Hahhhhh maafkan saya yang lagi Penuh Frustasi dan emosi ini benar-benar membuat Mood saya buruk sekali untuk nulis bahkan saking buruknya terkadang waktu nulis banyak typo dan kesalahan yang acak kadut, ahrrgghh tapi itu gak bisa menghentikan saya untuk terus menulis dan Update dengan fic yang paling hebat ini (menurut Pandangan saya -_-) dan juga untuk perhatian buat kalian ada fic yang aku bekalaikan saja dan tak dilanjutkan karena keterbatasanku untuk berfikir yang normal dan bagaimana dengan cerita ke depan hufftt jadi saya hanya bisa mengucapkan minta maaf saja karena itu aku buat fic baru dengan fandom yang berbeda sebagai penghibur.

P.s : oke, aku udah nonton anime Overlord S2 dan harus kuakui bagus tapi yang agak jengkel banyak kadal meski aku udah baca di LN ada Arc Lizzardman jadi waktu nonton udah gak kaget meski ngabisin 5 Episode dan bagian terakhir ada Ehem! Ehemm! Kadal, membayangkan saja malah ingin ketawa keras whahahahaha!/ *sorry Spoiler

Chapter 27 : Battle Games

.

...

.

- Tempat Erza

"Selamat datang semuanya disini, di menara Surga"

"Namaku adalah Jellal orang yang memiliki tempat ini, karena kedua tim sudah siap kalau begitu kita mulai dengan Game ini"

"Dan juga Peratiran ini cukup sederhana karena Erza yang akan jadi korban, dan jika aku berhasil membuka Gerbang maka aku yang menang tapi,"

"Jika kalian berhasil mencegahnya maka aku yang kalah"

"Tapi, membuat Game ini lebih menarik aku kirimkan tiga pemain jadi sekarang Tujuh melawan Tiga dan ada satu lagi khusus dalam peraturan ini"

"Para Dewan sihir mungkin juga akan menyerang tempat ini menggunakan Satelit Square itu dimana Sihir bisa melenyapkan satu tempat"

"Dan aku tak tau waktu kapan terjadi tapi, jika Etherion beraksi maka semua yang ada disini Musnah"

"Dan sekian dariku"

"Tiga orang? Apa mungkin mereka?" Guman Simon yang agak sedikit tau dengan tiga orang yang dimaksud.

"Apa dia Gila berbicara seperti itu" Ucap Lucy menggigil ketakutan "bukankah dia juga akan terbunuh? Apa yang dia rencanakan?"

!

"Shou! Apa maksudnya ini!" Erza berteriak panik karena dirinya terperangkap dalam sebuah kartu.

"Hei! Apa yang kau lakukan?!" Teriak Simon dan ikutan panik juga.

"Tidak akan kubiarkan satu orang pun menyakiti Nee-san bahkan Jellal sekalipun" Jawab Shou terlihat sangat marah sekali "kalau begitu aku yang akan menghabisi Jellal sendiri" dia langsung berlari pergi.

"Sial! Kau jangan bertindak gegabah!" Teriak Simon kesal dan mengejarnya juga sebelum itu dia menoleh "aku akan Susul Shou, kalian susul dan Jemput Natsu!"

"Arrgghh! Kenapa orang-orang disini sangat Egois sih!" Gray sangat frustasi sekali melihat kejadian membingungkan ini

"Ini, salah kau Lucy, penyebab semua ini" Ucap Juvia datar.

"Tunggu! Kenapa harus aku!" Lucy Protes karena tak mau disalahkan atas perbuatan yang tak pernah dia buat.

.

.

.

.

.

.

.

.

- Tempat Natsu

"Kau yakin Erza ada disana?" Tanya Happy terbang mengikuti majikannya.

"Tenang saja, Si Blueberry bilang Targetnya adalah Erza jadi, memang tak ada tempat lain lagi yang belum kejelajahi selain di atas" Jawab Natsu berlari.

"Hei, aku melihat seseorang disana" Happy menunjuk orang besar yang tengah berlari.

