Hahaha halo lagi dalam fic gajeku yang satu ini dan soal kekuatan Natsu yah aku gak langsung keluarin dan alasannya yah musuhnya masih tipe rendah dan juga aku sengaja gak di perlihatin kekuatan Natsu yang sesungguhnya atau waktu seriusnya karena yah bosan ajah jika langsung ngeluarin kekuatan penuh dan tenang ajah perlahan akan terbuka semua kekuatan Natsu yang di miliki yah intinya lewat proses cerita memang kekuatannya sudah ada hanya saja aku nunggu lawan yang pas gitu yah intinya pertarungannya belum terlalu serius masih sekedar pertarungan ringan dan cerita.

Oh ya gimana publish fic baruku? Yah agak biasa-biasa ajah tak terlalu jelek aku gak tau bagaimana ceritanya tapi, yah namanya awal pasti terkadang ada sesuatu yang gak nyambung kayak ucapanku yang gaje bin ajaib ahh lupakan aku akan menghilang saja dalam keheningan malam seperti ficku yoshh! Tanpa basa-basi aku langsung cekidot.

Chapter 18 : Ritual Moon Drip

.

...

.

"Kau ini yang jadi penyebanya Gray jadi, berhenti seolah-seolah kau tak pernah melakukan apapun" Lyon terlihat sangat kesal dan menembakan Es membuat Gray terjungkal "bukankah kau ingin menghentikanku? Kemarilah jika tidak Deliora akan bangkit"

"Takkan kubiarkan kau!" Gray menyeka mulutnya

"ICE MAKE : EAGLE!"

"ICE MAKE : SHIELD!"

Lyon membuat kumpulan Es berbentuk burung, Kecil dan Gray membentuk perisai melindungi dirinya tapi, lelaki berambut perak itu lebih cerdik dia mengarahkan serangan Esnya ke arah lain Gray menyadarinya langsung kabur dan melepaskan perisainya.

"ICE MAKE : HAMMER!

" ICE MAKE : APE!"

Gray menyatukan tangannya dia membuat palu Es besar di atas Lyon namun, lelaki berambut perak itu melindungi dirinya dengan sihir Es seperti kera besar dan melebur di udara.

"Kau ini masih menyedihkan" Lyon membetulkan kerah bajunya "kau seperti biasa membuat Es menggunakan kedua tangan sedangkan aku hanya satu tangan"

"Aku melakukan apa yang dia ajarkan padaku jadi wajar saja" balas Gray dia agak terkejut dengan kekuatan teman masa lalunya ini.

"Antara kau dan aku kita berbeda jauh" Lyon menyombongkan dirinya "aku ini murid Ur sudah lama dan sangat spesial"

"Keparat! Kau!" Gray mulai membeci sikapnya itu kedua tangannya di tempelkan ke bawah "ICE GEYSER!" dia membuat pilar Es besar

"Segini sajakah yang kau dapatkan?" Lyon dengan mudah menghancurkan pilar Es yang mengapit dirinya "karena, aku ini lebih senior darimu walau jalan kita berbeda tapi, itu hanyalah sebuah kenangan yang membeku"

"ICE MAKE : DRAGON!"

"Ur adalah tujuanku itulah sebabnya aku ingin mencairkan Es itu" Lyon membuat Naga Es besar dan langsung menghempaskannya ke arah Gray "impianku adalah melampauinya tapi, kau menghancurkannya kupikir itu mustahil tapi, masih ada cara lain bila aku mengalahkan Deliora yang Ur sendiri tak bisa maka dengan itu aku bisa melampauinya"

"Kau gila!" bentak Gray kesal mendengar ideologi temannya ini "kau tak mengerti seberapa mengerikannya Deliora dan kau mencoba untuk melawan!?"

"Kau bukan siapa-siapa jadi berhentilah memaksaku untuk menghentikan ini!" Lyon membuat tumpukan dan pilar Es yang menghimpit tubuh Gray membuat lelaki itu tak bisa bergerak dan kesakitan.

"Matilah di sana!"

.

.

.

.

.

Beberapa saat kemudian Gray membuka matanya dia tau bahwa dia kalah duel dari Lyon tapi, dia cukup terkejut melihat figure lain di depannya tapi, dia terasa familiar.

"Natsu?" Gray cukup melihat wajah bodoh dengan topi jerami "apa yang lakukan kau di sini? Bukankah kau menyusul mereka"

"Aku tak kesana sedari tadi aku melihat pertarunganmu dari jauh" balas Natsu tapi, wajahnya terlihat mengejek "kau terlihat buruk kawan! Beginikah keadaan orang yang berbicara sok hebat? Ya ampun kau terlihat malah menyedihkan fftttt!"

"Uhh di mana Lyon?" Gray menyadari lelaki berambut perak itu tak ada.

"Dia sudah pergi ke suatu tempat dan tampaknya ritualnya sudah berhasil" Balas Natsu dia menggedong lelaki itu "aku khawatir Lucy kenapa-kenapa bukan aku tak mempercayainya hanya saja jumlah lawannya tak seimbang baginya"

"Sial! Aku lemah sekali!" Gray menepuk dahinya dengan ekspresi kesal "padahal aku sudah berjanji untuk jadi kuat"

"Kau ini merajuk saja seperti perempuan" Natsu meledeknya "jika kalah sekali saja kau sudah seperti ini bagaimana nanti? Kau ini pria bukan?, kalah sekali bukan berarti kau kalah selamanya kau bisa mencoba menghajarnya nanti setelah ini"

"Yeah kau benar" Gray mengangguk.

