Yo! Yo! Yo! Whatsupp bro (sorry inggrisku belepotan) aku kembali lagi dan kini Chapter terbaruku muncul lagi dan yupzzz ini masuk Arc Phantom yang terakhir dengan kata lain sesuai Janji saya di akhir Arc bakal ada lemon dan sekarang Chapter lemon bagi yang gak suka tolong Skip saja atau loncat karena, gak di saranin bagi yang gak suka dengan berbau ehemmm! Ehemm gitu dan sekarang Character yang lemonin Lucy yah bagi penggemar Nalu silahkan nikmati dan bagi yang nunggu Pair lain harap sabar karena, waktu masih panjang dan doakan Author saja sehat selalu dan yang terpenting jangan WB karena, itu sesuatu yang menyebalkan buat saya dan Reader apalagi Hiatus :v

P.s : bah terkadang menyebalkan jika aku baru main Game dan belum tamat sepenuhnya terkadang ada Orang menyebalkan yang ngasih Spoiler yang gak penting menurutku karena, jika tau dari awal tanpa memainkannya itu gak asik yo! Dan Nuansanya akan berbeda sekali jika tak percaya buktikan saja sendiri.

Chapter 23 : Revelation ( Lemon)

.

...,...

.

- Heartfilia Mansion

Lucy langsung pulang ke rumah aslinya tentu saja kepulangannya ini mengejutkan Para Pelayan dan Pekerja yang ada di rumahnya tentu saja dua dia hanya tertawa kecil melihat reaksi itu karena, mereka tak pernah berubah waktu terakhir kali dia ada di sini dan tak lama dia masuk ke dalam ruangan besar dan ayahnya telah menunggu di sana dengan ekspresi dingin

"Aku senang kau kembali Lucy" Ucap Jude melihat anaknya dengan wajah dingin

"Aku minta maaf karena pergi tanpa izin" Ucap Lucy membungkuk "aku benar-benar menyesal atas tindakan egoisku"

"Jadi, kau sudah tentukan pilihanmu untuk meninggalkan Guildmu itu?" Tanya Jude "sebab jika kau tetap disitu aku akan mengirimkan Orang suruhanku lebih banyak lagi"

"Aku tau" Balas Lucy

"Kau ini sudah dewasa sudah sepantasnya kau memikirkan sesuatu yang baik daripada keegoisanmu" Ucap Jude dia masih marah tapi, wajahnya tak menunjukan apapun "dan juga kau adalah Putri Heartfilia dan alasanku memanggilmu pulang kemari adalah kau akan dijodohkan dengan Pangeran Sawallu dari Jenewe kau masih ingat bukan?"

"Tentu saja" Lucy mengangguk dia tau pangeran itu dengan ciri-ciri culun, gendut, dan berkacamata besar 'jika, harus memilih aku lebih baik Natsu dah' dia tau dia adalah lelaki terbaik dari semua lelaki yang dicalonkan ayahnya meski Bakanya gak ketulungan.

"Dan dengan menikah dengannya kekuasaan Heartfilia akan meluas" Ucap Jude "dan tentu saja kau harus melahirkan anak laki-laki untuk meneruskan keturunan keluarga kita supaya tetap berlanjut"

"Aku menolak Papa" Jawab Lucy tegas tentu saja ayahnya terkejut "jangan salah faham alasanku kemari karena, adalah untuk menyelesaikan masalahku dan juga aku tak mau dijodohkan karena, aku menemukan yang terbaik dari yang Papa calonkan, aku akan hidup mandiri dan berjalan sendiri dan jangan ganggu hidupku lagi dan teman-temanku jika, papa melakukan hal itu lagi berarti kita musuh" Ayahnya hanya hening tak bicara.

"Aku ingin sebuah tempat dimana bisa memahamiku dan Fairy Taill sekarang ada keluargaku mereka bisa mengerti aku" Lucy mengeluarkan semua uneg-unegnya "Harus kuakui banyak kebangan di tempat ini dan berat rasanya ingin pergi bahkan Bibi stelo, Piro, Kakek Owl, Libon, dan juga yang lainnya sangat sulit untuk berpisah dengan mereka tapi, jika mama masih hidup mungkin dia akan bilang untuk mengikuti kata Hatiku" Dia berlalu Pergi ke Pintu keluar.

"Sampai jumpa Papa!"

.

.

.

.

.

.