Natsu mengendus dan tak lama dia menyeringai dan tau bau ini "jangan khawatir kita tinggal panggil saja dia" dan Natsu berlari agak cepat dan mendekat "Oi! Rambut Tempurung!" dia memanggil dengan nama aneh.

Pria besar itu berhenti berlari dan menoleh ke belakang "kau, telat Datang Natsu!, dan juga panggil aku Simon!" dia agak kesal dengan nama panggilan akrab itu.

"Terserah" Natsu tak peduli "ngomong-ngomong kau ingin menyusul Erza juga?"

"Yah, tapi aku akan mengejar Shou lebih dulu" Jawab Simon melipat tangan.

!

"Menyingkir!" Natsu menyadari sesuatu terbang cepat kemari dan dia langsung mundur sambil mendorong Simon dan tak lama terlihat seseorang berbadan Kekar terbang melewati mereka dengan kepala Burung Hantu "wow! Ini, benar-benar orang-orang yang aneh tapi, dia salah ambil tempat terbang" dia berbalik badan sambil menghempas orang itu ke atas dengan Tendangan Cahaya.

*Cyuttt!

*Jduarrr!

"Dia siapa?" Tanya Happy bingung.

"Ayo lari ini bukan tandingan kita!" Simon Panik karena sudah tau musuhnya dan menarik tangan Natsu "tapi, sebelum itu kita harus Gunakan ini untuk kabur" dia bersiap mengeluarkan tehknik.

"Jika, kau gunakan tehknik Penggelap ruangan maka kau salah" Ucap Natsu Sweatdrop dan diam saja "dia seperti sejenis burung Hantu melihat Gelap pun takkan jadi masalah untuknya"

"Gahhhh!" Teriak Simon kesalahannya.

"Yang terpenting siapa dia?" Tanya Natsu tak peduli siapa dia.

"Dia salah satu Guild Assasin yang tidak menerima misi Trinity Seven" Jawab Simon berkeringat panik "yang jelas misi mereka hanya membunuh tidak, peduli sekuat apapun kita melawan karena ini bukan tandingan kita!"

"Whoww! Keren" Happy Kagum.

"Ohhhh, mereka terkenal karena hanya membunuh Para semut bukan Singa" Balas Natsu terlihat Peduli, Simon hanya memasang wajah bingung "lagipula kau belum tau aku sesungguhnya seperti apa jadi, tak ada yang tau siapa yang akan kalah"

"Whoo! Whoo! Whoo! Siapa Sangka Salamander itu cerdik dan lumayan bagus dalam kata tapi, itu lumayan sakit sekali" Muncul bayangan dari atas dan turun "Whoo! Whoo! Whoo! Aku Fukoro sebagai penegak keadilan aku akan membasmi kejahatan sepertimu"

"Kenapa tak buktikan saja" Natsu menyeringai dan mengepalkan tangan "dan kau tak sadar dirimu sama sepertiku Penjahat?"

"Whoo! Whoo! Baiklah persiapkan dirimu" Ucap Fukoro membuat Posisi setengah Jongkok dan Seperti Jetpack tenaga turbo keluar dari tasnya dan bersiap untuk melesat terbang jauh "dan bersiaplah, JET HOU HOU!" dia langsung melesat cepat ke arah Natsu.

Bagi Pemuda Pink ini hal mudah, dia hanya mundur ke kanan dan mencoba melakukan cara tadi tapi, Natsu tau kaki dia bakal ditarik jika melakukan hal itu meski dapat diatasi hanya saja itu merepotkan dan dia biarkan lewat saja namun, DragonSlayer Api ini menggerakan Jarinya dan muncul bebatuan di tanah alhasil Pria Badan Besar itu menabrak tanah bebatuan yang dia buat dan membuatnya tersungkal.

*Crashhh!

*Brakkkk!

"Bwahahaha lihat Happy, dia sangat menyedihkan!" Natsu tertawa lepas melihat kekonyolan musuhnya "dia bilang pembunuh bahkan, menghindar dari batu saja tak bisa hahaha" dia berusah menahan terus tawanya.

