Dan! Cuttttttt! Lagi gak mood banget buat nulis karena, alasan males dan capek Lol :v abaikan saja dan seperti biasa aku akan buat Fic di Chapter selanjutnya dan tampaknya sebentar lagi akan tahun berganti dan harapan saya cukup mudah pengen segala sesuatu lancar ajah dah, ohhh aku dapat Pm untuk Publish fic baru dengan fandom yang berbeda yah, Shokugeki no Souma ada yang tertarik? Jika ada bakal saya realisasikan dan masalah Pair saya tipe penyukan PairCrack atau Harem (bodo :p) tapi, jika memang ada bakal saya adain tapi, itu tahun depan karena saya mau liburan wkwkwkw ckckckckck.

P.s : nah, ada yang masuk Tumblr? Klo ada gambar-gambarnya pada bagus meski buatan sendiri yah, jika kalian penggemar Pair yang kalian suka tulis ajah di Google Narutox... Dan diakhiri dengan kara Tumblr banyak kok di sana yah, cuman beberapa Pair yang udah terkenal aja sih.

Chapter 24 : Truth

.

...

.

- Desa Balsam

Saat ini tim Natsu sedang melakukan perjalanan pulang setelah melakukan Misi Membasmi Guild gelap, dan kini mereka memilih bermalam di Desa Balsam tapi sebelumnya diperjalanan mereka bertemu Loki yang agak bertindak aneh dengan lari meninggalkan mereka tanpa sepatah kata sedikitpun.

"Oi! Ayo mulai sesuatu yang menarik di malam ini!" Teriak Natsu memeluk Dua bantal dengan wajah senang "lebih baik! Kita melakukan perang Bantal!"

"Apa sih, aku ngantuk dan ingin tidur" Ucap Gray mengerang kesal "dan tunggu harusnya itu dilakukan dua orang atau lebih"

"Keliatannya menarik, aku takkan kalah dari kalian" Ucap Erza terlihat sangat antusias "dan aku sudah menyiapkan Bantal yang terbaik"

"Hahaha ya ampun kalian ini!" Lucy hanya tertawa saja.

"Baiklah! Aku mulai darimu!" Natsu melemparkan Bantal tapi, Gadis Scarlet ini menghindarinya dan lemparan itu mengenai wajah Gray.

Gray menyingkirkan Bantal itu dari wajahnya "brengsek! Kau Natsu! Itu sakit bung!" dia melemparkan dua Bantal yang masing-masing mengenai keduanya.

Lucy tertawa senang dia terlihat ikut andil dalam perang ini "Hahaha ini terlihat menarik, baiklah aku juga-" belum sempat dia ambil aba-aba setumpuk Bantal langsung menghantam tubuhnya dan membuatnya terbang keluar ruangannya sendiri 'ahhh, dasar Payah! Setidaknya biarkan aku melakukan sekali sebelum terlempar!'

.

.

.

.

.

.

.

- Di Luar

"Aku bingung dengan mereka sebenarnya kekuatan mereka manusia atau bukan sih" Lucy sedikit mengeluh karena soal tadi "bahkan aku bukan tandingan mereka kalau, Natsu sih sudah dimaklumi tapi, mereka hadehhh!" dia hanya geleng-geleng.

"Jadi, kau mau kemana Lucy?" Tanya Happy.

"Yah, hanya jalan-jalan saja sih daripada harus ikut perang dengan mereka" Jawab Lucy tenaga dia bukan tandingan untuk ketiga orang itu.

"Tunggu bukankah itu Loki?" Ucap Happy menunjuk Lelaki berkacamata yang tengah menyeret dua orang terkapar, Lucy pun melihat hal yang sama "tapi, apa yang dia lakukan di tempat seperti ini?"

"Aku tak tau" Jawab Lucy mengangkat bahu "ahh, mungkin saja sehabis pulang dari misi sama seperti kita, bagaimana kalau kita panggil?"

"Loki!"

Lelaki itu menoleh merasa di panggil dan melihat Gadis Penyihir Bintang roh ini "Lucy?! A-apa ya-yang kau la-lakukan disini?" dia langsung gagap bicaranya jika dekat dengan Penyihir Bintang Roh seperti waktu itu.