- Makam

Lucy sekarang di depan Makam Ibunya dia memberikan bunga mawar sebagai Tanda Penghormatan dan sesekali dia berkunjung karena, sudah lama tak kemari dan berdoa, tak lama dia mendengar teriakan dan begitu dia menoleh melihat Timnya yang berlari ke arahnya.

'Aku tau mereka akan kemari' Lucy hanya geleng-geleng hal seperti ini sudah biasa terjadi.

"Lucy! Kau kenapa pergi kita kangen!" Happy terbang dan memeluk Gadis Pirang ini sementara Lucy hanya tertawa kecil.

"Iyah, kupikir kau pergi akan benar-benar keluar dari Fairy Tail" Teriak Gray kesal namun, dia menyadari ada sebuah Makam "ahh! Ngomong-ngomong ini makam milik siapa?" dia penasaran.

"Ibuku" Jawab Lucy tersenyum namun, dia Sweatdrop ketika Gray digaplok Erza atas ucapan tadi "dan maaf telah membuat kalian khawatir"

"Ahh payah percuma saja aku panik" Keluh Gray dengan tangan terlipat dan tentunya Pakaiannya saja sudah hilang.

"Kan, sudah kubilang kau terlalu berlebihan" Ucap Natsu Sweatdrop.

"Yah, kita juga yang salah karena, terlalu mengambil keputusan yang terlalu cepat" Ucap Erza "ngomong-ngomong kota ini cukup besar juga" dia cukup kagum dengan ukuran luasnya.

"Hahah sebenarnya ini adalah kebun" Jawab Lucy tertawa "daerah sekitar sini dan sampai Gunung sana ialah wilayah milik keluargaku" Erza dan Gray hening mendengarnya untuk Natsu terakhir kali kemari memang cukup luas tapi, tak menyangka luasnya sudah banyak bertambah.

"Kau hebat Lucy!" Ucap Gray dengan rasa Hormat "dan maaf telah merendahkanmu"

"Dia kenapa?" Tanya Lucy bingung Erza hanya mengangkat bahunya tanda tak tau.

"Yah baiklah kita Pergi" Ucap Natsu dan Erza, Gray ikut menyusul namun, langkahnya terhenti ketika ada seseorang yang menahannya "ada apa? Ada yang ingin kau bicarakan?" dia melirik ke Gadis Pirang ini.

"Tidak, setelah ini bisa kau ke Apartementku?" Jawab Lucy dengan efek Blush dia tau akan melakukan ini 'Ayo! Lucy! Semangat kau Pasti bisa' dia tau akan melakukan ini dengan lelaki yang dia sayang.

"Tentu saja" Balas Natsu dia tak tau apa yang terjadi nanti

"Yay!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Lucy Apartement ( Malam Hari )

Lucy mematikan keran airnya Dia menyelesaikan mandinya dengan ekspresi senang karena apa? Sebab dia akan melakukan hal itu terhadap Natsu yah! Dia tak mempermasalahkannya jika, memberi hal itu kepada lelaki berambut Pink ini dan nyatanya dia sudah siap, begitu keluar kamar mandi dia melihat ruangannya sudah kemasukan tamu tak diundang yang membongkar isi kulkasnya.

'Aku harus mulai terbiasa dengan hal ini' Lucy hanya bisa memakluminya

"Natsu!"

Merasa dipanggil lelaki itu menghentikan aktifitasnya dan melihat Lucy yang hanya berbalut handuk, dengan Rambut yang masih basah dia sudah terbiasa melihat Wanita telanjang hanya saja perasaan aneh ini yang selalu dia rasakan ketika sendiri dan reaksinya langsung blush.

Lucy hanya tertawa kecil melihat reaksi itu dia tau tubuhnya mulai berkembang dan menarik Perhatian para kaum Adam hanya saja dia tak pernah peduli dan juga dia tak pernah tertarik dengan laki-laki kecuali satu orang saja.

"Hmm? Ada yang kau ingin bicarakan?" Tanya Natsu dia masih blush alasannya karena, Aroma Farpum kuat dari Gadis itu yang sewangi Vanilla langsung merangsak masuk ke hidungnya yang sensitiv itu.

"Yah, kau tau gimana mau bicaranya..." Jawab Lucy malu-malu dia memang sudah siap hanya saja cara pelaksanaannya terkadang tak sesuai rencana "jika kau berkenan maukah kau lakukan sesuatu untukku?" Dia sengaja menambahkan wewangian yang kuat ke tubuhnya karena, dia baca dari buku lelaki suka wangi yang kuat.

