Hahahaha! Aku cukup terkejut waktu lihat review di ficku sendiri yah setelah di pikir rupanya yang Review tetap satu akun hanya saja dia Review di setiap chapternya yah aku malah senang jika ada yang menarik dari ceritaku yang terkenal Mainstream banget bawahahaha! Dan untuk dua ficku yang kumaksud NQS kurasa akan lama karena aku udah nyiapin dua Arc lagi tapi, pastinya ini akan jadi chapter dificku yang terlama dan panjang yah bersyukur aku orang yang gak gampang WB yah soalnya ada ficku yang satu terbengkalai yah moga ajah gak gtu.
Dan aku sekarang lagi bingung terkadang ada saja orang kerjannya sibuk banget ngatur urusan orang lain yah entah apa maksidnya tapi, yang jelas aku tak suka sifat mereka yang seperti itu kan minta di tebas -_- Tensa Zangetsu whaksss! Yah intinya tipe orang yang kayak gitu aku paling tak suka karena, kepo banget urusan orang lain apalagi yang masalah pribadi yang tak seharusnya orang lain perlu tau.
Yah aku sekarang ngumpulin duit buat modal beli XboxOne yah harganya cukup mahal dan terlebih kenapa gak beli PS4 jika di hitung Harga lebih murah PS dari Xbox juga hanya saja aku suka Xbox karena, ada beberapa game Exclusive terlebih itu beberapa game itu ada yang jadi Game Favoritku yah : Outlast Trinity, F.E.A.R dan sejenisnya aku jarang tertarik dengan namanya Game Online karena, pengen sesuatu harus ngmpulin dulu -_-
Chapter 16 : Natsu vs Erza ?
.
...
.
- Era ( Tempat Pertemuan Rutin Para Dewan )
"Walaupun Eisenwald telah di tangkap hanya saja masalahnya kita belum selesai!" Blueno menghempaskan meja "dan masih banyak Guild ilegal di luar sana dan kita harus membereskannya"
"Tapi, bagaimana caranya?" tanya Old Yuri.
"Hampir setiap orang menyalahgunakan sihir yang berbahaya seperti ini" Old Crawford menunjuk Seruling "lebih baik jika ini kita hancurkan saja?"
"Kalian harusnya bersyukur karena, mereka menyelamatkan hari ini" Siegrain duduk dengan kaki terlipat.
"Mereka benar-benar cepat menyelesaikan masalah ini tanpa kita sadari" Ultear memainkan bola Orbnya.
"Yah begini saja bila saja pada hari itu Para Ketua Guild mati malah ini makin buruk dan tak menutup kemungkinan kita yang akan di salahkan" Siegrain menyeringai dia melihat para orang tua itu kesal "dan kalian seharusnya tak perlu protes hanya tersenyum dan tunjukan apresiasi kalian"
"Tch! Payah!"
"Yang benar saja!"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Rumah Lucy
Berita Upaya terorisme kepada Para Ketua Guild sudah menjadi berita besar ke seluruh Dunia, sulit di percaya aku berada di tengah-tengah berita itu dan aku sekarang kembali ke kehidupanku yang normal dan aku mendapat pelajaran tentang ini
Dan kabar yang kudengar anggota Guild Eisenwald semua di tangkap dan yang aku khawatirkan tentang Erigor padahal yang kupikir dia sudah tewas dan yang kucemas dia datang kemari untuk balas dendam tapi, yang kulihat dia bisa kabur setelah terkena serangan sefatal itu cukup aneh untuk orang yang mengerikan seperti dia yah masa bodo lah.
Yah, kurasa tak perlu khawatir lagi karena, kita semua termaksud tim yang kuat terutama Natsu yah aku tak pernah melihat wajahnya serius jika bertarung dengan seseorang terkadang dia tak menunjukan rasa cemas dan khawatir tapi, dari ekspresi wajahnya aku menjamin Natsu orang yang kuat meski tingkahnya sedikit aneh.
Mama tak usah khawatir aku sekarang baik-baik saja di sini dengan kawan baru dan terlebih aku bertemu lagi dengan teman bermain masa kecil dan dia Natsu yah, tubuhnya cukup berubah drastis, kalau sifat dia tak berubah hanya saja cukup lucu melihatnya di tambahnya wajahnya tak terlalu buruk Manis hahahaha hanya itu saja yang bisa kusampaikan dan tolong rahasiakan ini dari ayah.
P.s : Lucy
"Hahh! Petualangan yang melelahkan sehari dan hanya rumahlah sebagai tempat peristirahatan yang nyaman!" Lucy menghela nafas setelah menulis Diarynya "aku yakin Natsu kemari sekarang tapi, tak biasanya dia tak kemari ada apa yah?!"
