Dan... Lagi... Aku kembali dengan Update terbaru seperti biasa dan fic ini juga sebentar lagi akan mendekati waktu satu tahun telah berjalan dan baru sampai Arc Tower Of Heaven dan bahkan belum sampai Arc Tenrou lah mungkin tiga bulan lagi tapi aku bisa yakin dan menjamin bahwa itu bisa berjalan sesuai dengan harapan karena terkadang harapan yang tak sesuai dengan kenyataan (jadi amsyong -_-) hahaha dan sudah seperti yang kubilang sebelumnya Arc baru itu berarti Lemon dari Orang yang berbeda jika, kalian sudah hafal pasti akan tau jadi men target selanjutnya (:v abaikan saja kemesuman Author yang tak tertandingi ini) so! Aku rasa takkan mempublish fic baru dalam waktu ke depan? See ya!
P.s : ohhhh, ya aku mau Tanya Anime FT katanya muncul tahun ini jika, kalian tau waktu dan bulan tolong beritau di Review ini oke? Saya sangat menghargai jasa dan bantuan kalian jika diperlukan
Chapter 26 : Prepare Game
.
...
.
- Ruangan Jellal
"Hahahaha seperti biasa Erza memang Orang yang menarik!" Jellal tertawa puas dia sudah tau apa yang terjadi "Permainan ini apakah aku yang dikalahkan atau aku yang akan menang?" tampak seringai jahat di wajahnya.
"Maaf, Tuan Jellal aku rasa Pihak Dewan takkan tinggal diam jika sudah mengetahui ini" Ucap Vildadus menyela "dan kurasa mereka akan bergerak sekarang"
"Tak apa kita nikmati saja Permainan ini seperti bermain Catur" Ucap Jellal tak menggubris perkataan anak buahnya ini "karena yang kita pertaruhkan masa depan dan hidup, mati seseorang jadi, tak usah risau dan nikmati Permainan Surga ini"
.
.
.
.
- ERA
Dan bisa dilihat para Pak Tua Dewan ini tengah berdiskusi atau bisa dibilang berdebat satu sama lain agar pendapat masing-masing bakal diterima tapi, nampaknya hal itu mustahil karena mereka Orang tua yang tak mau mengalah satu sama lain.
"Dasar Orang-orang tua yang lemah" Komentar Siegrain kasar tentu saja memicu amarah yang lain.
!
"Bicara apa kau bocah kecil?" Blueno hanya memberi Deathglare.
"Dengar! Menurutku mengirim pasukan sebanyak itu akan sia-sia dan juga ini terlalu beresiko" Ucap Siegrain menggebrak meja "meski itu bisa tapi, kemungkinan berhasil cuman nol persen kurasa satu-satunya cara hanya menggunakan Satelit Square Etherion"
"Sihir Penghancur Massa? Kau sudah Gila?" Yuri terkejut mendengar ide terlalu Bodoh ini.
"Kau tau Daya hancurnya sangat dahsyat bahkan sanggup menghancurkan satu kota dalam sekejap!" Teriak Michello.
"Etherion adalah senjata yang berbahaya bahkan melebihi R-System!" Ucap Dojima.
"Tapi, Satelit Square bisa membidik targetnya dengan tepat!" Ucap Siegrain memberi pembelaan terhadap pendapatnya "bila kita ingin menghancurkan sesuatu yang lebih besar maka cuma itulah caranya"
"Aku setuju dengannya" Ucap Ultear mengangkat tangan "disini kita gunakan suara terbanyak disini ada 9 orang dan 3 orang yang setuju menggunakan Etherion jika ada 3 lagi yang setuju maka gunakan Etherion"
"Kita tak bisa menunggu lebih lama lagi!" Teriak Siegrain kesal "cepat putuskan! kalian harus gunakan Satelit itu untuk R-System"
.
.
.
.
.
- Luar Menara
"Jumlah mereka banyak sekali dari dugaanku" Ucap Gray yang mengmati situasi sambil sembunyi.
