Dan kembali ke Tempat yang di maksud dan terus melanjutkan fic ini meski Puasa yang begitu Hebat tapi, kita tak boleh menyerah dan terus semangat dalam menjalankan ini sebagai mana mestinya, dan yah ada beberapa saran yang harus saya jawab, Pertama mungkin sudah terlanjur meski masih bisa tapi, Chapter yang keluar sudah banyak dan aku tak bisa merubah itu lagi yah! Meski salah satu Char utama Gak ada tapi, Char lain Pasti ada dan akan aku tambahkan tapi, cerita ini tetap mengalir meski begitu banyak saran yang bagus tapi sudah terlambat, yah aku hanya mengucapkan terima kasih ajah atas saran itu tapi, jawaban tidak.
P.s : seperti tahun sebelumnya jika mendekati lebaran aku akan Hiatus sementara menikmati Waktu liburku bersama keluarga mungkin akan lanjut setelah Semua kembali normal maksudnya Pegawai yang bekerja dan Murid-murid yang kembali Sekolah :-)
Chapter 31 : Problem Natsu And The Reporter
.
...
.
- Guild Fairy Tail
Mereka Semua yang dari liburan kini telah kembali ke Rumah Mereka berada dan tentu saja luka yang diterima sudah sembuh total dan mereka Semua sampai di Pintu Guild tapi, banyak hal yang telah berubah disini.
"Mereka ternyata sudah memperbaikinya huh?" Komentar Natsu melihat Bangunan Guild yang lebih mirip sebuah kastil kerajaan dan itu terlihat luas 'urghhh! Entah kenapa tak ada yang beres disini' Ekspresi wajahnya agak masam sekali.
"Ini, jauh berbeda dari sebelumnya" Ucap Erza cukup terkejut dengan Perubahan besar ini yah, Guild lama Mereka dulu memang hancur akibat serangan Phantom beberapa Hari yang lalu tapi, tak menyangka bisa secepat ini Perbaikannya.
"Kita Punya Cafe dan Juga toko Sovenir huh?" Gray hanya terkejut dengan Guild yang berubah seperti Pasar malam saja dengan beberapa Toko "dan, Juga kenapa ada beberapa Pelayan disini?" dia tak ingat bahwa Guild ini memiliki Pelayan seperti biasanya.
"Aku yakin ini idenya Master sendiri" Lucy Sweatdrop dengan tingkah Kakek Tua itu yang semakin Parah mesumnya.
"Kalian rupanya sudah kembali dari liburan!" Max menyapa dengan Grin sambil melambaikan tangan "Ohhh, bicara soal itu aku menjual barang bagus disini" dia terlihat bekerja sebagai Penjual Barang.
"Tunggu apa yang kau Jual disini?" Tanya Gray.
"Banyak Mulai dari Pakaian, Gelas, Gelang tangan, Handuk, dan Lacrima Kristal serba Fairy Tail" Jawab Max yang mulai Mempromosikan barang "tapi, yang Paling laris dan selalu terjual adalah Action Figure Fairy Tail yang kami hargai sebesar 3000 Jewel"
"Hey! Lihat ini Punya kau dan terlihat Mirip" Ucap Happy menunjukan Action Figure Milik Lucy "dan mereka membuat ini sangat bagus"
"Yang benar saja, Singkirkan benda itu dan buang yang sangat Jauh" Ucap Lucy memasang Wajah melas yah, bukan jadi masalah sih tapi, yang jadi masalah adalah Mainan itu bisa dilepaskan Pakaiannya.
"Kenapa milikku telanjang dan Tak mirip pula" Komentar Gray Yang terlihat tak suka dengan tampilan ini.
"Ohhh, kalian sudah Pulang rupanya" Ucap Suara Wanita lembut Berambut Merah yang tak lain adalah kembaran Erza versi Dewasa.
"Hei! Irene sebenarnya apa yang terjadi disini?" Tanya Natsu yang sedari tadi wajahnya masam terus.
"Masuk saja ke dalam dan lihat saja sendiri" Ajak Wanita Berambut Scarlet itu berjalan ke dalam "ohhh, ya ngomong-ngomong Gray, Soal Gurumu dia sudah sembuh dan baik-baik saja"
"Ohhh, Baguslah" Gray hanya bersyukur lega saja dan mereka masuk ke dalam Guild.
"Sangat luas sekali bahkan berbeda dari sebelumnya" Ucap Lucy Kagum dengan seisi ruangan ini yang lebih megah dari Pertama kali dirinya kemari.
"Ada Apa denganmu?" Tanya Irene melihat Ekspresi DragonSlayer Api itu berbeda dari biasanya.
"Hahhh! Bukan apa-apa" Jawab Natsu menghela nafas, terasa Tubuhnya tak mengenakan sama sekali semenjak tapi, Wanita itu hanya tersenyum terlihat sudah mengetahui apa yang terjadi.
"Ohhh, hei Sensei bagaimana dengan keadaanmu?" Tanya Gray melihat kondisinya.
"Yah, aku sudah baikan dan bisa menggunakan sihir seperti biasanya" Jawab Ur menunjukan sihirnya sama seperti Waktu dia belum terkurung di dalam Es.
"Banyak hal yang berubah semenjak kalian Pergi, di belakang Bar kita memiliki kolam renang Juga" Ucap Irene menjelaskan "dan di ruang bawah kita memiliki Tempat Hiburan dan yang Paling berubah adalah Kita bisa diam dan naik ke lantai Dua tapi, Soal Misi Juga kalian harus membawa Penyihir Tingkat S untuk Pergi"
"Ohhh, kalian sudah kembali rupanya" Ucap Makarov bersama dengan orang yang tak asing lagi bagi mereka "Ngomong-ngomong ini adalah Juvia Anggota baru kita, bukankah dia manis?" dia menyeringai.
Juvia kali ini cukup berbeda dan sudah berubah Penampilan, dengan Rambut Dicukur Pendek Seleher, dengan Topi berbentuk bunga berwarna Putih, mengenakan Gaun Putih Panjang selutut, dibalut Rompi Biru yang diikat di leher, dan sarung tangan Putih Panjang, dengan Sepatu Boot berwarna Putih Hingga dengkul.