"Seleramu lumayan juga"
Lucy mendengar sebuah suara dia yakin itu Natsu tapi, dia agak ragu dan mencoba menoleh dan benar saja itu bukan Natsu melainkan Gray yang duduk di sofanya dan berboxer.
"Yo! Rumahmu bagus juga" Sapa Gray
"Kyahh! Apa yang kau lakukan di sini!" Lucy terkejut dia menendang lelaki itu "dan jangan seenaknya bugil di rumah orang!"
"Kau salah aku kemari memang sudah seperti ini" balas Gray dia tak mau di salahkan soal kebiasaan buruk.
"Kubilang cepat pergi!" Protes Lucy.
"Kau tau aku kemari mengajakmu karena mungkin kau ingat itu?" tanya Gray
"Itu?" Lucy tampak berfikir dan menyadarinya "tunggu jangan bilang hari ini perjanjian pertarungan Erza dengan Natsu?"
"Kau mengingatnya yah bagus lah" Gray mengangguk "mereka sudah menjanjikan ini waktu kita di Stasiun"
"Oh ya tunggu di luar aku akan menyusul"
"Oke!"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Di Luar Guild
Semua anggota Guild berkumpul dan melingkar seperti mengitari sesuatu dan memang hari ini adalah sebuah sparring antara si Naga Api dan Kesatria rambut Scarlet.
"Tampaknya ini tepat waktu!" Lucy dengan seenaknya menerobos masuk tak mempedulikan orang-orang di sekitarnya.
"Mereka ini sedang duel siapa yang terjantan di sini" Elfman mengepal tangannya
"Tapi, Erza Gadis bukan pria" balas Mirajane.
"Lebih tepatnya Gorilla betina" Max merendahkan suaranya takut terdengar oleh orang yang di maksud.
"Hah! Kupikir si Armor tomat itu yang akan kalah" Komentar Sorano sudah memasang taruhan
"Ya, ampun anak muda sekarang terlalu bersemangat" Irene tersenyum dia mengenakan baju yang agak tertutup alasannya untuk menyembunyikan Tatto itu "dan lagipula dua orang di tim terkuat sekarang tengah bertarung?"
"Tim terkuat apa maksudmu Nona Irene?" tanya Gray tak faham.
"Maksudnya kau, Erza, dan Natsu? Kalian bertigakan orang terkuat di Guild?" balas Lucy.
"Yang benar saja ide konyol dari mana itu?" Gray mendengus tapi, dia membeku ketika Mirajane di belakangnya menangis "o-oh itu Mira-chan?" Gray gemetar karena takut.
"Gray, kau membuat Mira-nee menangis" Lisanna tersenyum.
"Aku tak setuju dengan ucapan Nona tapi, asal kau tau semua anggota Fairy Taill semuanya kuat-kuat termaksud aku" Elfman dengan nada pedenya.
"Bukankah kau di kalahkan dengan satu pukulan" Lucy Sweatdrop dia masih mengingat waktu lelaki itu muncul pertama kali.
"Yah memang benar Erza adalah Wanita terkuat di Guild" Sambung Levy.
"Aku malah berfikir itu Nona Irene wanita terkuat masih ingatkah kalian? Dia dengan mudah mengalahkan Laxus?" Celetuk Jet yang lain mengangguk setuju dan mengingatnya "dan untuk laki-laki di sini ada Mystogan dan Laxus"
"Jangan lupakan pak tua itu" sambung Droy
"Sepertinya menarik" Elfman menyeringai.
"Kau bercanda? Sudah jelas bukan siapa pemenangnya pasti Erza" Gray dengan nada arogan dia tak tau kekuatan Natsu sebenarnya.
"Hei, aku sudah lama menantikan ini" Natsu terlihat santai dia hanya asik memgurek lubang hidung.
"Aku juga dan aku sangat menantikan kesempatan ini untuk mencoba mengalahkanmu" Erza menyeringai "dan aku ingin mencoba sejauh mana kekuatanku dan asal kau tau aku bukan yang dulu"
"Yah kemarilah" Natsu tersenyum perlahan tubuh Erza bercahaya dan berganti Armor.
Armor Erza sekarang berbeda Dress mini berwarna hitam ketat, dengan corak api, bagian atas terbuka yang menutup dada, dan bagian bawah yang hanya menutup Organ V, Sarung tangan hitam di balut pelindung tangan corak api, dan Stocking hitam panjang, dan sepatu seperti cakar Elang, Jubah hitam pendek, rambut dua ikatan ekor kuda, dan poni menjuntai ke bawah.
"REQUIP : FLAME EMPRESS ARMOR!"
"Whoa! Bukankah itu Armor yang kebal terhadap api!?"
"Erza benar-benar serius!"
