Yah, apa kabar untuk segala bagi kalian semua yang ada disana dan tetap setia menunggu untuk seorang Author mengupdate cerita ini yah meski gak begitu sering seperti tahun lalu dan terlihat sangat seperti pulpen yang mau habis yah, masa bodo dengan itu lalu terpenting masih hidup dan tetap selalu aktif seperti biasa ahhhh lupakan saja tentang ucapan tadi by the way aku benar-benar minta maaf sekali bagi kalian yang masih tetap setia meski harus menunggu sangat lama sekali ahhhh sudahlah tapi aku sudah masuk kerja jadi waktu luang hanya sore dan malam tapi aku cukup lelah lalu harus mikir hahhhh jadi memang beginilah resiko jadi seorang Author fhakss.
P.s : ffftttt oke aku akan buat fic baru dengan cerita berbeda dan dari Anime lain yah bukan Anime yang sering lagi tapi, beda lagi karena aku cukup antara puas atau enggak puas dengan yang asli loll!
Chapter 32 : Parade Fantasia
.
...
.
- Jalan Magnolia
"Orang-orang di kota ini terlihat telah mempersiapkan acara festival yang akan segera dimulai sebentar lagi" Komentar Makarov sambil membawa belanjaan "tapi, Mira-Chan kau tak kasihan dengan kakek tua ini yang membawa barang banyak disaat umur tak mudah lagi"
"Ohhh, jangan mengeluh begitu Master bahkan belanjaanku lebih banyak darimu tapi, aku biasa saja" Balas Mirajane tersenyum "dan juga sebagai seorang laki-laki engkau harus membantu seorang Wanita yang kesusahan"
"Ahhhh! kau kejam Mira-Chan aku ini juga kakek tua yang sudah kehilangan masa muda" Ucap Makarov berlinang air mata "aku harap engkau ingin membantuku"
"Ahhh, lupakan saja Master semua orang tengah bekerja dan mempersiapkan festival Fantasia ini jadi, gak usah berkeluh kesah" Ucap Mirajane tersenyum tapi, sebuah senyum itu menunjukan sesuatu yang menakutkan.
Yah, yang dimaksud acara festival Fantasia itu adalah sebuah acara tahunan yang sering terjadi dan dilaksanakan dari berbagai guild dengan cara masing-masing untuk meningkatkan martabat dan harga diri untuk Guild yah, meski awalannya akan berakibat bencana tapi, waktu akhir berakhir bahagia.
"Hahahaha! cuman bercanda saja" Makarov hanya tertawa saja, dia tau untuk tak membangunkan kembali sisi Iblis dari gadis itu karena akan sangat fatal.
"Tapi, pesta akan bertambah seru jika Laxus saja ikut" Ucap Mirajane menyebut nama orang itu meski dia tak sadar ikut menyinggung.
"Jangan sebut nama itu!" Teriak Makarov kesal.
"Aku dengar dari Levy katanya dia sudah pulang sedari tadi" Ucap Mirajane memberi informasi.
"Ohh, benarkah?" Makarov cukup terkejut dengan kemunculan cucunya saat acara ini yang dia tak tau apa yang bakal dilakukan Laxus nanti.
"Oh, ada apa masalah master?" Tanya Mirajane menyadari wajah aneh dari kakek tua itu.
"Ohh, bukan apa-apa" Jawab Makarov menggeleng yang sebenarnya dia tengah memikirkan kondisi Laxus mengingat sifatnya sudah berubah sekali dan berbeda dengan yang dulu 'aku, tak begitu yakin tapi memang kurasa sudah saat untuknya' dia berharap hal buruk seperti itu tak bakal terjadi.
.
.
.
.
.
- Apartemen Lucy
Lucy seperti biasa jika waktu sudah mulai malam pasti kembali ke apartemen yang dia tinggali setelah seharian menjalankan misi yah, meski gak jadi karena ada sedikit adu mulut dengan member baru bernama Gajeel itu yang mempermasalahkan tentang siapa yang mengambil misi lebih dulu walau akhirnya dirinya yang ngalah.