"Juvia terima kasih atas bantuanmu tempo hari itu aku sangat bersyukur kau bisa bergabung disini" Ucap Erza memberi sambutan hangat dengan senyuman.
"Hahahaha itu bukan apa-apa, malahan Juvia sangat senang bila diterima disini" Ucap Juvia tertawa Riang tapi, Ekspresi wajahnya berubah Menjadi Deathglare ketika melihat Penyihir Bintang Roh itu "ingat yah! Jangan Pernah mendekati Gray-Sama lagi karena dia milikku wahai saingan Cinta"
"Iyah, selamat Datang" Lucy hanya Sweatdrop dengan tatapan aneh yang ditunjukan kepadanya "Yang benar saja!, aku sudah Milik Natsu jadi Mustahil aku menyukai Gray"
"Oke! Semoga kalian berkawan dengan baik" Ucap Makarov yang terlihat bahagia dan berharap tak ada Dendam apapun meski Pernah menjadi satu musuh "ahhhh, ya ngomong-ngomong Kita Juga memiliki satu Anggota baru lagi" dia menunjukan seseorang yang tengah duduk dan menampakan Wajah Aslinya.
Seorang Lelaki besar dan Tinggi, mengenakan Baju Hitam tanpa lengan, dengan sarung tangan Pendek, dan Sepatu besi Hitam, dengan Rambut Hitam Panjang, dan beberapa Tindik besi di Telinga, Alis, dan Juga Hidung.
"Ka-Kau Gak bercanda bukan!" Gray shock karena tau siapa Anggota baru ini "Dia, bukankah Gajeel?! Apa yang dia lakukan di Tempat ini!"
"Mungkin untuk Juvia kita tak mempermasalahkan hal ini tapi, untuk dia kita tak bisa mentolerir ini" Ucap Erza memberi Deathglare tampak wajahnya tak suka sekali dengan DragonSlayer besi ini.
"Master ini Gak Lucu tau!" Gray berteriak Protes menentang keputusan ini.
"Tunggu! Jangan salahkan dia karena Juvia sendiri yang mengajaknya bergabung kesini" Ucap Gadis Hujan ini memberi Pembelaan terhadap rekan satu Guildnya Dulu dari teriakan Protes yang menggema "lagipula Juvia tak tega jika meninggalkan Gajeel-Kun sendirian"
"Sudahlah lagipula dia seperti itu karena Perintah Jose jadi jika kita berada di Posisinya Pasti kita akan melakukan hal yang sama" Ucap Natsu langsung menengahi Pertengkaran kecil seperti ini dan Juga masa Bodo jika siapapun mau bergabung "lagipula dia masih teman satu Guild jadi, Mungkin Dulu Pernah jadi musuh tapi, sekarang sudah berbeda" dia benar-benar merasa tak enak dan ada sesuatu di Tubuhnya.
'Ohhh, sudah aku duga bakal seperti itu' Batin Irene tau apa yang menjadi masalah dari tingkah laku Natsu yang tak bersemangat "tapi, Hei Ur aku ingin berbicara sesuatu" dia berbisik kepada Wanita Berambut Hitam itu.
Ur hanya mendengarkan dan mengangguk kecil "baiklah, lagipula aku tak Pernah keberatan apapun alasannya" dia tersenyum dan tampak blush kecil di wajahnya.
"Yah, memang benar apa yang dikatakan Natsu dulu musuh sekarang adalah Teman" Ucap Makarov merasa lega karena Natsu bisa menengahi masalah ini dan Juga cukup Kagum dengan aksi dewasanya yang tak memilih Pendendam karena itu bisa Gawat jika bakal terjadi.
"Aku su-sungguh Tak a-ada ma-masalah" Ucap Levy dengan tubuh Gemetar bersembunyi di balik tembok mungkin dia masih mengingat kejadian memalukan yang Pernah menimpanya "ji-jika dia be-bergabung ke-kesini" sementara Dua Orang Temannya memberi Deathglare tak menyenangkan kepada DragonSlayer Besi itu.
"Gehe! Terima kasih, tapi sebenarnya aku bisa sendiri dan tak berniat meminta bantuan kau saja" Ucap Gajeel dengan nada Arogan seperti biasa "lagipula aku masuk ke Guild tak berguna seperti ini hanya untuk mendapatkan Uang saja dan makanya aku butuh Pekerjaan ini"
"Terserah!" Natsu tak memilih membalas ledekan itu karena Tubuhnya masih tak karuan dan jika sudah seperti semula maka dia langsung meninjunya.
"Yah, tenang saja dia bukanlah Orang Jahat yang seperti kalian kira" Ucap Makarov yang berharap saja "lagipula dia masih Remaja sudah sepantasnya yang Tua membimbing ke Jalan yang benar"
"Yah, Jika Natsu bilang tak masalah dan Master menyetujui ini aku rasa tak bisa menolak lagi" Ucap Erza masih belum Hilang Rasa Curiga tadi "tapi, aku akan tetap mengawasinya jika dia melakukan sesuatu yang mencurigakan"
*Bammmm!
"Hoiii! Siapa yang mematikan lampu!" Teriak Gray yang merasa Pandangannya Gelap Gulita.
"Ayo Cepat Duduk disini" Irene menarik DragonSlayer itu dan memaksanya diam "dan sebentar lagi Pertunjukan akan segera di mulai"
Dan tak lama Tirai Panggung buatan Muncul dan menyorotkan ke arah seseorang dan disana tampak Mirajane Strauss seperti biasa dengan Wajahnya yang cantik, mengenakan Gaun Motif Macan Tutul, dengan duduk di kursi sambil memegang sebuah Gitar.
"Baiklah semuanya kumohon diam yah!" Ucap Mirajane tersenyum Ceria dan melihat Natsu disana dengan wajah bosan tapi, yang membuatnya terkejut adalah sesuatu yang berbeda dan lain dari Natsu biasanya meski dia tak tau apa itu "Aku akan mulai bernyanyi sekarang!" dia mulai memetik Gitar berharap Mood Natsu membaik lalu bernyanyi.
"Hoho! Ini dia Mirajane akan bernyanyi!"