"Armor itu bisa menyerap daya serangan api menjadi setengah!"
"Armor itu huh? Tampaknya seru" Natsu menyeringai "tapi, asal kau tau aku punya beragam macam tehknik selain api" tapi, dia mendengar partner di dalam tubuhnya mengerang.
"Hmmnn! Huahhhh! Apa aku ketinggalan sesuatu selama ini?".
" oi! Kawan dari mana saja kau dan kuhubungi kau tapi tak ada dan kucoba yang lain dan hasilnya sama" Natsu terlihat Sewot yah wajar saja dia tak ada saat di butuhkan.
"Maaf! Alasan kita tak bisa di hubungi karena, kita para Bijuu memiliki waktu di mana kita akan Hibernasi jadi, jika suatu waktu ini terjadi lagi kau takkan heran" Balas Kurama dia dapat melihat ke luar banyak orang dan Gadis berambut Scarlet "hmmm! Bukankah dia gadis mata satu itu? Apa yang kau lakukan dengannya? Jangan bilang kau sparring lagi dan tunggu berapa lamakah kejadian yang kulewatkan"
"Kita bicarakan ini nanti saja" Natsu Sweatdrop melihat tingkah rubah ekor 9 yang jauh dari karakternya "nanti akan kujelaskan waktu aku selesaikan ini"
"Bukankah kau Logia? Maksudku kau akan sulit di lukai oleh Haki?" tanya Kurama dia sudah hafal kekuatan partnernya yang Overpower.
"Aku akan menonaktifkannya yah, aku ingin tau sejauh mana dia kuat" balas Natsu
"Oke aja dah!"
Erza langsung mengambil langkah maju dia mengayunkan pedangnya, Natsu menahannya dia membalasnya dengan menendang lalu, Erza mundur dia mengayunkan pedang yang satunya ke bawah namun, Natsu melompat lalu mendorong Erza agak jauh.
"Kau sudah berkembang Erza!" Puji Natsu memamerkan Grinnya.
"Aku tau, terima kasih" Erza pipinya bersemu pink tipis dan untungnya tak ada yang sadar "tapi, aku tau kau saat ini sedang menahannya tolong! Seriuslah denganku"
"Baiklah!" Natsu tubuhnya di selimuti Aura biru dan tangan berapi beberapa orang tau jika seperti itu Natsu serius.
Erza hendak bergerak namun, Natsu sudah tepat di depannya menghantamkan pukulannya beruntung Erza refleks dia bersahil menahannya namun tenaganya masih kalah dengan Natsu dan membuatnya mundur jauh.
Erza membentuk pedangnya seperti X dan membuat tebasan merah, Natsu mudah membakarnya tapi, Erza sudah di depannya dan mengayunkan pedang dari atas namun, Natsu menangkapnya dan mulai membekukannya Erza sadar langsung menarik pedangnya mundur.
"Sudah kubilang pertarungan mereka seperti pria!" Elfman berteriak
"Erza kan Gadis bukan pria" Lisanna tersenyum
"Payah!" Komentar Gray dia berharap sesuatu buruk atau memalukan terjadi pada Natsu tapi, entah kenapa hukum karma malah menimpa kepadanya.
Erza langsung berlari cepat dan Natsu dia hanya menggerakan dua jarinya namun, entah kenapa Erza tak bisa bergerak sama sekali dia sudah melihat Natsu di depannya dan mengayunkan kaki Erza menutup mata dan menunggu namun, entah kenapa tak ada sesuatu ketika membuka mata dia melihat Natsu menahan serangan kakinya.
"Kenapa kau tak teruskan?" Tanya Erza wajahnya sudah sangat dekat dengan kaki Natsu.
"Untuk apa?" Natsu menurunkan kakinya "lagipula ini hanya sparring dan tak perlu serius amat selain itu aku tak mau melukaimu"
"Hmmm! Manusia dengan mulut manisnya"
"Yah kurasa kau benar" Erza hanya blush tak menatap ke depan 'dasar baka! Jangan mengatakan yang manis seperti itu' namun, dia mendengar suara tepukan tangan.
"Oke cukup hentikan main-mainnya" Figure seperti Kodok dengan baju dewan "aku datang ke sini karens utusan dewan"
"Utusan Dewan?"
"Yang benar saja!"
"Kenapa dia di sini?"
"Kalian tak sadar dia sudah di sana sejak tadi?" Lucy Sweatdrop.
"Permisi, ada perlu apa?" Irene bersikap formal
"Dengan tuduhan menghancurkan properti dan kejahatan yang lainnya atas insiden Eisenwald Erza Scarlet kau tahanan kami sekarang" Jawab Kodok Erza terkejut.