"Aye!" Happy setuju.

"Whoo! Whoo! Kalian orang-orang yang menyebalkan!" Ucap Fukoro meski tak terlihat ekspresi tapi, nada bicara dia terdengar sangat marah karena dipermalukan.

'Aku tau, karena mereka adalah orang-orang yang sangat kuat' Batin Simon tersenyum tak khawatir 'terutama dia dan aku yakin hanya dialah yang mampu menghentikan Jellal' dia menatap Arah Natsu.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Tempat Lucy

"Natsu!"

"Natsu-San!"

"Sebenarnya tak usah khawatirkan Natsu karena dia punya penciuman yang tajam soal mencari Bau Erza" Ucap Lucy melihat sekeliling "dan Pendengaran dia juga tajam meski kita berteriak dari kejauhan"

"Sama seperti Gajeel-Kun, yang sama-sama seorang DragonSlayer" Balas Juvia tapi, ada hal yang ingin dia bicarakan sekarang "maaf, Lucy-san tapi, aku ingin bertanya satu hal yaitu apa tanda yang ada di bahumu?" dia ingin menanyakan hal ini secara empat Mata.

Lucy sedikit berfikir dan akhirnya tau apa yang dimaksud "ohh, maksud kau ini?" dia membuka sedikit Gaun yang dikenakan dan menunjukan Tatto miliknya dan Gadis Berambut Biru itu hanya mengangguk "yah, ini sebuah tanda bahwa aku telah Menjadi Mate Natsu"

"Mate?" Juvia tampak tak faham.

"Yah, ini tanda aku jadi Pasangan Natsu dan tak bisa yang lain" Jawab Lucy sangat senang.

"Ohh, selamat" Ucap Juvia memberi salam tapi, dalam hati rasanya agak nyeri mendengar ini bahkan seolah-olah tak rela sama sekali.

"Tapi, bukan cuma aku saja yang menjadi Pasangan Natsu" Ucap Lucy agak ingin tertawa mengingat hal ini.

"Apa maksudmu?" Tanya Juvia balik

"Maksudku Natsu memiliki Pasangan lebih dari satu" Jawab Lucy.

Juvia membelalak matanya dari yang ia tangkap jelas sekali Lelaki berambut Pink ini Poligami "tunggu, kau tak marah jika Natsu menduakan atau semacamnya?" yang dia tau hubungan seperti ini takkan lama.

"Tidak!" Jawab Lucy dengan santai "awalnya sih iya! Tapi, makin kesini aku sudah terbiasa selain itu Natsu bukan tipe orang yang akan begitu saja meninggalkan seseorang karena insting dia penuh dengan kasih Sayang*

" ohhh"

Entah kenapa Juvia mendengar ini agak lega dan senang karena suatu alasan yang pasti dia berharap jadi salah satu Mate Natsu tapi, dilain sisi hati dia masih untuk Gray-sama tapi, perasaan yang kuat terdapat pada Natsu apalagi Pada saat awal dia mendengar Natsu punya pasangan agak sakit tapi, dia sebaiknya Pikirkan ini matang-matang setelah ini.

*Jrenggg! *Jrenggg! *Twetttt! *Twettt!

*teng! Tengg tteng!

"Suara Gitar tapi, ini cukup bagus" Komentar Juvia.

"Ada yang salah denganmu!" Ucap Lucy menutup telinga dari suara yang melengking sampai ke gendang Telinga "ini, terlalu berisik sekali!"

"Kurasa Seseorang kemari" Ucap Juvia menunjuk ke depan.

Lucy melihat hal yang sama juga, seorang Pria aneh, dengan Rambut Panjang Hitam, dan mata yang diwarmai Hitam, ekspresi dia juga sama-sama aneh, dan membawa sebuah Gitar listrik dan Pakaian yang agak nyeleneh di matanya.

