Ahhhh, hadir lagi denganku fic yang gaje nan t*l*l ini hahahaha sorry di sensor banyak yang baca pastinya bukan orang dewasa saja melainkan anak di 18 juga pastinya ada yah, sudahlah dan bicara soal ini aku lagi di gadang-gadang akan Hiatus sebentar karena, keluargaku ngajak ke Bandung katanya ada bibiku yang lagi nikah yah, saya mah bukan Author yang terkenal mau pemberitahuan Hiatus atau enggaknya tak masalah jadi, gak ada yang rugi wowkwkwk! Tapi, kasian fans kecil saya yang nunggu eaaa! Tapi, tak usah khawatir ini akan dalam waktu yang tak begitu lama jadi, tak perlu cemas berlebihan amat lah.
P.S : Sumpah dah aku keinget sinetron Masa lalu yah sinetron Flashback dulu waktu ku kecil yah aku bisa ngebedain dari gaya ceritanya dan alurnya jaman dulu mah hmmm enak gak ada istilah cinta-cintaan, becandanya dapet, dan gak garing asal jeplak ajah yah karakternya gak di buat lebay banyak nangis yang gaje pokoknya Sinetron dulu pengajarannya dapet dari yang sekarang yang fokus ke Rating daripada kualitas -_- (yah pendapatku ajah gak usah di bawa serius.
Chapter 20 : Phantom
.
...
.
- Keesokan Harinya ( Taman Kota Magnolia )
"Permisi-misi kita dari Fairy Tail" Erza menyingkirkan kerumunan orang-orang yang tengah menatap sesuatu "I-ini?!" dia akhirnya bisa melihat apa yang terjadi sebenarnya tubuhnya bergetar dengan raut wajah shock
"Levy-chan!" Lucy menutup mulutnya dengan raut wajah kasian yah pantasnya kini mereka melihat Levy, Jet, Droy dengan tubuh terluka dan di gantung di sebuah pohon seperti di salib dengan kedua tangan diikat besi.
"Jet! Droy!" Teriak Gray.
"Kakek, kau diam saja huh?" Komentar Natsu melihat Master Guildnya berjalan ke arah anak-anaknya "karena, jika kau masih menganggap peraturan lebih penting dari ini? Aku akan kesana sendiri dan menghancurkannya" dia bersikap tenang tak tersulut emosi sama sekali.
"Yah, tak usah di jelaskan aku juga tau nak" Makarov menghela nafas dan menatap anak didiknya "menghancurkan Guild tua dan bar usang tak masalah bagiku tapi, orang tua mana yang akan membiarkan anaknya terluka begitu saja dan melakukan hal seperti ini..." dia mengepalkan tangannya wajahnya berubah menjadi marah.
"INI BERARTI PERANG!"
.
.
.
.
.
- Guild Phantom
"Hahaha mereka lucu sekali!"
"Para peri itu pasti kebakaran jenggot sekarang!"
"Itu belum seberapa dengan tiga orang yang di serang Gajeel waktu itu"
"Itu tak penting sekarang pasti Fairy Tail terlihat menyedihkan!"
"Aku berani bertaruh pasti mereka ketakutan sekarang hahahah!"
"Ah, sial aku jadi lupa waktu" Teriak salah Satu Penyihir Phatom dia berjalan ke arah pintu keluar "yah, aku pergi dulu" pada saat dia membuka rupanya Pintu menjadi hancur dan dia terkena bogem seseorang membuatnya terhempas.
"FAIRY TAIL KEMARI!"
"Sial! Mereka di mari!"
"Serang mereka!"
"Huh, kalian menyedihkan hanya mengalahkan tiga orang saja" Natsu membuat segel tangan dan menghela nafas "KATON : DAIKAKYUU NO JUTSU!" dia menghembuskan api yang menyerupai bola besar dan membakar mereka semua.
"ICE MAKE : LANCE! Mereka terlalu banyak bicara" Komentar Gray menembakan peluri es "oii, FlameBrain Ur berada di mana?" dia tak melihat gurunya sekarang.
"Dia sedang di bantu Irene untuk mengembalikan kekuatannnya" Jawab Natsu diam di tempat meski ada orang lain yang menyerangnya yah percuma saja itu hanya tembus melewat tubuh"dia minta maaf karena, tak bisa bantu kemari" Gray mengangguk dan kembali menyerang.
"BEAST SOUL ARM!" Elfman membuat separuh tangannya menjadi besar dan aneh "ouhhhh! Inj pembalasan seorang pria!" dia menghajar orang-orang yang ada di depannya.
"Serang Master Makarov!"
"Aku kuhabisi kalian!" Makarov menggunakan sihir Titan Magic yang mengubah tubuhnya menjadi raksasa dan besar "akan kutunjukan pada kalian karena, telah menganggu sang monster!" dia menghempaskan semua Penyihir Phantom dengan satu pukulan.
"Sial! Mereka kuat sekali!"
"Kita terlalu meremehkannya!"
"Payah!"
"Master Jose berada di atas" Komentar Erza melemparkan beberapa pedang ke arah lain "tapi, di mana Gajeel dan juga Element Four?" dia tak melihat mereka sama sekali.
"Jadi, itu Titania dan juga Salamander" Komentar Gajeel dari atas atap "tapi, aku tak bisa melihat Laxus, Gildarts atau Mystogan gihii!, rupanya rencana Master berhasil juga!" dia menyeringai.
.
.
.
.
.
- Jalan Magnolia
"Tch, mereka semua pergi meninggalkanku" Lucy berkeluh kesah "huh, hujan tiba-tiba?" dia merasakan tubuhnya di guyur hujan tapi, dia bisa melihat gadis berambut biru, dengan gaya di roll berjalan ke arahnya.
"Huh, siapa dia?"
"Juvia yang membawa hujan ini" dia memperkenalkan dirinya sendiri "oh, kalau begitu selamat tinggal" dia berlalu pergi membuat Lucy pokerface.