"Tentu apa itu?" Natsu tak curiga sejak awal tapi, jika Gadis itu yang minta dia tak mengeluh.

Lucy tanpa bicara langsung memainkan aksinya dia menarik Syal Natsu dan mencium bibirnya tangan dia lingkarkan ke leher lelaki itu, Natsu awal-awal terkejut namun dia sudah biasa dan menerimanya dia memeluk tubuh Gadis Pirang ini.

Bibir mereka saling beradu satu sama lain Natsu bisa merasakan rasa Vanilla dari bibir Gadis pirang ini, dia mengambil alih situasi dia mendorong Gadis itu ke kasur dan Posisinya berada di atas dan tak melepaskan bibir mereka masing-masing.

"Mmmmhhhmm!" Lucy mendesah dia membuka mulutnya kini lidah mereka saling bersentuhan satu sama lain 'mmm! Dia tak buruk juga' komentarnya dia cukup terkejut dengan sikap Agresif Natsu dan tetap bermain lidah.

Natsu tetap dalam Posisinya dan terus mengambil alih bibir Dalam Gadis itu tangannya bergerak ke bawah dia membuka Handuk itu dan mulai meremas bagian Dada besar itu yang kenyal meski besarnya tak sebesar Irene atau milik Ur sendiri tapi, punya Lucy dia memiliki tekstur lembut yang berbeda.

"Ahhmmmmm!" Lucy mendesah ketika tangan hangat memegang miliknya dia hanya berdiam diri dan membiarkan Natsu mengeksplor lebih dalam tubuhnya.

Merasa bosan dengan Posisi ini Natsu, langsung turun ke bagian bawah tapi, kedua tangannya tetap dalam Posisi seperti itu tak membiarkan dua dada besar itu lepas dia sudah terbiasa dengan hal ini langsung menjilati Bagian depan V Gadis Pirang ini tentu saja reaksi Lucy langsung mendesah hebat

"Ahhhhhhhhhhhh!"

Natsu tak peduli jika Gadis itu berteriak karena, hal ini juga terjadi waktu dia melakukan itu dengan Irene dan juga Ur dia terus menjilat bagian V Gadis itu selain itu dia menikmatinya karena, rasanya manis seperti Vanilla.

"Ah! Ah! Ah! Natsu!" Lucy merintih dia tampak merasakan sesuatu yang keluar dari bagian bawahnya namun Natsu tak peduli dia terus melakukannya bahkan dengan sangat cepat "AHHHHHHHHHH!" Dia berteriak ketika merasakan Orgasm pertama kalinya.

"Hmmm Lezat!" Komentar Natsu dia mulai melihat Cairan bening yang keluar dari bagian bawah Gadis itu dan mulai meminumnya tanpa tersisa.

"Uh! Itu Fantastis Natsu!" Ucap Lucy menghela nafas panjang setelah melepaskan Orgasm yang panjanh baginya "tapi, sekarang adalah Giliranku" dia menyeringai langsung membalikan tubuh Natsu dan posisi kepalanya berada di bawah dan langsung melepaskan Celana lelaki itu "oh Woww!" dia cukup terkejut melihat ukurannya yang sudah mengeras full.

"Ughhhh!" Natsu mengerang ketika bagian bawahnya dijilat disetiap Incinya Lucy tetap terus seperti itu

Lucy melakukan apa yang dia lakukan dan tetap terus melakukan itu dia merasakan dua tangan memegang kepalanya dan menekan terus ke dalam hingga ke tenggorkan "Hmfhhhhhh!" Dia mengerang ketika Natsu memaksanya menekan ke dalam.

"Ahhhh" Natsu bernafas lega dia merasakan tenggorokan yang basah dari Gadis itu "wow! Lucy! Kau terbaik" dia berkomentar kedua tangannya tetap dalam seperti itu setelah dirasa cukup dia melepaskannya dan membiarkan Lucy mengambil nafas dulu karena, ini pertama kalinya dia tak bisa membuat Natsu Orgasm secara cepat

Lucy sekarang berbaring diatas ranjang, Kakinya dia lebarkan memberi akses Natsu untuk melihat Vaginanya yang sudah basah sedari tadi.

"Lakukan Natsu! Aku tak peduli!" Teriak Lucy.