"Ughh! Kau rada berat juga" Komentar Natsu.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Desa

"Hei, Lucy kau baik-baik saja?" tanya Natsu yang masih menggendong Gray tapi, dia tak melihat ada pertarungan di sini.

"Yah, aku baik-baik saja terima kasih telah bertanya" Balas Lucy dia agak shock melihat Gray yang pingsan "uhhmm kenapa dengannya?" dia mencoba bertanya sendiri.

"Ceritanya panjang" Jawab Natsu memutar bola matanya dia hanya Sweatdrop ketika melihat lubang yang di tutupi jerami berada di depan gerbang "apa ini jebakan yang kau buat?" dia seenaknya menjatuhkan gendongannya.

"Urghh! Iya" Lucy agak malu-malu menjawabnya "tapi, ini berkat bantuan Virgo" dia menunjuk bintang roh di sampingnya

"Sudah kubilang kau itu bodoh Lucy buktinya Natsu tau jebakanmu itu" Komentar Happy.

"Heiii!"

"Ngomong-ngomong tampaknya mereka belum sampai kemari" Tanya Natsu bertolak pinggang "ahh, sial aku padahal tadi menunggu tapi, aku bosan jika hanya menunggu"

"Seperti yang kau lihat" Balas Lucy "tampaknya kau lebih dulu daripada mereka Natsu baiklah! Kita buat lubang lagi untuk berjaga-jaga"

"Itu percuma!" teriak Happy

"Tampaknya mereka tersesat" Ucap Natsu menatap langitu dia melihat bayangan besar di langit "hmmmm? Itu" dia bisa melihat Tikus besar yang waktu itu dia siksa tengah terbang dengan membawa ember besar berisi cairan

"Huh, kenapa dia kesini lagi" Lucy hanya bisa Sweatdrop tapi, tak menyadari setetes cairan itu mengarah kepadanya beruntung Natsu langsung menyapunya dengan air.

"Berhati-hatilah kau terlalu banyak terbuka" Natsu memperingatinya "dan juga terlihat itu sangat berbahaya"

"Ahh, gomen" Lucy menunduk kepalanya.

"Kita banyak menghabiskan waktu karena, mengambil cairan beracun ini" Ucap Yuuka melipat tangannya

"Tapi, setidaknya Para penduduk desa dan penyihir itu berada di sini" balas Sherry dia memerintahkan hewan miliknya melemparkan cairan itu dan mengarahkannya ke Desa itu.

"Orang itu benar-benar Gila!" Happy bertingkah panik.

"ICE AGE!"

"Mereka benar-benar menyebalkan" Komentar Natsu dia langsung membekukan cairan itu dan membuatnya hancur berkeping-keping

"Ahh, begitu" Lucy terlihat bodoh karena, bertingkah panik seperti itu dia tau Natsu bisa mengatasinya tanpa hal sulit sementara Natsu memberi Deathglare ke figure tiga bayangan di depannya.

"Tampaknya mereka selamat tapi, ini lebih mudah karena kita bisa mengatsinya sendiri" Ucap Yuuka "dan juga cukup 15 menit untuk kita membereskannya"

"Sombong sekali mereka!" komentar Lucy kesal sementara di belakang kepala desa itu terlihat kesal beruntung rakyat segera menariknya dan menghindar dari tempat ini.

"Aku tidak bisa membiarkan kalian pergi begitu saja" Sherry langsung terbang menggunakan tikus besarnya dan mengejar para penduduk pulau itu.

*wushhh!

"Huh?.." Lucy membuka mata dia menyadari sesuatu yang aneh rupanya dia terbawa terbang bersama tikus itu "tunggu sebentar! Bagaimana bisa aku berada di mari!" Dia mencoba memukul kaki tikus itu tapi, tak ada hasil.

"Lucy idiot!" Celetuk Happy

"Bukankah dia tak sadar?" Natsu Sweatdrop mendengar keluhan Lucy.

"Hei, hei! Turunkan aku dari sini!" Lucy terus memukul namun, tak menunjukan hasil apapun "hah, bagaimana dengan ini!" dia langsung mengkelitikinya dan hasilnya tikus Tertawa dan berhenti terbang dan beberapa saat mereka semua terjatuh.

*boooommm

"Aku berani bertaruh dia akan kalah dengan cepat" Yuuka Pokerface.

"Mana mungkin!" Teriak Toby namun tak di gubris rekannya ini.

"Baiklah, kau kejar Lucy dan biar aku urus yang satu ini" Natsu langsung menghilang tanpa mereka sadari.

"Huh, kemana dia?" Toby celingak-celinguk dia tak melihat orang itu namun, dia cukup shock ketika Natsu sudah di depannya dan memukul perutnya "guh!" dia merasakan sakit dan panas di saat yang bersamaan.

"Kau membiarkan pertahananmu terbuka jelas" Natsu terus menekan tinjunya sampai dalam yah wajar saja itu bukan tinju Api melainkan Magma dan menghempaskan pria anjing itu hingga tak bergerak sama sekali.

"Toby!"

"SURGE!"

Natsu melihat Gelombang kejut ke arahnya namun dia membalasnya dengan Laser kuning dan beradu tapi, Milik Natsu yang menang membuat Yuuka langsung menghindar ke samping agak jauh.

