Hmmmmm! Maaf untuk yang punya tipe gak sabaran bagi yang baca Fic Gaje saya karena memang waktu sekarang aku sibuk yak di Duta dan sesuatu seperti itu memang hal sulit untuk dihindarkan hahhhh jika kau jadi aku mungkin akan melakukan hal yang sama ahhh bicara soal itu aku juga buat ficku sendiri yang versi inggris tapi bukan disini di akunku yang lain ohhh jika kalian tak tau aku punya dua akun yang satu khusus indo dan yang satu khusus inggris yang penasaran dengan akunku yang satunya? Hmmmm! Kepo sekali tapi gak bakal aku kasih tau tapi aku punya.
P.s : Helll yeah! Date A Live bakal ada lagi Anime dan season tiga gak sabar buat liat terutama Reine yang pernah jadi Pacar Shido(shin) di masa lalu dan.. Uppss terlalu banyak spoiler nanti kebabalsan karena yang cuman nonton Anime belum sampai situ dan masih sangat jauh dari Cerita LN
Chapter 28 : Tricked
.
...
.
- Era
"Target sudah ditetapkan tinggal sesuaikan dengan Koordinat yang diarahkan"
"Tambahkan kembali Etherion!"
"Kekuatan yang terkumpul baru 60%"
"Kita punya waktu setengah Jam lagi sebelum ini benar-benar diluncurkan"
"Kurasan memang tak ada cara lain lagi selain ini" Ucap Michelo menghela nafas "selain itu Ketua memang tak ada disini dan Pergi untuk beberapa urusan Penting tapi, tetap saja hal ini menjadi tanggung jawab Anggota Dewan yang lain"
"Aku bukan mengkhawatirkan Tempat Asing yang dihancurkan begitu saja" Ucap Ogue berkeringat "yang aku khawatirkan soal penggunaan Etherion yang berlebihan akan menimbulkan dampak yang signifikan"
"Kurasa memang tak ada cara lagi selain ini" Ucap Michelo dengan tenang "yang kita hadapi Jelmaan dari segala Iblis Zeref, kita hanya bisa berharap ini menghancurkannya seketika"
"Siegrain-sama waktunya sudah tiba" Ucap Ultear menghampirinya "Perasaan yang anda Pendam selama 6 tahun ini akan keluar semua"
"Apa kau takut dengan hal ini?" Tanya Siegrain.
"Tidak sama sekali" Ultear menggeleng Pelan "aku percayakan semua ini pada kau"
"Tenang saja masalah ini bukan nyawa kau yang jadi taruhan" Ucap Siegrain melipat tangan "aku juga takut tapi, yang aku takutkan adalah jika rencana ini Gagal maka tamatlah riwayatku"
Mereka tak sadar bahwa ada Yajima yang mengawasi dan mengamati Pembicaraan mereka dengan tehknik menempel dirinya ke tubuh Ekspresi wajahnya berubah ketika mendengar hal tadi.
'Jika gagal dia akan berakhir?' Batin Yajima berfikir dia tau ada yang salah dengan orang itu makanya dia dari tadi terus mengawasinya dari jauh jika ada sesuatu aneh terjadi dia punya bukti untuk menyalahkannya 'hmmm, sudah kuduga dia memang tak bisa dipercaya'
"Tapi, hal seperti ini tak ada salahnya juga untuk dikorbankan karena ini demi membangkitkan Impianku" Siegrain menyeringai kejam "meski nyawaku taruhan jika hasilnya sepadan ini memang akan memuaskanku tanpa komplain"
"Tentu saja" Ultear setuju.
"Oh, ya ngomong-ngomong tingkahmu agak berbeda sekali setelah kau dari Pulau Galuna itu terutama dengan Natsu Dragneel" Ucap Siegrain agak menyinggung membuat Gadis itu agak shock kecil "apakah telah terjadi sesuatu antara kau dengan dia?"
