Dan sekarang aku ada lagi di dalam dunia fanfiction ini karena sudah tiga bulan lebih aku tak aktif atau sekedar memberi kabar untuk yang lainnya bahwa i'm still on untuk akun ini dan juga dilain sisi saya juga membuat projek publish fic baru nanti sekalian berbarengan dengan update fic ini, yah gtu deh btw Anime FT sudah kembali lagi dan baru tayang beberapa episode dan grafiknya lumayan bagus yah sekedar hiburan ketika penat banget bekerja selain main game ahhh, kalau gak ada sesuatu atau apapun biasanya author sering di rumah main game atau baca fic english yah, untuk sekedar menghibur diri apalagi jika, teman-teman saya sedang sibuk masing-masing dan itu benar-benar menyebalkan -_-

P.s : oke aku sudah buat fic dari Anime BNHA dan SNS karena aku memiliki ide untuk menulis fic ini meski aku ingin nambahin lagi dari Anime Rosario Vampire tapi aku skip dulu dah karena aku gak tau harus buat cerita seperti apa jadi, see ya!

Chapter 33 : Battle Of Fairy Tail

.

...

.

- Guild Fairy Tail

Ada sebuah kendala atau masalah yang terjadi di guild yang penuh dengan canda tawa dan ceria sebelum dimulainya Parade Fantasia ini, sebenarnya awal-awal tak muncul gejala apapun yang bakal terjadi kekacauan tapi pada saat berakhirnya kontes Miss Fairy Tail hal sesuatu yang tak diinginkan terjadi.

Dimana semua wanita yang mengikuti acara kontes ini tiba-tiba saja berubah menjadi batu secara massal dan tentu saja penyebab dari semua ini adalah kekuatan milik Evergreen dan biang otak keladi dari kekacauan ini adalah Laxus yang seenaknya saja menrusak acara ini dan menjadikan acara ini malah sebuah ajang adu fisik yah, asal tau saja Laxus adalah seorang maniak kekuatan.

Dan tentu saja Makarov sebagai master dari Guild ini juga sangat kesal dan marah meski itu kepada cucunya tapi aksinya ini sudah benar-benar keterlaluan meski sifatnya bocah tapi kekuatannya lumayan kuat dan hanya beberapa anggota saja yang sanggup menghentikan semua kegilaan olehnya tapi, sayangnya para wanita ini berubah jadi batu.

"Sebenarnya mudah saja bila kalian ingin mengakhiri ini cukup dengan kalahkan kita saja dan itu akan selesai" ucap Evergreen yang menatap mereka dengan jahat "dan juga ada batas waktu yaitu tiga jam jika, lebih dari itu maka semua yang jadi batu disini bakal musnah seperti debu"

"Gyahahahaha! Meski jumlahnya tak adil karena kalian semua melawan kita berempat tapi, ini adalah sebuah game" ucap Bickslow dengan candaan tawanya.

"Dasar sialan! kau Laxus jangan main-main denganku!" teriak Makarov sangat marah dan masuk dalam mode titan.

"Arenanya adalah yang berada di seluruh kota ini dan jika kalian menemukan kita itu berarti pertarungan dimulai" ucap Laxus dengan seringai jahat di wajahnya melihat reaksi kakek tua itu "dan berhentilah untuk marah-marah seperti itu dan dimohon tenang sebentar lalu nikmatin permainan ini" lalu dia menghilang bersama kelompoknya.

"GAMES DIMULAI SEKARANG!"

"Sialan Laxus, dia benar-benar menghilang sekarang!"

"Orang itu menyuruh kita bermain petak umpet di kota yang sangat luas ini!"

"Dia benar-benar gak bercanda!"

Elfman langsung berlari keluar dengan wajah semangat "ngrrhmghhh! dasar si sialan itu! aku tak peduli dan akan melakukan apapun untuk menyelamatkan Nee-chan dan Lisanna, dia sudah kelewatan batas!"