Dia sekarang membawa sebuah Topi dan Sya milik Natsu karena tadi siang dia sempat menjatuhkan itu tanpa sadar atau bisa dibilang keadaan Natsu saat itu seperti seorang yang sedang mabuk meski nyatanya itu tidak tapi, tingkahnya yang tak mempedulikan apapun seperti orang mabuk yah dia akan menyimpan ini dan akan segera mengembalikannya besok nanti.
Dan sekarang dia sudah berada di apartemen miliknya lalu pandangannya sedikit melirik ke sekeliling ruangan dengan waspada akan sebuah penyusup yang muncul tiba-tiba yah, rumahnya bukan lagi menjadi rumah untuk dirinya sendiri melainkan orang lain dan dia masih mengingat beberapa kejadian yang masih membuatnya heran bagaimana bisa orang-orang begitu biasa sekali masuk ke sesuatu pribadi milik seseorang.
"Ahhh, seperti biasanya sudah aku duga"
Lucy hanya menghela nafas kecil ketika pandangannya ke arah kaaur yang sedikit mengembang agak besar meskipun tak dilihat tapi, dia sudah tau bahwa saat ini apartemen miliknya kini sudah kedatangan tamu yang tak diundang dan ketika mendekat, memang benar bahwa disana ada seorang Natsu Dragneel bersama kucing kesayangan tengah tertidur pulas sekali.
Natsu mengerang dari tidurnya lalu terbangun "ngghhh! Maaf sebenarnya kita datang kesini untuk mengambil syal dan topiku karena kau menunggu lama jadinya tertidur lagipula kasur kau sangat empuk" dia mengucek matanya yang masih belekan.
"Hadehhh! kau ini, bagaimana bisa meninggalkan sesuatu yang berharga tanpa merasakan sesuatu?" Ucap Lucy menghela nafas panjang "sebaiknya kau perhatikan sekitar karena lengah sedikit itu tak bagus" dia memberikan kedua barang itu.
"Ya! Ya! Ya! Ya! aku mengerti sekarang" Ucap Natsu hanya menurut saja.
"Hey! engkau baik-baik saja?" Tanya Lucy khawatir melihat wajah agak sedikit pucat dari sebelumnya.
"Ohh, ya ini sering terjadi sebelumnya atau malahan terlalu sering" Jawab Happy menjelaskan "yah, karena kita tau dia sering memakan apapun jadinya, seperti dan contoh saat dia memakan petir Laxus"
"Yah, sudah jelas bukan karena sihir itu digunakan bukan untuk jadi makanan jadi, itu sangat buruk sekali untuknya" Jawab Lucy sweatdrop mendengar itu "tunggu, kenapa dia melakukan hal seperti itu?"
"Yah, karena waktu itu Laxus menantangnya bertarung dan tentu saja Natsu yang menang" Jawab Happy
"Aku ini sedikit heran padahal Natsu sangat kuat tapi, anehnya kenapa dia tak masuk dalam penyihir tingkat S?" Tanya Lucy agak sedikit bingung, dia melihat Natsu sudah tertidur kembali.
"Yah, karena waktu Ujian itu dia tak bisa ikut karena Demam yang sangat panas sekali" Jawab Happy "dan bicara soal paling Kuat ada juga Gildarts yang disebut orang terkuat di guild atau Oyajii! kalau wanita mungkin ada Irene, lalu Erza, dan Mirajane juga dulu dia sempat dipanggil Demon"
"yang benar saja!?" Lucy tak begitu percaya mendengar ini karena orang aneh, banyak gerak, dan bertingkah seenaknya saja bisa hingga demam seperti itu "hah? Demon?!" dia tak bisa membayangkan wajah senyum polos seperti itu memiliki sifat menakutkan.