Ultear mendesah untuk menghilangkan Blush kecil di wajah "bicara apa kau, kita tak ada hubungan dengannya sama sekali lagipula apa yang aku harapkan dari orang yang hanya merusak dan berbuat aneh semaunya, aku tak ada ketertarikan sama sekali" meski jawaban tadi hanya Dusta belaka.
"Bagus, itu yang aku harapkan dari orang yang taat seperti kau" Ucap Siegrain tak sadar apapun "dan juga aku benci dengan yang namanya pengkhianatan"
'Tch, dia pikir siapa sok mengaturku huh? Apa dia lupa bisa sampai seperti ini berkat siapa?' Ultear mendecak kesal dan bermain dengan Bola Orb 'aku takkan mengakhiri rasa minatku kepadanya, banyak hal yang aku tak tau dan penasaran sekali terhadapnya, semua hal tentangnya aku ingin tau tentang kau Natsu-Kun'
.
.
.
.
.
.
- Tempat Erza
"Shou! Tenanglah dan keluarkan aku dari sini dulu!" Teriak Erza yang masih terperangkap "kita diskusikan ini dulu, karena mustahil kau mengalahkannya sendiri"
"Tidak, biarkan aku yang mengalahkannya sendiri! Nee-san diam saja dan menonton!" Shou masih bersikeras dengan Pendapatnya "aku tak bisa memaafkan orang yang telah berkhianat dan berbohong" tapi, tak lama muncul seseorang yang menghalangi jalan.
"Huh"
Seorang Wanita, Berambut Pink dengan Gaya Kuncir Pita, dengan Tahi lalat di bawah mata, dengan mengenakan Kimono Panjang Putih, dengan Corak tengkorak api, dan Sendal Hak tinggi berwarna Hitam, dan memegang sebuah Pedang.
"Salam kenal aku Ikaruga" Wanita itu menyapa.
"Menyingkirlah kau Wanita aku tak ada waktu untuk bermain denganmu!" Ucap Shou sarkastik dan kasar "saat ini aku ada perlu dengan seseorang" dia melemparkan banyak Kartu.
"Ya, ampun Bocah yang membosankan" Ucap Ikaruga membuka Pedang dan memotong cepat serangan hingga membelah dua "tidak ada yang dapat kupotong tapi, kurasa kau harus lihat dirimu sendiri"
!
*Cratttt!
"Gahhhh, sejak kapan kau.." Shou berteriak sakit karena Perutnya yang tiba-tiba suda terkena sayatan Pedang "Sial... Aku tak bisa bangun" dia mengumpat kesal.
"Hei, kau harus keluarkan aku sekarang juga! Dia bukan lawan yang kau bisa atasi sendiri!" Teriak Erza mencoba memberi Penjelasan supaya mengerti.
"Aduh, ternyata kau bersembunyi disana hmmm?" Ucap Ikaruga dengan senyum.
"Tenang saja Nee-san selama kau berada di dalam sana maka tak mungkin kau terluka" Shou terus saja membantah.
Ikaruga membuat Tebasan Udara dan menyerang Erza yang masih di dalam Kartu tapi, Gadis Scarlet ini berhasil menahannya Wanita itu terus melakukan serangan seperti itu dengan gerakan cepat tapi, tetap saja Erza masih bisa mengimbangi serangan itu.
"Hebat.." Shou terkagum dengan aksi tadi.
Erza sedikit melihat celah dan langsung berhasil keluar dari sana "Fiuhhh, aku rasa harus berterima kasih kepadamu karena celah tadi" dia menoleh ke Wanita Berambut Pink "bisakah kau pergi sekarang? Saat ini aku tak ada urusan denganmu"
"Are? Tapi aku ada urusan denganmu" Ucap Ikaruga sedikit melotot.
*Krangg!
"Uhhh!" Erza melihat Armornya sudah hancur kepotong "i-ini sejak kapan dia melakukan itu"
"Maaf, saja itu salam dariku" Ucap Ikaruga.