"Yuhuuu! Para Gadis!" Ucap Vildadus memberi sapaan deng gaya aneh "ini adalah swbuah konser Neraka yang kupunya jadi, kalian sebagai Penonton tolong nikmati hal ini yah! Dan setelah itu ancur Boooooommm!"

"Orang aneh lagi" Lucy Sweatdrop.

"Mereka orang suruhan Jellal" Ucap Juvia.

"Perkenalannya nanti saja tapi, aku dari Guild dengan nama yang keren Trinity Raven" Ucap Vildadus dia memutar kepalanya sendiri "YOU ROCK!" Rambut dia melebar dan menyebar panjang seperti Tentacle.

"Stress!" Komentar Lucy menghindar dengan melompat Untuk Juvia dia hanya lewat saja seperti tak terkena apapun.

"Kau punya tubuh yang bagus juga" Komentar Vildadus agak terkejut.

"Tubuhku terbuat dari Air jadi, Mustahil ada Serangan yang melukaiku" Jawab Juvia sangat serius "maaf, yah tapi aku harus akhiri ini WATER LOCK!" ia mengurung Pria itu dalam Penjara Air tapi,

!

Vildadus menghisapnya dengan menggunakan Rambutnya yang ia gerakan "tapi, kau harusnya juga berfikir Air itu bagus untuk Rambut kalau saja kau menggunakan Oli atau bensin bakal lain cerita tapi, yah sudahlah ini Giliranku" dia menyeringai sambil menjulurkan lidah.

"Dia mau apa lagi?" Ucap Lucy berkeringat.

"Baiklah, ada sepasang imut disini jadi kurasa kuambil satu tak masalah" Ucap Vildadus dengan seringai dan menunjuk kedua Gadis itu "baiklah, kembang~Kuncup~bunga~yang~ Mekar~siapa~yang~Kutunjuk~berarti engkau!" dia menunjuk Juvia.

!

"Baiklah, kurasa akan bagus jika kau jadi nurut" Ucap Vildadus dengan lidah menjulur sambil memetik senar Gitar dan memainkan nadanya "ROCK OF SUCCUBUS!" dia mulai secara perlahan memainkan senar dengan jarinya dan musik semaking kencang.

"Guhhh!"

"Ada apa Juvia?!" Lucy shock melihat Gadis Air itu yang bertingkah aneh.

"Tunggu! Apa! Ini!" Juvia panik karena suara itu semakin melengking dan masuk ke dalam Telinganya dan secara perlahan Pikiran dia mulai aneh dan tak terkontrol "Guhhh! Tidak! Hentikan! Keluar dari sini!" dia mencoba berontak tapi tak bisa.

Perlahan tubuh Gadis biru itu bercahaya dan akhirnya menghilang.

*Wushhh!

"Lumayan tambahan seorang budak cinta" Vildadus dengan seringai karena rencana dia berhasil

"Tunggu, apa yang sebenarnya terjadi disini" Lucy paling shock karena melihat Penampilan Juvia yang lain dari biasanya malah terkesan lebih liar dan Jalang.

"AKU RASA AKU AKAN MENGHANCURKANMU JABLAY! HAHAH!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Ruang Jellal

"Hmmmm! Kau payah Simon baru saja awal sudah kalah" Ucap Jellal bermain catur buatan dia sendiri "tapi, terlihat si Salamander ini lumayan cerdik juga meski aku tau Fukoro kuat"

"Tapi, jika memang dia kalah aku rasa harus menangani orang ini sendiri"

"Karena ini memang tujuanku tapi, kita lihat saja akhir dari Game ini"

"Dan disisi lain ini akhir dari Gadis Air itu dan juga Vildadus dapat tawanan yang lumayan menarik"

"Dan saat yang sama ini mungkin akhir dari Gadis Bintang Roh itu"

Dia menunjukan Seringai jahat.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Tempat Lucy

"Ohh, aku lupa memberitahukan padamu satu hal, Gadis ini dia jadik budakku" Jawab Vildadus dengan suara nyaring "dan dia hanya akan menurut apa yang kukatakan saja selain itu diabaikan"

"Jika, suara itu dari Gitar tapi, kenapa aku tak terkena efeknya juga" Ucap Lucy.