"Arghhh persetan dengan itu langsung terobos dan masuk!" Ucap Natsu kesal diam paling tak suka dengan yang namanya menunggu "kita hancurkan semua para Penjaga itu jadi, serahkan padaku"
"Tunggu dulu" Lucy langsung menahannya "jika melakukan hal yang tak jelas dan ribut itu bisa membahayakan Erza dan Happy yang tertangkap disana selain itu tamatlah Riwayat kita jika sampai ketahuan" entah kenapa Natsu menurut saja tanpa protes.
Juvia muncul dari dalam air "kufikir aku menemukan jalan ke Menara tanpa ketahuan jika melewati dalam air"
"Kerja bagus!" Gray memuji membuat Gadis itu Blush kecil
"Tentu saja Perjalanan ini cukup lama jadi, bisakah kalian menahan nafas lebih lama?" Tanya Juvia bagi dia tak masalah tapi, tidak dengan Orang ini.
" 15 menit aku masih bisa bertahan" Ucap Gray dengan pede.
"Setengah Jam aku masih bisa" Sambung Natsu karena sudah banyak berlatih.
"Kalian benar-benar Monster!" Lucy shock baginya lima menit saja sudah cukup merepotkan.
"Baiklah Gunakan ini" Ucap Juvia membuat Bola Air Transparan "ini memudahkan kalian untuk bernafas dan sebagainya tapi, tak bertahan lama" dia mempraktekannya dengan cara Kepala Natsu dimasukan ke dalam.
"Whoooo! Ini menyenangkan Juvia!" Teriak Natsu terlihat sangat senang.
"Ah! Bu-bukan apa-apa" Balas Juvia Gugup dengan Blush, Lucy hanya menyeringai melihat reaksi ini dia tau Gadis ini salah satu Potensi Mate tapi, ini hanya menunggu waktu.
Dan mereka mulai masuk ke dalam tanpa sebuah hambatan dan tak lama mereka muncul di permukaan.
*Pwahhh!
"Kurasa ini dasar dari Menaranya" Ucap Gray mengamati situasi.
"Kau yakin kita tak salah Jalan?" Tanya Lucy agak ragu.
"Ini sudah benar" Jawab Juvia mantap tapi, tak lama mereka ketahuan oleh Penjaga yang lain.
"PENYUSUP!"
"Sial, kita ketahuan juga pada akhirnya" Lucy mengumpat sambil memerat Bajunya yang basah.
"Kita sudah sejauh ini kurasa mustahil untuk kembali" Gray menyeringai mengaktifkan Sihir Es miliknya "dan aku rasa satu-satunya jalan hanya melawan mereka"
"Benar" Juvia mengangguk setuju.
*Ngggggngggg!
Sebelum ketiga Orang itu siap menyerang ada Gelombang tekanan yang kuat dan membuat mereka berkeringat dingin tapi, lebih terkejut lagi Para Penjaga itu Pingsan tak jelas dengan mata memutih dan mulut menganga keluar busa.
"Sial!, Apa itu!" Gray yang paling panik sendiri dan juga terlihat agak takut juga.
"Itu ulahku jadi tenang saja" Balas Natsu tenang dan berjalan melewatinya, bagi Lucy dia sudah tak heran dan hal ini pernah terjadi waktu di Hargeon "dan lagipula lebih baik seperti ini daripada harus buat keributan" dia sedikit mengendus.
"Sugoi!" Juvia menutup mulut terlihat Kagum sekali "kau tak Kaget dengan hal ini Lucy?" dia bertanya ke Gadis Pirang itu.
"Aku sudah pernah melihatnya dua kali" Jawab Lucy biasa saja "yah, sebaiknya kita ikuti dia karena penciuman dia sangat tajam"
'Apa itu?' Juvia menyadari hal yang aneh di tubuh Lucy terutama di area Leher dan terlihat berwarna merah seperti bekas Gigitan dan sebuah Tatto 'nanti saja Juvia tanyakan' dia langsung mengikuti yang lain.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
"Tuan Jellal apa yang anda Fikirkan membiarkan Para Penyusup itu masuk kesini?" Tanya Vildadus terlihat Protes
"Sudah kubilang padamu ini Permainan dan mereka baru saja menyelesaikan level satu" Ucap Jellal dengan seringai "jika, mereka berhasil maka itu bagus, bukankah ini jadi lebih menarik?"