"Sesuai perintahmu" Balas Natsu dia memposisikan miliknya dan Milik Lucy setelah dirasa pas Dia langsung memasukannya dan mendorongnya secara perlahan, Lucy berteriak ketika Milik Natsu masuk ke dalamnya apalagi ukurannya cukup besar "hei! Kau tak apa-apa?" tanyanya merasa khawatir.

"Ughh! Ini pertama kalinya jadi kumohon tunggu sebentar" Jawab Lucy mengerang dia tau bagian dalamnya mulai Terkoyak seperti dimasuki pedang "dan jangan dulu bergerak sebelum aku siap" dia tetap saja mengerang karena, Milik Natsu belum sepenuhnya masuk.

"Hei! Kau berdarah!" Teriak Natsu terkejut melihat bagian bawah yang ada cairan Merah tak, seperti Irene dan Juga Ur yang tak ada reaksi apapun tapi, bagaimanapun punya mereka tetap sempit untuk ukuran miliknya "kau yakin ini baik-baik saja?" dia memastikan untuk tidak menyakiti Lucy.

"Yah, tidak apa semua wanita pertama kali melakukan hal ini akan bernasip sama jadi, tak usah khawatir" Balas Lucy tersenyum dia cukup senang mendengar Natsu khawatir padanya disaat seperti ini "apapun itu ini pokoknya normal" dia senang karena, keperawanannya diambil oleh orang yang dia sayang tapi, untuk sekarang dia belum siap untuk jadi ibu.

Natsu mengangguk Faham dia memberi ciuman dan membuat Gadis Pirang itu tenang, dan dia mulai bergerak maju ke depan dan ke belakang secara perlahan, kedua tangannya memegang Paha Gadis itu dan memberinya ruang untuk leluasa bergerak.

"Ah! Ah! Ah! Ah!" Lucy berteriak mendesah setelah Natsu melakukan gerakan agak cepat kepadanya "Natsu! Natsu!" dia merintih, matanya tertutup dengan mulut mingkem merasakan sensasi luar biasa dalam tubuhnya.

Natsu tak berhenti sams seperti sebelumnya Dia mulai meningkatkan laju kecepatannya tentu saja Lucy berteriak secara instant, dan dia memegang Dua dada besar itu yang menghipnotis matanya dan meremasnya seperti bantal yang empuk.

"Ahhhhhhhh!" Lucy mendesah panjang dia merasakan tubuhnya benar-benar panas dan membara "Ah! Ah! Natsu!" Dia terus memanggil nama yang dia sayang

Natsu merasa bosan dengan Posisi, dia memiringkan Gadis itu ke kanan dan Kaki kanan Lucy dia angkat dan mulai bergerak lagi tentu saja Lucy langsung merintih kesakitan dan mulai berteriak.

'Ohhhhhh sial! Dia benar-benar membuatku Gila' Batin Lucy mendesah Gerakan tadi langsung menusuk ke Organ dalam sensitivnya.

Natsu tau sesuatu akan keluar dari dalam tubuhnya dan dia mempercepat laju gerakannya, sementara Lucy tak henti-hentinya mendesah terlihat wajahnya yang menikmati setiap Gerakan dan tak lama dia mulai sampai pada titik Orgasmenya.

"Ahhhhhh Lucy!

" Natsu! "

Natsu merasakan klimakasnya dan mulai menyemburkan sesuatu yang berair ke Dalam tubuh Gadis itu untuk Lucy sendiri dia merasakan cairan hangat masuk ke dalam tubuhnya dan menyembur seperti selang air yang dia bisa lakukan hanya berteriak dan merasakan sensasi nikmatnya itu.

Natsu tak melepaskan ikatannya, dia mencium bibir Lucy hingga bibirnya pindah ke bagian pundak kiri dan memberi Gigitan yang lumayan keras dan membuat Lucy mengerang kesakitan dan itu juga pertanda dia milik Dragonslayer Api itu sendiri setelah itu, Natsu mulai kembali normal dan melepaskan miliknya.

"Huh! Tadi itu lumayan Luce!" Natsu menghela nafas dan menoleh ke Lucy yang sudah menutup mata dan tampaknya dia pingsan "ahhhhh Dia nampaknya memang lelah" dirinya sebenarnya ingin ronde dua tapi, apa daya Gadis itu belum kuat dan baru pertama kalinya tak seperti Irene atau Ur karena, ini mungkin baru pertama kali bagi Gadis itu jadi, wajar saja.