"Apa!" Natsu terlihat kecil "jika alasannya seperti itu seharusnya kau bawa aku juga karena, yang membuat kerusakan itu aku"
"Aku di perintah hanya membawa Erza Scarlet"
"Tak apa Natsu, aku akan kesana" balas Erza jika dia tak menahan Natsu niscaya Kodok itu sudah terkena bogem Natsu "yah, lagipula hal ini sudah biasa dan aku akan kembali jadi, jangan khawatir"
"Kodok itu beruntung! Whahahaha!"
"Hei, Nona Irene hmmm! Bisa kita bicara berdua? Ada yang ingin kutanyakan?" tanya Mirajane.
"Ara? Soal sihir? Atau yang lain?" Irene tampak tertarik tapi, Mirajane berjalan dan wanita itu langsung mengikutinya.
.
.
.
.
- Belakang Guild
"Jadi, ada sesuatu yang ingin kau bicarakan hingga kita harus berdua di sini?" tanya Irene
"Aku hanya ingin tau apakah yang di tulis di sini benar atau tidak?" Jawab Mirajane agak ragu menunjuk sebuah buku.
"DragonSlayer? Apa yang ingin kau tanyakan? Sejarah, asal-usul mereka, jenis sihir, atau Musim Kawin dan mencari lawan jenis?" Irene menyeringai pas menyebut akhir kata
"Umm aku ingin tau yang akhir" Mirajane bersemu pink "maksudku apakah benar seorang DragonSlayer memiliki pasangan mereka lebih dari satu? Maksudku Harem?"
"Ahh memang benar.. Tapi, untuk DragonSlayer khusus" Jawab Irene Mirajane pasang wajah bingung "yah maksudku hanya DragonSlayer yang di ajar raja Naga yang bisa begitu"
"Maksudmu?" Mirajane tak faham.
"Yah kukasih contoh jika Gray DragonSlayer Es dan maka jika Ayahnya adalah seorang Raja Naga Es maksudnya DragonSlayer yang memiliki pasangan lebih dari satu yaitu seseorang yang di ajar oleh seorang Raja Naga yah kayak Raja Api Igneel ayah Natsu" Jawab Irene.
"Maksudmu Natsu bisa memiliki pasangan lebih dari satu?" tanya Mirajane "itu berarti dia diasuh oleh Raja Naga Api tapi, bagaimana kau bisa tau itu?"
"Karena aku adalah pasangannya yang pertama" Irene membuka baju sedikit dan menunjukan Tatto Naga merah "maksudku aku sekarang jadi pasangan Natsu"
"Apa! Tapi, bagaimana?" Mirajane cukup shock mendengar dan tak menyangka rupanya wanita di depannya yang sudah memulai duluan "kau tau Natsu seperti apa sifatnya? Dan apakah kalian melakukan itu?" Dengan Efek Blush.
"Tentu saja kita melakukannya" Jawab Irene dia masih mengingat kejadian dua hari yang lalu "tapi, kau tau Mira di buku itu tidaklah lengkap, dan kau ingin tau kenapa Natsu bisa melakukan hal seperti itu? Asal kau tau aku dapat jawabannya sendiri dari Natsu kenapa kita bisa melakukan itu"
"Dan maukah kau mendengarkan ceritaku?"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Di Guild
Tentu saja setelah penangkapan Erza semuanya jadi terdiam hening yang biasanya terjadi keributan namun, saat ini hanya heningan seperti kuburan dan Natsu entah kenapa dia berubah jadi Kadal dan di kurung dalam gelas yang terbalik dan terdiam tak sepatah katapun.
"Aku yakin ada yang tak beres di sini" Guman Lucy menempelkan kepalanya ke meja dia melirik ke arah Natsu 'dan ada apa dengan Natsu? Biasanya jika ada seperti ini dia akan melakukan hal konyol tapi, sekarang dia diam dan terasa aneh?'
"Hah, meski kita tidak salah tapi, tetap saja Dewan menganggap kita salah" Sorano menghel nafas "meski kita menjelaskannya juga tapi, tetap saja mereka takkan dengar"
"Tapi, kenapa sekarang" Keluh Elfman menopang dagunya "padahal kita sudah melakukan banyak hal sejak itu"
"Aku malah tak mengerti pola pikir mereka" Komentar Loki.
"Aku tak bisa diam begitu saja!" Lucy menggebrak Meja "ayo kita ke sana dan bebaskan Erza"
"Sabar dulu nak" Makarov terlihat tenang.
"Kita tak bisa begitu, Erza itu teman kita dan lagipula kita semua juga di hukum karena, kerusakan waktu itu" Protes Lucy.
"Aku enggak tuh!" balas Gray separuh bugil
"Tak peduli mau terlambat atau tidak tetap saja kita akan tetap terlambat" Ucap Makarov.
