Dan aku kembali lagi dengan suasana yang buruk dan gak enak banget buat hatiku yang terbengkalai seperti sampah yang tercecer di jalan dan sekarang saya sedang mood untuk saat ini mengupdate kembali Fic ini dan seperti biasa saya ucapkan Chapter dan Arc baru berarti bakal ada lemon dan kalian gak usah nebak siapa yang bakal kena orang udah jelas disini dan aku berbicara disini tentang apa yang terjadi dengan Chapter dulu dan sebuah alasan kenapa mereka kembali ke tempat yang menyebalkan sama sekali hmmmmm! Dan untuk saat ini Fic dari SnS saya masih dalam tahap perjalanan dan begitu saja ok.

P.s : ada yang tau cara masukin Video ke Akun Youtube? Soalnya saya lagi Pusing tentang hal ini dan aku kalau dijelasin emang mumet kalau liat Youtube lagi gak punya kuota dan lagi krisis duit (kasihan T_T) dan yah sudahlah.

Chapter 25 : Tower Of Heaven

.

...

.

- Hotel

"Hei! Erza kau tau sesuatu tentang kebebasan?"

"Itu adalah kau bisa melakukan sesuatu yang kau mau tanpa halangan!"

"Kalau begitu kita harus bertahan untuk mencapai Kebebasan!"

"Yeay!"

"Kau, tau kebebasan itu hanyalah sebuah mitos dan khayalan saja"

"Tak ada yang namanya bebas!"

"Tak bisa melakukan sesuatu yang kau mau!"

"Guhhhh!" Erza langsung terhenjak dari kursinya setelah tidur sebenarnya dia tengah Istirahat setelah melakukan banyak aktifitas liburan bersama temannya "kenapa aku jadi, teringat hal itu lagi" dia memegang kepalanya yang agak pening.

"Mimpi buruk huh?"

Erza mendengar suara lain dan melihat Lelaki berambut Pink tengah duduk dengan Sepotong Ayam Api besar "Natsu? Apa yang kau lakukan disini dan juga sudah berapa lama kau ada di situ?" dia sendiri cukup terkejut.

"Cukup lama sekali semenjak aku mendengar kau mengigau dalam tidur" Jawab Natsu mempraktekan caranya dan membuat Erza sedikit tertawa kecil "sebenarnya apa yang ada dalam mimpimu itu?" dia kembali ke Mode serius.

"Ohh, bukan Apa-apa hanya mimpi Kue Strawberry dihancurkan" Jawab Erza menggeleng.

Natsu menyipitkan matanya mendengar ini "yakin? Kalau begitu bisa kau jelaskan kenapa tubuhmu bergetar dan banyak keringat" dia sudah bisa menebak gelagat Gadis Scarlet ini jika berbohong atau menyembunyikan sesuatu.

"Ahhh, itu hanya karena ruangan disini panas saja" Jawab Erza beralasan malah menambah Natsu tak percaya saja.

"Apa, ini tentang masa lalumu" Ucap Natsu dia tau Gadis ini belum bisa Move on dari bayang-bayang masa lalu "jika, iya untuk apa difikirkan kau melangkah ke depan jangan terus terpaku dengan yang nama Flasback karena, itu hanya beban saja"

"Itu bukan urusanmu untuk ikut campur" Balas Erza dengan nada sarkastik.

"Memang ini bukan yang bagus buat aku ikut campur" Balas Natsu dengan nada tinggi "tapi, itu bukan berarti aku tak tau apa yang terjadi dimasa lalu kau karena, aku juga ada disitu"

"Mungkin itu hanya orang lain" Jawab Erza yang mengada-ngada tak bisa menutupi kenyataan bahwa orang yang membantunya keluar dari mimpi buruk itu adalah orang yang sedang berdiri di depannya "terkadang banyak orang dengan wajah sama melakukan hal seperti itu dan juga kau waktu kecil bersama Igneel bukan denganku" membuat Natsu Pokerface mendengar ini.

