Hmmmmm! Ada sesuatu yang ingin aku lampiaskan sekarang tapi tak bisa karena sebuah halangan dan beban hahahaha, oke lupakan tadi terlihat fic ini sudah berjalan setahun dan benar-benar masih hidup dan aktif khusus bagi saya seorang Author yang Penuh dengan melow dan drama, ahhh lupakan tapi Arc ini sudah sampai puncak dan akhir dari cerita ini seperti biasa akan ada lemon di akhir chapter seperti yang sudah kujelaskan sebelumnya bagi yang gak suka lemon tolong diloncat saja karena tak ada Pemaksaan bagi seorang Pembaca yang tak suka lemon, Cerita ini hanya dinikmati dan dibaca itu saja selesai.

P.s : Astaga sekarang April yah? Hmmm sudah banyak Anime yang muncul tapi kemunculannya gak tepat bulan maksudnya yah, bagi yang Muslim tau lah hahaha mungkin nanti malem abis tarawih wkwkwk!

Chapter 29 : EMS Active

.

...

.

- Era

Mereka semua terdiam dan menahan nafas berat menunggu kepastian yang terjadi meski sudah melakukan sesuatu untuk mencegah hal itu tapi tetap saja rasa penasaran mereka takkan larut hingga benar-benar terbukti oleh mata mereka sendiri

Semua Anggota Dewan hanya diam disini, sambil menatap layar lacrima yang menunjukan suatu tempat yang tak lain adalah dimana Menara itu berasal suatu harapan jika tempat itu sudah hancur setelah tembakan dari Etherion namun, tak ada yang tau akan terjadi selanjutnya.

"Uhhhh, beberapa nyawa terbuang sia-sia" Komentar Dojima melihat situasi seperti ini sudah tak bisa ditahan lagi, yang ia sayangkan menggunakan mesin ini adalah harus menghilangkan Nyawa beberapa Orang yang tak bersalah

"Hah, aku juga berfikir hal yang sama padamu tapi, memang tak ada Pilihan lain" Ucap Michelo menghibur kawannya "kalau bukan tak menghentikan Zeref bangkit mungkin juga aku menolak menggunakan ide ini"

"Meski tindakan kita dibenarkan atas Alasan yang jelas.." Ucap Dojima dia tau seperti apa kehilangan sesuatu yang berharga "tapi, bagaimana dengan keluarga korban yang ditinggalkan?"

Berbeda sekali dengan yang lain selalu serius dengan rencana ini tapi, berbeda dengan Yajima yah dia memang Orang satu-satunya yang menentang jelas menggunakan Etherion karena alasan kemanusiaan meski tak setuju tapi sebagai Anggota Dewan dia tetap mengawasi jalannya rencana ini sambil memberi tatapan curiga Pada seseorang.

Siapa lagi kalau bukan bocah muda Berambut biru, bukan tanpa alasan dia mencurigainya seperti itu terlebih dia dengan sengaja menguping Pembicaraan Dua Anggota Dewan termuda itu dan menemukan sesuatu yang sangat janggal apapun itu yang jelas hal buruk bakal terjadi.

Yang pasti dia akan tetap disini terus jika bocah ini merencanakan hal aneh dia bisa menangkapnya secara basah dengan berbagai alasan tapi sekarang dia hanya perlu menunggu waktu dan moment yang pas.

Meski terkadang sebuah rencana yang sudah dipikir dan dikaji matang hingga sampai akhir tapi, tetap saja jika tak ada yang namanya takdir dan keberuntungan maka semua yang dilakukan akan jadi sia-sia belaka dan hanya membuang waktu.

Dan hal ini benar-benar terjadi pada mereka sekarang dirasa rencana mereka telah berhasil dan sempurna tapi, kenyataan salah bahwa yang mereka usahakan berbalik dengan apa yang terjadi sekarang dan tak lama layar Lacrima itu jernih dan memunculkan sesuatu yang mengejutkan mereka.

"Tidak, Target kita masih utuh!"

"Selain itu ada hal yang berbeda dengan Menara itu sekarang!"

"Menara itu telah menyerap semua Etherion yang ada dan berubah!"

"Sesuatu telah menangkap pusat etharno di pusat Menara itu"

"Pemadatan yang menghilang secara drastis"

"Kami sedang membaca adanya sebuah kekuatan sihir yang luar biasa"

Di dalam layar Lacrima itu bukan lagi Menara biasa yang hancur karena serangan besar melainkan sebuah Menara Kristal berwarna biru muda yang mengkilap bahkan serangan tadi merubah Menara tadi.

"Apa katamu!" Teriak Dojima terkejut dengan apa yang dia lihat.

Yajima tau ada hal yang tak beres dia langsung memberi Deathglare ke Bocah itu "Siegrain! Apa maksud semua ini... Huh?" dia terkejut bukan karena Menara itu melainkan Orang yang diajak bicara hilang seperti terbawa angin dan tak ada jejak.

"Sial! Aku tau dia Orang yang tak beres!" Pak tua itu menggerutu kesal.

.

.

.

.

.

- Luar Menara

Tentu saja ledakan dari Etherion itu telah menimbulkan efek yang cukup besar sekali bahkan yang ada di luar pun akan terkena efek dari ledakan tersebut jika tak segera menghindar sangat jauh karena daya ledak ini cukup besar.

Seperti mereka ini adalah sebuah kelompok dimana mereka mengadakan sebuah liburan yang di dapat dari tiket Gratis oleh teman tapi apa daya sebuah sesuatu tak terduga membuyarksn rencana mereka.

Dalam jarak yang lumayan dekat mereka harusnya terkena ledakan itu tapi, dengan bantuan Gadis Berambut biru yang menyelamatkan mereka semua jika tidak, mungkin sudah terbawa arus ombak yang bergerak tak menentu.