"Yah, bermalam disini sehabis misi" Balas Lucy terlihat santai "kau, sendiri apa yang tengah dirimu lakukan di tempat ini?"

"Sehabis misi menangkap mereka" Jawab Loki agak menjauh Posisinya

Lucy hanya Sweatdrop melihat itu "kenapa kau melakukan seperti itu?" si Lelaki berkacamata ini hanya memohon maaf saja "dan, oh ya BTW terima kasih waktu itu kau menemukan kunciku jika, tidak mungkin akan stress aku"

"Hahaha begitulah" Loki hanya tertawa "oh. Ya ngomong-ngomong sampai jumpa lagi aku harus memberikan ini kepada mereka"

Tapi, Lucy menahannya "Tunggu! Sebentar!" dia memanggil dan membuat Loki berhenti "bagaimana setelah kau memberikan mereka, kita ngobrol sedikit denganku sebantar? Tenang saja aku yang bayar"

"Yeah!"

.

.

.

.

.

.

.

.

- Kedai

"Hei, mendekatlah sedikit" Ucap Lucy Sweatdrop melihat Lelaki berkacamata ini duduk agak jauh dari Posisinya "aku, jadi agak sulit berbicara denganmu jika kau disana"

"Ahh, maaf" Ucap Loki yang agak mendekat sedikit.

"Ada, hal yang aku tanyakan padamu kenapa kau Takut sekali denga Penyihir Bintang Roh? Apa kau ada sesuatu sehingga takut akan hal itu?" Tanya Lucy tapi, Loki tak menjawab membuat Gadis Pirang itu menghela nafas panjang "baiklah jika, kau tak mau bicara aku tak ada hak untuk memaksamu dan maaf soal pertanyaan tadi"

"Tenang saja, aku tak mempermasalahkan hal itu" Balas Loki

"Yah, aku senang kita bisa mengobrol meski kau tak banyak bicara" Ucap Lucy tersenyum senang "tapi, jangan salah sangka aku hanya menganggapmu teman bukan lebih karena, aku sudah punya Natsu" dia langsung pergi

"Aku tau" Loki mengangguk faham "setidaknya aku senang karena, ini jadi Obrolan terakhir kita sebelum aku tak lama lagi" dia berbicara pelan meski, masih terdengar oleh Lucy

Lucy menghentikan langkahnya "apa, maksdumu itu?" dia bertanya agak penasaran.

"Hahaha tidak lupakan saja apa yang kukatakan barusan tadi" Loki hanya tertawa kering "tadi, aku hanya mengguman tak jelas jadi, lupakan saja"

"Aneh!" Ucap Lucy langsung pergi meninggalkannya.

'Maaf, Lucy aku tak ingin kau dan semuanya tau akan hal ini' Batin Loki mengepal tangan erat 'karena, aku tak ingin merepotkan semuanya'

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Guild

"Tunggu kenapa dengan mereka?" Tanya Elfman bingung melihat Gray dan Natsu saling bertatap muka, tampak percikan kilat diantara mata mereka dan tentu saja dengan Perban dan Plester di tubuh.

"Yang kudengarsih, mereka sehabis Perang Bantal" Jawab Lisanna yang hanya tersenyum kepada mereka.

"Segitunya" Elfman Pokerface dan tak habis Fikir mana ada hal yang ringan malah menjadi sebuah masalah yang besar.

"Ehhh, brengsek! Apa maksudmu kan sudah kubilang bukan Pelan-Pelan saja karena, ini hanya Perang Bantal kecil!" Ucap Gray masih kesal dengan kejadian semalam "dan, apa maksudnya itu, dengan sungguhan? Karena aku menghajarmu dengan pelan"

"Hah, alasan saja kau tadi, kau melemparkan Bantal ke wajahku dengan kasar jadi, aku Balas lagi" Balas Natsu yang terlihat tak mau mengalah "dan, alasanmu itu tak masuk akal karena, kau memang kalah whahahah!" dia malah tertawa Puas mengingat hal itu.

"Brengsek kau!"