"Inilah yang kami tunggu!"
"Mira-Chan!"
"Mirajane!"
"Tinata no inai~Tsukae wo medete~Kage Wo Otoza~Kyou ma Hitori~Hoshizora Mingge~Inori Wo kakete~Tinatta wa omaji ima~Namida Korefa~Ruera Tokino~Yami ni Rujikesou~na toki demo~wasurena...i de..~Kaeru beshou Ga...Aru kara~Matteru Hitto Ga...~Iru Kara..."
"Aku tak Pernah tau Mirajane bisa menyanyi" Komentar Lucy yang cukup kagum dengan nada suaranya yang bagus sekali.
"Yah, dia memang sudah sering melakukan ini" Jawab Cana.
"Hfffttt! Gak asik" Ucap Gajeel menghela nafas bosan dengan Genre musik tadi tapi, ada ide Usil di Otaknya ketika melihat Natsu di sampingnya dan tanpa ragu langsung menginjak Kaki Natsu dengan kencang "hehehe!" dia tertawa tak bersalah sambil menghadap arah lain.
Natsu langsung berteriak kencang dan rasa sakit yang dia terima Padahal setelah ini dia akan Pulang sambil Mengistirahatkan tubuh yang terasa aneh dan langsung mendelik ke DragonSlayer besi yang menginjak Kakinya tadi "Bangsat kau! Sengaja melakukan itu huh?!" dia berbicara dengan emosi.
"Apa maksudmu? Aku tak Pernah melakukan apapun!" Jawab Gajeel dengan wajah tak bersalah meski dia Pelakunya tapi, beberapa saat kemudian Wajah Kedua DragonSlayer ini dilempari sebuah Gelas besar.
"Guahh!"
"Gahhh!"
"Berhenti berisik! Kalian mengganggu Pertunjukan saja!"
"Argghhh! Kalian Semua benar-benar menyebalkan sekali!" Teriak Natsu sudah tak bisa mengontrol emosinya dan langsung mengangkat meja sambil melemparkan ke sembarang Arah.
"Berhenti berbuat keributan Natsu" Ur tertawa kecil melihat tingkah kekanakan itu tapi, DragonSlayer itu tak mendengarkan.
"Brengsek kau Natsu! Jangan seenaknya melemparkan sesuatu!" Gray yang tersulut emosi langsung ikut campur dan mulai baku Hantam tapi, tak sadar menyenggol Erza yang sedang makan kue alhasil Kue yang dimakan jatuh dengan wajah shock dari Gadis itu.
'Ohhh, tidak...' Natsu Panik karena melihat Ekspresi Erza yang kehilangan kuenya dan Natsu tau bakal apa yang terjadi selanjutnya dan memilih menjauh sambil mencari Tempat berkelahi yang aman.
"Ku-kue Miliku!" Erza menatap makanannya yang sudah tergeletak di tanah dengan Wajah Penuh keringat dan Tubuh Gemetar, dan terkejut dia belum Hilang karena Kue tadi terinjak oleh Elfman.
"Bisakah kalian Diam sebentar! Dengarkan Nee-Chan bernyanyi!" Teriak Elfman yang memberi Bogeman ke seseorang.
*Duangggg!
"Kau yang seharusnya diam bangsat!" Teriak Erza Sangat emosi dan langsung menendang Elfman sekuat tenaga dengan mode berseker Hingga membuat Lelaki itu terlempar Jauh.
Sorano yang tengah makan akhirnya terganggu karena Elfman mendarat di depannya dan menghancurkan makanannya tampak emosi kesal langsung meledak dari Gadis itu "argghhh! Dasar Merah Gendut tak berguna sama sekali!" dia menarik kerah Elfman dan melemparkan Lelaki itu balik sambil ikutan berkelahi dan tentu saja sasarannya Erza "kesini kau! Tin Can! Kau harus aku beri Pelajaran!"
"Seseorang Tolong Hentikan Natsu!" Ucap Salah Satu Member Guild yang kena Jotos Natsu tanpa Henti.
"Aku rasa Mustahil menghentikan Naga yang sedang mengamuk" Ucap Lisanna tertawa kecil melihat Calon suaminya yang tanpa belas kasih meninju Mereka.
"Ahhh, aku rasa lagu Pelan tak Cocok dengan suasana ini" Ucap Mirajane melihat keributan ini, dia akhirnya berganti kostum mengenakan Gaun Pendek yang lebih ketat dan terbuka "kalau begitu lebih baik kita mulai lagi!" dia berteriak senang dan mulai bernyanyi lagi dengan beda Genre.
"Urghhh Mereka ini benar-benar tak Pernah berubah sama sekali" Ucap Lucy memilih Tiarap dan bergabung dengan keributan ini karena yang Pasti Wajahnya terkena Hantaman bangku "tapi, aku rasa memang seperti inilah kita" tampak senyum kecil di wajahnya.
"Anak-anak Sialan ini! Tak bisakah Mereka tenang satu Hari saja" Ucap Makarov terlihat sangat kesal dengan keributan ini Padahal Guild ini baru saja Rampung beberapa Hari yang lalu "uwahhhh! Padahal besok ada Wartawan yang mau meliput Guild kita!" dia langsung menangis di Pojokan.
Irene melihat kesempatan ini menarik Tangan Natsu dan membawanya menjauh "Natsu kau bisa ikut dengan aku sebentar?"
"Kemana?" Natsu bertanya balik tapi, tak ada nada Suara Protes sama sekali.
"Ke Tempat Bagus dan tenang saja kau akan menikmati itu" Jawab Irene mengedipkan mata, tampak senyum Jahil di wajahnya "Hei, Ur Ayo kita Pergi sekarang!" dia mengajak Wanita Berambut Hitam itu.
"Ohhh Baiklah!" Ur segera menyusulnya tanpa bertanya sedikitpun sama sekali karena dia sudah tau apa yang bakal terjadi.
Dan Mereka bertiga meninggalkan keributan itu dan Pergi ke sebuah Tempat di Guild ini sambil menghindari keramaian dan rasa Curiga karena Semua Fokus ke Keributan yang terjadi.
.
.
.
.
.