"Ayolah! Jangan seolah-seolah kau kuat dan menyimpan itu sendiri karena, dasarnya kau tak bisa menyelesaikan itu sendiri" Ucap Natsu, Erza tak membalas apapun dan matanya tertutup rambut gelap "aku tau kau, kita pernah bertemu meski sebentar tapi, aku tau bagaimana kehidupanmu waktu kau kecil tak bebas, dan selalu dipaksa untuk mengerjakan sesuatu" kata-kata tadi seperti Skak mat dalam sebuah catur bagi Gadis Scarlet ini.

*Pluk

Erza berlari dan memeluk Natsu "Hikz! Hikzz! Hikz! Aku takut Natsu!, aku takut tentang mimpi itu! Terjadi lagi! Aku selalu menyembunyikan hal ini dari yang lain, dan selalu bersikap kuat" suara dia terisak, dengan air mata yang sudah membasahi Pipi.

Natsu mengelus Rambut Merah Scarlet ini "ahhh, tak usah menangis begitu ini bukan seperti kau saja, dan juga tak perlu khawatir aku dan yang lain akan membantu menyelesaikannya" dia membalas pelukannya dan tak lama dia lepaskan "ayo, kita bermain di Kasino Lucy dan yang lain sudah menunggu"

"Tapi, aku tak terlalu suka dengan berjudi" Ucap Erza mengusap pipinya.

"Yah, hanya hiburan saja sesekali, melupakan sesuatu yang menyebalkan" Balas Natsu "yah, aku duluan kutunggu kau disana" dia langsung pergi.

'Benar juga melupakan hal itu dengan bermain tak buruk juga' Batin Erza tersenyum menatap pintu 'selain itu entah kenapa selain bersama Armorku ketika dengan Natsu aku merasa aman dan nyaman' dia sedikit blush.

.

.

.

.

.

- Kasino

"17...ayolah 17!" Natsu berteriak memohon sambil meniup memainkan Roulette tapi, apa daya yang dia harap malah gak kekabul "sial! Itu tadi bolanya jatuh di angka 17 tapi, tiba-tiba bergerak ke arah lain!" entah kenapa dia malah terlihat kesal.

"Tuan itu bukan angka 17" Ucap Bartender mencoba mencegah Natsu untuk berbuat anarkis contohnya menghancurkan sesuatu "dan juga memang seperti itu cara bermainnya"

"Bohong! Tadi, jelas-jelas jatuh diangka 17!" Natsu Protes dan tak peduli dengan ucapan bartender ini, yang jelas dia hanya ingin menang "harusnya! Jatuh di angka 17!"

"Hei, kau itu Norak sekali sih!" Gray Sweatdrop melihat tingkah malu-maluin temannya, dan yang dia lakukan hanya bermain Mesin Judi Dingdong "berhentilah membuat malu dirimu sendiri"

"Terserah!" Natsu cuek dan kembali main lagi.

"Dasar keras kepala" Ucap Gray yang saat ini tak mood untuk berargumen tapi, dia merasa ada seseorang yang nendekat dan melihat Gadis berambut biru dengan Gaya di Roll, dengan wajah merah dan malu-malu "whoa! Kau!" dia kenal Gadis ini.

"Aku juga ikut kemari" Jawab Juvia, membuat Gray Sweatdrop

'Hmmmm! Bau ini?' Batin Natsu tengah mengendus dia mencium bau yang tak terasa asing, bau orang lama yang dia tau tapi lupa lagi 'hei, kau tau orang-orang ini?' dia bertanya pada Partner di dalam perutnya dan terdengar gerangan.

"Hmmmm! Orang yang sama waktu di bangunan seperti menara itu harusnya kau masih ingat bukan?"

'Yah, aku masih ingat' Jawab Natsu masih ingat jelas dan dari situ dia kenal tentang Erza dan entah kenapa orang-orang itu ada disini 'apa mau mereka?' dia bisa merasakan ada orang berbadan besar yang di belakangnya mengawasi dirinya terus.