"Ya, ampun" Lisanna tertawa kecil di sampingnya Lucy hanya mendengus tak karuan "ada apa? Lucy? Bukan seperti kau pada biasanya?" dia bertanya.

"Tak, apa hanya Sedikit penat saja" Jawab Lucy mengheka nafas tapi, dia melihat ke Pojok Bar yang lain dimana Gadis Barmaid ini tengah dikelilingi beberapa Gadis dengan wajah tak mengenakan.

"Hei! Apa kau tau Loki ada dimana?!"

"Kemarin malam dia memutuskanku tanpa alasan!"

"Kau juga? Dia pergi tanpa bicara apapun!"

"Aku! Juga bingung!"

"Uhh! Aku juga tak tau dimana dia" Ucap Mirajane yang mencoba tetap tak panik dengan kerumunan ini.

"Bukankah itu Penduduk Kota?" Ucap Natsu yang berhenti dari Duelnya yang gak penting tadi "apa yang mereka lakukan disini?"

"Tampaknya mereka semua Pacar Loki" Jawab Happy.

Mirajane tak tau harus bagaimana lagi menanggapi mereka tapi, Matanya melirik ke Gadis Pirang yang duduk tak terlalu jauh "Lucy! Bantu! Aku!" dia memasang wajah Pasrah dan semua Gadis itu tertuju pada Lucy.

"Hei! Siapa dia?"

"Apa dia pacar baru Loki?"

"Terlihat Cantik!"

"Dan dia Punya Dada besar"

Lucy tau akan gawat jika diam saja dengan kerumunan itu, dia beranjak dari kursinya dan Lari sejauh mungkin "uwahhhh! Kau Mirajane keterlaluan!" dia berteriak dan pergi pulang.

"Tunggu dulu!" Natsu langsung mengejarnya "Sampai jumpa Lisanna" dia memberi salam ke teman masa kecilnya ini.

"Aye! Sampai Jumpa Lisanna!"

.

.

.

.

.

.

.

.

- Rumah Lucy

"Jadi, begitulah ceritanya" Ucap Lucy yang menyudahi Curhatnya kepada Bintang Roh miliknya yang berbentuk Salib ini "kau, tau bukan bukannya apa-apa hanya saja kelakuan dia agak aneh dan bisakah kau beri tau ada apa hubungannya di masa lalu dengan Penyihir Bintang Roh?" namun tak ada balasan apapun.

"Dia tertidur?" Tanya Happy.

"Tidak, sedang meditasi" Jawab Lucy tenang.

"Kau yakin dia bisa benar dugaannya?" Tanya Natsu agak tak yakin.

"Tenang saja ucapan dia selalu benar" Jawab Lucy tak mempermasalahkan hal itu "yah, Pak tua Crux adalah orang yang berpengalaman dia bisa tau hubungan Majikan dan Bintang Roh yang berada dimasa lalu"

"Hmmm! Begitu yah" Crux mengangguk faham "sebenarnya agak sensitiv dan dilarang juga untuk memberi tau karena, perlindungan Identitas tapi, hubungan Loki-Sama dengan seorang Penyihir Bintang Roh bernama Karen Lucia"

"Karen Lucia?" Lucy terlihat tak asing mendengar nama itu.

"Kau kenal dia?" Tanya Natsu.

"Yah, dia adalah Seorang Penyihir Bintang Roh terkuat di jamannya, dan aku tau itu berkat melihat di Sampul Majalah Harian Penyihir" Jawab Lucy "tapi, yang kudengar dia tewas terbunuh karena suatu misi dan Guildnya Blue Pegasus"

"Hei, Pak tua bisa beritau aku lebih banyak?" Pinta Lucy tapi, tak ada jawaban.

"Dia meditasi!" Ucap Happy.

"Tidak, kali ini dia tertidur" Jawab Lucy.

"Perasaan gak ada jauh berbeda dengan yang tadi" Natsu Sweatdrop.

*Brakkkk

Pintu rumahnya terbuka paksa dan melihat Gray masuk ke dalam "Lucy! Ini Gawat!" dia agak berkeringat mungkin berlari.