"Lumayan untuk orang sepertimu" Yuuka menyeka mulutnya "dan akan kubalas apa yang kau lakukan pada temanku" dia sekarang terlihat kesal "dan asal kau tau kita ini Mage juga, apa kau pernah mendengar nama Jura dari Lamia Scale? Karena kita dari sana"

"Ini pertarungan jadi, wajar saja jika ada yang terluka" Natsu menyeringai dia melihat Toby yang bangun lagi namun, Kondisinya benar-benar terlihat buruk "oho, bocah besar sudah bangun dari tidur pulasnya" dia mengabaikan tatapan Deathglare yang di arahkan kepadanya.

Toby bergerak secara paksa dari arah kiri dan Yuuka bergerak dari arah kanan mereka menyerang Natsu dari arah berbeda secara bersamaan namun, lelaki berambut pink ini menyeringai dia langsung menembakan laser ke arah Kaki dan membuat mereka tersungkur dan membuat Segel tangan.

"FUUTON : WIND FORTEX!"

*Wushh!

Natsu langsung membuat pusaran angin besar yang menjulang ke atas Tobi sudah terkena serangan telak namun, Yuuka masih bisa membuat perisai dan melindungi dirinya.

"Persetan! Dengan yang namanya Jura!" Natsu malah tak begitu menggubris ucapan mereka "kemarilah siapapun itu akan kuhajar siapapun yang berbuat salah"

"Guhhh! Orang ini kekuatannya mengerikan juga" Guman Yuuka dia tau lawannya ini malah terlihat tak terpojok "hah! Selama aku ada di perisai ini tak ada seorangpun yang bisa menyerangku karena, aku dapat menetralisir semua sihir"

"Benarkah?" Natsu langsung menerobos perisai itu dengan tangan menghitam "jika aku tak bisa menggunakan sihir dari jangkauan ini itu bukan berarti aku tak bisa meninjumu dengan tangan kosong"

*duaghhh

"Gahh! Dia gila!" teriak Yuuka wajahnya terkena pukulan yang telak dari Natsu "orang ini benar-benar tak bisa di kontrol!"

"!"

"Hehehe! Jangan menunjukan wajah panik di saat begini" Natsu menyeringai dia sudah tepat di depannya dan menarik nafas "KATON : HONO HOKKYAKU!" menyeburkan api dalam kobaran besar dan langsung menghanguskan orang itu.

"Ahhhhhh!"

"Selesai, mereka hanya banyak bicara tapi, kekuatan nol" komentar Natsu dia melirik ke arah rumah para penduduk yang sudah rusak "kelakuan mereka terlalu menyebalkan aku harus menghentikan mereka" dia mengepalkan tangannya kesal.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Ke Tempat Lucy

"Uhhh, ini dimana" Lucy terbangun dari pingsannya setelah jatuh dari langit secara bersamaan "oh, ya di mana wanita itu" dia tak melihatnya yang ada Tikus raksasa yang tergeletak.

"Hikz! Hikz! Terima kasih atas apa yang kau lakukan padaku" Sherry menangis dan Lucy hanya cengo melihat tingkahnya "berkat kau aku takkan bisa mendapatkan cintanya lagi"

"Huh?!"

"Aku tidak akan memaafkanmu! WOOD DOOL!" Sherry menggerakan jarinya dan menghidupkan pohon besar di sampingnya dan langsung menyerang Lucy.

"OPEN GATE : THE BULL TAURUS!" Lucy mengeluarkan kuncinya dan memanggil Sapi besar dan menyuruhnya menghancurkan Pohon itu dan Taurus dengan mudah menebasnya "bagus, kau hebat" dia memujinya.

"Moooooo! Dadamu is the best!"

"Tapi, sayang sekali Bintang roh takkan mempan kepadaku" Sherry tersenyum tenang ketika melihat Taurus bersiap mengayunkan kapaknya

"Ehhh!"

*Duarrr

"Ehhh, kau kenapa?!" Lucy panik sambil menghindari Kapak yang di layangkan Taurus kepadanya "urghh! Kau ini kenapa menyerangku?!" dia dalam kondisi terkunci tak bergerak ketika Bintang rohnya mencengkik Lehernya.

"Sihirku dapat menyerang dan mengendalikan benda apapun selain manusia jadi, Bintang rohmu itu bukan manusia" Sherry menggerakan jarinya "dan lepaskan bajunya buat di bugil!"

"Dengan senang hati moooooo!"

"Kau ini di kendalikan atau tidak sih!" Lucy langsung protes.

"Kembalilah dan Tutup pintu!" Lucy berteriak dan memegang lehernya "Taurus! Tutup pintunya! Dan kembalilah"

"Memanggil dan mengembalikan Bintang roh harus persetujuan kedua belah pihak" Sherry menyeringai "dan segini sajakah penyihir Fairy Taill?"

"CLOSE THE GATE! *Pooff!" Lucy berteriak dan beberapa saat sapi itu menghilang "ehhh, aku berhasil rupanya" wajahnya menunjukan ekspresi senang.

"Sial!, tak kusangka aku bisa sakah perhitungan begini" Sherry menunjukkan raut wajah shock

"Tentu saja karena kita Fairy Taill!" Lucy menyeringai dia memegang pecutnya "dan kitalah yang terhebat"

.

.

.

.

- Di Gua

"Reitei-sama kenapa kau membiarkan lelaki bernama Gray itu" tanya Zalty salah seorang asisten Lyon yang membantunya.