"Memang benar sih tapi, jika aku kendalikan kalian berdua maka tak ada yang menarik disini" Ucap Vildadus lidah dia menjulur Panjang "karena yang aku mau dua Gadis yang saling bertarung satu sama lain" dia mulai memetik Gitar dan mengendalikan Gadis itu.

Juvia langsung menuruti apa yang dia Perintah dengan menyerang Lucy dengan ombak Air yang menyeretnya jauh tapi, Juvia belum selesai dia segera menyusulnya dan memberi Lucy tendangan di perut dan membuatnya terhempas.

"Kyahhhh!"

"Hiyyaa! Ini dia yang kutunggu-tunggu dari tadi!" Ucap Vildadus menikmati Hal ini dari jauh

Gadis Pirang ini langsung bangun "aku tak bisa begini terus, disatu sisi aku tak bisa menyakiti Juvia yang di kendalikan tapi, jika aku tak menyerangnya dan membuat Pingsan aku tak bisa mengalahkannya" teringat dia dengan perkataan seorang Wanita berambut Merah Scarlet.

"Kau sudah bagian dari Natsu itu berarti kau memiliki sepertiga darinya"

"Aku tak mengerti apa maksudmu?"

"Kau sudah menjadi Mate dia dan berarti kau punya kekuatan yang sama dengannya meski tak semua"

"Tunggu! Maksudmu aku punya sihir DragonSlayer sama dengan Natsu?"

"Tentu tapi, tak semua"

Selagi dia berfikir Juvia sudah menembakan Peluru Air besar dan membuatnya kembali terhempas tapi, Gadis Berambut biru itu langsung melaju cepat dan menarik lengan Lucy dan melemparkan dia.

"Ahhhhhh" Lucy berteriak sakit.

"Hiyaa! Hahahaha begitulah seharusnya!" Vildadus tertawa sangat puas "kalau, begitu serang lagi dia sepuas Hatimu!" dia memerintah lagi dengan memainkan alunan Gitarnya dan Juvia kembali membuat dirinya menjadi Gumpalan Air yang besar dan siap menerjang Lucy.

"Bagaimana caranya aku melakukan itu?"

"Pikirkan dan bayangkan seperti yang Natsu biasa lakukan selama ini"

Lucy menutup mata dan mulai tenang tapi, entah kenapa dia merasakan Juvia bergerak ke arahnya seolah dia tengah melihat padahal mata tertutup dan dia mulai membayangkan disaat yang Sama Juvia sudah dekat dengannya dan "FIRE DRAGON FIST!" dia dengan tepat meninju Juvia tepat di bagaian Pipi dan membuatnya terhempas.

"Ahhhhh!"

"Ehhh! Apa itu!" Vildadus sangat shock dengan serangan balik ini.

Lucy melihat tangannya yang berapi dan sangat kagum 'keren! Aku sekarang merasa lebih... Kuat dari yang tadi' sekarang dirinya tersenyum percaya diri.

"Juvia-Chan! Serang dia lagi!" Vildadus memerintahkannya lagi.

Juvia langsung maju lagi mengayunkan Tangannya dengan Pecut Air, tapi Lucy membalasnya dengan Pecut Api dan alhasil menimbulkan Uap dan asap berlebih, Gadis Berambut biru itu memberi tendangan tapi, langsung Lucy tepis.

'Coba yang lain' Batin Lucy mencoba lagi dan dia menarik nafas sangat dalam "FIRE DRAGON ROAR!" dia langsung menyemburkan api dari mulut tak sebesar milik Natsu tapi, itu cukup untuk membakar dan mendorongnya agak jauh.

"Ahhhhhhh!"

!

"Maafkan aku Lucy-San aku tak ingin melakukan ini"

"Dan, lakukan sekali lagi karena Api ini benar-benar hangat sama seperti milik Natsu-San"

"Apa ini! Bagaimana bisa dia kuat dalam sekejap itu!" Vildadus panik karena dia pikir rencananya akan berjalan mudah.