"Ne, Natsu aku akan mengeluarkanmu tapi, dengan satu sarat kau diam di sini oke?" Tawar Lisanna " dan tenang aku akan membelikanmu makanan?" dia menambah iming-iming seperti itu karena, dia tau Natsu suka makanan
"Baik Lisanna-chan" balas 'Natsu'
"Lisanna-chan? Tunggu dulu! Natsu tak pernah manggil dia seperti itu" Lucy menghampiri kadal itu "dan juga nada suaramu berbeda? Oke siapa kau?!"
"Ada apa Natsu? Lidahmu tergigit" Makarov menyeringai.
"Ara? Natsu kau berbohong" Irene tertawa kecil dia memberi ledakan ke tubuh 'Natsu' dan tak lama muncul wajah lain lelaki paruh baya, berambut ungu.
"MACAO!"
"Maaf, aku hanya membalas hutang budi kepada Natsu" Macao tertawa kering "aku berubah jadi kadal dan berpura-pura jadi Natsu"
"Jadi, mana Natsu yang asli?" tanya Lucy khawatir.
"Jangan bilang dia pergi menyusulnya!" Gray bertingkah shock.
"Yah, mungkin saja" Macao cengengesan.
"Ini bukan lelucon! Dia pastinya akan di hajar oleh para dewan itu" Elfman langsung panik.
"Semuanya harap tenang" panggil Makarov dan semuanya hening "mari kita tunggu dan harapkan hasilnya" dia menyeringai.
.
.
.
.
- Cabang Fiore
Sekarang Erza tengah di sidang di depan semua para dewan ekspresinya terlihat tenang dan tak menunjukan raut wajah takut.
"Terdakwa Erza Scarlet atas tuduhan kasus Eisenwald kau di tuduh sebagai tersangka yang menghancurkan setengah Stasiun Oshibana, dan jembatan Penghubung dan meratakan Kastil Kota Clever dan bedasarkan keterangan para saksi pelaku ialah wanita rambut merah, berbaju besi..-"
*duarrrr!
"AKULAH ERZA SCARLET! TANGKAP AKU JIKA KALIAN BISA!"
'Sudah, kuduga di akan melakukan hal seperti ini' Erza tertawa kecil yang melihat Natsu
pakaian yang sama dengannya dan Wig yang menutupi seluruh rambut tapi, ada poni berwarna pink yang menjuntai ke atas.
"AKU INI ERZA SCARLET SIALAN! DAN BERITAU AKU DOSA APA YANG DI PERBUAT!" Natsu berteriak "DAN PASTIKAN ITU LEBIH PENTING DARI PARA PAK TUA ITU!"
"Apa ma-maksunya ini?"
"Ffffffttt! Maaf!" Erza berusaha menahan tawanya agar tak terdengar oleh yang lain.
"Jangan minta maaf! Erza, tunggu! Aku Erza!"
"Masukan mereka berdua ke Sel!"
"Baiklah, ayo Natsu!" Erza menarik DragonSlayer api ini.
"AKU ERZA!"
- Di Dalam Penjara
"Asal kau tau penangkapanku itu hanya Formalitas" Erza menghela nafas dia hanya bisa memegang kepalanya "artinya aku takkan di hukum dan hanya di beri sanksi dan setelah itu aku akan di bebaskan"
"Aku tau" balas Natsu bersandar tembok.
"Kalau kau tau kenapa kau melakukan hal seperti itu?" tanya Erza dia hanya Sweatdrop.
"Yah, sebenarnya harusnya aku yang di salahkan" jawab Natsu dia menaruh topinya ke kepala gadis itu "selain itu ini tak adil jika kau yang di hukum makanya aku ikut biar adil tch, dan soal tadi aku minta maaf"
"Dasar baka!" Erza tersenyum dengan pink "tapi, aku senang kau kemari hanya untukku" Dia langsung memeluk Natsu dalam Armor kerasnya.
"Err! Bisa tidak kau lepaskan Armor itu ini tak nyaman" Komentar Natsu kesakitan entah kenapa Erza menurutinya dan melepaskan Armor itu ke baju normal dan kembali memeluk Natsu.
'Hangat' batin Erza mengusap rambut pink entah kenapa dia malah merasa nyaman dan tenang ketika bersama Natsu meski tanpa armornya itu 'suatu hari nanti, setelah itu selesai maka, akan kulanjutkan ini'
"Hmmm! Musim kawin yang cukup rawan" Kurama menutup matanya.
Di luar penjara tampak Siegrain memperhatikan mereka dengan seringai jahat di wajahnya.
"Oh jadi itu dia? Natsu Dragneel dari Fairy Taill"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Guild
"Whooooo! Kebebasan akhirnya!" Natsu berteriak senang "ahhh bebas menikmati udara segar!" Dia berlarian ke sana kemari sambil makan.
