apa yang telah di lakukan pada teman kita" dan tak lama dia menghilang.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
"Bagaimana kondisinya?" tanya Lucy terbang ke atas rumah berkat Happy "jika cara biasa tak berhasil maka cara ini malah lebih baik"
"Hmmm!" Natsu menepelkan wajahnya ke jendela "sebenarnya jika kupikir akan lebih bagus kita menerobos masuk ke depan"
"Bukankah ini idemu?" Lucy pokerface "dan juga dia adalah orang penting di kota ini kita bisa di anggap kriminal dan di tangkap tentara kerajaan jika ketahuan yah, mending seperti ini menyelinap dan mengambilnya diam-diam?"
"Tapi, bukankah itu melanggar hukum?" sambung Happy
"Tunggu! Sejak kapan kita taat Hukum?" Lucy Sweatdrop "bukankah kalian sama melanggar hukum masuk rumah orang lewat jendela" dia mengingat kembali kejadian malam itu.
"Itu berbeda karena kita teman" balas Natsu melelehkan jendela yang dia pegang "daripada kita banyak bicara sebaiknya masuk" semuanya mengangguk dan masuk ke dalam rumah besar itu.
"Entah kenapa ini mirip sebuah Gudang daripada rumah orang kaya" komentar Lucy wajahnya langsung berubah licik "jika, benar mungkin kita bisa mengambil beberapa barang dan perhiasan fufufu!"
"Lihat kaupun juga sama jahatnya melakukan kriminal" Natsu dahinya berkerut "dan ayo kita cari buku itu!"
"Sebaiknya kita keluar" Lucy berjalan menuju pintu "dan hati-hati terhadap sesuatu yang mencurigakan"
"Tampaknya sudah aman" komentar Happy memakai topeng tengkorak.
"Terlihat mengerikan jika kau mengenakannya" Lucy menyipitkan matanya "sebaiknya kita hati-hati dan menuju perpustakaan tapi,-" sesaat sebelum dia berbicara Natsu menariknya dan menempelkannya ke tembok dan tak lama segerombolan pelayan dengan pakaian aneh muncul dan melewati mereka.
"Aku tau ada penyusup di sini!"
"Tapi, mereka tak ada di sini!"
"Mereka tengah bersembunyi!"
"Cepat cari sebelum mereka berhasil mendapatkan buku itu"
"Selamat" Natsu menghela nafas dia melirik ke arah Lucy "maaf soal tadi aku menarikmu aku tak ingin kita ketahuannya makanya aku menggunakan tehknik Kamuflase"
"Yah, tak masalah!" balas Lucy dia memegang kepalanya "itu pelayan atau apa? Wajahnya terlihat mengerikan sekali" dia mengingat betul wajah mereka yang lebih mirip seperti BodyGuard.
"Ayo kita ke perpustakaan" ajak Natsu berjalan ke sebuah pintu.
"Aye!"
.
.
.
.
- Perpustakaan.
"Orang itu memang terlihat jelek tapi, selera mengkoleksi bukunya juga bagus entah, itu di baca atau tidak" ucap Lucy dia memilah buku yang di cari "saking banyaknya buku aku cukup sulit untuk mencarinya!"
"Hei, Lihat Happy buku Majalah Porno dan buku berkilau emas!" Natsu tak begitu peduli menunjukan dua buku "ahhh ini waktu aku ke rumah Erza dan aku menemukan buku seperti ini meski aku tak pernah mengerti maksud bacaannya!"
"Wahh! Jika Erza tau kau bisa di tendang lho!" ucap Happy
"Bisakah kalian serius!" Lucy sewot tapi, dia sedikit menyadari buku yang berkilau di pegang Natsu "hei! Natsu coba kau lihat buku itu!"
Natsu melihat isi buku itu di judulnya "Ehhh, bukankah ini buku yang kita cari DayBreak?"
"Ahh berhasil" Lucy secara seenaknya mengambil buku itu dengan wajah "penulisnya Kamuzaelon dia adalah seorang penyihir yang pensiun menjadi penulis dan aku sangat ngefans kepadanya"
"Baiklah kita bakar!" ucap Natsu tangannya sudah menjadi kepulan asap "memang sih suruh di bawa untuk di hancurkan tapi, lebih bagus jika di hancurkan di sini!"
"Enak saja! Ini warisan budaya kau tidak boleh menghancurkannya" Lucy memeluk buku itu dengan wajah horror atas ucapan Natsu "bagaimana kalau kita pura-pura bahwa kita telah membakar buku ini?".
" itu berbohong kau sama saja melakukan tindakan kriminal" Natsu pokerface
"Menyerahlah Natsu akan tetap terus pada keyakinannya meski kau terus memaksanya" sambung Happy.
Krakk!