"Non! Non! Non! Non! Non! Sebuah ketukan 3-3-7" muncul orang aneh dengan tubuhnya yang miring menggunakan kacamata dengan satu kaca "nona Juvia! Kau tak boleh lari dari misimu karena, nona di depanmu adalah Target kita"
"Sol," Juvia menoleh ke arah Lucy "jadi, begitu aku tak percaya bahwa dia adalah target kita"
"Jadi,kalian dari Phantom yah!" Lucy mengeluarkan kunci emasnya "jadi, kalian yang menyerang Levy-chan dan yang lainnya"
"Non! Non! Non! Yang menyerang Guildmu dan juga temanmu ialah Gajeel nona" Jawab Sol memainkan kumisnya "yah, meski ini keinginan dari Guild kita sendiri"
"WATER LOCK! Jangan khawatir Juvia takkan membunuhmu" Gadis berambut biru itu membuat Perisai air dan mengurung Lucy tapi, gadis itu berontak tapi, tak bisa "selain itu pelindung air ini takkan bisa di tembus" perlahan tubuh Lucy kehilangan kesadaran dan pingsan.
"Misi Sukses!" Teriak Sol "this, Is My Victory!"
"Penangkapan selesai" Juvia terlihat datar saja ekspresinya "dan jangan khawatir kita akan membawamu pulang Nona Lucy Heartfilia-sama" dia melihat ke arah langit dan mengingat seseorang.
'Kau dimana sekarang Tuan Sakura?'
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
..
"Erza aku serahkan sisanya padamu" Makarov pergi ke lantai atas "aku yang akan mengurus Jose sendiri"
"Berhati-hatilah" Ucap Erza.
"Gihii! Pak tua itu sudah pergi saatnya beraksi" Gajeel langsung turun dari bawah memanjangkan tangan besinya dan mengenai yang lain "ayo, kemari dan kalahkan aku seorang DragonSlayer besi ini" dia tak peduli mau lawan atau kawan yang penting hajar.
"Kemarilah!"
Elfman melayangkan pukulannya, Gajeel menahannya dia memanjangkan tangan kanannya tapi, Elfman menunduk lelaki berambut hitam itu melayangkan tendangan besinya beruntung lelaki berambut putih itu menangkapnya.
"Lelaki itu harus kuat" Elfman yang seperti biasa mengeluarkan motonya
"Gihhii! Benarkah" Gajeel menyeringai "tapi, bagaimana dengan ini?" dia langsung mengeluarkan Pipa-pipa besi dalam jumlah banyak dari kakinya dan mengenai yang lain.
"Dia, bodoh menyerang kawannya sendiri" Komentar Elfman.
"Jangan lengah!" Gajeel melayangkan tinjunya dan berhasil mengenai wajah orang itu.
"Giliranku!" Natsu langsung mendorong Elfman kini giliran dia memberi pukulan ke DragonSlayer besi itu "yo! , dan serahkan bocah ini padaku" dia membetulkan topinya.
"Oi! Kau menganggu pertarungan antar Pria" Protes Elfman tak peduli luka di mulutnya namun, Natsu tak peduli.
Natsu tau Gejeel memanjangkan besinya menyerang Natsu namun, itu hanya menembusnya saja membuat Gajeel Shock, Natsu langsung menendang dagu lelaki itu dan membuatnya terbang ke atas, sebelum Gajeel menyerang balik Natsu sudah ada di depannya dan membenturkan kepalanya membuat Gajeel terhempas.
*Jduarrr
"Whoa! Baru kali ini ada yang membuat Gajeel terdesak!"
"Hebat!"
"Dasar pamer!" Protes Elfman yang lain hanya tersenyum.
"Lumayan juga tadi huh?" Gajeel menyeka mulutnya "tapi, tak kusangka ada seseorang DragonSlayer lain selain diriku huh?"
"Heh, ini baru pembukaan kawan" Natsu menyeringai tapi, dia merasakan getaran di lantai atas"dan, ngomong-ngomong apa kau mengalami Musim Kawin juga sekarang" di saat yang serius seperti ini dia malah menanyakan sesuatu yang bodoh
"Errr!, apa maksudnya itu?" Gajeel hanya bisa melongo mendengarnya.
"Tunggu getaran apa ini?" Tanya Gray merasakannya juga yang lain pun sama hal juga.
"Ini adalah kemarahan Master tak ada yang bisa menghentikan ini" Erza tersenyum
"Ahh, lupakan saja" Natsu mengabaikan pertanyaan konyolnya yang dia buat tadi "hei, Erza aku serahkan dia padamu dan aku akan ke lantai atas" dia menatap langit.
"Hei, kau ini Plin-plan!" Teriak Elfman "katanya kau akan melawan Gajeel tapi, sekarang kau ingin pergi ke lantai atas?!" seperti biasa Natsu mengabaikannya saja.
"Baiklah" Erza mengangguk "tapi, kenapa kau?-" dia sempat ingin bertanya namun, Lelaki berambut pink itu sudah menghilang.
"Huh, kemana orang itu" Guman Gajeel 'selain itu tampaknya dia menyadari sesuatu yang tak beres dan sudah kuduga orang ini lebih berbahaya dari yang lainnya juga'
.
.
.
.
- Lantai Atas
"Jose di mana kau!" Makarov mendobrak pintu dengan aura yang mengerikan "apa, maksud semua ini huh?!" dia menunjukan raut wajah yang sangat marah.
"Oh, Halo Tuan Makarov lama tak berjumpa" Jose tetap tersenyum di kursinya "ini, sudah lama sekali yah kita tak bertatap wajah yah kira-kira 6 tahun yang lalu dan bagaimana kabarmu?"
*Crashhh!
"Ini, bukan reuni Jose!" Makarov langsung melayangkan tinju besarnya namun, tak ada reaksi apapun "apa!, Hologram?! Ba-bagaimana bisa?" dia shock yang dia pukul bukan orang yang aslinya.
"Pertarungan antar Dua Penyihir suci pastinya akan sangat merepotkan dan menimbulkan banyak kerusakan" Ucap Jose "dan juga aku lebih memilih kemenangan yang jelas saja" dia menjentakan jarinya dan terlihat Gadis berambut pirang yang pingsan dan terikat
"Lucy?! Ba-bagaimana bisa!" Makarov terlihat shock di sini sebelum dia bereaksi ada sesuatu yang menahannya 'tunggu, dulu kenapa aku tak bisa menggunakan sihirku?!' dia panik dan melihat seseorang berbadan besar di belakangnya.