- Ruang Perawatan
Sementara yang lain melakukan keributan yang tak jelas tentu saja ketiga Orang ini melakukan hal yang berbeda dan nakal, tampak beberapa Pakaian yang berserakan di lantai dan terdengar suara Gerangan dan desahan di ruangan ini Aroma Sex yang kuat Juga menjalar ke seluruh sudut ruangan ini.
Terlihat Tiga Orang di Atas kasur dengan Kondisi Telanjang Penuh tanpa Pakaian. Seorang Lelaki Berambut Pink tengah tidur terlentang dengan Kedua Tangan di belakang Kepala dan Wajah menahan Nikmat, dan Kedua Orang Wanita Dewasa berbeda warna Rambut berada di antara kakinya sambil memberi kenikmatan kepadanya, terdengar desahan kecil dari Kedua Wanita itu.
"Ughhhh! Aku tak Pernah tau bahwa kau akan melakukan ide seperti ini" Natsu mengerang Nikmat karena membernya kini diapit seperti Sandwich oleh Dua Payudara besar ini dari Kedua Wanita Dewasa yang sudah Pernah melakukan ini sebelumnya "Ugahhhh!" dia merasa sesuatu ingin keluar.
Ur mengerakan Payudaranya dan terus mengapit setengah membernya lalu berbicara "yah, sebenarnya ini Ide dari Irene Aku hanya ikutan saja" dia memberi Jilatan di Ujung Penis yang masih mengeras dan sedikit mengeluarkan Cairan itu "aku tak Percaya setelah beberapa kali keluar masih saja mengeras" dia merasa Dadanya saling bergesekan dengan Dada Wanita lain di depannya tapi, itu tak menghentikan dirinya untuk terus menggesek.
"Hmmmm! Yah, aku melihat kau sedikit aneh tapi, aku mengetahui itu dan aku rasa memang ini Caranya saja" Jawab Irene tersenyum dan kembali menggesekan Penisnya menggunakan Dadanya yang Besar sekali itu "tapi, terlihat kau terasa baikan dan tak menolak hal ini" dia langsung melahap member itu ke dalam mulutnya sambil terus mengusap kencang.
"Y-yah! Ugahhhh!" Natsu berteriak Nikmat karena Mulut basah dari Wanita itu menghisap miliknya, dia merasa Payudara besar dari Kedua Wanita itu terus bergerak mengusap miliknya "ta-tapi, terima ka-kasih ha-hanya saja aku tak ta-tau apa yang terjadi Arggghh!" dia tak tau Cairan Putih Apa yang keluar dari Lubang mereka berdua.
Irene tersenyum mendengar ini "nanti, saja setelah ini aku Jawab tapi, kau nikmati saja Pelayanan dari Kedua Wanita ini Darling!" dia kembali menghisap Penis itu ke dalam mulutnya dan membasahi bagian Ujung dengan lidahnya tampak blush kecil di wajahnya.
"Heyy! Jangan Enak sendiri, kau harus berbagi" Ur Protes dengan kesal karena Wanita Scarlet itu selalu menikmati sendiri meski sebenarnya dia tengah mengusap Penisnya dengan Dadanya sambil menjilati Tengah Batang itu tapi, itu belum cukup.
"Baiklah Nona Es terlihat kau tak sabar sekali" Irene tertawa kecil dan melepaskan itu melakukannya tampak Wanita Berambut Hitam ini langsung mengemut Member Natsu Hingga terdengar Suara Desahan kecil "tapi, kau harus melakukan itu dengan baik atau Natsu takkan Pernah Puas" dia memegang Kepala Ur dan memaksa Semua itu masuk ke dalam.
"Hughhhhhhmmmppp!"
Ur sedikit tersedak setelah dorongan Paksa benda besar itu masuk ke dalam Hingga tenggorokan dan dia hanya diam saja sambil mengambil nafas dan mulai menggerakan mulutnya yang terus mengusap membernya 'Ohhhh! Aku tak tau ini benar-benar luar biasa' dia mendesah Nikmat sambil terus bergerak terasa Milik Natsu yang sudah berkedut.
Irene lepas dari sana dan melihat Blush berat dari Wajah Ur dengan Pupil yang tak beraturan dan membiarkannya melakukan itu sendirian dan tersenyum ke arah Natsu "kemarilah Natsu, biarkan aku menikmati ini Juga" dia mendekati DragonSlayer Api itu sambil merangkul Kepalanya dan mencium mulutnya dengan dalam sekali.
Natsu menerima Ciuman itu dan saling beradu satu sama lain Hingga terdengar suara menghisap dan Kedua tangannya memeluk Tubuhnya yang langsing itu, dan mulai membuka Mulut saling berperang lidah tampak Blush Juga di Wajahnya dan merasa miliknya akan segera klimax karena Wanita lain saat ini tengah mengusap Penis miliknya dengan Payudaranya sambil terus menghisap masuk ke dalam Mulut.
Ur terus menghisap itu masuk ke dalam mulutnya tampak rasa yang luar biasa membuat dirinya terasa mabuk dalam kenikmatan ini 'Hmmmppp! Sangat Lezat dan Aroma yang luar biasa' dia menghirup Aroma miliknya dan membuatnya Blush lebih berat lagi, terasa Milik Natsu sudah berkedut lebih kencang dari tadi dan sudah mendekati klimax.
tangan kiri Natsu memegang Kepalanya sambil mengusap Rambutnya yang Pendek itu sambil terus mencium dan menghisap Mulut dari Wanita Berambut Scarlet ini yang kalah dalam beradu lidah dan Tangan kanannya bergerak ke bawah. Vaginanya dan mulai memasukan Dua Jari ke dalam terlihat Wanita Scarlet itu membelalakan matanya dan berteriak di dalam Ciuman itu tapi, Natsu tak Peduli dan terus menggerakan Jarinya lebih cepat.
Natsu akhirnya tak bisa menahan lebih lama lagi dan menggerakan Pinggulnya ke atas dan langsung menembakan Sperma Hangat ke dalam mulutnya, Untuk Ur sendiri dia sangat terkejut dengan Natsu yang menahan Kepalanya dan memasukan membernya lebih dalam Hingga ke tenggorokan sambil menembakan Semburan Hangat ke dalam sambil mengapit erat Penisnya dengan Dadanya yang besar itu.