"Bagaimana kalau kita tak bisa menyelesaikan Upacaranya dengan cepat" Ucap Vildadus terlihat cemas "dan juga cepat atau lambat Dewan sihir akan menemukan kita"
"Kau ini bicara apa?" Ucap Jellal dengan tangan menopang Dagu "hal seperti itu mana mungkin bisa dihentikan"
.
.
.
.
.
- Di Dalam Menara
"Ini, aneh Pintu terbuka dengan sendirinya apa mereka sengaja membiarkan kita masuk?" Komentar Juvia "kalau aku fikir kurasa mereka sudah mengetahui pergerakan yang kita lakukan tapi, aku bingung kenapa mereka melakukan hal seperti ini?"
"Apa mereka sengaja memancing kita kesini?" Ucap Gray tapi, dia melirik ke arah Lucy yang serasa berbeda "tunggu! Kau dapat Pakaian itu dari mana?"
"Ohhh ini aku dapat dari Virgo" Jawab Lucy melihat Gaun panjang yang dikenakan dan lebih mirip Seorang Putri "selain itu aku tak mau basah dengan Pakaian seperti itu makanya aku ganti selain itu, apa kalian betah dengan Pakaian basah seperti itu?"
"Hal seperti itu sangat ribet lebih baik seperti ini" Ucap Gray mendekati Natsu dengan tubuh berkobar Api "dan akan cepat kering"
'Benar juga' Lucy Sweatdrop tapi, tak lama terdengar suara ramai yang kemari.
"Mereka ada disana!"
"Jangan biarkan mereka lolos!"
"Apa, boleh buat kita selaikan ini dengan cepat" Ucap Natsu yang bersiap mengeluarkan Haoshouku Haki.
*Slasjhhh!
*Crattt!
Tapi, sebelum itu terjadi entah kenapa beberapa Penjaga itu langsung tumbang karena suatu yang cepat dan seperti terkena tebasan tebang, Natsu hanya tertawa dia tau siapa ini wangi Aroma Strawberry yang kuat dengan perpaduan Metal dan besi yang khas dan yang lain sudah melihat siapa figure itu.
"Whoa! Erza!" Gray yang paling terkejut.
"Kau baik-baik saja rupanya" Ucap Lucy terlihat lega melihatnya.
Erza melihat nakamanya ada disini dan terkejut juga "apa yang kalian lakukan disini"
"Berhenti bicara hal yang tak masuk akal seperti itu!" Ucap Natsu yang terlihat sangat kesal disini "katakan padaku apa yang kau lakukan di tempat seperti ini lagi? Seharusnya kau pergi menjauh dari sini" dia bukan pertama kali datang ke tempat ini.
"A-aku..." Erza tak berkutik dan tak tau harus berbicara apa.
"Dan juga kau harus jelaskan padaku? Kenapa kau ingin kembali lagi? Apa kau masih punya urusan dengan si Blueberry itu?" Ucap Natsu terlihat serius yang dia tau akar dari Permasalah ini adalah dia
Erza menatap arah lain "Pergilah biar ini jadi urusanku dan kau yang lain tak seharusnya ada disini"
*Pletak!
Natsu menyentil dahinya "kau bisa saja menjadi Orang yang menyebalkan yah, berhentilah bersikap sok begitu karena ini bukan kau yang sesungguhnya!"
"Kau kenapa sih!..." Erza sangat kesal memegang dahinya yang Merah, sementara Lucy hanya tertawa kecil melihat scene ini "Sakit tau!" Natsu hanya mengabaikannya.
"Baiklah aku akan mencari Happy terlebih dahulu" Ucap Natsu lupa dengan tujuannya tadi "jika, aku sudah selesai maka kita akan selesaikan ini secara bersama dan tenang saja aku takkan lama" dia menghilang dalam kilauan Cahaya.