"Sesuatu yang jahat, dan cuman ada satu hal yang mereka mau meski aku tak tau apa itu tapi, yang jelas ini tak bagus" Natsu bersikap biasa lagi dan kembali bermain.

Dan selain itu Gray dan Juvia tengah mengobrol di meja Bar meski ada orang aneh yang memperhatikan mereka dari belakang tapi, mereka tak sadar.

"Yang, kudengar Guild Phantom dibubarkan bukan?" Tanya Gray sekedar basa-basi

"Yah, sekarang Juvia adalah Penyihir Bebas" Jawab Gadis berambut Biru yang berharap segera cepat dapat Guild baru.

"Kau ingin Gabung dengan Fairy Tail bukan?" Tanya Gray yang sudah bisa menebak ekspresi wajahnya.

"Tentu!" Juvia sangat berharap sangat.

"Yah, meski kalian adalah orang-orang yang melakukan itu kepada kita, aku tak bisa melakukan apapun karena, keputusan sepenuhnya ada di Tangan Master" Ucap Gray yang tak sadar orang itu mendekatinya dan setelah sadar tiba-tiba saja orang itu memukul Juvia dan membuat Gadis itu terhempas "oiii, sialan kau cari gara-gara rupa..." sebelum dia berbicara lagi sebuah Pistol menempel di mulutnya.

"Gray Fullbuster bukan? Katakan dimana Erza?" Tanya Orang itu dengan nada mengacam, sekarang Gray sudah melihat jelas wajah orang itu.

Sementara di tempat lain Erza dan Lucy tengah menainkan Kartu dengan wajah senang tentu saja karena, sedari tadi mereka menang terus.

"Whoa! Aku tak percaya kita menang terus!" Ucap Lucy terlihat sangat senang

"Mungkin hari ini keberuntunganku saja" Ucap Erza dengan percaya diri.

Dan tak lama Ganti yang mengocok Kartu, Erza tak sadar apapun dan waktu kartu dibagikan dan disana hanya ada empat kartu dengan empat kata yaitu 'Mati' Erza merasa aneh dan ketika melihat ke depan dia mulai familiar dengan orang itu.

"Tak perlu koin, bagaimana dengan nyawa saja?" Ucap Orang itu menunjukan wajah Aslinya "Erza nee-san?"

"Kau!" Erza tubuhnya bergetar setelah melihat siapa orangnya, Lucy disampingnya memasang wajah bingung dan tak tau apapun "Shou?!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Tempat Natsu.

"Jadi, tampaknya bakal ada Reuni lagi nih!" Ucap Natsu dengan nada sarkastik dan berhenti bermain ketika menyadari orang itu mendekatinya "lama tak ketemu orang-orang dari menara, bagaimana kehidupan kalian setelah itu?" dia sekarang menyadari bau orang ini, ini bau dari orang-orang yang diselamatkan olehnya waktu kecil.

"Sulit di percaya orang yang kutemui masih tak jauh berbeda waktu itu" Orang itu menunjukan wajah aslinya, Mata kiri ditutup, dan rambut yang tertutup balutan kain, dan sebuah besi penyangga dagu "siapa sangka kita akan bertemu disini"

"Ehhh, Natsu kau tau dia?" Tanya Happy bingung.

"Harusnya aku yang bilang begitu" Balas Natsu mengabaikan Pertanyaan Exceed ini "jadi, apa yang kau dan temanmu lakukan di tempat seperti ini? Bukan untuk liburan atau sekedar menghibur diri hmmm"

"Erza" Jawab Orang itu dengan serius "kau tau, maksudku kemari tapi tak enak jika bicara tanpa memperkenalkan diri aku Simon Mikazuchi mungkin kau sudah tau wajahku" meskipun bila dia jadi, musuh tenaganya bukan tandingan bagi Lelaki berambut Pink ini.

'Mikazuchi?' Natsu terdengar tak asing lagi mendengar nama itu tapi, dia lupa dan tak ingat ada dimana "Erza? Apa hubungan kau kemari dengannya" dia sedikit serius tentang Gadis Scarlet ini.