"Tak ada alasan Khusus" balas Lyon dengan suara bosan "aku hanya memberi pelajaran sedikit agar dia kapok dan juga aku malas ada darah"

"Kau bilang begitu tetapi, malah kau menyuruh membunuh penduduk itu" Ucap Zalty memutar badan "tapi, apa karena dia guru seperguruanmu? Makanya kau jadi lembek?"

"Yang benar saja! Aku sudah membuatnya babak belur begitu" Lyon menatap Deliora "tapi, jika dia menghalangiku lagi aku tak segan-segan lagi untuk membunuhnya"

"Benarkah?"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Di Tempat Lucy (Lagi -_-)

"Kau lupakah bintang rohmu tidak berguna sama sekali" Ucap Sherry

"Entahlah, jika kita belum mencobanya mana tau" Lucy memgeluarkan Kunci tapi, kali ini berwarna perak biasanya suka emas "OPEN THE GATE : THE DOG PLUE!" dia mengeluarkan Anjing putih Sherry sudah mengendalikannya tapi, bintang roh itu terlihat tak berguna dalam hal bertarung.

"Sial! Kau mengeluarkan roh bintangmu yang lemah" Umpat Sherry "hentikan pengendalian! ROCK DOOL!" dia membuat monster batu raksasa dan memberi pukulan kerasnya ke tanah.

"Wahhhh!" Teriak Lucy terjungkal jauh hingga ke tepi pantai "sial! Aku harus mencari sesuatu yang kuat untuk menghancurkan itu" dia melihat ke arah laut terlintas sesuatu di otaknya "ahh aku tau! Aku harus memanggil Aquarius"

"Kau takkan bisa lari lagi" Sherry mengejarnya.

"OPEN THE WATER BARRIEE : AQUARIUS!" Lucy mengeluarkan roh bintangnya lagi kali ini seekor Duyung berambut biru "hei! Musuh kita adalah wanita itu hancurkan dan kalahkan dia!"

"Tch" Aqurius hanya mendecik.

"Jangan hanya bilang begitu setiap kemunculanmu!" Lucy Protes kesal "setidaknya bantu aku dan kalahkan dia!"

"Kau ini cerewet!" Aquarius mengucek telinga "itulah sebabnya Pangeran Naga berambut pinkmu itu tidak meminangmu jadinya kau tetap Jomblo!"

"Berisik!" Lucy bersemu merah entah kenapa bintang rohnya ini bisa mengetahui rahasianya yang ia tulis di sebuah buku.

"Aquarius beri dia pelajaran!" Sherry tampaknya sudah mengendalikan duyung berambut biru ini.

"Rarrrrghhhhhh!"

Aquarius mengamuk dia mengeluarkan gelombang laut yang besar bahkan lebih besar dari sebuah Tsunami dan alhasil Lucy terkena dampaknya bukan hanya itu Sherry juga terkena dan mereka terombang-ambing dalam air dan setelah itu air kembali surut.

"Tanpa di suruhpun aku akan pergi juga" Aquarius langsung menhilang.

"Asal kau tau Aquarius selalu melontarkan air itu tak peduli itu kawan atau lawan" Ucap Lucy matanya berputar-putar merasakan pusing yang berlebihan "makanya meski kau mengendalikannya itu percuma karena, serangannya tak memandang apapun"

"Ughh! Ini di luar perkiraanku" Sherry merasakan hal yang sama seperti Lucy "tapi, tak masalah selama ada boneka batu aku takkan kalah" dia berjalan ke arah lain.

"Silahkan saja! Lagipula bonek itu takkan bergerak jika tak ada pengendalinya" Lucy berjalan ke arah Sherry dia memberi pukulan Hit dan membuat wanita itu pingsan "hahahaha! Aku menang" tapi, dia sadar tikus besar itu melompat ke arahnya 'ya ampun aku lupa yang ini belum di bereskan' Dia tak bisa bergerak tapi.

*Slasshhh!

"Erza!" Lucy senang melihat gadis itu tapi, wajahnya gemetar ketika Erza memberi tatapan yang tak menyenangkan kepadanya 'ohh benar juga kita sedang melanggar peraturan makanya dia kemari' tubuh dia gemetar.

"Apa yang terjadi disini? Dan di mana Natsu?" Tanya Erza tak melihat DragonSlayer Api itu "dan bisa kau jelaskan situasi ini?"

"Err! Yah, kau tau ummm! Kita sedang misi... Class-S" Lucy jawab agak pelan dengan tubuh mengucur keringat deras "dan aku minta maaf karena, keegoisanku tapi, situasi penduduk desa sekarang sangat berbahaya dan ada beberapa orang stress yang mencoba membangkitkan Iblis jika dibiarkan maka penduduk bisa jadi korban"

"Siapa bilang aku akan marah" Erza tersenyum lembut "tapi, yang jadi pertanyaanku di mana Natsu dan juga bukankah Gray menyusul kalian tapi, sekarang di mana orang itu" dengan nada dingin.

"Errr! Ki-kita bi-bisa jelaskan ba-baik-baik"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Tenda Perawatan

"Ughh! Sudah pagi" Gray membuka matanya dia menyadari berada di sebuah kasur "dan apa yang sebenarnya terjadi?"