Ur tetap dalam seperti dan terus menelan Cairan yang tak Pernah berhenti untuk terus menyembur ke dalam mulutnya tampak Wajah dari Wanita ini Blush yang lebih merah, dan menghela nafas berat sambil menikmati Sensasi yang lezat ini dan itu terasa banyak sekali hingga tak tertampung dan keluar dari mulut. Dan untuk Irene dia mendesah kencang di dalam Mulut Natsu setelah Tubuhnya langsung klimax karena bagian Sensitivnya dimainkan dengan kencang oleh Natsu mengenakan Jari.
Natsu melepaskan Ciumannya dan terlihat Tubuh Wanita Berambut Scarlet ini begetar dengan Wajah yang lebih merah dan merasa Vaginanya menyemburkan Cairan bening dalam Jumlah banyak tapi, Wanita itu kembali menciumnya dengan lembut.
Setelah dirasa tak ada lagi Ur langsung melepaskan Penisnya dari dalam mulutnya tampak Nafas dari Wanita tersenggal berat dan ingin membersihkan Tubuhnya tapi, sebelum itu terjadi, wajahnya langsung terintrupsi oleh semburan yang ketiga kali dengan Jumlah banyak Hingga memenuhi Wajah dan Dadanya.
"Ohhhh! Kami! Ini benar-benar banyak dan luar biasa Natsu" Ucap Ur menghela nafas Panjang dengan serangan dadakan tadi "tenaga kau benar-benar seperti Monster" dia tak menyangka setelah tembakan yang banyak keluar masih saja keras.
Natsu hanya mengangguk saja dan melihat Jarinya yang terlapisi Cairan kental dan lalu menghisap itu yang terasa lezat sekali dan sama seperti yang dia lakukan kepada Erza beberapa Hari yang lalu.
Irene melepaskan Ciumannya dan tersenyum melihat Ekspresi Ur yang Pernah terjadi Padanya "sudah aku bilang, Jangan Pernah kau meremehkan Naga dalam Stamina karena jika sedang buas kau Pasti Habis Hingga tak bisa berjalan" dan mendekati Wanita itu dan menjilati tubuh dan Dadanya yang tertutup Cairan Lezat dari Natsu "tapi, tak bagus jika kau menikmati itu sendiri" dan mulai menelan semuanya.
Ur merintih kecil merasa Lidah dari Wanita Scarlet itu menyentuh dan menghisap bagian Sensitivnya "Ahhh! Hey! Hentikan!" dia berteriak memohon tapi, Tubuhnya berkata lain dan membuat Pose Sexy selain itu dia membersihkan Wajahnya dan menelan Sperma yang tersisa Hingga bersih.
Setelah Irene membersihkan Tubuh Ur dan menelan Sperma itu kini Wajah Mereka saling berhadapan dan berpelukan saling menempelkan Dada Masing-masing yang besar itu Hingga membuka Mulut saling beradu lidah dan membagi Sperma Natsu tampak Desahan dari Kedua Wanita itu.
Natsu mendekati Kedua Wanita dengan member yang masih mengeras dan mengusap miliknya "hey, kalian sudah selesai?" dia sudah tak sabar dan lelah melihat Hubungan lesbian itu.
Irene langsung melepaskan Ciumannya dan Tertawa kecil "terlihat kau sudah tak sabar, Baiklah apa boleh buat" dia membelakangi Natsu dengan Kepala menempel di kasur dan menunjukan Pantatnya ke Udara "kemarilah, Gunakan aku sepuasmu" dia menggetarkan Pinggangnya sendiri.
"Tapi, ngomong-ngomong kau tau apa yang terjadi dengan tubuhku?" Tanya Natsu tak faham karena setelah melakukan ini Tubuhnya terasa kembali normal lagi.
"Tentu Saja" Jawab Irene memegang Pantatnya dan Menunjukan lubang Vaginanya yang meneteskan Cairan kecil "tapi, jika kau ingin tau maka selesaikan dulu Pekerjaan kau" dia tersenyum menggoda.
"Hey! Aku Juga ingin itu!" Ur Protes karena merasakan terabaikan dan membuat Posisi yang sama seperti Irene "kemarilah, Natsu lepaskan Semua yang kau Punya" dia memberi kedipan Genit.
"Aku rasa harus menunggu Jawaban ini setelah selesai" Ucap Natsu mengerti dan langsung memasukan miliknya ke Dalam Vagina Ur tanpa Perlahan Hingga membuat Wanita itu langsung berteriak kencang.
"AHHHHHHHHHH!"
tak lama Mereka melakukan Aktifitas itu lagi dan Natsu terus menghantam Kedua Wanita itu yang tak bisa berhenti berteriak. Terdengar suara desahan, Rintihan, Erangan, dan Kulit yang saling beradu dengan kencang menggema seisi ruangan Perawatan ini sementara mereka melakukan Sex, Anggota Guild yang lain tengah membersihkan Guild ini sebagai Hukuman atas keributan tadi dan bingung mencari Natsu yang hilang karena dialah Dalangnya.
Dan setelah Lima Jam berlalu dengan Aktifitas yang mengeluarkan banyak keringat itu, kini Natsu beristirahat dengan Irene di samping kanan dan Ur di kiri sambil Menekan Payudara Mereka ke Dadanya tampak Wajah lelah dari Kedua Wanita itu dan hanya terbalut sebuah Selimut saja.
"Tadi, itu benar-benar menyenangkan sekali" Komentar Ur mengusap Perutnya yang hangat karena terus terisi oleh Cairan itu "dan kau mengerti Juga bagaimana membuat Wanita berteriak ketagihan seperti itu" dan Jarinya menelusuri Tubuhnya yang Penuh otot dan berbentuk ini.
"Ingat Dia Naga" Ucap Irene tertawa kecil dia merasa Pantatnya sakit karena ditampar tadi "dan kau tak harus terkejut mengingat dia kuat dan banyak Stamina dalam bertarung maka dari itu Stamina di Ranjang Juga harus besar"
"Jadi Kau tau apa Penyakit yang menimpa tubuhku?" Tanya Natsu.