"Ini Soal Menara itu" Jawab Simon duduk disampingnya

"Menara? Apa maksudmu?" Natsu tak tau menau soal ini "setelah kalian bebas waktu itu, apa hal yang kalian lakukan setelahnya" dia merasa ingin tau meski rada pusing jika, harus berfikir banyak.

"Itulah, yang aku ingin jelaskan semuanya" Jawab Simon menghela nafas panjang "sejak kau Pergi aku dan beberapa tawanan yang lain kembali ditangkap dan dikembalikan ke Menara itu dan diperbudak lagi termaksud teman-teman Erza yang lain"

"Bagus, setelah kau bebas malah ingin kembali ke tempat itu lagi" Ucap Natsu memasang wajah menyebalkan.

"Ini, bukan kemauanku sendiri!" Protes Simon kesal "dan kau harusnya masih ingat dengan Jellal bukan?"

"Yeah! Aku tau" Natsu masih mengingat jelas wajah orang itu yang tak jauh berbeda dengan salah satu Anggota Dewan "memang kenapa? Sesuatu terjadi" mengingatnya saja membuat dia ingin menghajar sesuatu.

"Setelah kita tertangkap lagi, tentu saja Jellal mulai mempengaruhi yang lain tentang kebebasan dan Menara itu" Jawab Simon

"Dan, kau percaya saja tentang hal takhayul seperti itu?" Ucap Natsu tak percaya apa yang dia dengar

"Tentu saja tidak?" Ucap Simon "tapi, tak seperti aku teman-teman Erza yang lain terpengaruh dengan kata-kata Jellal meski aku dipihak mereka, hanya saja aku tengah Pura-Pura"

"Kau tak coba melakukan sesuatu?" Usul Natsu.

"Satu-Satunya cara menghentikan hal ini adalah mengalahkan Jellal langsung" Jawab Simon "tapi, kau tau aku bukan tandingan dia sama sekali"

"Lantas apa tujuanmu dan teman-temanmu membawa Erza?" Tanya Natsu kembali ke inti percakapan.

"Jellal meminta kita untuk membawanya dan kurasa ini kesempatanku untuk meminta bantuan teman-temannya" Jawab Simon menjentakan jari dan tak lama Kondisi Gelap gulita "maaf, soal ini aku yang mengaturnya agar terlihat sungguhan"

"Tak masalah, tetap lanjutkan" Ucap Natsu mau Gelap atau tidak yang jelas dia masih bisa melihat.

"Uwahhh! Kenapa Gelap sekali!" Teriak Happy panik berlarian ke segala Arah.

"Yah, jadi kita kemari ingin membawa Erza kembali ke Menara atas dasar perintah Jellal" Ucap Simon langsung ke intinya dan tak lama suasana kembali terang

"Atas dasar apa?" Tanya Natsu lagi.

"Tak tau" Simon menggeleng "itu urusan Jellal selain itu, bisakah kau kembali ke tempat itu untuk selamatkan Erza kau Orang satu-satunya yang bisa kupercaya untuk bisa melakukan ini" dia bersiap pergi

"Tanpa diperintah pun akan kulakukan sebagaimana mestinya" Balas Natsu dengan nada serius.

Simon tersenyum mendengar ini "baiklah sampai Jumpa di Menara dan kutunggu kau" dia langsung pergi dimana teman-temannya menunggu.

"Jadi, setelah ini apa tindakanmu?"

"Tentu saja menghajar Bajingan itu" Jawab Natsu mengepalkan tangannya "aku tak percaya, dia malah melakukan hal yang lebih parah dari ini"

"Terkadang ada manusia yang keras kepala yang memang harus sedikit diberi Pelajaran lebih keras lagi termaksud kau Contohnya"

"Kau menyebalkan" Natsu Sweatdrop dan melihat sekeliling yang sudah sepi, dan tak ada siapapun "tampaknya mereka membawa Happy juga" saking asyik mengobrol dia tak menyadari Exceed miliknya ini juga tak ada.