"Aku tau kalian akan melakukan sesuatu makanya aku biarkan kalian" Evaroo muncul dari dalam tanah "sebenarnya aku tak begitu peduli karena, itu tak penting"
"Baiklah jika kau berkata seperti itu bisakah ini menjadi milik kami?" Lucy dengan mata berbinar "jika kau tak memikirkannya?"
"Tidak bisa meski itu tak berguna dia tetap milikku jadi, tidak boleh" balas Evaroo memainkan kumisnya.
"Lucy, sudah kubilang bukan, ini adalah misi yang harus di selesaikan?" Ucap Natsu dia hanya membetulkan topinya "sebaiknya kita bakar buku itu dan masalah beres"
"Baiklah tapi, biarkan aku membacanya sebentar" Lucy membuka buku itu Natsu hanya melongo melihatnya.
"Hah, sudah kuduga ini takkan berjalan baik!" Evaroo menghela nafas "kemarilah Vanish bersaudara ada misi yang harus kalian selesaikan!" tak lama pintu Perpustakaan terbuka dan menampakan dua bayangan.
"Akhirnya ada misi meski kita di bayar tanpa melakukan apapun pastinya mamah akan sangat marah"
"Dan selamat siang, inikah Penyihir dari Fairy Taill? Senang bertemu denganmu"
Figure dua orang ini adalah yang satu orang botak bagian depan, dengan rambut di kuncir seperti kelabang dengan senjata yang mirip wajan di punggung dan satunya lagi lelaki tinggi bermbut gaya jambul ke atas Hitam, dengan tatto di tangan kanan.
"Vanish bersaudara cepat ambil buku itu dan habisi mereka" Perintah Evaroo.
"Ini,? Natsu cepat atasi mereka aku akan mengganti buku ini" Lucy berlari ke pintu keluar "karena, di dalam buku ini menyimpan sesuatu yang berharga dan aku harus memilikinya" Natsu hanya Sweatdrop atas tingkah keras kepalanya.
'Jadi, begitu aku tak pernah tau ada sesuatu rahasia di buku itu dan mungkin saja di sana ada harta karun' Evaroo memasang wajah licik dan langsung menyelam ke tanah "Vanish bersaudara kalian atasi bocah pink itu dan biar aku sendiri yang mengambil bukunya"
"Hah, itulah kenapa aku ingin cepat berhenti dari pekerjaan ini" keluh Si Jambul memijat keningnya.
"Ini, jadi, masalah Happy kau susul Lucy" Natsu meregangkan tangannya "aku sendiri sudah cukup mudah mengatasi mereka"
"Baiklah Natsu, kuserahkan dia padamu" Happy terbang menyusul Lucy.
"Kemarilah Penyihir api,!" si Botak memberi salam jari tengah.
"Huh, kau tau aku penyihir api?" tanya Natsu dia sebenarnya punya banyak lebih dari ini.
"Yah, kita tau dari bola kristal yang terpasang di sini dan memantaunya" jawab si Jambul "dan Gadis itu dia penyihir bintang roh dan si Kucing itu memiliki sihir sayap yang bisa terbang jadi, kita tau semuanya"
"Kalau begitu kalian siap untuk terbakar" Natsu mengepalkan tangannya dan muncul kobaran api.
"Sayang sekali hal seperti itu takkan terjadi" si Botak mengeluarkan senjata wajannya "karena Api pastinya takkan mempan terhadap kita"
"Terus, aku harus terkejut?" Natsu memasang wajah tak begitu peduli.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
-Pertarungan Natsu
"Kakak orang ini cari masalah rupanya" ucap si Jambul
"Selama dia masih menggunakan sihir api bagiku itu tak menjadi masalah" balas si botak tampak tenang.
Si Botak mengayunkan senjata wajannya Natsu meloncat ke atas sementara si Jambul mencengkram syal Natsu dan melemparkannya namun lelaki berambut pink ini menhilang begitu cepat dan menendang kencang kedua lelaki itu.
"Tendangan yang menyakitkan" Si Botak menyeka mulutnya
"Tak kusangka dia cepat juga" ucap si Jambul
Si Jambul naik ke atas wajan itu dan si Botak melemparkan adiknya ke atas Natsu tau itu hanya siasat dia melihat ke depan wajan melayang ke arahnya dan berhasil menangkapnya sementara si Jambul ingin menghantam Natsu dari atas Natsu hanya menunjuk jarinya memberi efek laser kuning dan membuat atap runtuh.
"Rupanya di bukan bisa sihir api" si Jambul memegang pundaknya yang terkena laser tadi.
"Sudah kubilang orang ini bukanlah di anggap enteng" ucap Si Botak.