"Grrrr si Bodoh itu bertindak seenaknya lagi" Ucap Gray hanya bisa geleng-geleng dengan tingkah kawannya "baiklah ayo kita susul dia"
"Err.. Kurasa biar Natsu yang mengurusi urusannya" Ucap Lucy sudah percaya bahwa lelakinya kuat dan bisa menghadapi masalah sendirinya.
"Jangan khawatir masalah Natsu biar aku yang urus" Ucap Erza mencegahnya menyusul Natsu "dan kalian pergi dari sini dan menjauhlah sebisa mungkin"
"Bicara apa kau Erza!" Lucy Protes dengan keputusannya "kita tak pergi tanpa kau dan Natsu kita akan pulang bersama"
"Aku setuju dengan FlameBrain ini tak seperti kau biasanya" Ucap Gray dia malah tak segera menyusul Natsu dan memilih diam "dan juga, kita sudah sejauh ini terlibat dan mustahil untuk kembali tanpa menyelesaikannya"
"Maaf, jika aku menyela yang kudengar dari Natsu kau ada hubungan dengan Menara ini?" Tanya Lucy agak sedikit mendengar dari cerita Natsu "dan siapa itu Jellal? Apa yang dimaksud Blueberrry itu?"
"Entahlah.." Erza tak tau harus menjawab apa.
"Tak masalah jika kau tak mau menceritakan hal ini kepada kita" Ucap Lucy dengan senyum "tapi, jangan lupa kau tak sendiri karena ada teman-temanmu disini yang membantu masalah kau"
"Pe-pergilah..." Ucap Erza dengan tubuh bergetar dan terlihat seperti kau.
"Ada apa denganmu belakangan ini kau cukup aneh" Ucap Gray yang terlihat hilang kesabaran tapi, Gadis Scarlet ini menoleh dengan linangan air mata dan dia shock 'Mampus aku! jika sampai Flamebrain tau ini!' dia takut waktu seperti ini dan hal ini pernah terjadi kepadanya waktu secara sengaja membuat nangis Mirajane alhasil dia kena bogeman beberapa kali darinya terlebih lagi jika, ini Erza.
"Maaf... Pertarungan kali ini menang atau tidak tetap saja Hasilnya sama" Ucap Erza mengucek matanya "ini seperti sebuah takdir yang memang tak bisa dihindari"
"Apa maksudmu?" Ucap Juvia terlihat tak mengerti.
"Baiklah selama kalian ada disini akan kuceritakan semuanya" Erza menghela nafas Panjang "ini adalah Menara surga atau orang lain menyebut R-System"
'Rasanya aku pernah dengar nama itu sebelumnya tapi, dari mana?' Lucy berfikir.
"Beberapa tahun yang lalu ada beberapa kelompok aliran sihir Hitam yang membangun sebuah Menara untuk menghidupkan kembali Orang yang telah tiada" Ucap Erza mulai menjelaskan "agar pembangunan ini tak diketahui pemerintah, mereka berkeliling kota dan ke suatu desa untuk mengambil Orang-orang yang akan dijadikan budak, dan aku termaksud salah satunya"
"Serius?..." Gray terlalu shock dengan apa yang dia dengar.
"Dan disaat itu aku pertama kali bertemu dengan Jellal" Ucap Erza mengingat kembali masa lalunya "dan disaat itu dia masih jadi Orang yang normal dan kita bersama-sama berjuang untuk kebebasan, dia adalah Pemimpin dan aku memperhatikannya lebih dari yang lain namun, setiap waktu berlalu dia sekarang menjadi Orang yang berbeda dan mungkin Iblis panggilan yang Cocok untuknya"
"Kalau begitu kenapa kalian tak lakukan pemberontakan hal seperti itu mustahil jika menunggu saja?" Ucap Gray dia tak tau masa lalu temannya lebih buruk darinya.
"Dan katanya waktu kecil kau pernah bertemu dengan Natsu? Itu berarti..." Ucap Lucy dia tak tau harus berbicara apa lagi.