"Kau ini terkadang ada bodohnya juga rupanya"

"-_-"

.

.

.

.

.

.

.

- Menara

"Jellal-Sama mereka sudah menangkapnya tanpa Hambatan sedikitpun" Ucap Pria berwajah aneh, dengan Rambut lurus hitam panjang seperti Wanita memberikan informasi "tapi, kali ini kenapa kita membawa Pengkhianat itu kembali dengan Sihir anda yang kau miliki tentunya dapat mudah diatasi"

"Hahaha kau salah Villdadus" Jawab Jellal tertawa kejam, di kursinya "menara Surga telah selesai dan juga akan sangat menjengkelkan jika aku membiarkannya hidup lebih lama lagi"

"Oh?" Pria yang diketahui bernama Villdadus ini hanya mengangguk meski tak faham.

"Demi tujuanku akan kujadikan dia tumbal" Jellal menyeringai sadis "si Erza Scarlet itu"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Kasino

"Ughhhh! Apa yang terjadi disini?!" Lucy mengerang dan membuka matanya setelah diserang oleh beberapa orang aneh yang tak dikenal "tunggu, kenapa aku bebas?" dia waktu masih terikat gara-gara Gadis Kucing ini namun, sekarang sudah lepas.

"Kau sudah sadar rupanya"

Lucy melihat Natsu tersenyum senang karena, dia baik-baik saja "Apa yang kau lakukan hanya duduk seperti itu? Dan kenapa semua disini sepi? Mana Gray?"

"Dia ada disini" Jawab Natsu menunjuk Gray yang terlentang dengan Tombak yang menancap di tubuh.

"Gray!.. Bagaimana bisa?!" Lucy shock dan tak percaya apa yang dia lihat namun, Natsu menendang kepala Lelaki berambut Hitam itu hingga, menimbulkan bunyi retak "hei! Natsu apa-apaan kau ini!" dia terkejut dengan tingkahnya.

"Jangan khawatir itu hanya Cloning saja" Jawab Natsu terlihat biasa saja "karena, Gray yang asli ada disini" dia menunjuk di lantai dan tak lama muncul seseorang dalam air.

"Gray-Sama ada disini" Ucap Juvia yang melindungi Lelaki itu dengan tubuhnya yang berair "bukan di dalam tubuhmu jadi, jangan iri" dia memberi Deathglare ke Gadis Pirang itu.

"Kenapa juga aku harus Iri?" Lucy Sweatdrop dengan tingkah Gadis berambut biru ini.

"Kau ini menyebalkan karena, ini kita jadi menyia-nyiakan waktu dan dia kabur!" Ucap Gray yang langsung menyalahkannya tanpa pandang bulu.

"Maaf" Ucap Juvia merasa bersalah, Natsu melihat ini malah ingin menghajar kepala temannya ini, Karena tingkah menyebalkan temannya namun, diurungkan karena Fokus dia sekarang adalah Erza yang sudah tak ada.

"Lupakan tentang itu" Ucap Gray terlihat tak peduli "yang terpenting sekarang dimana Erza? Apa dia baik-baik saja.

"Yang aku tau, dia bersama dengan teman-temannya yang dulu" Jawab Lucy mencoba mengingat itu kembali.

"Apa maksudmu?" Tanya Gray yang masih tak mengerti.

Natsu memotong Pembicarann "Penjelasan nanti saja, yang terpenting kita kejar dia selagi tak begitu jauh" dia langsung berlari disusul Gray yang terlihat setuju.

"Ehh, benarkah itu akan berhasil?" Tanya Juvia agak ragu.

"Jangan khawatir Natsu Punya Indra penciuman yang sangat tajam meski seseorang itu dari jauh" Jawab Lucy tersenyum dan langsung menyusul mereka berdua.

.

.

.

.

.

.