"Natsu tenanglah" Ucap Irene tersenyum.
"Kupikir sebuah Hukuman tapi, nyatanya hanya sebuah Formalitas" Lucy menghela nafas lalu dia tersenyum "tapi, aku senang kau baik-baik saja"
"Mungkin saja karena, utusannya seekor kodok makanya penangkapan tadi hanya sebuah Sandiwara belaka" Ucap Gray dia mengepalkan tangannya.
"Entah kenapa ucapanmu malah terdengar gak nyambung" Elfman Sweatdrop.
"Oh yah, ngomong-ngomong bagaimana pertarungannya?" tanya Lisanna "kalau kupikir itu Seri?"
"Oh, ya aku lupa ayo Erza kemarilah!" Natsu bersiap mengaktifkan tehkniknya Makarov pasang wajah Horror "kita selesaikan yang belum kita lakukan!"
"Tidak sekarang Natsu aku lelah" Erza menghela nafas.
"Lihat Natsu, kau kalah hahahaha" Gray tertawa dan mengejek.
"Hei, Sorano Taruhan tadi, masih berlaku tidak?" tanya Cana.
"Maaf, kau ingin kulempar dari sini" Natsu menyipitkan matanya.
"Coba saja, aku malah ingin tau" Gray memegang kerah baju dan mereka siap untuk adu jotos ",tch, kenapa pula mereka membebaskanmu lebih baik kau diam di sana untuk waktu lama"
"Bicara apa kau Gray?" Tanya Erza dengan Aura menakutkan.
"Tidak!" Gray langsung berlari ketakutan.
"Ada apa Master?" tanya Mirajane.
"Tak, hanya sedikit ngantuk" balas Makarov "ahh dia sudah datang"
"Si-sial!"
"Kuh!"
"Aku ngantuk"
"Orang ini lagi" Keluh Natsu dia tau siapa yang di maksud.
Secara perlahan satu persatu para anggota Guild mulai tertidur secara paksa minus, Master, Irene, dan Natsu sendiri dan pintu terbuka seorang lelaki paruh baya, mengenakan baju panjang hitam, dan jubah yang menutup seluruh tubuh, dan celan putih panjang, mengenakan penutup mulut, dan Bandana yang menutupi kepala dan hanya terlihat matanya saja.
"Orang yang cukup menarik dan kuat"
"Mystogan" Ucap Makarov
"Ara? Seperti biasanya membuat kesan buruk" Irene tampak santai dengan minumannya "lain kali kau kemari dengan normal"
"Hmmmm! Entah kenapa wajahmu terasa Familiar" Natsu menyipitkan matanya dia memang agak kenal hanya saja baunya agak beda.
"Master, Nona Irene" Ucap Mystogan dia menoleh ke arah Natsu yang tak berefek pada sihirnya "hn, ini hanya masalah waktu dan kau akan tau" dia berjalan ke papan misi dan mengambil kertas misi "aku ambil misi ini"
"Hey, lepaskan dulu sihirmu!" Makarov sewot.
"Oke" Mystogan berjalan keluar ".1" dia lalu menghilang dan semuanya kembali terbangun dari tidur
"Ugh, itu pasti Mystogan" Keluh Sorano mengucek mata.
"Orang itu lagi" Lisanna mengucek matanya juga
"Sihir tidurnya memang sangat kuat" Komentar Elfman menguap.
"Siapa Mystogan?" tanya Lucy.
"Dia salah satu kandidat terkuat Penyihir tingkat S" Jawab Mirajane melirik ke arah Natsu dan cukup terkejut ketika Natsu tak berefek sihir tidur yah, dia tak tau sepenuhnya kekuatan Natsu tapi, dia keliatan senang tanpa alasan yang jelas.
"Dia jarang kesini dan jika kesini dia menanamkan sihir tidur kepada semuanya untuk mengambil misi" Jawab Loki "dan hanya Master dan Nona Irene yang mengetahui wajahnya"
"Aku rasa tidak!" celetuk Figure di lantai dua figure itu lelaki tinggi, badan besar, berambut Spiky kuning, dengan tanda petir di mata kanannya, mengenakan Headphone, baju panjang loreng, dan jubah lambang Guild, menghisap cerutu "dan tampaknya si Topi Jerami itu mengetahuinya juga"
"Laxus!"
"Kapan dia kemari!"
"Dia sudah kembali dengan cepat!"
"Dia juga salah satu kandidat terkuat juga" Ucap Gray malas menatap lelaki itu.
"Mystogan itu orangnya pemalu saja" Laxus menopang dagunya "dan coba kau tanyakan pada Bocah pink di sana tampaknya dia mengetahui sesuatu tentang orang itu?"