"Yah, memang kita melakukan pemberontakan namun, mereka menggunakan sihir jadi, kita kalah telak" Jawab Erza tersenyum dia masih mengingat beberapa sihir yang diajarkan kakek Rob "dan Natsu? Waktu itu Jellal sudah berubah Yah aku tak tau harus bilang apa tapi jika tak ada dia waktu itu yang mengacau aku takkan bebas sampai sekarang" itulah sebabnya dia nenyimpan rasa suka yang lebih kepada DragonSlayer Api itu dan sampai sekarang dia takkan pernah lupa akan hal itu.
"Jika mereka sudah bebas? Kenapa mereka kembali lagi?" Tanya Gray agak sedikit bingung dengan cerita ini "dan apa tujuan membangun Menara ini selain membangkitkan orang mati? Aku yakin ada maksud lain"
"Jika tujuan lain kurasa ada yaitu membangkitkan Zeref" Jawab Erza mengingat kata-kata dari orang yang pernah dulu ia kagumi
Gray terlihat agak shock mendengar ini "Zeref? Tunggu jangan bilang Zeref yang itu?"
"Iya, dia terkenal sebagai penyihir Hitam legendaris dan paling ditakuti" Ucap Erza mengusap air matanya "dia juga menciptakan Iblis buatan dia sendiri Lullaby dan Deliora termaksud Iblis ciptaan dia" Gray agak sensitiv mendengar itu mengingat dia juga punya masalah waktu itu.
"Jangan bilang jika dia ingin membangkitkan orang seperti itu?" Ucap Juvia sudah tau apa yang terjadi selanjutnya.
"Tujuan aslinya aku kurang tau tapi, dia bilang jika Orang itu dibangkitkan maka bisa memunculkan Hukum Surga" Erza sedikit kurang yakin apa yang dia maksud
"Mereka bilang kau pengkhianat? Dan juga seharusnya mereka sudah bebas bukan? Jika waktu itu ada Natsu? Kenapa tak pergi saja daripada harus kembali?" Tanya Lucy cukup bingung dengan cerita ini "bukankah seharusnya Jellal yang disebut pengkhianat"
"Entahlah, tapi Kurasa Jellal telah mempengaruhi Fikiran mereka" Ucap Erza hal seperti ini menjadi kesalahannya makanya dia disebut pengkhianat "aku rasa aku telah mengabaikan mereka selama 8 tahun jadi, kurasa itu wajar"
"Erza..." Lucy tak tau bagaimana menghiburnya.
"Cuman mengalahkan Jellal satu-satunya cara untuk menghentikan ini" Ucap Erza terlihat serius
"Benarkah begitu?" Gray tak terlalu yakin 'selain itu dari kata-kata dia tadi ada sesuatu yang dia sembunyikan sekarang hingga tak dibicarakan'
!
Shou datang entah darimana "Nee-san ceritamu itu? Apa maksudmu bercerita seperti itu kepada mereka?" dia terlihat mendengar semuanya.
"Shou..."
"Jangan bercanda ceritamu itu cuman omong kosong! Padahal kenyataan tak seperti itu!" Teriak Shou sangat kesal "8 tahun yang lalu bukankah kau yang meledakan kapal yang kita naiki dan pergi sendiri jika, saja Jellal tak menutupi hal ini Niscaya kita sudah pergi mencarimu dan menghajarmu"
"Jellal berbicara seperti itu padamu huh? Kalau aku jadi kau mungkin tak percaya sepenuhnya dengan Jellal" Ucap Lucy memberi pembelaan "baiklah katakan padaku seharusnya jika, kau sudah lama kenal Erza seharusnya kau sudah tau sifatnya tapi, apa kau yakin jika dia tega melakukan seperti itu?"
"Ya, ampun jika aku jadi kau mungkin sudah pergi dan buat perahu sendiri" Ucap Gray melipat tangan "dan bebas daripada mendengar omong kosong seperti itu"
"Kalian tidak akan pernah mengerti! Kita!" Ucap Shou dengan nada membentak ",aku berhutang budi pada Jellal! Dan membangun Menara ini selama 8 tahun, dan jika itu benar maka berarti kata-kata Jellal itu sebuah kebohongan?!" otak dia yang agak telmi ini bisa berfikir dengan cepat dan tau.