- Kapal

"Ugghhhh!" Erza menbuka mata dan dia berada di tempat lain tapi, dia sadar kondisinya Teriak di sebuah tiang, dia mencoba melepaskan diri tapi, tak bisa "sebenarnya aku ada dimana?"

"Kau ada di Kapal Nee-San" Jawab Shou datang dari atas "Kapal ini menuju ke Menara dimana Jellal menunggu kita"

"Begitu yah" Ucap Erza dengan nada Pelan, dia sudah bisa tau hal apa yang akan terjadi disana "sebelum itu bisakah kau lepaskan ikatanku ini"

"Aku tak bisa melakukan itu karena, Nee-San masih pengkhianat" Shou menolak "selain itu, ikatanmu ini bukan ikatan biasa semakin kau bergerak dan meronta semakin pula ikatannya kuat dan satu hal lagi ikatan itu menghalangi Nee-San untuk bisa menggunakan sihir dan itu milik Milliana"

"Aku tau tapi, bisakah kau beri kesempatan untuk mengganti Baju dengan Armorku" Ucap Erza pasrah dan tak lama tubuhnya berkeringat dingin "aku, takut kembali ke menara itu tapi, jika mengenakan Armor itu, bagaikan selimut pengaman" tubuh dia bergetar, wajahnya ketakutan sama sekali tak menunjukan sisi beraninya seperti yang biasa dia lakukan dihadapan yang lain.

"Jangan khawatir selain itu Pakaian itu, sangat Cocok dengan Nee-San" Jawab Shou tersenyum dan memeluk kakaknya ini "aku sungguh rindu padamu, sudah lama sekali aku menantikan hal ini" Suara dia terisak dan air matanya tak terbendung lagi.

"Tapi, yang terpenting KENAPA KAU MENGKHINATI JELLAL!" Dia langsung membentak Figure yang dia sebut Kakak tapi, Erza tak menjawab apapun malah membuang muka "hmmpp! Baiklah kutinggalkan Nee-San disini untuk berfikir jernih lagi" dia langsung pergi ke atas meninggalkan Erza yang tak bicara.

"Kau, tau Rahasiamu itu tak bisa kau sembunyikan terus"

"Jangan bertingkah sok kuat karena, dasarnya kau punya batas"

"Berhentilah untuk mengingat masa lalu karena, itu akan hanya beban langkahmu menuju beban"

"Kau tak bisa menyelesaikan masalahmu sendiri karena, dasarnya semua manusia saling membantu bukan individual"

"Berhenti jadi, Orang lain dan jadilah dirimu sendiri karena, aslinya kau tak seperti ini"

"Jika, ada apa-apa mintakah bantuan padaku, aku sendiri takkan sungkan untuk membantu"

'Natsu benar! Aku tak bisa menyelesaikan ini sendiri karena, aku masih punya orang-orang yang mau membantuku' Batin Erza membayangkan wajah dan kata-kata DragonSlayer Api itu 'ini memang menyedihkan buatku aku seperti ini karena tak ingin mereka tau tentangku tapi, Natsu kau berbeda dan malah mengerti aku kumohon! Padamu selamatkan aku! Dan bebaskan aku dari tempat ini! Tujukan padaku bagaimana Naga menyelamatkan Kesatria' dia menangis pelan dan berharap DragonSlayer Api itu datang dan menyelamatkannya.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Perahu

"Sialan! Aku tak menyangka mereka menculik Happy dan Erza saat kita pingsan! Ini benar-benar tak Jantan!" Ucap Gray merasa frustasi setelah mendengar Penjelasan Natsu "grrr! Kita yang disini tak bisa berbuat banyak"

"Guhh! Jangan khawatir guhh! Kita akan mengambil dia kembali guhh!" Ucap Natsu agak kepayahan karena, sedang naik perahu yang saat ini tengah tidur di pangkuan Lucy.

"Kenapa kau tak minta Irene untuk membuat obat penghilang mabuk" Usul Lucy hanya tersenyum sambil mengelus Rambut Pink Natsu, di lain sisi Juvia menunjukan wajah yang berbeda seolah-seolah tak suka dengan hal ini meski Lucy menyadari ini juga dia hanya menyeringai.