Natsu menyemburkan kobaran api besar dari mulutnya tapi, Wajan besar itu menghisapnya dan mementalkan balik serangan Natsu namun itu tak berefek pada lelaki itu.
"Ya-yang benar saja!" Si Botak terlihat menggigil ketakutan "bahkan apinya sendiri tak mempan"
"Sudah kubilang serangan kalian tak berguna" Natsu membuat segel tangan.
"FUTTON : KAZAKIRI!"
Crattt!
Kedua tangan Natsu di selumti aura angin dia langsung maju dan membuat tebasan udara seperti pisau dan menebas kedua orang itu tepat mengenai perut mereka.
"Kalian terlalu banyak bicara dan penjelasan" Natsu mengurek telinganya "hah, kalian membuang waktu saja, dan sebaiknya aku cari Lucy" dia segera berlari mencari gadis itu.
.
.
.
.
Sementara Lucy berlari keluar dia di kejutkan tanah yang bergetar dan tak lama muncul Evaroo dari dalam tanah.
"Serahkan buku itu kalau tidak aku yang akan memaksamu!" ucap Evaroo "dan itu milikku kau malah mencurinya!"
"Tidak akan!" balas Lucy memeluk buku itu "ini sangat berharga takkan kubiarkan seorang pun memilikinya meski buku ini milik kau"
"Tch, jika kau memaksa" Evaroo mengeluarkan kunci emas "OPEN GATE : THE VIRGIN MAID VIRGO!" lalu tak lama muncul pelayan gorilla raksasa dengan wajah menyeramkan.
"Tehknik dia sama sepertimu Lucy" ucap Happy.
"Wajar saja, semua orang bisa menjadi penyihir bintang roh jika, mereka memiliki kunci emas dan saling keterhubungan kontrak" balas Lucy dia mengeluarkan kunci emasnya juga "tapi, aku juga seorang penyihir bintang roh akan kukalahkan dia"
"OPEN GATE : THE HUMAN CRAB CANCER!"
Tak lama muncul lelaki tinggi, dengan gaya rambut gimbal, memakai kacamata dan kedua tangannya memegang sebuah gunting.
"Ada yang bisa saya bantu nona?"
"Ebi tolong sikirkan orang itu dan hajar dia!" perintah Lucy.
"Virgo kalahkan dia dan dapatkan kembali buku itu!" perintah Evaroo.
Brakkkk! Jduarr!
Natsu muncul dari atas sebelum mereka berdua melancarkan serangan dia menyatukan kedua tangan dan menghantamkan keras kepala Virgo ke bawah membuat Bintah Roh itu tak bergerak.
"Kau lama sekali Lucy" komentar Natsu dia tak menyadari Evaroo berjalan ke arah belakang.
"Yah, habisnya dia banyak bicara dan muncul tiba-tiba di bawah" balas Lucy dia menyadari lelaki mesum itu pergi dan segera membawa tali panjang
"KAU PIKIR MAU KEMANA?!"
Lucy menangkap Evaroo dengan talinya dia langsung menarik lelaki itu Ebi si Cancer langsung bergerak dan memberi tehknik potongan gunting ke tubuh lelaki itu.
"Kerja bagus Lucy!" puji Natsu melihat lelaki itu tak bergerak.
"Apa kau mau ganti gaya rambut nona?" tanya Ebi
"Makanya jangan remehkan aku!" Lucy mengedipkan sebelah mata dia Sweatdrop ketika mendengar kebiasaan bintang rohnya "Lain kali saja jika aku minat"
"Misi selesai" Happy membawa buku itu "sebaiknya kita kembalikan kepada pemiliknya!"
"Yeah!"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Kaby Home
"Buku ini di tulis dengan cara memaksa oleh Duke maka dari itu tulisannya buruk dan seperti di paksa oleh seseorang makanya aku curiga jika buku ini Kemu Zaelon yang menulisnya sendiri" Lucy menunjukan buku itu "dan juga ada rahasia semua di balik buku ini" sambil memberikan buku itu.
"Bagaimana kau bisa tau?" Kaby cukup terkejut.
"Karena ini ada hubungannya denganmu alangkah lebih jika di lakukan olehmu!" jawab Lucy.
"Sini biar aku saja" Kaby menyerobot buku itu "dan aku bersumpah sudah takkan membacanya"
"Aku tau kau sangat membenci ini karena, penulisnya adalah ayahmu sendiri makanya kau ingin membakarnya" ucap Lucy menatap lelaki itu Natsu dan Happy hanya terkejut mendengarnya.
"Kau tau juga yah!" Kaby menghela nafas "yah begitulah aku sangat membenci ayahku karena dia suka menulis dan menurutku itu hanya buang-buang waktu saja dan buku ini memang pantas di bakar"
Mendengar kata Ayah yang bermaksud menyinggung ayah Natsu naik pintam dan ingin menghajar Clientnya sendiri beruntung Lucy sadar dan segera menahannya.