"Itu memang benar" Suara lain datang dan Seorang Pria berbadan besar muncul.
"Simon.."
"Siapa dia?" Tanya Juvia
Simon sedikit melirik "kalau tak salah kau salah satu Elemen Four dari Guid Phantom tapi, karena suatu hal Guid itu dibubarkan"
"Apa maumu?" Gray bersiap untuk bertarung.
"Tenang saja aku takkan melakukan hal seperti itu" Balas Simon tenang "dan lagipula aku sudah mendiskusikan hal ini dengan Natsu sewaktu di Kasino dan aku buat keributan sedikit agar itu terlihat nyata meski Pura-pura"
Yang paling terkejut disini adalah Erza dia tau cepat atau lambat DragonSlayer Api itu akan ikut campur dalam masalahnya mengingat sifatnya itu.
"Ohhh, pantas saja rupanya itu Ulah kau" Ucap Gray mengingat lagi waktu di Kasino keadaan disana tiba-tiba sangat Gelap.
"Ka-kau menipu kita..." Shou yang paling shock mendengar ini.
"Kau, Wally, dan Milliana kalian semua telah ditipu oleh Jellal" Ucap Simon dia tau rencananya akan berhasil "dan waktu itu aku hanya berpura-pura saja dan menunggu waktu yang tepat dan sekarang saatnya"
"Kau tak pernah berubah ya, Simon" Erza tersenyum.
"Kurasa aku tak pernah berubah sama sekali" Ucap Simon tersenyum juga "dan aku takkan pernah lupa tentang kekacauan waktu itu" dia memeluknya.
"Jadi, kau tau itu Natsu yah!" Erza tersenyum senang dan membalas Pelukannya.
"Tunggu... Siapa itu Natsu?" Shou tak tau apa yang terjadi disini.
"Baiklah apa kau masih Ingat kekacauan yang aneh yang dilakukan satu Orang?" Ucap Simon, bocah Berambut Putih itu membelalak matanya dan mengingat hal itu kembali "dan sekarang dia ada disini, mungkin dia akan kecewa mendengar hal ini"
"Tunggu! Kau tau Natsu?" Tanya Gray.
"Meski aku tak tau namanya waktu itu dari ciri fisik dia tanpa dijelaskan pun aku sudah tau bahwa dia takkan pernah berubah" Jawab Simon tersenyum "dan kurasa memang dia masih mengenaliku juga hahaha"
Shou menjatuhkan diri ke lantai dengan rasa frustasi "Sial! Bagaimana bisa aku tak mempercayai Nee-San! Siapa yang salah disini! Dan siapa yang harus kupercaya!" dia berteriak kencang.
Erza berjongkok di sampingnya dan tersenyum "kurasa itu hal wajar mengingat sangat sulit untuk menerima semua itu tapi, yang jelas aku takkan pernah lupa terhadap kalian dan waktu itu tak ada yang bisa kulakukan karena aku masih terlalu takut" dia memeluk Kepala Adiknya.
"Tapi, kau sudah siap sekarang bukan?" Simon menyeringai, Gadis Scarlet itu mengangguk "aku sudah lama menunggu waktu ini sekarang ada banyak penyihir yang kuat, dan kita akan melawan Jellal dengan menggabungkan kekuatan kita"
"Ayo" Ajak Gray.
"Tunggu!" Simon menahannya "tapi, pertama-tama kita harus menghentikan pertarungan Wally dan Natsu karena, jika kita mengalahkan Jellal itu berarti kita butuh kekuatannya Juga"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- ERA
"Kita perlu menghancurkan Menara itu dengan Satelit Square Etherion itu" Ucap Siegrain dengan nada tinggi "sekarang kita tak punya pilihan lain dan hanya itu satu-satunya cara!"
"Tapi..."