Bagi Lucy lain dia mendengar sedikit suara Juvia tepat setelah menyemburkan api dan dia mulai tau sekarang 'begitu yah, Juvia akan kubuat kau ingat dengan Api Natsu ini' dia tau Gadis itu memiliki perasaan hanya saja masih sedikit tertutup ke arah orang lain.

"Cepat Juvia-Chan serang dia dan habisi sampai ke akar!" Teriak Vildadus tapi, dia memainkan senar Gitarnya lebih cepat.

"Baiklah Juvia jika kau ingin api hangat ini maka sadarlah dan mungkin Natsu akan menyukaimu juga" Ucap Lucy mengepalkan tangan "tapi, jika kau masih bersikeras maka aku akan memaksamu untuk sadar"

"Ehh?" Juvia seperti kembali normal mendengar ini.

"Percuma saja hahahaha" Vildadus tertawa keras.

Juvia langsung membuat tubuhnya seperti Pusaran Air yang besar dan melaju ke depan, Lucy menutup mata dan membayangkan tak lama kobaran Api besar muncul di telapak tangan dan dia arahkan ke depan dan saling beradu satu sama lain.

*Bwushhhhh!

'Ini, dia aku tinggal mengalahkan sang pengendali juga' Batin Lucy mengambil kunci emas dari saku dan dia tempelkan ke tubuh Juvia "OPEN THE GATE : AQUARIUZ!" dia memanggil Bintang Roh yang seperti Duyung Biru.

"Ini!"

"Kau memanggil Bintang Rohmu dengan tubuhku?!" Juvia shock dan mulai bicara terlihat kesadaran dia mulai perlahan timbul.

"Selama Masih ada air kurasa aku mudah memanggilnya" Jawab Lucy senang karena rencananya sukses "cepatlah sadar kalau tidak, mungkin Natsu takkan melirikmu" dia tau kata ini cukup ampuh.

"Ehhh!"

"Rarrgghhh! Kalian Bocah-bocah menyebalkan berhenti banyak bicara!" Teriak Aquarius sangat marah dan langsung membuat Tsunami yang sangat besar dan membawa sekaligus menyeret orang-orang yang ada disana.

"Kyahhh!"

"Ahhh seperti ini lagi!"

"Hahahaha percuma saja Air ini takkan mempan terhadapku" Ucap Vildadus tertawa dan menghisap air itu dia pikir itu akan berhasil tapi, terlihat ada sedikit perbedaan dari Air tadi "nguuaahhh tunggu! Air ini terlalu banyak!" dia sadar ada kesalahan namun terlambat.

"Juvia!"

"Yahh!"

Kedua Tangan Api Lucy bersatu dengan Juvia mereka mengumpulkan tenaga yang banyak dan diarahkan ke depan "UNISON RAID : WATER FIRE DRAGON SHOOT!" secara bersamaan mereka membuat Pusaran Air yang besar dengan panah api dan langsung menembakan ke arah target yang di tuju.

*Jduarrrr

"Guarghhhhhhh!"

"Kita berhasil! Dan kau kembali normal!" Ucap Lucy senang karena berhasil mengalahkannya dan memeluknya.

"Iya!" Juvia membalas Pelukannya.

"Tunggu sebentar!" Aquarius langsung menarik telinga Lucy dan memberi tatapan tak enak "jangan seenaknya memanggilku di tempat seperti itu karena jika, kau coba melakukannya lagi terlebih jika di Toilet maka aku akan menghukummu" dia memberi aura mengerikan.

"I-iya" Lucy Gugup dan hanya menurut saja.

"Mengerikan" Komentar Juvia yang biasa tenang kini ketakutan juga.

"Selain itu aku akan pergi selama dua minggu bersama Pacarku jadi jangan panggil aku dulu yah" Ucap Aquarius tersenyum "dan juga untuk kau segeralah Cari Pasangan meski kau sudah bilang tapi, aku tak yakin dengan hal itu" dia langsung menghilang.