"31 tahun yang lalu ayahku menulis buku DayBreak ini dan 3 tahun kemudian setelah dia menghilang lalu muncul kembali dengan kondisi yang buruk aku malah senang melihatnya karena, salah dia sendiri yang menelantarkan keluarga demi menulis sebuah buku" jawab Kaby melihat buku yang di pegang "dan setelah itu ayahku memotong lengannya dan Jatuh sakit lalu meninggal hingga saat itu aku tetap membencinya tapi, waktu terus berlalu hingga akhirnya aku menyesal atas apa yang kuucapkan jika, tidak mungkin dia tak memotong tangannya" wajah Natsu masih terlihat kesal.
"Maka dari itu kau ingin memusnahkannya agar harga diri ayahmu sebagai penulis di hormati?" tanya Lucy Kaby mengangguk.
Pada saat Kaby ingin membakar buku tak lama buku itu terbuka dengan sendirinya dan bercahaya tak lama rangkaian kata muncul di langit dan beberapa saat kemudian judul buku itu bernama DayBreak menjadi Dear Kaby dan penulisnya dari Kemu Zaelon jadi Zekua Melon
"Buku itu mengandung sejenis sihir di mana yang tadinya acak kini tersusun rapi" jawab Lucy menjawa wajah bingung lelaki itu "dan alasan dia tak menulis lagi karena dia tak mau ada kebohongan dalam penulisannya"
"Begitu yah... Aku tak pernah mengeti dia" Kaby terlihat menangis "tampaknya aku mendapat jawaban aslinya dan terima kasih aku jadi tak tega untuk membakarnya dan.. Kalian telah berhasil aku berikan imbalannya"
"Baiklah misi sukses dan oh ya kau tak perlu memberi kita dua Juta lebih baik Dua ratus saja" balas Natsu dia berjalan ke arah pintu "dan oh ya kau harus pulang di mana tempatmu berasal tuan" orang itu shock mendengarnya.
.
.
.
.
- Di Perjalanan
"Aku tak percaya kau mengganti uang besar menjadi uang kecil" keluh Lucy di tangannya memegang beberapa lembar uang 'Tapi, setidaknya kita dapat hasil dari misi ini aku tak tau apa yang ada di pikirannya memberikan semua uang ini padaku hanya saja, aku merasa bersalah hmmm! Mungkin lain kali akan kubalas semuanya'
"Jangan begitu bersyukurlah kita dapat hasil daripada tidak sama sekali?" balas Natsu Lucy di buat melongo oleh kata-katanya "dan juga dia bukan orang kaya itu juga terlihat jelas dari rumah yang ia tempati bukan miliknya"
"Asal kau tau Natsu bisa mencium bau apapun meski mereka berbeda tempat" sambung Happy
"Yah kurasa kau benar dan segini sudah cukup bagiku" Lucy meloncat-loncat dan dadanya memantul Natsu melihat itu tubuhnya menjadi panas dan aneh.
'Perasaan ini serasa tak asing bagiku?'
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Dragneel House
"Aku pulang" Natsu membuka pintu dan melihat Irene mengenakan piyama merah tipis yang memperlihatkan bentuk lekuk tubuh indahnya dan entah kenapa perasaan itu muncul lagi "kau tak misi?"
"Aye! Baik Natsu aku tidur dulu" Happy berjalan ke kamar tidur
"Aku sudah melakukannya yah cukup mudah" balas Irene dia duduk di sofa sambil melipat kakinya
Entah kenapa Natsu melihat wanita itu tampak berbeda seperti tertarik dan ingin menerkamnya biasa dia hanya cuek tak peduli dan sekarang tubuhnya berkeringat panas, dengan wajah bersemu merah dan dia merasakan sesuatu yang mengeras di bawahnya dan rasa hasrat ingin membawa wanita itu.
"Kau tak apa Natsu?" tanya Irene tapi, dia menyadari tubuh Natsu yang terlihat aneh dia melihat ke bawah dan mendapatkan sesuatu yang menarik tampak seringai di wajahnya 'ah, begitu rupanya sudah mulai masuk waktunya'
"Yah, ta-tak ma-masalah aku,, harus mandi dulu!" Natsu terlihat gugup dan langsung berlari ke kamar Mandi Irene tertawa kecil melihatnya dia tau apa yang terjadi pada Natsu sebenarnya.
'Sudah masuk musim kawin rupanya fufufufu'
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Yah akhirnya dan gejala2 Natsu puber mulai tumbuh tapi, yang jadi pertanyaan siapakah yang kena terkam lebih dulu :v? Kita tunggu ajah dan tetap stay yah.
Pm
.
RnR