"Ho! Ho! Ho! Menyedihkan!" Aria langsung menghempaskan Makarov secara paksa "kita juga tak mungkin membunuh Nona Lucy atas permintaan klien kita sendiri"
*Cling *Cling *Cling
Sebelum Makarov terjun jatuh kebawah ada kilatan cahaya yang menangkapnya dan memantul-mantul yang rupanya itu ulah Natsu yang sekarang berdiri di depan Aria dan memberi tendangan kerasnya.
"Gahhh!"
"Sebuah tehknik menghilangkan sihir lain huh? Mengerikan" Natsu menyeringai sedang memangku Makarov "hoh, hoh, tapi sayangnya hal yang seperti itu tak berlaku untukku" dia bisa tau itu hanya Hologram Lucy karena, tak mencium baunya
"Ah, sebuah keberuntungan bertemu denganmu Salamander-kun dan tampaknya kau sudah mengetahui Tehknik yang di milik Aria" Master Jose tersenyum "dan, ahh terima kasih atas serangannya" Dia bisa melihat serangan telak tadi.
"Natsu?!" Makarov melihat anak didiknya "kenapa kau berada di sini?!"
"Berhenti bicara Jii-chan!" Natsu tersenyum "hahah, kau saat ini dalam keadaan buruk" dia memasang wajah mengejek
"Tapi, bagaimana dengan Lucy!" Makarov terlihat Protes "mereka menangkapnya!"
"Aku tau.. Dan juga ini hanya Hologramnya saja yang asli entah berada di mana" Jawab Natsu "yah, ini mungkin menjadi kemenangan kalian tapi, kita akan membalasnya lagi" dia menghilang dan membawa Makarov.
"Bocah yang menarik" Jose menyeringai
.
.
.
.
- Lantai Bawah
"Natsu, apa yang terjadi kepada Master!" Erza menghentikan bertarungnya dan terlihat panik ketika melihat Makarov dengan luka serius.
"Aku sedikit telat, mereka menggunakan cara licik" Jawab Natsu dia masih bisa melihat pertarungan yang sedang terjadi "sekarang kita harus mundur dulu" dia bisa mendengar keluhan dari teman Guildnya.
"Cih, sudah selesai!" Gerutu Gajeel "padahal kesenangan baru saja di mulai!"
"Tunggu! Apa maksudmu mundur kita baru saja bertarung!" Protes Gray tentu saja Natsu tak begitu peduli "kita masih banyak tenaga dan juga yang lain masih bisa bertarung!"
"Lelaki itu tak bisa mundur!" Elfman yang ikutan Protes.
"Ini perintah asal kau tau" Natsu menekankan suaranya tentu saja dengan Efek Tekanan Haushoku miliknya membuat yang lain ciut bahkan Gray juga diam seribu bahasa "aku, tau kalian kesal atau apa tapi, itu bukan berarti kita tak bisa membalasnya" semuanya diam dan tak ada yang protes.
"Natsu benar" Erza mengangguk dia juga merasakan hawa yang menekan dari lelaki itu "dan sekarang Prioritas kita saat ini adalah mundur dan ini perintah" yah semuanya akhirnya menurut.
"Tch, kita balas Nanti!" Gerutu Max
"Ayo kita sembuhkan dulu master!" Teriak Alzack menggendong Makarov.
"Aria, aku tak menyangka kau mengalahkan pak tua itu" Komentar Gajeel "ahh, seharusnya kau perlambat dulu yah, kesenanganku baru saja di mulai"
"Yah, itu semua berkat rencana Master Jose huwa!" Jawab Aria menangis dengan bagian pipinya terluka tadi Gajeel hanya Sweatdrop melihat tingkahnya.
"Btw, bagaimana dengan Penangkapan Lucy itu?" Tanya Gajeel tentu saja hal dapat di dengar Jelas oleh Natsu.
"Dia sedang di kurung di Markas Utama" Jawab Aria.
"Salamander!" Teriak Gajeel membuat Natsu menoleh "kita akan lanjutkan lagi pertarungan yang tertunda dan kurasa ini akan menarik" dia lalu menghilang bersama Aria.
*Wushh
"Tunggu dulu! Kalian tidak bisa kabur begitu saja!"
"Yeah, kita akan membalas apa yang mereka lakukan!"
"Yah, kita tendang mereka balik!"
"Tunggu dulu Erza bagaimana bisa kau mundur sekarang!" Gray yang sadar dari hawa tekanan langsung Protes lagi "kita harus membalaskan dendam apa yang mereka lakukan pada Levy dan yang lainnya!"
"Aku tau" balas Erza dengan ekspresi tenang walau di dalamnya dia sekarang sangat sedih "kita harus mundur karena, kekalahan Master sangat berpengaruh" Gray akhirnya menurut.
"Mau kemana Natsu?" Tanya Happy tapi, Natsu mengabaikannya saja.
"Kau ikut, aku!" Natsu menyeret salah satu seorang Penyihir Phantom tapi, sebelum keluar dia mengeluarkan Haushoku ke belakang dan membuat beberapa Anggota Phantom pingsan 'itu berarti Lucy berada di tempat lain yang jelas bukan di sini' meninggalkan semua orang di sana yang hening.
"K-kau lihat itu?!"
"Ye-yeah tadi itu mengerikan"
"A-aku beruntung tidak melawannya"
( Di tempat Natsu )
"Katakan di mana Lucy, kalian sembunyikan?" Tanya Natsu masih terus menyeret orang itu "atau aku yang akan memaksamu?!"
"A-aku tak tau na-nama yang kau maksudkan itu!" Jawab orang itu gemetar ketakutan.
"Benarkah?" Natsu hanya memejamkan matanya dia menggunakan Kenbunshou untuk mendeteksi keberadaan Gadis itu 'ahh, Bingo posisinya tak jauh dari sini' dia akhirnya bisa menemukan Lokasi gadis itu tapi, dia dengan iseng membakar orang yang dia pegang.
"Huwa! Aku benar-benar sungguh tak tau!" Jawab Orang itu ketakutan dengan mata berair "tapi, Markas utama kita ada di Lembah kau tinggal Lurus lalu belok kiri mungkin saja dia ada di sana"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Markas Utama Phantom
"Urgh!, umm ini dimana?" Lucy membuka matanya dia merasakan tubuhnya terikat "tunggu! Kenapa aku ada di sini!" dia menyadari Bahwa dia di Penjara.