"Oohhh, ya aku hampir lupa memberikan engkau ini" Ucap Happy memberikan secarik kertas "bukankah kau bilang sedang membutuhkan Uang untuk membayar sewa apartemenmu?"
"Pekerjaan?" Lucy memasang wajah bingung dan melihat isi kertas itu.
"Yah, itu adalah sebuah acara festival yang akan dilakukan oleh guild minggu depan" Jawab Happy "dan di pojok kanan bawah ada yang bernama dengan 'Miss Fairy Tail' dan itu adalah sebuah kontes kecantikan untuk semua wanita anggota guild Fairy Tail dan yang menang akan mendapatkan 500.000 jewel"
"Whoa! ini benar-benar banyak sekali dan sangat cocok untukku" Ucap Lucy terlihat sangat senang sekali karena dengan uang segitu cukup untuk bayar sewa selama 7 bulan dan itu bagus sekali untuknya.
"Tentu saja bukan hanya kau saja yang ikut, Juvia, Cana, Erza bahkan Mirajane juga ikut karena mereka semua anggota guild" Ucap Happy memberi info.
"Apa Mirajane juga? itu benar-benar tak adil dia seperti itu karena model" Ucap Lucy protes karena gadis cantik itu harus ikut "Tapi, aku takkan kalah darinya karena aku memiliki aura masa muda dan akan mendapatkan hadiah itu" dia berubah kembali menjadi orang yang percaya diri sekali dari biasanya atau waktu tadi.
"Cepat banget kau berubah" Komentar Happy.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Seminggu kemudian
Yah, hari yang sudah ditunggu-tunggu telah tiba dan banyak orang-orang yang sangat antusias sekali menyambut acara ini atau ingin sekedar melihat saja aksi dari member para guild terutama para pria yang tak sabar ingin melihat pertunjukan bagus dari member wanita bahkan bukan orang-orang dari Magnolia saja melainkan dari luar kota ini turut berdatangan untuk sekedar melihat.
semua persiapan sudah berjalan sempurna dari jauh-jauh hari hingga tak ada yang terlihat begitu cacat atau satupun tertinggal yah, bisa dibilang sudah tak ada lagi yang perlu diubah atau dekorasi ulang selain persiapan diri masing-masing.
"Baiklah aku pergi duluan masuk ke dalam karena ada sesuatu hal yang membuat perutku senang" Ucap Natsu memilih pergi berjalan masuk ke dalam guild sambil melambaikan tangan "yah, ada sebuah panggilan alam yang sedang menantiku"
"Aye!" kucing biru itu mengikuti.
"Tunggu, apa maksudnya itu?" Gray memasang wajah bingung melihat ada sedikit aneh dari ucapan rivalmya itu.
"Ahhh, mungkin maksud dia ingin memakan sesuatu yang banyak dan enak di dalam guild yah, kau tau sendiri ini tentang makanan" Jawab Lucy yang sudah mengetahui dari gerakannya yang memegang perut karena lapar.
"Memangnya engkau tidak memasak sesuatu untuk si bodoh itu?" Tanya Gray kepada wanita cantik berambut scarlet di sampingnya.
"Sudah malahan sangat banyak sekali hingga membuatnya sendawa" jawab Irene yang terlihat biasa saja "tapi, kau tau sendiri bukan? pola makannya seperti apa" dia bertanya balik.
"Yeah, aku sudah mengetahui itu" Gray mengangguk dengan porsi makanan rivalnya itu bisa dikategorikan sangat absurd sekali atau bukan orang normal yah, karena dia memang bukan orang normal jadi hal seperti ini wajar.
"Yah, sangat ramai sekali" Komentar Juvia tersenyum senang.
"yah, kau jangan heran karena bukan hanya dari kota ini saja yang datang ingin melihat" Jawab Gray hanya sedikit tertawa dengan antusias yang sangat ramai sekali "tunggu, bukankah kalian semua seharusnya ikut berpartisipasi dalam acara ini bukan hanya sekedar menonton saja?"