Natsu memindahkan Gadis itu dan membenarkan Posisi tidurnya dan tak lama dia ikut tidur juga di samping Lucy dengan berselimut tebal sebelum memejamkan mata Natsu mencium kening Gadis itu tak lama Lucy bereaksi dan memeluk lengannya sambil tersenyum bahagia.

"I Love you"

"Nikmati hidupmu kawan?"

"Ohh kau Kurama kemana saja?" Tanya Natsu tak mendengarnya sedari tadi.

"Yah, seperti biasa diam dan memperhatikan kau lagipula kau tampaknya bersenang-senang huh?"

"Seperti yang kau lihat sendiri" Balas Natsu "aku tak pernah tau rasanya ternyata beda-beda"

"Uhhhh? Aku tak tau Ritual Kawin manusia seperti apa, jadinya jangan tanya aku"

"Yah, sudahlah selamat tidur" Natsu memejamkan matanya

"Yahh tidurlah!"

.

.

.

.

.

.

.

- Keesokan Harinya

Sinar mentari menerpa wajahnya, Lucy membuka matanya setelah tadi malam melakukan sesuatu yang indah kini dia tersenyum senang meski, bagian bawahnya masih agak sakit tapi itu wajar saja karena, pertama kalinya dan begitu menoleh dia hanya sendiri dan tau Natsu sudah Pergi.

Matanya tertuju pada kertas kecil di atas meja dan mengambilnya begitu membaca dia hanya tertawa kecil melihat tulisan itu yang terkesan kurang rapi dan acak-acak mencerminkan jelas sifat Natsu yang tak bersih meski, begitu dia masih bisa membacanya.

Hiyyaa! Hai Luce selamat pagi dan bangun dari mimpi indahmu dan juga maaf pergi tanpa pamit sebenarnya aku tak tega membangunkanku yang terlihat terlelap jadi, kubuat surat saja.

Oh dan juga aku langsung pergi karena, membantu yang lain membangun kembali Guild yang telah hancur jadinya, aku buru-buru oh satu hal lagi Loki menitipkan kunci emas itu dia menyuruhku untuk memberikannya kepadamu dah begiti saja!

Sampai jumpa di Guild

Lucy hanya tersenyum setelah membaca surat itu tapi, dia menyadari sesuatu yang janggal memang benar dia menjatuhkan kuncinya buru-buru dia ambil itu dan memanggil salah satu bintang rohnya.

Dan muncul bintang Roh Putri duyung dengan rambut biru muda, melipat tangannya, dengan ekspresi dingin dan tatapan kesal yang jelas sekali diarahkan kepadanya hingga akhirnya dia berbicara dengan suara garang.

"Berapa kali aku harus memperingatkanmu tentang hal ini?!"

'Oh tidak' Lucy hanya menelan ludahnya secara kasar dia mau tak mau, siap tak siap harus menerima konsekuensi ini atas tingkah teledornya ini.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Guild Yang Tengah Di Renovasi

"Dengar semuanya hari ini kita menerima misi lamaran lagi!" Teriak Mirajane terlihat bahagia "tenang saja papan ini bersifat sementara jika, sudah rapih betul kalian akan seperti normal lagi!"

"Yahhhhhh!"

"Huh, seperti biasanya mereka sangat ramai" Ucap Lucy menghela nafas "padahal mereka hanya duduk dan minum tak jelas seharian"

"Mungkin karena Loki tak ada disini jadinya seperti itu" Jawab Lisanna tersenyum "selain itu kau sedikit agak berbeda hari ini ada sesuatu yang menarik Perhatianmu?" dia menyadarinya dari penampilan dan juga ekspresi wajahnya

"Itu Rahasiaku" Jawab Lucy mengedip dengan telunjuk di bibir.

"Baiklah" Lisanna berlalu pergi.

"Kau tau mungkin ini ada hubungannya dengan Natsu tadi malam" Celetuk Irene tentu saja Gadis berambut Pirang ini melonjak Kaget "bagaimana rasanya? Kasar atau juga lembut?" dia menyeringai.

"Ka-kau tau?!" Lucy gelagapan seperti maling yang ke tangkap basah "apa Natsu yang memberitaumu?" dia bertanya agak curiga.

"Aku yang sudah lama tinggal bersamanya jadi, tak mungkin aku tak tau tentang hal ini" Jawab Irene hanya tertawa kecil "selain itu aku mengalami hal yang sama seperti yang kau lakukan itu" Lucy Jawdrop dia tau apa yang dimaksud yang jelas bukan hanya dia saja yang melakukannya tapi, wanita Scarlet di depannya ini juga dan tak heran karena memang nyatanya wanita itu juga sangat cantik.