"Kau sudah bangun Yah Nona Lucy" Jose masuk ke dalam ruangan itu "oh, ya Namaku Jose Porla aku Master Guild Phantom"
"Phantom!?" Lucy terkejut 'ahh, jadi begitu rupanya aku sekarang di tangkap oleh Element Four'dia mennyadari sekarang menjadi tawanan
"Oh ya aku minta maaf karena, memperlakukanmu seperti ini " Ucap Jose formal "dan jika, kupikir sebenarnya kau adalah Tawanan Khusus yang harus di perlakukan dengan baik"
"Mengapa kalian menyerang kami?" tanya Lucy
"Kami?.. Ah maksudmu Fairy Tail yah, sebenarnya itu hanya Formalitas saja" Jawab Jose dengan nada jahat "selain itu tujuan kita bukanlah mereka melainkan dirimu saja seorang"
"Aku?" Lucy mengangkat sebelah alisnya.
"Yah, siapa lagi kalau bukan kau Anak Pewaris Keluarga Kolongmerat Heartfilia atau harus kupanggil Lucy Heartfilia-sama?" Jawab Jose menyeringai
"Ba-bagaimana kau bisa tau?" Lucy tubuhnya bergetar ketakutan.
"Aku tak mengerti kenapa kau menyembunyikan nama margamu waktu di Guild?" Ucap Jose dia hanya menatap tak acuh "dan juga salah satu Pewaris Orang Terkaya di Negeri ini mengambil resiko berbahaya seperti itu dan oh.. Jangan salah faham kita bukan menculikmu atas kemauan sendiri melainkan ini perintah langsung dari Ayahmu untuk membawa pulang"
"Bohong! Kenapa dia!" Lucy ketakutan mengingat masa lalunya.
"Yah, dia Ayahmu Jude Heartfilia" Jawab Jose tersenyum jahat "bukankah itu hal wajar jika seorang ayah yang mengkhawatirkan anaknya?"
"Bohong! Dia tak pernah peduli padaku sama sekali!" Teriak Lucy "aku takkan pulang dan takkan pernah kembali ke rumah!"
"Hah, Gadis yang cukup sulit" Jose menghela nafas panjang.
"Ergghh! Aku mau buang air, bisa lepaskan aku?" Pinta Lucy dia merasakan bagian bawahnya kebelet.
"Tidak, itu alasan Klasik jika ingin kabur" Tolak Jose tegas "jika, kau mau buang air yah di sana saja?" dia menunjuk sebuah ember.
'Yang, benar saja' Lucy Pokerface "yah, jika tak boleh tak masalah di sini juga tak keliatan buruk" dia mulai jongkok di ember itu.
"Kau benar-benar serius!" Jose melototkan matanya "tch, dasar Gadis aneh, apa boleh buat dan lakukan sesukamu" dia langsung berbalik badan tak melihat situasi yang tak di sukainya.
*Duaghhhh
"Awwwwwwww!"
"Terkadang alasan ini bagus juga" Lucy tersenyum ketika berhasil menendang bagian kejantanan milik Jose secara telak "baiklah, sampai jumpa aku pergi... Eh?" Dia langsung keluar tapi, pada saat jika membuka pintu dia hanya hening di sana.
"Hahaha sayang sekali ini adalah Menara Penjara dan kau berada di Posisi paling atas" Jawab Jose tampaknya dia masih merasakan efek tendangan tadi "beraninya kau seperti ini... Kemarilah, akan kuberikan sedikit pelajaran bagimu" tubuhnya masih gemetar atau masih sakit bagian bawah.
"Hah, apa boleh buat" Lucy memejamkan matanya dia langsung loncat dari atas Menara dan membuat Jose Shock 'aku, tau ini bodoh tapi, aku percaya kau ada di sini Natsu!' dia berteriak dalam hati dan tampaknya Doanya masih di kabulkan.
"Hahhh dapat!"
*Crashh
"Whoa! Lucy jatuh dari langit!" Komentar Happy.
"He-hei, ka-kau baik-baik saja?" Tanya Natsu yah dia sempat-sempatnya berbicara karena, seluruh wajahnya tertekan dua bola kenyal milik Gadis itu.
"Aku tau kau di sini" Lucy tersenyum.
"Yah, kita harus kembali Master saat ini tengah terluka" Ajak Natsu bangkit dari jatuhnya "yah, sebenarnya aku lebih memilih meneruskannya tapi, ini Master yang bilang jadinya aku tak bisa berbuat banyak sekarang tapi, itu bukan berarti kita menyerah sekarang" Lucy hanya diam membisu.
"Maaf... Ini semua salahku" Lucy memegang erat bajunya meratapi kesalahannya "jika, saja bukan karena aku kalian takkan seperti ini tapi, aku ingin kembali ke Kawan-kawanku!" Raut wajahnya menunjukan Ekspresi sedih.
"Hah, kau ini cengeng!" Keluh Natsu dia melepaskan topinya dan menaruhnya di kepala gadis itu "masalahmu, masalah kita juga kau tak bisa lari dari masalahmu yang bisa kau lakukan adalah menyelesaikannya tapi, kau tak bisa sendiri ada kita yang akan membantu dan oh ya ini aku titipkan padamu setekah masalah ini selesai kau boleh mengembalikannya" dia memasang wajah Tersenyum dengan Grin.
"Baik!" Lucy tersenyum senang dan mengusap air matanya 'aku, senang dia menitipkan ini padaku' dia memegang erat Topi yang selalu Natsu kenakan.
.
.
.
.
.
- Hutan Timur Magnolia
Berada di sebuah Hutan di bagian timur terdapat seorang spesialis Dokter yang bernama Polyrusica yang bisa mengobati jenis macam penyakit dan di sanalah Master Makarov di rawat.
"Hei! Apa yang kau lakukan pada Pasien!?" Tanya Alzack dia yang rupanya membawa Makarov kemari.
"Dia melakukan hal seperti tanpa mengkhawatirkan keadaan umurnya dan lihat sekarang dia benar-benar bodoh" Komentar Polyrusica "dan, berapa kali kubilang pada kalian pergi sana!" dia malah mengusir.