"Yah, sebenarnya aku tak begitu peduli dengan acara kecil itu apalagi dengan hadiahnya tapi karena semua orang ikut jadi sangat terpaksa saja deh" Jawab Irene dengan tertawa tak bersalah yah, dengan acara itu sebenarnya dia ogah sekali apalagi harus memamerkan tubuh dan bertingkah sok sexy ke semua orang karena dia tak terbiasa "karena aku kurang nyaman ketika diperhatikan seperti itu"
"bukankah itu tak beda jauh dengan yang sering kau lakukan?" Gray hanya sweatdrop mendengar alasan itu sambil menunjuk pakaian yang dikenakan wanita itu.
"Yah, aku sudah dengar itu dari Irene kemarin dan sebagai Anggota guild itu tak baik jika hanya sendirian sambil menonton saja" Ucap Ur yang terlihat tertarik dan tak masalah jika harus melakukan itu.
"Berpartisipasi?..." Lucy sedikit berpikir hingga akhirnya dia sadar dengan sesuatu yang penting sekali "arghhhh! sial! kontes Miss Fairy Tail akan segera dimulai sebentar lagi! uang sewaku tunggu sebentar lagi aku akan datang!" dia berteriak sambil berlarian panik tak karuan.
"aku takkan kalah dari Rival" Ucap Juvia dengan wajah penuh determinasi dan percaya diri 'dan tenang saja aku akan membuat sesuatu untuk Gray-sama agar segera melihatku' dia sangat percaya diri sekali.
"Astaga benar-benar masa muda" Ur tertawa kecil.
"kau benar-benar ikut yah?" Tanya Gray tapi, tak digubris oleh gadis itu 'entah hanya perasaaanku saja atau aku memiliki firasat buruk sekali' dia hanya memutar matanya dengan bosan.
.
.
.
.
.
- Guild
Yah, semuanya memang sudah disiapkan sama sekali dari dengan sebuah panggung untuk sebagai sebuah sarana acara nanti, para penonton sudah mulai berdatangan yang kebanyakan diisi oleh kaum pria karena mereka tak sabar ingin melihat sesuatu yang bagus atau sekedar cuci mata saja, apapun itu semuanya begitu senang.
"Inilah saatnya untuk waktu yang telah kita tunggu sedari tadi, tidak bahkan sangat lama sekali dimana para peri cantik dari guild ini akan segera tampil di panggung!" Ucap Max yang bertindak sebagai pembawa acara dalam kontes ini "yah, tanpa basa-basi lagi mari kita mulai acara Miss Fairy Tail ini" dan disambut teriakan heboh dari para lelaki.
"Hey, Natsu! apa hal seperti engkau tak ada masalah? atau membiarkan seperti ini terjadi?" Tanya Gray ke lelaki itu yang sedang asyik sekali memasukan makanan ke dalam mulutnya "maksudku? Erza, Lucy, dan Irene bukankah mereka juga akan tampil? jadi apa yang kau lakukan?"
"Ahh, biarkan saja toh hal seperti ini memang sering terjadi dan lagipula mereka sudah dewasa dan pasti mengerti" Jawab Natsu menanggapi ini dengan santai saja dan masih tetap lanjut makan "mungkin mereka bisa melihat saja bukan berarti mereka bisa menyentuh jadi, tak masalah bagiku"
"Ahh, jadi begitu yah" Gray hanya mengangguk faham, sebenarnya juga dia agak kurang faham apa yang dimaksud Mate oleh Natsu tapi, yang jelas mereka sudah pacaran hanya itu saja.
"Baiklah kita sambut untuk kontestan yang pertama, dia adalah seorang wanita yang memiliki kecantikan luar biasa dan tidak pernah sakit ketika minum yah, dia adalah Cana Arbelona" Ucap Max dengan suara kencang.
dan tak lama muncul sang wanita yang mengenakan celana panjang hitam, dan baju putih tanpa lengan. dan dia memulai dengan aktraksinya dengan memainkan kartu dan mulai menerbangkan itu ke tubuhnya hingga akhirnya berganti pakaian menjadi pakaian bikini bergaris putih dan biru hingga mendapat sambutan sorakan banyak.