"Ada apa?" Tanya Lucy sudah biasa menanggapi tamu tak di undang ini

"Loki keluar dari Fairy Tail!" Jawab Gray dengan suara keras.

"Kenapa?" Tanya Lucy lagi.

"Tak, tau sekarang saat ini semua orang tengah mencarinya" Jawab Gray.

'Pergi?, tunggu dulu' Lucy menyadari sesuatu dan tak lama dia segera berganti Pakaiannya.

"Hei, kau mau kemana?" Tanya Gray melihat Lucy ingin pergi.

"Ke tempat itu mungkin dia ada disana" Jawab Lucy.

"Berhati-hatilah" Ucap Natsu, Lucy hanya mengangguk.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Air Terjun

Loki saat ini berdiri di depan sebuah Makam dengan ekspresi hening dan tak lama terdengar suara tak asing baginya.

"Aku tau kau berada disini"

Loki menoleh "ahhh, Lucy aku terkejut kau bisa mengetahui keberadaanku disini"

"Semua orang sedang mencarimu yang keluar tiba-tiba" Ucap Lucy tersenyum "dan juga ini Makam Karen bukan?"

"Apa maksudmu?" Loki terlihat tak mengerti.

"Dia Karen Lucia, Majikanmu bukan?" Jawab Lucy "karena, dasarnya kau ini Bintang Roh bukan Loki The Lion "

Loki menatap ke bawah "hah, tampaknya aku tak bisa bersembunyi lagi karena, kau sudah tau akan hal ini"

"Aku juga Penyihir Bintang Roh yang memiliki banyak Kontrak jadi, wajar saja aku cepat sadar" Jawab Lucy tersenyum kecil "dan jika, Kontrak Majikan dengan Roh terputus maka sang Roh akan bebas dan mencari Pengganti Majikan yang baru tapi, karena suatu alasan kau tak bisa kembali ke duniamu sendiri"

"Yah, sudah tiga tahun lamanya" Ucap Loki memasang wajah seolah tak terjadi apapun.

"Tiga tahun? Selama itu?" Lucy cukup shock "selain itu kau tak dapat majikan baru? Dan juga seharusnya kau tak selama itu di Dunia Manusia karena itu tak cocok denganmu dan kenapa kau tak kembali ke duniamu?"

"Sebenarnya aku tak punya kekuatan lagi untuk kembali" Balas Loki terlihat tak peduli.

"Bagaimana kalau aku membantumu?" Lucy menawarkan diri "dengan membukakan Gerbang untuk masuk lagi ke duniamu"

"Tidak, terima kasih aku tak perlu itu" Tolak Loki Halus.

"Kenapa?" Lucy tak mengerti.

"Kau tau kenapa aku diusir selamanya? Sebab aku telah melakukan sesuatu Peraturan yang dilarang" Ucap Loki menjelaskan alasannya "yaitu, membunuh Majikanku sendiri"

Lucy hanya hening namun tak lama dia membentak "Bohong! Aku tak ceritamu ini hanya setingan dan alasanmu tak masuk akal!"

"Hahaha tampaknya aku tak bisa berkelit lagi" Loki hanya tertawa kering "yah, memang benar aku hanya membunuhnya secara tak langsung"

"Apa maksudmu?" Tanya Lucy tak mengerti.

"Yah, Roh Bintang yang membunuh majikannya sendiri takkan bisa kembali dan dia akan menghilang dan memudar seperti debu" Ucap Loki tak merasa risau "kira-kira kejadiannya tiga tahun yang lalu dimana waktu itu aku masih jadi, majikan Karen" Lucy terlihat menyimak saja.

"Kau, tau Karen sama seperti Mirajane dikagumi banyak Pria tapi, tak seperti Mirajane dia malah terus mendatangkan laki-laki Guildnya dan seperti biasa dia menggunakan Aries untuk mengatasi para lelaki itu jika dia, sedang tak Mood untuk melayani mereka" Ucap Loki memulai cerita "dan tentu saja cara dia menjadi Majikan berbeda sekali denganmu"

"Kejam sekali" Ucap Lucy merasa iba.