"Kau sudah bangun rupanya" Ucap seorang Gadis kecil "kau sekarang berada di Tenda pengungsian karena, desa kita hancur oleh mereka beruntung Natsu-san dan Lucy-san membantu kita jadinya kita semua selamat"

"Begitu rupanya, tapi di mana mereka?" Tanya Gray dia menyadari apa yang di katakan gadis itu wajahnya berubah marah 'jadi, begitu rupanya desa sudah di hancurkan! Keparat kau Lyon!'

"Oh ya mereka menunggumu di tenda" Gadis itu berlalu pergi Gray langsung masuk ke dalam Tenda dia cukup terkejut ketika melihat Gadis berambut Scarlet memberi Deathglare dan Lucy, Happy memasang wajah pasrah.

"Erza?!"

"Aku sudah mendengar semuanya dari Lucy" Ucap Erza dengan suara monoton "dan kenapa kau tak menghentikan mereka Gray kau tau misi ini sangat berbahaya"

"Lucy apa kau melihat Natsu?" tanya Gray ke gadis berambut pirang itu.

"Aku tak tau tampaknya dia menyusul Orang yang bernama Reitei itu" Jawab Lucy.

"Gray, kau ikut aku mencari Natsu setelah ini kita akan langsung pulang ke Guild" Perintah Erza dengan nada keras "dan juga ini bukan misi yang pas untuknya"

"Apa yang kau pikirkan Erza?!" Gray mendengarnya shock "bukankah kau sudah mengetahui apa yang terjadi pada desa ini" gadis berambut merah itu mengangguk

"Terus kenapa?" Erza memberinya Deathglare "aku tak peduli apapun yang terjadi yang jelas aku tak suka pada orang yang melanggar sebuah peraturan"

"Tch, aku kecewa pada ucapanmu Erza" Gray mendecik kesal "sebuah misi dibuat dan di laksanakan oleh orang yang bisa mengatasinya tak peduli itu hebat atau tidak asalkan misi itu selesai tanpa terjadi sesuatu"

"Kau menantangku Gray" Erza mengayunkan pedang ke leher lelaki itu.

"Yah, aku menantangmu tak peduli apapun yang kau lakukan terserah!, karena aku akan melakukan apapun yang kumau dan tetap melanjutkan misi ini" Gray memegang pedang itu dan membuat Tangannya berdarah tapi, dia tak peduli "dan juga jika Natsu mendengar ini dia akan berfikir sama denganku dan berbicara : Persetan! Dengan Peraturan!, memang peraturan dibuat untuk di patuhi bukan di langgar tapi, ada sesuatu yang harus di lakukan lebih penting daripada harus menaati sebuah peraturan konyol bukankah, kau pernah mendengar itu?" Erza hanya hening dan Gray berjalan keluar.

"Oh ya satu lagi" Gray menghentika langkahnya "kau bicara seperti ini bukan karena, kau tak suka ada yang melanggar peraturan melainkan kau hanya khawatir Natsu kenapa-kenapa bukan?" Gray tertawa puas bisa menjahilinya tapi, dia tau jika dia tak berlari maka akan ada sesuatu yang parah terjadi padanya.

"Ayo pergi Lucy" Erza mengajaknya dia tau dia bukan marah dan kesal jika peraturan di langgar hanya saja dia tak suka jika pergi tanpa izin dan yah memang dia agak khawatir terhadap DragonSlayer api itu.

"Baiklah" Lucy segera menyusulnya dia tau jika di singgung kata itu maka sifat Erza akan lembek tapi, entah kenapa dia tak suka itu.

"Huhuhu! Gray kau sungguh pria!" Happy menangis haru.

.

.

.

.

- Kuil

"Jadi, kau sudah di kalahkan?" tanya Lyon melipat kakinya dia melihat salah satu kawannya yang terluka berat "ini benar-benar di luar dugaanku mereka kuat-kuat"

"Yah seperti yang kau lihat" Jawab Toby agak ragu dan kesal karena, luka yang di terimanya dari Natsu cukup berat dan sulit di sembuhkan dengan cepat.

"Ritual Moon Drip ini semakin jadi sulit sekarang" Ucap Zalty datang dari arah lain "dan malam ini kekuatan sihir bulan menjadi maksimal selain itu jika, tak ada yang mengganggu kalau ada yang menganggu Deliora akan tetap di dalam sana selamanya"

"Selain itu musuhku bukan orang sembarangan" Lyon tampak tenang tapi, di dalamnya dia terlihat agak panik "dan juga mustahil mengatasi mereka sendirian"

"Kedengarannya sulit tapi, izinkan aku membantu" Zalty membungkuk "aku bisa sihir kuno"

"Sihir Kuno?" Lyon baru mendengar istilah itu dalam otaknya 'sebenarnya siapa orang ini?'

*krtkkkkkkk *krakkkkkk *krtkkkkkkk

"Bumi bergetar!" Toby berteriak "dan kurasa bangunan ini mau runtuh!" dia bertingkah panik.

"Bangunannya jadi miring karena dia yah, dan lihat!" Zalty menunjuk lantai yang rubuh 'orang ini terlihat menarik fufufu!'

"Mudah sekali aku menemukanmu dengan cara menghancurkan bangunan ini" Natsu menyeringai "dan juga jika aku hancurkan bangunan ini maka ritual menyebalkan ini takkan terlaksana"

"Kau melakukan sesuatu yang buruk" Lyon memberi Deathglare.

"Aku tak mengerti apa yang terjadi di sini?" Tanya Toby menggaruk telinganya.