"Aku bilang jujur tau!" Teriak Lucy kesal dengan mode gigi hiu dan kembali normal lagi "tapi, bagaimana pun kita sudah mengalahkannya dan berhasil menghambat Usaha Jellal" dia langsung berbaring.

"Tidak kaulah yang mengalahkannya Lucy-San aku hanya mengacau saja" Balas Juvia.

"Bicara apa kau ini kita ini teman dan jangan pakai formalitas" Ucap Lucy tapi, dia langsung tersenyum jahil "ngomong-ngomong kau tadi langsung sadar waktu aku menyebut Natsu? Apa kau menyukainya"

"Ti-tidak bu-bukan be-begitu!" Juvia Panik dan Gugup dengan wajah memerah "hanya, saja waktu terkena Api itu dan terasa sangat hangat, itu seperti pertama kali bertemu dengan Natsu-San" dia memalingkan wajahnya ke arah lain untuk menghilangkan noda merah.

'Kurasa memang butuh waktu untuk Juvia sadar' Batin Lucy tersenyum dan kembali diam.

.

.

.

.

.

.

- Tempat Jellal

"Unison Raid? Aku pernah dengar sihir itu sebelumnya tapi, tak menyangka hal itu terjadi" Ucap Jellal agak terkejut anak buahnya dikalahkan "dan juga menurut cerita yang kudengar pernah ada seorang yang mencoba itu tapi, sia-sia"

"Yah, anggap saja itu sebuah Hiburan yang berharga dan layak untuk dinikmati dan mengesankan"

"Meski mereka hanya Gadis memang mereka Nakama Erza tak boleh dianggap remeh hehehe"

"Kurasa aku akan bergerak juga dalam waktu dekat hehehe"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Era

"8 setuju dan satu menolak itu berarti penggunaan Etherion akan dilakukan" Ucap Kepala Dewan Dojima memberi keputusan

Sementara itu Yajima hanya menggeleng karena cuman hanya dia orang yang tak setuju untuk menggunakan Etherion.

Siegrain menyadari ini "Yajima-San mungkin kau punya alasan tersendiri untuk menolak ini tapi, setidaknya kita tak boleh membiarkan Zeref dibangkitkan bukan?"

"Aku tak bisa menolak keputusan meski aku sendiri menolak" Balas Yajima hanya tenang "tapi, aku rasa kau harus siap dengan konsekuensi dengan apa yang kau akan tanggung jawabkan"

"Tentu saja itu jadi, tanggung Jawabku" Ucap Siegrain

"Masalahnya aku bicara soal nyawa disana Sieg!" Yajima melotot "semua nyawa disana akan hilang dan ini tanggung Jawabmu!"

"Kau akan dapat jawaban nanti setelah tau sesungguhnya" Ucap Siegrain tak takut

.

.

.

.

.

- Tempat Natsu

*Wusshhh

*Jduarr!

Natsu sedari tadi tak terlalu bergerak jauh dari tempatnya berdiri, dia hanya menghindar dan melompat tak memberi balasan setelah Fukoro menyerang dia berkali-kali namun, tak kunjung berhasil.

"Kau sudah selesai?" Ucap Natsu menguap bosan "cepatlah aku ingin segera menyusul Erza"

"Maaf saja tapi, tak ada lagi Tempat untukmu" Fukoro membungkukan badan dan Dua Rocket besar di punggung dan bersiap menembakan keduanya "ini adalah palu keadilan untukmu! MISILLE HOU HOU!" dia langsung menembakan Rocket besar secara bersamaan.

Natsu hanya melompat menghindar, Fukoro menggerakan Jarinya dan muncul alat penarik dari Rocket itu Natsu langsung membekukannya dan langsung menghancurkan Rocket itu dengan Beam miliknya.

*jduarrr!

"Natsu awas!" Teriak Simon menyadari dan langsung memberi peringatan

Natsu sudah tau bahwa Burung Hantu itu membuka mulutnya sangat lebar dengan maksud menelannya Hidup-hidup, Lelaki berambut Pink ini diam saja dan membiarkannya tubuhnya dimakan dan tak lama dirinya di lalap Burung Hantu itu.