"Apa-apaan cara berpedang seperti itu bahkan sangat cepat Hingga Nee-san tak sadar sama sekali" Guman Shou yang masih shock
"Sebaiknya kau harus serius karena aku kesini bukan hanya kebetulan saja" Ucap Ikaruga bersiap mengayunkan Pedangnya lagi.
"Baiklah, kau memang musuhku" Ucap Erza mengganti Armor ke Armor Heaven Wheel's Armor dan terlihat dia sangat serius
Ikaruga maju lebih cepat dia mengayunkan Pedangnya ke depan dan dapat ditangkis Gadis itu, dia mengayunkan balik Tapi, Erza berhasil mementalkan serangan itu, Wanita itu belum selesai dia mengayunkan Pedangnya dengan cepat ke depan.
Erza melompat ke atas menghindar tapi "CIRCLE SWORD!" dia membuat delapan pedang dan membentuk lingkaran membuatnya berputar seperti Gasing dan ke arah Wanita itu.
"Mugetsu-Ryu!" Ikaruga mengarahkan Pedang ke belakang dan menunggu waktu yang pas untuk bergerak "YASHA SENKU!" dia menghancurkan serangan itu sekali tebas tapi, dia belum selesai dan memutar tubuhnya membuat tebasan Udara dan seketika menghancurkan Armor yang dikenakannya.
*Krakkkk
"Mugetsu-Ryu..." Ikaruga membuat Gesekan udara hingga panas dan menimbulkan Kobaran Api di Pedangnya, Erza kembali mengganti ke Mode Flame Empress Armor tapi, terlihat Wanita itu tak panik "KARURA-EN!" dia melemparkan Pusaran Api ke depan, Erza berhasil menahannya tapi, kekuatan itu terlalu besar sehingga dia terpental.
"Di-Dia monster.." Shou mengigil ketakutan melihat ini.
"Cepat juga yah kau mengganti Armor untuk melindungi dirimu tapi, sayang sekali" Ucap Ikaruga tersenyum dan tak lama Armor yang dikenakan Erza kembali hancur "kurasa itu hanya bertahan sebentar saja"
*Krakkkk
"Kuhh!"
Erza terlihat sangat kesal, dia langsung ke Mode Prutagory Armor dimana ini pernah dia kenakan waktu menghentikan serangan Jupiter dari Phantom beberapa Minggu yang lalu tapi, Ikaruga tak peduli dia langsung maju dengan cepat dan memberi sayatan besar di perut dan seketika kembali menghancurkan Armor yang dia kenakan.
*Krakkkk
"Itukah yang terkuat kau miliki?" Ikaruga menoleh ke belakang "tapi, sayang sekali, tak peduli kau berganti Armor aku tetap bisa menghancurkan itu dengan Pedangku" nada bicara dia terkesan mengejek.
"Grrrrr!.." Erza kesal dengan ejekan itu dia kembali bangun tapi, kali ini Pakaian Biasa, Celana Merah Panjang dengan Motif Api, dan Perban yang melilit di daerah Dadanya saja, bagian Pusar dibiarkan saja menampakan tubuhnya yang bagus juga, dan Rambut di kuncir, dengan Poni yang menjuntai ke bawah.
'Pakaian biasa? Apa maksudnya ini?' Batin Shou.
"Oh, itu bukan Armor huh?" Ucap Ikaruga agak terkejut "karena tak ada sihir apapun disana, atau kau terlalu takut untuk berganti karena berkali-kali ku hancurkan?"
"Nee-san itu Kuat! Aku yakin itu jangan dengarkan dia!" Teriak Shou.
"Kuat?... Aku rasa kau salah mengartikanku selama ini" Ucap Erza terlihat mulai tenang dan kembali jadi dirinya 'aku tak kuat seperti yang orang Pikirkan, buktinya aku selalu gagal dalam menyelamatkan orang yang penting bagiku bahkan aku masih butuh bantuan lain'
'Aku selalu menangis dan selalu Pura-Pura sok kuat di depan semua orang dan mengunci hatiku dalam Armor ini tak ada satupun yang bisa membuatku tenang dan aman selain Armorku dan juga dia..'