Semuanya langsung berlarian keluar Guild dengan sangat tergesa-gesa karena batas waktu untuk game ini sangat tak lama sekali dan tentu saja Makarov juga ikut karena dia geram sekali dengan tingkahnya yang sudah berlebihan dari batas kecuali Natsu karena dia sedang mencari seseorang.

"Apa yang sedang kau cari Natsu? bukankah harus menghajar Laxus?" tanya Happy.

"Aku sedang mencari Eilee, dia tak ada disana dan aku tau dia memiliki sihir yang bisa membatalkan efek sihir Evergreen" jawab Natsu yang tak melihat patung batu dari wanita itu.

Happy menyadari itu juga "ahh, benar juga bahkan gurunya Gray yang sering bugil itu juga gak ada mungkin mereka tak ikut dalam acara kontes ini"

Natsu mengendus dan kembali seperti biasa "yah, tak apa lagipula mereka tak jauh dari sini" dia sudah menyadari itu dari indra penciumannya.

Semuanya sudah keluar dari guild dan langsung mencari Laxus tapi ketika Makarov sudah hampir keluar tapi tiba-tiba langkahnya langsung terhenti begitu saja meski tak ada apapun tapi tetap saja Makarov tak bisa melangkah lebih jauh lagi ibarat sebuah tembok besar yang menghalang tapi transparan.

"Ughhh! Ada apa ini kenapa aku tak bisa lewat!" ucap Makarov kesal sebenarnya dia ingin ikut tapi penghalang ini memaksanya untuk diam di tempat dan tak bisa keluar "ini seperti dinding tak terlihat"

Gray berhenti dan mengecek namun tak terjadi masalah apapun "apa maksudmu master? berhenti main-main bahkan aku biasa saja dan tak terjadi apapun" dia mencoba menarik kakek tua itu tapi tetap tak bisa dan ada saja yang menghalang.

Makarov melihat tulisan di udara "ughh, ini pasti sihir Rune milik Freed, sebuah sihir pembatas yang dirancang untuk menjebak seseorang dan ada sebuah peraturan yang dimana peraturan Rune itu sangat kuat sehingga jika menolak dengan paksaan sama saja dengan sia-sia yah, singkatnya jika melanggar peraturan Rune ini maka kau tak bisa keluar"

Note : tulisan di peraturan itu adalah barang siapa yang memiliki umur lebih dari 80 tahun dan juga yang masih berubah menjadi batu maka tak bisa keluar dari Guild ini.

Natsu menyeringai dengan wajah ejekan "hihihi! kau benar-benar sangat tua jii-chan"

Makarov langsung emosi "ini, bukan waktunya untuk bercanda sekarang bocah!"

"Ya ampun dia benar-benar menyebalkan jika sudah seperti ini kalau begitu tak ada pilihan lain bagiku untuk memberi mereka beberapa pukulan keras" ucap Gray memilih langsung mencari Laxus dan mengabaikan masternya yang sudah sangat mustahil untuk keluar "baiklah, kakek meski dia cucumu tapi aku akan tetap menghajarnya!"

'Apa yang sebenarnya kau inginkan Laxus!' Makarov mengepalkan tangannya sangat kesal dia berharap sesuatu yang lebih buruk tak terjadi dan dia melihat salah satu anggotanya yang masih berdiri sembunyi dibalik tembok "Reedus, bisa kau kemari sebentar ada sesuatu yang harus dilakukan"

"Ouu!"

"Mungkin kau sudah tau tempat tinggal Polyrusica dan aku ingin kau pergi ke tempatnya yang berada di timur dan minta padanya cara untuk menonaktifkan sihir pembatas ini" ucap Makarov memerintah "dan yang jelas kesana secepat yang kau bisa"

"Ouu! Akan aku lakukan" balas Reedus.

"Are, apa yang terjadi dengan kekacauan ini?"

Ketika semuanya sedang dalam keadaan panik terdengar suara feminim lembut tapi sedikit kewanitaan dan disana ada seorang wanita dewasa cantik dan memiliki tubuh Sexy dengan rambut merah scarlet yang dikepang panjang, dengan sebuah topi besar di atas kepalanya atau yang dikenal sebagai Erza versi lebih dewasa dan di sampingnya wanita dewasa yang tak kalah cantik dengan pakaian biasanya dan rambut hitam pendek.