"Selamat Lucy! Kau cukup berani" Ucap Mirajane menepuk tangan "jadi, yang diucapkan Cana dan Bisca tempo hari itu benar adanya" dia sudah mendengarnya namun, dia ingin memastikan dengan jelas Rumor itu.

"Tunggu! Bisca dan Cana juga!" Lucy terlihat Panik tak disangka hubungannya sudah sebanyak ini diketahui orang

"Yah, yang kudengar dari mereka dia melihatmu berciuman dengan Natsu waktu insiden Phantom itu" Jawab Mirajane Lucy bernafas lega karena, hanya hubungan mereka saja yang diketahui bukan, waktu ritual itu "jadi, bagaimana Natsu? Berbedakan dari yang kita tau dan pernah kubaca dari buka orang akan berubah sifatnya ketika di Ranjang?" dia penasaran seperti apa sikap berbeda Natsu yang selalu bersemangat, Ceria, dan juga konyol jika di Ranjang.

"Uhhh, dia benar-benar berbeda dari sebelumnya" Jawab Lucy blush mengingat semuanya kembali waktu malam "kau tau seperti Hewan buas yang menangkap mangsanya" Mirajane wajahnya hanya memerah.

"Jadi bisa kulihat Pundak kirimu?" Pinta Irene

"Huh?" Lucy tampak tak faham

"Bukan bajumu dan lihat sendiri di bagian pundak kirimu" Jawab Irene.

Lucy sedikit membuka kerah bajunya dan melihat Tatto berbentuk Naga berwarna merah "tunggu apa ini?!" Lucy bertingkah panik nyatanya dia baru sadar sekarang padahal saat mandi Dia biasa saja.

"Tanda kau jadi Mate Natsu dan sepenuhnya kau miliknya" Jawab Irene dia menunjukan Tatto yang sama pula "dia melakukan ketika tiba Ritual musim kawinnya dan selamat kau yang ketiga!" dia tersenyum senang.

"Tunggu apa maksudnya yang ketiga?" Tanya Lucy tak faham seharusnya dia yang kedua jika Wanita di depannya ini yang pertama.

"Karena, yang kedua ada di sana" Jawab Irene menunjuk Wanita berambut Pendek hitam yang tengah berinteraksi dengan muridnya "makanya kau kusebut yang ketiga" Lucy jawdrop lagi dia tak menyangka Guru Gray juga pernah melakukan itu yah, hal itu wajar saja baru beberapa Hari hidup lagi dia sudah melakukan hal itu tapi, yang jelas dia tak mempermasalahkan itu dan malah senang.

"Ahhh aku juga ingin dapat Giliranku" Ucap Mirajane berharap

"Seperti yang kukatakan kau harus memancingnya dulu" Ucap Irene tersenyum

"Ngomong-ngomong Lucy kudengar kau Mendapatkan kembali kuncimu?" Tanya Mirajane "dan juga benarkah Bintang Roh itu terlihat sangat marah karena, menjatuhkan kuncinya"

"Hahaha kalau diingat kembali rasanya seperti Neraka" Komentar Lucy menggigil mengingat kembali "uhh mengingat itu kembali pantatku jadi, sakit rasanya" dia memegang Pantatnya yang masih nyeri dari hukuman.

"Kalau kau mau aku bisa dinginkan itu" Celetuk Gray mengepal tangannya.

"Itu namanya Pelecehan Seksual" Lucy Sweatdrop.

"Lucy! Perlihatkan pantat merahmu!" Ucap Happy menutup mulutnya dengan ekspresi mengejek.

"Enak saja!" Teriak Lucy

"Hei, Natsu bagaimana kau tampar Pantat Lucy dengan apimu" Usul Sorano dengan ekspresi iblis "aku ingin tau reaksi wajahnya jika kesakitan"

"Kau ini Setan ya!" Lucy sewot mode gigi hiu

"Hmmm" Natsu hanya mengangguk tapi, beberapa saat ada meja terbang ke arahnya dan ia hancurkan "tunggu! Darimana asalnya!" dia melihat Erza dengan ekspresi marahnya tengah berdebat dengan Laxus yang duduk dengan Arogan.

"Coba katakan sekali lagi!"