"Sudah kubilang kita juga mengkhawatirkan kondisi Master" Ucap Alzack
"Dan biarkan kita menjaganya juga" Pinta Bisca.
"Pulanglah... Mengkhawatirkannya seperti ini hanya akan menambah bebabnnya sendiri" Ucap Polyrusica "selain itu sihir dia terkuras habis sama sekali dan pada saat terkuras sihirnya itu berterbangan di Udara bila kita menemukan Sihir dia yang melayang seperti itu mungkin bisa menyembuhkan Makarov dengan cepat tapi, sekarang agak terlambat dan memakan sedikit waktu"
"Be-benarkah?" Alzack mengangkat sebelah alisnya.
"Kenapa kalian masih di sini juga!" bentak Polyrusica membuat keduanya melonjak kaget "Pergi sana! Aku benar-benar benci manusia!" dia mengibas-ngibaskan Sapu panjang miliknya.
"Iya! Iya!" Bisca langsung mendorong lelaki di sampingnya itu keluar.
"Hah, kau ini benar-benar bodoh" Polyrusica menghela nafas "walaupun kekuatan sihirmu itu sangat kuat dan banyak dan juga meski itupun terkuras habis tapi, jika kau tak berusaha semampumu kau akan menyakiti tubuhmu"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Guild Fairy Tail
"Ow! Ow! Ow! Sakit! Aku tak percaya kita mundur begitu saja!"
"Kita mundur seperti pengecut!"
"Gahh! Kita tak bisa membalaskan Dendam yang mereka lakukan pada Levy dan yang lain!"
"Kita tak bisa diam begitu saja!"
"Kumpulkan semua Bom yang ada dan juga kertas sihir dan barang-barang yang ada di gudang! Ambil semua siapa tau berguna!"
"Oke! Oke!"
"Aku minta maaf semua ini salahku" Lucy menunduk kepalanya.
"Apa boleh buat yang sudah berlalu biarlah berlalu" Komentar Elfman "lagipula, ini bukan salahmu sepenuhnya salahkan ayahmu itu errr,, maksudku Phantom!"
"Bodoh! Yang benar bicaranya!" Gray menggaplok kawannya
"Jujur aku saja kaget" Ucap Happy "kenapa kau merahasikan ini dari mereka semua?"
"Aku, bukan bermaksud menyembunyikannya hanya saja aku tak mau menceritakannya karena, waktu itu aku kabur dari rumah dan aku tak ingin semua kalian tau" Ucap Lucy wajahnya masih tampak suram "karena, Keegoisanku kalian semua terlibat dalam masalahku dan aku benar-benar minta maaf"
"Hah, meratapi kesalahanmu hanya akan menjadi beban pikiranmu" Natsu berkeluh kesah "lagipula penampilanmu malah bukan terlihat seperti Putri Bangsawan atau sejenisnya maka dari itu kau cocoknya dimari" dia sudah tau tentang kecil Lucy karena, pernah bertemu Gadis itu sekali waktu dirinya tersesat dan menanyakan tentang lokasi Kota Magnolia jadi, dia tak terkejut sama sekali "dan lagipula ini adalah tempat rumahmu berada Fairy Tail!"
"Aku tau memang kita bermusuhan tapi, aku tak menyangka masalahnya merambat sejauh ini!" Sorano menopang dagunya dia tampaknya baru selesai dari misi dan mendengar semuanya "ahh, ngomong-ngomong bagaimana kau sudah menghubungi yang lain?!"
"Arghh! Payah! Aku tak bisa menemukan Mystogan!" Cana mengeluh kesal tak bisa menemukan lelaki itu "bila Target kita adalah Lucy tak menutup kemungkinan mereka akan menyerang kita lagi dan menimbulkan banyak luka di pihak kita" dia melihat Mirajane berbicara dengan seseorang lewat Lacrima.
"Master sedang terluka Mystogan entah berada di mana" Mirajane memasang wajah khawatir "hanya, kau satu-satunya harapan kami Laxus?"
"Huh? Pak tua itu yang buat masalah kenapa juga harus aku ikut terseret dalam kekacauan itu" Komentar Laxus dengan nada bosan "lagipula kalian bisa melakukannya sendiri bukan? Jadi apa gunanya banyak Anggota jika tak berguna sama sekali? Buang saja hahahaha!"
"Grrr! Orang itu menyebalkan" Lisanna terlihat kesal.
"Laxus! Sialan kau!" Teriak Cana.
"Laxus! Teman kita Lucy sedang dalam bahaya" Mirajane masih dalam mode lembut meski hatinya sudah sangat kesal.
"Huh? Apa maksudmu si pedatang baru dada besar itu?" balas Laxus dengan ekspresi masih sama "dan bilang padanya jika ingin di tolong jadilah Wanitaku dan bilang pada kakek tua itu segera turun dan serahkan kursi Master itu kepadaku hahahaha!"
*Trang!
"Natsu?" Cana cukup terkejut melihat Natsu memecahkan Lacrima itu dengan aura kesal.
"Lupakan tentang orang tak berguna itu Mira!" Natsu tampak tenang tapi, jika melihat orang itu tak menutup kemungkinan akan langsung di hajar olehnya "kau seperti rendahan memohon kepada dia seperti itu Mira! dan lagipula itu bukan tak berarti kita tak ada Penyihir yang sama kuat dengannya kita akan melakukannya bersama-sama" Semuanya tersenyum mendengarnya.
"Maafkan aku, aku hanya mencoba saja" Ucap Mirajane menyesal "tapi, aku tak menyangka Ada Anggota seperti Dia? Baiklah aku akan ikut membantu juga"
"Yah, aku cukup terkejut dia adalah cucu Jii-chan!" Keluh Natsu "kau yakin Mira? Ingin membantu bukan maksudku merendahkan kekuatanmu hanya saja kau sudah siap betul?" memang setelah kejadian Misi Class- S itu Mirajane jarang sekali mengambil misi bahkan dengan dirinya pun Misi bersama masih bisa terhitung Jari.
"Aku tak bisa diam begitu saja sementara yang lain berusaha" Mirajane tersenyum ceria "dan lagipula kau benar aku adalah Penyihir Class-S dan aku tak bisa kalah dari Rambut Tomat itu" semuanya hanya tertawa antik melihatnya.