"Ngomong-ngomong dimana mereka menangkap Erza?" Tanya Gray "sulit di percaya orang seperti dia malah mudah sekali tertangkap" dia masih sulit mempercayai hal ini.

"Mungkin saja Nona Erza telah kalah oleh mereka" Ucap Juvia.

"Erza takkan kalah semudah itu dari mereka!" Ucap Gray membentak Gadis Hujan ini membuatnya ketakutan ",kau, tak tau apa-apa tentangnya jadi, tutup mulutmu"

"Maaf!" Ucap Juvia pelan merasa bersalah, Natsu tak suka melihat kelakuan temannya ini langsung bicara.

"Guhhh! Oii! Brengsek! Tak perlu kasar juga!" Natsu membentak dengan nada tinggi "Guhhh! Cepat minta maaf sebab, jika tidak akan kutendang kau dari sini"

"Ya! Ya! Ya!" Gray lebih memilih mengalah daripada harus argumen lagi "Maaf, Juvia telah kasar Padamu"

"Tak masalah" Jawab Juvia blush pandangannya kini tertuju pada Natsu yang tertidur 'Natsu-san selalu membantuku dimana pun itu' dia tersenyum hangat, Lucy menyeringai dia tau Gadis ini juga termaksud Potensi dalam 'Mate' Natsu.

"Aku tak tau banyak tentang musuh kita dan mereka bilang adalah Nakama Erza dulu" Jawab Lucy dengan wajah sedih "selain itu aku tak tau banyak tentang dia karena kenal beberapa bulan"

"Mungkin Natsu tau banyak mengingat dia yang paling dekat dengan Erza diantara semua anggota Guild" Ucap Gray, dia sendiri waktu kecil tak terlalu dekat dengannya apalagi waktu mata dia masih sebelah dan belum diobati.

"Ughhhh! Aku juga tak terlalu tau tapi, ughh! Yang jelas sebelum Erza Gabung dengan Fairy Tail dia berasal dari sana ughh!" Jawab Natsu sedikit berdusta karena, dia tau mana Pribadi seseorang yang tak boleh diceritakan.

"Tch! Payah!" Gray mendecak kesal.

Lucy melihat sesuatu yang tinggi di tengah laut "mungkin itu yang dimaksud Menara Surga"

.

.

.

.

.

.

.

- Menara

"Jadi, ini sudah selesai yah" Ucap Erza cukup terkejut dengan bangunan ini yang sudah rampung seutuhnya, dia langsung didorong oleh Simon.

"Yah, bangunan ini dibangun 8 tahun waktu yang cukup lama" Jawab Shou "dan kamilah yang membangun ini semua"

"8 tahun? Kalian sudah terlihat berubah" Ucap Erza hanya menatap lantai dan tak lama dia di kurung di sebuah ruangan kecil dengan kedua tangan terikat, Simon melihat hal ini tak bicara banyak sebelum akhirnya pergi.

"Upacaranya akan dimulai besok, dan kami menangkapmu karena untuk dijadikan tumbal" Ucap Shou "tak perlu merasa bersalah seperti itu karena dasarnya Nee-San adalah pengkhianat dan Jellal benar-benar marah soal"

'Upacara? Jadi mereka akan mengaktifkan R-System?' Batin Erza terkejut

"Tapi, pada dasarnya kita tak bisa melihat Nee-San lagi, yah itu tak masalah tapi, ini semua demi Surga" Ucap Shou tak merasa bersalah "kau takut? Bukankah tempat ini mengingat kembali memory waktu kita mau kabur"

"Apa yang kau lakukan? Bukankah kalian sudah seharusnya bebas?" Ucap Erza terlihat biasa saja "dan kenapa kalian semua kembali ke tempat menyedihkan ini" dia masih mengingat waktu Natsu kemari semua orang disana sudah bebas.