"Ohhhh, itu benar-benar pakaian yang luar biasa" Ucap Max berteriak
"Yah, meski aku melakukan ini untuk menarik seseorang tapi jika berhasil mendapatkan 500.000 jewel itu bakal aku ajak minum bersama" Ucap Cana dengan rona kecil di pipi dan entah siapa yang dimaksud tapi mungkin saja Natsu.
"Ohh, itu bikini dia benar-benar curang sekali" Komentar Lucy mengintip dibalik tirai.
"Ahh, aku rasa strategi licik seperti itu memang seharusnya dilakukan" Ucap Erza mengintip juga.
Lucy terkejut dengan kehadiran gadis itu "ehhh, Erza kau juga ikutan?!"
"Yah, yang namanya sebuah kompetisi aku tidak bisa menolak tapi aku melakukan itu hanya memberi hiburan untuk seseorang" Jawab Erza dengan blush kecil jika membayangkan itu.
"Baiklah kita lanjut dengan kontestan kedua, dia adalah seorang pendatang baru dengan tingkat S memiliki kulit sangat halus seperti air dan dia adalah Juvia Locksar" Ucap Max.
Muncul gadis berambut biru mengenakan gaun putih biru panjang dia mulai dengan penampilannya dan menyelimuti tubuhnya dengan ombak air dan hingga akhirnya berubah, sama seperti Cana, dia mengenakan bikini renang biru gelap dengan bintik putih dan berpose.
"Bagaimana Gray-sama, apakah kau melihat itu?" Ucap Juvia dengan tersenyum ceria dan berharap lelaki itu melihatnya tapi, kenyataan berbeda balik karena Gray cuek bebek dan itu membuatnya sedikit bersedih tapi, wajahnya langsung memerah hangat karena Natsu menatapnya 'aneh, Juvia merasa berdebar tak karuan' dan buru-buru dia langsung pergi.
"Ohh, itu sangat bagus sekali dan kontestan ketiga dia adalah seseorang yang selalu tersenyum dan selalu memikat hati semua orang dengan wajah cantiknya! Mirajane Strauss" Ucap Max.
Mirajane hanya menyapa dengan tersenyum ceria kepada para penonton dan mengenakan gaun merah panjang normal lalu memulai atraksi dengan sihir transformasi dengan memulai kepalanya yang berubah menjadi Happy dan membuat yang lainnya shock kecewa karena tak sesuai harapan dan dia kembali berubah menjadi Gajeel dan membuat orang itu menyemburkan minuman dari mulutnya karena terkejut.
"Hey! itu benar-benar gak lucu!" Teriak Gajeel protes kesal karena dirinya dipermalukan.
"Hahahaha! tetap lanjutkan ini benar-benar mengharukan" Natsu tertawa sangat kencang sekali dengan linangan air mata.
"Baiklah, ini adalah sebuah transformasi yang terakhir dan ini adalah untuk seseorang di hatiku" Ucap Mirajane tersenyum dan membuat para pria meraung kecewa karena siapa seseorang yang telah mencuri hati gadis barmaid ini.
Dan asap mulai menghilang karena Mirajane tak melakukan sihir transformasi melainkan langsung ganti pakaian dari gaun dan menjadi bikini berwarna biru dengan thong berwarna biru juga yang terkesan sangat sexy sekali hingga membuat para pria berteriak dengan mimisan kecil karena menambah pose seperti membesarkan dada. lalu dia melirik ke arah Natsu dan memberinya kedipan kecil.
"Nee-Chan..." Elfman tak percaya dengan pose seperti itu oleh kakaknya.
Mirajane kembali ke pakaian normal dan memasang senyuman "yah, itu adalah hadiah kecil dariku jadi selamat menikmati" dia langsung berjalan ke belakang panggung dengan senang karena dapat sedikit reaksi dari Natsu meski kecil.