"Mira-nee kembali seperti dulu" Lisanna tertawa kecil.
( Kamar Mandi )
'Master masih di rawat, Laxus dan Mystogan juga tak ada Irene masih membantu Guru Gray' Erza menghela nafas dia membiarkan tubuhnya tersiram Air 'dan kami banyak terluka di sini yang bisa di andalkan di sini hanyalah Aku, Dan Natsu sementara Sorano juga belum kembali dari Misi'
'Grrr! Payah aku terlalu lemah di sini' Erza memukul tembok Guild 'tapi, aku tak bisa menyalahkan diri sendiri kita akan tetap melawannya dan aku yakin kita bisa melewati ini' dia merasakan getaran
*Dung *Dung *Dung * Dung.
"Tunggu getaran apa itu!" Macao berteriak panik.
"Itu, Guild berjalan Phantom!" Jawab Wakkaba melihatnya lewat Teropong.
"Suaranya berasal dari luar!" Teriak Alzack.
"Mereka benar-benar serius!" Cana berteriak Gemetar "dan juga aku tak menyangka mereka akan melakukan hal seperti ini!"
"Siapkan Hasil penemuan kita Jupiter!" Perintah Jose melihat ke depan "dan Musnahkan mereka!" dan tak lama muncul meriam dari dalam Guildnya yang tengah menembakan sesuatu.
"Semuanya! Tinggalkan tempat ini!" Erza berlari ke depan tak mempedulikan Kondisinya yang mengenakan handuk saja "biarkan aku yang mengatasi ini" dia langsung masuk dalam Mode Adamantine Armor lengkap Full set menutupi tubuhnya.
"Erza! Kau serius!" Max masih shock.
"Dia, Gila! Mau menahan serangan itu!" Teriak Nab
"Kau bisa mati bodoh!" Warren ikutan berteriak.
*Booommmmmmm
Meriam itu langsung menembakan Laser dalam jumlah besar dan Erza sebagai tameng menahannya dan mengenai tubuhnya dia berhasil menghancurkannya namun, efeknya Tubuh dia Sendiri terluka parah terkena tembakan tadi bahkan armornya langsung hancur.
"Kalian tak memiliki kesempatan lagi!" Teriak Jose lewat Microphone "dan serahkan Lucy Heartfilia kepadaku!"
"Giliranmu selesai dan sekarang Giliranku" Natsu menggendong Erza yang banyak luka berat berkat tembakan tadi "jika, kau menginginkannya! Kemarilah! Paksa aku untuk memberikannya tapi, jika itu kau berhasil!" Dia berteriak.
"Natsu!" Lucy terlihat sangat senang mendengarnya 'kau melakukan semua ini hanya untukku?'
"Maaf, Natsu aku terlihat lemah dengan seperti ini" Erza tersenyum 'argghh! Sangat payah serangan tadi tak bisa membuatku bergerak dan aku tak ada tenaga memiliki sihir lagi!' dan akhirnya dia pingsan
"Hahaha tak masalah kau sudah melakukan yang terbaik" Natsu Tertawa menghiburnya "serahkan sisa ini kepada yang lain"
"BAIKLAH KALAU BEGITU JIKA ITU ADALAH KEMAUAN KALIAN!" Teriak Jose "kami akan menembakan Jupiter yang lebih kuat dalam waktu 15 menit dan bersiaplah!" dia langsung mengeluarkan pasukan bayangan buatannya.
"Ughh! Gawat!" Komentar Sorano panik 'selain itu mustahil Erza bisa menahan serangan yang ini jika itu terjadi selain itu, tak ada cara lain jika tak bisa menghentikannya dari Luar maka dari dalam kemungkinan bisa' Dia langsung berlari ke depan.
"Sorano! Apa yang kau lakukan!" Tanya Cana.
"Hancurkan mesin itu dari dalam!" Jawab Sorano kembali berlari "kita harus melakukan sesuatu dan kita tak punya banyak waktu!"
"Pasukan mereka sebanyak itu?" Klov mengigil ketakutan.
"Tidak itu tehknik Bayangan Master Jose" Jawab Warren "mereka intinya bukan Manusia hanya Prajurit buatan"
"Kau bawa Erza ke perawatan" Perintah Natsu memberikan Erza ke Gadis berambut putih itu "aku akan membantu Sorano"
"Kau yakin Natsu?" Tanya Lisanna khawatir.
"Yeah, hei buddy kemarilah!" Ajak Natsu ke Partnernya hingga tak lama dia menghilang.
"Aye!"
"Kita bantu yang lain!" Ajak Gray berlari.
"Aku ikut!" Elfman ikutan berlari menyusul lelaki itu.
"Ayo Lucy ikut aku!" Tarik Mirajane "kita bawa kau ke tempat yang aman karena, Target mereka adalah kau"
"Tidak! Aku ingin bertarung dengan yang lainnya!" Lucy berontak "selain itu aku tak bisa diam begitu saja di sini dan hanya menonton!"
"Semuanya tak keberatan dan menyesal menolongmu karena, kita ini semua anggota Guild jadi, tolong dengarkan aku" Jawab Mirajane dia lalu memingsangkan Gadis itu "Reedus! Bawa Lucy ke Tempat yang aman!" Perintahnya.
"Ou! Sedang kulakukan" Jawab Reedus menggambar sesuatu di Kertasnya dan tak lama muncul Kereta kuda dan Mirajane segera memasukannya.
'Apa, boleh buat tapi, aku masih ragu untuk menggunakan ini' Batin Mirajane dan tak lama wajahnya berubah menjadi Lucy 'tapi, aku akan mencoba melakukan ini meski kemungkinannya 0 persen'
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Ruang Pusat Meriam
"Kupikir di sini tempat pusatnya" Komentar Natsu "dan tampaknya pusat kekuatan meriam itu berada di sini"
"Tapi, ini pertama kalinya aku melihat yang lebih besar seperti ini" Ucap Happy kagum.
"Yah, hancurkan dari sini lebih mudah daripa di luar" Natsu bersiap menghancurkannya namun, terhenti "hei, aku tau kau di sana jadi, keluarlah berhenti bersembunyi" Dia berbicara dengan nada bosan.
"Rumor itu rupanya benar juga kau kuat!"