"Dan dia memperlakukan Aries bukan semestinya tentu saja waktu itu aku tak tahan lagi dan diam saja dengan sikapnya itu" Ucap Loki wajahnya terlihat kesal "aku muncul tanpa di panggil dan menggantikan tempat Aries dan itu Percuma bagi Karen untuk menutupku karena aku muncul sendiri dengan kekuatanku dan bukan di panggil"

"Setelah itu apa yang terjadi?" Tanya Lucy penasaran.

"Dan tentunya kau tau sendiri butuh tenaga banyak untuk memanggil dua Roh Bintang sekaligus" Ucap Loki Gadis Pirang itu mengangguk faham "dan aku menggunakan metode itu sampai Karen melepas kontraku dan Aries meski, tujuanku hanya memberi Pelajaran tentang arti menghargai tapi, tetap saja Karen keras kepala dan tak mau melakukan hal itu dan aku tetap di dunia Manusia sampai tiga bulan"

"Lalu setelah itu aku terlalu lama di Dunia ini hingga, akhirnya menyerah tapi setelah itu aku mendengar kabar Karen tewas dalam misi dan aku juga tau bahwa diriku yang disalahkan atas hal ini meski secara tak langsung sih"

*Guhhhhhh

"Hei! Ada apa?" Tanya Lucy agak cemas melihat Kondisi itu.

"Ahh, tampaknya tenagaku mulai berkurang" Loki mengerang pasrah "aku senang bertemu denganmu, dan juga teman-teman yang lain cukup baik dan setelah ini sampaikan salamku pada orang-orang di Guild"

"Kau ini bicara apa sih, aku yakin jika kau kembali ke duniamu maka kau akan baik-baik saja" Ucap Lucy terlihat sewot "dan, juga itu bukan sepenuhnya kesalahanmu dan kau melakukan yang terbaik"

"Percuma saja" Balas Loki agak frustasi dengan kelakuan Gadis Pirang ini.

"Ohhh! Ayolah! Berhenti mengeluh seolah-seolah tak ada jalan keluar lagi" Lucy memutar bola matanya dengan wajah kesal "baiklah! Aku membantumu kembali" dia mencoba melakukan hal itu tapi, tak ada hasil dia melakukan lagi namun hasil akhir tetap sama.

*wusshhh!

*Singg!

"Huh? Apa itu" Lucy melihat sekeliling dimana langit menjadi Gelap seperti malam dan Air mulai mengangkat membentuk wajah orang aneh berkumis besar.

"Tidak, mungkin dia!" Loki cukup shock dengan wajah familiar yang tiba-tiba muncul begitu saja "Raja Bintang Roh? Apa yang anda lakukan di tempat seperti ini!?"

"Kau bilang Yang mulia? Itu berarti dia Bintang Roh yang paling kuat" Lucy paling Shock melihat Bintang Roh terkuat ada disini.

"Wahai, kawan lamaku Loki sudah lama kita tak jumpa" Ucap Raja Bintang Roh "dan kau telah bersumpah setia pada manusia untuk tidak membunuhnya namun, meski kau melakukan secara tak langsung tapi, tetap saja kau dijatuhi Hukuman!"

"Tunggu dulu Pak tua!" Protes Lucy mendengar alasan yang sama sekali tak masuk akal ini "alasan yang kau lontarkan ini tak masuk logika!"

"Hukum tetaplah hukum hal seperti itu sudah sejak dahulu" Ucap Raja Bintang Roh yang tak menggubris Ucapan Lucy.

"Hei! Hei! Dia sudah menderita selama 3 tahun! Apakah kau tak kasian melihat dia seperti itu terus!" Ucap Lucy memberi Pembelaan "dia melakukan itu secara sengaja karena, demi temannya memangnya kau Mau hal itu terjadi pada temanmu yang lain!"

"Memang benar sih menyakiti temanku adalah perbuatan yang salah..." Raja Bintang Roh mengangguk setuju

"Ini bukan masalah Hukum ataupun apa tapi, jika kau berada di Posisinya kau pasti akan melakukan hal yang sama tanpa peduli akan hal hukum!" Teriak Lucy dengan nada membentak "dan kau sudah tau, dia tak bersalah sepenuhnya disini dan kau harusnya sadar akan hal itu Pak tua berkumis!"