Disana ada enam Orang Ekspresi mereka seolah sangat terkejut dengan keringat yang membasahi Pipi karena ledakan memara tadi kini berubah menjadi kristal biru namun hampir semua disaba berharap cemas karena menunggu seseorang yang berada di dalam Menara itu yang belum juga kembali.

"Sial! Menaranya berubah apa yang terjadi disana" Wally mengumpat kesal

"Bagaimana dengan Simon dan Erza yang belum kembali!" Teriak Milliana Cemas

"Jadi, ternyata lapisan dari Menara itu hancur dan berubah menjadi sebuah kristal" Ucap Gray menjawab sebuah Pernyataan yang ada di wajah mereka "tapi, kenapa bisa begini? Bukankah harusnya hancur?"

"Tapi, kristal apa itu?" Tanya Shou yang cemas juga dengan keadaan Nee-san disana.

"Entahlah, aku sendiri kurang faham soal hal ini" Gray menggeleng.

Untuk Lucy sendiri dia cemas? Sudah jelas sekali tapi wajahnya agak sedikit tenang karena dia tau mereka masih hidup, kalau bukan kekuatan Penciuman yang sama dengan Natsu mungkin dia adalah orang yang Paling panik sendiri tak karuan karena mereka belum kembali.

Semenjak dia menyatu dengan Natsu perlahan kekuatan DragonSlayer dari Lelaki itu menular dan setelah ini mungkin dia akan mencoba berlatih dan menggabungkan kekuatan ini dengan Sihir Roh Bintang miliknya.

"Kenapa kau tenang saja Lucy? Ini tak seperti kau biasanya?" Tanya Gray serius.

"Tenang saja mereka masih hidup masih di dalam sana" Jawab Lucy tenang "lagipula ledakan tadi seperti bukan sifat menghancurkan melainkan merubah sebuah objek atau mungkin saja itu bukan Menara biasa yang dibangun"

"Tapi, ngomong-ngomong itu di sebut apa?" Gray bertanya balik.

"Aku juga tak tau" Lucy menggeleng.

"Aku harap Natsu-San baik-baik saja" Guman Juvia yang masih terdengar oleh Gadis di sampingnya.

"Dia baik-baik saja kau tak usah khawatir" Jawab Lucy menyeringai jahil "jika, kau ingin bicara setelah ini akan aku beri ruang" dia tau ada sedikit rasa Gadis ini kepada Natsu namun masih terhalang Perasaan ke Orang lain

"Ti-tidak bu-bukan seperti itu!" Juvia Terlihat sangat Gugup dengan Wajah memerah malu.

"Kau menyukainya!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Menara

"Huh, apa yang terjadi disini?"

Erza baru tersadar setelah agak lama berpelukan dengan Jellal, matanya menoleh ke semua arah dan Perubahan besar terjadi yang dia tau jika Etherion sudah ditembakan maka tempat ini hancur bersama dirinya namun kenyataan berbeda balik karena yang dia lihat kumpulan kristal bercahaya.

"Kenapa kita masih hidup?" Erza bertanya Pada dirinya sendiri karena tubuhnya masih utuh dan begitu Pula dengan Jellal, dia tak tau apa yang terjadi disini dan ingin bertanya Pada Lelaki di depannya "hei, Jellal kau tau ap-" dia belum selesai karena ada suatu Perubahan terjadi.

Jellal menyeringai, dan tak lama tertawa keras "whahahahah! Ini hebat!"

"Jellal?" Panggil Erza karena merasa ada yang aneh namun dia masih belum sadar.

"Akhirnya aku berhasil!" Teriak Jellal kencang karena rencana dia berjalan sukses meski harus berakting.

"Jellal kau..." Erza perlahan mulai sadar apa maksud semua ini dan tubuhnya berkeringat

"Hmmm, kau terkejut sekali Erza.." Jellal menyeringai dia menatap Gadis itu "Asal kau tau yang sebenarnya adalah wujud asli dari Menara ini sebuah Menara Lacrima raksasa dengan kumpulan kekuatan Etherion dan aku telah mengumpulkan 700 ratus juta kekuatan sihir!"

"Dengan kata lain R-System telah benar-benar selesai dibangun" dia tertawa puas dengan kemenangan ini

Erza hanya diam saja mendengar ini, matanya membelalak dan tak bicara karena terlalu shock dengan apa yang Jellal ucapkan, keringat Jelas mengalir di pelipisnya dan tak menyangka Lelaki ini menggunakan trik kecil untuk menipunya dan ini benar-benar membuatnya sangat kesal.

"Sialan kau!" Erza mengumpat kepada Lelaki itu dia tak menyangka Jellal masih sama seperti yang dulu maksudnya Jahat.

"Ohh, kau lucu waktu marah seperti itu"

Muncul suara baru dari arah lain dan Erza melihat sebuah kembaran Jellal berwarna biru, dengan Tatto dimata kanan dengan mengenakan baju Anggota dewan hanya saja perbedaan mereka terlihat di Pakaian yang dikenakan.

"Apa, yang kau lakukan disini!" Erza cukup terkejut melihat kedatangannya.

"Coba, kau ingat Pertama kali kita bertemu dan kau menyerangku secara tiba-tiba karena mengingat Jellal yah, itu wajar saja karena kami memang kembar dan aku tak menyalahkanmu atas hal ini" Ucap Siegrain menjelaskan "tapi, akhirnya aku berhasil meyakinkanmu bahwa kita ini kembar dan tak mengira kau percaya begitu saja" dia tertawa.

"Kau harusnya sebagai Saudara yang tertua menghentikannya dan kenapa kau membiarkan hal seperti itu!" Ucap Erza frustasi dia tak tau bagaimana mengatasi situasi buruk ini.

"Yah, aku memang salah tapi kesalahan terbesarku adalah bertamu denganmu" Ucap Siegrain menatap kembarannya "karena, hal yang tak mudah sekali untuk masuk jadi Anggota Dewan"

"Sial, kalian bersekongkol!" Teriak Erza kesal karena kembali ditipu untuk kedua kalinya.