"Jangan khawatir Natsu! Aku datang!" Happy panik dan langsung terbang untuk membantu tuannya.

Simon menyadari hal aneh dan berteriak "tunggu, sebentar!" dia langsung menahannya.

"Ada apa lagi! Natsu tengah berbahaya dan kita harus menolongnya!" Balas Happy.

"Tidak, bisa kau tunggu sebentar" Ucap Simon dia menyadari Tubuh burung besar itu yang terlihat aneh dan agak tak lazim, dia juga mendengar suara teriakan dari dalam mulut Fukoro.

"Whoo! Kenapa ini!" Fukoro menyadari Perutnya mulai sakit tak karun setelah menelan Natsu, dia ingin mengeluarkannya dari dalam tubuhnya tapi, sudah terlambat.

"LIGHTNING CHARGE SWORD!"

*Jlebbbb!

*Crrrttttt!

Simon dan Happy saling terkejut melihat ini karena tak lama muncul secara Paksa Pedang dengan gelombang listrik yang secara paksa keluar dari Perut Fukoro atau lebih tepatnya menancap seperti tertusuk.

"Guahhhhh! Kenapa!" Fukoro berteriak nyeri merasakan rasa sakit yang terdalam di Perutnya, dia mencoba berontak tapi, bau amis dan Gosong melanda sekitar dan ketika dia melihat kebawah dan Perut dia sudah berlubang karena terbakar "Arrgghhh sakittttt!"

"Gila!" Simon menyipitkan matanya membayangkan rasa sakit itu juga terjadi padanya.

"Woww!" Happy hanya kagum.

*wusshhh!

Natsu langsung keluar dari Perutnya "lain, kali jika ingin memakanku bunuh dulu orangnya karena, jika tidak mungkin akan jadi masalahmu" dia merencanakan ini dan ingin segera cepat selesai.

"Ghhhhhh!" Fukoro tersungkur sambil memegang Perutnya yanf benar-benar sangat sakit dan panas

"ohhh, ya sampai Jumpa lagi! GOKKYAKU NO HOKO!" dia langsung membakar Pria itu dengan Apinya dan langsung tergeletak hangus "fiuuhhh! Selesai juga akhirnya" dia menghela nafas lega.

"Ohhh, ada Pertarungan juga disini rupanya" Ucap Gray yang baru saja datang "tapi, terlihat aku hanya dapat penutup saja" dia melihat kondisi musuh yang bisa dibilang kondisinya cukup brutal bahkan sama dirinya menelan ludah secara kasar.

"Kau telat datang Gray" Balas Natsu mengusap mulut yang mengeluarkan sedikit darah.

"Habisnya, kau jadi orang bodoh jika tak bisa menyelesaikan ini" Ucap Gray dengan ekspresi mengejek.

"Hah! Siapa yang kau sebut Orang bodoh?" Natsu menyipitkan matanya karena tak terima dengan ejekan tadi dan tak lama mereka mulai perang adu syaraf.

"Kalian Hentikan" Happy Sweatdrop.

'Dia memang kuat seperti dugaanku dan aku tak salah memilihnya' Batin Simon tersenyum melihat ini mengabaikan perang enggak penting mereka 'kurasa, Erza aku menemukan seseorang yang baik untukmu'

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Tempat Jellal

*ctakkk!

"Kurasa tinggal setengah Jam lagi dari waktu yang dijanjikan" Ucap Jellal berusaha menahan amarahnya karena tak sesuai rencana "tapi, itu bukan berarti aku bakal diam saja dan tak bertindak"

"Kurasa sebaiknya aku ucapkan selamat tinggal Siegrain!"

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Dan cuttt kita selesai lagi dan ini benar-benar wah sekali untukku dan jangan banyak Protes klo enggak nanti saya Suplex kurt Angle kidding! See ya!

Pm

.

RnR