Makarov sedikit hening hingga akhirnya terkejut dengan bola mata menonjol keluar "tunggu sebentar! bagaimana caranya kalian bisa terbebas dari kutukan sihir batu itu" dia melihat gadis lain yang masih jadi batu kecuali dua wanita itu.

Irene terbatuk kecil "hmmmm! bagaimana yah bisa dibilang sih meski aku tadi terkena efek sihir itu tapi itu bukan hal yang sulit bagiku untuk membatalkan sihir yang memiliki kekuatan rendah seperti ini" dia mengibaskan rambutnya dengan nada merendahkan "dan sangat gampang sekali jika kau sudah tau rumusnya yah, untuk Ur tadi dia sedang ke kamar mandi jadi tak tau apapun dengan ini"

Makarov hening pada waktu itu dan memang benar wanita ini bisa dibilang sangat kuat sekali bahkan lebih kuat darinya jika dibidang semua jenis sihir bahkqn ketika bertarung dengan Gildarts dia berhasil menang telak dan hanya menerima beberapa luka kecil saja yah, itu sebabnya dia bisa terbebas dari sini dan itu menjadi keberuntungan baginya menemukan wanita itu ditambah Natsu yang seorang Dragonslayer yang agak unik dan beda dari lainnya.

"Kenapa sangat berisik dan berantakan sekali tempat ini" komentar Ur melihat sekitar.

"Hey, Eilee bisa kau hilangkan ini? sangat menyebalkan tau" ucap Natsu terlihat kesal karena tak bisa keluar juga yah, entah kenapa dia bingung meski sebenarnya bisa dengan kekuatan penuhnya tapi itu akan melelahkan jadi masa bodo "aku ingin menendang bokong besar Laxus sekarang"

"Yah, kau itu sudah sangat tua sekali nak bahkan lebih dari 100 tahun karena kau hidup di jaman Naga ada hingga jaman Punahnya Naga" Kurama menyeringai dengan ekspresi ejekannya itu

"Berisik kau" balas Natsu tak ingin mendengar hal gak jelas macam tadi.

Irene melihat dragon slayer itu dan menghampirinya "ohh, sebuah peraturan Rune pembatas huh? sebenarnya bisa saja aku hilangkan ini tapi, ini tak gratis karena setelah menyelesaikan ini bagaimana kau dan aku nanti kencan?" dia menempel jarinya di mulut Natsu dengan suara pelan tapi penuh hasrat.

Natsu langsung menjawab spontan "baiklah, akan aku lakukan setelah menghajar Laxus" dia yang ada otaknya adalah bertarung.

Irene tersenyum senang "baiklah, sesuai keinginanmu"

Makarov terkejut mendengar pernyataan ini dan menghampiri mereka "tunggu, sebemtar bagaimana kau yakin bisa menghilangkan sihir Rune ini?"

Irene menjawab dengan sangat santai "ohh, ini sangat mudah sekali seperti membalikan telapak tangan bahkan jika dilihat dari manapun Rune ini banyak sekali kecacatan dan bahkan Rune yang terkuat sekalipun itu tak masalah selama kau tau rumusnya" dia membuat tulisan di langit dan muncul rangkaian aksara sihir dari berbagai bentuk dan tulisan yang sulit dimengerti dan dia membuat garis Vertikal di Rune itu.

*Ctlakkkk!

"ENCHANMENT : REPLAISE!"

dengan sekali hentakan jari rumus itu bercahaya sangat silau sekali dan perlahan menghapuskan mantra Rune ini lalu tak lama semuanya kembali normal seperti biasa lalu Makarov coba mengecek dan hasilnya dia bisa bebas keluar sesuka hati tanpa ada halangan

"Dan selesai sekarang" Irene berpose dengan mengedipkan sebelah mata "dan sekarang apalagi yang kau inginkan sekarang sayang?"

Natsu berfikir dan melihat semua gadis yang masih menjadi batu "bisakah, kau mengembalikan mereka seperti semula?"