"Sepertinya dia yang membuat bangunan ini menjadi miring dengan menghancurkan tiang dengan begitu Cahaya yang dari atas tak mengenai Deliora langsung" Jawab Zalty "sekarang aku tau mengapa kita tak bisa menilai orang dari penampilan luarnya saja"

Natsu dari bawah langsung meloncat ke atas dan meninju dagu Lyon meski dia tau itu hanya sebuah kloning Es dia tau Lelaki berambut perak itu ada di belakangnya.

"Bisakah, kau hindari ini!" Lyon menembakan pasukan burung Es.

"Bisa tuh!" Natsu malah membalasnya dengan menyemburkan api

Natsu membuat kobaran api di kakinya ia membuat posisi terbalik tangan di bawah sebagai tumpuan dan kaki di atas dia memutarkan tubuhnya dan mengeluarkan percikan bola api kecil dan menyebar ke segala arah beruntung semua menghindarinya kecuali Toby.

Natsu mengeluarkan tiupan angin dari mulutnya dan menghempaskan segala yang ada di depan Natsu menyadari pria bertopeng itu melakukan sesuatu terhadapnya maka dia langsung meloncat.

"Oh, hampir saja" Komentar Natsu dia mencium bau tak asing dari pria bertopeng itu.

"Apa yang kau lakukan Zalty?" Tanya Lyon kesal "aku tau kau yang membuat lantainya roboh tau!"

"Kau menyadarinya juga yah Reitei-sama dan nampaknya laki-laki itu juga sudah mengetahuinya" Zalty tersenyum licik "dan jangan salah faham begitu karena, aku tak bisa membiarkanmu kalah sebelum Deliora ini bangkit"

"Aku tau dan mustahil aku kalah begitu saja oleh hal semacam ini" Lyon membuat di sekitarnya menjadi membeku dan membuat dinding Es "kalian pergilah biar aku yang mengurusi ini karena, jika aku tak bisa mengatasinya dia maka aku tak bisa mengalahkan Deliora"

"Jadi, itu tujuanmu padahal dia sudah setengah tenaganya di kalahkan" Ucap Natsu mengambil topinya yang jatuh "kau ingin mengeluarkan itu hanya untuk bisa bertarung dengannya? Dasar aneh"

"Ini semua demi mimpiku" Lyon menembakan setumpuk jarum Es.

"Persetan! Dengan mimpimu itu" Natsu bertahan karena menghitamkan tubuhnya dengan Bushou Koka "jika, sampai melibatkan orang yang tak bersalah maka aku yang akan menghentikanmu"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Perjalanan

"Aku mengerti jika, dia mengalahkan mahluk itu dia bisa melampaui gurumu itu" Lucy mengangguk dia bisa mendengar semua cerita dari Gray "meski dia telah tiada"

"Tidak, dia tak tau cerita sebenarnya" balas Gray berlari di depan "sebenarnya Ur masih hidup hanya saja tubuh dan jiwanyalah yang ikut tersegel dalam Es itu makanya Lyon mengira Ur sudah tewas"

"Jika, dia masih hidup itu berarti sampai sekarang dia masih hidup?" Erza terlihat shock "dan apa yang terjadi waktu itu?"

"Yah, 10 tahun yang lalu Deliora menyerang desaku tinggal dan akulah satu-satunya orang yang selamat" Jawab Gray mencoba mengingat masa lalunya yang kelam "dan di sanalah aku bertemu Ur dan juga Lyon lalu aku di ajarinya beberapa sihir Es yang tipe dasar tapi, waktu itu aku masih Egois dan memaksanya mengajari sihir kuat agar tercapai balas dendamku"

"Lalu apa yang terjadi setelah itu?" Tanya Lucy penasaran.

"Begitu aku dengar kabar tentang Deliora aku langsung kesana meski Ur mencegahku namun, aku membantahnya" Gray mengepalkan tangannya kuat-kuat "dan seperti yang kau lihat dia bukan tandinganku dan Lyon meski Ur membantu tubuhnya terluka parah waktu bertarung dengan iblis itu dan Akhirnya Ur memutuskan menggunakan ICED SHELL dan waktu itu Lyon menyadarinya juga dia mencoba menggunakan tehknik itu tapi, karena kondisi tubuhnya masih rawan makanya Ur mencegahnya"

"Lalu setelah itu gurumu itu menggunakan tehknik itu?"tanya Happy

" benar, dia menyegel Iblis itu dengan mengorbankan Jiwa dan raganya dan setelah itu Lyon sadar dan dia akhirnya menyalahkanku atas menghilangnya Ur" Balas Gray.

"Tunggu! Jika Ur sudah menghilang tapi, kenapa kau bilang dia masih hidup?" tanya Erza.

"Yah, awalnya aku juga tak mempercayai itu jika dia masih hidup namun Ur berkata sesuatu sebelum dia tersegel" Jawab Gray dia tersenyum "dia bilang jiwa dan tubuhnya memang tersegel dalam Es tapi, dia masih hidup dalam es itu dan berharap ada seseorang yang membebaskan dirinya dalam segel ini" semuanya hening untuk beberapa saat.

"Yah, mungkin terdengar konyol tapi, itu memang benar adanya" Gray tertawa kering "dan aku bisa melihat dari matanya rasa penuh harap dia ingin bebas dan aku mempercayai itu tak peduli siapapun itu selama ada orang yang bisa membebaskannya maka aku akan menghormatinya meski ini mustahil tapi, setidaknya ada sedikit harapan meski itu kecil kemungkinannya" semuanya langsung tersenyum.