"Sudah kubilang bukan Orang yang lemah lebih sepantasnya dibuang" Komentar Laxus dengan nada sombongnya mengabaikan tatapan Deathglare Erza "kalian menyedihkan seperti ini karena, Phantom keparat itu? Aku sangat malu menunjukan wajahku"

"Laxus! Kapan dia kembali!" Ucap Happy

"Tch, Dia datang langsung mendumel hal yang gak penting" Keluh Gray melipat tangannya.

"Sepertinya orang yang tak baik" Ucap Ur

"Kalian adalah penyebab hal semua ini!" Teriak Laxus menunjuk Levy,Droy, dan Jet "hahaha kudengar kalian dibantai oleh Gajeel sialan itu! Bayangkan saja! Bahkan aku tak tau siapa kalian tapi, kalian ini benar-benar menyedihkan!" sementara Levy ingin mulai menangis.

"Hei! Apa-apaan kau ini!" Teriak Lucy sangat kesal "kau tak bisa melakukan itu pada temanmu seperti itu?!"

"Huh? Siapa kau?" Laxus melirik ke arah Lucy dengan ekspresi tak suka "ohh kau Nona baru yang membuat masalah ini jauh lebih rumit! Hahaha sungguh menyedihkan hanya karena, orang ini kalian segitu bodohnya membela mati-matian kalau jadi, aku kubiarkan saja kembali ke Ayahnya" ucapannya ini benar-benar menyinggung Lucy jelas

"Benar-benar Gelap, dan penuh kebencian" Komentar Kurama

'Tanpa di beritaupun aku sudah tau' Balas Natsu dia tampaknya tak banyak bicara dulu.

"Kau ingin mengurusi bocah Pirang menyebalkan itu?" Tanya Kurama

'Tunggu waktu yang tepat' Jawab Natsu menyeringai dia sudah siap menghajar lelaki itu.

"Kau benar-benar iblis yah" Kurama menyeringai.

'Iblis lawan Iblis kurasa itu tak buruk' Natsu tersenyum.

"Cukup Laxus!" Teriak Erza mencoba menghentikan lelaki itu berbicara "semua sudah selesai terjadi dan kita tak mempermasalahkan itu lagi dan dari awal kita tak pernah menyalahkan siapapun itu!"

"Memang tapi, memang nyatanya yang harus disalahkan dalam kejadian ini adalah dia!" Teriak Laxus menunjuk Gadis Pirang ini "jika, tak ada munculnya dia Guild ini akan aman-aman saja dari serangan Phantom!" Lucy mulai mengeluarkan air matanya.

"Cukup Laxus!" Bentak Mirajane dia sudah tak bisa diam saja ketika temannya di perlakukan seperti itu "kau jangan pernah menghakimi seseorang dan kau juga tak ada waktu itu disaat dibututuhkan!"

"Untuk apa lagipula itu tak penting" Balas Laxus dengan nada Arogan dia menghilang tapi, tiba-tiba berada di depan Lucy dengan Aura Petirnya "tapi, setidaknya aku memberimu pelajaran karena, lemahnya kau!" dia melayangkan Pukulannya bagi anggota lain cukup shock atas tindakan Laxus yang terkesan Frontal dan berbeda.

"Laxus cukup!" Erza berniat menghentikannya namun, takkan sempat pastinya.

"Gawat!" Gray panik dia juga nampaknya takkan sempat.

Lucy menutup matanya berusaha menerimanya namun, tak terjadi apapun begitu membuka matanya dia melihat Natsu berdiri di depannya dengan tangan menghintam dan melindunginya.

"Natsu..." Panggil Lucy

Natsu juga merasakan aneh karena, Pukulannya tak mengenainya begitu melihat dan rupanya tangan Natsu di selimuti Gelombang Merah yang menahan dan menghilangkan Kekuatan lelaki Pirang ini dia tau ini ulah siapa.

"Ara, ara! Menyakiti seorang Wanita hanya masalah kecil? Tindakanmu itu bukan mencerminkan seorang Pria" Irene Geleng-Geleng dia sudah mengantisipasi dengan menghilangkan kekuatannya "kau tau, aku takkan tinggal diam saja jika kau berbuat seenaknya" Natsu langsung menghajar keras wajah lelaki itu dengan Bushou Haki dan membuatnya terhempas.

"Kalian!" Laxus memberi kedua orang itu Deathglare dia tak menyangka ada yang mudah menghajarnya "apa maksudmu hah!" Pipinya agak merah dengan darah kecil keluar dari mulut.