"Kau bicara sesuatu mulut besar?" Natsu memberi Deathglare.
"Ohohoh! Sungguh menakutkan" Laxus pasang wajah mengejek "aku cukup terkesan kalau kau bisa mengalahkan si Armor itu dengan mudah hanya saja aku tau kau menahannya dan tak serius apa aku benar?" Natsu tetap memberinya Deathglare.
"Bicara sesuatu kau?" Erza kali ini memberi Deathglare.
"Hei, kenapa kau tak bertarung denganku? Kita buktikan siapa yang kuat" Natsu mengepalkan kepalanya.
"Hohohoho! Bocah itu cari mati rupanya!" Komentar Kurama
"Kenapa kau tak kemari dan buktikan teorimu itu?" Laxus pasang wajah provokasi.
Cyutttt!.
Jduarrrr!
"Menarik, aku tau kau menahannya tadi tapi, serangan tadi cukup menyakitkan" Laxus sedikit menyeka mulutnya yang terkena tinju Natsu "sudah kuduga kau menyembunyikan sesuatu"
"Ara, bocah besar yang banyak bicara rupanya" Irene tampaknya ikutan terbawa situasi "apa kau ingin kupermalukan lagi"
"Hah, diam kau Nenek tua berdada besar!" Laxus masih memprovokasi "aku heran kenapa wanita sepertimu penyihir tingkat S tapi, kupikir kau lebih bagus seperti Jalang jika di lihat postur tubuhmu"
"Nenek tua? Dada besar? Jalang Huh?" Irene tetap tenang namun dia melepaskan aura menakutkan dan aura penghancur yang lebih parah dari Gildarts dan semuanya mundur barisan dengan tertib atau ketakutan"kau ingin aku ulangi lagi waktu itu?"
"Seram!" Lucy pasang wajah takut.
"Dia bibi Erza jika, Erza saja sudah kuat maka bibinya malah lebih hebat" Komentar Gray "tapi, kau jangan membuatnya marah karena, Laxus pernah jadi korban karena kekuatannya selevel dari pak tua itu tapi, malah lebih"
"Jika, mengingat kau tak bisa menyentuhnya jika dalam bertarung dan maksudku sihirnya berbeda dari kita dan unik aku masih ingat ketika Laxus di kalahkan dengan mudah" Ucap Elfman dia masih mengingat pertarungan waktu itu.
"Natsu, kau turun dan belum pantas kau di lantai 2!" Makarov kesal dan Natsu menurunkan tensi bertarungnya "dan kau Laxus! Berhenti memprovokasi!"
"Tch, terserah" Laxus mendecik "aku takkan memberikan posisi Master kepada kalian, tidak Erza, Mystogan, maupun dada besar itu atau pak tua itu dan khusus untukmu Natsu!" dia berlalu menghilang
"Kita buktikan saja" Natsu melipat tangannya.
"Apa kau tau apa yang di maksud Master Natsu tak boleh ke lantai atas?" tanya Lucy.
"Di lantai atas ada papan misi dengan tingkatan yang jauh lebih sulit" Jawab Mirajane "dan hanya Penyihir Tingkat S yang boleh ke sana yah di sini total ada 6 termaksud aku juga dan yang masih pemula tolong jangan nekat karena, nyawamu juga terancam"
"Oke" Lucy berkeringat "tapi, selama aku di sini tak pernah melihatmu misi?"
"Mira-nee jarang mengambil misi jika sendirian biasanya dia akan ajak aku dan Elf-nicchan atau Natsu" jawab Lisanna "maksudnya dia tak mau melakukan misi sendirian dan sama seperti Erza Mira-nee memilih partnernya yang akan di ajak misi"
"Tapi, itupun jarang aku malah betah di sini untuk berbicara atau bergossip" Mirajane tersenyum ceria "dan yah jika aku mau misi ketika Moodku baik"
"Begitu" Lucy Sweatdrop.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
-Rumah Lucy
"Ahhh Fairy Taill memang yang terbaik!" Lucy menghela nafas senang "aku sudah mengetahui semua anggotanya mereka semua keren- keren dan mulai dari sini aku harus giat berlatih sekarang" ketika dia membuka pintu tampak Tamu tak di undang yaitu Natsu yang tengah Sit Up dan Happy angkat besi "Kyahhhh!" dia berteriak.
"Yo, selamat datang!" Sapa Natsu melanjutkan Sit Up "olahraga di malam hari cukup membakar Kalori tubuhmu"
"Aye!" Happy ikut-ikutan dengan angkat besi
"Huh, kau masuk rumah orang seenaknya apakah ayahmu tak mengajarkan sopan santun?" Tanya Kurama Sweatdrop tapi, dia hanya dapat cuekan tak berarti "huh, bukankah ini gadis berambut pirang waktu itu? Hah rupanya kau reuni kembali!"