Tak lama muncul Figure lelaki peruh baya, dengan warna rambut Putih dan hitam, dengan Gaya kuncir tegak seperti Pohon kelapa, dengan tatto Garis di Hidung dengan ekspresi mata merendahkan seseorang.
"Menyingkir.. Atau aku yang memaksamu" Ucap Natsu memberi Deathglare "aku tak ada tujuan denganmu sekarang jika, kau menghalangi berarti berhadapan denganku"
"Aku Totomaru salah satu Element Four" Jawabnya memperkenalkan dirinya sendiri "dan tentu saja kau pengganggu maka aku yang akan menghalangimu"
"Apa, boleh buat" Natsu menghilang dengan cahaya kuning memantul-mantul dengan cepat di ruangan itu "tapi, sayangnya kau bukan tandinganku" Dia di belakang Totomaru dan menendang Perut kanan lelaki itu.
*Duagghhh.
"Guhh! Orang yang kuat juga, BLUE FIRE!" Totomaru menembakan Api biru besar yah yang namanya api tentu saja tak berefek pada Natsu dan di makannya.
"Apa, ini apinya terasa berbeda" Komentar Natsu Memegang perutnya "serasa dingin tapi, itu tak masalah selagi api akan kumakan"
"Ahh, tampaknya Ini benar-benar tak adil karena, Api tak mempan bagi kita berdua" Ucap Totomaru membersihkan kerah bajunya "dan tak berguna sama sekali"
"Natsu! Jupiternya sudah di mulai lagi!" Teriak Happy
"Kau terlalu cepat mengambil keputusan" Ucap Natsu dia bisa melihat Bola Lacrima besar di depannya kini mulai bercahaya dia mulai menghirup nafas "RAITON..."
"Percuma saja, selama itu api, takkan mengefek padaku" Totomaru tertawa bangga dia tak sadar bahwa bahasa yang Natsu ucapkan bukan arti Api 'aku tau pasti setelah ini dia akan mengeluarkan api dari mulutnya' dia mulai bersiap.
"Kau, salah perkiraan tuan ini Api tapi, di balut petir INAZUMA HIRI HOKO!" Natsu langsung menyemburkan kobaran api dengan balutan Petir dengan sekala besar
"Gahhh! Sialan! Kenapa Seranganku tak berefek!" Totomaru berteriak kesakitan dia mencoba melakukan sesuatu namun tak berhasil.
"Natsu cepetan!" Teriak Happy "waktunya tinggal sedikit lagi!"
'Menyebalkan aku tak menyangka ada seseorang yang menikmati pertarungan selain itu, bocah itu tampak bosan dan tak serius sekali melawanku' Batin Totomaru "guhhhh, kau bajingan tengik! ORANGE FIRE!" dia menembakan kobaran api Jingga.
"Api, lagi yah akan kumakan" Natsu menyeringai dan bersiap memakannya namun, dia langsung menghindarinya ketika mencium bau tak sedap dari api itu "hah, baunya seperti kotoran Sapi sebenarnya Api macam apa itu?!" dia malah menutup hidungnya.
"Hah, kau menyadarinya juga baiklah akan kugunakan cara ini!" Totomaru mengeluarkan Pedangnya dia mengayunkannya ke arah Natsu tapi, seperti hal ini sudah terjadi Pedang itu hanya melewati tubuhnya saja tanpa terluka sedikitpun 'sebenarnya mahluk macam apa ini seranganku tak berguna sama sekali!'
"Sudah selesai Hoamzzz! Kau mengangguku saja" Natsu menguap dia mengangkat Kaki setengah dan tak lama muncul Kilauan Cahaya yang perlahan besar dari telapak kakinya "sampai jumpa selain itu aku sudah bilang kau bukan tujuanku" dia langsung menembakan Laser dalam sekala besar dan menembus tubuh lelaki itu.
*Ciyuttt
"Guhhh, ini menyebalkan argghh!" Keluh Totomaru merasakan nyeri waktu perutnya tertembus laser 'urggh hei, Master ini tak seperti yang kau bicarakan aku tak menyangka masih ada Anggota Fairy Tail yang kuat!' dan tak lama dia tumbang dan tak bergerak.
*Jduar!
"Selain itu seranganku tadi bukan mengenaimu saja" Komentar Natsu dia bisa melihat Bola Lacrima besar yang hancur akibat serangan laser besar tadi "baiklah Phantom ini giliran kita yang menghajarmu!" dan tak lama Meriam itu hancur.
.
.
.
.
- Sementara Di Luar
"Huhuhu!" Natsu berhasil!" Max bersorak.
"Lihat Meriam hancur dan Natsu berhasil!" Warren berteriak kegirangan.
"Kerja bagus Natsu!" Cana Tersenyum "sekarang Meriam itu sudah tak ada dan saatnya menyerang balik!" dia berteriak.
"Dasar bocah sialan!" Jose menggertak kesal "kalian semua siapkan rencana cadangan!" dia memerintahkan.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Di Dalam Ruang Utama
"Oh, kalian datang juga rupanya" Komentar Natsu melihat kedua kawannya "tampaknya meriamnya berhasil di hancurkan" dia merasakan sebuah Getaran.
"Ahh, tampaknya di sini sudah selesai" Gray berkeluh kesah "yah, percuma saja aku khawatir dan buru-buru dan lagipula kau bisa mengatasinya"
"Itu benar-benar Pria!" Elfman menunjukan Jempolnya "dan Tunggu! Lisanna kenapa kau di mari!" dia cukup shock melihat adiknya berdiri di sampingnya sedari tadi.
"Elf-niichan yang sedari tadi tak menyadarinya padahal aku ikut berlari denganmu" Lisanna hanya Tersenyum melihat tingkah antik kakaknya "tapi, kenapa tempat ini miring?" dia menyadari juga ada yang aneh di sini.
"Biar aku periksa!" Happy terbang keluar.
.
.
.
.
- Di Luar
"Tunggu! Ada apa dengan Guild itu!" Teriak Max menunjuk
"Hahahaha Saksikanlah senjata pamungkas kami!" Jose Tertawa lebar "Phantom MK II rasakanlah kemarahan kita!" Tak lama Guild itu mempunya kaki dan tangan mesin hampir menyerupai sebuah robot yang tengah membuat Aksara Sihir di langit.