"Bersengkongkol? Apa kau masih belum faham sama sekali" Jellal tersenyum dan berdiri di samping kembarannya tampak Tubuh Siegrain yang mulai transfaran "asal, kau tau saja kita berdua adalah Orang yang sama" dan bayangan Siegrain menyatu ke tubuhnya.

"Proyeksi tubuh!" Erza menggertakan Giginya dia tau situasi bertambah buruk dan tak sesuai yang direncanakan.

"Dengan kata lain Siegrain adalah aku yang Polos" Jellal menyeringai.

Erza sekarang mulai mengerti situasi ini "jadi, Tujuanmu untuk masuk ke dalam Dewan untuk menembakan Etherion itu sendiri kesini" meski sudah tau tapi dia benar-benar bingung menyelesaikan masalah ini.

"Memang itu salah satu rencanaku juga untuk membangkitkan Zeref" Jawab Jellal memasang Ekspresi suram "dan sekarang kau sudah menikmati masa kebebasanmu Erza"

"Sialan! Berapa banyak orang-orang yang sudah kau tipu demi tujuan gak jelasmu ini!" Teriak Erza sangat kecewa melihat ini karena dia Pikir teman masa kecilnya sudah berubah tapi, ternyata itu hanya bualan saja untuk sebuah tujuan lain.

Jellal menjentakan jarinya dia tak Peduli dengan yang Gadis itu katakan "akhirnya, sihir milikku kembali juga" dia mengempalka tangannya dan muncul Aura Hitam di sekitar tubuhnya.

"Sialan kau!" Teriak Erza sangat marah karena merasa sangat dibohongi dia mengambil sebuah Pedang Besar dari tanah dan mulai maju.

Jellal mendecak dia hanya mengarahkan tangan ke depan "ya, ampun kau harusnya sedikit menahan emosi tapi, hal seperti ini wajar" sebelum Erza mendekat Gadis itu sudah terkurung ruangan hitam yang dibuatnya dan meledak menghempaskan Gadis itu.

"Tch!" Erza kembali menyerang terlihat seperti terprovokasi.

"Oh, ayolah kemana semangat bertarungmu yang tadi" Jellal meledek dia menahan serangan tadi dengan satu tangan "dan aku yakin sekarang Para Dewan sedang kebingungan untuk menyelesaikan ini dan aku harus berterima kasih kepada Ultear, dia sangat membantu" dia hanya menghindar tak ada niatan untuk membalas meski terbuka lebar.

"Aku harap kau segera mati karena apa yang telah kau lakukan pada orang-orang!" Erza bersumpah serapah dia tak bisa menahan emosinya dengan membabi buta.

"Ohhh, aku rasa itu akan terjadi pada kau bukan aku" Ucap Jellal hanya menggerakan Jari.

"!"

"Apa, ini!" Erza merasakan tubuhnya mati rasa dan tak bisa bergerak sama sekali dan tak lama tangan kirinya muncul Tatto merah yang seperti mengikat kebebasan bergerak "sejak, kapan kau.." yang dia ingat Jellal tak menyentuhnya waktu menyerang.

"Oh, jika kau tak tau aku menempatkan itu waktu kita berpelukan" Jawab Jellal.

"Ughhhrrgg, tubuhku" Erza mengerang Panjang dia berusaha melepaskan ini namun hanya sia-sia belaka bahkan Tatto bergaris merah itu menjulur ke seluruh tubuh seperti tersegel "sial, bahkan aku tak bisa membuat sihir" dia mencoba mencari cara keluar tapi hasil nihil.

"Kekuatan Sihir sudah ada dan juga tumbal sudah tersedia disini" Ucap Jellal melihat sekeliling "kurasa ini selamat jalan untukmu Erza, dan aku akan memproses tubuhmu hingga menjadi Sihir Lacrima yang besar dan tubuhmu akan terbuai dan diganti dengan tubuh Zeref yang baru"

"Ughhhhh!" Erza mengerang kesakitan tubuhnya terseret secara paksa dan masuk ke dalam sebuah Kristal besar "arggghhh sialan!" dia mencoba keluar tapi tenaganya masih kurang mampu yang dia mampu hanya mendecak emosi.

Jellal mengangkat tangan ke atas "Wahai, Zeref yang agung! Aku persembahkan Tubuh Wanita ini sebagai tumbal untuk membangkitkanmu!" dia berteriak lantang dan wilayah di sekitar menjadi bercahaya.

"Sialan kau Jellal!" Teriak Erza merasa dirinya terkhianati dan juga bersalah karena mengusir teman-teman yang ingin membantunya, dan juga sangat menyesal karena seharusnya tidak seperti itu caranya meski berteriak itu hal mustahil tapi, dia tak ingin menyerah begitu saja "Natsu! Tolong aku!" dia berharap itu sukses dan tak lama terdengar suara familiar.

"Kau, memanggilku?"

Erza merasa tubuhnya di pegang oleh sesuatu yang kuat dan terasa seperti ditarik keluar dia tau itu Natsu hanya saja ini terlalu cepat untuk sebuah permohonan dilain sisi Jellal agak terkejut juga tapi sudah menduga bahwa Lelaki itu akan datang.

"Astaga apa yang kau lakukan seperti ini aku Pikir kau sudah selesai dengan masalahmu" Ucap Natsu mendengus dia terlihat masa bodo dengan keadaan sekitar "kalau, begini akhirnya dari tadi aku tolong"

"Natsu... Maafkan.. Aku.. Tubuhku... Rasanya.. Mati...rasa" Ucap Erza dengan suara patah-patah.

"Ohh, begitu yah!" Natsu menyeringai jahil jelas sekali di wajahnya memiliki motif lain dan di otaknya dia menggunakan hal yang melemahkan Gadis itu "kalau, begitu berhentilah membuat repot Orang lain dengan berlagak sok kuat!" dia menggelitiki Perut Gadis itu dengan puas.