'Dan terus saja menangis tak ada yang tau aku selemah ini kecuali dia, tak peduli berapa kalipun aku berbohong dia selalu saja menemukan itu dengan cepat dan aku merasa aman ketika bersamanya tak peduli situasi yang buruk terjadi'
'Aku tak bisa seperti ini terus karena suatu hari jika dia pergi maka aku selalu saja sendiri, aku ingin mencoba kuat darinya dan berharap bisa membalas semua ini dan membuktikan aku bisa kuat dan mandiri'
'Thanks Natsu'
"Baiklah, apapun yang kau kenakan akan kupotong juga" Ucap Ikaruga bersiap kembali.
"Majulah" Erza balas menantang dan bersiap dengan dua Pedang
Mereka berdua saling Maju dan mengayunkan Pedang dan tak lama mereka membelakangi lawannya.
*Trang
dan tak lama salah satu Pedang Erza hancur dan Bagian bahu terkena tebasan dan membuat Gadis itu berteriak kesakitan, Ikaruga merasa menang tapi, dia salah nyatanya bagian Perutnya terkena tebasan telak dan mengeluarkan darah segar.
"Arggghhhh! Bagaimana bisa..." Ikaruga berteriak sakit dan merasa shock dengan tadi dan tak lama dia ambruk ke tanah.
"Whoa! Hebat!" Shou berteriak senang.
"Itu, tadi mengesankan" Komentar Ikaruga yang tak percaya dirinya kalah "15 menit lagi Cahaya terang keadilan dan akan menghancurkan semua yang ada" tubuh dia bergetar dan tak lama memejamkan matanya dengan wajah senyum.
'15 menit yah' Batin Erza tau apa yang dia maksud dan tak lama dia menoleh ke belakang "kau baik-baik saja bukan?"
"Yah, agak nyeri sedikit sih" Jawab Shou memegang Perutnya "tapi, bagaimana denganmu sekarang?"
"Kau Pergi keluar dari sini sekarang" Ucap Erza berjalan ke tangga "karena aku yang akan menyelesaikan semua ini"
"Hmmm"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Ruang Jellal
"Ya ampun Permainan ini benar-benar berakhir denga kekalahanku" Ucap Jellal biasa saja meski ada rasa kesal sedikit dan tak lama terdengar suara langkah kaki mendekat "ohhh, aku tak tau kau yang akan kemari Erza, aku Pikir si Salamander itu"
"Dia tak memiliki dengan hubungan semua ini Jellal" Erza memberi Deathglare "kau menyebalkan seperti biasa dari terakhir kali berbicara denganmu"
"Ohhh, kenapa baru sekarang kau kemari? Bukankah lebih baik tahun lalu?" Ucap Jellal dengan nada Provokasi.
"Aku hanya ingin membebaskan mereka yang kau tawan itu" Jawab Erza tak menggubris sama sekali Ucapan tadi.
"Ohh, terserah meski aku tak peduli dengan mereka lagi karena, menara ini sudah selesai" Ucap Jellal menyeringai.
"Walaupun ini akan hancur dalam waktu 15 menit lagi" Ucap Erza tapi, teman masa kecilnya tak menggubris "ohhh, atau yang kau maksud dengan Etherion hanya sebuah gertakan belaka"
"Oh, soal itu aku takkan buat kebohongan" Ucap Jellal membuka Penutup Kepala.
"Selama waktu itu aku akan menahanmu dan mencoba menghentikan semu ini" Ucap Erza bersiap menyerang.
"Ohh, kemarilah karena ini takdirmu" Jellal tersenyum jahat dan Balas menantang "karena kau sendiri yang akan kujadikan tumbal buat Zeref"
.
.
.
.
.
.
.
- Tempat Natsu
"Ughh.. Payah!" Simon terjatuh karena dada dia merasa sesak dan nyeri yang muncul tiba-tiba.