"Yah, yang tadi itu cukup mengejutkan dan sangat bagus dan sekarang adalah kontestan keempat dan dia memandang gelar wanita terkuat di guild dan juga cantik dia adalah Titania Erza Scarlet!"
Erza akhirnya tampil dan mendapat sorakan positif "yah, aku akan melakukan sesuatu yang baru dengan sihirku dan ada sedikit bagus di bagian pakaian" ekspresi wajahnya terlihat serius sekali meski ini hanya sebuah kompetisi kecil yang tak begitu berarti dan hanya hiburan.
Erza langsung berganti pakaian lebih cepat sekali, padahal niatnya dia ingin mengenakan pakaian gothic lolita hitam tapi melihat rivalnya tampil berani dan ditunjukan kepada seseorang makanya dia takkan pernah sudi untuk mengalah. dan dia mengenakan bikini renang dengan warna merah dan jingga lebih mirip corak api ditambah ada motif Naga merah yang sudah sangat jelas sekali ditunjukan ke seseorang.
'Bagaimana dengan ini Natsu?' Batin Erza memasang pose memiringkan tubuhnya yang langsing dengan kedipan mata dan ketika melihat orang yang dicari Natsu hanya melambaikan tangan dengan tersenyum ceria yah, reaksi seperti itu sudah cukup baginya karena menarik.
"Astaga mereka benar-benar serius meski dalam hal ini juga" Komentar Gray sweatdrop melihat kedua rival lama itu.
"Yah, aku mungkin takkan menang dalam hadiah ini tapi dalam hal menarik perhatiannya jelas sekali aku menang" Ucap Erza dengan senyum percaya diri dan kembali lagi ke belakang panggung.
Yah, semuanya kebagian juga untuk tampil unjuk diri atau lebih tepatnya menunjukan kemolekan tubuh mulai dari Lisanna, Sorano, Levy, dan juga Bisca yang mengenakan tehknik sihir mereka masing-masing yang sudah pasti mendapat respon positif yang kebanyakan berisi laki-laki.
'Yah, aku rasa inilah saatnya' Batin Lucy yang sudah siap dengan gilirannya.
"dan sekarang adalah kontestan ketujuh, dia adalah seorang bintang baru di guild kita apakah dengan sihir roh bintangnya dia akan bersinar?" Ucap Max "dan ini dia Lucy Heart-" sebelum dia mengucap nama belakang mulutnya langsung ditutup rapat oleh gadis pirang itu.
"Baiklah, aku akan menampilkan sihir roh bintang terbaikku" Ucap Lucy tersenyum ceria melihat respon bagus disini 'yah, aku rasa hadiah itu sebentar lagi akan mendekat kepadaku' tapi, sebelum itu terjadi terdengar suara orang lain di belakangnya.
"Baiklah saatnya untuk kontestan kedelapan" Ucap seseorang wanita yang tiba-tiba saja berdiri disana.
Lucy hanya pokerface dengan sikap seenaknya seperti itu "hey, sedikit mengantri sebentar, bahkan aku belum tampil dan menunjukan pada semuanya"
"Evergreen! kapan dia kembali?" Elfman terkejut dengan kehadiran tiba-tiba gadis itu.
"Oh, kau ingin berbicara sesuatu nona?" Ucap Evergreen menatap gadis itu sambil melepaskan kacamata yang sudah jelas itu adalah sihir.
"Lucy! jangan lihat matanya!" Teriak Gray panik tapi, itu sudah terlambat karena gadis itu berubah menjadi batu dan langsung timbul kepanikan dan bingung dari semua orang.
"Ohhh, bagus si brengsek ini lagi.." Natsu hanya mengerang kesal dan bersikap santai saja dengan keributan ini "nampaknya pukulan beberapa tahun lalu masih tetap tak membuatnya kapok, yah baiklah akan aku ulangi hal seperti itu" dia memang sudah tau siapa pelaku ini.