"Whahaha! Hentikan Natsu! Hahahaha!" Erza tertawa kencang karena merasa geli di perutnya tapi, DragonSlayer itu tak Peduli dan terus menggelitikinya "ughhh, Natsu kau harus Pergi dari sini biar aku yang mengatasinya karena kau tak bisa mengalahkannya"

"Hmmm! Kau mengatasinya!? Hahahaha!" Natsu tertawa sarkastik mendengar alasan ini "bahkan, yang kulihat sekarang kau tak bisa bergerak dengan biassnya jadi, bagaimana mungkin?"

"Kumohon dengarkan apa yang aku katakan" Ucap Erza dengan nada rendah Air matanya terlihat membasahi Pipi

Natsu agak tersentak dan kembali normal "ohhh, maksudmu menghajar orang itu? Baiklah akan kulakukan" terdengar nada suaranya seperti menahan emosi.

"Bukan begitu, kumohon Pergilah dari sini" Erza tak tau harus berbicara seperti apalagi kepada Natsu mengingat sifatnya yang keras kepala dan yang ia bisa lakukan berharap dengan mata yang benar-benar Tak berdaya.

Natsu membantu Gadis Scarlet itu berdiri "baiklah, aku akan pergi tapi maaf saja akan aku selesaikan ini dulu" dia mengkarate Leher Erza dan membuatnya Pingsan, sebenarnya dia tak ingin seperti itu tapi apa daya jika tak seperti itu yang Pasti Erza akan menghalanginya untuk menghajar orang di depannya.

"Aku memang mendengar tentang kau yang kasar tapi, ini lebih dari yang aku bayangkan" Komentar Jellal tak merasa hawa permusuhan dilancarkan ke arahnya.

Natsu mengepalkan tangan dengan kasar berusaha menahan emosi tapi tak bisa "meski aku sudah pernah melihatnya menangis tapi, tak kusangka ini yang Paling parah" mungkin dia akan menghiburnya tapi ini belum tepat dia hanya menghela nafas "akan kuhancurkan kau" tatapan mata yang tenang namun emosional sekali.

"Ohh, kalau begitu kenapa kau tak coba kemari?" Jellal menyeringai dengan nada menantang "dan buktikan dengan ucapanmu itu"

"Kalau tak salah ini Menara bukan.." Natsu dengan seringai jelas di wajahnya dia hanya mengacungkan Jari telunjuk ke atas dan muncul perputaran cahaya "kalau, begitu tak ada salahnya bukan untuk mencoba menara baru ini"

Jellal membelalakan matanya dia tau apa yang Natsu maksud "sialan kau! Apa yang akan kau lakukan" dia berlari untuk mencegah hal itu tapi itu mustahil.

"Hanya memberi kejutan saja" Natsu tersenyum dan dia langsung menembakan Beam ke atas

"Sial!"

*Jduarrr!

.

.

.

.

.

.

- Luar Menara

"Aku rasa itu disebut dengan R-System yang dimaksud Jellal waktu itu" Ucap Wally mulai mengerti dengan keadaan yang berubah.

"Tapi, bagaimana bisa?" Tanya Gray yang tak mengerti yang dia tau Tempat itu harusnya hancur karena tembakan Etherion tadi tapi kali ini berbeda.

"Aku kurang tau tapi, dari yang aku tangkap sekarang aku rasa Menara itu sudah berisi semua sihir di dalam" Jawab Wally menyentuh dagunya "dengan kata lain Etherion itu adalah sebuah Jembatan untuk membangkitkan R-System"

"Dan itu sudah benar-benar aktif" Sambung Milliana

"Jangan bilang Zeref akan bangkit lagi?" Teriak Lucy yang terkejut dan cemas dengan dua Orang yang masih di dalam itu.

"Selama kita membangun baru kali ini melihat seperti ini" Balas Shou.

"Yang jelas kulihat Sihir sebanyak itu takkan Pernah stabil" Ucap Wally serius "maksudku dia akan memiliki batas dan jika sudah sampai batas waktu maka Menara itu akan meledak dengan sendirinya dan tentu saja kita akan terkena efek dari ledakan itu"

"Sial! Semoga saja si bodoh itu cepat keluar dari sini!" Gray berharap cemas dengan kedua nakamanya "jika, memang Tempat itu akan meledak akan kuseret dia langsung"

"Mari berharap saja" Wally mengangguk.

"Natsu-San.." Juvia hanya menatap Menara itu dengan khawatir.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Era

"Sialan! Siegrain menipu kita!"

Yajima berteriak dan menggema seisi ruangan yang ada disana, dia tau hal ini salah dan Orang-orang itu dengan mudahnya percaya bahkan untuk dirinya hal seperti ini mustahil, meskipun di peringatkan percuma karena ini sudah terlambat bahkan tak ada jalan keluar untuk pencegahan.

*krakkk

"Apa yang terjadi disini!?"

"Sial, bangunan ini akan segera rubuh!"

"Kenapa bisa seperti ini!"

"Mana aku tau!"

"Sial! Lari saja selamatkan diri kalian!"

"Pergi dari sini!"

"Guhhh! Menyebalkan!" Yajima mengumpat kesal karena terlambat sadar tapi Pandangannya tertuju Pada Bayangan diantara Bangunan yang mulai runtuh dan dia tau siapa ini "Ultear?.." dia terkejut melihat Wanita itu tak kabur.

"Semua ini untuk Jellal dan tujuannya telah tercapai" Ultear mengangkat tangannya dengan tersenyum sambil menatap Pak tua itu

"Kau..." Yajima memberi Deathglare dan dia hanya diam tak bisa berbuat banyak.

"Tugasku disini sudah selesai" Balas Ultear dia menatap Lacrima Orb dengan senyuman tertarik yang menampakan Gambar Natsu sedang berhadapan dengan Jellal 'Baiklah, DragonSlayer kecil perlihatkan padaku apa yang kau bisa lakukan dengan kekuatanmu untuk menghentikan ambisi orang itu dan juga menyelamatkan Knight mu?'