"Hei, kau tak apa?" Tanya Natsu agak cemas dengan kondisinya.
"Jangan khawatirkan aku dengan ini, sebuah gejala kecil" Balas Simon kembali tenang "dan juga aku baru dapat kabar dari Wally mereka menemukan kedua Teman Gadis kau jadi, aku menyuruh mereka pergi dan keluar dari sini dan juga anggota Trinity Raven sudah dikalahkan semua tinggal Jellal saja" Lelaki berambut Pink ini hanya mengangguk faham.
"Bukankah itu bagus? Jadi tinggal Erza saja yang mengatasinya" Ucap Natsu tak khawatir.
"Yah, setelah kejadian itu mereka berdua saling membenci satu sama lain" Ucap Simon menghela nafas "dan Jellal itu sangat kuat meski, kau tau hal seperti ini bakal terjadi tapi aku meminta padamu tolong bantu dan selamarkan Erza"
"Tidak mau!" Jawab Natsu membuat Simon shock berat "dia jadi urusan Erza dan jadi lawannya aku tak mau menggangu meski kemari tujuanku untuk membantunya tapi, biar urusan mereka diselesaikan berdua dan lagi Erza tak selemah yang dulu"
"Erza mustahil untuk mengalahkannya!" Teriak Simon kesal.
"Ehhh! Bangsat! Kau tarik kembali ucapannmu!" Balas Natsu berteriak lebih kesal
"Ini bukan masalah kekuatan atau semacamnya! Erza..." Simon menarik syal Natsu dengan erat "Erza berharap dia bisa menyelamatkannya dan tak pernah membencinya sama sekali!"
"Huh?" Natsu agak bingung dengan yang dia ucapkan.
"Jellal adalah orang licik, dia pasti memanfaatkan perasannya untuk memuluskan rencananya, Para Dewan akan menembakan Etherion kemari itu berarti akan banyak orang yang akan mati" Ucap Simon mulai tenang dan bicara lagi "dia pergi sendiri kesana dan kau tau sifatnya bukan? Tapi, jika aku menduga dia berencana untuk mati bersama dengan orang itu"
Natsu mengepalkan tangan dan menggertakan Giginya dengan sangat kesal mendengar cerita menyebalkan ini "BANGSAT KAU! kenapa tak langsung terus terang saja dari tadi!" dia berteriak sangat marah sekali untuk ini.
"Oh, maafkan aku" Ucap Simon.
"Ahh lupakan saja kau tunggu disini aku akan menyusulnya" Ucap Natsu perlahan menghilang dan Simon hanya mengangguk.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Era
Sementara disini tahap mengumpulkan kekuatan sudah berjalan dengan sebagaimana dengan mestinya bahkan sudah mencapai tahap 95% dan tak ada kendala para Anggota dewan semua berkumpul di depan alat Satelit itu dan berharap semoga ini berhasil
Untuk Yajima yang tak setuju Penggunaan Satelit ini berbeda matanya terus memperhatikan Siegrain tak berkedip karena dia merasa Aneh dan Curiga kepada anak muda ini yang bisa dibilang tak enak karena waktu itu dia mendengar obrolannya dengan Ultear
"Tahap akhir Peluncuran Etherion telah selesai!"
"Perbesar satelit Square!"
"Tinggal lima menit lagi Penembakan akan segera dimulai"
"Mari kita berdoa untuk yang terbaik!"
"Yah mari kita berdoa" Ucap Siegrain.
Yajima hanya diam sambil memberi Deathglare ke pemuda itu.
.
.
.
.
- Luar Menara
Sementara itu Pihak yang telah bertarung dengan Anggota Trinity Raven Minus Gray yang enggak kebagian segera keluar dari menara itu atas dasar Perintah Simon sendiri dan Perlahan agak menjauh dari sana sambil menunggu yang lain segera menyusul karena Erza, Natsu, dan Simon belum keluar dari sana
Dan tak lama langit Gelap dan muncul garis-garis aneh di langit seperti membentuk sesuatu.