"Tapi, kau tau bukan ini tak gratis?" ucap Irene dengan suara merendah dan tampak tujuan buruk di wajah pura-pura polos itu yah, hanya dia saja yang tau.

Natsu tak tau harus memberikan apapun tapi, dia sedikit teringat dengan perkataan Gildarts "baiklah, aku akan melakukan apapun yang kau inginkan"

Irene mengangkat sebelah alisnya dengan senyuman penuh ketertarikan "apapun eh? Hmmmmm! baiklah karena kau bilang begitu aku harap tak melanggar janji yang kau buat sendiri" dia kembali mengibaskab rambutnya.

"Tidak mungkin" jawab Natsu

"Dasar tukang minta-minta" komentar Ur cukup pedas dengan glare tapi wanita scarlet itu menyeringai jahat penuh kemenangan.

Irene mengepalkan tangannya dan tak lama dia melempar sesuatu seperti serbuk yang berkilauan lalu mengeluarkan hembusan nafas yang memiliki warna aneh ke arah para gadis itu dan tak lama patung itu mulai bergerak lalu akhirnya pecah begitu saja dan para gadis kembali ke wujud normal lagi.

"Ehh?!"

"Baiklah, aku sudah selesai sekarang" ucap Irene langsung duduk dan langsung minum bir yang tersedia di meja.

Natsu langsung berlari kencang setelah masalah disini selesai "baiklah, aku pergi dan akan menendang bokong Laxus sekarang!" lalu menghilang begitu saja.

"Natsu! tunggu aku!" teriak Happy menangis karena merasa ditinggal oleh sang pemilik.

Ur menghela nafas dan tersenyum kecil "baiklah, aku juga akan ikut karena aku juga adalah Anggota juga disini lalu sekalian melihat muridku sejauh mana berkembang setelah aku tak ada" dia memilih keluar daripada harus melihat wajah ejekan menyebalkan dari wanita scarlet itu yah, nanti dia akan balas suatu saat.

Makarov melihat tulisan aneh di dinding "tunggu, apa itu? apakah Freed membuat Rune baru lagi?" dia keliatan panik karena cara tadi tak bisa bertahan lama.

"Hanya sebuah tulisan pengumuman saja" jawab Irene karena selain dia menghilang Rune tadi, dia juga memaksa sang pengguna aslinya tak bisa memakai tehknik yang berada di tempat yang sama jadi, Freed takkan tau juga bagaimana cara membalasnya "are? sepertinya cucu bodohmu itu berniat mengadu domba yang laiinya" dia malah terlihat santai tanpa panik.

Makarov mengepal tangannya dengan penuh emosi dan shock hingga urat nadi muncul di dahinya dan dia tau apa yang wanita itu maksud meski tanpa harus dijelaskan sekalipun.

'BOCAH KEPARAT ITU!'

.

.

.

.

.

- Gereja Katredal

"Guahhhhhh!"

"Kau ini kenapa Freed?" tanya Laxus yang melihat temannya ini berteriak gak jelas seperti seorang yang kesakitan.

Freed meringis kesakitan sambt memegang tangannya "aku juga kurang mengerti tapi, sepertinya ada seseorang yang memaksa menghilangkan Rune yang aku buat di Guild dan membuat tanganku seperti ini" dia menunjukan tangannya yang berdarah karena ledakan kecil tadi tapi, itu cukup menyakitkan.

Laxus mengangkat sebelah alisnya tertarik mendengar ini "heh, menghilangkan Rune milikmu secara paksa yah? Hmmm ini benar-benar bagus sekali" dia malah menyeringai mendengar ada seseorang yang kuat untuk menghentikan tehknik ini.

"Aku kurang tau tapi nyatanya ada seorang wanita yang tak terkena efek dari sihir Evergreen" jawab Freed yang tengah membenarkan lukanya "atau mungkin dia dengan mudah lepas dari sihir itu buktinya saja tehknik Rune yang aku pasang di guild khusus untuk Master Makarov malah dihancurkan begitu saja"

"Kau fikir siapa dalang dibalik semua ini?" Laxus menyeringai tertarik sekali yah, karena dia maniak bertarung dengan orang kuat.