"Cepat semuanya ini bukan pertunjukan! cepat keluar dari sini!" Teriak Max begitu panik juga.
"Apa yang kau lakukan Evergreen! cepat kembalikan dia seperti semula!" Ucap Makarov yang begitu marah sekali.
"Ohhh, yang namanya pertunjukan seharusnya ada sesuatu begitu menarik jadi sudah aku lakukan.." Ucap Evergreen menunjuk semua wanita yang tadi tampil sudah berubah menjadi batu yah, meski tak semuanya.
"Kau sudah berlebihan Evergreen!" Makarov sangat kesal dengan tingkah keterlaluan wanita itu.
Dan tak lama biang keladi dari masalah ini akhirnya muncul seorang lelaki berbadan besar dan tegap berambut pirang "Yo, orang-orang bodoh! bagaimana kalau kita memulai acara festival ini lebih meriah sekali?" dia menyeringai senang dan bersama dua orang lainnya.
" itu para pengawal Laxus si Raijinshuu" Gray mengetahui siapa dua orang itu.
"Sialan kau Laxus!" Makarov mengumpat kesal karena ini adalah ulah cucunya "hentikan omong kosong menyebalkan seperti ini, kita harus terus mempersiapkan untuk festival ini! cepat kembalikan mereka semua seperti semula sekarang!"
"Yo, kakek tua! mari kita bersenang-senang.." Ucap Laxus menyapa dengan seringai yang memiliki arti begitu buruk sekali "lagipula acara festival ini akan dilakukan nanti sore bukan? aku ingin tau ada beberapa orang yang masih hidup tersisa?" dia langsung memeluk patung batu Lucy
"hentikan itu!" Teriak Makarov begitu ketakutan.
Laxus menyeringai melihat reaksi yang menyenangkan itu "yah, jika kalian tak mau ingin itu terjadi tolong! turuti perintahku dan ikuti game yang aku buat ini jika, kalian melanggar maka kuhancurkan mereka secara perlahan"
"Ini, bukan waktunya bercanda yang kau bisa jadikan mainan Laxus!" Ucap Makarov memberi deathglare
"Ohh, aku tak sedang main-main kakek tua!" Balas Laxus dengan nada mengancam dan tak sedang bercanda "yah, peraturan ini cukup sederhana sekali karena siapapun yang masih bertahan maka dialah menang"
"Kami menentukan siapa yang terkuat diantara Anggota Fairy Tail ini" Sambung Freed.
*Brakkk!
Sebuah meja terlempar cepat ke arah Laxus tapi, beruntung lelaki itu dengan refleks menahan itu "ohhhhh! aku rasa kau sedari tadi diam saja pengecut tapi, nyatanya terlihat ke begitu menyetujui dengan game ini" dia tersenyum menakutkan.
"Yah, kelihatan mudah jika kau bicarakan itu padaku lagipula ada sedikit bosan dengan hal seperti ini" Ucap Natsu dengan grin dan rupanya itu adalah ulahnya "aku harap kau bersedia untuk segera pingsan dari tempat berdirimu"
"Kenapa kau tak buktikan saja ucapanmu?" Laxus begitu menantang sekali.
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
"Hmmmmm, kelihatannya ada sedikit gangguan disini meski aku belum siap untuk tampil"
"Yah, itu mungkin lain kali karena kau sedikit kurang beruntung mungkin bisa dilakukan lain kali"
"Ahhh, lupakan lagipula aku benar-benar tak begitu tertarik sekali apalagi hadiah ngomong-ngomong bagaimana kita sedikit memberi hukuman kepada bocah-bocah menyebalkan itu?"
"Ara, ara, sangat menarik sekali jika begitu aku ikut"
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
dan cuttt! Hingga akhirnya aku selesai juga dan menjadi sesuatu di arc baru jadi bagi semuanya mohon menikmati ini jadi see ya
Pm
RnR