"Pada awalnya kita berfikir begitu tapi, Jellal bilang kebebasan seperti itu hanyalah omong kosong" Ucap Shou menyeringai "aku minta maaf atas hal pada dasarnya aku ini pengecut dan hanya mementingkan diri sendiri"

"Lupakan soal itu, aku tak peduli" Ucap Erza serius "yang terpenting kau harusnya sudah tau tujuan dari R-System yaitu membangkitkan kembali orang-orang yang sudah mati"

"Kau tau banyak tentang hal ini yah, Nee-San" Shou tersenyum "benar Revive System sebuah Sihir dimana mengganti nyawa seseorang dan membangkitkan nyawa yang lain, dan memang benar sihir ini dilarang karena tentang kemanusiaan meski begitu, mereka tak tau cara Fikiran Jellal yang benar-benar Absolute!"

"Kau benar-benar sudah terjebak dalam Sihir Hitam" Ucap Erza memberi Deathglare.

"Tak peduli pada dasarnya Jellal aksn menuntun kita ke dalam kebebasan surga" Ucap Shou menyeringai sadis "pada saat Jellal membangkitkannya Dunia akan terlahir kembali dan kita jugalah yang akan menjadi Hukum di Dunia ini"

"Kebebasan yang kalian maksud hanyalah ilusi Belaka saja" Ucap Erza sambil memikirkan cara keluar dari sini.

"Hahahaha orang-orang yang telah merampas kebebasan kami, termaksud orang-orang dewan disana yang tak peduli sama sekali! Akan merasakan bagaimana rasanya tentang kepedihan!" Teriak Shou dengan tertawa sadis "kita akan merampas semua kebebasan mereka, menebar kebencian dan juga ketakutan dan kesedihan pada mereka!" Erza melihat kesempatan ini tanpa ragu langsung menendang Kaki Adiknya ini dan membuatnya Pingsan.

*Duagghhh!.

Erza langsung cepat melepaskan diri "yang benar saja, aku takkan membiarkan hal ini terjadi" dia langsung masuk mode baju Armor "Jellal! Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal ini!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Era

"Apa maksudmu! Sisa R-System masih aktif!" Ketua Dewan Dojima shock mendengar hal ini "dan itu mustahil bukan!"

"8 tahun yang lalu seorang Pemuja Sihir Hitam telah menginvestasikan Uang besar untuk membangun kembali R-System" Ucap Blueno menjelaskan "tapi, para dewan sudah menghentikan hal ini, seharusnya pembangunan itu sudah tak ada dilaksanakan lagi tapi, kenapa jadi begini"

"Sebenarnya ada 8 Menara yang berada di ujung Pantai Utara Kaelum" Sambung Yuri "tapi, orang-orang disana hanya menganggap itu kabar burung saja"

"Jadi, itu udah selesai tapi, kenapa baru muncul sekarang?" Tanya Ultear.

"Itu bukan R-System tapi, Menara Surga" Sambung Siegrain

"Itu tak penting!" Teriak Dojima terlihat sangat frustasi disini "itu adalah Sihir terlarang dan bisa menjadi malapetaka bagi yang lain, kita harus mengirimkan pasukan penuh dan menghentikan itu sebisa mungkin!"

"Tapi, kita tak tau musuh kita siapa?" Sambung Michello "munculnya R-System ini tak ada hubungannya dengan orang yang dulu maksudku oranf yang membangun Menara ini orang yang berbeda"

"Dan tak salah menara itu dibangun oleh Orang yang bernama Jellal" Ucap Blueno.

"Jellal?!" Teriak Dojima yang tak tau apapun.

"Aku tak pernah dengar nama itu sebelumnya" Sambung Yuri

"Itu nama panggilannya untuk saat ini identitas dia tak diketahui" Ucap Blueno

"Tch!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Dan akhirnya selesai seperti biasa aku membuat Chapter yang membosankan seperti pertunjukan yang tak ada hadiahnya whakss! -_- see ya!

Pm

.

RnR