"Kau ini hanya sedikit Stres Natsu dan itu Hal lumrah yang sering terjadi kepada DragonSlayer yang memiliki Mate" Jawab Irene Yang sudah tau masalah Natsu "dan akan terus datang takkan Pernah Hilang tapi, jika kita sudah tau Obatnya untuk menghentikan ini meski sementara itu tak masalah"
"Tapi, jika itu terjadi lagi kepadaku?" Tanya Natsu merasa kesal dengan penyakit "bisakah, aku melakukan ini lagi dengan kalian?"
"Tak masalah, kau hanya tinggal bicara saja" Jawab Irene yang terlihat menikmati ini "aku takkan Pernah menolak ini"
"Aku Juga" Balas Ur terhadap Penyelamat Hidupnya "kau tak usah sungkan untuk berbicara dengan kita".
" ahhh aku benar-benar sangat lelah sekarang" Ucap Natsu dan langsung menutup Mata.
"Yah, aku Juga"
"Benar"
Ur langsung merangkul Tubuh Natsu dengan Erat dan tertidur di Pundaknya tampak senyum senang di wajahnya sementara Irene memeluk lehernya dan tertidur di dadanya dengan senyum bahagia, untuk Natsu Kedua tangannya merangkul erat sekali Kedua Wanita itu dan akhirnya mereka tertidur.
Mereka langsung tertidur Pulas dan tak tau bahwa Master Guild ini tengah mengintip Aktifitas Mereka sedari tadi lewat balik Pintu yang sedikit terbuka. tampak Wajah memerah, dan Mata berbentuk Hati, dan Hidung yang keluar darah banyak menunjukan Ekspresi bejat tak terkira melihat Pemandangan luar biasa ini.
Dia Awalnya benar-benar terkejut dan tak mengira salah satu bocahnya melakukan Hal luar biasa itu terlebih dengan Dua Wanita Sexy ini meski begitu dia cukup Bangga dengan Natsu karena sudah melakukan Mimpi yang tak Pernah terjadi kepadanya mungkin setelah Gildarts kembali dia akan Memberi tau semuanya.
'Natsu! Kau benar-benar Seorang Pria Sejati!' Makarov berteriak Bangga dengan Air Mata bahagia.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Keesokan Harinya ( Guild Fairy Tail )
"Jadi bagaimana menurutmu?" Tanya Mirajane yang seperti biasa menjaga Bar kecilnya dan mereka Semua berkumpul disini.
"Bagaimana apa maksudmu?" Tanya Erza balik tak mengerti Gadis Barmaid itu katakan dan seperti biasa melahap Kue Strawberry dengan tenang.
"Masa kau begitu saja tak tau hmnmm?" Mirajane menyeringai tampak Wajah Yang ingin berbuat Usil sekarang "Ayolah! Bahkan Semua Orang sudah mengetahui ini"
"Cepat langsung katakan saja Harlor!" Erza sedikit kesal dan tak sedang ingin bermain dengan Rivalnya terlebih saat ini dia tengah Ritual makan Kue.
"Ohhh! Ayolah Semua Orang sudah tau bahwa kau sudah berhubungan dengan Natsu lebih jauh" Jawab Mirajane terlihat Gadis berambut Scarlet itu langsung tersedak ketika mengungkit hal tadi "ohhh, jadi berita itu benar adanya tapi, aku tak percaya secepat ini terjadinya" dia memasang senyum Polos.
"Mana mungkin aku akan melakukan seperti hal vulgar seperti itu!" Erza berteriak membantah tapi, wajahnya yang memerah itu menunjukan bahwa gadis ini tak mungkin bisa berbohong lagi "mana mungkin Natsu tau hal macam itu!"
"Berhentilah berbohong Erza karena Natsu sendiri yang bilang dan mengatakan itu padaku" Ucap Irene yang langsung membuat gadis itu mati kutu "bahkan Lucy juga melihat itu sendiri ketika kalian melakukan itu di sebuah Penginapan"
"Yah, kau hanya Perlu jujur saja lagipula yang berada disini adalah wanita jadi, tak bakal laki-laki mengetahui ini" Lucy menambahkan dan menunjukan Tatto itu kepadanya "lagipula bukan hanya kau saja yang mengalami itu bahkan kita semua adalah Matenya" dia memasang senyuman.
"Wow! Itu benar-benar corak Tatto yang bagus" Mirajane terlihat kagum dengan gambar itu dan tak sabar untuk dirinya mendapatkan itu juga "aku benar-benar cemburu kepada kalian yang cepat bergerak tak seperti diriku yang masih malu"
"Yah, lebih baik kau menunggu waktu yang tepat untuk bergerak sendiri karena jika kau salah waktu dan Natsu sedang tak mood maka kau akan terabaikan" Ucap Irene memberi saran yah, awalnya dia pertama kali melakukan ini karena hormon mood Natsu sedang naik.
"Cepat juga kalian bertindak dan mengambil keputusan itu sendiri huh?" Komentar Cana menenggak sebotol bir dan merasa kesal karena tertinggal jauh di belakang yang lain "hahhh! Aku harus benar-benar memikirkan cara yang bagus" dia setelah ini mungkin mencari ide untuk menarik DragonSlayer Api itu.
"Bicara soal itu bagaimana keadaan dia waktu di Ranjang?" Tanya Sorano yang terlihat tertarik sekali "apakah dia buas atau pelan? Apakah tenaga dia banyak hingga menghabiskan beberapa ronde? Karena yang kita tau jika stamina bertarung besar maka ketika di kasur juga sama?" dia suka lelaki yang memiliki daya tahan lama.
"Yah, soal itu kau akan tau jika memastikan itu sendiri" Jawab Erza dengan wajah memerah berat mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, dan memang benar stamina Natsu benar-benar luar biasa bahkan setelah mengeluarkan beberapa kali masih saja mengeras dan tak tampak sekali wajahnya yang lelah itu "tapi, seperti yang kau katakan aku rasa miliknya itu tak ada batas"
"Kira-kira berapa panjang dan lebarnya?" Tanya Cana penasaran dengan Ukuran yang berada di antara dua kaki DragonSlayer.