"Memang ini baru pertama kali dilakukan aku rasa semuanya bisa mengerti seberapa bahayanya benda itu" Ucap Ultear terlihat kalem.
"Menggunakan Etherion bisa saja berdampak pada Menghancurkan tempat itu tak tersisa" Ucap Dojima terlihat masih bersikeras dengan pendapatnya "semua Orang yang tak berdosa berada di dalam menara itu akan terbunuh"
"Ini Demi Dunia Sihir ada harga yang memang harus dibayar" Ucap Siegrain.
"Aku rasa, aku setuju dengan pendapatnya" Ucap Reiji mengangkat tangan "memang konsukuensinya besar tapi, dampaknya lebih buruk jika kita membiarkan itu terjadi"
"Aku juga" Yuri mengangkat tangan tanda setuju "ini adalah suatu pengorbanan, aku yakin bocah ini pasti mengerti betapa berharganya jumlah nyawa jadi, kita Gunakan Etherion"
"Hahh?!"
'Bagus tinggal satu Orang lagi' Siegrain menyeringai.
.
.
.
.
.
.
*Clingggg!
"Huh? Aku turun dimana?" Natsu muncul disebuah Ruangan yang penuh dengan aksesoris kucing, Pokoknya semua yang ada diruangan itu serba kucing, dan yang jelas ini Kamar seseorang "ahhh, baiklah perasaan Happy tadi ada disini?" dia mengendus tapi, baunya hilang dan berpindah tempat.
!
'Sebenarnya dia ini bodoh atau apa?' Natsu hanya Sweatdrop dia sudah tau ada seseorang yang mengacungkan Pistol ke arahnya namun, dia biarkan saja dan Pura-pura tak tau 'ahhh, lakukan apapun yang kau mau tuan'
'Ini, jadi hari kematianmu Boy!' Ucap Wally dia langsung menembakan Pistol tepat ke arah Natsu.
*Dorrr!
Tapi, sama hal dengan yang lain tembakan tadi hanya tembus dan melewati Natsu seolah-olah tak terjadi apapun.
'Kenapa? Ini' Wally shock karena tembakan dia tak berhasil atau membunuh Natsu, dia mencoba sekali lagi tapi hasilnya tetap sama dan tak ada gerakan.
"Kau tau jika aku jadi kau mungkin takkan melakukan itu" Ucap Natsu hanya melirik ke belakang "bisa kau beritau dimana kalian menyembunyikan Happy? Daripada harus melakukan seperti ini?"
"Kau Bocah bangsat!" Wally terpicu Ucapan Natsu dia menembak lagi tapi Hasilnya tetap sama.
*Plakkk!
"Kau ini menyebalkan!" Happy memukul kepalanya dengan Guling tapi, dia melihat majikannya juga "ahhh Natsu aku tak tau kau ada disini? Apa yang kau lakukan?"
"Harusnya aku yang bicara seperti itu" Natsu Sweatdrop.
Tak lama Milliana juga datang kemari "Nya! Wally! Apa kau melihat kucingku terbang kemari?" dia melihat kamarnya yang sudah ramai dengan Orang dan tak lama dia langsung hening membisu.
"Yo! Kau sudah dewasa rupanya" Ucap Natsu memberi salam dia masih hafal Gadis ini "bagaimana kabarmu?"
"Ehh..?" Milliana hanya blush melihat Lelaki yang serasa Familiar baginya "Err... Baik"
"Kau kenal dia Natsu? Sejak kapan?" Tanya Happy yang tak tau banyak.
"Ceritanya cukup panjang untuk aku jelaskan" Jawab Natsu.
"Ehhh, kumohon jangan sakiti dia!" Ucap Happy memohon "dia Orang yang baik selalu merawat dan menjagaku dia selalu memberiku Ikan"
"Tak usah khawatir aku takkan menyakiti Orang yang berbuat baik" Ucap Natsu dengan Seringai "lagipula dia hanya terobsesi dengan kucing saja"
"Sialan kau mengganggu bagian pentingku saja!" Ucap Wally sangat kesal dan menembak Kucing itu "sebaiknya kau menyingkir sana!"