"Bila, alasan hal seperti itu kurasa memang ada Pengecualian tersendiri" Ucap Raja Bintang Roh terlihat setuju dengan ucapan Lucy "memang kau lakukan melawan Hukum itu adalah Dosa tapi, jika itu demi teman kurasa memang ada Pengecualian atas hukumanmu di sini dan mulai sekarang kau diizinkan lagi kembali ke tempat asalmu"

"Ehhh! Benarkah?!" Loki terlihat terkejut.

Raja Bintang Roh menyeringai "kesalahanmu mungkin dihapuskan tapi, sebagai Gantinya kau akan mengabdi pada orang yang telah menyelamatkanmu" dia menghilang dan Suasana kembali normal.

"Hahaha kau baik sekali pak tua" Lucy hanya tertawa senang mendengar hal ini.

'Kurasa ini terlalu banyak aku terima meski begitu aku tak melupakan perbuatan yang kubuat' Loki tersenyum dengan linangan Air mata bahagia, Tubuhnya bercahaya dan mulai memudar 'tapi, terima kasih atas bantuanmu mulai sekarang aku akan mengabdimu' dia menghilang dan menjadi sebuah Kunci Emas.

"Yah, kurasa ini tak masalah" Ucap Lucy menerima Kunci itu.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Guild

"Jadi, kau Bintang Roh huh?" Tanya Gray dengan tangan terlipat "entah kenapa aku baru sadar sekarang" di samping Loki Natsu tengah mengamatinya dengan seksama.

"Yah, seperti yang kau lihat sendiri" Jawab Loki.

"Ngomong-ngomong apa bentuk Bintang Roh kau?" Tanya Happy.

"Dia Singa" Jawab Lucy.

"Kucing besar!" Teriak Happy

"Kurasa kau salah mengartikan hal itu" Lucy Sweatdrop.

"Tapi, kau tak terlihat mirip seperti singa" Ucap Natsu masih tampak bingung "maksudku tak seperti yang lain Mirip Sapi, Kuda, ataupun Duyung"

"Kau tau Virgo?" Loki hanya tertawa menanggapi tadi "dia, juga Manusia bukan?" Natsu mengangguk dia masih mengingat Pelayan berbada Gorilla waktu itu.

"Ngomong-ngomong tak masalah jika kau berada disini terus?" Tanya Gray

"Yah, tak masalah jika selama Beberapa jam saja" Jawab Loki "setelah itu aku akan kembali seperti biasanya"

"Uwahh! Enak juga Punya seperti itu andai saja aku punya satu" Ucap Natsu sangat menginginkan hal itu "yah, yang bentuk Naga karena, akan sangat Mubazir jika, kekuatan DragonSlayerku tak di gunakan"

"Kau fikir mereka sasaran latihanmu apa" Gray hanya Sweatdrop.

Loki mengeluarkan sesuatu dari sakunya "oh, ya aku ada sesuatu untuk kalian" Dia memberikan lembar kertas "sebenarnya itu Kupon menginap di Hotel mewah untuk Para Pacarku karena, aku akan mengadakan liburan tapi, karena aku tak bisa berlama disini jadi aku berikan ini pada kalian, yah sebagai Hadiah saja karena telah membantuku"

"Whoa! Ini keren!" Ucap Gray terlihat senang sekali benar-benar di luar karakternya.

"Dan, juga aku sudah berikan itu Pada Erza juga jadi, selamat menikmati liburan" Ucap Loki menghilang dan kembali ke Dunianya.

"Yayy! Pantai!" Teriak Happy.

"Apa yang kalian lakukan disana, cepat kemasi barang dan berangkat" Ucap Erza datang dengan Pakaian Pantai dan barang bawaan yang lumayan besar.

"Dafuq! Cepet banget!" Teriak Gray dengan mulut menganga.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Sudah akhir Arc Phantom dan kita mulai memasuki Arc baru dan tentu saja di setiap Arc ada lemon dan sebagainya tergantung saya akan taruh dimana bagian Lemon itu dan see ya!

Pm

.

RnR