"Asal kau tau aku takkan tinggal diam jika, kau berbuat seenak dengkulmu terhadap Mateku karena, aku akan bertindak" Balas Natsu menyeringai "dan mumpung Tak ada Kakek di sini bagaimana kalau kita bermain sebentar? Aku sudah gedek dengan tingkahmu bagaimana?" dia terlihat senang dengan tadi.

"Awas kau Natsu aku akan membalasnya nanti!" Teriak Laxus memilih tak meneruskan duelnya "jika, aku jadi Master nanti aku akan menyingkirkan semua yang lemah dan aku takkan memberikan jabatan Master itu pada siapapun tidak Gildarts, dan Juga Irene itu juga termaksud kau Natsu!" Dia langsung menghilang dalam Kilat.

"Wow benar-benar klimaks!" Komentar Kurama

"Seenaknya saja jadi, Master dia pikir siapa dia?" Tanya Ur agak menyebalkan tingkahnya ini benar-benar di tunjukan kepada yang lain.

"Hah, sebenarnya Laxus cucu Kakek" Jawab Sorano menghela nafas "dan juga dia salahsatu calon yang akan menggantikan Master Nanti Selain Nona Irene"

"Tidak mungkin!" Lucy mendengarnya shock "maksudku orang seperti dia hanya lebih memikirkan dirinya sendiri daripada yang lain"

"Yah, meski itu hanya sekedar rumor tapi, kurasa Master takkan memberikannya semudah itu" Sambung Lisanna "kurasa memang cocok Nona Irene sih tapi, dia pernah menolaknya sekali"

"Kenapa?" Tanya Lucy menatap Wanita itu.

"Sebab aku ingin menikmati hidup indahku sebelum tua" Balas Irene dengan telunjuk di bibir.

"Hah, dasar Pengecut padahal aku ingin menghajarnya lebih lama lagi" Keluh Natsu hanya melipat tangannya.

"Biarlah dia seperti itu Natsu" Ucap Erza tersenyum "setidaknya Pukulan itu berbekas dan memberinya pelajaran yang berharga dan kau sudah mendapat misi yang bagus?"

"Huh?" Natsu tak mengerti.

"Rasanya kita sudah satu tim semenjak insiden Einsenwald dengan kau, dan aku, juga termaksud Gray, Lucy, dan Happy kita membuat Tim" Jawab Erza tersenyum "kita akan melakukan misi jika, kalian siap kapanpun" menunjukan kertas misi yang berharga 500000 Jewel

"Yohoooo! Tim Terkuat telah terbentuk!"

"Keren!"

"Kalian tak ada tandingannya!"

"Tunggu Lucy emang yang terkuat juga?"

"Iyah jika, dia memanggil Aquarius kurasa itu tak masalah"

"Ka-kau benar

.

.

.

.

.

.

.

- Malam Harinya

"Pensiun Huh?" Ucap Makarov duduk minum bir sambil menatap bintang "Fairy Tail akan membuka lembaran baru kurasa memilih Master yang cocok untuk membimbing mereka ke Jalan yang benar"

"Laxus? Hmmm Hati orang itu berada di tempat yang salah, Gildarts? Kurasa tak mungkin karena orang itu entah ada dimana, Irene? Dia cukup kuat dari semuanya dan sifatnya tak beda jauh dengan Natsu namun dia pernah menolaknya ketika kutawar kurasa dia belum siap" Makarov mengelus dagunya "Mystogan? Orang itu masih misterius, dan Untuk Erza dia masih terlalu muda"

"Master anda disini rupanya!" Panggil Mirajane dengan memegang sebuah kertas "sepertinya tim yang di pimpin Erza hampir menghancurkan separuh kota ketika melakukan misi" dia tersenyum senang Makarov hanya memasang wajah horornya "dan kau di suruh membuat surat permohonan maaf secepatnya"

"Hah! Seandainya aku bisa Pensiun aku ingin sekarang juga!" Teriak Makarov.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

"Bagaimana rencananya sekarang sudah berjalan baik"

"Yah, kita nunggu waktu yang tepat dan akan bertindak"

"Baiklah jangan sampai Gagal dan aku mengharapkanmu"

"Baiklah tuan!"

.

.

.

.

..

.

.

TBC

.

Hahahah selesai juga meski Lemonnya kurang hot dan menghibur tapi, sesuai janjiku akhir arc bakal ada lemon dan sejabannya.

Pm

.

RnR