"Lihat!" Happy menunjuk kuil yang setengah miring "tampaknya bangunannya sedikit roboh"

"Kupikir itu Natsu, kau tau dia selalu melakukan hal yang konyol dan tak masuk akal contohnya yang sekarang saat ini" Gray menyeringai "sialan! Flamebrain bersenang-senang sendiri tanpa mengajakku"

"Uhh! Tampaknya kita kedatangan tamu tak di undang" Lucy menunjuk sekumpulan orang yang tengah mengejar mereka.

"Gray, kau pergilah dan selesaikan urusanmu" Ucap Erza membacking mereka "biar aku yang mengatasi mereka"

"Oke" Gray langsung berlari.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Tempat Natsu.

*krakkkkk

Natsu melihat dinding Es retak dan menampakan lelaki berambut hitam yang setengah bugil di balut perban.

"Minggir Natsu biar aku yang melawannya" Ucap Gray dengan nada serius

"Oi! Oi! Bukankah kau sudah pernah kalah?" Protes Natsu.

"Itu tadi sekarang beda lagi" Jawab Gray "memang ini salahku berkat aku Ur jadi seperti ini tapi, aku tak bisa membiarkanmu melakukan semena-semena kepada desa ini maka dari kita berdua yang harus menerima hukumannya" Kaki di tekuk sedikit dan kedua tangan di silangkan ke depan.

"Tunggu! Itu!?" Lyon langsung terkejut melihat sikap kuda-kuda Gray yang tak asing baginya Natsu hanya bingung dengan situasi yang terjadi di sini "ICED SHEEL! Kau sudah gila ya!"

"Aku tidak gila tapi, masih waras" Gray mengeluarkan aura putih dan tubuhnya kini menjadi putih salju "fakta bahwa aku penyebab Ur seperti ini maka dari itu aku akan menebusnya memang aku percaya kata-kata itu tapi, ini hanyalah dosa penebus yang telah kulakukan"

"Silahkan kau lakukan aku tau kau hanya menggertak" Lyon menyeringai "dan lagipula kau tak punya keberanian untuk melakukannya"

"Siapa bilang?" Gray merendahkan suhu udara di sekitarnya "ICE SHE-"

*Duangghhh!

"Apa yang kau lakukan dasar bodoh!" Natsu langsung memberi tonjokan dan menghentikan aksi lelaki itu "kau pikir itu keren dengan bertingkah seperti itu? Apa kau pikir dirimu hebat?!"

"Ini masalahku berdua jadi, jangan ikut campur!" Bentak Gray memegang kepalanya yang sakit "bahkan bila itu harus mengorbankan nyawa itu tak masalah!"

"Huh, mati akan menyelesaikan masalah?" Natsu mencengkram tangannya balik "itu bukan menyelesaikan! Melainkan kau lari dari masalah seperti pengecut!" Gray hening beberapa saat.

*grrgrrggggggg!

"Huh, bumi berguncang" Gray tubuhnya bergetar.

"Bukan seperti itu" Natsu menggeleng "tampaknya bangunan ini kembali seperti semula entah siapa yang melakukannya sialan! Padahal aku sudah agak susah menghancurkannya!"

"Zalty apa yang terjadi?" tanya Lyon melihat lelaki bertopeng itu.

"Mohon maaf, atas kegangguan ini" Balas Zalty "tapi, hari sudah mendekati malam dan tampaknya Ritualnya akan segera tiba" dia langsung berlari kabur

"Tunggu kau! Jangan berbicara lalu berlari seenaknya!" Natsu kesal langsung menghilang dan mengejar orang itu "Gray! Sisanya kuserahkan padamu"

"Aku tak pernah menduga dia bisa mendekatimu padahal saat itu sudah puncaknya" Ucap Lyon

"Yah, karena kau sudah mengetahuinya atau memang sudah bersiap menerima seranganku?" Tanya Gray

"Yah keduanya" Lyon mengangguk "tapi, selain itu aku tau bahwa ritual ini belum selesai dan juga dengan kata lain percuma kau menyegelku karena, Moon Drip masih berlanjut dan aku dapat bebas"

"Lyon dengarkan aku... Ur sebenarnya masih hidup di dalam Es ini" Ucap Gray Lyon hening beberapa saat alias shock

"Hah, yang benar saja jangan membuatku tertawa" Lyon membantahnya.

"Asal kau tau ICED SHEEL adalah sebuah Sihir Segel Es dimana mengubah penggunanya menjadi Es dan menyegel Deliora ini jadi, intinya Ur masih hidup di dalam Es ini" Jawab Gray mengepal tangan "dan kumohon hentikan saja! Oh aku minta maaf merahasiakan ini karena, Ur sendiri yang minta"

*Slashhhh!

*Jlebbbb!

"Oh terima kasih atas infonya!" Lyon tersenyum jahat dia langsung menusuk perut Gray dengan pedang Es "jika Segel Es ini mencair itu berarti Ur bisa kembali dan akulah yang akan mengalahkan Deliora ini"

"Guhh! Sialan kau!" Umpat Gray memegang perutnya yang berdarah "kau! Melakukan hal seperti ini! Apa kau percaya apa yang kukatakan!"

"50 : 50 antara percaya atau tidak" Jawab Lyon "lalu jika kenyataan dia hidup apa yang kau lakukan?"