Happy hanya terbang menghindar dengan ekspresi panik "wahhh! Natsu Orang ini berbahaya cepat singkirkan dia!"
"Wally! Jangan melukai kucing kecil itu!" Teriak Milliana menarik kerah baju rekannya "Kucing itu baik dia tak salah dan juga teman Kucing itu jangan kau lukai dia juga!"
"Apa-apaan sih kau ini!" Wally ingin melepaskan cengkramannya "biar aku urus mereka dan kau tinggal duduk diam saja"
"Sudah kubilang jangan!" Milliana tetap bersikeras dan menahan rekannya.
Natsu sudah berada berdiri di depan mereka tangannya menghitam karena efek Bushouku Haki dan menghajar Lelaki tepat dibagian Perut dan menghempasnya dan langsung pingsan seketika, Milliana melihat ini bergetar ketakutan.
Natsu melihat ini dia hanya mengelus rambutnya "kau tak usah khawatir aku takkan menyakitimu dan sebaiknya kau pergi dari tempat ini" Gadis itu hanya Blush kecil.
"Ayo Natsu! Kita ke tempat Erza!" Ajak Happy.
"Yah" Ucap Natsu.
"Tunggu!" Milliana memanggil mereka "kalian akan pergi? Terus aku takkan bisa bertemu Happy kembali? Dan tak bisa bermain bersamanya"
"Jangan khawatir kau datang saja ke Fairy Tail dan disana kau bisa bermain dengan Happy sepuasmu" Jawab Natsu dengan senyum Grin "dan juga saat ini aku sedang ada urusan jadi, lain kali yah"
"Dan kau bisa kemari dengan Ikan yang banyak!" Ucap Happy.
"Tentu" Milliana hanya tersenyum senang karena bisa bertemu mereka lagi suatu hari nanti.
"Ayo kita susul Erza"
"Aye!"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
"Sudah kuduga Simon dan Shou mengkhianati kita dan Wally, Milliana telah dikalahkan oleh Salamander itu" Ucap Jellal memainkan catur sendiri "yah memang seharusnya Permainan seperti ini karena gak asik jika hanya satu pihak yang menikmati hahaha" dia tak terlihat takut.
"Tuan Jellal izinkan kami ikut serta dalam penangkapan Erza" Ucap Vildadus sedikit memohon "karena jika dibiarkan kita tak bisa mempercepat waktu upacara itu"
"Kenapa tak kau lakukan dengan dirimu sendiri?" Ucap Jellal.
"Serius?" Tanya Vildadus meyakinkan.
"Tentu saja" Jellal mengangguk.
"Baiklah" Vildadus menyeringai sadis dia menutup wajahnya dan tak lama ekspresi kalem dan tenang kini berubah derastis sekali terlebih menjadi liar dan stres "kakakaka! Go~To~Hell bersiaplah untuk kumasukan ke dalam neraka terdalam, kakakakak!"
"Aku tugaskan kalian Guild Gelap Pembunuh dan Perampok Trinity Seven" Ucap Jellal dengan wajah kejam "untuk menghabisi penggangu itu karena ini Giliran kalian"
Tapi, dia tak sendiri ada dua Orang lain yang berdiri disampingnya yang satu Pria setengah bugil, berbadan besar dengan Kepala yang seperti burung hantu, dan yang satu Seorang Wanita mengenakan Kimono panjang, dan Rambut Ikat pita dengan warna pink, dan tahi lalat dibawah mata.
"Kuokkkk! Siapa-siapa-siapa kita hancurkan saja" Ucap Fukoro dengan memutarkan Kepala 180 derajat.
"Mungkin hari ini adalah sebuah Takdir Cinta dan Kehidupan bertemu" Ucap Ikaruga terlihat tenang sekali "dan hari ini akan jadi suatu festival yang menarik"
"Bagus"
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Dan cutttt aku selesai lagi di Chapter ini dan seperti biaea cukup pendek mengingat saya gak terlalu ahli Dalam merangkai kata ahh lupakan.
Pm
.
RnR