"Hmmm, ini mungkin hanya hipotesisku saja tapi, benar atau tidaknya jika itu benar berarti bahwa orang itu adalah wanita berambut hitam yang dibawa Gray atau wanita yang sangat mirip dengan Erza karena yang kutau dia sangat ahli sekali dengan berbagai macam jenis sihir" jawab Freed kembali membuat Rune di suatu tempat.

Laxus tersenyum puas mendengar sudah dikira hanya wanita itu yang sanggup melakukan seperti ini bahkan kalau diingat lagi dirinya pernah bertarung dengannya dan hasil dia kalah telak sekali dan tak pernah bisa menyentuh wanita itu lalu waktu dengan Gildarts hasilnya juga sama dia mensng dan hanya menderita luka lecet sedikit saja yah, bisa dikatakan wanita ini menjadi penghalang rencananya untuk mengambil alih kursi Master Fairy Tail.

Yah, kesampingkan Gildarts yang tak ada disini cuman wanita itu yang bakal jadi batu sandungan untuknya dan untuk Natsu sendiri dia kurang bisa memastikan orang itu masuk list tapi, selama yang dia tau Dragonslayer Api itu kuat bahkan bisa mengalahkan Erza dan Gildarts termaksud masih terbangun dari tehknik tidur kuat milik Mystogan.

yang fikirkan soal dua masalah itu nanti saja mungkin untuk sekarang dia menikmati games festival ini dengan melihat sesama anggota bertarung satu sama lain, dia juga cukup beruntung wanita rambut scarlet itu masih diam di tempat dan belum ada pergerakan untuk maju.

"Dan juga Laxus aku ada sedikit kabar baru bahwa para gadis yang dirubah menjadi batu bisa kembali seperti semula lagi dan sekarang mereka berpencar mencari kita" ucap Freed memberi informasi "jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang"

Laxus cukup terkejut mendengar ini dan tak menyangkan bisa sangat secepat ini berantakan rencananya karena satu orang jadi, dia harus berfikir lagi bagaimana nanti untuk ke depannya karena akan gagal semua yang sudah dia buat begitu lama yah, wanita itu memang harus disingkirkan terlebih dahulu tapi itu tak semudah membalikan telapak tangan.

"Lakukan saja dulu seperti biasa namun jika, berubah maka kita akan bergerak juga" jawab Laxus "dan untuk sekarang kita nikmati saja festival ini dengan santai" dia ada rencana untuk wanita scarlet itu.

"Okay!"

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

- Kota Bagian Utara

Elfman berlari kencang mencari seseorang yang dia ingin hajar wajahnya meski itu adalah seorang perempuan apalagi situasi sekarang karena kakaknya sudah berubah menjadi batu dan mau tak mau dia harus tsrseret dalam kekacauan ini dan ikut bergabung dalam games ini agar kakaknya selamat dan kembali normal.

Yah, dia harus mencari Evergreen terlebih dahulu untuk bisa membatalkan sihir pengubah batu itu meski jika kalau tak ketemu dia berharap siapapun berhasil menemukan Evergreen dan mengalahkannya walaupun nyatanya dia tak tau bahwa kakaknya sudah terbebas berkat sihir milik Irene.

Tapi, baru beberapa menit dia berlari menelusuri kota ini ternyata dewa mengabulkan permintaannya begitu cepat karena gadis itu ada di sana tengah berdiri di kerumunan kota tampak seringai menyebalkan di wajahnya.

Elfman berlari kencang dengan berteriak "Grrrrr! sialan kau Evergreen! bisa-bisanya melakukan seperti ini kembalikan Nee-chan seperti semula" dia langsung terburu-buru melayangkan tinjunya.