.

.

.

.

.

.

- Menara

Jellal maju karena tadi serangan Natsu merusak Menara yang dia buat dan itu membuatnya marah sebelum dia bertindak apapun Natsu sudah berdiri di depannya sebelum bereaksi dia sudah terkena Tinjuan keras dari DragonSlayer Api itu dan membuatnya terhempas.

"Aku, cukup terkesan dengan serangan dadakan tadi" Komentar Jellal mengusap Mulut.

"Kau belum serius aku tau itu" Balas Natsu.

"Kau yang disini tak serius sama sekali" Ucap Kurama, Natsu hanya mengabaikan saja.

"Kau saja yang maju aku ingin tau batasmu" Jellal malah menantang bukan melawan.

Natsu hanya maju dengan kecepatan biasa dia memukul Orang itu tapi, Jellal tangannya menghitam Natsu sadar dan tau apa itu dan kedua Pukulan itu beradu hingga menimbulkan efek kecil, Natsu mengayunkan kakinya ke atas dan Jellal langsung mundur lalu Natsu menarik nafas

"FIRE BLAST!"

Natsu menyemburkan Gumpalan Api dan mendorong Lelaki itu agak jauh.

"Bahkan yang aku lihat disini kau tak benar-benar serius" Komentar Kurama

'Ohh, diamlah selama dia bisa dikalahkan dengan cara biasa ngapain harus serius' Balas Natsu dia tadi sadar dengan tangan Jellal yang menghitam 'tapi, dia bisa Armament Haki juga huh? Setelah kucek tenaga dia lemah'

"Aku terkesan dengan tadi" Jellal membuka mantel yang dia kenakan "tapi, jangan kau fikir aku cuman begini saja"

"Kenapa kau tak buktikan saja?" Ucap Natsu terdengar menantang.

"Baiklah, ini Dia.. METEOR!" Jellal mengeluarkan Aura kuning yang mengelilingi tubuhnya dan Natsu tau itu tehknik kecepatan dia juga ikut menghilang bersamaan.

Natsu dengan kecepatan biasa meski Jellal cepat dia sudah memahami gerakannya, Jellal berada di belakangnya Natsu berbalik badan dan melayangkan tendangannya namun Jellal berpindah Tempat ke depan dan menyikutnya namun berhasil Natsu tangkap tapi Jellal dengan cepat mundur.

'Yang, benar saja bahkan aku tak bisa mengenainya sama sekali' Batin Jellal sedikit Frustasi.

'Hah, sudah kuduga mengecewakan sekali' Natsu mendengus niat dia tadi hanya mengukur seberapa cepat Orang itu tapi ini benar-benar mengecewakan bahkan bisa dibilang ini masih lamban jika dia serius Orang itu sudah terluka sedari tadi.

"Level dia dengan kau berbeda sekali nak" Kurama Sweatdrop.

'Hahahaha maaf' Natsu tertawa merasa tak bersalah.

Jellal kembali mengaktifkan tehkniknya dia bergerak cepat maju ke depan Natsu hanya memukul tangannya, Jellal langsung melompat ke belakang dan langsung melayangkan tendangannya, Natsu berhasil menahan dan Jellal terbang ke udara.

"Baiklah, aku rasa harus akhiri ini dengan cepat" Jellal mengarahkan jarinya ke depan dan muncul Rangkaian sihir di langit "aku akan menghukummu GRAND CHARIOT!" dan tak lama muncul beberapa Pilar Cahaya yang langsung menghantam ke bawah dan terlihat Natsu tak menghindar.

*Jduarrr!

Jellal kembali normal dan turun "aku rasa ini sudah cukup berlebihan jika begini maka sihir yang terkumpul akan tak jadi stabil dia melihat Natsu yang tergeletak tak bergerak " cukup mengesankan tubuhmu masih utuh tapi yah tak masalah "

Sebenarnya Natsu tak sebenarnya kalah dan dia hanya Pura-Pura Mati dan tak lama dia bangun dan mengambil batu dan melemparkan ke depan dan mengenai kepala Jellal, Lelaki berambut biru itu menoleh ke belakang dan terkejut.

"Astaga, kau terlihat senang sekali bisa mengalahkanku" Komentar Natsu menyeringai bahkan serangan tadi tak ada luka sama sekali "tapi, kau harus butuh waktu banyak untuk memaksaku tidur"

"Bocah keparat!" Jellal mengumpat sangat kasar "kenapa kau diam saja dan tidur disana karena kau tak ada level denganku sama sekali"

"Sudah kubilang paksa aku" Natsu menantangnya.

"Heavenly beams!" Teriak Jellal menembakan laser kecil dalam jumlah banyak meski sama seperti Laser yang Natsu Punya tapi daya serangan itu cukup rendah sekali dengan milik Natsu "tak, bisakah kau diam saja!"

Natsu memutar badannya untuk menghindar "cobalah, lebih keras lagi untuk menghentikanku"

"Wave Shock!" Jellal melemparkan Bola kejut listrik Besar, dan untuk Natsu tak ada kata menghindar dan dia malah menahan serangan itu dengan kedua tangan lalu dihilangkan secara bersamaan Lelaki berambut biru itu terkejut.

"Baiklah giliranku juga.." Ucap Natsu mengepal tangannya muncul Gumpalan magma yang besar dengan campuran Gumpalan Api yang terlihat panas "Inugami Guren!" dia langsung mengarahkan itu ke depan dan terlihat seperti Anjing Magma yang di selimuti Api meski begitu Jellal bisa menghindari tapi bukan itu tujuan dia menyerang.

*Jduarrrr!

Jellal membelalakan matanya melihat serangan itu dan beberapa bangunan yang meleleh "sialan kau! Butuh delapan tahun untukku membangun kembali normal"

Dilain sisi Erza sudah bangun dan melihat semua "apa yang terjadi disini?" keadaan dia masih tak sadar.