"Ugh! Gawat! Robot itu sedang membuat aksara sihir!" Teriak Cana "tunggu! Bukankah itu Abbys Break bukannya sihir itu di larang?!" Dia bertingkah panik dan ketakutan.
"Mantra sebesar itu cukup untuk menghancurkan separuh kota!" Loki berkeringat dingin "sial! Mereka benar-benar serius!"
"Mereka benar-benar Gila!" Teriak Macao.
"Mira, kira-kira berapa lama Sihir itu akan selesai?" Tanya Cana ke Gadis itu di sebuah rumah
"Yah kulihat masih 12 menit" Jawab Mirajane yang masih dalam mode Lucy "dan kuharap mereka segera cepat menemukan Pusat dari Sihir itu dan apakah Natsu di sana sendirian?"
"Tidak, dia bersama Sorano, Gray, dan juga Elfman" Jawab Cana "dan tampaknya Lisanna ikut bersama mereka juga"
"Elfman! Bagaimana bisa!" Mirajane masih shock "bahkan Lisanna di sana juga!"
"Jangan khawatir Elfman sudah besar dan bisa bertarung" Balas Cana menenangkan Gadis itu "selain itu ada Natsu di sana dan mustahil dia membiarkan adikmu sendirian!"
"Tidak begitu aku hanya khawatir terhadap mereka" Ucap Mirajane sebagai kakak tertua itu hal wajar jika mengkhawatirkan adiknya "kau tau kan? Elfman masih belum bisa bertarung serius semenjak itu dan Lisanna dia belum sepenuhnya bisa memanfaatkan sihirnya!"
"Aku tau mereka berdua juga telah terluka dan pastinya mereka berusaha semampu mereka" Ucap Cana
'Dia benar, mereka semua tengah berusaha begitupun juga aku' Mirajane mengepalkan tangannya dia berlari keluar Rumah "KEMARILAH! Aku yang kau cari selama ini jadi tolong hentikan ini!" Dia berteriak sambil membentangkan tangannya.
"Dasar Bodoh, memangnya aku tak tau trik licik kalian" Celetuk Jose yang sudah mengetahuinya "dan lagipula hal yang mustahil seseorang yang menjadi sasaran utama berdiri di depan dengan tingkah seperti itu"
'Aku, benar-benar tidak berguna di sini' Mirajane berekspreksi sedih dengan wujud normalnya 'apa, aku benar-benar lemah Natsu? Menangis seperti ini?'
.
.
.
.
- Di Dalam Ruang Utama
"Ini Gawat! Benda besar itu berubah menjadi Raksasa!" Happy memberi laporan "dan mereka tengah membuat sihir yang bisa menghancurkan separuh kota!"
"Ugh, parah mereka sekarang berbuat Nekat!" Ucap Gray kembali kehilangan pakaian "yang jadi masalah serangan seperti itu bisa mengenai yang lain!"
"Kurasa kita harus ke sumbernya lagi untuk menghentikan ini!" Usul Elfman Berlari ke arah kiri "Lisanna tetaplah di belakangku!" dia memerintahkan adiknya untuk menyusulnya..
"Yah kita berpencar!" Gray setuju dan berlari ke depan.
"Oke Aku kemari!" Dia berlari ke arah kanan.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Rumah Natsu
"Apa, kau yakin seperti ini terus?" Tanya Ur tidur terlentang di Kasur dalam kondisi telanjang "maksudku kau tak perlu melakukan hal ini padaku yah, Kondisi Guild tengah genting apa tak masalah membiarkanmu di sini membantuku?"
"Tak, masalah itu bukan berarti mereka tak bisa mengatasinya" Jawab Irene dia menggunakan tehknik Riwaku Kozo kepada wanita itu yang membuat Kekuatan seseorang menjadi kembali normal seperti biasanya "tapi, aku cukup terkejut kau masih bisa hidup selama itu dalam Es yang membeku"
"Yah, aku pun berfikir sama begitu" Ur Tersenyum masam "dan aku sangat Terkejut bisa hidup kembali ke Dunia dan melakukan sesuatu yang benar dari sekarang tapi, kau tau bagaimana Natsu bisa melepaskanku dari situ?" dia sekarang agak tenangan karena, dia bebas dan Deliora sudah mati.
"Yah, tak peduli cara apapun itu yang penting dia sudah menyelamatkanmu" Balas Irene dia masih tetap dalam Posisi duduk "BTW, Tatto yang bagus" dia sudah tau Tanda Tatto di antara leher dan pundak wanita itu.
"Yah, aku menyadari ini setelah melakukan hal itu" Jawab Ur dengan Efek Blush "hmmm, ngomong-ngomong kau mendapatkan hal yang sama denganku?"
"Yah, seperti yang kau lihat" Jawab Irene dengan blush juga dia menunjukan Tatto miliknya yang sama dengan wanita itu
"Ahh, aku ingin tau berapa banyak wanita yang dia dapatkan" Ur berharap dan memikirkannya "kau tau mungkin orang lain takkan percaya orang sepertinya mengerti tentang hal merayu, dan mendapatkan hati Gadis tapi, yang aku bingung kenapa aku merasa senang dengannya?"
"Semua menggunakan Hatinya, seorang wanita tertarik dengan laki-laki karena, Hatinya cocok atau tidaknya" Jawab Irene "selain itu ada bagian dari Natsu tersendiri yang membuat mereka nyaman dan ingin tetap terus di siru yang tak pernah di miliki orang lain"
"Hati yah!" Ur menatap Atap rumah "Rupanya ini di sebut cinta sudah lama aku tak merasakan hal ini"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
"Tempat ini luas juga aku jadi kelelahan!" Elfman terus berlari mengitari tempat itu "dan juga aku malah kehilangan Kontak dan meninggalkan Lisanna di sana! Itu sungguh bukanlah Pria!" dia menyadari ada sesuatu di belakang dan begitu menoleh melihat Gumpalan Tanah yang membentuk seseorang.
"Yo, Selamat" Sapa Sol
"Kau?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Hahahahaha selesai juga dan aku baru Arc awal dan temang saja lemon seperti biasa akan ada kusiapkan di akhir Chapter sebuah Arc dan ini masih Arc pertama jadi, jangan buru-buru see ya!
Pm
.
RnR