Evergreen terbang menghindar "ohh, ayolah ini games baru saja dimulai tapi kau malah sudah segera ingin mengakhiri begitu cepat dan tak ada menariknya itu"

Evergreen membuka kacamatanya, Elfman tau jika menatapnya berarti bermasalah jadi, dia berlari cepat sambil menghampiri menutup matanya lalu memukul gadis itu dengan tangan kiri meski dis sendiri bukan ahli dalam pertarungan dengan mata tertutup yah, wanita itu menghindari itu membalikan badan dan menendang wajahnya.

Evergreen mengepakan kipasnya dengan wajah merendahkan "tubuh kau memang besar tapi, itu bukan berarti kau menang si segala hal yang ada"

Elfman frustasi dan langsung berubah dalam mode hewan buas yang besar sekali dan tentu saja dengan mata tertutup karena tehknik itu masih cukup menjengkelkan sekali, lalu mengamuk tak jelas sambil melemparkan barang besar yang ada di sekitarnya namun dapat dihindari oleh gadis berkacamata itu

"Menggunakan itu memang ide ysng cukup bagus tapi, bagi yang tak pernah melakukannya atau belum ahli itu sama saja bohong" komentar Evergreen dia langsung terbang ke udara "yah, karena kau banyak celah jadi kuakhiri dengan cepat sekarang"

"FAIRY GREETY BOMB!"

*Jduarrrrr!

Evergreen membuat butiran debu yang mengkilap lalu mengelilingi lelaki itu dan seketika langsung meledak tanpa ada jeda yah, Elfman yang tak bisa menghindar seketika terkena telak begitu saja dan langsung membuatnya ambruk tak bergerak dan penuh luka.

"Yah, ini menarik tapi akan lebih menarik lagi jika, sebuah Monster menjadi replika patung seni yang indah" ucap Evergreen membuka kembali kacamatanya dan menatap Elfman kali ini lelaki berbadan besar itu tak bisa mengelak lagi "yah, aku harap kau diam saja seperti anak baik"

.

.

.

.

.

- Guild Fairy Tail

Note : Alzack vs Droy vs Jet pemenangnya adalah Alzack, Elfman vs Evergreen pemenangnya adalah Evergreen dan sekarang anggota yang tersisa 41 orang.

Makarov menatap layar pengumuman yang berada di atas sana dengan raut wajah shock dan tak percaya meski mencoba menampar wajahnya untuk menghilangkan mimpi buruk ini tapi nyatanya ini jelas bukan mimpi karena meski secara tak langsung dia melihat anggota guild yang sudah dianggap keluarga sendiri saling menyakiti satu sama lain untuk mencari biang keladinya.

Yah, ini semua berkat sihir Rune milik Freed yang memaksa mereka semua bertarung satu sama lain karena jika tak dilakukan sesuai peraturan maka mereka takkan bisa keluar dari Freed meski Irene sudah mematahkan sihir itu tapi hanya cakupan wilayah seluruh Guild Fairy Tail saja dan untuk wilayah lain nyatanya belum dilakukan atau memang Irene belum minat untuk bergerak dan duduk di kursi saja.

"Hmmmm, semakin lama semakin berkurang juga yah?" komentar Irene terlihat sangat santai sekali bahkan hanya malas-malasan sambil minum segelas Wine "memang perang sesama saudara itu benar-benar menyebalkan juga"

"Terus kenapa kau berdiam diri saja dan tak membantu yang lainnya!" teriak Makarov sangat emosi sekali bahkan tampak perempatan urat nadi di dahinya yah, kakek tua ini bahkan sudah kehilangan yang namanya kesabaran "kau, yang paling kuat di antara lainnya jadi kumohon hajar mereka meski itu cucukku sendiri!"

"Hm, kau yakin dengan ucapanmu itu?" Irene sebelah alisnya sambil menopang dagunya dengan raut wajah tak minat "apa kau lupa yang terjadi dengan bocah bodoh itu waktu berurusan denganku ahhhh, mungkin tak usah jauh-jauh si pak tua mesum itu kau tau bagaimana keadaannya bukan?"