*Duagghhhhh

"Tentu saja memberi pelukan!" Gray bangkit langsung menghajar wajah Lyon.

"Sial! Bagaimana bisa kau bergerak dalam keadaan luka seperti itu" Lyon terkejut mengusap luka di mulut.

"Aku sudah muak bernegosiasi!" Gray membuat tiga busur panah Es dan menembakannya dan tepat mengenai orang itu.

"Gahhhhh!"

Gray tak diam saja dia langsung menghajar wajah Lyon tapi, Gray tak memberi kesempatan dia lalu menendang perut lelaki berambut perak itu Lyon langsung berdiri dan melayangkan tinjuan, Gray menangkapnya lalu membenturkan kepalanya sendiri dan Lyon terhempas jauh.

"Sial! Bagaimana bisa aku terluka karena Gray!" Lyon berteriak kesal "ICE SNOW DRAGON!" dia membuat Naga es besar lalu mengarahkannya Gray hanya menerima serangan itu "aku tak ingin menyia-nyiakan tenagaku karena, Deliora akan segera bangkit!"

"Aku takkan membiarkanmu!" Gray kembali bangkit "jika, aku tak bisa maka teman-temanku yang akan melakukannya"

"Hah! Silahkan saja!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Tempat Deliora

*Krakkkk!

"Kena kau!" Natsu berhasil mencegat Pria bertopeng di depannya "kau mau lari kemana?!"

"Aku terkejut kau bisa berada cepat di sini" Zalty menghentikan langkahnya "tapi, bagaimana bisa kau mengetahui keberadaanku?"

"Hmmmm! Penciumanku tak bisa di remehkan" Natsu memegang hidungnya "dan bau kau seperti wanita, aku tau kau! Wanita jadi berhentilah seolah-olah kau ini seorang pria!"

"Ho, ho, kau membuatku terkesan Natsu-kun" Zalty membuka topeng dan menunjukan wajah aslinya seorang wanita cantik, berambut hitam panjang, dengan Kimono putih dan Orb besar di tangan "Halo bagaimana kabarmu?"

"Kau!?" Natsu serasa tak asing dengan wajahnya "anggota Dewan! Apa yang kau lakukan di sini!"

"Ara?, tak baik membentak aku di Era memang sebagai Dewan tapi, disini aku tetaplah aku" Zalty atau Ultear tersenyum

"Apa tujuanmu?" Natsu memberi Deathglare "kau tau dirimu kemari tanpa memiliki alasan yang jelas"

"Setiap wanita memiliki rahasia yang tak harus di sebarkan Natsu-kun" Ultear memegang dagunya.

"Oh" Natsu tak peduli dia lalu berjalan ke arah Deliora "oi! Aku sudah mengetahuinya jadi, kita lakukan sekarang?"

"Tentu, dan lagipula aku sudah mengajarimu cara menggunakannya?" tanya Songoku Natsu mengangguk "yah, aku akan menambahkan kekuatan sedikit jika kau kesusahan intinya bebaskan seseorang dalam es itu"

"Tanpa di suruhpun aku sudah faham" Balas Natsu dia membuat segel tangan "burung, kerbau, harimau, monyet, kucing-"

"Apa yang kau lakukan?" tanya Ultear melihat sedikit ada sesuatu janggal namun, Natsu mengabaikannya dan terus melakukan ritualnya sendiri yang tengah duduk bersila.

"KORI SHIRU KAIHO!" Tangan Natsu terlihat tampak sebuah tanda segel dan menempelkannya ke Es perlahan muncul tali berapi di belakangnya dan mengikat es itu perlahan yang menjadi cair dan mulai bercahaya "jika, ritual yang lebih dulu mencairkan ini maka orang itu takkan selamat maka dari itu aku gunakan cara itu"

"Tetap fokus kawan! Sebentar lagi akan berhasil" Songoku mendukungnya tapi, ada sesuatu yang sedikit menarik perhatiannya "hei, tampaknya aku benar ada seseorang di dalam es itu dan lihat di kananmu" dan memang benar ada sebuah cahaya putih di kanan Natsu yang membentuk tubuh manusia.

"Tunggu sebentar lagi... Dan selesai!" Natsu berhasil mencairkan es itu dan melihat mahluk raksasa berdiri di depannya dengan kondisi meraung keras dan ketika menoleh ke kanan dia terkejut melihat wanita dewasa, berambut pendek hitam, dalam kondisi telanjang

"ROARGHHHHHHHH!"

"Oh, sial!" Natsu langsung menggendong wanita itu dan membawanya ke tempat yang agak aman "aku harus menyadarkan dia terlebih dahulu setelah ini aku urus si sialan itu!" dia juga tak mencium bau Ultear tapi, dia tak peduli dan yang ia prioritaskan saat ini adalah wanita yang tengah di gendongnya dalam keadaan yang genting.

"Tidak mungkin!" Gray menatap horror sesuatu yang ada di depannya sebuah terror masa lalunya "aku minta maaf Ur-Sensei!"

"Akhirnya!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Yoshhh dia kembali lagi dan memang di manga kurasa dia hidup hanya saja ada penekanan dia harus mati oleh pihak pengarang jadi, aku tak bisa buat banyak dan benar Ur hidup lagi karena, aku gak mau Gray Bashing karena, mentornya sudah tiada maka itu aku balikan lagi. See ya!

Pm

.

RnR