"Begini..." Jawab Erza kepada gadis tukang minum bir banyak ini.
Cana langsung terkejut mendengar tadi dan tampak blush kecil di wajahnya "serius?! Aku tak percaya dengan yang aku dengar ini, itu mustahil bukan?!" dia tak bisa membayangkan itu jika terjadi kepadanya.
"Mungkin kau yang belum melihat akan terkejut tapi, kita tak bohong dan pernah merasakan itu sendiri" Jawab Ur tertawa kecil dan melihat reaksi itu sama seperti dirinya yang pertama kali melihat member Natsu "tapi, jika masih tak percaya lebih baik buktikan sendiri saja"
"Sudah stamina dan kali ini ukurannya benar-benar gila" Cana masih sulit membayangkan itu.
"Ingat dia itu keturunan Naga jadi apapun tak ada yang mustahil" Ucap Lisanna yang sudah mengenal Natsu dari kecil.
"Bicara soal Ukuran aku sama sekali belum melihat Natsu sekarang?" Tanya Lucy yang baru ini merasakan ketenangan karena sang biang keladi keributan belum muncul disini.
"Kalau tidak salah dia bertanya kepadaku untuk mencari Gajeel" Jawab Mirajane dengan telunjuk di mulut.
*cekrekk! *cekrek!
"Ohhh! Man! Semuanya berkumpul disini dan ini benar-benar Coooollllll!"
Semuanya langsung menoleh ke arah suara yang dimaksud dan melihat seorang pria paruh bayah dengan mengenakan pakaian normal biasa, berambut kuning dengan gaya seperti kerucut, kacamata yang menggantung di atas kepala, dan sebuah kamera DSLR, dia adalah Jason seorang wartawan Majalah mingguan sihir.
"ohhh, dia sudah datang rupanya" ucap Mirajane tak terkejut dengan kehadiran Wartawan itu karena sudah tau bakal kemari.
"dia terlalu hype banget!" Komentar Lucy sikap wartawan itu yang selalu berteriak berlebihan dari orang normal.
"yah, aku rasa memang seperti inilah keadaanya jika tak ribut maka tak disebut guild" ucap Jason dan seperti yang Lucy bilang tingkahnya berlebihan sekali "baiklah, Titania bisakah aku menanyakan beberapa Hal kepadamu?" dia berbicara kepada Gadis berambut Scarlet.
"baiklah aku tak keberatan" Ucap Erza yang sudah siap tapi, tak tau dia yang bakal pertama.
"jadi berapa banyak Armor yang kau bisa Ex-Quip?" Tanya Jason terlihat bersemangat sekali Sambil menulis sesuatu di cacatannya "dan diantara semua Armor itu mana yang menjadi favoritmu?"
"aku bisa mengganti Armor lebih dari seratus" Jawab Erza tersenyum senang "dan yang jadi favoritku adalah Armor Jirah Api tapi yang paling aku suka kostum bunny Girl dan Armor penggoda" dia blush kecil ketika membayangkan hal nakal dengan Natsu ketika mengenakan armor itu.
"coooolll! ngomong-ngomong apa makanan yang kau suka?" Tanya Jason terlihat bahagia sekali.
"kue strawberry dan pancake" Jawab Erza.
Dia langsung berlari menuju objek pergi menuju Objek lain setekah bertanya dan ada dua orang yang tengah duduk disana "Hoooooo! Aku yakin dan tak salah lagi itu Pasti Gray!"
"Siapa dia?" Tanya Gray tak mengetahui orang aneh itu.
"Ohhhh, mungkin ini Wartawan yang dimaksud Master itu" Jawab Juvia.
"Cooolllll! Ini adalah Juvia salah satu mantan dari Guild Phantom!" Ucap Jason berteriak berlebihan dan kembali menulis lagi "ohhh, ngomong-ngomong Gray, kenapa kau sering telanjang terus?"
"Yang benar saja! Jangan membuat diriku seolah aku ini mesum ini!" Jawab Gray yang Protes karena disebut mesum dan sering tak berpakaian tapi, sekarang dia sudah kehilangan bajunya lagi.
"Cooooolll!"
Jason terus bertanya setiap Anggota Di Guild Fairy Tail meski yang ditanyakan cukup aneh dengan Jawaban yang tak bagus, termaksud Natsu yang cukup kesal dengan Wartawan ini karena berita buruk tentangnya apalagi dia tak menghancurkan apapun meski terus dihajar Natsu tapi terlihat Jason sangat menikmati ini dan akhirnya Lucy juga ditanya meski terakhir tapi Gadis itu tak ada masalah sama sekali dan akhirnya Wartawan itu Pergi dengan wajah senang setelah menerima banyak informasi yang begitu banyak itu.
"Jadi, kau berhasil menemukan dia?" Tanya Mirajane yang menyiapkan minum untuk DragonSlayer Api itu.
"Tidak" Jawab Natsu menghela nafas lelah setelah memberi pelajaran kepada Wartawan Gila itu tapi, beberapa saat kemudian suasan Gelap karena lampu mati "hahhhhh! Kenapa Gelap! Hei Mira apakah kau akan bernyanyi lagi?"
"Hmmmn! Aku gak sedang ingin bernyanyi sekarang" Jawab Mirajane tapi, dia langsung teringat sesuatu sekarang "ohhhh, iya aku lupa! Dia bilang akan menggantikan tempatku untuk bernyanyi"
"Siapa?" Tanya Natsu sedikit mengendus tapi, terasa Aroma besi, dan metal karatan yang terasa sangat jelas sekali dan tersadar dengan bau ini karena sudah kenal ketika, dia melihat ke panggung tampak sebuah cahaya lampu yang menyoroti seseorang "Hahhhhhh!" dia kenal karena Orang itu saat ini tengah dicari olehnya.
Seorang Gajeel Redfox, duduk diatas Panggung, mengenakan setelah Jas putih, dan Celana putih panjang, dengan Sepatu putih, mengenakan topi koboi, dan Kacamata, memegang sebuah gitar dan terlihat sekali ingin bernyanyi sama seperti Mirajane, Orang-orang yang berharap itu Mirajane kecewa berat karena tak sesuai kenyataan.