Makarov masih ingat betul sekali bagaimana cucunya bersikeras menantang wanita ini dan hasil kalah telak hingga babak belur bahkan Laxus sempat diam di rumah selama seminggu akibat luka yang diderita, dan Gildarts sendiri memang itu murni karena kesalahannya yang mencoba mengintip wanita ini sedang mandi dan secara sengaja meraba dadanya yang besar itu alhasil Gildarts terbaring di rumah sakit selama dua minggu dan dia benar-benar wanita yang tak ada rasa iba.

"Ahh, aku rasa lebih baik kutarik lagi ucapanku" ucap Makarov memilih menyerah saja daripada nanti cucunya tewas meski dia sangat menyebalkan tapi tetap saja Laxus adalah keluarganya hanya saja jalan yang dia tempuh sedikit salah.

"Dan santailah sedikit lagipula sang penatang belum kalah ditambah lagi para gadis kembali seperti semula jadi, kenapa tak duduk santai saja dan biarkan mereka yang mengurus ini?" ucap Irene yang melihat gadis lain yang sadar dari kutukan batu itu "ahhh, aku ada di atas jika kau ingin sesuatu atau teriak saja" dia menghilang secepat kilat.

Omongan wanita itu memang benar, Makarov sendiri terlalu paranoid yang berlebihan padahal di pihaknya sendiri ada Penyihir Class S seperti Erza, Sorano dan Ur yang sudah pasti kekuatan mereka tak diragukan lagi apalagi jika Mirajane jika ikut serta dan ditambah Natsu yang seorang Dragonslayer asli mungkin bisa mengatasi cucunya yah, yang terpenting dia harus tetap mengawasi ini.

Erza tersadar dari tidurnya dan melihat tempat ini berantakan sekali lalu menghampiri Makarov dan bertanya "uhmmm, Master apa yang terjadi sesungguhnya disini?" dia tak melihat satupun lelaki yang ada disini.

"Begini..." Makarov akhirnya mulai menjelaskan kepada semuanya apa yang sudah terjadi sesungguhnya di Guild ini dan setelah 10 menit berlalu akhirnya selesai dan para gadis bisa faham dengan yang terjadi sekarang.

"Ghhh, si tolol itu memang menyebalkan tapi ini kelewatan tolol namanya" Sorano mengkritik dengan sangat pedas sekali.

"Yah, sejak awal Laxus memang seperti sudah memiliki gelagat aneh semenjak insiden serangan Phantom Guild itu" sambung Lisanna dia mengelus Happy yang tertidur di pangkuannya mungkin Natsu langsung pergi begitu saja.

"Pantas saja Juvia tak melihat satupun laki-laki disini selain master" ucap gadis Penyihir Air itu.

"Hmmmm, Natsu sudah lebih dulu kesana yah," ucap Mirajane yang ingin mendengar reaksinya meski dalam hati dia kesal karena terganggu.

"Yah, memang seperti itulah dia" Lucy tertawa kecil.

"Baiklah aku akan pergi juga dan tak bisa berdiam diri sambil melihat" ucap Erza yang sudah mengenakan Prutagory Armor "dan Evergreen biar aku yang urus tapi, kita harus berpencar bagi siapapun yang menemukan mereka hubungi langsung yang lain"

"Aku akan bagian Freed" ucap Mirajane.

"Mungkin, aku Bickslow yang terakhir" ucap Sorano.

"Yeahhh!"

'Hah, aku harap ini benar-benar segera berakhir' Makarov bisa menghela nafas lega untuk sementara waktu ini.

.

.

Xxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxx

.

.

Tampak seseorang yang berjubah tertutup dan tak terlihat jelas sekali wajahnya yang masuk begitu saja ke dalam Rune tanpa menimbulkan efek apapun dan dia menatap langit yang agak berbeda warna dari biasanya.

"Hmmmm, jadi ini memang ulahnya dia yah? aku memang tau bakal terjadi tapi tidak secepat ini"

"Yah, aku akan membantu jika situasi yang terlihat langsung negatif"

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Dan selesai juga pada akhirnya yah meski agak sedikit word yang dikeluarkan tapi, ini hanya pembuka chapter saja yang menunjukan bahwa saya masih hidup di dunia fanfiction ini so see ya!

Pm

RnR