"Kalian ini menganggap rumah sendiri" Lucy pasrah tapi, dia menelan ludahnya ketika melihat tubuh Sixpack dan Profosional dengan banya keringat mengucur 'oh, Tuhan! Baunya sungguh seperti Pria dan membuatku tak tahan!' dia hanya blush sambil menahan hidungnya.
"Nih, latihan untuk melatih otot da ketahanan Fisikmu?" Natsu memberikan memberikan Barbel "nah aku kasih warna pink karena, kau suka pink"
"Yang benar saja! Aku ini gadis tau mana ada angkat seperti itu!" Lucy sewot tapi, tetap saja dia menutup hidung dengan blush "ahhh kalian jika mau berlatih tolong lakukan ini di luar atau rumah kalian"
"Rencana kita memang begitu" Happy melakuian push up.
"Hei, kau tak apa-apa dan ada apa dengan wajahmu?" tanya Natsu mendekatinya namun, Lucy segera menghindar jauh "ohh! Begini kita akan mengambil Misi Class S"
"Aku sudah ada" Happy menunjuk kertas Misi.
"Bagaimana bisa kalian mendapatkan itu!" Lucy kembali normal pasang wajah horror "dan bukankah kita tak boleh ke lantai dua? Kau ini seperti biasa tak peduli peraturan"
"Aku yang mengambilnya" Jawab Happy.
"Hah bodo amat selain itu kita mengambil yang agak mudah 7 Juta Jewel" jawab Natsu memamerkan Grin "jika berhasil pasti Kakek mengakui kita dan aku malas menunggu seperti ini karena, ucapan si Pipsquek itu yang buatku kesal"
"Tak usah khawatir kau itu lebih kuat darinya" Lucy tersenyum.
"Aku tau! Hanya saja kita harus membuktikannya jangan cuman bicara" Natsu mengangguk "ahh dan kita misi di sini judulnya... Membebaskan Pulau Terkutuk Galuna dan jika berhasil aku akan mengambil hadiahnya 10 Persen"
"Mendengarnya saja sudah tak minat" Lucy mendengus berat "dan maafkan aku kalian pergi saja sendiri"
"Ahh tapi, di sini ada hadiah lain" Natsu tau teman berambut pirang ini bisa di pancing "yaitu sebuah kunci Emas" mendengarnya mata Lucy berbinar.
"Baiklah aku ikut!" Lucy langsung berubah karakternya
"Dia memang aneh" Komentar Happy.
"Oke, Happy kau tunggu di sini sampai besok dan aku pulang dulu" Natsu langsung keluar Jendela "kau temani Lucy!"
"Aye!"
"Heii pake pintu!"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
-Natsu House
"Aku pulang!" Natsu seenaknya mendobrak pintu.
"Ara? Selamat datang Natsu mana Happy?" Irene menyapanya dia mengenakan Piyama Merah tanpa celana dan hanya Celana dalam pink tentu saja ukurannya tak pas dengan pantatnya.
"Menginap di rumah Lucy" jawab Natsu "dan kenapa kau memakai seperti itu?"
"Ohh! Begitu rupanya" Irene mengangguk "dan memang kenapa? Ini memang pakaian normal jika mau tidur dan itu tidak seperti kau tak menyukainya?"
"Yah itu bagus!" Natsu membuka bajunya "ahh ini cukup gerah latihan fisik malam"
"Ya ampun kau bau keringat" Irene menjilat bibirnya "kenapa kau tak mandi dan biar aku siapkan air? Atau aku ingin kau membasuh tubuhmu itu?"
"Ahhh rupanya kau sudah melakukannya dengan wanita ini" Kurama mengerang "dan kapan kau melakukannya?"
"Kemarin malam" jawab Natsu.
"Hahahah! Selamat dan tampaknya wanita itu mengajakmu lagi" Kurama Tertawa.
"Aku sedang malas mandi tapi, terima kasih" Natsu duduk di sofa.
"Baiklah, bagaimana kalau aku akan membuatmu berkeringat lagi malam ini?" Irene melepas kancing kemejanya dan membuka baju yang menyisakan CD yang menutupi bagian bawah "apa kau tertarik Natsu?"
"Tentu"
"Musim berkawin di mulai!"
Dan tak lama terdengar suara desahah, teriakan, dan erangan di rumah itu beruntung posisi mereka di hutan jadi tak ada yang mendengar suara mereka tengah melakukan aktifitas seksual itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Lol akhirnya yang bahagia -_- oke lupakan saja ini hanya awal pembukaan saja ahhh mungkin aku tak begitu peduli oke baiklah
Pm
.
RnR