"Sudah kubilang tahan aku" Natsu menyeringai dia tau rencana ini berhasil dan dengan menghancurkan Menara ini cukup membuat Lelaki itu sangat marah "jika kau tidak mau Baiklah, akan kuhancurkan tempat ini"

"DragonSlayer sialan kau!" Teriak Jellal terpancing omongan Natsu Dia mengangkat tangannya ke atas dan sebuah Cahaya muncul dan membentuk sesuatu "akan kumusnahkan kau menjadi Abu!"

Erza melihat ini langsung berlari dan berdiri di depan Natsu sebagai Tameng "cobalah kemari, karena kutau kau butuh tumbal bukan?" dia tau cara seperti ini berhasil karena yang diucapkan Jellal tadi untuk Natsu dia cukup terkejut dengan kemunculannya yang tiba-tiba atau mungkin tak sadar.

'Memang benar dalam hal ini aku butuh tumbal tapi, jika seperti ini terus maka Menara ini akan hancur' Batin Jellal menyilangkan tangannya dan Gumpalan itu membentuk Bola Hitam kilauan yang makin membesar "Baiklah, lebih baik kalian mati sebagai Pasangan"

"Hoi! Menyingkirlah Erza" Teriak Natsu kesal dia tau Gadis ini tak bisa diperintah atau hanya dikasih tau saja karena sifatnya keras kepala "aku baik-baik saja!"

"Tidak, jangan khawatir karena kau sudah banyak melindungiku" Balas Erza dengan sikap yang sama keras kepalanya dengan Natsu "kali ini Giliran aku"

"Tch!" Natsu mendecak kesal kalau begini memang tak ada cara lain memakai pemaksaan.

"ALTARIS!"

Jellal langsung menembakan Bola besar hitam yang berkilauan itu tepat ke arah mereka berdua, Natsu mendecak kesal karena Erza keras kepala tapi dia memilih moment yang pas untuk menariknya secara paksa dan mementalkan serangan itu balik, ketika tehknik itu mendekat dan ingin menghalau mereka sesuatu yang cepat sedang melindungi mereka.

*Jduarrr!

Natsu melihat serangan itu meledak tepat di depannya tapi tak mengenai Erza tapi, matanya membelalak ketika tau Aroma Orang ini dan begitu Asap menghilang muncul seseorang berbadan besar dengan Penutup Mulut.

"Simon..." Erza yang Paling shock melihat tubuhnya yang terluka sangat Parah.

"Apa yang kau lakukan idiot!" Teriak Natsu merasa Frustasi dan tak mampu bergerak lebih cepat "kau seharusnya sudah Pergi dari sini!"

Simon terbatuk dan menyemburkan darah "ughuukkk! Aku hanya ingin membalas hutang budi saja" dia kembali menatap ke depan dan memberi Deathglare.

"Hah, kau masih disini juga cacing kecil" Jellal hanya menghela nafas tak Peduli.

Simon langsung ambruk serangan tadi cukup untuk membuatnya parah "yah, yang terpenting ughukkk! Aku sudah melakukan sesuatu yang berguna"

"Tetaplah bertahan jangan banyak bicara dulu!" Erza sangat Panik melihat kondisinya yang kian memburuk dia juga tak bisa berbuat banyak "setelah ini selesai aku akan membawamu ke rumah sakit!" dia memindahkan Lelaki itu ke pangkuannya.

"Hah, tak usah lagipula aku yang memilih ini" Balas Simon terlihat payah bahkan berbicara saja terlalu sulit apalagi bergerak "seperti biasa yah, kau memang orang yang baik" dia mengingat masa waktu di Menara jadi budak.

"Kenapa..." Erza dengan suara bergetar ketakutan dia takut hal ini terjadi tapi kenyataan memang begini.

"Hah, tak usah begitu ini tak cocok untukmu yang menangis" Simon tetap tersenyum dan Pandangan dia beralih ke arah DragonSlayer Api itu "hei, Natsu bisakah kau jaga Erza untukku sekarang? Mungkin hanya kau satu-satunya yang bisa aku percaya"

"Baiklah!" Natsu mengangguk wajahnya tak menunjukan emosi apapun.

"Oh, Souka! Dengan begini aku bisa tidur dengan tenang" Simon menutup matanya dan menghembuskan nafas terakhir dii Pangkuan Erza dan dia benar-benar meninggal disana.

"TIDAAAKKKKKKK!" Erza berteriak kencang Air matanya tak bisa dibendung sama sekali dan mulai menangis sejadinya.

"Hahahaha ini benar-benar menyedihkan sekali!" Jellal malah tertawa kencang dan terlihat Puas "dia memang harus seperti itu! Sampah seperti dia hanya menganggu bahkan tak ada gunanya maka lebih baik jika mati seperti itu!"

*Duaghh!

Natsu langsung menghajar Pria itu "bisakah kau diam dan tak banyak bicara" dan memberi Deathglare, tatapan matanya lebih emosional lagi "aku, akan memghancurkanmu beserta dengan Menara sialan ini" entah Gila atau apa dia secara sengaja memakan Kristal keras itu dan menelan secara kepayahan.

'Apa-apaan Orang ini!' Jellal sangat shock karena Pukulan tadi sangat keras.

Muncul Aura kuat disekitar Natsu yang berkobar hebat, dia tak berteriak bahkan lebih tenang meski begitu bagi siapapun yang melihat pasti sangat menyeramkan melihat musuh Emosi yang tak ditunjukan sama sekali dan tak lama Natsu membuka mata dan ada sesuatu yang aneh terjadi.