"Whoa! Apa itu!" Teriak Milliana melihat aksara Sihir besar di langit dan tepat berada di atas menara.
"Whoooa! Mereka serius benar-benar menjatuhkan Etherion!" Ucap Wally terkejut
"Cepatlah Pergi dari situ!" Happy paling khawatir
"Kuharap Nee-san dan yang lain keluar dari sana secepatnya" Ucap Shou berharap cemas.
"Grrrr! Si bodoh itu ngapain saja sih!" Gray menggerutu kesal.
"Natsu..." Guman Lucy yang terlelap dalam tidur
"Semoga Natsu-San baik-baik saja" Ucap Juvia yang memeluk Lucy dan mencemaskan keadaan DragonSlayer Api itu.
.
.
.
.
- Tempat Jellal
Jellal mengeluarkan rentetan Aura Hitam yang muncul dari telapak tangan yang menerjang ke depan, Gadis Berambut Scarlet ini menghindar dengan cepat ke samping, Namun bayangan Gelap itu mengejarnya dan berhasil melilit kakinya Jellal mencengkram tangannya dan melemparkan Gadis itu hingga keluar bangunan.
Erza cepat sadar dan masuk ke dalam sambil mengayunkan Pedang ke atas "apa yang kau Pikirkan?! Membangun dan menghancurkan bangunan yang dibuat hah!" dia berteriak sambil mengayunkan Pedang ke bawah "shou dan yang lain sudah bekerja keras untuk tipuan dan harapan palsu yang kau buat!"
"Ohhh, itu hanyalah sebuah aksesoris saja dan tak ada yang Penting" Jawab Jellal tenang dengan mundur ke belakang "dan yang penting disini ialah R-System itu sendiri dan itulah yang kubuat selama delapan tahun dan akhirnya selesai sekarang" dia membuat Gumpalan bayangan di telapak tangan dan melemparkan langsung ke arah Erza.
Gadis itu terhisap oleh kekuatan sihir yang dia buat tapi, Erza tak menyerah dia langsung bebas dengan cara membuat hembusan angin kencang di Pedang.
Erza cepat di depannya, sebelum Jellal bereaksi Perutnya sudah terkena tebasan Pedang dan membuatnya mengerang sakit, Erza langsung menjegal kakinya hingga tersungkur dan dia duduk di atas Perutnya dengan Pedang yang sudah di atas leher.
"Apa tujuanmu sebenarnya?" Erza memberi Deathglare "kau tau bukan, R-System ini belum benar-benar selesai dibangun"
"Hahaha bicara apa kau ini" Jellal hanya tertawa sarkastik "mustahil aku melakukan 8 tahun yang sia-sia dan juga aku sudah menyelediki tentang R-System"
"Memang benar aku sudah membangun menara ini dengan sempurna tapi, kau masih memiliki kekurangan yang belum ada untuk menyelesaikan R-System ini" Ucap Erza yang tak mengendurkan Pertahanan "maksudku adalah kurang Sihir dan juga untuk mengaktifkan hal itu butuh 2 Miliyar sihir yang diperlukan dan hal itu mustahil kau lakukan sendiri, dan juga kau sudah tau jika Dewan sihir akan menghancurkan Tempat ini tapi, kau tak lari apa yang kau rencanankan?"
"Kau yang akan jadi tumbal disini jadi, tak masalah" Jellal tetap tersenyum meski memiliki niat lain "dan 2 menit lagi waktu pelepasan akan dimulai" dia menyeringai senang.