"Wtffff!"
"Itu Gajeel!"
"Ngapain Dia disitu!"
"Gahhhh apa-apaan itu!"
"Serius nih?!" Erza Juga terlihat terlalu shock dengan ini.
Gajeel memetik senar Gitar dan mulai berbicara "karena tak begitu banyak yang nemperhatikanku, bahkan seekor Serigala yang lapar dapat merawat seseorang yang merawatnya, meski kita Pernah bermusuhan aku akan menyanyikan lagu singkat ini sebagai Sahabat dan aku harap kalian mau mendengarkan hal ini"
"Aku tak tau apa dia bisa bernyanyi disana tapi, kata-kata tadi lumayan bagus juga" Komentar Gray dengan Grin.
"Semangat Gajeel-Kun!" Juvia memberi sorakan mendukung.
"Scooby Doo!~Doo-Ba-Colourfull~Shallal lala~Gigitlah~dan rasakan manisnya madu~Shalala lala!~Shobby Do ba~Shalal lala~inilah lagu Cinta untuk metalicanna~ Dobby Do be doo~Shalala!"
Tentu saja dilihat dari lirik saja sudah tak jelas dan tak mengenakkan sama sekali bahkan ketika bernyanyi sungguh buruk sekali Hingga membuat kaca menjadi pecah dan seisi ruangan menjadi teriak Gila sambil menutup tangan menahan suara yang menjijikan itu tapi, tetap saja Gajeel terus bernyanyi tanpa rasa malu.
"INI benar-benar COOOOOLLLLLL!" Teriak Jason sangat. Senang dan yang terlihat datang lagi setelah bertanya banyak hal mungkin karena lagu tadi yang membuatnya tertarik kembali dan dia kembali menulis itu di cacatannya "Lirik yang gak masuk akal dan nada suara yang tak seimbang, ini benar-benar terobosan baru dalam bermusik!"
"Kau ini benar-benar gak waras" Komentar Max Sweatdrop sambil menutup telinga.
Dan Pada hari itu Tragedi buruk benar-benar nyata karena Gajeel terus saja bernyanyi tanpa henti dan tak ada satu Orang pun yang menghentikannya dan Guild Fairy Tail lagi sangat kacau sekarang meski begitu Jason tetap membuat Majalah tentang Fairy Tail dan itu benar-benar terkenal sekarang.
Dan itulah yang terjadi setelah kekacauan itu.
.
.
.
.
.
.
"Lihat mereka benar-benar menyedihkan sekali hahahaha!"
"Mereka Seperti biasa berlebihan lagi padahal ini terlalu lebay sekali!"
"Bahkan mereka memiliki Kolam Renang sendiri! Sebenarnya itu Guild atau Taman bermain hahahaha!"
"Dan Juga Guild ini terlalu besar maksudku lihat ini, benar-benar tak pantas disebut Dengan Guild!"
Laxus hanya berjalan santai ke arah mereka tentu saja Orang-orang yang dimaksud adalah telah berkomentar buruk tentang Guildnya, meski terlihat kesal dia hanya memasang Acuh dan memberi tatapan intimidasi alhasil mereka semua berlari keluar karena ketakutan.
"Yohohohh! Seorang artis datang ke tempat seperti ini kau memang cukup berani" Ucap Seorang Lelaki seperti kera dengan dandanan nyentrik tengah duduk memasang wajah angkuh "bukankah kau cucu Makarov? Bagaimana? Apa kau bangga dengan guildmu? Fftttt! Menyedihkan"
"Hei, Zod jangan membuat keributan disini" Ucap Salah Satu Pemilik bar ini dengan wajah memohon.
"Zod? Tak pernah mendengar nama itu sebelumnya?" Ucap Laxus menyeringai dengan provokasi rendahan ini.
"Begitukah? Itu karena kita bekerja dibalik layar tak seperti kalian yang memperlihatkan suatu kebodohan" Ucap Zod turun dari kursinya.
"Ohhh! Kau benar-benar cari mati, bagaimana kalau kita akhiri ini diluar?" Laxus menyeringai tampak tubuhnya yang muncul kilatan petir kecil.
"Ohhh, bocah besar Punya nyali juga rupanya" Zod hanya tertawa dan terus merendahkan orang lain, dia tak tau lawannya di atasnya sama sekali "baiklah, tapi alangkah baiknya yang keluar itu adalah-!"
*Zrtttttttt!
Sebelum lelaki itu bergerak atau menyerang Laxus tiba-tiba sebuah sambaran petir besar menghantam lelaki itu dan lalu menghanguskan Zod, lalu membuatnya terbang ke udara alhasil dia langsung jatuh kalah tanpa menunjukan perlawanan sama sekali.
"Wow! Ini benar-benar cepat sekali hingga hitungan detik saja!"
"Dia hanya mengalahkan Zod itu sekali serang!"
"Siapa sebenarnya Pria itu?"
"Whoiaaa! Benar-benar hebat!"
"Sungguh menyedihkan dan lemah" Komentar Laxus melihat Orang itu tak bergerak dan Ekspresi wajahnya kini berubah menjadi sangat marah sekali "kakek sialan! Sejak kapan Orang-orang memandang rendah guildku ini!" tampak urat nadi di wajahnya menandakan dia sangat marah besar yang tertahan.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
Tampak seseorang berjalan dengan kondisi tanpa alas kaki alias nyeker meski wajahnya tak terlihat karena tertutup Jubah dan Penutup kepala tapi, terlihat orang itu benar-benar seperti gembel dengan Pakaian yang tak layak sama sekali untuk dipakai.
dia mengambil sebuah Majalah yang sudah terbuang di tempat sampah dan melihat sebuah gambar tampak tubuhnya langsung gemetar dan dia hanya mengucapkan satu kata saja.
"Lucy..."
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Dan Pada akhirnya aku selesai juga untuk menulis di chapter ini dan sekarang kita sudah berganti Arc baru yang akan dimulai besok maksudnya chapter selanjutnya jadi, bagi yang gak sabar tetap stay yah!.
Pm
.
RnR