"Akhirnya aktif juga huh?" Guman Kurama yang tau apa terjadi terhadap tuannya "aku rasa cara ini lebih baik daripada dengan jiwa marah dan Balas Dendam"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

Kondisi berbeda di dalam Menara ini Aura kuat muncul bahkan terlihat mengerikan, Natsu hanya berbalik dan berjalan ke arah Erza setelah memakan Kristal keras itu tubuhnya menjadi lebih bertenaga dan ada sesuatu yang kuat memaksanya untuk melepaskan kekuatan ini meski Dia tak tau apa itu tapi, yang jelas ini sangat kuat.

"Natsu apa yang kau lakukan?" Tanya Erza melihat DragonSlayer itu berjalan kemari.

Natsu hanya nenaruh topinya di atas kepalanya "aku titip itu sebentar ada hal yang harus aku selesaikan sekarang"

"Ta-tapi..." Erza ingin bicara tapi shock melihat Natsu terutama di bagian mata yang berubah warna merah tapi di mata merah itu terdapat corak tiga lingkaran kecil yang saling terhubung dengan Garis dan titik di tengah itu terasa terlihat sangat keren dan indah menurutnya 'aku tak Pernah tau atau lihat sebelumnya tapi, ini benar-benar kuat'

'Gila, dia benar-benar telah menyerap kekuatan itu!' Jellal terlalu shock melihat ini.

"Kau benar-benar membuatku kesal!" Natsu memberi Deathglare mata dia memang berubah dan tak lama ledakan terjadi sekitar.

*Jduarrr!

'A-apa apaan Orang itu!' Jellal menggertakan Giginya sangat marah karena Api Hitam muncul dan membakar seluruh ruangan ini.

'Api Hitam?' Erza tak tau selama ini Natsu memiliki kekuatan Api Hitam setau dia hanya Api biasa atau mungkin Natsu selama ini hanya menahan kekuatannya.

Jellal langsung melesat cepat ke depan karena jika dibiarkan terus maka DragonSlayer itu akan menghanguskan Tempat ini tapi, sebelum itu terjadi Natsu sudah ada di depannya dan langsung dengan keras menghajar di bagian Pipi dan membuatnya terhempas kencang.

Jellal langsung bangkit dari Pukulan yang menyakitkan tadi "sialan kau!".

!

Sebelum dia membalas serangan itu Natsu sudah berada di belakangnya dan dia tak sempat menghindar dan langsung terkena tendangan berputar dan langsung menghempaskan Jellal jauh.

"Sial! Meteor!" Jellal mengaktifkan tehknik kecepatan miliknya dan terbang jauh ke atas menghindari Natsu "kau, takkan bisa mengejarku" namun dua salah persepsi karena Natsu sudah berada di atasnya

"Jangan begitu yakin dengan hal itu" Ucap Natsu mengepalkan tangan dan dilapisi tumpukan Tanah yang melindungi tangannya, Jellal ingin terbang menghindar tapi itu sudah terlambat "EARTH STRANGLE FIST!" dia langsung dengan telak menghajar kepala Jellal dan menghempaskan ke bawah.

*Jduarrr!

"Arghhhhh! Tidak mungkin!" Jellal berteriak kesakitan dia tak menyangka ada yang menyamai kecepatannya bahkan lebih darinya "aku tak boleh kalah disini, karena aku yang terpilih! Dan hanya aku yang bisa melihat Zeref!"

Natsu langsung terbang cepat dan mencengkram tangan Jellal "terpilih? Jangan bercanda Mimpimu itu hanya sebuah omong kosong" dia langsung menarik Jellal ke atas.

Jellal mengambil kesempatan ini dan terbang ke atas "aku yang sudah terpilih! Zeref sudah bersamaku dan aku yang membuat kebebasan sesungguhnya!"

"Yang kau lakukan hanya mengambil kebebasan Orang lain dan untuk kepentingan Pribadimu saja" Ucap Natsu menatap ke atas dia menaruh telapak tangan ke bawah "kau harusnya sadar atas perbuatan menyebalkan ini!"

"Diam kau!" Jellal membuat sesuatu corak Garis-Garis dilangit "kau Orang bodoh tak tau apapun tentang hal ini" dan tak lama dia membuat Lingkaran corak sihir.

"Abbys break! Kau ingin menghancurkan Menara ini!" Erza berteriak shock dia tau apa yang dilakukan Lelaki itu lakukan tapi Pandangan dia beralih ke Natsu dan menyadari Percikan kilat di tangan 'apa yang akan kau lakukan? "

"Ohhh, begitu? Aku rasa kau Perlu dikasih Pelajaran bagaimana kebebasanmu direbut" Balas Natsu dia hanya membuat Bola Percikan listrik Hitam di telapak tangan dengan efek kilatan yang menyebar luas "dan kau takkan Pernah mendapat kebebasan apapun"

"Hehehehe aku rasa Zeref hanya Perlu menunggu waktu lama" Jellal tertawa dia masuk ke dalam Aksara sihir itu dan berniat kabur "akan aku tunggu delapan tahun lagi ohh, tidak mungkin lima tahun lagi akan kubangkitkan dia"

!

Natsu sudah berada di depan matanya "kau tak berhak Punya kebebasan untuk ini dan seharusnya kau sadar atas tindakan yang menyebalkan ini" langsung mengarahkan tehkniknya ke arah Perut dan yang mustahil sekali di hindari oleh Jellal "RAIKURO RAIKI!"

*Cling!

*ngingg!

*Jduarrr!

Serangan telak itu cukup besar bahkan membuat ledakan kilat yang menghancurkan separuh Menara ini bahkan Orang yang diluar bisa melihat efek dari ledakan besar itu.

Dan Natsu langsung turun setelah Lelaki berambut biru itu tumbang "hah, aku tak tau itu berlebihan atau tidak"

"Itu hal yang biasa nak tapi, selamat atas bangkitnya milikmu" Ucap Kurama mengerang.

"Apa maksudmu?" Tanya Natsu tak mengerti namun dia terabaikan.