"Impianmu telah berakhir! Dan apa kau ingin mati disini!" Teriak Erza sambil memegang erat tangannya dengan tubuh yang bergetar "kalau begitu matilah bersamaku! Akan kutahan kau sampai detik-detik terakhir Tempat ini hancur"
"Yah..kurasa itu tak buruk juga" Ucap Jellal dengan suara Payau "tubuhku sudah dirasuki Roh Zeref tak ada lagi yang bisa kulakukan, dan tubuh ini hanya sekedar robot untuk membangkitkannya, dan pada akhirnya aku tak bisa menyelematkan siapapun bahkan diriku sendiri saja tak bisa, Surga, Kebebasan akan berakhir sebelum ini dimulai"
"Aku tau R-System tak bisa di selesaikan tapi, tubuhku tak bisa berhenti untuk bekerja dan tak bisa aku menghentikan ini, kau telah memenangkan Pertarungan ini jadi bunuh aku bukankah, itu tujuanmu selama ini jika kemari lagi" dia memasang wajah senyum, Tubuh Erza terlihat mulai melembut.
Di luar Menara, Aksara Sihir besar yang ada di atas sudah terbentuk dan terlihat jelas membuat sesuatu Percikan Bola kuning bercahaya yang berkumpul disatu titik hingga membesar.
"Sekarang tak ada gunanya lagi menyesal karena kita sudah tak bisa Pergi kemanapun" Ucap Erza tenang dan langsung melepaskan Pedangnya dan duduk di tanah "ini sudah berakhir untukmu dan juga untukku"
"Kau benar.." Jellal setuju dan ikutan duduk.
"Kau salah satu dari tumbal Zeref juga bukan?" Tanya Erza meyakinkan saja dia terlihat percaya sekali dengan yang Jellal katakan.
"Ini adalah dosaku karena telah kalah Pada diri sendiri" Jawab Jellal dengan wajah lesu "aku terlalu banyak dirasuki Kegelapan sehingga tak bisa membedakan mana mimpi dan juga sebuah kenyataan"
"Kau tak boleh menyalahkan dirimu sendiri atas kelemahanmu karena kupikir kekurangan adalah hal wajar bagi manusia" Ucap Erza dia terlihat sangat lega mendengar orang yang dia kagumi kembali seperti semula "jadi, apa gunanya teman jika tak bisa membantu" dia tersenyum.
"Erza, aku.." Ucap Jellal agak tak jelas nada bicaranya "terima kasih telah menyelematkanku"
Erza langsung memeluknya dengan erat dan perasaan bahagia meski disaat akhir harus begini tapi dia tak peduli, Jellal membalas Pelukannya dia bersikap seperti biasa tadi tapi tak lama Ekspresi wajahnya kembali berubah dengan seringai licik dan Kejam apapun itu yang jelas dia punya rencana sesuatu yang lain di otaknya.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
"Ughhhh... Ini.." Simon mengerang dia duduk bersandar tembok sambil menunggu Natsu menyelesaikan masalah ini dia melihat Cahaya bersialau datang dari atas dan dia tau asalnya dari mana "ahhh, kita benar-benar sudah terlambat untuk bergerak" dia terlihat sudah pasrah.
"Erza..." Natsu menggertakan Giginya dengan marah dia juga sadar akan hal ini tapi, tetap menyusulnya dan berusaha menyelamatkan Gadis Berambut Scarlet ini.
Sementara Diluar Etherion telah dijatuhkan dan Bola besar itu membentuk sebuah Beam Besar dan menghantam ke bawah menghancurkan menara itu tentu saja efeknya sungguh dahsyat bahkan membuat Tsunami sedang yang bisa dibilang cukup berbahaya.
Dan Tim Penunggu yang mengawasi dari luar terkena efeknya juga alhasil Perahu mereka Goyang dan tak lama mereka terhempas ke laut beruntung Juvia cepat sigap dan membuat Kurungan air untuk melindungi mereka semua.
Tapi tetap saja Efek yang ditimbulkan Laser besar itu bukan hanya sekedar main dan mereka cukup cemas dengan apa yang terjadi terutama menyangkut Nakama mereka.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
.
Dan Cuttt selesai juga aku gakkan banyak bicara lagi dan kalian sudah nunggu mohon maaf yah ada sebuah kesalahan tehknis jadi ada hambatan.
Pm
.
RnR