'Jadi, ini kekuatan kau yang sesungguhnya Natsu' Erza tersenyum dengan rona merah kecil di pipi 'aku salah karena menilai kau lemah dan sekarang kau benar-benar kuat' dia menatap DragonSlayer itu.

.

.

.

.

.

"Ohh sudah kuduga ini benar-benar menarik"

Ultear mejilati bibirnya dengan sensual melihat Pertarungan Tadi lewat Orb lacrima dan ini benar-benar membuat rasa Penasarannya sangat tinggi dan tak sia-sia jika tertarik kepada DragonSlayer Api itu yang memiliki kekuatan yang tak terkira.

"Kita tak lama lagi akan bertemu DragonSlayer kecil!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Menara

"Yo, aku berhasil" Ucap Natsu memamerkan Grinnya dan tak lama matanya kembali normal

'Pertarunganku benar-benar berakhir dan semua bisa bebas sekarang' Batin Erza tersenyum Dia mendekati Natsu dan memeluk kepalanya dengan erat "kau benar-benar hebat sekali aku Kagum denganmu"

"Yeah, aku ingin Istirahat sebentar" Balas Natsu menutup mata karena terasa nyaman dan tertidur.

"Baiklah!" Ucap Erza memeluknya sangat erat ke dalam Dada namun dia mendengar ledakan besar dan sudah tau bangunan ini bakal hancur dan buru-buru menggendong Natsu di punggung 'Simon..' ekspresi wajahnya kembali sedih melihat teman masa kecilnya yang sudah tak bernyawa.

Dia hanya menggeleng kepalanya tak mau terjebak dengan Orang yang sudah tiada terlebih dia tak Punya banyak waktu untuk mengheningkan cipta dan dia berlari sambil menggendong Natsu dan meloncat dari satu Pijakan ke Pijakan yang lain tapi karena Menara ini sudah mulai rapuh dan meledak akhirnya dia terjatuh.

Erza melihat Natsu yang tertidur "Sialan! Bagaimana bisa aku hanya seperti ini saja" dia mulai berfikir apa yang harus dilakukan 'kau sudah banyak membantu aku Natsu tapi, kali ini Giliran aku' dia menatap sekeliling dan mencari jalan keluar tiba-tiba dia sedikit teringat perkataan Jellal.

'Aku persembahkan tumbal ini dan menyatulah menjadi satu'

'Ahh, begitu yah sekarang aku mengerti' Erza menatap pecahan kristal ini dan dia tau hanya ini satu-satunya cara untuk menghentikan Etherion yang tak meledak dan memasukan tangannya ke dalam terdengar suara erangan nyeri 'Urghhh! Bagus ini masih bisa menerimaku sekarang' dia masukan secara perlahan.

Natsu bangun dari tidurnya dan melihat Gadis itu melakukan hal aneh "Erza? Apa yang sedang kau lakukan memasukan tubuhmu ke dalam sana"

"Ahh, Natsu aku rasa hanya cara ini saja menghentikan ledakan Etherion ini" Balas Erza tersenyum "jadi, dengan kata lain jika aku menyatukan tubuhku ke dalam maka ledakan bisa dicegah"

Natsu langsung Panik tak karuan mendengar ini "kau Gila huh! Bila kau melakukan itu maka tubuhmu sendiri..."

"Tak apa aku tau itu" Balas Erza tersenyum dan memasukan setengah tubuhnya ke dalam dan dia memegang Topi Natsu dan mengembalikan kepada pemiliknya, Senyum bahagia jelas sekali dan dia memegang Wajah DragonSlayer Api itu "terima kasih kepada yang lain dan juga semua teman-temanku disana aku sangat bahagia sekali dan itu sangat berharga bagiku"

"Khususnya kau yang banyak membantuku, terima kasih atas semua yang kau lakukan padaku, tak ada satupun Orang yang berbuat seperti ini selain kau bahkan dikala aku jatuh dan sedih kau selalu ada disini menghiburku dengan caramu yang aneh dan Perasaan dihatiku ini perlahan berubah dan aku sekarang tak melihatmu sebagai Saudara melainkan Seorang Lelaki"

"Dan aku rasa mungkin harus mengatakan ini meski terlambat, Aku benar-benar mencintaimu dan ini yang kurasakan sekarang kalau saja tak seperti ini aku akan menciummu sekarang tapi waktu yang kurang tepat hahhh! Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih kepada teman-teman Fairy Tail dan juga kau yang sudah mengisi kesendirian di hatiku"

Tubuhnya sudah masuk ke dalam sana semua.

"Hei! Kau keluar dari sana! Dan jangan bercanda!" Teriak Natsu namun terabaikan

"Tapi, aku akan mendukungmu jika kau memilih Gadis lain" Erza tetap tersenyum dia masih ingat rivalnya yang berambut Putih "Mirajane, Lucy, atau Lisanna aku tak masalah karena kau Lelaki yang bertanggung jawab dan jika Memiliki ketiganya juga tak masalah karena aku yakin kau Orang yang baik" dia tertawa kecil jika membayangkan itu.

Natsu hanya diam ditempat dengan tangan mengepal "yang benar saja, setelah kau berbicara seperti itu apakah aku akan membiarkanmu? Jelas tidak, kau harus hidup"

"Kau harus cepat nak, kita tak Punya banyak waktu" Ucap Kurama

"Aku tau" Balas Natsu membuka mata dan matanya kembali berwarna merah "akan aku hanguskan semua yang mengambil milikku"

Dan seketika seluruh ruangan disini terbakar api Hitam yang menjalar ke seluruh Tempat dan menghanguskan semua bahkan Menara itu meleleh disaat yang sama karena sihir banyak yang keluar seketika langsung meledak dengan skala yang sangat besar.

*Duarrrrrrrrrr!

*Boooooommmm!

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

Dan selesai fiuhhh, cukup melelahkan juga untuk nulis tapi yang jelas bagiku masih Update saja bersyukur yang teramat dalam see ya!

Pm

.

RnR